[Freelance] Our Love and Our Married Chapter 2

Tittle : Our Love and Our Married | Author : Eqha Fitriani | Genre : Family, Romance , Sad | Rating : PG-16 | Main Cast : Bae Sooji, Kim Myungsoo, Choi Minho | Other Cast : Kim Soo Hyun , Kang Minhyuk, Jung Soojung, Son Naeun | Full Credit by : rosaliaaocha@ochadreamstories  https://ochadreamstories.wordpress.com/

***

Previous Chapter

“Oppa bisakah aku meminta sesuatu..??”tanyanya ragu menatap kearah langit-langit kamar.
“Apa ?? katakan saja , apapun yang kau mau aku akan mengabulkannya, memangnya apa yang kau inginkan ??”tanyaku penasaran memiringkan sedikit tubuhku dan memperbaiki tatanan rambutnya yang sedikit menghalangi wajahnya.
“Tapi oppa janji tidak akan marah padaku ..”lanjutnya yang kini menatapku cemas.
“Tergantung, kalau permintaanmu itu aneh-aneh atau ingin menceraikanku aku tidak akan kabulin ..”kataku sedikit menggodanya.
“Mwoo?? Aisshh .. aku lagi serius oppa, kenapa kau bercanda..”
“Ne.. Ne… memangnya apa yang kau inginkan..?”tanpa menjawab Suzy mulai mendekatkan wajahnya tepat ditelingaku, membisikkan sesuatu yang sudah membuat mataku membulat sempurna.
“Mwoo ?? Andwaeee…”Pekikku kesal setelah mendengar permintaannya.

Chapter 2

Myungsoo POV

“Mwoo?? Andwaeee…”Pekikku kesal mendengar permintaannya.
“Tuh kan oppa marah, apa oppa tidak mengijinkanku ??”tanyanya lagi yang kini sudah membuatku naik pitam.
“Andwae , lebih baik kau meminta yang lain saja ..”pekikku membelakanginya
“Please oppa .. this is my dream . ne.. ne… ne…. jebal oppa , aku ingin menjadi artis atau penyanyi seperti Soojung, aku sangat mengidolakannya, jadi aku berharap aku bisa seperti dirinya..”rengeknya yang memegang bahuku.
“Aku bilang tidak ya tidak. Kau taukan alasan aku melarangmu menjadi artis..”ucapku duduk menatapnya kesal.
“Tapi kan oppa , sebenarnya ini adalah mimpiku dulu , jauh sebelum mengenalmu aku ingin sekali menjadi penyanyi, tetapi sayang, eomma lebih memilihku menjadi seorang bisniswoman, padahal aku sama sekali tidak menyukainya. Oppa .. hiks.. hikss.. jebal,, hanya ini yang bisa membuatku bahagia, ini keinginan terbesarku yang belum bisa aku capai ..” ucapnya panjang lebar menangis sesenggukan.
Kutatap wajah sendunya yang sudah dibanjiri air matanya, dengan punggung tanganku membenamkan wajahnya didada bidangku , sambil mengelus-elus puncak kepalannya.
“Chagi,bukannya aku menhalangi mimpimu,tapi  kau kan tau bagaimana dunia hiburan di korea itu sangat berbahaya,tidak seperti yang kau pikirkan,aku hanya tidak mau terjadi seseuatu denganmu nanti,  aku melarangmu karena oppa sangat sayang padamu..” ucapku mencoba menenangkannya.

“Ne, aku tahu oppa, tapi aku tidak bisa mengubur mimpiku ini, memendamnnya sebelum aku bisa menwujudkannya, aku cuma ingin jadi penyanyi terkenal,dipuji banyak orang, dan dikenal banyak orang .”ucapnya ketika  melepas pelukanku dan menatapku penuh harap.

Apa aku harus memenuhi permintaanya, melihatnya menangis dan memohon seperti ini rasanya hatiku tidak tega jika menhalangi mimpi istriku ini, tapi disisi lain aku juga khawatir dengannya, mengingat selama ini banyak artis korea yang mati  bunuh diri hanya karena kegagalannya dalam bersaing  dan ketatnya  persaingan didunia hiburan, dan satu lagi alasan kenapa aku melarangnnya jadi artis atau penyanyi, karena aku tidak mau satupun namja yang menyentuh istriku jika nanti ia sudah menjadi terkenal , itulah alasan aku juga dulu tidak menerima Naeun, pokoknya aku itu benci dengan artis, bukan profesinya yang aku benci namun aku cuman tidak mau melihat orang yang aku sayangi disentuh oleh namja lain.

“Oppa,kenapa kau melamun,apa kau tidak setuju?.”ucapnya membuyarkan lamunanku.

“Ne aku tidak setuju, pokoknya kau tidak boleh jadi artis, lagi pula tanpa jadi artispun kamu sudah terkenal, terkenal sebagai istri pengusaha muda tersukses di korea.”tolakku tegas.

“Tapi itu lain oppa, aku ingin terkenal karena kemampuanku sendiri bukan karena suamiku serunya.”lirih.

“Aniyo, pokonya aku tidak mengijinkanmu menjadi artis ataupun penyanyi.” tegasku membaringkan tubuhku membelakanginya.

Myungsoo POV end

Suzy POV

Pagi ini aku sedang membuat sarapan untuk suamiku, walaupun sebenarnya aku masih  kecewa dengannya karena tidak mengabulkan permintaanku, sebagai istri yang baik aku harus bersikap professional, tapi disisi lain aku juga tahu kalau maksudnya itu baik, kalau ini semua untuk kebaikanku, tapi mimpi ini apa aku tidak perlu memberitahunya  dan melakukannya sendiri tanpa sepengetahuannya?

“Yeobo kau sedang melamun apa? .”ucapnya membuyarkan lamunanku ketika ia sudah melingkarkan tangannya di pinggulku dan menopang dagunga di pundakku yang sudah memakai pakaian kantornya.

“Aniyo oppa, kajja kita makan..” ucapku datar melepaskan pelukannya.

“Kulihat dia sedikit kecewa  dan langsung duduk di meja makan tanpa berbicara sepatah katapun.

“Aku yang sebenarnya masih kecewapun enggan berbicara lagi, acara sarapan yang tidak seperti biasa,hening. Tidak ada pembincaraan sama sekali, setelah selesai sarapan  aku membersihkan piring bekas sarapan kami, kemudian  memberikan tas kantor suamiku tanpa ada niat bermanja-manja dulu padanya seperti yang sering kami lakukan  setiap pagi.

“Aku pergi dulu, kau tidak usah pergi kemana-mana dan jaga dirimu baik-baik, kalau ada apa-apa hubungin aku “ucapnya datar tersenyum paksa padaku.

“Ne..” jawabku singkat langsung berlalu dihadapannya dan memasuki kamarku.

Myungsoo POV

“Aku pergi dulu, kau tidak usah pergi kemana-mana dan jaga dirimu baik-baik, kalau ada apa-apa hubungin aku “ucapku datar sedikit memaksakan senyum untuknya.

“Ne..”jawabnya singkat dan berlalu dihadapanku memasuki kamarnya,eh bukan tapi kamar kami.

Dia pasti sangat kecewa padaku gara-gara semalam, lihat saja sikapnya  dingin sekali padaku padahal biasanya dia manja sekali, tapi sekarang ..? arghh.. itu terserah dia, kalau dia bersikap dingin seperti itu aku juga harus bersikap dingin padanya, aku tidak boleh terlalu memanjakannya, aku cuma tidak mau dia bertingkah sesukanya apalagi bertindak tanpa memikirkan akibatnya, tidak masalah kalau dia marah dari pada dia jadi artis dan sesuatu yang buruk terjadi padanya , lebih baik dia marah padaku atau memusuhiku, nanti dia juga akan sadar sendiri.

Kulajukan mobil sport putihku menuju kantor dimana aku bekerja, sepanjang perjalanan yang ada dipikiranku hanya istriku, ya keinginan istriku yang ingin jadi artis, tidak selang beberapa lama sampailah aku tepat didepan ruanganku, belum  hendak kubuka knop pintu ruanganku terdengar seseorang memanggilku berteriak, kutorehkan wajahku keasal suara dan mendapati namja bermata sipit. ya siapa lagi kalau bukan Kang Minhyuk, pengusaha muda yang membuat orang kesal.

“Myungsoo-ah besok  kita harus ke Paris meninjau lokasi proyek yang akan kita dirikan disana “ucapnya ketika kami sudah berada diruanganku.

“Ne, tapi berapa lama kita disana”tanyaku santai.

“Mungkin satu minggu, karena banyak yang harus kita check disana, selain peninjauan lokasi aku juga ingin mengunjungi seseorang disana.

“Mwo? jangan bilang dia yeojachingumu ?”tebakku sedikit menggoda.

Kulihat Minhyuk tersenyum malu   menggaruk tengkuknya yang kuyakin tidak gatal.

Siapa nama yeojamu, apa dia lebih cantik dari istriku?” tanyaku sedikit menggoda.

“Tentu saja, dia itu lebih cantik dari istrimu. Mana mungkin namja tampan sepertiku punya yeoja jelek kaya istrimu.”ledeknya menjulurkan lidahnya kearahku.

“Yakkk kang minhyuk apa yang kau katakan.. istriku jelek?? kamu belum lihat sepatu melayang haah, istriku lah yang tercantik sedunia, tidak ada yeoja yang dapat menandingi kecantikannya  ucapku membanggakan istriku.

Kulihat dia hanya tertawa evil  seakan mengejek pernyataanku barusan.

“Kamu tidak perlu tertawa namja sipit, kita buktikan nanti, aku tidak sabar ingin melihat yeojamu, seberapa cantikkah yeojamu dibanding istriku.

 Myungsoo POV end

Author POV

Seorang gadis tengah sibuk memainkan jarinya diatas keyboard, entah apa yang di searchimg gadis ini, sudah beberapa jam dia mengerucutkan bibirnya seakan belum mendapatkan apa yang dicarinya sedari tadi, akhirnya bibirnya tertarik kesamping membentuk sebuah senyuman manis yang menghiasi bibirnya

“yeach,,, dapat…” pekiknya berteriak kesenangan .

Author POV end

Suzy POV

Sekarang aku sedang berada di studio vocal, lebih tepatnya  tempat untuk belajar bernyanyi dan latihan vocal, yah inilah yang sedari tadi aku cari di internet, tempat latihan vocal ternama dan terbaik di korea, dan aku yakin sebentar lagi mimpiku akan jadi nyata hehehe.

“Kulangkahkan kakiku memasuki ruangan yang begitu mewah, dilengkapi banyak alat-alat musik. Sekarang aku menuju ruangan  pendaftaran.

“Anyeonghaseyo aggashi..” sapaku membungkukkan badan dan duduk didepan yeoja  yang sekarang tersenyum padaku.

“Apakah anda  yang tadi menelpon dan ingin mendaftar latihan vocal disini..?”tanyanya.

“Ne aggashi ..” kataku disertai anggukan.

“Siapa nama anda?  tanyanya  menatapku seakan menyelidikiku.

“Bae Suzy imnida..”

“Mwo? Bae Suzy, apakah anda istri dari pengusaha muda terkenal Kim Myungsoo..” tanyanya antusias yang kini sudah menhentikan aliran darahku.

“Ne..” jawabku pelan sedikit tersenyum padanya. “tetapi boleh aku minta tolong padamu..” tanyaku sedikit memohon.

“Apa yang anda inginkan nona Kim, pasti kita akan kabulkan, dan akan menyediakan tempat khusus untuk anda sendiri dengan fasilitas yang terbaik  mengingat suami anda adalah penyumbang terbesar di  tempat kami apa pun yang anda inginkan pasti kami akan lakukan.” Jelasnya.

Sebegituh berpengaruhkah suamiku di negeri ini ? ahh.. rasanya aku sedikit risih kalau harus diperlakukan seperti ini.

“Bisa kamu merahasiakan ini semua dari suamiku ataupun orang lain kalau aku kursus vocal disini, dan satu lagi selama aku kursus disini aku ingin kalian memperlakukan aku sebagaimana mestinya tidak usah berlebihan, bagaimana bisa kan?.” tawarku

Kulihat yeoja cantik didepanku sedikit berpikir menimbang-nimbangkan  ucapanku.

Dengan sedikit tersenyum akhirnya yeoja ini mau juga menerima tawaranku.

Setelah menyelesaikan pendaftaran kulangkahkan kakiku menuju restoran untuk mengisi perutku yang sedikit keroncongan.

“Pesan apa noona?.” Tanya seorang pelayan membungkukkan badannya 90 derajat.

“Ramen super pedas dan jus alpukad  dan  sebagai makanan penutupnya aku mau waffle coklat ..”pesanku .

Selagi menunggu pesananku, kubuka ipad dan menancapkan headset ditelingaku mendengar beberapa lagu kesukaanku, dan sedikit memejamkan mata untuk menikmati  setiap bait lagu favoritku, sekarang aku sedang mendengarkan lagu dari Lee Jieun Girls Star ‘’Because It’s You ost dari Love Rain’’. Sebenarnya aku ngefans banget dengan Girls Star terutama Soojung  dia itu yeoja yang cantik dan mempunyai  suara yang bagus, menurutku siih, tetapi aku tidak suka dengan Naeun perempuan yang sampai sekarang masih mencintai suamiku,bahkan dulu dia pernah mengangcamku untuk merebut suamiku.

-Flashback-

Sekarang aku berada  di salah satu butik ternama di Korea  yang merupakan butik langganan dari calon suamiku Kim Myungsoo, aku sedang menunggunya untuk mencoba gaun pernikahan kami, tetapi sudah setengah jam kenapa dia belum datang juga, kualihkan pandanganku menuju pintu masuk butik, bukannya orang yang kutunggu datang malah orang yang sekarang tertawa picik berjalan kearahku.

“Chukkaeyo atas pernikahanmu Suzy-ssi, Ani tapi calon nyonya Kim .”lirihnya mengulurkan tanganya padaku.

“Gomawo ..”ucapku datar menerima uluran tangannya.

“Pasti kamu sangat senang sekarang bisa menikah dengan seorang pengusaha terkaya di negara ini, dan beruntung sekali seorang gembel dari Inggris yang awalnya hanya seorang sekertaris bisa menjadi nyonya Kim, pasti anda hanya menginginkan harta calon suamimu kan ..?”.ketusnya panjang lebar  mengitari tubuhku dan memegang pundakk.

“Apa yang kau katakan haah,,,aku menikah dengan Myungsoo karena aku mencintainya,bukan karena hartanya,, aku kasihan denganmu, yang terlalu terobsesi dengan seseorang yang sama sekali tidak pernah  mencintaimu, atau jangan-jangan kau bukan terobsesi dengan myungsoo atau hartanya saja..” ucapku lebih ketus padanya menyingkirkan tangannya dipundakku tertawa masam

kulihat dia hanya terdiam sejenak kemudian kembali memperlihatkan senyum piciknya.
“Kau jangan senang dulu nyonya Kim, aku akan merebut suamimu dari tanganku sendiri camkan itu.”katanya  pergi meninggalkanku yang masih mencerna ucapannya yang terakhir.


-Flashback  end-

Jika aku mengingat hal itu rasanya aku ingin sekali membunuh gadis picik itu. Argh,,, kuacak rambutku prustasi,menghempaskan ipad ditanganku  kemeja dengan  kasar, aku tidak peduli lagi dengan tatapan orang-orang disekitarku, kupejamkan mataku sejenak menyandarkankan sedikit tubuhku di sofa restoran yang begitu nyaman, tiba-tiba kurasakan sesuatu yang basah dibibirku,mwo siapa yang kurang ajar menciumku ditempat umum kaya gini,kubuka mataku perlahan dan kulihan namja didepanku tersenyum  dengan bibir yang masih menempel.

“Yaaak apa yang kau lakukan haah..?” kataku mendorong tubuhnya  hingga dia tertuduk di sampingku.

“Mencium istriku, habis tadi pagi aku tidak mendapat morning kiss, jadi sebagai gantinya….??” katanya menggantung dan mendekatkan wajahnya  kearahku tetapi dengan sigap punggung tanganku menyentuh wajahnya dan mendorongnnya menjauh.

“Oppa apa-apaan kau ini, apa kau tidak malu dilihat banyak orang, dan lihat itu ..”kataku menunjuk  beberapa orang berjas hitam yang kuyakini pengawal pribadinya tersenyum melihat kami.

“Yaaak.. kalian kenapa masih ada disini, cepat  pergi  dan tunggu aku diluar saja perintah Myungsoo

“Cahh ..sekarang mereka sudah pergi , mari kita lanjutkan yang tertunda tadi..” ucapnya yang lagi-lagi mendekatkan wajahnya kearahku.

“Maaf  nona ini pesanan anda  seru pelayan yang otomatis Myungsoo menjauhkan wajahnya,

“ Aishh .. kau menganggu saja,tidak lihat apa kalau kami lagi sibuk” dengus Myungsoo kesal

“Mianhe tuan, telah menganggu anda, silahkan dilanjutkan..” cerocos pelayan tersebut tersenyum

tanpa mempedulikan Myungsoo yang masih kesal aku langsung mengunyah makananku dengan lahap.

“Kalau makan pelan-pelan, lihat itu mulutmu sudah penuh,  masih memaksa tetap diisi..”ucapnya  “Dan ngapain kau berada disini, bukannya di rumah malah?? Kenapa asyik sendiri disini, bagaimana kalau ada namja yang menganggumu, dan terjadi apa- apa denganmu.”tambahnya yang membuat gendang telingaku terasa ingin pecah.

“Aku bosan di rumah makanya aku keluar untuk makan, lagian kau itu terlalu over sekali samaku, aku itu bukan anak kecil lagi, aku bisa menjaga diriku sendiri oppa.” kataku menekan kata oppa

kulihat dia hanya mendengus kesal kearahku.

Suzy POV end

 Author POV

Terlihat dari kejauhan tapi masih dalam satu ruangan yang sama seorang gadis cantik tersenyum picik mengepalkan tangannya diatas meja memandang tidak suka terhadap sepasang suami istri yang lagi bermesraan tertawa senang.
“Awas saja kau, aku akan merebut suamimu dari tanganmu…”  begitulah gumangan kecil dari mulut manis seorang yeoja, sedangkan di tempat lain , di rumah yang terlihat sangat megah telah terjadi perdebatan hebat antara seorang namja paruh baya dan seorang namja tampan.

“Tapi, Appa aku belum siap untuk menikah .”elak Minhyuk yang mendapat tatapan tajam dari ayahnya.

“Sampai kapan kau akan siap menikah hah??  kalau dalam waktu satu minggu kau belum membawa yeojamu ke rumah aku akan menjodohkanmu dengan yeoja pilihan appa.”ketus namja paruh baya yang bermarga Kang itu meninggalkan anaknya Minhyuk yang masih  terpaku dengan ucapan ayahnya barusan.

“Arghhh,, apa yang harus aku lakukan, aku tidak mungkin membawa  langsung  Kim Dasom menhadap appa, pastilah gadis itu menolak, dia masih harus menyelesaikan kuliahnya di Paris.”teriaknya kesal.

“Disebuah ruang tamu tepatnya diapartemen Myungzy  terlihat pemandangan yang begitu romantic, Myungsoo tidur di kedua paha Suzy, mengemggam satu tangan Suzy, dan tangan satu istrinya memainkan rambut suaminya manja tanpa ada niat memandang tv sedikitpun yang sekarang menyiarkan drama korea.

“Yeobo besok aku dan Minhyuk mau ke Paris untuk mengerjakan proyek besar disana  apa kau tidak mau ikut denganku sekalian kita bulan madu.”ucap Myungsoo mengawali pembicaraan yang sedari tadi sedikit canggung dan hening.

“Ani oppa, aku di rumah saja..”jawab Suzy santai yang masih memainkan rambut suaminya.

“Mwo? kenapa kau  tidak mau? biasanya kau sangat senang jika diajak liburan ke luar negeri, tapi kenapa sekarang kau ..”kataku sedikit menggantung dan mengubah posisiku menjadi tertududuk dan menatap tajam kearahnya.

“Wae oppa, kenapa kau menatapku seperti itu.”seru Suzy sedikit ketakutan melihat perubahan raut wajah suaminya.

“Apa kau sedang menyembunyikan sesuatu hah?  jawab apa alasanya sehingga kau menolak pergi denganku padahal  saat selesai pesta pernikahan kita  waktu itu  kau merengek ingin liburan ke Paris”Tanya Myungsoo yang semakin penasaran dan merasa ada yang disembunyiin dari istrinya karena melihat raut wajah istrinya yang  terlihat gugup.

“Karena aku tidak mau menganggu pekerjaan oppa disana..”ucap Suzy mantap yang sebenarnya menyembunyikan sedikit rasa canggungnnya.

“Kau tidak sedang menyembunyikan sesuatu padaku kan?.”Tanya Myungsoo.

“Ne oppa,  aku serius.” jawab suzy menaikkan jari telunjuk dan tengahnya  sembari megeluarkan senyum manisnya.

Author POV end

Suzy POV end

Sekarang aku sedang mengepak baju suamiku karena sebentar lagi dia akan ke paris, itu berarti satu minggu kedepan aku harus lebih berusaha  latihan vocal dan mulai mendaftar untuk casting,  rasanya senang sekali.

“Yakkk.. kenapa kau senyam-senyum begitu, bukannya sedih ditinggalkan malah senyum-senyum tidak jelas.”seru Myungsoo yang baru saja keluar dari kamar mandi yang hanya menggunakan handuk.

Aku hanya menelan ludah melihat apa yang kusaksikan sekarang, walaupun sebenarnya aku sering melihatnya hanya menggunakan handuk tapi  hal ini seperti membuatku terhipnotis oleh tubuhnya. Badan suamiku sangat sixpack, tampan sekali dia, kalau melihat dia seperti ini kenapa aku jadi merinding sepeti ini.

“Kenapa?kau pasti kagum melihat tubuhku kan, apa kita..”katanya sedikit menggantung mendekatiku dan melingkarkan tangannya di pinggangku dan menaruh dagunya dipunddaku, sehingga aku bisa mencium aroma maskulin tubuhnya.
“A..Ap..Apa  yang mau kau lakukan ?? lepaskan..” kataku sedikit terbata karena gugup.

“Apa kita lakukan sekarang sebelum aku berangkat ke Paris yeobo??” godanya mencium leherku.

“Apa yang harus aku lakukan,  kalau aku menolak lagi pasti dia akan  marah seperti kemarin, apa aku harus melakukannya sekarang.

“Jangan sekarang oppa, kamu kan harus ke bandara bagaimana kalau kau ketinnggalan pesawat ..”elakku sedikit pelan ,takut membuatnya marah.

“Kalau aku ketinggalan pesawat kan aku bisa membelinya lagi, kalau kau tidak mau melakukan sekarang berarti kamu tidak mencintaiku.”ancamnnya yang masih tetap memelukku dan makin mengeratkan pelukannya.

“Aniyo oppa , aku mencintaimu, sangat-sangat mencintaimu oppa.”kataku memegang kedua tangannya erat seakan meyekinkannya.

“Kalau begitu..”katanya lagi menggantung dan sudah menggendongku ala bridal style dan menhempaskan tubuhku di kasur king size, dia menindih tubuhku lalu mulia mencium dan melumat bibirku, dan aku pun mulai membalas ciumannya mengalungkan tanganku dilehernya, lagi-lagi aku terhipnotis olehnya.

“Ya tuhan apa sekarang aku  benar-benar akan melakukannya, kenapa aku susah sekali bernafas. hawa AC didalam kamar ini seakan tidak berfungsi.

“hhhhhh.. desahanku keluar begitu saja ketika dia mulai menhisap leherku yang kuyakini dia sudah meninggalkan kiss mark disana, kini tangannya juga mulai membuka kancing baju tidurku satu persatu-satu ,meraba pengikat braku dan mulai meraba bagian sensitipku.

“Oppa,sakit .. ahhhhh, erangku belum sempat ciumannya beralih kebawah leherku.

Terdengar suara bel dari aparteman kami, alhasil aku mendorong sedikit tubuhnya  yang masih dibalut handuk dan menutupi bagian atasku dengan selimut.

“Yaaak Suzy-ah kita kan belum selesai serunya  sedikt kecewa.

“Tapi oppa , apa kau tidak dengar suara bel tadi, palli buka pintunya itu ada tamu.”titahku mendorong sedikit tubuhnya.

“Aishh.. menganggu saja orang itu, tidak bisa lihat orang senang saja”kesalnya yang kini sudah hilang dibalik pintu kamarku.

“Aku pun mengatur nafasku yang masih terasa sesak, haah.. haahh..  siapa pun orang itu, dia sudah menyelamatkanku, kupakai kembali baju yang sempat dilepaskan Myungsoo memperbaiki tatanan rambutku dan berjalan keluar .

“Ada apa kau kesini,aku sudah bilang tunggu di bandara saja.”teriak Myungsoo yang masih berada dibalik pintu.

“Siapa yang datang oppa ..”tanyaku berdiri disampingnnya.

“Minhyuk oppa, palli masuk ..”tambahku mendorong sedikit tubuh Myungsoo yang menghalangi Minhyuk masuk dan menarik tangan Minhyuk.

“Yakk Suzy-ahh apa yang kau lakukan..?”lepaskan tangannya. kesal Myungsoo.

“Ternyata istrimu  manis juga Kim Myungsoo.”seru Minhyuk terkekeh yang dapat kudengar dari arah dapur untuk menyiapkan minuman.

Author POV end

Myungsoo POV end

Namja sipit didepanku ini menganggu saja, padahal tadi aku sudah hampir melakukannya dengan Suzy. Arghhh..

“Ada apa denganmu tuan kim? kenapa begitu kesal dengan kedatanganku.”tanyanya.

“Karena pagi ini kau telah mengangguku, padahal sedikit lagi aku bisa mendapatkannya.

“Mwo? maksud kau apa? Tanya Minhyuk yang menautkan kedua alisnya tidak mengerti.

“Minuman datang..”seru Suzy yang baru datang  dan duduk tepat disampingku.

dengan sigap langsung kupeluk tubuhnya. rasanya aku  tidak tega meninggalkannya sendiri, aku pasti akan merindukan istriku yang cantik ini, kucubit pipinya yang terlihat sedikit memerah mungkin karena malu.

“Oppa lepaskan, apa kau tidak malu dengan Minhyuk oppa .”ucapnya melepaskan rangkulanku

“Suzy-ah ada apa dengan lehermu ?? kenapa terlihat memerah, apa jangan-jangan  kalian..”ehmmm goda Minhyuk memperhatikan leher jenjang Suzy

Dengan sigap kulemparkan bantal sofa kearah minhyuk, yang kuyakini sekarang suzy merasa malu karena pipinya yang sudah memerah seperti kepiting rebus.

“Yaaak apa yang kau lihat,  jangan perhatikan istriku seperti itu, palli yeobo, lebih baik kau siapkan bajuku.”titahku kepada ssuzy yang hanya menunduk tanpa menatap kearahku dan minhyuk

“Phuahahaha… jadi gara-gara itu kau menekuk wajahmu”tawa Minhyuk

“Tentu saja , gara-gara kau semuanya gagal..”kesalku

“apa yang kau katakan Myungsoo-ssi” teriak Suzy didalam kamar.

Myungsoo POV end

-at Incheon International Airport-

Author POV

Sekarang Suzy sedang berada di bandara mengantarkan suaminya  yang setengah jam lagi akan berangkat ke Paris,Myungsoo terlihat enggan melepaskan rangkulang dipinggang ramping istrinya, dia terus berjalan menuju  ruang keberangkatan dengan beberapa pengawal berjas hitam dibelakang mereka, sedangkan Minhyuk hanya dapat menatap cemburu pada pasangan suami istri yang ada didepannya.

“Oppa  aku ke toilet sebentar ne..” kata Suzy yang sudah duduk diruang keberangkatan

“Ne.. kau hati-hati sayang , apa perlu aku temani??”tanya Myungsoo.
“Tidak perlu oppa, aku bisa sendiri..”jawab Suzy sambil berjalan menuju toilet.
“Oke , jangan lama-lama ne yeobo..”teriak Myungsoo.
“Ne Oppa….”

Author POV end

Suzy POV

Sekarang aku berada di ruang keberangkatan mengantarkankan suamiku tercinta ke Paris, sebenarnya aku merasa tidak rela juga dia pergi , aduuh kenapa tiba-tiba aku kebelet pipis.

“oppa  aku ke toilet dulu ne.?”.

“Ne,hati-hati sayang , apa perlu aku temani..”tanya Myungsoo.

“Tidak perlu oppa, aku bisa sendiri..”jawabku sambil berjalan menuju toilet.
“Oke , jangan lama-lama ne yeobo..”teriak Myungsoo.
“Ne Oppa….”teriakku

Setelah dari toilet, kulihat keadaan bandara yang begitu ramai serta beberapa wartawan yang terlihat standbye dari pintu keberangkatan kayanya bakalan ada artis yang akan diliput.  jika nanti aku jadi artis apa wartawan akan menungguku seperti itu?? rasanya aku tidak sabar lagi ingin jadi artis, pokoknya mimpiku ini harus aku wujudkan. fighting Suzy-ah.
Dengan senyuman mengembang kulangkahkan lagi langkahku yang sempat terhenti menuju  tempat suamiku duduk.

Tinggal beberapa jarak lagi  tiba-tiba , jantungku seakan  berhenti berdetak, dadaku terasa sesak, aliran darahku terasa berhnenti mengalir,dan sekarang aku rasa sebentar lagi sebuah cairan akan menhujam  dikedua mataku. ya T uhan siapa gadis yang memeluk suamiku.

-TBC-

Anyeonghaseyo .. author balik lagi dengan chapter selanjutnya .. kira-kira gimana ceritanya readers ?? apa masih kurang ?? ( kayaknya iya😀 ) sepertinya ceritanya masih banyak typo dimana-mana😀 dan kayaknya ceritanya bahasanya masih kaku ya ..
maklumin ya readers soalnya masih terbilang baru di dunia fanfict jadi ya bahasa nya mungkin ada yang kaku , kkkk😀
ditunggu ya komentnya readers , and siders gak apa2 kok kalo kalian gak koment ff nya , asal kalian baca itu udah cukup .. Gomawooooo J

35 responses to “[Freelance] Our Love and Our Married Chapter 2

  1. Siapa yg meluk myungsoo si naeunkah?eh buset kalo benran si naeun benar” gak tau malu dia ckckckck kalo suka itu jangan suami orang dong kaya orang gak laku aja wkwkwkwkwk

    smoga hub myungzy baik-baik jj sebelum ataupun sesudah suzy jadi artis.
    next partnya ditunggu author fighting

  2. Aigoo….siapa itu yang meluk myungie…
    Wuah penasaran…..
    Ceritanya makin keren….joah….

    Next part thor

  3. kaloo gk naeunn pastiii soojung yaaaa…..
    ihh kesell ama suzyy susahh bangett dibilanginnn jangann jadii artisss tetepp ajaaaa…

  4. siapa yang meluk myung?apa naeun?kenapa suzy pengen banget jadi artis??makin penasaran..
    next thor😉
    author jjang
    myungzy jjang

  5. Sptx akan ada pengawal yg mengawasi suzy saat myungsoo di paris nti…

    Kira2 apa yg akan dilakukan naeun utk merebut myungsoo dari suzy?

    Ditunggu lanjutanx…

  6. aihhh suzy knpa nekat sih pngn jdi artis tanpa izin myung…
    huhhh gmna tar klo myung tau..
    nah trus tu yg pluk” myung spa ????

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s