누나 (Sister) — Chapter 11

nuna arin yessy

poster by arin yessy

–누나–

flcevtp

Bae Suzy | Do Kyungsoo

General Audience — Family

Previously: 1 | 2 | 3 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10

Junho oppa masih hidup, Suzy.

Kalimat tersebut terus mengiang di kepalanya. Dirinya masih setengah tidak percaya dengan pernyataan kakak perempuannya itu. Yang dia ingat hanya pernyataan yang diberitahu oleh relawan penyelamat dulu bahwa kakak laki-lakinya sudah meninggal bersama orangtuanya saat kecelakaan pesawat. Suzy tidak tahu siapa yang harus dia percayai saat ini. Hatinya atau eonninya.

***

Nuna, aku sebentar lagi sampai sekolah. Jemput aku. –Kyung

Suzy membanting handphonenya pelan ke arah ranjang miliknya setelah membaca pesan singkat dari ‘adik’nya itu. Dia berpikir untuk mengistirahatkan pikirannya sebentar, namun diabaikannya setelah pesan itu muncul. Dirinya kemudian menyisir rambutnya dengan tangan sebentar, mengambil kunci mobil, lalu keluar dari ‘rumah’nya menjemput sang ‘adik’.

***

Yah, kau kenapa sih? Sudah setengah jam kau diam terus.”

Kyungsoo mulai merusak keheningan yang dibuat Suzy di mobil. Gadis itu sedang tidak mood untuk mengatakan atau mendengarkan satu kata apapun. Pernyataan eonninya itu masih terulang di otaknya sampai detik ini. Tangannya gemetaran saat mengendali kemudi mobilnya. Keringat dingin yang sejak tadi mengucur dari pelipisnya.

“Nuna, awas!”

Kyungsoo berteriak saat mobilnya hampir dihantam oleh sebuah foodtruck di jalan raya. Suzy secara refleks langsung membanting kemudinya ke arah yang lebih aman, kemudian mendapat bunyi klakson bertubi-tubi sebagai ungkapan kesal sang pengemudi. Dirinya memberhentikan mobilnya di sudut jalan sejenak, membiaskan pikiran buruknya sejenak.

“Kau kenapa sih, Kyung? Kau tidak perlu berteriak sekencang itu tadi. Truk tadi saja yang ugal-ugalan,”marah Suzy.

“Nuna tadi yang sembarangan! Lampu merah tadi belum hijau, kau saja yang main menjalankan mobilnya seenaknya!”balas Suzy.

Suzy diam sejenak setelah dimaki oleh Kyungsoo. Apa yang dia katakan pertama tadi tentu hanya bohongnya belaka guna membela diri.

“Nuna kenapa sih? Daritadi diam saja.”

“Tidak.”

Suzy hanya menjawa satu kata tersebut lalu melanjutkan perjalanannya pulang.

***

Keheningan itu terus menyelimuti sampai tengah malam. Saat sampai di rumah, Suzy langsung membuka pintu lalu membantingnya lagi meninggalkan Kyungsoo yang kebingungan melihat kelakuan ‘nuna’nya itu. Melempar kasar kunci mobil ke meja tamu, menaiki tangga dengan hentakan kaki yang diperjelas olehnya, lalu membanting pintu kamarnya kembali dengan lebih kasar dari sebelumnya. Kyungsoo yang tadinya ingin memberikan sebuah tanda mata untuk Suzy langsung diurungkan olehnya.

Suzy tidak menunjukkan batang hidungnya sejak tadi. Bahkan saat makan malam pun, tidak ada suara apapun yang keluar dari kamar gadis itu. Kyungsoo terus melihat daun pintu kamar itu ingin memanggil Suzy untuk makan malam, tetapi tetap diurungkan olehnya guna mengurangi perkelahi mulut mereka masing-masing. Laki-laki itu kemudian memilih untuk tidur saat itu juganya, memilih untuk menyapanya saat matahari ikut menyapa dirinya esok.

Gadis itu hanya termenung di sudut ranjangnya memikirkan pernyataan tadi pagi dan ‘penyakit’ Kyungsoo yang cepat atau lambat akan pulih. Andainya aku sekarang berada di panti asuhan aku tidak usah repot-repot memikirkan ini, pikirnya. Memang Suzy mendapat tawaran untuk memasuki dunia penitipan untuk anak yatim piatu, tetapi orangtua Kyungsoo langsung menolak tawaran tersebut tanpa persetujuan Suzy. Orangtua Kyungsoo langsung mengajak Suzy untuk masuk ke keluarga Do, bahkan rela merepotkan dirinya untuk mengurus surat adopsi dan lain-lainnya guna mengubah marga Suzy menjadi Do.

Suzy tidak menyangka dari mana semua kekacauan ini berawal. Jika dibilang sejak kecelakaan pesawat yang menimpa anggota keluarga tercintanya, tidak bisa sepenuhnya kekacauan dimulai. Saat Kyungsoo mengidap amnesia yang membuat Kyungsoo harus memori akan momennya bersama Suzy (saja), mungkin saja. Jika Kyungsoo tidak menghapus memori tentang Suzy, mungkin dirinya tidak usah repot-repot harus bersandiwara untuk menjadi ‘kakak’ untuk Kyungsoo. Dirinya lelah untuk terus-terusan memakai gelar sebagai kakak untuk Kyungsoo yang bahkan semua temannya menganggap kalau Suzy adalah kakak Kyungsoo. Berjarak 1 tahun bahkan tidak sampai 12 bulan penuh, tetapi berbeda pada digit terakhir tahun lahir mereka. Sampai sekarang pun Kyungsoo untungnya belum mengetahui tahun lahir Suzy, hanya mengetahui tanggal lahirnya saja.

Drrrt drrt 

Bunyi getaran perut yang merusak perenungan Suzy di kamarnya. Memang daritadi Suzy belum menelan apapun sejak pulang menjemput Kyungsoo tadi. Suzy melihat sejenak cahaya lampu dari lubang udara yang sudah dimatikan total oleh Kyungsoo. Kemudian Suzy melirik jam dindingnya yang menunjukkan waktu sudah 11.57 malam. Dirinya mulai meratapi rasa lapar yang terus bertambah. Dengan menyesal dirinya membuka pintu kamarnya pelan-pelan, berusaha meminimalkan suara agar tidak membangunkan Kyungsoo.

Suzy terus berjalan dengan jinjit sampai ke arah dapur. Dirinya lelah untuk berjinjit seperti ini dan perutnya pun minta jatah sampai sekarang. Kyungsoo tidak menyiapkan makanan apapun untuk ‘kakak’nya tadi. Yang langsung terlintas di pikirannya adalah ramyun pedas yang hangat untuk tengah malam ini. Langsung dirinya membuka laci yang dipenuhi dengan ramyun sebagai pasokan selama sebulan itu dan langsung mengambil 2 bungkus.

Suzy menahan napsunya setelah ramyun yang berstatus siap santap mulai mengeluarkan aroma khas nya. Meletakkan mangkuknya pelan-pelan di atas meja makan berkaca itu, berdoa sebentar, lalu mengambil sumpitnya menandakan siap melahap ramyun pedas itu.

Yah, enak sekali kau makan sendiri.”

Suzy tersedak mendengar suara berat pria yang sekarang sedang berada di depannya. Dirinya tidak menyadari kehadiran ‘adik’nya karena saking lahapnya memakan ramyunnya itu. Kyungsoo yang melihat reaksi reflek sang ‘kakak’ langsung menepuk pundaknya pelan. Suzy yang mulai membaik langsung menolak tepukan Kyungsoo.

“Nuna, kau hari ini kenapa sih? Selama ku pergi memang ada kejadian apa yang membuat kita harus diam-diaman sekarang?”tanya Kyungsoo sambil menarik kursi di sebelah kiri Suzy.

Suzy memilih diam daripada harus menjawab pertanyannya yang akan melahirkan pertanyaan lainnya. Kyungsoo menunggu jawaban ‘nuna’nya sambil melihat ke arah Suzy terus-menerus tanpa memalingkan pandangan matanya ke arah lain. Suzy mulai salah tingkah saat Kyungsoo terus melihat dirinya.

“Nuna, ayolah. Kita kan kakak-beradik, tidak ada rahasia di antara kita.”

Kakak-beradik? Hati Suzy tertawa sendu mendengar pernyataan Kyungsoo. Ingin sekali Suzy berteriak bahwa status sebenarnya bahwa hubungan mereka bukan sebatas kakak-beradik. Ingin sekali Suzy menceritakan kejadian dulu saat Kyungsoo masih sehat dan saat mereka bermain lari-larian di taman belakang rumah Kyungsoo. Ingin sekali Suzy meneriakkan ke telinga Kyungsoo bahwa Kyungsoo itu sakit dan hanya melupakan sosok Suzy seorang. Namun apa daya, dia tidak bisa dan tidak akan mengatakan itu. Bahkan bila lidah diancam akan dipotong bila tidak mengatakan sejujurnya pun, tidak akan dirinya mengatakan satu kata apapun tentang rahasia ini. Dirinya sudah berjanji dengan orangtua Kyungsoo, bahwa tidak ada satupun dari mereka yang akan mengatakan yang sebenarnya sampai Kyungsoo mengingat semuanya — tentang Suzy — kembali.

“Nuna–“

Drrrt

Handphone di saku piyamanya bergetar. Suzy langsung mengecek ada pesan singkat yang muncul di layarnya. Segera dirinya membuka pesan singkat itu

Hai, giant. Ini oppa. Ingat? –Unknown number

Suzy membeku setelah membaca pesan singkat itu, lalu meninggalkan Kyungsoo dan mangkuk ramyun nya yang tersisa sedikit menuju kamarnya.

To Be Continued

flcevtp storyline

7 responses to “누나 (Sister) — Chapter 11

  1. Junho balik. Waduhhh knp keluarganya kyungsoo ga bilang aja suzy bukan nunannya ya. Terus kyungsoo knp bisa amnesia tentang suzy doang hemmm

  2. Akhirnya kelanjutannya ada juga hhh
    Sebenarnya suzy atau keluarga Do tinggal bilang aja suzy bukan kakak kandung.. ditinggu aja kelanjutannya ya

  3. Siapakah yg mengirimkn pesan pd suzy?junho kah?kasian suzy selalu menyimpan dan memendam perasaan dan kekesalan nya seorang diri…semoga kyungsoo cepat pulih ingatan nya dan bisa mengingat semua knangan nya dulu sm suzy supaya suzy punya teman untuk berbagi suka duka nya..d tunggu next chapt nya author..hwaiting🙂

  4. Kyungsoo belum ingat suzy… kasian suzy harus menanggung beban perasaan..
    Siapa oppa nya suzy? Oppa suzy kembali… lalu bagaimana dengan kyungsoo nanti?
    Makin penasaran…
    Ditunggu kelanjutannya Authornim…
    Fighting…😀

  5. wahhh yg terakhir itu sp ya? penasaran iihhh. Kapan kyungsoo bisa inget semua tntg zyeonn? keep fighting for next part🙂

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s