[Sadness on Monday] Talk

blonde-boy-cafe-coffee-Favim.com-1774264

Little Thief proudly present  

{Kim Jongin and Bae Suzy}    ficlet (500+ words)

Romance, Angst // G

disclaimer: based on Kodaline – Talk

4th story of Sadness on Monday.

Sore-sore. Hujan. Jalanan becek. Bulir air di kaca jendela. Ini sempurna. Membuat Suji mampu menatapnya dengan indah dari dalam bangunan kecil sederhana. Sebuah kedai dengan berbagai minuman hangat tertera di kertas menunya.

Sudahlah, bukankah ini semua terlalu dramatis? Terlalu klise? Kau selalu mendengar sesuatu terjadi di sebuah kafe kecil, ditemani rintik hujan dan secangkir minuman hangat yang menyusupkan hangat ke tubuh. Tapi setidaknya inilah yang terjadi dalam hidup Bae Suji. Duduk di kafe bersama seorang pria di hadapannya. Dengan gemuruh kecil hujan di luar. Memang seklise itu hidupnya.

Namun dia hanya diam menatap pemuda di depannya, yang nampaknya juga menunggunya untuk mengatakan sesuatu padanya. Biarkanlah seperti ini. Lagipula dia berpikir-pikir, memang bicara bisa mengubah mereka?

“Hujannya menenangkan.” Tanpa disangka-sangka, si pria membuka percakapan. Sepertinya, dia sudah bosan dengan keheningan atau memang dia tidak menyukainya, entahlah. “Aku harap kau bisa merasakan keindahannya.”

Dengan singkat Suji mengangguk. Kemudian, melayangkan senyum kecil yang bagi pria itu, setenang hujan yang merintik di luar sana. Namun, tetap lagi, dalam diam, mereka saling bicara.

“Saya tahu hal-hal ini berat buat kamu, ya, ‘kan?” tanyanya, kembali berinisiatif. Apa dia memang ingin mengeruk segala tentang Suji atau dia memang tak punya kegiatan apapun selain berbicara, entalah. “Kau pasti bisa melewatinya. Kalau ada yang salah, tolong beritahu aku. Oke?”

“Bukan, tidak seperti itu.” Suji akhirnya mengutarakan maksudnya, menghelakan napas berat. Isyarat tanda menyerah. “Ini bukan masalah besar. Dari kecil aku sudah biasa mengalaminya. Aku hanya ingin…”

Kalimat selanjutnya membuat suasana hangat berbalut dingin dan romantisme ambruk sudah—“Kau jauhi aku saja, ya?”

Dengan ekspresi terpukul, seseorang di depannya bertanya, “Kenapa?”

Suji mengangkat bahu. “Aku takut menjadi beban.”

“Beban seperti apa, Su. Aku sudah jadi psikiatermu selama beberapa tahun ini, dan kau bilang tak ingin membebaniku? Kau sungguh aneh.”

“Tentang perasaan yang kau bilang padaku kemarin…kau lebih aneh,” balasnya dengan senyuman sarkasme. “Kau tak seharusnya mengatakan itu.”

“Aku mengatakan itu berdasarkan kejujuranku. Jadi, semua ini hancur berlandaskan kejujuran yang berusaha kuberikan?” tanya si Psikolog dengan tatapan terluka. Sialnya, dibalas anggukan Suji.

“Ah, ya. Perkataanmu juga jadi masalah buatku. Kekasih sejatimu marah, bukankah begitu, padaku?” tanya Suji. “Dia sempurna. Dan tidak cacat. Kau seharusnya lebih memilih dia daripada aku sendiri. Nah…lihatlah aku.”

“Tolonglah, Suj, ini terlalu memaksa.”

Dengan suasana mencekam, Suji mengenggam tangan Jongin erat sekali sebelum berkata, “Kau seharusnya mengerti.”

Gadis itu bangkit sambil mengusap ujung mata, dan melambaikan tangan kepada Jongin. Dengan langkah terpatah, dia keluar dari kafe. Meninggalkan Jongin sendirian di dalam, bersama hidupnya yang terpuruk.

Begitu mencapai halte, Suji termenung diam.

Kim Jongin, siapa juga yang tidak menyukai pria itu. Semuanya menyukainya. Aura dan kharisma yang kuat. Suji sendiri bukan hanya menyukainya, tapi dia sudah terlampau cinta. Tapi pria dengan segala kelebihan itu punya kekasih.

Dan dalam keadaan seperti itu, Jongin menyatakan perasaannya kepada Suji beberapa hari lalu. Sejak pertama kali Jongin menjadi psikiaternya, mereka memang melalui banyak waktu bersama-sama. Dia bilang, “dia bukan benar-benar kekasihku, tapi kau.”

Begitu katanya. Tapi Suji bisa apa. Dia bahkan tak bisa bicara dengan benar. Bahkan, dia tak bisa mendengar suara Jongin yang kata orang-orang indah. Dia hanya punya dua tangan untuk berbicara. Kalau dua tangannya itu suatu ketika hilang, maka dia tak punya apa-apa lagi.

Bersamaan dengan itu, hujan reda. Namun Suzy meringkuk. Mengeluarkan tangisan yang tak bisa ia dengar seumur hidupnya.


Yay! Setelah cerita ini bakalan terbit serial terakhir dari SoM, lalu kita lanjutkan dengan Love on Friday. Untuk LoF, mungkin gak semuanya bercast Suzy. Aku sekiranya bakal bikin drama fanfiction. Rencananya sih pengen bikin FFnya Who Are You. Aku greget sekali waktu Eun Bi sama Tae Kwang gak bareng, jadi kayaknya bakal maksa bikin FF…😄

Untuk cerita kelima dari SoM, the clue is:

Love Will Set You Free

11 responses to “[Sadness on Monday] Talk

  1. SUKAA THOR, singkat jelas nusuk bgt… Tapi aku masih gangerti suzy kenapa, apa dia bisu? Soalnya yg kata2 terakhirnya hoho kalo mau buat ff kek who are you castnya kai suzy aja dong thor hoho!

  2. Jongin psikiater nya sooji? Sooji punya trauma psikologis ato gimana? Makin seru dan bikin penasaran… apa sooji bisu?
    Ditunggu next chapternya..

    Fighting… ^^😀

  3. kamvretttttt </3 sorry sampe nge-curse gini, Nad. aku sendiri ikutan frustasi kaya jongin </3 ahhh, feeling dari cerita ini terasa sampai ke tulang-tulang! i love your penyampaian which is semakin hari semakin keren. ringan tapi membekas gitu! suka banget nad ama cara kamu menggambarkan latar hujan dan kafe yang ngambrak di ff, wkwk, tapi dnegan gaya yang lebih klasik dan wuih kerennn🙂
    love love love untuk sadness of monday kali ini </3
    please, series terakhirnya buat hepi ending, aku gabisa potek terus ngeliat suz yang bertepuk sebelah tangan :"" *readers banyak mau detected*
    and keep writing dear🙂

  4. Pingback: Tanda Kamu dan Dia Sudah Saling Menemukan Kenyamanan. Tinggal Tunggu Waktu Untuk Dihalalkan | Kepolagi.com·

  5. Pingback: Tanda Kamu dan Dia Sudah Saling Menemukan Kenyamanan. Tinggal Tunggu Waktu Untuk Dihalalkan | Aneh Sekali | Sharing Informasi Terbaru·

  6. Pingback: Tanda Kamu dan Dia Sudah Saling Menemukan Kenyamanan. Tinggal Tunggu Waktu Untuk Dihalalkan - Bacapos.net | Portal Berita Online Terpercaya·

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s