Between Dream and Future — Chapter 3

between-dream-and-future-copy

poster by americadoo

–Between Dream and Future–

flcevtp

Bae Suzy | Kim Myungsoo | Kim Jongin | Park Chanyeol | Krystal Jung

PG-14 — School life

Previously: Teaser | 1 | 2

SIGN:

*** : masa sekarang | ** : masa lalu (flashback)

“Hai, Suez.”

Suzy kini menyumpah serapahi akan tindakan bodohnya yang seharusnya melihat terlebih dahulu siapa yang mendatanginya, bukan asal membukakan pintu untuk orang yang tak dikenal. Tangan kanannya ia kepal dengan erat, menahan nafasnya sebentar guna meredam amarahnya.

“Bukannya kita sudah sepakat untuk tidak bertemu lagi, nyonya Jun?”

Tanpa basa-basi, wanita setengah baya itu langsung melayangkan tangannya dan mendarat tepat di pipi kanan Suzy. Gadis itu hanya tertawa kecil setelah mendapat respon negatif dari wanita di depannya.

“Maafkan tanganku ini yang seenaknya saja bergerak tanpa perintahku,”jawab si nyonya yang berpakaian ala sosialita, “jangan pernah sekali lagi kau memanggilku ‘nyonya’, Suzy. Kau tidak ingat saat bibi merawatmu saat orangtuamu meninggal? Begini caramu berterimakasih kepada bibimu ini?”lanjut wanita itu dengan meninggikan nada bicaranya.

“Ya, hanya seminggu, ‘kan? Untung bibiku yang sebenarnya langsung menjemputku dari nerakamu.”

Lagi, Suzy mendapat tamparan yang kini lebih keras dari sebelumnya.

***

Flashback ON

Suzy kecil hanya meratapi kesedihan akan kepergian kedua orangtuanya secara sekaligus dalam kecelakaan pesawat. Tidak memiliki kakak ataupun adik di keluarganya, hanya ayah dan ibu yang ia miliki di keluarga kecil milik Suzy. Hasil ulangan Matematikanya yang memperoleh nilai sempurna kini hanya bisa ia remas dengan erat dan dibubuhi beberapa tetes air matanya. Niatnya untuk menunjukkan hasil kerja kerasnya kepada orangtuanya, kini pupus sudah. Ketika dirinya menyadari hasilnya sudah basah kuyup dan hampir robek, langsung ia memperbaiki kertasnya menjadi bentuk seperti semula. Terbesat niat untuk membawa hasil ujiannya ikut dibakar bersama dengan orangtuanya saat nanti akan dikremasi. Menurut kata neneknya, jika kau ingin memberikan sesuatu untuk orang yang sudah tiada, bakarlah barang tersebut, lalu kau doakan sebagai ujud ucapan. Biasanya akan tersampaikan sesuai tujuan.

“Bibi Jun!”panggil Suzy setelah dirinya keluar dari kamar.

Wanita yang dipanggil pun langsung melihat ke arah sumber suara dan memeluk Suzy kecil. Relasi antara Suzy dengan bibi bermarga Jun bisa dibilang paling dekat di antara bibi lainnya bersama Suzy.

“Kenapa, Suez? Bibi sedang menyiapkan bahan untuk kremasi nanti. Jika ingin bermain, nanti saja, ya.”tanya bibi Jun sambil mengelus rambut Suzy dengan halus.

“Aku mau memberikan ini kepada appa dan eomma,”jawab Suzy sambil menyodorkan hasil ujiannya yang sudah setengah kering.

Bibi Jun menerima kertas itu dengan pelan. Melihat tinta pena bertuliskan nilai 100 yang sudah luntur dan guratan jawaban Suzy dengan pensil yang hampir menghilang akibat tetesan air mata Suzy tadi. Bibi Jun hanya melihat Suzy kecil di depannya dengan nanar. Prihatin? Tentu. Dari semua sanak saudara yang ia miliki di keluarga Bae, hanya Suzy yang memiliki nasib yang berputar 180 derajat. Dari si periang menjadi si petangguh. Hidup si kecil memiliki prinsip hidup sederhana walaupun orangtuanya terus menyodorkan berbagai harta yang tak terhitung, namun tetap si kecil berpegang prinsip hidupnya.

“Thanks, darling.“jawab bibi Jun sambil mengecup dahi si kecil dengan lembut.

“Jihyun! Sudah selesai belum? Kita harus bersiap-siap!”seru kakak iparnya di luar.

Bibi Jun yang merasa terpanggil barusan langsung meneriakkan kata ‘ya’ lalu mengelus rambut Suzy kembali dengan lembut. “Ayo, Suez. Siap-siap.”ajak bibi yang bernama lengkap Jun Jihyun itu sambil mengusap air matanya. Suzy hanya menjawab ajakannnya dengan anggukan kecil.

**

Sepulangnya dari upacara kremasi orangtuanya, Suzy langsung berlari ke arah kamarnya dan mengunci diri. Para sanak saudara hanya bisa melihat kelakuan Suzy dengan prihatin. Semua paman dan bibi Suzy langsung ke arah taman belakang rumahnya guna merembuk bagaimana mereka akan merawat Suzy kelak.

“Aku mau Suzy menetap di rumahku.”seru paman tertua dengan lantang.

“Tetapi Suzy tidak terlalu dekat denganmu hyung,”jawab paman keduanya.

Mereka semua seakan berebutan untuk membawa Suzy ke rumah mereka masing-masing. Tak ada seorangpun yang tidak mau membawa Suzy untuk merawatnya di rumah. Semua kebutuhan Suzy akan ditanggung bersama, dari kebutuhan primer sampai tersier pun mereka siap menanggungnya. Mengingat mereka semua tidak ada yang berstatus tidak mampu, melainkan sangat mampu.

“Bagaimana kalau dia kubawa saja? Aku ‘kan cukup dekat dengan Suzy,”cetus bibi Jun.

Semua sanak saudaranya pun berpandangan. Memang Jihyun paling dekat dengan Suzy, namun mengingat sifatnya yang akan berdampak amat negatif kepada Suzy bila dia tinggal bersama Jihyun.

“Kau ‘kan pemabuk berat, Jihyun. Hidupmu juga hanya bersosialisi dengan orang berperilaku buruk,”jawab si paman tertua.

“Mungkin saja dengan adanya Suzy aku bisa berubah. Kumohon, biarkan Suzy tinggal bersamaku,”mohon Jihyun.

Setelah beberapa keputusan, akhirnya mereka semua setuju bahwa Suzy akan tinggal bersama Jihyun.

**

Suzy tentu senang mendapati bahwa dirinya akan tinggal bersama keluarga bibi favoritnya. Namun Jihyun dan suaminya belum memiliki seorang anak pun, sehingga membuat Suzy harus menikmati hidup sendirinya tanpa saudara. Pikiran Suzy di kala itu, bisa saja bibi Jun akan bermain bersamanya atau jalan-jalan bersama.

Hari pertama dan kedua, semuanya berjalan sesuai pikiran pertamanya. Dirinya bersama bibi Jun berjalan-jalan seluruh sudut Seoul dan semua hiburannya. Kebetulan Suzy juga mengambil cuti sekolah dengan alasan ingin menyesuaikan diri setelah kejadian kelam itu. Semuanya berjalan lacar dan menyenangkan, tetapi tidak untuk hari ketiga dan seterusnya. Jihyun yang tidak bisa menahan nafsunya untuk bersosialisasi dan mengisap rokok akhirnya harus menghancurkan janjinya dengan semua iparnya.

Suzy akhirnya melihat secara langsung dengan mata kepalanya sendiri bahwa bibi tercintanya itu berjudi di rumahnya bersama temannya, mengisap rokok tanpa henti, dan meminum semua jenis minuman keras baik lokal maupun non-lokal. Bahkan secara sengaja salah satu temannya menyodorkan segelas kecil soju, Suzy kecil hanya bisa menjawab tawarannya dengan membanting gelas kaca itu hingga pecah. Temannya itu pun menyumpah serapahi Suzy dengan kata-kata kasar yang Suzy sama sekali tidak tahu artinya.

Gadis itu mengakui bahwa dia tidak suka orang yang merokok, bermain judi, pemabuk, dan segala macamnya. Orangtuanya pun mengajari Suzy untuk tidak bergaul dengan orang seperti itu. Namun, kini Suzy sudah bertemu bahkan tinggal bersama orang yang memiliki faktor negatif tersebut. Dia hanya bisa menangis dan menaungkan permintaan tolong orangtuanya di kamarnya.

“Aku benci bibi Jun!”teriak Suzy berkali-kali.

Suzy tidak tahan akan neraka itu. Suzy ingin pulang.

Flashback OFF

***

Setelah beradu mulut dan berhasil mengusir si bibi atau nyonya Jun, Suzy kembali ke meja kecilnya yang tersuguhi ramyun nya tadi yang mulai dingin. Langsung dirinya menyantap ramyun itu cepat dan lahap. Dia terus mengoceh sambil mengunyah ramyun di mulutnya tentang kehadiran wanita tua itu secara tak diundang. Bahkan dirinya memikirkan harus mengeluarkan jurus Taekwondo jenis apa jika harus bertemu dengan Jun baik secara sengaja atau tidak.

“Dasar jalang tua bangka!”teriak Suzy kesal.

***

“Myungie, kau lebih suka dress dengan kembang kecil atau kembang besar? Aku bingung,”tanya Krystal dengan nada melas.

“Tidak keduanya,”jawab Myungsoo dingin.

Yah, kau saja belum lihat bentuknya bagaimana. Lihat dulu yang benar, Myungie!”

“Kau tidak pantas memakai keduanya, Soojung.”

YAH! Namaku Krystal, Soojung itu hanya nama kampunganku saja!”protes Krystal dengan nada lantang.

“Seperti dirimu, kampungan.”jawab Myungsoo lebih dingin lalu meninggalkan Krystal begitu saja di department store tanpa mengatakan suatu apapun lagi.

Yah, Myungie! Kau mau ke mana?”

“Toilet.”jawab Myungsoo singkat.

Krystal yang mendapat jawaban singkat dari ‘pacar’nya hanya mengerucutkan bibirnya sebentar, lalu mengalihkan pandangannya ke kedua dress tadi. “Aku mau dua-duanya ya. Pacarku yang akan membayarnya,”kata Krystal ke seorang SPG di sampingnya.

Myungsoo berjalan menuju sebuah café di mall tersebut. Memesan caramel macchiato favoritnya, lalu memilih tempat duduk paling sudut ruangan itu. Menyeruput minumannya sebentar guna mengurangi rasa stres nya tentang ‘tunangan’nya tadi, lalu mengambil dompet di saku celananya. Dirinya lalu mengambil sebuah kartu pelajar seorang gadis yang ia tabrak di stasiun kereta kemarin.

“Gwangju Junior High,”

“Bae Suzy, 10 Oktober 1994.”

Myungsoo membaca semua tulisan yang tertulis di kartu pelajar gadis tersebut. Semakin ke bawah ia membaca, senyumnya terus bertambah lebar.

“Ini benar-benar kau,”kata Myungsoo pelan sambil memandangi foto berukuran 3×4 di kartu tersebut.

***

Chanyeol dengan seragam kuning khas sekolahnya masih melekat walaupun berantakan di malam hari. Dia masih berlatih terus untuk penampilan penerimaan siswa baru 2 hari lagi. Jongin sedang membeli jajanan di pasar dekat sekolah. Semangat untuk latihan terus terkoar sejak pertemuan tak sengajanya dengan Suzy di gerbang sekolah. Ia ingin terlihat keren di depan Suzy. Ia ingin membuat Suzy terpukau akan penampilan pianonya. Siapa tahu hatinya bisa ia rebut kembali? Chanyeol sudah tak tahan untuk memikirkan hal yang mungkin terjadi lebih jauh.

“Tiang, sudahlah. Jangan jadi orang gila seperti itu. Yang ada kau bisa mengacaukan pertunjukanmu nanti.”kata Jongin sekembalinya dari pasar terdekat.

Chanyeol hanya tertawa kecil mendengar pernyataan Jongin. Kemudian Chanyeol mengalihkan pandangannya ke arah foto di dompetnya kala dirinya ingin membayar titipan makanannya. Foto berukuran ukuran 2R di bingkai foto kecil di dompetnya. Terpampang Chanyeol kecil dan Suzy kecil yang saling merangkul dengan senyum lebar. Chanyeol makin terlihat seperti orang gila setelah melihat foto itu. Tersenyum geli mengingat masa lalunya bersama Suzy.

***

Flashback ON

“Chanyeol tinggi sekali ya sekarang!”seru nyonya Bae saat orangtua Chanyeol dan dirinya berjalan menuju keluarga Bae.

Orangtua Suzy dan Chanyeol dulunya memang sahabat baik sejak SMA. Bahkan mereka saling menjodohkan sampai mereka menikah dan memiliki anak.

“Suzy di mana?”tanya Chanyeol ke tuan Bae dengan sopan.

“Ah, Suzy sedang mengambil ice cream di sana. Temani dia ya, Chanyeol!”jawab tuan Bae sambil menarik pipi Chanyeol gemas. Chanyeol yang diberitahu pun langsung mengangguk dan berlari menuju Suzy berada.

“Hei, Doojoon. Ingat, Suzy harus menikah bersama Chanyeol. Arraseo?”goda nyonya Park kepada tuan Bae.

“Kalau Suzy mau, aku akan sangat merestui!”seru tuan Bae yang dijawab dengan tawa bersama.

Chanyeol yang tadinya berlari kencang kini mempelankan jalannya saat dirinya sudah berada di dekat Suzy. Gugup? Ya, Chanyeol kecil memang memiliki perasaan amat dalam padanya. Konyol? Mungkin. Dirinya masih polos dan hanya Chanyeol kecil yang mengerti perasaannya saat itu.

“Hai, Chanyeol! Ini, ice cream untukmu!”seru Suzy saat membalikkan badannya dan menyodorkan ice cream rasa coklat.

Chanyeol pun menggeliat salah tingkah saat menyadari Suzy mengetahui kehadiran Chanyeol sejak tadi. Bocah itu menerima ice cream Suzy dengan tangan gemetar. Entah sudah pertemuan ke berapa mereka bertemu. Chanyeol hanya bisa berterima kasih dengan adanya acara reuni orangtua mereka sehingga mereka bisa bertemu.

Suzy menggandeng tangan Chanyeol hendak mengajaknya ke ayunan berwarna putih yang bisa diduduki oleh 2 orang. Sepanjang jalan Chanyeol tidak melihat ke depan, tetapi melihat wajah Suzy dari samping terus-menerus. Rambut Suzy yang dikepang jenis waterfall dikelilingi dengan pita rambut berbentuk bunga daisy putih senada dengan dress putihnya yang mencapai lututnya saja. Cantik? Melebihi dari kata itu menurut Chanyeol untuk hari ini.

Di ayunan itu hanya keheningan yang membatasi mereka. Suzy melahap ice cream nya lahap, sedangkan Chanyeol hanya mengecap miliknya pelan sambil melirik Suzy tanpa henti.

“Jika kau besar nanti, kau ingin jadi apa?”tanya Suzy guna menghancurkan keheningan yang terus membangun.

“Ah, apa ya? Aku ingin menikahimu nanti!”jawab Chanyeol pasti.

Suzy yang mendengar jawaban tersebut tercengang bingung. Suzy kecil sedikit salah tingkah saat mendengar perkataannya, lalu tertawa guna mengurangi rasa gugupnya.

“Kita ‘kan masih kecil, tidak boleh membicarakan pernikahan!”seru Suzy dengan gelagapan.

Chanyeol diam setelah mendengar kalimat terakhir Suzy. Dirinya yang polos mengira dirinya sepenuhnya salah mengatakan tentang itu. Chanyeol kemudian mengedarkan pandangannya ke arah lain. Kemudian dia menemukan suatu tempat yang ia sangat ingin kunjungi bersama Suzy sekarang juga.

“Suzy, ada photo-booth di sana. Ayo kita foto!”ajak Chanyeol sambil menarik tangan Suzy. Belum sempat Suzy mengiyakan, mereka sudah setengah jalan menuju photo-booth.

Cheese!”seru fotografer kepada mereka berdua. Suzy secara langsung merangkul pundak Chanyeol, begitu juga sebaliknya. Mereka tersenyum selebar mungkin hingga foto itu tercetak untuk mereka masing-masing.

Flashback OFF

To Be Continued

flcevtp’s storyline

41 responses to “Between Dream and Future — Chapter 3

  1. sebenernya ada hubungan apa antara suzy, myung sama chanyeol?
    next thor😉
    author jjang
    myungzy jjang

  2. Pingback: Between Dream and Future — Chapter 4 | Kingdom of Suzy's Fanfiction·

  3. Lohhh kependekan thor kkk..gak puas bacanya, masih pengen lanjut…
    Kalau boleh si Chanyeol nikah aja sama Suzy thor, biar seru second lead male sama lead female hehe

  4. Jadi, orang yang d benci suzy itu bibinya?
    Ahhh., yang ketabrak suzy pertama itu Myungsoo? Myungsoo kenal suzy d mana?
    What.. jadi chanyeol juga.kenal sama suzy dan pernah ngajak suzy nikah? Kecil- kecil udah ngajak nikah.. besok aja klo udah tinggimu setinggi pohon beringin.. Hehehe

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s