Huntsville [ Chapter 4- End ]


babyrosse1

Author | Babyrosse | Tittle | Huntsville


Cast | Bae Soo Ji | Oh Sehun |


Genre | Fantasy | Romance | lil bit Dark | Drama


Length | Chaptered | Rated | Teens


Disclaimer


The story is belong to Babyrosse©


Keep Calm


Don’t be plagiator


And love your self~

.
.
.


Story~ The Wicth and The Bride

.
.
.


Kau menutup matamu terlalu lama


Sampai hatimu pun ikut tertutup

.
.
.


‘ Sehun… ‘


‘ Sehun… ‘


Suzy hanya bisa memanggi-manggil nama Sehun setengah tak sadar.


“ Grrr…grr… “


Geraman-geraman para Wolfrine makin terdengar menjadi-jadi bahkan semakin banyak, Suzy sendiri tak tahu karna bahunya terasa sangat sakit sampai rasanya dia ingin mati.


“ Minggir kau?! “ sosok – sosok Wolfrine kembali berdatangan dari hutan, tapi kawanan Wolfrine ini jelas berbeda dengan yang tengah menyerang Sehun . Salah satu dari mereka menyerang kearah Serigala yang mencengkram Suzy, Suzy hanya mampu melihat rambut pirangnya yang tertiup angin.


“ Seulgi ! Bawa gadis itu menjauh dari sini ! “ terdengar teriakan yang sepertinya merupakan ketua dari kawanan itu.


“ Grr… jangan ganggu kami ! “


“ Braakk ! “ Wolfrine berambut pirang, berhasil menyingkirkan Serigala yang mencengkram Suzy, lalu dia membawa Suzy menjauh dari pertarungan dengan membaringkannya dibawah salah satu pohon sebelum dia kembali untuk membantu yang lain.


“ Aakkhh… “ Suzy mengerang, rasa perih yang luar biasa menjalar dari lengan kanannya yang terluka. Pandangannya matanya mengabur. “ Sehuun… “ rintihnya.


“ Kau baik-baik saja ? “ tanya salah satu Wolfrine yang baru muncul.


“ Ngghh… “ Sehun hanya meringis, cakaran ditubuhnya sudah terlalu banyak untuk memikirkan siapa Woflrine yang berdiri dihadapannya dan membantunya.


Kedua kawanan Wolfrine itu saling menggeram satu sama lain.


“ Menyingkirlah… anak itu adalah mangsa kami… “


“ Jangan main-main ! Dia adalah salah satu anggota kami ! “ Wolfrine yang paling tinggi berdiri di depan Sehun melindunginya.


“ Berhentilah untuk menganggu kelompok kami ! “


“ Sebaiknya kau segera membawa kelompokmu pergi Kang In, sebelum kami bertindak lebih jauh lagi… ini adalah Daerah teritori kelompok kami. “ kata Wolfrine tinggi ─ Chanyeol ─ itu lagi kali ini dengan nada mengancam.


Sepertinya Kang In sadar, meskipun menang dalam jumlah ─ sepuluh berbanding lima ─ tapi dari segi kekuatan dia kalah telak.


“ Tapi sudah menjadi aturan bahwa Alpha diluar Dreamsville adalah mangsa kami ! “ geram salah satu kelompok Kang In tidak ingin kalah.


“ Kami tidak akan membiarkanmu menyentuhnya karna anak ini adalah kerabat kami. “ kata Chanyeol lagi dengan nada tegas dan tajam.


Empat Wolfrine disamping Chanyeol bersiap maju selangkah melihat tak ada tanda bahwa Kelompok Kang In akan mundur begitu saja.


“ Grrhh… liat saja, aku tidak akan membiarkan ini berlangsung lama ! “ geram Kang In, mengedikkan kepalanya, menyuruh Kelompokknya untuk mundur. Beberapa Serigala tampak masih menggeram tak suka kearah Sehun sebelum melompat ke dalam hutan.


“ Hei ! Apa kau sudah gilla menginjakkan kakimu disini ?! “ bentak Chanyeol beralih pada Sehun yang berdiri agak tertatih dibelakangnya.


Sehun hanya menggeram kasar, dia samasekali tidak mengenali para Wolfrine yang secara tidak langsung sudah menyelamatnya. “ Siapa kau ? “


“ Geez… dia bahkan tidak berterimakasih setelah diselamatkan ?! “ celetuk Wolfrine bermata tajam mendengus tertawa.


“ Diamlah Xiumin, lebih baik kau segera bantu Seulgi untuk mengurus teman wanitanya itu. “ suruh Chanyeol.


Sehun kemudian teringat dengan Suzy, dia terlihat sangat mengenaskan dengan sebelah tangannya yang bersimbah darah sampai membuat salju disekitarnya memerah oleh darah.


“ Yaa tuhan ! Suzy ! “ Sehun langsung berlari menghampiri Suzy mendahului yang lain.


Suzy terengah-engah menahan sakit, meskipun pandangan matanya mengabur karna air mata dia masih bisa melihat sosok Sehun yang mendekat padanya.


“ S-sehun… “


Sehun ingin membantu Suzy untuk menenangkannya tapi dia ingat bahwa tubuhnya sangat panas dan itu berbahaya bagi Suzy. Dia hanya bisa berlutut disamping Suzy yang terluka.


“ B-bertahanlah Suzy… kau akan baik-baik saja… “ rintih Sehun hampir terisak melihat keadaan sahabatnya.


Dengan gerakan yang sangat lemah, Suzy mengangkat tangannya mengisyaratkan agar Sehun mendekat padanya.


Wolfrine bernama Seulgi dan Xiumin menghampiri Suzy untuk memeriksa lukanya, tapi seakan mengerti bahwa Suzy tak ingin diganggu mereka hanya berdiam diri.


“ Jangan sentuh aku ! “ kata Sehun mengingatkan saat Suzy mencoba untuk menyentuh wajahnya. Suzy menggeleng tak memperdulikan itu, dia mengelus wajah Sehun dengan sebelah tangannya ─ dia meringis tangannya terasa melepuh ─ tapi sekali lagi dia tak memperdulikannya.


“ S-sehun… “ Suzy menarik wajah Sehun untuk mendekat dan berbisik lemah ditelinganya namun cukup di dengar oleh seorang Wolfrine seperti Sehun.


Hanya sebuah kalimat tapi mampu membuat Sehun membelalakkan matanya, belum hilang kekagetannya, Suzy sudah mengerang kesakitan lagi.


Dengan sigap, Seulgi dan Xiumin segera mendekati Suzy yang meronta menahan sakit pada luka besar yang menganga sepanjang bahu sampai kelengannya.


“ Cepat bawa dia ke Pelabuhan ! Aku tidak yakin kalau Kelompok Kang In akan menyerah, Lay kau panggillah tabit dari Desa dan bawa dia bersama kita ke Pelabuhan ! “ seru Chanyeol.


Seorang Wolfrine lain melesat berlari menuju Desa, sementara Seulgi dan Xiumin sudah menggendong Suzy meninggalkan Sehun yang entah bagaimana tidak bergerak dari tempatnya.


Suara teriakan Chanyeol terdengar memerintahkan setiap anggotanya untuk bergerak cepat seolah tidak terdengar oleh Sehun. Yang bisa dia dengar dan terus terulang dimemorinya adalah kata-kata Suzy yang begitu lemah…


‘ Aku mencintaimu… aku sungguh mencintaimu… ‘

.
.


Sehun tak pernah menduga…


Suzy adalah sahabatnya…


.


“ Aku mencintaimu… ‘

.
.


“ Apa kau ingin diam dan mati disini he ?! “ teriak Chanyeol menyalak, mengembalikan kesadaran Sehun.


“ Suzy… “ panggil Sehun lirih.

.
.
.
.
.


Kapal besar yang harusnya dipakai untuk mengangkut barang itu kini sudah berlayar menuju Hunstville dan didalamnya dipenuhi oleh para Wolfrine, lebih tepatnya Keluarga Sehun.


Sehun tak bisa mengatakan apapun selain hanya terdiam, mendengar Ayahnya berceloteh tak jelas. Ternyata Ayahnya, bersama saudaranya yang lain ─ minus Kris dan Kai ─ menyusulnya ke Dreamsville.


“ Sehun ! Kau dengar apa yang dikatakan Ayah ?! “ tegur Baekhyun karna sedari tadi dia hanya diam.


“ Hmm… “ respon Sehun tak jelas.


“ Kau seharusnya berterimakasih pada Sepupumu Chanyeol, dia sudah banyak membantu ─ apa jadinya kalian jika dia tidak segera mencegahnya he ? Sudah berapa kali harus kuperingatkan kau untuk berhati-hati dengan status Alphamu itu… Apa kau mendengarku Sehun ?! “ nada suara yang dipakai Ayah Sehun meninggi satu oktaf, tapi itu tak berpengaruh besar pada kesadaran Sehun.


“ Sudahlah Ayah… sepertinya dia masih terguncang. “ kata Tao menenangkan sebelum Ayahnya benar-benar mengamuk.


“ Maaf… “ hanya itu yang keluar dari mulut Sehun, membuat Ayahnya mendesah kesal.


“ Ngghh… “ sebuah erangan kecil disalah satu sudut kapal membuat mereka menoleh pada apa yang seolah mereka lupakan karna berdebat.


Seorang tabib dari Dreamsville yang ikut dibawa dalam perjalanan masih merawat luka Suzy, erangan kesakitan Suzy baru berhenti setelah tabib datang dan mengobatinya di pelabuhan tadi. Di pelabuhan pula Kawanan Chanyeol berpisah dengan mereka.


“ Bagaimana keadaannya ? “ tanya Ayah Sehun.


“ Nona ini baik-baik saja…tapi lukanya terlalu besar, kita baru bisa memberi tindak lanjut setelah sampai di daratan. Untuk saat ini aku hanya mengobati sebisaku saja. “


Ayah Sehun hanya mengangguk, dia berjalan menghampiri Suzy yang setengah sadar.


“ Sabar sedikit… kita akan segera sampai. “ ucapnya pada Suzy, yang dibalas anggukan kecil oleh Suzy yang artinya dia mendengar apa yang Ayah Sehun katakan.


“ M-maafkan aku Paman… i-ini adalah salahku… “ Suzy berusaha mengatakannya ditengah rasa perih yang menyiksa lengannya.


Ayah Sehun menggeleng, “ Tidak ada pihak yang disalahkan disini… “ ujarnya tersenyum.


Ekor mata Suzy melirik kearah Sehun yang duduk meringkuk didek kapal, pandangannya entah kemana. Sejak tadi dia samasekali tak mendekati Suzy atau bicara padanya.


Perjalanan ke Hunstville jauh lebih cepat, karna mereka memutukan untuk memilih jalur pintas meskipun dengan resiko bahwa ada banyak binatang laut buas tapi mengingat bahwa Suzy sedang terluka mereka tak punya pilihan lain.


“ Minggu depan Kris dan Jessica akan menikah, persiapkan diri kalian baik-baik. “ kata Ayah Sehun yang lebih dikhususkan kepada Putranya Sehun karna pada saat pelamaran berlangsung dia berada di Dreamsville.


Iris mata Sehun terlihat melebar, tapi sekali lagi dia tak bicara apa-apa.

.
.
.
.
.


Seminggu sejak insiden penyerangan di Dreamsville, luka Suzy sudah membaik berkat perawatan dari Bibinya meskipun bekas luka melintang sepanjang bahu sampai lengannya masih terlihat membekas. Kabar baiknya selama itu dia tak melakukan tugas apapun selain beristirahat di dalam rumah.


Kabar buruknya, dia tak pernah lagi berkomunikasi dengan Sehun. Bahkan untuk urusan persiapan pernikahan Kris dan Jessica beberapa hari lagi, yang bolak-balik kerumah Suzy adalah Baekhyun, Tao, ataupun Ibunya sendiri.


Suzy sudah tahu ini yang akan terjadi saat dia sudah mengatakan perasaannya pada Sehun. Hubungan persahabatan mereka tidak akan bisa dikembalikan lagi. Menyesal ? Tidak. Suzy tidak menyesalinya, malah dia merasa lega karna dia sudah melepaskan beban perasaannya begitu lama meskipun pada akhirnya berujung pada penolakan.


“ Waahh… cantik sekali ! Buatan peri hutan he ? “ seru Suzy saat beberapa paket buket bunga datang kerumahnya sehari sebelum pernikahan.


“ Iyaa… Ibu yang Kris yang mengirimnya. “ ujar Jessica riang, akhir-akhir ini Jessica memang lebih banyak tersenyum, dia mencium aroma buket bunga mawar putih itu dan tersenyum senang.


“ Bagaimana lukamu ? Apa sudah baikan ? Sini coba kulihat ! “ Jessica meletakkan buket bunganya dan menghampiri Suzy.


Suzy hanya terkekeh melihat tingkah cerewet Jessica, “ Lebih baik besok kau pakai gaun berlengan panjang saja hmm… ? “ dia menyibak lengan pakaian Suzy dan mengoleskan ramuan diluka adiknya. “ Kau juga tidak boleh terlalu banyak bergerak, tulang bahumu masih dalam masa penyembuhan, kau mengerti itu kan ? “


Suzy tersenyum lembut pada saudari satu-satunya itu. Sejak orangtua mereka meninggal dalam sebuah insiden penyerangan besar Negara tetangga, Suzy hanya tinggal bersama Kakaknya Jessica. Sampai akhirnya mereka diasuh oleh Adik Ayah mereka, Hyori.


Suzy menghela nafas pelan, “Aku pasti akan merindukanmu Sicca.” kata Suzy pelan selagi Jessica mengolesi ramuan pada lukanya.


“Iyy…sejak kapan jadi melankolis seperti ini?” kata Jessica terkikik.


“Sering-seringlah kembali pulang, rumah para Wolfrine itu ada di tengah hutan dan kau harus terbiasa dengan mereka yang bertelanjang dada. Selain itu kau harus tahu kalau Kai adik Kris punya kebiasaan suka mengintip orang mandi jadi kau harus berhati-hati…dan Sehun juga─” kalimat Suzy terhenti, dadanya terasa tercubit. Jessica tersenyum tipis.


“Ada apa dengan Sehun, Suzy?” tanya Jessica yang sebenarnya untuk memancing Suzy agar dia mau bercerita tentang apa yang sebenarnya terjadi. Karna tak pernah sebelumnya, Sehun tidak berkunjung sehari saja kerumahnya untuk bertemu Suzy.


Suzy menundukkan kepalanya, “Bukan apa-apa…”


Jessica tahu bahwa Suzy tidak akan menceritakan apapun padanya, jadi setelah selesai dengan luka adiknya dia kembali merapikan lipatan gaun adiknya dan berjalan menuju dapur untuk mengambil teko teh.


Suzy memandang keluar jendela yang terhubung dengan halaman belakang rumahnya, sungai kecil tempat dia selalu disuruh menangkap ikan lepu oleh bibinya, dan pada semak buah berry yang dia jadikan sebagai cat lukis untuk Luhan. Dan sebuah pohon ek besar yang pada salah satu dahannya dibuat ayunan. Sehun yang membuatkannya untuk Suzy, sebagai hadiah ulang tahun ke sepuluhnya. Suzy tersenyum tipis, halaman belakang mempunyai banyak kenangan untukknya.


“Teh?” tanpa Suzy sadari, Jessica sudah kembali dan duduk di sebelah Suzy dan menuang teh beraroma sakura ke cangkir. Suzy hanya menganggukkan kepalanya singkat. “Kau tak pernah selesu ini sebelumnya, dan itu bukan karna luka pada lenganmu.” komentar Jessica, “Biar kutebak…kau sudah menyatakan perasaanmu pada Sehun?”


Suzy membulatkan matanya dan menatap Jessica, bagaimana dia bisa tahu? Ah…bukan itu bagaimana dia tahu Suzy menyukai Sehun?


Jessia tersenyum tipis, “Kau tak perlu kaget, semua orang mengetahuinya Suzy. Semua mahluk di Huntsville mengetahui bahwa kau menyukai Sehun sebagai seorang pria.” katanya seolah menjawab pertanyaan Suzy.


Suzy membuka dan menutup mulutnya, sejelas itukah perasaannya? Lalu kenapa Sehun tak bisa menyadarinya?


“Tapi Sehun tak menyadarinya karna dia selalu bersamamu…perasaan nyaman saat kalian bersama itulah yang menutupi fakta bahwa kalian saling tertarik satu sama lain.”


“Dia mencintaimu.” tukas Suzy.


Jessica menggeleng sambil tertawa kecil, “Dia masih remaja labil yang tak bisa membedakan cinta dan rasa kagum, Suzy…” kata Jessica, “Itulah masalahnya, dia hanya belum sadar bahwa dia juga mencintaimu.”


Suzy terdiam sejenak, kata-kata Jessica terasa ada benarnya. Tapi dia tak ingin hanya mengira-ngira dan mengharapkan sesuatu yang tak jelas. Lagipula pria di dunia ini bukan hanya Sehun saja ‘kan?


“Kalau kau berpikir untuk mencari pria lain, itu tidak masalah. Hanya saja jangan buat dirimu terlalu menyesal Suzy.” kata Jessica sambil menyeruput isi cangkirnya. “Cerialah sedikit, besok hari pernikahanku lho…”

.
.
.
.
.


Untuk hari ini kawasan tengah hutan yang biasanya hanya terlihat para Wolfine yang berkeliaran kini dipenuhi oleh anek mahluk atau mungkin seluruh penduduk Huntsville tumpah disana merayakan pesta pernikahan salah seorang Wolfrine idola gadis di Huntsville.


Pada halaman depan, merupakan tempat untuk para tamu undangan dengan kursi kayu bercat putih yang cantik berderet sepanjang jalan menuju altar berhias bunga lili dan baby breath. Dan jangan lupakan sekawanan goblin berwajah kisut yang memainkan orkestra dengan tempo yang amat sangat lambat, yang lebih terdengar seperti lagu untuk pemakaman.


Anak-anak kecil tampak berseliweran bolak-bolak dari kursi ke bufet yang berisi banyak kue dan makanan kecil. Para peri hutan juga dengan riang menaburkan helaian kelopak bunga mawar merah disepanjang jalan menuju altar sehingga terlihat seperti karpet merah.


Dan ini merupakan hari yang paling membahagiakan bagi pasangan Kris dan Jessica yang resmi menikah hari ini. Di altar terlihat Kris dengan setelan tuxedo putih didampingi sang Ayah yang tersenyum gugup kearah para tamu undangan. Suzy tersenyum geli melihatnya, pasti dia akan segera membunuh para goblin yang telah memainkan lagu pemakaman di pernikahan putranya ini.


Suzy dengan gaun merah muda berlengan panjang duduk manis di salah satu kursi undangan, tepat disamping Bibi Hyori yang menangis sesenggukan sejak semalam. Jessica melarangnya menjadi bridesmaid─pengiring pengantin─karna kondisi Suzy yang masih belum baik.


Pandangan seluruh tamu undangan pun segera tertuju pada sang pengantin yang baru saja muncul dengan gaun putih panjang menjuntai menyentuh rumput. Jessica terlihat menawan dengan semua itu, dengan digandeng Luhan─sebagai Ayah walinya. Lalu dibelakangnya ada iringan bridesmaid wanita yang dipimpin oleh Krystall yang tersenyum cerah, dan disamping Krystall berjalan dengan wajah menekuk sebal Kai bersama para adik-adiknya dibelakang, Tao, Baekhyun dan Sehun.


Bahkan sampai saat ini Suzy dan Sehun belum saling sapa, ini adalah waktu paling lama mereka tak saling bersua. Aneh memang tapi Suzy hanya mencoba untuk tetap terlihat normal dan tidak mempersalahkannya. Baginya jika ini memang berakhir maka biarlah berakhir.


Tepukan membahana saat Kris menyematkan sebuah cincin berlian ke jemari Jessica dan diakhiri dengan ciuman panjang yang membuat para tamu undangan menahan wajah merah padam mereka, sementara Bibi Hyori masih menangis sesenggukan sambil bergumam tak jelas. Ah, Suzy jadi terbawa suasana dan ikut menangis terharu, sekarang hanya tinggal dia bersama Bibinya yang cerewet. Suzy pasti akan sangat merindukannya.

.
.
.
.
.


Berpura-pura mengambil segelas wine di bufet agar bisa menghindar dari para teman-teman Penyihir Bibinya, “Aiish…mereka pikir aku ini sudah cukup umur untuk melakukan hal seperti itu?” gerutunya mulai mengisi piring kecilnya dengan anek kue.


“Ehem!” sebuah deheman dibelakang Suzy hampir saja membuatnya terlonjak. “Rasanya lama sekali aku tidak melihat adik penyihirku yang cerewet ini.”


“Ya! Aku tidak pernah ingat punya kakak yang mesum sepertimu.” sungut Suzy pada Kai yang tahu-tahu sudah berdiri dibelakangnya.


“Iyy..karna Jessica sudah menjadi keluarga kami, otomatis kau menjadi adikku juga.” sahut Kai memasukkan kue sus dipiring Suzy kemulutnya. “Lagipula sebentar lagi kau juga menjadi keluarga kami.”


“Che…jangan bicara sembarangan.” gertak Suzy, melirik sebentar kearah Sehun yang tengah diseret-seret oleh Krystall untuk menemaninya. “Heh! Ambil punyamu sendiri, dasar!” katanya menjauhkan piringnya dari tangan Kai dan beringsut menjauh darinya.


Jessica dan Kris saat ini masih dikerubungi oleh kerabat jauh Suzy yang keseluruhannya merupakan Penyihir, dari jarak sejauh inipun Suzy bisa mendengar celotehan mereka yang memuji ketampanan Kris.


Suzy meneguk winenya pelan berdiri agak jauh dari keramaian sambil mengawasi suasanan riuhnya pesta di tengah hutan, langit terlihat sangat cerah seolah ikut merayakan kebahagian ini.


“Hai…bagaimana kabarmu?”


“Oh? Luhan!”


Luhan tersenyum mengangkat gelas winenya dan berdiri di tempat yang sama dengan Suzy, “Lama tak melihatmu berkunjung ke Istana lagi.” ujarnya.


“Aah…aku belum diijinkan bepergian jauh, Jessica masih paranoid seperti biasa.” kata Suzy mengerucutkan bibirnya. “Oh…ya terimakasih sudah mau menjadi Ayah Wali Jessica.” ucap Suzy.


“Hn, sudah seharusnya.” balas Luhan, “Sepertinya kau sudah menyerah dengan Sehun.”


“Aa itu aku─”


“YA! Mendekati calon istri orang adalah hal yang tidak baik dilakukan oleh seorang Pangeran tahu!” seru sebuah suara yang belakangan ini sangat Suy rindukan, dengan satu tarikan dia sudah membawa Suzy dalam dekapannya.


“S-sehun?!”


Sehun terlihat menatap galak pada Luhan yang menatapnya bingung. “Che…selama ini aku sudah bersabar dengan tidak mengumpat padamu, dasar! Tapi menggoda calon istri ku adalah hal yang diluar batas kau tahu?!” gerutunya lagi.


Sementara Suzy yang hanya bisa mendengar juga mendongak menatap Sehun dengan wajah sedikit merona, Luhan tertawa geli dengan tingkah salah satu teman masa Sekolahnya itu.


Suara orkertra dari para goblin yang tinggal menunggu kematiannya ditangan Ayah Sehun itu kembali terdengar memainkan musik pemakaman yang lambat, para peri hutan pun menyanyi dengan suara cemprengnya sambil menebarkan lebih banyak kelopak bungan mawar, bahkan beberapa diantaranya mengenai tubuh Suzy yang masih dalam dekapan Sehun. Langit begitu cerah, setidaknya untuk saat ini keadaan di Huntsville akan baik-baik saja.

.
.
.
.
.
.
.


Fin~

.
.
.
.



Yatta! Akhirnya selesai juga walaupun gaje dan gantung muehehe*ditampar*


Oke…buat yang pengen Suzy sama Sehun silahkan bayangin aja sendiri, kalau mau Suzy sama Luhan silahkan lupakan kalimat absurd terakhir Sehun dan anggap gak ada *apaansih?*


Baby tahu ini sangat amat gaje tapi Baby udah baik ‘kan langsung update dua chapter sekaligus😀 *tetep gak mau disalahin*


Ada yang rindu Baby gak? ehehe rasanya udah lama gak muncul di blog ini xixixi…


Oh ya maafin Baby ya gak bisa bales satu-satu comment/review kalian, Baby ucapin terimakasih banyak! Berkat kalian Baby jadi semangat nulisnya😀


Curhat dikit ah…


Baby ganti nama penname lhoo jadi bukan babyrosse lagi hehe… *gak penting*


Baby tahu kalian readers yang baik dan setia soalnya selalu ninggalin jejak ditiap postingan tapi maafken baby yang gak pernah bisa bales kebaikan kalian hikss…*ngais pasir di pojok*


Intinya adalah…


Terimakasih banyak sudah meluangkan waktu kalian baca FF ini sampai selesai


See you readers dan siders sekalian~


Huntsville


Part.1 | Part.2 | Part.3 | Part.4 – end

32 responses to “Huntsville [ Chapter 4- End ]

  1. omo si sehun itu apa-apaan lama menghindari suzy tapi pas liat suzy sama luhan tiba-tiba langsung bilang kalo suzy adalah calon istrinya ckckck ternyata dia cemburu kekekke tapi romantisnya kurang author,,,,,,,,
    but oke-lah tetep keren ko.
    ditunggu next ffnya author fighting

  2. euh gregett… ya ampunn. tak tahan aku, jadi aku harus bayangin sama siapa ya? sehun atau luhan.
    tapi jujur lho ini keren aku suka

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s