Oh My Ghost! Chapter 1

L Infinite & Suzy Miss A (342)

© Carissa Story

Title : Oh My Ghost!  | Author : dindareginaa | Genre : Comedy, Fantasy, Romance | Rating : Teen | Main Cast : Kim Myungsoo, Bae Suzy | Other Cast : Find by yourself!

Inspired by K-Drama Oh My Ghost and 49 Days

Mobil berwarna hitam itu melesat kencang diantara derasnya hujan. Didalamnya, seorang lelaki tampan tampak murka. Ia memukul kepalanya sendiri dengan tangannya. Ia tak henti-hentinya merutuki dirinya sendiri. Kenapa ia bodoh sekali? Bagaimana bisa ia tak tahu bahwa kekasihnya berselingkuh dengan sahabatnya sendiri?!

Karena tak terlalu memperhatikan jalan, lelaki itu tak sadar bahwa sebuah mobil dari arah berlawanan melaju dengan kecepatan tinggi. Menyadari hal itu, lelaki tampan itu sontak membanting stir, membuat mobilnya menabrak sebuah pohon besar yang berada di ujung jalan. Sedangkan si lelaki, sontak tak sadarkan diri.

Sooji membuka matanya perlahan. Oh, sudah pagi ternyata. Gadis cantik itu segera beranjak duduk. Mata indahnya sontak celingak-celinguk ke kanan dan ke kiri, was-was. Setelah memastikan bahwa hal menakutkan yang selalu mengganggu paginya itu tak ada disekitarnya, ia menghembuskan nafasnya perlahan, lega.

Sooji lalu melirik ke arah jam beker berwarna merah miliknya. Melihat jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, gadis itu segera melompat dari tempat tidurnya. Ia terlambat!

Lelaki itu membuka matanya perlahan. Ia terheran melihat dirinya kini berada disebuah tempat yang bersinar terang. Ia sontak beranjak duduk. Ia mengernyit heran begitu mendapati dirinya kini memakai baju serba putih. Ia dimana?

“Kau sudah bangun?”

Lelaki itu terperanjat kaget begitu seorang lelaki yang cukup tampan berada dihadapannya. Lelaki itu tersenyum kearahnya. Tidak seperti dirinya, lelaki itu malah memakai baju berwarna serba hitam.

“Siapa kau? Aku dimana? Ahh…” Lelaki itu meringis kesakitan. Ia menjambak rambutnya, berharap dengan begitu, sakitnya akan berkurang.

“Kau berada diambang kematian.”

Lelaki itu sontak membulatkan matanya, tak percaya dengan apa yang dikatakan orang asing itu padanya. “Aku? Mati? Tidak mungkin!”

“Pertama-tama, perkenalkan, namaku Byun Baekhyun. Aku adalah seorang scheduler. Kau tahu, orang yang bertugas untuk mengatur kematian. Dan sekarang kau adalah tanggung jawabku.”

Lelaki itu masih menatap Baekhyun tanpa berkedip. “Dan aku…”

“Itu adalah tugasmu sekarang.”

“Tugasku?” Ia lagi-lagi menatap bingung sang scheduler. Apa yang sedari tadi dia bicarakan? Kenapa tak ada satupun yang bisa ia mengerti.

“Ya. Saat ini kau tidak bisa mengingat siapa dirimu dan dimana kau tinggal. Dan tugasmu adalah kau harus menemukan tubuhmu. Dan kau punya waktu tiga puluh hari. Lebih dari tiga puluh hari, maka aku akan segera menjemputmu.”

Lelaki itu menatap Baekhyun tak percaya. “Tiga puluh hari? Bagaimana caranya? Aku bahkan tak bisa mengingat satu orangpun!”

“Itu urusanmu!”

Lelaki itu mendesis. “Ya! Bukankah kau seorang malaikat maut?”

Scheduler,” ralat Baekhyun.

“Terserah,” lelaki itu mengalah. “Bukankah kau adalah seorang scheduler? Harusnya mudah bagimu untuk tahu dimana tubuhku!”

Ya! Kalau aku memberitahumu, untuk apa aku berada disini? Aku bisa saja langsung mengembalikan jiwamu ke tubuhmu!”

Lelaki itu mendengus. “Oh, baiklah. Tapi, setidaknya berikan aku nama! Bagaimana bisa aku tak memiliki nama?”

“Oh, baiklah.” Byun Baekhyun memutar bola matanya, mencoba menemukan nama yang tepat untuk lelaki yang ada dihadapannya ini. “L!” serunya. “Bagaimana?”

Ya! Manusia mana yang hanya menggunakan satu huruf untuk namanya?”

“Kenapa kau banyak sekali menuntut? Dan satu lagi, kau bukan manusia untuk sekarang ini! Kau hanya bisa menjadi manusia kalau kau sudah menemukan tubuhmu! Mengerti?”

“Baiklah, baiklah. Kenapa kau pemarah sekali?” gerutu L.

Sooji menarik nafasnya panjang dan menghembuskannya perlahan. Ia lalu menangkupkan wajahnya ke atas meja. Dihadapannya, Mark Tuan dan Choi Jinri hanya menggelengkan kepala mereka.

“Bagaimana bisa kau terlambat setiap hari, Sooji-ah?” tanyanya prihatin.

“Aku juga tidak tahu. Hanya saja, aku tidak pernah tidur yang cukup setiap malamnya dan itu membuatku bangun lebih lama.”

“Aku mengerti. Bagaimanapun juga, sulit bagimu untuk kuliah sambil bekerja. Apalagi kau harus membiayai sekolah adikmu, Sangmoon.” Mark mengelus puncak kepala Sooji, membuat Jinri bergidik ngeri. Gadis itu merasa kini sedang menonton drama romantis murahan yang biasa ditonton oleh ibunya.

Sooji mengangguk. Sebenarnya bukan hanya karena ia bekerja sambilan makanya ia  tidak bisa tidur nyenyak, melainkan…

Sooji menatap tajam kearah bocah lelaki yang kini juga menatapnya. Bocah itu bukan manusia. Dia… hantu. Ya, Sooji memang bisa melihat makhluk bernama hantu tersebut sejak ia kecil. Mungkin hal ini menurun karena mendiang neneknya adalah seorang dukun. Jujur saja, ia menyesal dilahirkan berbeda seperti ini. Jika bisa memilih, tentu saja ia berharap dilahirkan seperti Mark Tuan dan juga Choi Jinri yang bahkan tak sadar bahwa saat ini mereka sedang dikelilingi oleh hantu gadis-gadis centil yang kini sedang menatap kagum wajah Mark.

Sooji mendengus. “Sebaiknya aku pergi kerja.” Ia lalu beranjak berdiri, meninggalkan kedua sahabatnya sejak SMA itu.

“Hati-hati,” seru Mark khawatir.

Ya! Kau masih tak mau mengungkapkannya juga?”

Mark mengernyit mendengar pertanyaan Jinri. “Mengungkapkan apa?”

“Kau menyukai Sooji bukan?”

“Me… menyukai Sooji? Jangan konyol!” sanggah Mark. Wajahnya kini bersemu merah.

“Kau mungkin bisa membohongi Sooji, tapi tidak denganku,” ujar Jinri, wajahnya berubah serius.

Mark terdiam sesaat lalu tersenyum lirih. “Aku tidak bisa mengungkapkan perasaanku padanya. Bagaimana jika setelah mengungkapkannya, dia malah menolakku? Bagaimana persahabatan kita nantinya?”

“Kau tidak akan tahu sebelum mencoba. Sebaiknya aku pergi. Aku ada kelas sebentar lagi dengan Guru Han. Kau tidak tahu bagaimana mengerikannya perawan tua itu jika ada mahasiswanya yang terlambat? Kalau begitu, sampai jumpa!”

Mark menghela nafasnya begitu Jinri pergi. Ia kembali teringat kata-kata Jinri beberapa saat lalu.

“Kau tidak akan tahu sebelum mencoba.”

Haruskah ia mengungkapkan perasaannya pada Sooji?

L menarik nafasnya panjang. Sudah satu jam ia berkeliling tak tentu arah begini, tapi ia tak juga menemukan sedikitpun titik terang untuk mengetahui jati dirinya yang sebenarnya. Kalau begini, waktunya yang tiga puluh hari akan berlalu begitu saja!

L tersentak begitu tubuhnya menabrak seorang gadis. Sebenarnya tak begitu bertabrakan karena L adalah seorang hantu, tapi gadis yang wajahnya tak bisa L lihat dengan jelas itu – karena ia menunduk – menghalangi jalannya.

“Maaf,” seru gadis itu seraya membungkukkan badannya.

“Ka… kau bisa melihatku?” serunya tertahan.

Sooji tertunduk lesu disepanjang langkahnya. Hari ini ia dipecat – lagi – karena tak sengaja memecahkan mangkuk di restoran Tuan Hong. Ini semua karena hantu itu! Kalau saja hantu bocah itu tak mengganggunya selama ia bekerja, semuanya tidak akan seperti ini!

Oh, Sooji tersentak begitu tubuhnya menabrak seorang lelaki. Dengan segera Sooji membungkukkan tubuhnya. Bagaimanapun juga, ini adalah salahnya karena tidak memperhatikan langkahnya. “Maaf.”

Sedangkan lelaki dihadapannya ini terdiam beberapa saat sebelum akhirnya membuka suara,”Kau bisa melihatku?”

Mendengar pertanyaan si lelaki, Sooji sontak mengangkat kepalanya. Ia menatap tak percaya dengan apa yang ada dihadapannya kini. Tampan sekali! Siapa lelaki yang ada dihadapannya ini? Modelkah?

“Kau bisa melihatku?” tanya lelaki itu lagi.

“Tentu saja,” Sooji melebarkan senyumnya. Sebenarnya ia tak begitu mengerti dengan maksud pertanyaan si lelaki. Bagaimana mungkin Sooji tak bisa melihat ciptaan Tuhan yang tampan ini?

Namun, sedetik kemudian, Sooji membuka mulutnya lebar begitu melihat seorang gadis berseragam SMA menabrak lelaki tampan itu. Yang membuatnya terkejut tentu saja karena si anak SMA dapat menembus tubuh si lelaki tampan. Sooji dapat merasakan tubuhnya menegang.

“HA… HANTU!”

TO BE CONTINUED

90 responses to “Oh My Ghost! Chapter 1

  1. Omo… Kalau aku ketemu hantu sekece myung bakalan rela mah di ikutin melulu. Ikhlas lahir batin,,kkk klau misalnya myung balik k tubuhnya, dia bakal inget suzy gk? Trus apa myung bisa jafi meninggal?

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s