Oh My Ghost! Chapter 2

L Infinite & Suzy Miss A (342)

© Carissa Story

Title : Oh My Ghost!  | Author : dindareginaa | Genre : Comedy, Fantasy, Romance | Rating : Teen | Main Cast : Kim Myungsoo, Bae Suzy | Other Cast : Find by yourself!

Inspired by K-Drama Oh My Ghost and 49 Days

Sooji merasa waktunya terhenti seketika begitu melihat seorang lelaki tampan berdiri dihadapannya. Hidungnya yang mancung, tatapan matanya yang tajam bak seekor elang. Tubuhnya juga tinggi. Benar-benar lelaki idaman Sooji.

Namun, Sooji merasa heran begitu melihat lelaki tampan tersebut memakai pakaian yang serba putih. Aneh sekali. Tapi, sepertinya Sooji tahu mengapa lelaki tersebut berpakaian seperti itu. Ia membulatkan matanya begitu seorang gadis berseragam SMA menembus tubuh si lelaki!

“HA… HANTU!” serunya tertahan.

Meskipun ini bukanlah pertama kalinya bagi Sooji untuk melihat hantu, tetap saja ia takut. Walau harus ia akui hantu yang ada dihadapannya ini mirip sekali dengan visual boyband Infinite, tapi hantu tetaplah hantu!

Sooji membulatkan matanya. Kalau benda itu bisa keluar, sudah dari tadi mata indahnya itu melompat. Tak ingin membuang waktunya sedetikpun, Sooji segera berlari.

“Hei, tunggu!” suruh si hantu. Lelaki itu  maksudnya si hantu tampan – sontak ikut berlari mengejar Sooji.

Sooji memejamkan matanya ditengah lariannya. Oh, Tuhan! Tolong Sooji!

L terus saja menambah kecepatannya mengejar gadis yang ia percaya bisa melihatnya. Sial! Kenapa larinya cepat sekali? Apa ia tidak lelah? L saja yang seorang roh sudah sesak nafas dibuatnya!

Tunggu sebentar! L segera menghentikan langkahnya. Bukankah ia seorang roh? Harusnya ia bisa menghilang bukan? Bodoh sekali ia! L tersenyum, menampakkan smirk-nya. Ia kemudian memejamkan matanya. Dan benar saja! Ketika ia membuka matanya kembali, gadis yang beberapa saat lalu lari darinya kini sudah berada dihadapannya.

L dapat merasakan tubuh gadis itu bergetar. Heol! Harusnya ia bersyukur lelaki setampan L malah mengejarnya.

Gadis cantik tersebut segera menyatukan tangannya didepan dada, memohon pada L. “Tuan hantu! Tolong jangan kejar aku! Kumohon! Dagingku sangat keras. Darahku juga tidak manis. Kau akan kurus jika memakanku!”

L terbelalak tak percaya. Memangnya dia kira L apa? Kanibal? Tidak bisa dipercaya! “Pertama, aku bukan seorang hantu!” tegasnya.

L dapat melihat gadis cantik yang semula memejamkan matanya itu kini mengangkat kepalanya, menatap L.

“Aku adalah roh. Kedua, aku tidak makan manusia! Jadi, kau tidak perlu takut padaku! Tak tahukah kau betapa beruntungnya dirimu bisa bertemu roh setampan diriku? Dan yang ketiga…” L menarik nafasnya panjang sebelum akhirnya melanjutkan,”…aku butuh bantuanmu.”

Gadis tersebut mengernyitkan keningnya. Bantuan? Memangnya apa yang bisa ia bantu? “Apa?”

“Aku harus menemukan tubuhku. Dan aku tidak punya banyak waktu. Karena hanya kau yang bisa melihatku, maka dari itu kau harus membantu!”

Gadis itu hanya diam. Ia menatap L lekat. L sendiri tak tahu apa yang tengah gadis itu pikirkan tentangnya. Namun, sedetik kemudian L membulatkan matanya begitu gadis tersebut berjalan melewati dirinya. L sudah bercerita panjang lebar, tapi ia langsung pergi begitu saja? Daebak! “Hei, kau mau kemana?!”

“Yang benar saja! Beraninya hantu itu mempermainkanku? Apa katanya tadi? Membantunya menemukan tubuhnya? Memangnya dia siapa sampai aku harus membantunya?!” Sooji menggerutu disepanjang perjalanannya menuju rumah. Saat sudah berada tepat dihadapan pintu berwarna coklat tua tersebut, Sooji segera merogoh sakunya, mencari kunci rumah. Ah, dapat! Tanpa menunggu lebih lama lagi, Sooji segera membuka pintunya dan menutupnya kembali.

“Kau sudah pulang?”

Suara tersebut membuat Sooji terlompat kaget. Gadis itu segera membalikkan tubuhnya. Namun, sedetik kemudian, ia menghembuskan nafasnya lega begitu mendapati lelaki yang ada dihadapannya sekarang ini adalah Bae Sangmoon, adik lelakinya, bukan hantu tampan yang tadi mengerjarnya.

“Bae Sangmoon! Kenapa kau mengejutkanku begitu? Ku pikir aku masih dikejar hantu gila itu!”

“Hantu? Maksudmu dia?” tunjuk Sangmoon ke seseorang yang entah sejak kapan sudah berada diantara mereka. Sangmoon memang bisa melihat hantu seperti kakaknya. Tapi, meskipun begitu, ia tak pernah sedikitpun takut seperti Sooji. Sepertinya lelaki itu sudah terbiasa.

“AHHH!”

Dan sedetik kemudian Sooji jatuh pingsan.

“Kapan dia akan bangun?”

“Entahlah. Dia memang selalu begitu kalau melihat hantu. Padahal ini bukan kali pertama untuknya.”

“Tapi, aku bukan hantu!”

Gadis itu membuka matanya perlahan begitu mendengar suara-suara berat dari kedua lelaki tersebut. Namun, lagi-lagi ia membulatkan matanya begitu melihat L. Baru saja ia bersiap untuk kembali pingsan, suara L menghentikannya. “Jangan pingsan lagi!”

Gadis itu merengut kesal. “Tuan hantu, kenapa kau terus saja menggangguku?!”

“Sudah kubilang aku bukan hantu! Aku punya nama! Namaku L!”

Ya! Makhluk mana yang menggunakan nama hanya dengan satu huruf saja?”

“Benar bukan? Aku juga sudah bilang pada scheduler itu, tapi dia tetap bersikeras memberiku nama L! Bagaimana denganmu? Namamu siapa?”

“Namanya Sooji. Bae Sooji. Dan aku adiknya, Sangmoon,” jawab lelaki yang mengaku bernama Sangmoon itu karena kakaknya tak juga menjawab pertanyaan L.

“Sooji-ssi, kau harus membantuku.”

Sooji menarik nafasnya panjang. Ditatapnya lelaki itu lekat. “Katakan, kenapa aku harus membantumu?”

“Kau pikir kenapa kita bertemu? Itu karena kau bisa melihatku dan hanya kau yang bisa membantuku! Kita ini memang sudah ditakdirkan untuk bertemu,” ujar L puitis.

“Aku tidak peduli. Pokoknya, aku tidak akan membantumu!”

Hari ke-2

“Tidak!” seru Sooji langsung sebelum L sempat berkata-kata saat lelaki itu menunjukkan wujudnya saat Sooji berniat mengambil susu coklat dari dalam kulkas.

Hari ke-3

“Aku bilang tidak!”

“Apa?” tanya Mark dan Jinri serempak begitu Sooji membuka suaranya tiba-tiba. Mereka yakin benar tak ada seorangpun dari mereka yang mengatakan sesuatu pada Sooji.

“Tidak ada apa-apa,” Sooji memaksakan seulas senyumnya. Ia lalu melirik kesal ke arah L yang sedari tadi sibuk meminta pertolongannya.

Hari ke-4

“Aku mohon. Bantu aku mencari tubuhku. Setelah itu, aku janji tidak akan mengganggumu lagi. Sungguh!”

“Aku bilang tidak ya tidak!!”

Seisi kelas sontak menoleh ke arah si pembuat keributan. Sooji yang menyadari apa yang baru saja dilakukannya, sontak merutuki nasibnya. Ia membungkukkan tubuhnya seraya meminta maaf tanpa suara.

“Bae Sooji, kenapa kau berteriak di kelasku? Sekarang, KELUAR!”

Sooji menarik nafas panjang. Masih sempat ia menggumamkan sumpah serapahnya pada L yang kini menatapnya merasa bersalah.

“Ada apa denganmu sebenarnya?”

Sooji melirik malas ke arah Mark dan Jinri yang kini menatapnya khawatir. “Apanya yang apa?” tanyanya tak mengerti.

“Belakangan ini kau sering berbicara sendiri. Apa kau tahu?”

“Ah, itu… Aku hanya kelelahan. Maka dari itu aku sering berhalusinasi. Jangan khawatir.”

“Kalau kau punya masalah, kau bisa bercerita pada kami. Kami pasti akan membantumu.”

Menceritakan masalahnya? Satu-satunya masalah yang ia punya adalah ada hantu yang selalu menguntitnya. Dan jika ia bercerita pada Mark dan Jinri, ia pasti dikira gila!

Hari ke-5

Sooji mendengus kesal begitu mendapati L kini sedang duduk manis di sofa rumahnya. “Sampai kapan kau akan mengangguku?!”

“Sampai kau mau membantuku dan menemukan tubuhku! Ayolah, Bae Sooji! Kau pikir aku mau memohon seperti ini padamu? Dan karena dirimu, aku sudah kehilangan lima hariku! Apa kau tahu? Dan waktuku tidak banyak lagi!” teriak L seraya pergi meninggalkan Sooji yang terdiam ditempatnya.

“Sudahlah, bantu saja dia.”

Sooji menoleh pada Sangmoon yang entah sejak kapan sudah berada disampingnya.

“Kenapa aku harus membantunya?”

“Pikirkan baik-baik. Jika noona berada diposisinya dan tidak ada yang mau membantu noona, apa yang akan noona lakukan?” tanya Sangmoon. Adiknya itu kemudian pergi meninggalkan Sooji.

Sooji menarik nafasnya panjang. Adiknya benar. Harusnya Sooji tak boleh egois begini. Ya, sepertinya Sooji memang harus membantu L.

L terduduk lemas di teras rumah Sooji. Sekarang apa yang harus ia lakukan? Waktunya yang tersisa hanyalah 25 hari lagi dan itu tidaklah lama! Sepertinya L harus memikirkan cara lain untuk menemukan tubuhnya.

“Aku akan membantumu.”

L mengangkat kepalanya. Ia menatap tak percaya ke arah Sooji yang kini beranjak duduk disampingnya. “Apa kau bilang?” tanya L, berharap ia tak salah dengar.

“Aku bilang aku akan membantumu,” ulang gadis itu lagi.

“Sungguh?”

Sooji mengangguk pasti. “Tapi dengan syarat, setelah kau berhasil menemukan tubuhmu, kau harus pergi dari hidupku. Mengerti?”

“Tenang saja. Setelah kita mememukan tubuhku, aku akan pergi. Aku akan hidup seperti sebelumnya. Bahkan meski kau memohon dan merengek agar aku tetap tinggal, aku tidak akan mau. Aku berjanji.” Myungsoo tersenyum.

“Cepat! Cepat! Aku sudah terlambat!” seru Sooji pada L yang kini berusaha menyamakan langkahnya dengan Sooji.

“Siapa suruh kau lama bangun? Bukankah aku sudah membangunkanmu tadi? Tapi kau tetap saja tidur sambil menyerukan nama… Siapa tadi?” L memutar bola matanya, berusaha berpikir. “Ahhh, Kai! Siapa itu Kai? Kekasihmu?”

Sooji mendengus kesal. Sebenarnya L ini lahir pada abad berapa? Kenapa ia tak tahu member EXO? Ah, benar juga. L adalah seorang hantu. Maka dari itu ia tidak mengenal para idol.

“Awas!” teriak L begitu sebuah mobil berwarna hitam melaju dengan kecepatan tinggi, membuat Sooji hampir saja terserempet oleh mobil tersebut.

Ya! Kalau mengendarai mobil hati-hati!” teriak L. Tapi tentu saja teriakan L itu hanya bisa didengar oleh Sooji. “Kau baik-baik saja?” tanya L khawatir seraya menghampiri Sooji.

Sooji mengangguk kecil. L kemudian menoleh ke arah mobil tadi yang kini terparkir rapi di parkiran kampus Sooji. Ia penasaran seperti apa orang yang hampir saja menabrak Sooji itu. Ia mengernyit begitu mendapati seorang gadis cantik keluar dari mobil tersebut bersama dengan seorang lelaki tampan.

“Hei, siapa gadis itu?”

Mendengar pertanyaan L, Sooji sontak menoleh ke arah yang sedari tadi menarik perhatian L. “Ahh, gadis itu? Dia Jung Soojung. Aku sempat beberapa kali sekelas dengannya. Kenapa? Jangan bilang kau menyukainya?! Sadarlah, L-ssi! Kau itu seorang hantu!”

Bukan. Bukan itu. Gadis itu memang cantik. Hanya saja, sepertinya L pernah melihat gadis itu sebelumnya. Tapi dimana? “Bagaimana dengan lelaki itu?” tanya L lagi.

Sooji kini mengalihkan pandangannya pada si lelaki tampan yang kini sedang berbicara dengan Soojung. “Entahlah. Aku juga tidak tahu pasti. Tapi aku sering melihat lelaki itu mengantar Soojung ke kampus.”

“Ahh, begitu,” gumam L.

Ya! Kenapa kita jadi menceritakan Jung Soojung?! Cepatlah! Aku tidak mau lagi diusir oleh dosen karenamu!” Sooji segera berlari masuk ke kampusnya. Sedangkan L, ia masih sempat menoleh ke arah mobil lelaki yang mengantar Soojung tadi yang melintas melewatinya sebelum akhirnya menyusul Sooji.

TO BE CONTINUED


70 responses to “Oh My Ghost! Chapter 2

  1. Ohh sangmoon juga bisa lihat hantu..
    Myungsoo sepertinya penasaran sekali sama soojung, apa mereka saling mengenal sebelum myungsoo kecelakaan??

  2. Hm hm hm , punya pemikiran kuat niih bahwa”soojung” itu pacar nya L . Kekkekkekk. Lanjutnya eonnie thankuuuuu

  3. Jgn” soojung itu pacar myung sebelum kecelakaan? Bener gk sih? Hoho… Suzy jgn nyesel nyuruh myung gk ganggu lagi

  4. Hahaha lucu sm sooji dy msh aja tkt hantu pdhal sering liat …. Gmn nasib myungsoo y???? Next fighting

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s