#3: Grumble Talks

grumble-talk

Featuring Red Velvet Bae Irene / Joohyun and Miss A Bae Suzy | AU!Childhood, Family, Fluff, School-life | general | ficlet |

September, 2015©

Cutie overload poster belongs to Miss of Beat R @ The Angel Falls

.

“Tidak mau! Lagipula, pisau itu digunakan untuk memotong bahan makanan bukan pensil. Kak Joohyun payah!”

.

Check out another Talk from: Rain, Sweet,

.

Joohyun dan Sooji adalah kakak-beradik yang terlampau amat berbeda dan gemar bertengkar, setiap saat. Pertengkaran biasanya dimuarai oleh polah tingkah sang adik yang terkenal ceroboh dalam merawat barang. Sementara sang kakak yang terlahir sebagai pribadi yang apik dalam merawat perkakas, kerap dibuat kesal.

Yya, jangan sentuh buku gambarku. Nanti rusak.”

“Tidak mungkin. Memangnya tanganku ini ada guntingnya?”

“Pokoknya jangan sentuh apapun tanpa terkecuali, semua barang milikku.”

“Apa?! Kakak pelit!!”

Di saat keduanya sedang berbenah ateka untuk kelengkapan sekolah, misalnya. Meskipun keduanya sudah diberi jatah masing-masing, ada saja sekiranya hal yang direbutkan dan berakhir dengan kekisruhan kakak-beradik yang terpaut jarak usia sebanyak tiga tahun itu.

“Kak, aku boleh pinjam serutan pensil, tidak?”

“Memangnya serutan pensilmu di mana?”

“Itu, anu, aku menghilangkannya.”

Joohyun melotot kepada Sooji lantas segera menjauhkan kotak pensilnya dari sang bungsu.

“Kamu ceroboh sekali. Aku tidak mau meminjamkannya, nanti serutan pensilnya hilang juga.”

“Tidak mungkin, Kak. Aku akan menyerut pensilnya di hadapan Kakak. Bagaimana, boleh, ya?”

“Tetap tidak boleh.” Joohyun kekeuh sehingga membuat adiknya merasa kesal dengan wajah yang memerah.

“Kakak pelit!!”

“Pakai pisau dapur saja, minta tolong sama Bibi Kwon untuk meraut pensilmu.”

Sooji balas melotot kepada Joohyun lantaran saran–yang-menurutnya–konyol itu lalu bergegas meninggalkan kamar Joohyun sambil berteriak, “Tidak mau! Lagipula, pisau itu digunakan untuk memotong bahan makanan bukan pensil. Kak Joohyun payah!”

Kalau sudah begitu, Sooji pasti akan memasang wajah cemberut dengan tangan terlipat di atas dada. Matanya dibuat seperti mata anak kucing yang sedang mengemis tulang ikan. Moncong mulutnya pun sengaja dimajukan sedikit. Berusaha supaya Joohyun akan sedikit kasihan kepadanya dan mau meminjakamkan serutan pensil.

Tingkah laku merajuk sang adik lantas direspon dengan gelengan kepala samar oleh Joohyun. Sang sulung tentu saja merasa tidak enak kalau sudah melihat tampang Sooji yang memelas seperti itu.  Mau bagaimana pun, Sooji tetaplah adik semata wayang yang perlu dijaga. Lagipula Joohyun juga tidak mau sampai dimarahi oleh sang ibu lantaran menemukan Sooji yang setiap hari menekuk wajahnya karena Joohyun.

Tiba-tiba, rautan pensil bermotif hello kitty dengan corak merah muda terjulur di hadapan Sooji. Dengan tatapan agak linglung dan tidak percaya, ia melihat si empunya tangan untuk memastikan.

“Sudah jangan memasang wajah seperti Krong kebelet pipis lagi, kamu justru semakin terlihat jelek.” gurau Joohyun dengan nada serius.

Sooji membeku di tempat sembari menatap serutan dan Joohyun secara bergantian. Tidak sabaran, sang kakak lantas menarik telapak tangan Sooji dan meletakkan perkakas mungil tersebut di atasnya. Kemudian tersenyum dengan manis.

“Kak Joohyun tidak sedang amnesia, ‘kan?”

Yya, mengapa kau berkata seperti itu? Tidak jadi pinjam? Ya sudah, kembalikan sini.” ujar Joohyun seraya mengambil kembali serutan hello kitty namun terhalang oleh telapak tangan Sooji yang mengepal.

“Aku bercanda, kok.” ujar Sooji sambil terkekeh dan ikut mengangkat kedua ujung bibirnya, menghasilkan senyuman. “Terimakasih, Kak Joohyun.”

Joohyun mengangguk kemudian berkata, “nah, gunakan serutannya dengan hati-hati. Jangan sampai lecet apalagi rusak.”

Ia lantas mengambil pensil yang sedari tadi bersembunyi di balik buku pekerjaan rumah matematika miliknya. Joohyun sementara melenggang untuk kembali ke meja dan melanjutkan tugas perkalian yang diberikan oleh gurunya.

Baru saja, ia mendudukkan bokong di atas karpet berbulu berwarna jingga, gadis berusia sepuluh tahun itu justru dikagetkan oleh lengkingan yang berasal dari Sooji.

Yya!! Tidak!!! Serutan milik Kakak…”

“Apa yang terjadi, Sooji-ya?!! Apa serutannya rusak atau menghilang?!”

Sooji menggembungkan kedua pipi dan menatap Joohyun yang tahu-tahu sudah berada di sampingnya dan lekat mengamati pekakas kepunyaannya.

“Serutannya baik-baik saja, kok.“ akunya untuk kemudian memandang Sooji penuh selidik. “Lalu apa yang terjadi?”

“…serutan milik Kakak ternyata tumpul!!”

TAMAT

Advertisements

5 responses to “#3: Grumble Talks

  1. Hahahaha Irene unnie sabar sabar ya ngadepin adek macem Suzy unnie, jadi yang gede Mau gak Mau harus ngalah kekeke
    Ahhh seperti biasa , xianara slalu bawa Hal simple tapi ngena 😍

  2. Hahaha,,,yang sabar ya bae joohyun.. adek sooji emang agak usil…
    Ceritanya simpel dan manis…

    Ditunggu karya selanjutnya Authornim…
    Fighting… 😀

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s