[Freelance] Our Love and Our Married Chapter 3

Tittle : Our Love and Our Married | Author : Eqha Fitriani | Genre : Family, Romance , Sad | Rating : PG-16 | Main Cast : Bae Sooji, Kim Myungsoo, Choi Minho | Other Cast : Kim Soo Hyun , Kang Minhyuk, Jung Soojung, Son Naeun | Full Credit by : rosaliaaocha@ochadreamstories  https://ochadreamstories.wordpress.com/

***


Previous Chapter

Suzy POV

Sekarang aku berada di ruang keberangkatan mengantarkankan suamiku tercinta ke Paris, sebenarnya aku merasa tidak rela juga dia pergi , aduuh kenapa tiba-tiba aku kebelet pipis.

“oppa  aku ke toilet dulu ne.?”.

“Ne,hati-hati sayang , apa perlu aku temani..”tanya Myungsoo.

“Tidak perlu oppa, aku bisa sendiri..”jawabku sambil berjalan menuju toilet.
“Oke , jangan lama-lama ne yeobo..”teriak Myungsoo.
“Ne Oppa….”teriakku


Setelah dari toilet, kulihat keadaan bandara yang begitu ramai serta beberapa wartawan yang terlihat standbye dari pintu keberangkatan kayanya bakalan ada artis yang akan diliput.  jika nanti aku jadi artis apa wartawan akan menungguku seperti itu?? rasanya aku tidak sabar lagi ingin jadi artis, pokoknya mimpiku ini harus aku wujudkan. fighting Suzy-ah.
Dengan senyuman mengembang kulangkahkan lagi langkahku yang sempat terhenti menuju  tempat suamiku duduk.

Tinggal beberapa jarak lagi  tiba-tiba , jantungku seakan  berhenti berdetak, dadaku terasa sesak, aliran darahku terasa berhnenti mengalir,dan sekarang aku rasa sebentar lagi sebuah cairan akan menhujam  dikedua mataku. ya Tuhan siapa gadis yang memeluk suamiku.

Suzy POV end

Chapter 3

Suzy POV

“Ya Tuhan siapa yang memeluk suamiku.

Dengan langkah berat , menahan air mata dipelupuk mataku kuhampiri pemandangan yang sangat menjijikkan bagiku dan langsung saja kutarik paksa gadis yang memeluk suamiku, kudengar dia sedikit meringis karena menarik keras tangannya.

“Kenapa kau memeluk suami orang haah,?”kau pikir dengan memeluk suamiku seperti ini aku akan cemburu, terus menangis dan pergi meninggalkan kalian ciiih,,,aku bukan gadis yang lemah, yang mudah terpengaruh hanya dengan kejadian seperti ini dasar yeoja murahan.”bentakku pada gadis didepanku yang ternyata Naeun, jujur apa yang kukatakan sekarang bertolak belakang dengan apa yang kurasakan, aku sebenarnya sedikit takut apalagi mengingat ancaman Naeun dulu.

kulihat dia  hanya tersenyum sinis menatapku.

“cihhh,, kau yang gadis murahan, menikahi seorang pengusaha kaya hanya karena hartanya .”ucapnya sedikit mencibir dan aku hanya bisa memicingkan mataku menatapnya kesal tanpa ada niat membalas cibirannya.

“Naeun, apa yang kau katakan haah ?? mending kau pergi dari sini sebelum wartawan meliput kejadian yang memalukan ini.”titah Myungsoo menatap Naeun marah dan kesal.

Kulihat Naeun  ingin menhampiri Myungsoo, tetapi dengan cepat aku sudah mengalungkan tanganku dileher Myungsoo

“Oppa  kalau kau sampai di Paris  jangan lupa telepon aku ne, dan kamu harus mejaga kesehatanmu, makan  yang teratur, dan jangan lupa mimpiin aku ” kataku sedikit manja mencubit  kedua pipi Myungsoo.

“Haha pasti Naeun cemburu melihat adegan ini, dan tentunya Myungsoo oppa pasti kaget dengan  tingkahku sekarang, ini bukan gayaku. Biasanya Myungsoo oppa yang mulai bermanja-mnjaan seperti ini bukan aku, tetapi ini semua kulakukan agar gadis murahan itu bisa tahu diri, hahh lihat saja muka Naeun seperti baju yang tidak disetrika.

“Kulihat Myungsoo hanya diam, dahinya sedikit mengkerut melihat tingkahku sekarang  yang betul-betul manja.

“Caah..  kajja oppa pergi pesawatnya akan berangkat .”kataku dan Cuuuppp.. entah keberanian dari mana aku mengecup bibirnya singkat, dan kulihat dia hanya mematung menatapku tidak percaya

“Aku pergi dulu oppa.”pamitku santai, belum sempat kulangkahkan kakiku  kurasakan seseorang menarik pergelangan tanganku dan mendekapku kedalam pelukan hangatnya, pelukan yang sudah menjadi candu bagiku, pelukan suamiku yang selalu menenangkan hati dan pikiranku.

“Gomawo yeobo sudah mempercayaiku, aku kira kau akan meninggalkanku dan marah-marah padaku” ucap Myungsoo mengelus puncak kepalaku.

“Anio oppa, aku akan selalu percaya padamu, karena aku yakin kau sangat mencintaiku kan?”jelasku walau sebenarnya aku  merasakan sedikit sakit melihat sikap Naeun ke Myungsoo.

“Ne yeobo,  Jeongmal saranghae..”jawab Myungsoo oppa lembut masih dengan memelukku.

“ehmmm..  pelukannya apa sudah selesai?? pesawatnya sudah mau berangkat ”  sahut Minhyuk memperlihatkan senyum evil.

“iya,namja penganggu” cibir Myungsoo yang sedikit menjitak kepala Minhyuk dan menekan kata namja penganggu

“ya hyung tega sekali kau,,,

kulihat Naeun sudah pergi dengan tersenyum  seringai yang sulit diartikan menatapku tajam dengan tangan yang mengepal.

at Seoul Best Vocal

Suzy POV

“Sekarang  kalian tarik nafas kemudian buang dan ikuti aku” perintah sang tentor yang merupakan guru vocal Suzy.

“Aaaaaaaaaaaaaaaa…”Dan semua tanpak  antusias mengikuti latihan pernapasan kali ini.

“Nah sekarang aku akan mengetes vocal kalian satu-persatu.”

“Coba anda nyonya Kim, Ani maksudku nona Suzy bisa anda menyanyikan sebuah lagu, aku akan mengetes bagaimana perkembangan vocal anda selama 5 hari ini latihan”

“Terlihat Suzy menarik nafas dalam-dalam kemudian mulai menyanyikan reef lagu Adele “Someone Like You.”

Terdengar riuh tepuk tangan dari teman-teman Suzy setelah mendengar suara Suzy, sang tentor pun terlihat kaget dengan suara khas Suzy yang begitu tinggi.

“Waahh ternyata suara anda bagus sekali  noona, anda menyanyikan lagu ini begitu sempurna, aku tidak menyangka kalau perkembangan menyanyi anda  begitu  cepat, dan sepertinya anda memang sudah mempunyai bakat khusus dalam bernyanyi”  jelas ang tentor.

“Gomawo miss  sebenarnya sejak kecil aku sudah suka menyanyi jadi aku sudah terbiasa melatih vocalku sendiri “ ucap Suzy pada tentor berambut pirang berkulit putih pucat  berkewarganegaraan America.

 Suzy POV end

Keindahan malam di kota romantis Paris ini tepatnya dibawah menara Eiffel,, seharusnya  menjadi objek  atau tempat yang menarik untuk sepasang kekasih yang lagi dimabuk cinta, tapi  tempat seromantis ini tidak menggambarkan sepasang kekasih yang terlihat bertengkar kecil  dibawah menara eifel  yang sedang duduk disebuah bangku besi panjang , kedua orang ini tampak beradu argument sehingga mengundang beberapa orang  menatap kearah mereka.

 “Terus  apa yang harus kita lakukan?  Tidak mungkin kan aku menikah dengan orang yang tidak aku cintai, terus kalau aku tidak menuruti permintaan appaku aku bisa saja dihapus dari keluarga Kang” jelas Minhyuk  kesal.

“Tapi oppa kan tahu kalau aku masih harus melanjutkan kuliahku disini, aku tidak mungkin  menikah sebelum kuliahku kelar “ucap Eunji kekasih Minhyuk.

“Bukankah kamu bisa melanjutkan kuliahmu setelah kita menikah, dan kalau perlu aku akan beli rumah khusus untuk kita tinggal disini” usul Minhyuk berharap gadis didepannya ini bisa memenuhi permintaannya.

“Mianhe oppa kayaknya aku tidak bisa, aku tidak ingin menikah sebelum aku bisa meraih cita-citaku menjadi seorang desainer, dan kalau memang tidak ada jalan lain lebih baik kita putus saja dan kau  terimalah permintaan appamu dari pada kau membuat appamu kecewa” tolak Eunji menunduk tidak berani  menatap Minhyuk yang mungkin sekarang tidak percaya dengan perkataan yeoja yang sudah  bertahun-tahun bersamanya.

“Mak,,,mak,,sud  kau apa chagi? tanya Minhyuk terbata.

“Kita putus.”jawab Eunji mantap tersenyum miris.

“Aniyo, aku tidak mau putus denganmu, dan walaupun nanti  aku menikah dengan yeoja lain, itu tidak akan bisa membuatku bahagia, karena hanya kau yang bisa membuatku bahagia, dan aku akan bicara sama appaku kalau aku akan menikah setelah kuliahmu selesai, bagaimana ? “Tanya  Minhyuk memegang kedua pipi Eunji mencoba meyakinkan yeoja didepannya dan menarik kembali ucapan gadisnya barusan.

“Tapi appamu bilang kalau kau tidak membawaku dalam waktu seminggu bertemu dengannya dia akan menjodohkanmu dengan wanita pilihannya, jadi kusarankan lebih baik kau menikah dengan yeoja pilihan appamu, lagi pula sampai kapan kau bisa menungguku, lulus kuliahpun aku belum tentu secepat mungkin menjadi seorang desainer terkenal,  lagian appamu itu sudah tua bagaimanapun dia itu sudah  ingin melihat anak kesayangannya segera menikah, jadi lebih baik kita akhiri ini, aku yakin lambat laun oppa pasti bisa melupakanku dan bisa belajar mencintai yeoja lain.”jelas Eunji , walaupun sebenarnya gadis ini menahan rasa sakit yang sudah membuat sedikit tubuhnya lemas, tapi apa boleh buat ia juga tidak bisa menyia-nyiakan mimpinya sejak kecil walaupun sebenarnya harus melukai namja yang dicintainya tetapi demi mimpi gadis ini ia lakukan.

“tapi …”

“Sudahlah oppa lupakan aku, aku juga tidak bisa mengorbankan mimpiku hanya karena cinta .”potong Eunji yang kini sudah beranjak meninggalkan Minhyuk yang sudah terlihat frustasi, dan tidak berniat lagi mengejar yeoja yang sudah mulai menghilang dari pandangannya karena sedikit berlari ,,sakit didada Minhyuk terasa sesak  mendengar setiap perkataan yeoja yang sudah  tiga tahun menjalani cinta dengannya,, betul-betul miris yang dirasakannya tidak pernah terbayangkan kisah cintanya akan berakhir semudah ini hanya karena  sebuah mimpi.

Disisi lain tetapi di negara yang berbeda  terlihat seorang yeoja  berlari dikejar dua orang namja berbaju hitam dan memakai topeng , tapi apalah daya seorang yeoja dibandingkan seorang namja, yeoja itu terlihat meringis kesakitan  ketika pergelangan tangannya ditarik paksa oleh orang yang sedari tadi mengejarnya.

“Mau kemana kamu nona Kim?  hahaha kamu tidak bisa lagi kabur dariku, ternyata istri dari seorang pengusaha terkenal di negara ini aslinya sangat cantik.”goda  namja bertopeng didepannya memainkan wajah Suzy.

Suzy POV

Apa yang ingin kalian lakukan haah .. lepaskan aku bentakku pada namja yang  tepat berada didepanku  mengelus-ngelus pipiku. ishh menjijikkan.

“hahahahaha,,,, apa lagi yang kita inginkan dengan seorang istri dari pengusaha kaya seperti suami anda”  ucap namja yang  mengeratkan tangannya dileherku.

“Arasso,berapa  banyak yang kalian inginkan? Aku akan berikan tapi sebelumnnya lepaskan aku dulu.” ucapku sedikit takut karena kulihat salah satu  namja itu mengeluarkan pisau tajam.

“Tidak semudah itu noona Kim,  kami tidak akan meminta uang langsung denganmu tapi melalui suamimu, jadi kusarangkan telepon sekarang suamimu atau pisau ini akan menghilangkan nyawamu” titahnya mendekatkan pisau tersebut tepat didepan wajahku.

Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan aku tidak mungkin menelpon Myungsoo, bisa-bisa dia marah, dan curiga kalau mengetahui aku keluar malam-malam begini, bisa-bisa semua rencana yang sudah ku susun gagal,, eotte apa yang harus aku lakukan,,, pokoknya aku tidak akan menelpon Myungsoo.

“Andwaee aku tidak mau menelpon suamiku, kalau kalian ingin membunuh aku, bunuh saja aku sekarang .”perintahku sedikit takut.

“Baiklah nyonya Kim, kalau itu yang anda inginkan ucapnya dan kulihat namja didepanku sudah mengayungkan tangannya dan semakin mendekatkan pisaunya kearah leherku, kututup mataku dan sedikit pasrah apa yang akan terjadi  selanjutnya.

Mwo? kenapa sekarang seperti tidak ada lagi yang mendekap leherku terus suara apa itu?.

Kubuka mataku perlahan dan mendapati kedua namja yang mengancamku tadi sudah tersungkur ditanah  dengan sudut bibir yang berdarah,  kulihat seorang namja tinggi berkulit putih  sudah bersiap menhajar kedua namja tersebut tapi kedua namja itu sudah berlari ketakutan, kira-kira siapa namja itu ..? tampan sekali dia.

“Gomawo..”ucapku sedikit tersenyum  membungkuk padanya.

“ne,apa noona baik-baik saja?” tanyanya  sedikit khawatir

“Ne.. gwencahana, Bae Suzy imnida , bangapseumnida” kataku mengulurkan tanganku padanya.

“Kim Soo Hyun imnida, nado bangapta”  jawabnya membalas uluran tanganku.

Kuharap namja didepanku ini tidak mengenalku, tetapi sepertinya aku pernah melihat namja ini dimana ya? mukanya sangat familiar.

“Kalau boleh tahu  apa yang sedang kau lakukan malam-malam begini ?” tanyanya pada saat kami sedang berada di salah satu café  yang sudah tidak jauh dari apartemenku.

Apa aku harus terus terang saja dengan namja didepanku ini sepertinya dia tidak mengenaliku sama sekali dan namja ini kelihatannya sangat baik.

“sebanarnya  aku lagi mencari tempat casting, aku ingin menjadi seorang artis terutama seorang penyanyi..”jawabku ragu.

“Kebetulan sekali, sebenarnya aku sedang mencari  teman duet untuk menyanyi denganku dan aku mengadakan casting  untuk para yeoja..”ucapnya yang kini sudah membuat mataku berbinar.

“Jinjja?”

“Nde, kalau kau mau besok datang ketempat ini”Katanya menyerahkan sebuah alamat padaku.

Kubaca kartu nama yang dia berikan padaku, dan.. OMO!!!! Kim Soo Hyun, jadi dia Kim Soo Hyun artis yang…” Kututup mulutku tidak percaya memandangnnya intens, Omona mimpi apa aku semalam bisa bertemu dengan artis setenar dia.

Lambaian tangan Kim Soo Hyun menyadarkanku dari lamunan indahku tentang pangeran tampan yang di idam-idamkan para yeoja kini berada tepat didepanku.

“Gwencahana?”Tanyanya  bingung dengan ekspresi wajahku yang kurasa terlihat bodoh sekarang.

“Ahh ne, nan gwenchana, keunde, apakah kau benar Kim Soo Hyun artis yang terkenal itu..?” tanyaku  mencoba meyakinkan apa yang ada dipikiranku sekarang.

“Ne, aishh.. aku pikir kau sudah mengenalku sedari tadi,  ternyata masih ada yeoja yang tak begitu mengenalku padahal  aku pikir yeoja se korea tidak ada yang tidak mengenalku, ternyata aku masih kurang populer ne.. “Tanyanya tetapi terdengar sedikit candaan yang membuatku hanya terkikik pelan.

Suzy POV end

 Author POV

Matahari mulai beranjak dari pengaduannya bersiap menjadi saksi bisu makhluk hidup yang disinarinya setiap hari, cahayanya kini sudah menembus gorden kamar seorang gadis yang masih dibungkus selimut diatas ranjang king size, raut wajahnya masih  tergambar sedikit kelelahan, namun lantunan sebuah lagu  dari hendphonennya  terpaksa membangunnkannya dari mimpi indahnya, masih dengan mata tertutup Suzy meraba-raba asal suara yang telah menganggunya, meraihnya tanpa menatap layar di ponselnya.

“Halo,nugu?” kenapa pagi-pagi begini  menelpon, menganggu orang tidur saja.”gerutu Suzy kesal masih dengan suara khas orang yang baru bangun tidur.

“Yaaak,, babo,, baru ditinggal beberapa hari sudah lupa dengan suaminya,,, Pali kamu bangun dasar yeoja pemalas” cibir Myungsoo yang terdengar mengeluarkan suara macannya.

“Myungsoo oppa..” sambil cengengesan. “Oppa kapan pulang ..?” Tanya Suzy sambil memeluk guling disampingnnya dan  kini sudah membulatkan matanya mendengar suara Myungsoo yang hampir saja merusak gendang telinganya.

“Satu bulan lagi,,,” canda Myungsoo, tetapi terdengar nada serius.

“Baguslah oppa ..”jawab Suzy santai tanpa memikirkan perkataannya barusan yang terdengar senang, dan membuat sang suami kaget dengan perkataanya barusan.

“Mwo? apa yang kau katakan bagus?” Kenapa kau kedengarannya senang sekali kalau aku berlama-lama disini, apakah kamu berselingkuh denganku disana haahh..”ketus Myungsoo kesal mendengar jawaban Suzy yang menurutnya tidak ada kerinduan yang tersimpan dihati istrinya.

“Aniyo oppa, maksud aku baguslah  kalau kamu satu bulan disana berarti aku bisa kesana menyusul oppa..”elak Suzy sedikit gugup dengan pernyataanya barusan.

“Awas saja kalau kau sampai menyembunyikan sesuatu padaku”ancam Myungsoo dengan suara yang terdengar ketus.

“Kalau begitu sudah dulu ya oppa aku ada urusan penting .. bye..” seru Suzy menutup telepon secara sepihak.

Author POV end

Myungsoo POV

Yeoja itu membuat kesal saja, aku kan belum selesai bicara malah menutup teleponnya begitu saja, padahal aku ingin memberitahunya  kalau sebenarnya aku akan pulang hari ini ,aishh..  tapi tunggu.. urusan penting?? urusan penting apa maksud Suzy?? apa jangan-jangan …?? Andwae,,, pekikku prustasi,, terserah dia sajalahlah, lebih baik sekarang aku ke kamar Minhyuk, setelah berada dikamar Minhyuk tepatnya didepan kamar hotelku  kulihat Minhyuk begitu frustasi meringkuk disamping ranjangnnya membenamkan wajanya dikedua lututnya.

Apa yang terjadi dengan namja sipit ini?? tidak biasanya dia seperti ini, apa dia sedang sakit, tapi tidak mungkin kalau dia sedang sakit seharusnya dia kan berbaring di kasur bukan seperti anak kecil yang  habis dimarahi oleh eommanya.. aneh!!

“Hyukie-ah ada apa denganmu?” tanyaku  yang sudah tepat berada disampingnnya.

kulihat wajahnya sedikit sembab, terlihat seperti habis menangis.

“Myungsoo-ah aku putus dengan yeojachinguku”  jawabnya datar  dan kini sudah berdiri duduk ditepi ranjang.

“Mwo? kenapa bisa?? padahal aku belum  sempat berkenalan dengannya “ kagetku dan duduk disampingnnya menatapnya dengan wajah yang terlihat memprihatinkan.

“Ini semua karena permintaan appaku yang menyuruh aku cepat menikah, dan kalau sampai seminggu aku tidak membawa pacarku maka appaku akan menjodohkanku dengan wanita lain” jelasnya menunduk sedih disertai helaan nafas yang terdengar begitu berat.

“Terus kenapa kalian bisa putus?” tanyaku antusias.

Kulihat Minhyuk tersenyum masam kearahku, senyuman untuk menyembunyikan kesedihan yang sangat terlihat di matanya.

“Karena mimpi dan cita-citanya, dia belum siap menikah sebelum mimpinya menjadi seorang desainer terkenal tercapai, dan kau tahu apa lagi yang dia katakan, dia tak semudah itu mengagalkan mimpi dan cita-citanya sejak kecil hanya karena cinta.”jelas Minhyuk panjang lebar yang kini sudah membuatku sedikit kaget.

“Mimpi..” kenapa aku jadi ingat keinginan Suzy seminggu yang lalu.

“Tapi kan oppa , sebenarnya ini adalah mimpiku dulu , jauh sebelum mengenalmu aku ingin sekali menjadi penyanyi, tetapi sayang, eomma lebih memilihku menjadi seorang bisniswoman, padahal aku sama sekali tidak menyukainya. Oppa .. hiks.. hikss.. jebal,, hanya ini yang bisa membuatku bahagia, ini keinginan terbesarku yang belum bisa aku capai.”

 

Eotthoke? bagaimana kalau Suzy menceraikanku karena tidak menyetujui  mimpinya menjadi seorang artis, apakah aku akan bernasib sama dengan Minhyuk, yang bedanya hanya status, Minhyuk diputuskan pacarnya dan aku diceraikan istriku andwaee,, andwae teriaku frustasi mengacak rambutku.

“Yakkk Kim Myungsoo kamu kenapa hahh? yang sakit hati itu aku apa kau ? kenapa kau lebih frustasi dariku.”teriak Minhyuk menatapku aneh.

Myungsoo POV end

Author POV

Terlihat seorang gadis sedang merapikan wajahnya didepan cermin lebih tepatnya meriasi wajahnya dengan make up  tipis dengan sedikit pelembab wajah dan lipgloss menambah kecantikan dari wajah yang sedari tadi tersenyum didepan cermin, dengan menggunakan kaus longgar dan hotpants, sedikit jepitan yang menhiasi rambut panjangnnya dan sepatu heels boots selutut , mengawali langkah paginya untuk mengunjungi tempat yang ditawarkan namja yang semalam menolongnnya.

Tepat didepan sebuah gedung bertuliskan  Star Entertainment  gadis ini menarik nafas panjang kemudian melangkahkan kakinya memasuki  gedung mewah tersebut, terlihat beberapa orang saling berbisik menatap Suzy, mungkin seperti ini pembicaraan orang yang menatap Suzy.

“Bukankah itu  istri dari seorang Kim Myungsoo pengusaha muda yang kaya raya itu..”bisik salah satu dari mereka.

“Ne, tapi untuk apa dia kesini..”

Itulah gumaman mereka yang masih bisa didengar oleh Suzy.

Suzy hanya bisa  sedikit tersenyum menatap orang-orang disekitarnya.

Belum sempat Suzy memasuki lift tiba-tiba seseorang memegang pundaknya dari belakang dan menhentikan langkahnya , dengan reflek Suzy menoleh  dan melihat dua namja, namja tampan dan namja paruh baya tersenyum  simpul padanya.

“Ehh Soohyun oppa anyeonghaseyo..” sapa Suzy membungkukkan badannya kepada kedua namja yang berbeda umur itu.

“Anyeonghaseyo Suzy-ah, perkenalkan ini tuan Song pemilik agengsi dari Star Entertainment

dan tuang Song ini Bae Suzy gadis yang baru saja aku ceritakan.

“Senang bertemu anda nona, dan sepertinya anda benar-benar cocok jadi artis tidak salah Soohyun memilihmu “ sapa tuan Song ramah.

“Gomawo tuan Song, senang juga bisa bertemu dengan anda” sapa Suzy balik tidak kalah ramah

“Tapi, tunggu sepertinya aku pernah melihat anda, kenapa wajah anda terlihat familiar” ucap namja paruh baya itu menyentuh keningnnya dengan jari telunjuknya seakan berfikir keras.

“Ahh sudahlah tuan, mungkin saja wajah nona Suzy mirip dengan seseorang yang pernah anda lihat. lebih baik sekarang  kita ketempat casting saja” ajak Soohyun  memecah kegugupan Suzy.

Suzy POV

Ahh.. lagi-lagi namja tampan ini menyelamatkanku, untung saja  namja paruh baya ini bisa mempercayai Soohyun oppa, kalau tidak tamatlah riwayatku, jika dia mengenalku.
Sekarang aku sekarang berada  di ruang casting  bersama Soohyun oppa dan tuan Song, tapi kenapa cuma aku yang di casting kemana  yang lainnya..?

“Mianhe tuan song kenapa cuma saya yang  ada disini ?? yang lain kemana..?’’tanyaku sedikit tak mengerti.

Kulihat kedua namja ini tersenyum simpul dan tuang song seakan member isyarat kepada Soohyun oppa untuk menjelaskan maksud dari pertanyaannku.

“Sebenarnya kami sudah melakukan casting beberapa hari yang lalu, tetapi belum ada yang cocok denganku jadi kau  gadis terakhir yang akan kami casting dan kuharap kamu adalah orang yang tepat untuk berduet denganku jelas Soohyun..”diiringi senyum  tuan song

“Jinjja? baiklah … aku akan memperlihatkan suara terbaikku” ucapku antusias.

Setelah menyanyikan lagu dari Pink – Try,  kulihat kedua namja didepanku tersenyum puas dan bertepuk tangan.

“Waahh suaramu sangat bagus Suzy-ssi, pengucapan bahasa inggrismu betul-betul sempurna. kayanya kamu akan menjadi calon bintang penyanyi yang terkenal” komentar tuan song tersenyum padaku.

“Ne Suzy-ahh tadi sangat bagus, baru kali ini aku mendengar suara yang begitu indah dan kau bisa mencapai nada yang begitu tinggi, aku yakin lagu duetku kali ini akan disukai banyak orang” tambah Soohyun oppa yang kini sudah membuatku sangat bahagia  ditambah penuturan dari tuang song.

“Gomawo tuang song, Soohyun oppa , jadi ..? apa aku diterima ?” tanyaku antusias dengan mata yang sudah berbinar-binar.

“Ne Suzy-ssi mulai besok kamu bisa latihan, dan besok kamu datang pukul tujuh malam, soalnya  besok siang Soohyun harus syuting film” seru tuan song

Dengan replek karena saking senangnnya aku berlari kearah Soohyun oppa dan memeluknya erat

“Gomawo oppa, aku sangat senang bisa bekerja sama denganmu” ucapku yang masih memeluknya.

“Ne..ne.. aku juga senang bisa bernyanyi bersamamu Suzy-ah “jawab Soohyun oppa yang  kurasa sedikit gugup karena memeluknya.

“Aaahh, mianhe aku tidak bermaksud memelukmu aku hanya merasa senang sekali hari ini” ucapku ketika pelukanku sudah kulepas, dan kugaruk tengkukku yang kurasa tidak gatal.

“Ne, gwenchana”  ucap Soohyun oppa tersenyum.

“Kalau begitu aku pulang dulu, soalnya ini sudah malam sekali pamitku pada tuang song dan Sooyun oppa, setelah seharian berlatih dan memperdengarkan suaraku.

Suzy POV end

 Myungsoo POV

Aku merasa senang bisa balik lagi ke Korea, itu berarti aku akan bertemu dengan istriku yang sudah beberapa hari ini kurindukan, kulirik jam tangan yang sudah menunjjukkan pukul sepuluh malam sembari menaiki mobil yang sudah disiapkan oleh pengawal  dan mulai duduk dibelakang pengemudi, pasti yeoja itu kaget atas kepulanganku yang seharusnya dua hari lagi, siapa suruh dia memutuskan panggilanku kemarin  begitu saja, padahal aku cuma mau bilang kalau aku pulang hari ini, ya aku terpaksa cepat pulang karena melihat kondisi Minhyuk dengan yeojanya, aku jadi tidak tega dengannya, tak butuh waktu lama akhirnya aku sampai tepat didepan apartemanku, mulai berjalan memasuki lift  dengan senyuman yang terus mengembang dipipiku, rasanya aku tidak sabar ingin memeluknya, ahh Suzy-ah bogoshippo gumamku saat sudah tepat berada didepan pintu apartemenku, kutekan beberapa digit nomor sandi apartemanku, tapi kenapa gelap sekali, sepertinya Suzy tidak ada disini,bukankah yeoja itu takut kegelapan jadi mana mugkin dia mematikan semua lampu, kemana perginya yeoja itu? aku berjalan menuju kamarku setelah menyalakan semua lampu apartemenku dan berjalan menuju kamarku tapi nihil, yeoja itu tak ada dikamar.

Kemana perginya gadis itu awas saja kalau dia pulang, belum sempat kurebahkan tubuhku diranjang kudengar suara pintu terbuka, aku berjalan keluar kamarku dan kudapati Suzy terlihat sedikit bingung, mungkin dia bingung karena lampu apartemen yang sudah menyala.

“Dari mana saja kau sampai jam segini baru pulang ?”tanyaku melipat kedua tanganku didepan dada.

“Mwo? kenapa bisa oppa ada disini, bukannya seharusnya oppa sebulan lagi disana..?” tanyanya balik memasang wajah tak bersalah.

“Itu tidak penting, sekarang jawab pertanyaanku kau dari mana haah?”tanyaku lagi meninggikan sedikit suaraku.

“Oppa bogoshippo” ucapnya yang tiba-tiba memelukku tanpa menggubris pertanyaanku barusan

jujur aku juga sangat rindu padanya dan ingin memeluknya sekarang tapi untuk sekarang  kuurungkan.

“Apa kau habis bersenang-senang dengan namja yang bernama Kim Soohyun..?” tanyaku  sedikit menyeringai dan membuatnya melepaskan pelukannya dan menatapku heran.

“Op ..oppa apa maksud mu? aku tidak mengerti?”tanyanya terbata dengan raut wajah yang sedikit takut.

“Kau tidak usah bohong cukup jawab dengan jujur, atau apa aku perlu menjelaskan semuanya,kalau namja yang bernama Kim Soohyun yang telah menolongmu sehabis kamu latihan vocal dan mengajakmu ke restoran makan malam dan menawarimu untuk bernyanyi  dengannya dan sekarang mimpimu itu akan tercapai karena Star entertainment sudah menerimamu jelasku panjang lebar  yang sudah membuatnya terbelalak sempurna dan sedikit ketakutan.

“Ba.. Bagaimana oppa bisa tahu semuanya? siapa yang  memberitahumu tanyanya sedikit tegang

“Kau pikir aku orang bodoh yang akan meninggalkan sendiri istriku tanpa pengawasan dariku, aku menyuruh seseorang untuk mengawasimu selama aku pergi. Mulai dari kau mendaftar kursus vocal aku sudah tahu semuanya, jadi kuperingatkan kau untuk menolak kerja sama itu.”ujarku meninggalkannya yang masih mematung didepan pintu dan memasuki kamarku, tapi belum sempat kuraih knop pintu kurasakan seseorang memelukku dari belakang.

“Oppa mianhe, jeongmal mianhe aku melakukn ini tanpa persetujuanmu ini semua karena aku ingin menwujudkan mimpiku, jadi kumohon izinkan aku ne” rengeknya  memelukku erat.

Mwo? mimpinya, kenapa aku jadi teringat dengan yeojanya Minhyuk yang memutuskan Minhyuk hanya karena mimpinya, terus bagaimana kalau aku tidak mengizinkannya dan Suzy menceraikanku, eothokke..? apa aku kabulkan saja permintaanya ? tapi aku tidak suka kalau Suzy dekat  dengan namja lain, tapi bagaimana pun juga aku sebenarnya kasihan dengannya, lagian ini juga mimpi Suzy dari kecil, jadi apa salahnya aku mengizinkannya.

“Baiklah, aku akan kabulkan keinginanmu kali ini ta..”

“Jinjja?”potongnnya dengan wajah yang sudah berubah terlihat senang dan kini mengalungkan tangannya dileherku setelah kubalikkan tubuhku menghadapnya.

“Tapi kau jangan senang dulu, aku setuju asalkan kau mau menuruti tiga permintaanku gimana?” tawarku memeluk pinggang rampingnnya.

“Apa pun itu aku setuju oppa..” jawabnya mencubit hidungku.

“Baiklah, pertama kamu harus berjanji cuman mencintai aku seorang , dan tak akan pernah menceraikanku pintaku  mencubit kedua pipinya yang sudah memerah.

Suzy melepaskan rangkulannya dari leherku yang otomatis kulepas pelukanku karena menjauh dariku dan tertawa terbahak-bahak menuju kamar kami.

“Yaaak kenapa kamu tertawa, apa ada yang lucu ?”seruku mengampirinya  yang sedang  melepaskan sepatu bootsnya di sofa kamar kami.

“Hahaha… lagian permintaan apa itu, tanpa kau memintapun aku tidak akan pernah melakukannya, karena aku hanya mencintaimu seorang dan tak akan mungkin menceraikanmu yeobo..” ujarnya. ”Terus yang kedua apa..?” tambahnya lagi.

“Hmmmm.. kalau yang itu tidak sekarang, soalnya aku masih sangat lelah, jadi nanti saja ne..”jawabku duduk disampingnnya,  menatapnya sediki nakal.

Kulihat Suzy sedikit menaikkan alisnya, hahaha pasti yeoja ini tidak mengerti perkataanku barusan, tenang saja Suzy-ah sebentar lagi aku akan memilikimu seutuhnya dan kamu tak akan menolaknya batinku memeluk kembali pinnggannya.

“Maksudmu apa oppa? Tanyanya.

“Ahhh sudahlah kau tidak usah memikirkan itu sekarang nanti juga kau akan tahu sendiri.”Jawabku

Myungsoo POV end

Author POV

“Tidak bisakah perjodohan ini dibatalkan?” Aku  tidak mungkin menikah dengan gadis yang tidak aku cintai.”Mohon Minhyuk pada appanya.

“Tidak, perjodohan ini tidak akan pernah dibatalkan, lagian juga appa kan sudah bilang kalau kau tidak membawa yeojachingumu kesini itu berarti kau menyetujui perjodohan ini,  lagi pula kalau yeojachingumu mencintaimu ia seharusnya senang  kau melamarnya karena itu berarti kau serius dengannya.”ketus namja paruh baya itu.

“Tapi dia masih kuliah appa, dan harus menyelesaikan kuliahnya dulu baru siap menikah, jadi tidak bisakah ini semua dibatakalkan saja ..? tunggu sampai dia selesai ne, jebal appa mohon Minhyuk yang sudah bersimpu memegang kedua kaki ayahnya.

“Minhyuk berdiri, jangan membuat appa tambah marah, apa pun yang kau lakukan perjodohan ini tidak akan dibatalkan, jadi bersiap-siaplah.”ujar Tuan Kang tanpa menatap anaknya yang masih setia memegang kedua kakinya.

“Ani, aku tidak akan berdiri sebelum appa memenuhi permintaanku, jadi kumohon appa..” rengek Minhyuk yang semakin  mengeratkan tangannya dikaki ayahnya.

“Kang Minhyuk, appa bilang berdiri, kau jangan jadi anak pembangkan seperti ini, lagi pula appa yakin gadis ini lebih baik dari yeojachingumu jadi berhentilah bersikap seperti ini.”tegas Tuan Kang yang kini sudah melepaskan tangan anaknya dan meninggalkan minhyuk yang sudah terlihat sangat frustasi.

Author POV end

Sudah tiga hari semenjak Myungsoo menyetujui permintaan istrinya, Myungsoopun selalu mengantar istrinya pergi  ketempat istrinya berlatih vocal yang hanya dua kali seminggu, dan selebihnya Suzy berlatih menyanyi dengan pasangan duet barunya. walaupun sebenarnya Myungsoo beberapa kali cemburu saat menyaksikan istrinya bersama dengan Kim Soohyun,  sedangkan Minhyuk selalu bersikap dingin terhadap appanya, tapi appanya tidak pernah mempedulikan itu semua, baginya menjodohkan putra tunggalnya itu adalah hal yang tepat agar Minhyuk bisa lebih bersikap dewasa lagi.

“Minhyuk ingat besok malam pukul delapan di restoran  Flower jangan sampai telat.”ujar namja paruh baya yang sedang menyantap sarapan paginya.

Minhyuk yang selalu bersikap acuh kini telah berdiri meninggalkan appanya tanpa menjawab ucapan appanya, ia berjalan gontai kearah pintu keluar  yang hanya mendapat gelengan kepala dari appanya yang melihat sikap Minhyuk barusan, dibukanya pintu mobilnya dan mulai menginjak gas dan menjalankan mobil ferrarry putih miliknya, suasana hati yang sangat tidak mendukung dikala mengingat pekataan appanya, apalagi besok  malam dia akan bertemu dengan calon istrinya, jujur hati laki-laki ini ingin sekali memberontak merasakan sakit yang dirasakannya, bagaimana tidak dia baru saja putus dengan pacarnya hanya gara-gara keegoisan seorang ayah yang memaksa anaknya cepat menikah  dan sekarang harus menikah dengan gadis yang sama sekali belum ia temui,  hatinya saja belum bisa melupakan yeojanya, yang lebih memilih mimpinya dibandingkan cintanya terhadap Minhyuk selama ini walaupun disakiti dan diputuskan begitu saja tapi rasa cintanya begitu besar sehingga ia sulit membenci mantan yeojachingunya apalagi melupakannya,vsekarang ia sudah sampai digedung mewah berlantai tiga puluh yang merupakan perusahaan sahabatnya Myungsoo, dia  lebih memilih ke kantor sahabatnya dari pada kantornya sendiri karena  appanya yang meminta sendiri untuk lebih focus mempersiapkan dirinya untuk pernikahannya nanti.

Belum sempat ia melangkahkan kakinya memasuki gedung mewah itu, tiba-tiba seseorang memanggilnya dari arah belakang yang memberhentikan langkahnya

Min.. Minhyuk oppa.. tunggu aku .” teriak seseorang dari arah belakang.

“Suzy-ah ,wae?? kenapa kau berlari kaya dikejar setan saja celoteh Minhyuk.

“Hehe.. oppa mau keruangan Myungsoo oppa kan, jadi kita bareng saja.”ujar Suzy.

SKIP

at Myungsoo-Suzy Apartemen 21.00 kts

Suzy POV

Ethokke, kenapa aku bisa lupa kalau tanggal ini aku lagi dapet, mana perutku sangat sakit lagi, persediaan pembalutku juga sudah habis, terus apa yang harus aku lakukan, masa aku harus suruh  Myungsoo oppa membelinya, mau taruh dimana wajahku,omona apa yang harus aku lakukan ? Tidak mungkinkan aku didalam kamar mandi ini terus, aish aku berjalan bolak balik didepan wastafel merutuki diriku sendiri lebih tepatnya merutuki kebodohnku yang melupakan bahwa hari ini aku lagi datang bulan.

“Suzy-ah, apa yang kau lakukan didalam sana ?? kenapa lama sekali ..”teriak Myungsoo yang membuatku berhenti mondar mandir dan sedikit takut dan malu atas apa yang harus aku lakukan sekarang.

“Ne oppa,, sebentar.” teriakku tidak kalah keras namun gugup.

Kubuka pintu kamar mandi perlahan dan menhampiri Myungsoo oppa di ranjang  yang sedang sibuk membaca majalah bisnis sembari duduk didekatnya.

“Oppa perutku sakit sekali bisakah aku minta tolong..?”tanyaku memegang perutku yang sakit.

“Wae yeobo ?? kenapa perutmu bisa sakit? apa aku panggilkan dokter sekarang tawarnya khawatir  melipat majalahnya dan kini focus menatapku khawatir.

“Ani oppa, ini tidak butuh dokter, soalnya penyakit ini selalu datang setiap bulan.”ucapku sedikit malu, dan dapat kulihat raut mukanya yang kurang mengerti dengan penjelasanku barusan.

“Mwo? setiap bulan, apa penyakitmu itu berbahaya? kenapa harus datang setiap bulan.”tanyanya  polos.

“Aniyo oppa ini bukan penyakit yang berbahaya, tapi penyakit yang dialami setiap yeoja.

“Dialami setiap yeoja, penyakit apa itu, lihat wajahmu pucat sekali yeobo, lebih baik kita ke dokter ne.?” tawarnya lagi khawatir mengelap keringat dingin dipelipisku dan menyibakkan anak rambutku yang menhalangi wajahku, sepertinya perutku  betul-betul sakit sekarang.

“Arghh,,oppa sakit.”ringisku memegang perutku dan berbaring meringkuk  lebih tepatnya tengkurap berharap rasa sakitnya hilang tapi kurasa nihil.

Kenapa perutku sakit sekali mana aku belum pakai pembalut lagi, kalau aku tembus  bagaimana ? aku sangat malu kalau melihat Myungsoo oppa. Lebih baik aku tanya saja.

‘Oppa tamuku sedang datang jadi bisakah kau membelikan aku sesuatu yang bersayap?”tanyaku dengan suara parau, aishh aku betul-betul malu sekarang, ini baru pertama kalinya aku meminta pada seorang namja.

“Mwo? tamu ? memangnya siapa yang datang ? terus kenapa kau ingin menjamunya dengan sayap ?”cerocosnya  yang sudah membuatku naik pitam sekarang, bagaimana tidak, sedari tadi aku menahan malu menjelaskan apa maksudku dia tidak mengerti juga, aishh..namja babo.

“Yaak oppa itu pura-pura bodoh atau memang bodoh ? kenapa dari tadi mengerti juga dengan maksudku.” ketusku kesal masih setia memegangi perutku yang sakitnya makin ketulungan.

“Sungguh aku tidak mengerti yeobo, maksud kau tadi apa sebenarnya..”sesal Myungsoo kalang kabut, tidak tahu harus berbuat apa.

“Hari ini adalah hari itu jadi aku butuh sesuatu yang bersayap..’’kataku sedikit kikuk, aishh eothokke aku betul-betul merasa malu.

“Hari ini hari apa? sesuatu yang bersayap??”tanyanya masih bingung, aishh baiklah sepertinya aku harus membuang semua rasa maluku sekarang dan harus mengatakaannya dengan jelas.

“Aku lagi datang bulan oppa jadi bisakah kau membelikanku pembalut yang bersayap.”ucapku akhirnya yang membuatnya membulatkan matanya sempurna, dan menatapku tak habis pikir dan kulihat dia sedikit  kecewa.

Suzy POV end

Myungsoo POV

“Yeoja itu menyusahkan sekali, kenapa yeoja itu ribet sekali ? kenapa harus ada yang namanya datang bulan? lihat saja sekarang aku berlari seperti orang gila ke supermarket dekat apartemenku untuk membeli pembalut, kenap harus datang bulan disaat yang tidak tepat begini kalau begini rencanaku  malam ini gagal jadi, kenapa harus datang sekarang, kenapa tidak waktu aku ke paris saja datang bulannya,  padahal aku sudah membayangkan apa rencanaku malam ini, baru kulangkahkan kakiku untuk meraih sesuatu yang keramat itu kulihat beberapa yeoja memandangiku.
“Namja itu sangat tampan dibandingkan idol pria yang ada di korea. (emang iya ?? masih ada yang lebih dari Myungsoo #lol,,, kan emang dia idol) jika  aku punya  namja seperti itu aku pasti sudah sangat bahagia.”gumam salah satu yeoja dan yang lainnya terlihat lompat-lompat senang.

Apa yang harus aku lakukan, aku menggaruk tengkukku yang kurasa tidak gatal dan berjalan sedikit demi sedikit menuju dimana pembalut letak pembalut wanita, dan dengan langkah pasti sedikit lagi aku hampir meraihnya tapi kurasakan seseorang mencegahku dan menarik tanganku.

Biar aku saja oppa yang mengambilnya.” serunya sedikit tersenyum padaku dan meraih pembalut itu

“Gomawo Naeun, kalau tidak ada kau aku tidak tahu lagi mau ditaruh mana mukaku apalagi tadi banyak sekali orang di supermarket itu.”ucapku ketika kami sudah berada di pinggiran jalan

“Ne,,cheonma Myungsoo oppa, ngomong-ngomong sebenarnya tadi aku ingin ke apartemenmu untuk menemuimu, tapi karena aku lihat kamu berlari  jadi aku mengikutimu.”jelas Naeun dan otomatis menhentikan langkahku.

“Ada apa kau ingin menemuiku? apa ada hal yang penting yang ingin kau katakan.? Tanyaku.

SKIP

Myungsoo POV end

Author POV

gadis cantik ini sudah terlihat sangat pucat sekali, dia sebenarnya tidak tahan lagi dengan perutnya yang terasa sangat sakit, rasa sakitnya sekarang terasa sedikit berbeda pada saat ia lagi dapat, sepertinya rasa sakit akibat datang bulannya ini ditambah dengan  penyakit lambungnnya yang kambuh, beberapa kali ia mengubah posisi tidurnya bahkan sampai tidur dilantai demi mencari posisi nyaman agar sakit perutnya bisa hilang tapi nihil rasa sakitnya bertambah, sebenarnya gadis ini  ingin menelpon suaminya tapi diurungkan karena melihat ponsel suaminya yang ternyata berada diatas nakas samping tempat tidurnya, ringisannya semakin menjadi sembari memegangi perutnya, air matanya pun sudah membasahi kedua pipinya saking tidak tahannya.

“Oppa eoddiga ?? ini sakit sekali oppa, hiks.. oppa hiksss..” tangisnya memanggil nama suaminya yang kini sudah berguling tidak jelas dilantai kamarnya.

Karena tidak tahan lagi, yeoja ini berusaha berdiri dan meraih ponselnya dan menelpon seseorang, walaupun sebenarnya awalnya dia ragu untuk menhubungi  seseorang yang akan diteleponnya sekarang.

Sedangkan ditempat lain tepatnya disebuah café terlihat sepasang namja dan yeoja asyik bercengkrama, yang membuat namja berlesung pipi itu lupa tujuan awalnya,

“Oppa sebenarnya aku ingin meminta maaf atas kesalahanku selama ini, mulai dari mengakuimu  sebagai  pacarku dulu, dan soal di bandara, dan aku juga meminta maaf atas perlakuanku terhadap Suzy. jeongmal mianhe oppa.”lirihnya  sedikit terisak  memohon  memperlihatkan muka bersalahnya

“Ne, gwenchana Naeun-ssi , aku memaafkan semua kesalahanmu, jadi kau tidak usah menangis ne ucap Myungsoo memberikan tisu ke Naeun

Gadis ini tampak senang sekali, karena actingnnya kali ini berjalan mulus.

“Jadi maukah kau menjadi chinguku.”tawarnya  menyodorkan jari kelinkingnnya yang otomatis dianggukan oleh Myungsoo dan menaukan kelinkinngnnya dijari Naeun.

“Oh ne. Kalau begitu aku pulang dulu Naeun-ssi soalnya Suzy sedang sakit ujar Myungsoo yang ingin berdiri dan meraih kantong plastic didepan Naeun

“Chankkaman oppa, bisakah kita makan bersama untuk merayakan pertemanan kita.”tawar Naeun yang lagi-lagi memelas memasang aegyonya.

“Tapi,,aku harus segera pulang Suzy sedang sakit jadi lain kali saja ne..”tolak Myungsoo

“Yaahh, oppa kalau begitu temanin aku makan saja ne, aku yakin Suzy tidak apa-apa , bukankah dia hanya sakit perut ? karena lagi dapat itu hal biasa bagi yeoja, jadi  temani aku sebentar saja ne .. jebal oppa.”mohon Naeun yang lagi-lagi beraegyo manja didepan Myungsoo

Baiklah,cepat pesan makanannya, aku akan menunggu kau makan sampai selesai baru aku pulang.” ucap Myungsoo pasrah, padahal sebenarnya perasaannya saat ini sedang tidak enak, namja ini sebenarnya sangat khawatir dengan keadaan istrinya, tetapi dia juga tidak bisa menolak jika Naeun sudah beraygo manja seperti itu.

Setelah menemani Naeun makan, Myungsoo langsung berlari  menuju apartemennya  dengan perasaan yang sangat kalut, bahkan dia tidak peduli lagi dengan tatapan orang-orang disekitarnya, tepat didepan pintu apartemennya,dia sedikit bingung karena mendapati pintu apartemennya yang terbuka padahal setahunya sewaktu ia pergi pintu apartemennya dia tutup, dia berjalan cepat menuju kamarnya,dan ceklek,,,  dilihatnya seorang namja ingin mengangkat tubuh istrinya yang otomatis membuat rahangnnya mengeras dan mengepalkan kedua tangannya.

“Apa yang sedang kau lakukan haah..??” teriak Myungsoo geram.

TBC-

Annyeong .. seperti biasa author bawa ff ini lagi , gimana readers ?? apakah makin seru ?? oh iya , sepertinya ini ff masih ada kata-kata yang tidak baku , biasalah .. namanya juga baru .. oh iya , kemarin ada readers yang koment kalo mau edit pake replace and find ?? itu menggunakanya dimana ?? apa maksudnya di notepad ?? author udah coba , tapi kurang paham, kk :D   sekian deh basa-basinya , ditunggu komentarnya ya .. Gomawo J

56 responses to “[Freelance] Our Love and Our Married Chapter 3

  1. Seru eh… tapi heran.koq naeun tiba2 muncul dimana2… kyk spy aja.
    Nunggu Choi Minho muncul…
    Semangat thor!!! Oya koreksi maaf… td ketemu nama siwon mestinya Myung n kim dasom jadi eunji. Selebihnya perfecto ♥

  2. Makin seruuu thor..
    Siapa yang ngangkat suzy?kim soohyun kah??harusnya myung jangan marah, kan suzy lagi di tolongin.. Lagian dari tadi myung malah beduaan mulu sama sii naeun..
    Next thor😉
    Author jjang
    Myungzy jjang

  3. ishhhhh myung pabbo,apa myung mash ada rasa sm naeun???
    namjaitu siapa????apa soohyun?thor monho oppa kapan munculnya ???next fighting!!!

  4. Huaaaa thoor seru bangeet…
    Ish myungppa tu ga peka tntang urusan cewe trnyata
    heh pasti soo hyung oppa yg d panggil bs gawat nih
    next chap. D tunggu

  5. Myungsoo tidak bisa membedakan mana yang lebih penting dan tidak…. makan bersama bisa dilakukan kai. Kali.. kalau kesakitan? Apa masih bisa ditunda? Syukur2 ada yang nemuin suzy yang tak berdaya… lalu masih pantaskah dia cemburu?

    Ditunggu kelanjutannya Authornim..

    Fighting..
    😀

    • iya ..
      si myungsoo emang gak bisa membedakan mana yang penting mana yang tidak #Lol
      iya makan bersama bisa dilakukan lain kali😀
      kalo udah suzy nya kayak gitu gak mungkunn bisa ditunda ..
      syukur ya ada yang nemanin suzy😀
      kkk , myungsoo harusnya gak pantas cemburu #Lol
      makasih komentnya🙂

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s