[Freelance] It Must Be Love Chapter 10

Title : It Must Be Love | Author : @reniilubis| Genre :  Drama, Romance | Rating : Teen | Main Cast : Kim Myungsoo, Bae Suzy

Disclaimer: 

All casts are belong to their self and God

Poster by        : rosaliaaocha@ochadreamstories

Happy Reading^^

Jongin masih memegang bahu Suzy, masih setia memandangi wajah Suzy. Secara tiba-tiba, seseorang membekap mulut Suzy dari belakang menggunakan sapu tangan. Suzy meronta-ronta, namun beberapa saat kemudian ia jatuh pingsan akibat obat bius yang ada di sapu tangan yang membekap mulut Suzy. Jongin segera menggendong tubuh Suzy yang sudah tak sadarkan diri, lalu memandang orang yang ada di depannya itu.

“Jonghyun-ah, temukan orang yang bernama Kim Myungsoo itu, dan bawa dia ke hadapanku. Arraseo?” Jongin menyeringai lebar, lalu memandang wajah Suzy yang sedang pingsan di gendongannya.

“Kau akan menjadi milikku lagi, Baby~”

**********

“Minho-ssi!” Minho menoleh ke belakang saat mendengar seseorang memanggilnya. Ia melihat Jonghyun sedang berlari menuju ke arahnya, jadi ia menghentikan langkahnya dan menunggu Jonghyun sampai di dekatnya.

“Ah, Jonghyun-ssi.” Minho tersenyum saat Jonghyun sudah sampai di hadapannya.

“Ada apa?” tanya Minho.

“Apa kau sedang sibuk?” Jonghyun menarik nafasnya, lalu menghembuskannya secara perlahan.

“Ani. Aku akan segera pulang sekarang” jawab Minho. Ia merasa heran dengan Jonghyun. Dalam pikirannya, pasti Jonghyun ingin berbicara sesuatu yang penting sehingga ia mau menemuinya.

“Sebaiknya kita duduk dulu.” Jonghyun berjalan duluan ke arah kursi panjang yang kebetulan ada di dekat mereka, lalu mempersilahkan Minho untuk duduk di sampingnya.

“Sepertinya ada yang penting.” Kata Minho, benar-benar penasaran saat ini.

“Minho-ssi, apa kau kenal dengan namja yang bernama Kim Myungsoo?” tanya Jonghyun to the point. Ia ingin cepat-cepat menyelesaikan ini dan segera menemui Jongin. Ia sangat khawatir dengan Suzy yang saat ini sedang bersama Jongin.

“Ne? Kim Myungsoo?” Minho tampak berpikir sejenak. Mengingat-ingat apakah ia mengenal namja itu atau tidak. Hingga beberapa saat kemudian, ia menganggukkan kepalanya sekali, lalu menatap Jonghyun.

“Sepertinya aku pernah mendengar nama itu.” Ucap Minho, sebenarnya masih belum bisa mengingat apa ia benar-benar pernah mendengar nama itu.

“Ah! Aku ingat sekarang. Kalau tidak salah dia temannya Suzy. Aku pernah satu kali bertemu dengannya. Waeyo?” Minho mulai penasaran juga.

“Apa kau masih mengingat wajahnya?” tanya Jonghyun. Ia sungguh berharap Minho masih mengenal namja yang bernama Kim Myungsoo itu.

“Ne. Aku masih mengingatnya.” Jawab Minho mantap sambil mengangguk. “Memangnya kenapa?” tanya Minho lagi, masih penasaran.

“Minho-ssi, tolong bantu aku mencari namja itu. Ku mohon.”

*

Suzy mengerjapkan matanya beberapa kali, lalu mengeleng-gelengkan kepalanya pelan bermaksud untuk menghilangkan rasa sakit dikepalanya. Ia merasa kepalanya sangat pusing, tidak tahu apa penyebabnya. Suzy menggerakkan tangannya bermaksud untuk memegang kepalanya yang sakit, namun ia merasa sesuatu membatasi gerakan tangannya. Ia mencoba menggerakkannya sekali lagi, namun tetap saja sulit untuk digerakkan. Setelah menghela nafas sebentar, Suzy mencoba untuk mengumpulkan kembali kesadarannya. Setelah ia rasa sudah benar-benar pulih, ia kembali mencoba menggerakkan tangannya, namun tetap saja tidak bisa. Akhirnya Suzy sudah sepenuhnya sadar, dan merasakan bahwa tangannya terikat di belakang punggungnya. Suzy mulai panik saat menyadari tangannya terikat, lalu segera beralih menatap kakinya. Ia kaget luar biasa saat mendapati kakinya juga terikat. Suzy mulai ketakutan, dan mulai memandangi sekeliling ruangan tempat ia disekap. Ruangan yang tidak terlalu luas, hanya ada sebuah tempat tidur, yang sedang ia tempati sekarang, dua buah jendela di sisi tempat tidur,  sebuah meja nakas kecil, dan sebuah kursi kayu. Suzy kembali mengingat-ingat apa yang sebenarnya terjadi sampai ia berada di tempat asing ini dengan kondisi terikat. Ia ingat saat tadi sore ia bertemu dengan Kim Jongin, dan sedang berbicara dengannya saat tiba-tiba seseorang membekapnya dari belakang dan ia tak sadarkan diri.
“Kim Jongin…..” desisnya pelan. Suzy mulai menggoyangkan tangannya berusaha melepaskan ikatan itu. Saat Suzy masih meronta-ronta dalam ikatannya, terdengar pintu terbuka dan seseorang masuk ke dalam.
“Kau sudah bangun, Baby?” katanya, lalu menarik kursi dan duduk tepat menghadap Suzy.
“Kim Jongin!” teriak Suzy. Ia sudah menduga bahwa ini semua adalah perbuatan Jongin.
“Ya! Tidak perlu berteriak seperti itu. Sekuat apapun kau berteriak, tidak akan ada yang mendengar suaramu itu, Baby~” Jongin mengulurkan sebelah tangannya untuk mengelus pipi Suzy. Namun Suzy dengan cepat segera menghindari tangan Jongin.
“Ya, Kim Jongin! Apa yang kau lakukan? Lepaskan aku!” lagi-lagi Suzy berteriak dengan kencangnya. Ia masih saja menggerak-gerakkan tangannya yang terikat.
“Sudah ku bilang tidak usah berteriak-teriak seperti itu.” kata Jongin mulai kesal. “Kau membuat telingaku sakit.”
“Sebenarnya apa maumu? Ya! Lepaskan aku, Kim Jongin!”
“Mauku? Tentu saja aku mau kau menjadi milikku, Baby~” Jongin memajukan sedikit tubuhnya, lalu memperhatikan Suzy yang meronta-ronta berusaha melepaskan ikatannya.
“Kau gila, Kim Jongin!” seru Suzy sinis. Ia menatap kesal Jongin yang kini sedang memperhatikan dirinya dengan senyumannya yang menjijikkan itu.
“Kau benar! Aku memang gila, Bae Suzy. Aku gila karena dirimu, Baby~” Jongin mengulurkan tangannya, lalu mengelus kepala Suzy lembut.
“Ya! Jangan sentuh aku!” teriak Suzy, lalu menjauhkan kepalanya dari tangan Jongin.
“Kenapa kau cerewet sekali, sih?” sungut Jongin sedikit kesal, kemudian ia bangkit dari kursinya.
“Kau tunggu disini sebentar, ne? Aku akan membawakanmu makan malam. Dan jangan nakal, arraseo?” Jongin tersenyum manis ke arah Suzy, lalu mulai berbalik dan berjalan keluar kamar.
“Ya, Kim Jongin! Lepaskan aku! Kim Jongin!” Suzy berteriak kesal ke arah Jongin yang sudah mulai berjalan keluar dan menutup pintu, namun namja itu sama sekali tidak memperdulikan teriakan Suzy.
“Aish! Dasar namja gila!” kata Suzy pelan. Ia semakin uring-uringan saja. Ia menggerak-gerakkan tangan dan kakinya lagi, namun usahanya tampak sia-sia, malah membuat pergelangan tangan dan kakinya terasa sakit. Mulai lelah, Suzy melemaskan tubuhnya lalu menyandarkan punggungnya ke sandaran ranjang. Suzy mulai menangis. Ia sangat merasa takut sekarang, apalagi kini Kim Jongin menculik dirinya. Ia berharap Myungsoo datang dan menyelamatkan dirinya secepat mungkin.

“Hiks….. Myungsoo-ya…..”

*

Myungsoo dengan terpaksa membuka matanya saat merasa handphonenya berbunyi. Ia sengaja membiarkan handphonenya berdering hingga beberapa kali, namun suara itu sangat mengganggu tidurnya. Dengan malas, Myungsoo mengulurkan tangannya, lalu meraih handphone yang tergeletak di atas meja. Ia melihat nama eommanya muncul di layar handphonenya.

“Ne, eomma?” Myungsoo mengusap wajahnya sekali, lalu menguap lebar saat eommanya berbicara dari seberang sana.

Myungsoo-ya, apa yang sedang kau lakukan?”

“Aku tadi sedang tertidur, eomma” jawab Myungsoo dengan suara serak. Ia kemudian bangkit dari posisi tertidurnya, lalu duduk sambil menyandarkan punggungnya di sofa.

Myungsoo-ya, apa Suzy sedang di rumah? Kenapa handphonenya tidak bisa dihubungi?”

“Ah, dia sedang di kamarnya, eomma. Mungkin sudah tertidur.” Myungsoo melirik sekilas jam yang tergantung di atas TV, lalu memejamkan matanya sejenak.

“Baguslah kalau begitu. Eomma khawatir bila dia berada di luaran sana.” Eommanya memberi jeda sejenak.

“Eomma tenang saja. Dia akan baik-baik saja.”

Myungsoo-ya, dimana Sungjong? Kenapa handphonenya tidak diangkat?”

“Dia dikamar, eomma. Pasti sedang bermain game.” Myungsoo membuka matanya lalu melihat ke arah pintu kamarnya yang tertutup.

Myungsoo-ya, tolong panggilkan, ne? Eomma ingin berbicara padanya.”

Myungsoo menghela nafasnya sebentar, lalu menegakkan posisi duduknya.

“Sungjong-ah! Sungjong-ah!” seru Myungsoo keras. “Eomma ingin berbicara denganmu. Ya, Sungjong!”

Tak berapa lama kemudian, pintu kamar terbuka dan muncul Sungjong dengan PSP ditangannya.

“Ada apa, hyung?” tanyanya, lalu mem-pause kan game di PSP nya.

“Aish! Kenapa handphonemu tidak kau angkat? Eomma meneleponmu.” kata Myungsoo malas lalu menyerahkan handphone pada Sungjong. “Eomma ingin berbicara denganmu.”

Sungjong memperhatikan handphone itu sejenak, lalu dengan cepat mengambilnya dari tangan Myungsoo.

“Eomma! Kapan eomma dan appa pulang?” seru Sungjong dengan suara bersemangat, yang mungkin eommanya di seberang sana harus menjauhkan ponselnya dari telinganya.

“Sungjong-ah, jangan terus-terusan bermain game. Apa kau selalu tidur larut malam karena eomma tidak mengawasimu, eoh?”

“Ani, eomma. Tentu saja tidak.” Jawab Sungjong sedikit gugup. Tidak mungkin dia mengatakan yang sebenarnya pada eommanya.

Sungjong tersentak kaget saat merasa PSP nya dirampas dengan tiba-tiba dari tangannya. Ia spontan menatap ke arah Myungsoo yang kini sedang tersenyum jahil ke arahnya, lalu mulai bermain game. Sungjong yang tidak terima mencoba mengambil PSP itu dari tangan Myungsoo, namun Myungsoo cepat-cepat menghindar sambil terus bermain game tanpa memperdulikan Sungjong.

“Aish! Ya! Kembalikan, Kim Myungsoo!” kata Sungjong geram namun dengan suara berbisik. Takut kalau eommanya mendengar dari seberang sana.

“Sungjong-ah, kau tidak membuat masalah kan selama tinggal disana? Jangan mengganggu hyungmu terus.”

“Tidak, eomma.” Kata Sungjong cepat. Tangannya masih sibuk bergerak kesana-kemari untuk mengambil PSP nya dari tangan Myungsoo. Namun Myungsoo tetap tenang dengan jari-jarinya bergerak-gerak lincah di tombol PSP Sungjong.

“Kim Myungsoo! Kembalikan! Aish! Ya, hyung!” desis Sungjong lagi dengan suara pelan. Kini ia sedang berjalan menuju Myungsoo yang sedang duduk di sofa.

“Sungjong-ah, kau kenapa?” tanya eommanya sedikit curiga.

“Ani, eomma. Tidak apa-apa. Waeyo, eomma?” Sungjong kini menggamit leher Myungsoo dengan sebelah tangannya, lalu menarik-nariknya dengan kuat sehingga Myungsoo terbatuk-batuk untuk beberapa saat.

Myungsoo pun berusaha untuk melepaskan tangan Sungjong dari lehernya, lalu memandang sinis Sungjong yang balas memandangnya dengan tatapan membunuh.

“Tidak apa-apa, Sungjong-ah. Sungjong-ah, bisa tolong berikan handphonenya pada hyungmu?”

“Baiklah, eomma. Eomma, cepat pulang, ne? Aku merindukanmu. Sampaikan pada appa kalau aku juga merindukannya, ne?” Sungjong tersenyum puas saat ia kembali mendapatkan PSP nya. Ia lalu memberikan ponsel itu pada Myungsoo.

“Ne, eomma?” tanya Myungsoo sambil mengelus-elus lehernya yang terasa nyeri.

Myungsoo-ya, tolong jaga Suzy, ne? Kau sudah berjanji, kan pada appa dan eomma? Jadi jangan kecewakan kami, arraseo?”

“Ne, arraseo, eomma. Eomma tenang saja. Eomma, aku merindukan eomma dan appa. Cepat pulang, ne?” Myungsoo mematikan ponselnya saat eomma nya mematikan sambungan teleponnya dari seberang sana. Ia kemudian menatap Sungjong di sebelahnya yang sedang asyik bermain PSP.

Merasa diperhatikan, Sungjong pun menoleh pada Myungsoo.

“Hyung, seharian ini aku tidak melihat Suzy noona. Apa dia belum pulang juga?” tanya Sungjong, lalu meletakkan PSP nya di atas pahanya.

“Ck. Mungkin dia sudah tertidur dikamarnya.” Kata Myungsoo malas. Ia menguap kecil, lalu beranjak dari sofa menuju dapur.

“Kalau begitu aku juga ingin tidur saja. Kau menyebalkan, hyung.” kata Sungjong dengan nada suara yang kesal, lalu segera masuk ke dalam kamar.

Myungsoo sama sekali tidak peduli, lalu membuka kulkas dan mengambil sebotol minuman soda. Ia meneguknya dengan cepat, lalu melihat ke arah kamar Suzy. Hari ini Myungsoo sedang libur, jadi ia menghabiskan waktunya untuk beristirahat, salah satunya tidur sepuas-puasnya. Ia sudah mengingatkan Suzy untuk menghubunginya jika ia sudah pulang kuliah. Namun, seharian ini Suzy sama sekali tidak menghubunginya. Myungsoo melangkahkan kakinya menuju kamar Suzy, memandang pintu itu untuk beberapa saat, lalu mengetuknya.

“Suzy…” Myungsoo mengetuk pintu itu untuk yang kedua kalinya, namun sama sekali tidak ada tanda-tanda pintu itu akan terbuka.

Akhirnya Myungsoo membuka pintu kamar Suzy, dan menemukan kamar itu dalam keadaan gelap gulita. Ia meraba dinding, lalu menghidupkan lampu kamar. Myungsoo memperhatikan sekelilingnya, dan tidak menemukan Suzy disana. Ia mengernyit heran, lalu segera mengambil handphonenya dan menghubungi Suzy. Ternyata eommanya benar, nomor Suzy tidak bisa dihubungi. Ia mencobanya berulang kali, namun tetap saja tidak bisa dihubungi. Myungsoo mulai panik, dan secepat kilat ia keluar dari kamar Suzy, memakai jaket, mengambil kunci mobil yang tergeletak di atas meja, dan berderap cepat keluar rumah. Myungsoo benar-benar khawatir pada Suzy.

*

“Ya! Kim Jongin sialan! Lepaskan aku!” Suzy berteriak frustasi. Pasalnya, sedari tadi ia berteriak-teriak, namun namja sialan itu sama sekali tidak menampakkan batang hidungnya. Suzy juga sudah merasa lelah sedari tadi terus meronta-ronta. Tangannya sudah pegal, kakinya serasa mati rasa.

Ceklek

“Ya, Suzy! Apa kau tidak lelah sedari tadi berteriak, eoh?” tanya Jongin sambil berjalan mendekati ranjang dengan membawa sebuah nampan makanan ditangannya.

“Lepaskan aku, Kim Jongin! Kau tidak dengar, hah?”

“Mana mungkin aku melepaskanmu begitu saja, Baby~. Kau itu milikku. Arraseo?” Jongin tersenyum sinis ke arah Suzy, yang membuat Suzy semakin ketakutan.

“Sebaiknya kau makan dulu, ne? Aku membawakanmu makanan.” Jongin menyendokkan sesendok nasi, dan memberikannya kepada Suzy. “Ayo, buka mulutmu.”

“Aku tidak mau makan!” tolak Suzy tegas, lalu memalingkan wajahnya menjauhi suapan yang diberikan Jongin.

“Ayolah, Suzy. Kau harus makan. Aku tidak mau kau sakit.” Jongin masih mengacungkan sendok itu ke hadapan Suzy.

“Aku tidak mau!” tolak Suzy lagi. Ia benar-benar muak dengan makhluk dihadapannya ini.

“Aish! Kau tidak mau makan?”

“Aku tidak mau, Kim Jongin! Apa kau tuli, hah?” bentak Suzy tepat di hadapan Jongin.

Jongin yang kesal dengan sikap Suzy pun segera meletakkan sendok itu di atas piring, lalu berdiri dan beranjak pergi meninggalkan Suzy.

“Terserah kau saja.” Katanya dengan nada datar, lalu menutup pintu itu.

Suzy yang melihat kepergian Jongin pun kembali meronta-ronta, tidak mau menyerah begitu saja di tangan Jongin.

*

Myungsoo memperhatikan handphonenya beberapa saat ketika ia melihat nomor yang tak dikenalnya tertera di sana. Ia segera mengangkat sambungan itu.

“Yeoboseo?” katanya dengan nada hati-hati.

“Apakah ini Kim Myungsoo?”

Myungsoo mengernyit sebentar, lalu segera menjawabnya. “Ne. Nuguseyo?”

“Ah, Myungsoo-ssi, bisa kita bertemu sekarang? Ada sesuatu hal penting yang ingin aku sampaikan padamu.”

“Ne?” tanya Myungsoo heran. Ia heran, siapa sebenarnya orang itu dan apa maunya. “Arraseo, arraseo. Aku akan segera kesana.”

*

Suzy bernafas lega saat ikatan di pergelangan tangannya akhirnya bisa terlepas. Iya segera menyingkirkan tali itu, lalu membuka ikatan dikakinya. Ia tidak peduli dengan bilur-bilur dan lecet bekas ikatan di pergelangan tangan dan kakinya. Suzy turun dari ranjang itu, lalu dengan gerakan sehati-hati mungkin ia berjalan keluar kamar yang kebetulan tidak terkunci. Suzy melihat kesana-kemari, berharap Jongin tidak melihat dirinya. Jantung Suzy berdegup kencang saat ia melihat pintu yang mungkin bisa mengeluarkannya dari tempat terkutuk ini. Suzy kini tepat berada di depan pintu. Sebelah tangannya terangkat untuk memegang kenop pintu itu dengan gerakan sepelan mungkin.

“Mau mencoba kabur, hm?”

T

B

C

Note   : Well, silahkan marahin saya karena ini update jauh dari waktu perkiraan yang ditentukan huhuhuhu dan maaf kalau ini pendek><. Karena awal semester baru aja dimulai, jadi saya sedikit rempong dan sibuk, dan belum sempat untuk publish ff ini. Btw, thank you sooo much buat reader yang setia nungguin ff ini…. jangan lupa kasih komentar yang sebanyak-banyaknya yaaa~~ i love you so much^^

40 responses to “[Freelance] It Must Be Love Chapter 10

  1. semoga nanti myungsoo cepat selamatin suzy dari jongin yg ada agak psikopat nya-,- ditunggu yaaa thor next partnya fighting thor🙂

  2. ternyata joghyun menyukai suzy,, makin bnyak deh saingannya myungsoo… semoga saja mereka bisa cepat menyelamatkan suzy.
    next part

  3. Ya ampun c kim jongin. Bener2 dah hrus dilaporin polisi.. menyeramkan..

    Myungsoo ternyata enak2an tdr. Nyantai bgt suzy gk nelpon2. Cemas belakangan. Wkwkwkwkwkk..

    Smoga myung bisa nolongin suzy..

  4. Well…..
    Too slowly ….. Myungsoo—- ppali ….
    Astaga Kai psycho ……
    Ajong-ah …. Jgn hanya membual Ne… Awas loe

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s