Between Dream and Future — Chapter 2

between-dream-and-future-copy

poster by americadoo

–Between Dream and Future–

flcevtp

Bae Suzy | Kim Myungsoo | Kim Jongin | Krystal Jung | Park Chanyeol

General Audiences — School Life

Previously: Teaser 1

Suzy keluar dari ruang penyeleksian itu dengan senyum lebarnya dan degupan jantung yang seakan ingin meledak saat itu juga. Semua peserta yang melihatnya keluar hanya menganga dan melihatnya antara sirik dan kagum. Jika dirinya sudah tidak berada di wilayah penyeleksian, dia ingin melebarkan langkahnya segera menuju apartmentnya sekarang juga. Yang ingin dia lakukan sekarang adalah pulang, menelpon keluarga bibinya di Gwangju, dan merayakan keberhasilannya dengan memasak ramyun berbungkus-bungkus untuk dirinya sendiri. Suzy kemudian melebarkan langkahnya secepat kilat, dan menabrak seorang pria di depannya.

“Mianhae, jeongmal mianhae.”kata Suzy sambil membungkukkan badannya berkali-kali tanpa melihat pria itu, kemudian melanjutkan perjalanannya.

“Kelakuanmu masih sama seperti Suzy yang dulu,”lirih pria itu sambil tersenyum dan melihat punggung Suzy yang berlalu.

***

Myungsoo!!

Kya sunbaenim!!

Oppa saranghaeyo!!

Teriakan para peserta seleksi terdengar sampai keluar gedung sekolah. Pria yang dimaksud itu hanya membuang nafasnya kasar, menerobos kerumunan di depannya, dan membuka pintu ruangan seleksi tanpa izin.

“Tuan muda dilarang masuk. Di dalam sedang ada peserta yang menjalani tes. Tuan mohon tunggu–“

Tanpa basa basi Myungsoo langsung melawan pengawas ruangan itu dengan beberapa jurus bela dirinya yang mendapat respon meriah dari para peserta di ruangan tersebut. Kemudian Myungsoo masuk ke ruang seleksi dan mempercepat langkahnya menuju salah satu juri seleksi.

“Appa, bisakah kau batalkan perjodohan ku dengan Soojung? Aku sudah tidak tahan menghadapi tingkah centilnya, bawelnya–semua yang dimiliki Soojung aku sangat tidak tahan!”seru Myungsoo sambil menggebrak meja para juri.

“Myungsoo kau tidak lihat appa sedang bekerja sekarang? Kau tidak bisa menunggu nanti malam kita bicarakan di rumah?”jawab pria baruh baya yang dimaksud sebagai ayah Myungsoo.

“Tidak bisa, appa! Sudah berapa kali appa bilang begitu kepadaku? Kumohon, tolong batalkan perjodohannya.”

“Tidak bisa, Myung-ah. Karena–“

Myungsoo!

Terdengar suara wanita yang memanggilnya lantang dari luar ruangan. Myungsoo yang mendengar panggilan tersebut langsung mengusap wajahnya kasar. Ayah Myungsoo langsung menghentikan pembicaraannya, memberikan senyuman dengan pesan untuk menghampiri wanita itu. Myungsoo hanya bisa bersumpah serapah di dalam hatinya. Dengan malas dia memutar dirinya ke belakang dan menemukan wanita yang dibicarakannya dengan ayahnya.

“Kau kenapa disini? Ah, apa kabar ayah Kim! Kau tidak lihat ayahmu sedang bekerja, Myungie? Ini sudah sore, ayo kita pulang. Kau antar aku pulang ya? Supirku sedang mengantar ibuku ke bandara. Aku malas menunggu dan takut pulang sendiri. Mau ya, Myungie?”kata wanita bernama Soojung itu panjang lebar.

Myungsoo yang mendengar itu hanya jalan meninggalkan dirinya tanpa memberi jawaban.

“Myungie, tunggu aku!”seru Soojung.

***

“Hei, fokuslah sedikit! Kau sudah salah not yang kesembilan kalinya!”

Pria yang dimaksud sama sekali tidak menggubris kritikan teman di seberangnya. Dirinya hanya mengingat kejadian tadi siang saat seorang wanita menabraknya di gerbang sekolah. Tiap kali memikirkan kejadian itu, pria tersebut menyemburkan senyum sendiri seperti orang tidak waras.

Mianhae, jeongmal mianhae.’

“Kelakuannya tetap tidak berubah. Iya, kan?”tanya pria itu ke pria di seberangnya.

“Mwo? Siapa yang tidak berubah? Yak, ayolah kau serius sedikit. Pertunjukan penerimaan siswa baru dimulai 3 hari lagi. Kau harus bisa bermain piano dengan benar supaya aku bisa menari dengan baik.”jawab pria itu.

“Hei gelap. Siapa suruh kau memintaku untuk memainkan piano untuk kau menari. Kau ‘kan bisa pakai lagu yang ada di handphonemu.”

“Tiang, please. Kau tidak ingat kata Kim-ssaem? Kita harus memperlihatkan yang luar biasa di depan siswa baru. Kalau pakai lagu remix sudah biasa. Kita harus terlihat memukau di depan siswa baru, terutama siswa perempuan. Iya, ‘kan?”

Not with that pervert smile, Jongin.”jawab pria di seberangnya.

“Jangan lupa kau masih memiliki hutang denganku tentang membantumu membuat lagu untuk konser nasional waktu itu.”goda Jongin kepada pria di depannya. Chanyeol hanya memutar matanya malas mengingat hutang yang dimiliknya.

“Ngomong-ngomong, siapa yang kau maksud kelakuannya tidak berubah? Hei, Chanyeol. Kita sudah berjanji untuk tidak merahasiakan apapun ‘kan?”

“Ah, dia. Dia si siswa baru. That crush.”

Jongin memandang Chanyeol bingung saat dirinya menyebut kata ‘that crush‘. Terlihat dirinya berusaha mengingat ‘kode’ yang disebut temannya itu.

“Bae Suzy? Dia masuk sekolah ini? You must be kiddin’ me.“tanya Jongin tak percaya.

Bingo.“jawab Chanyeol dengan senyum lebarnya.

***

“Selamat makan!”

Suzy menyeruput ramyunnya lahap. Tiga bungkus ramyun dengan telur ditemani dengan televisi di depannya dan hembusan dingin dari AC apartmentnya melengkapi ‘pesta’ perayaan kelulusan dirinya masuk ke sekolah idamannya. Suatu kebanggaan bagi dirinya karena dari sekian daftar keinginannya yang ingin dicapai, salah satunya sudah dia wujudkan dengan bantuan gelas Starbucks bekas waktu itu.

Perantauan gadis itu membuat dirinya harus merelakan segalanya yang dulu sudah digenggam. Keluarga besar yang sangat peduli dan menyayangi dirinya, sahabat baiknya, dan kenangan indahnya bersama orangtua tercintanya harus dia lepas dari genggamannya. Memang saat orangtuanya dinyatakan sudah meninggalkan dirinya untuk selamanya dia menangis tersendu-sendu, namun air matanya yang sudah dihabiskan secara sia-sia kembali ia serap menjadi kekuatan dan motivasi hidupnya.

Suzy tiba-tiba memikirkan orang yang dia tabrak baik di stasiun maupun di sekolah tadi. Untuk yang di stasiun, dirinya sama sekali tidak mengenal orang tersebut. Di sekolah saat dia pulang, seorang pria dengan seragam sekolah yang menempel pada tubuhnya mengingatkannya akan seseorang.

“Aku pernah melihatnya, tapi siapa ya?”

“Dulu aku sering bermain dengannya saat appa dan eomma reuni di Seoul waktu itu.”

Tak lama kemudian, ada seseorang yang memencet bel apartmentnya.

“Tunggu sebentar.”teriak Suzy.

Suzy berlari menuju pintu untuk membukakannya, dan didapati yang mendatanginya adalah orang yang terlihat sangat dibencinya.

“Hai, Suez.”

Dan Suzy di saat itu tengah bersumpah serapah menyesali perbuatannya membukakan pintu untuk orang tersebut tanpa melihat siapa yang datang dari layar CCTV.

To Be Continued

flcevtp’s storyline

38 responses to “Between Dream and Future — Chapter 2

  1. Siapa tuh yg dateng kok suzy benci sama dia?? Woa bener ternyata orang yg ditabrak suzy tuh chanyeol..😊

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s