My Destiny Is With An Angel [ Part 2 ]

Title : My Destiny Is With An Angel
23
Author : @mnandhini
Main Cast : Kim Myungsoo, Bae Sooji as Angel
Support Cast : Han Boreum, Choi Minho, Kim MinSuk, Jung Soojung
Genre : Mystery,Drama,Romance,Comedy,Sad
Type : Chapter
Credit : POSTER BY CHAERIM ON POSTER DESIGN ART
***

“Takdir,walaupun semua kejadian yang telah kita lalui jika kita sudah ditakdirkan maka sampai kapanpun kita akan bertemu dan terus bersama selamanya “ Suzy

***

“Myungsoo, apa yang sedang kau lakukan?” tanya Sooji

“mengerjakan tugas dari sekolahku, kuyakin kau tak mengerti apa yang kukatakan ini” Myungsoo tak mengalihkan pandangannya pada sebuah buku yang tebal itu, iya yakin Sooji tak mengerti apa yang ia katakana karena sejak tadi siang ada beberapa hal yang tak diketahui oleh Sooji.

“eo, nan molla” ucapnya polos sambil terus menemani Myungsoo mengerjakan tugasnya.

“sebenarnya kau dari mana sih? Ada beberapa hal yang manusia sering lakukan tetapi kau merasa asing seperti cara menggunakan sumpit kau tak bisa, itu sangat aneh” ucap Myungsoo kini berhenti menatap bukunya yang dipenuhi tulisan tulisan dan kini mulai menatap Sooji.

Dengan pertanyaan itu membuat Sooji menegang, apa yang harus ia jawab? Haruskah ia member tau Myungsoo yang sebenarnya? Argh,,, membuat Sooji frustasi.

“sepertinya ada yg kau sembunyikan padaku,marhaebwa!” ucap Myungsoo masih dengan tatapan intensnya.

“anio, tidak ada yang kusembunyikan” ucap Sooji kikuk

“mengapa? Mengapa yeoja ini sama persis dengan Sooji yang kukenal dulu, selalu membuatku nyaman, terlebih wajah mereka mirip ani bukan mirip tetapi bisa dikatakan kembar ekspresinya, matanya, hidungnya, bibirnya, semua yang dimiliki Sooji juga dimiliki oleh yeoja ini” lamun Myungsoo.

“waeyo?” ucapan Sooji membuyarkan lamunan Myungsoo

“Geojitman!!” seru Myungsoo

“anioo~ mengapa kau jahat padaku” ucap Sooji dengan wajah sedih + manjanya

“pembohong” ucap Myungsoo yang kini pandangannya telah beralih ke buku tebalnya.

“mmmm, jangan katakana aku pembohong, aku tidak suka” suzy memanyunkan mulutnya dan membuat Myungsoo tertawa dibuatnya.

“hahahaha, kau ini, kalau begitu beri tau aku, kupikir kau sangat tega membuatku bertanya tanya” ledek Myungsoo

Haruskah aku memberitaunya?? Sooji kembali bimbang. Akhh baiklah akan ku beri tau dia lagi pula kan halmeoni bilang boleh member tau satu orang saja, dan kupikir Myungsoo orang yang baikdan bisa kupercaya.

Wajah lugu Sooji kini berubah menjadi wajah yang serius.

“waeyo?” tanya Myungsoo.

“bisakah kau menjaga rahasia?” tanya Sooji pasti.

“wae?” tanya Myungsoo yang masih tak mengerti.

“kau ingin taukan siapa aku sebenarnya? Maka rahasiakan pada siapapun identitasku ini, bahkan kau tak boleh memberi tau Minsuk!” perintah Sooji

“ne?” wajah Myungsoo kini berubah menjadi sangat serius.

“Cheonsa, aku adalah malaikat dulunya, tetapi seorang seniorku disana mengutusku untuk menjadi manusia” ucap Sooji dengan perlahan.

“bwahahahah” Myungsoo tertawa terbahak bahak.

“dasar kau, kupikir kau benar benar serius mengatakan siapa identitasmu tetapi kau malah bercanada” Myungsoo menyeka air matanya karena tertawa terbahak bahak membuatnya mengeluarkan sedikit air mata.

“kau tak memercayaiku?” tanya Sooji yang melototi Myungsoo dan membuat Myungsoo memberhentikan tertawanya.

“sudahlah, itu salahku juga yang memulai pembicaraan ini, lupakan saja dan berhenti menghayal Bae Sooji” Myungsoo mengemasi buku bukunya dan beranjak dari tempatnya duduk diikuti Sooji debelakangnya.

“kau harus mempercayainya” pekik Sooji.

“baiklah anggap saja itu benar Sooji ssi” ucap Myungsoo acuh.

***

Kini Myungsoo dan Sooji sedang menonton sebuah drama bersamaan. Indra penciuman Myungsoo menangkap bau tidak enak

“bau apa ini?” ucap Myungsoo sambil mncium sekelilingnya sejenak ia menatap Sooji yang berada disebelahnya dan mendekatkan wajahnya pada tubuh Sooji.

“uekkk, kau sangat bau Sooji, cepatlah mandi” perintah Myungsoo sambil mendorong dorong Sooji untuk menjauh padanya.

“shireo, shireo” tolak Sooji.

“andwe, jika kau tak mandi kau bisa membunuhku dengan bau badanmu itu, kau dari tadi belum mandi, cepat mandi” Myungsoo menggiring Sooji menuju kamar mandi.

“aku tak punya baju” ucap Sooji sambil merengek.

Sejenak Myungsoo memasuki kamarnya dan mengeluarkan sebuah dress kuning selutut yg sangat indah, dan menyerahkannya pada Sooji.

“gunakan ini, ini baju Sooji” ucap Myungsoo –sooji yg dimaksud,sooji kekasihnya dulu-

“hehehe, membingungkan kau menyebut Sooji Sooji karena aku adalah Sooji” ucap Sooji .

Myungsoo menghela nafas “hehhh, ini gunakan saja ini, Sooji banyak mempunyai dress selutu yang indah kau boleh menggunakannya sekarang”

“ne gomawo, ini sangat indah” ucap Sooji girang dan Sooji akhirnya mau untuk memandi.

Beberapa menit telah berlalu, Sooji akhirnya keluar dari kamar mandi.

Myungsoo diam membisu melihat Sooji menggunakan dress selutu itu. “yeppo” kata itulah yang terpintas dipikiran Myungsoo.

“Myungsoo bisakah kau mengikat rambutku, aku tak bisa melakukannya” ucap Sooji.

“shireo, lakukan saja sendiri” ucap Myungsoo kikuk.

“nappeun, sekali saja” Sooji memohon dihadapan Myungsoo dengan mengeluarkan aegyonya.

“tidak” ucap Myungsoo kembali.

Sooji hanya memanyunkan bibirnya dan berusaha mencoba mengikat rambutnya, tetapi berulang kali dicoba Sooji selalu gagal pasti ada bagian rambut yang belum terikat penuh, Myungsoo akhirnya menyerah ia membantu Sooji mengikat rambutnya.

Myungsoo mengambil sisir yang berada ditangan Sooji.
“sini mendekatlah akan kubantu kau mengikat rambutmu” perintah Myungsoo dan dengan cepat Sooji duduk dibawah Myungsoo yg duduk di sofa.

Saat Myungsoo menaikkan rambut Sooji, sepintas terlihat bekas luka yang berada dileher bagian belakang Sooji yang selama ini tertutup oleh rambut.

“eohh, ada bekas luka dilehermu” ucap Myungsoo

Sooji yg rambutnya telah dikuncir rapi oleh Myungsoo sontak berbalik.

“sudah kukatakan aku adalah seorang malaikat dulunya” ucap Sooji dengan wajah yang serius, Myungsoo menatap mata Sooji “dari matanya dia seperti mengakatakan yang sebenarnya” batin Myungsoo.

“aku tak berbohong Myungsoo, percayalah padaku” lanjutnya.

“bagaimana bisa?” ucap Myungsoo tak percaya.

“molla, sepertinya ada hal yang harus ku tau didunia ini dan mengharuskan ku hidup kembali, tak semua manusia yang telah mati bisa dijadikan malaikat, anehnya aku seorang malaikat yang bahkan tak tau identitasku sendiri” ucap Sooji, Myungsoo hanya diam tak percaya mendengar pengakuan Sooji.

“bisakah kau merahasiakannya? Jika semua orang mengetahuinya mungkin aku bisa musnah dan aku tak mau itu terjadi, aku ingin mengetahui siapa aku sebenarnya, mungkin bagi orang sepertimu yang mengetahui identitasmu itu hal yang biasa, tapi bagiku ini adalah hidup matiku, mengapa diantara banyak malaikat hanya aku yang tak mengingat jati diriku sebenarnya, pertanyaan itu terus saja ternyiang dibenakku dan membuat aku ingin mengetahui sebenarnya” Sooji kini menunduk dan sebuah tetesan air berhasil membasahi pipi Sooji.

“hiks,, hiks,,” terdengar isakan dari bibir Sooji.

Myungsoo yg sedang duduk diatas sofa kini turun dan memeluk Sooji.

“aku tak akan memberi tau siapapun jadi berhentilah menangis” Myungsoo mengusap halus punggung Sooji yang sedang menangis.

***

Suasana pagi yang biasanya sunyi dan tenang dirumah Myungsoo kini telah berubah, -Sooji- yeoja itu pagi pagi buta sudah membangunkan Myungsoo.

“Myungsoo ireona” ucaap Sooji sambil menarik selimut yang melingkar dibadannya.

“Sooji mengapa kau bangun begitu pagi eoh? Tidurlah lagi sana” perintak Myungsoo yang kembali menyembunyikan tubuhnya itu dengan selimut tebalnya.

“hm bangunlah” rengek Sooji.

“ahhh, Sooji ah lebih baik kau mandi saja dulu sana, aku akan segera bangun” ucap Myungsoo dengan wajah gusarnya.

“arasseo” ucap Sooji dan pergi menghampiri lemari yang berisikan baju baju Sooji dan memilih sebuah dress putih selutu tanpa lengan yang terdapat pita dibelakangnya.

Beberapa menit setelah Sooji memasuki kamar mandi Myungsoo terbangun .

“Ahh, mengapa dia bangun sepagi ini”ucap Myungsoo, memang jam 7 KST menurut Myungsoo sangat pagi karena memang dia selalu bangun kesiangan dan selalu telat sekolah.

Mata Myungsoo menoleh kekanan dan kekiri melihat sekelilinnya, dan matanya menangkap sebuah benda yg menurutnya menarik.

Flaskback.

Huahh.. Myungsoo menakut nakutin Sooji dengan sebuah topeng yang menyeramkan.

Brugg. Tubuh Sooji terjatuh karena terkejut.

Hiks.. hiks.. yeoja itu -Sooji- menangis.

“yak, mengapa kau menangis?” tanya Myungsoo kelabakan karena melihat yeoja yang ia cintai menangis.

“mengapa kau menakut nakuti ku oppa, topeng itu sangat menyeramkan” ucap Sooji sambil menangis.

“mianhae, kupikir kau tidak takut” ucap Myungsoo sambil memeluk Sooji.

Flaskback end.

Bibir tipis Myungsoo terukir membentuk sebuah senyuman.

“apakah Sooji yang ini juga takut?” tanya Myungsoo sambil memgang topeng itu. Maksud Sooji yang ini adalah malaikat yeoja itu.

Sooji selesai mandi, ia memasui kamar Myungsoo dan tak menemukan Myujngsoo

“kemana dia?” batin Sooji, Sooji kini mencari Myungsoo, saat ia berjalan sebuah tangan kekar menahan bahunya dan saat ia berbalik.

Bruggg,, tubuh Sooji terjatuh, Shock itulah di alami Sooji.

Lagi, kejadian yang masih lekat dimemory Myungsoo kini terulang kembali.

“Sooji ah mian, kau ternyata takut” ucap Myungsoo berusaha mendekati Sooji tetapi Sooji malah mundur. Mata Sooji kini tertuju pada tangan Myungsoo yang memegang topeng itu, melihat arah pandangan Sooji, Myungsoo langsung melempar jauh jauh topeng tersebut.

“kwenchana, benda itu sudah kubuang” myungsoo kini kembali mendekati Sooji. Mata Sooji yang masih tak berkedip kini mengeluarkan cairan bening yang diyakini itu adalah air mata.

“mianhae, uljima Sooji ah” untuk kedua kalinya Myungsoo memeluk Sooji, bukankah ia terlihat dekat dengan Sooji orang yang baru dikenalnya?? Tapi mengapa Myungsoo bisa sedekat ini dengan seorang yeoja???

***

Myungsoo kini sedang berada disekolahnya, tetapi anehnya mengapa Myungsoo mengajak Sooji kesekolahnya dan menggandeng tangan mungil Sooji. Mengakibatkan yeoja yeoja yang menaksir Myungsoo menjadi cemburu.

Soojung, yeoja itu melihat Myungsoo menggandeng tangan Sooji, “bukankah Myungsoo mengatakan tidak akan dekat dengan yeoja manapun?” tanya Soojung kepada Yongeun.

“eoh, bagaimana bisa Myungsoo mengajak yeoja itu kesekolah dan menggandeng tangannya?” tanya Yongeun geram.

“Youngeun, kita mungkin sekarang harus bersatu dulu untuk menyingkirkan yeoja itu, kita sudah terlalu lama mengejar Myungsoo dan yeoja itu dengan gampangnya mendekati Myungsoo, kita harus memberinya pelajaran” ucap Soojung.

“Sooji ah kau diam saja disini ne, jangan kemana mana sampai aku selesai belajar ne” ucap Myungsoo yang mendudukan Sooji dibangku yang berada dideapan kelasnya.

“Eoh” Sooji mengangguki Myungsoo tanda ia mengerti.

“kau sangat polos seperti anak kecil” Myungsoo mengacak pelan rambut Sooji yang terurai lalu pergi memasuki kelasnya.

Sooji benar benar mematuhi apa yang dipeintahkan Myungsoo, sudah beberapa jam ia menunggu Myungsoo selesai belajar tetapi dia masih duduk tenang ditempatnya duduk satu jam yang lalu.

Banyak namja yang melirik Sooji saat mereka melewati Soooji karena Sooji begitu cantik ditambah dressnya membuatnya semakin cantik.

Sooji beranjak dari tempat duduknya dan kini berdiri tepat didepan pintu kelas Myungsoo, sepertnya Sooji sudah mulai bosan duduk terus.

Akhirnya bell yang ditunggu semua murid berbunyi, bel tanda istirahat mengakhiri pertemuan murid antara guru ini, dan membuat Sooji senang juga karena dia tak harus menunggu Myungsoo lagi.

“ehemm” terdengar bunyi deheman dari berlakang Sooji, Soojipun membalikan badannya.

“anyeong” sapa segerombolan murid namja yang mengerumuni Sooji, Sooji hanya diam tak mengerti.

Cklek~ pintu kelas Myungsoo kini telah terbuka.

Grab, sebuah tangan kini melingkar dibahu Sooji, -Minsuk- namja itu merangkul Sooji.

“Sooji ah” sapanya dan sontak membuat Sooji menoleh kearah samping kirinya.

“Minsu” ucap Sooji girang sambil melingkari tangannya dipinggang Minsuk.

“Soooji kau terlihat cantik mennggunakan dress putih ini” puji Minsuk.

“jongmal?? Gadis –Sooji- itu yang memilikinya” ucap Sooji masih dengan tangan melingkar dipinggang Minsuk.

“Hei,Minsuk apa kau yang membawa yeoja ini?” tanya salah satu namja yang mengerumuni Sooji.

Beluum sempat Minsuk menjawab pertanyaan itu tangan Sooji yang melinggkar dipinggang Minsuk kini terlepas.

“Myungsoo kau sudah keluar ya” ucap Sooji yang memancarkan senyumnya, kini tangan Sooji yang sebelumnya melingkari pinggang Minsuk telah digenggam oleh Myungsoo.

“dasar kau, kau memanfaatkan keluguannya” ucap Myungsoo dingin karena membiarkan Sooji memeluknya.

“hei,, bukan memanfaatkan tapi sebagain teman itu hal yang wajar” ucap Minsuk.

“sudahlah, kajja kita pergi” Myungsoo menggandeng erat tangan Sooji untuk mengikutinya, Sooji hanya bisa menurut kepada Myungsoo.

“Minsuk anyeong” Sooji melambaikan tangannya kearah Minsuk.
***

Perpustakaan.

“Sooji dengar aku baik baik ne” ucap Myungsoo dan dianggukan oleh Sooji.

“kau tak boleh melakukan kontak fisik pada namja manapun” ucap Myungsoo dengan raut wajah serius.

“Kontak fisik?” Sooji mengulang apa yang dikatakan Myungsoo dan Myungsoo mengerti bahwa Sooji tak mengerti apa maksudnya itu.

“maksudku kau tak boleh menyentuh namja manapun, bahkan Minsuk sekalipun, apalagi kau tadi memeluknya” ucap Myungsoo

“memeluk?” sekali lagi Myungsoo menghebuskan nafas yang panjang.

“huhh, seperti ini” Myungsoo memeragakan bagaimana Sooji memeluk Minsuk.

“ahh aku mengerti, tapi bukankah kau juga pernah memelukku dan disini kau terus memegang tanganku” ucap Sooji dengan wajah polosnya.

“jika aku tak apa apa, hanya aku yang boleh melakukan hal seperti itu denganmu” ucap Myungsoo tanpa sadar.

“wae? Bukankah ini tidak adil?” tanya Soooji.

“Hmm, itu.. kau kan sudah percaya padaku dan hanya aku yang akan melindungimu, jadi aku tak apa apa. Kau tidak tau namja sekarang tak bisa dipercaya, jadi kau hanya boleh percaya padaku” ucap Myungsoo dan dianggukan oleh Sooji.

Begitu lugunya Sooji hingga apa yang dikatakan Myungsoo dipercayainnya, padahal sepertinya Myungsoo merasa cemburu karena Sooji begitu akrab dengan Minsuk.

“kajja kita keluar” ucap Myungsoo sambil menggandeng tangan mungil Sooji.

Kini Soooji dan Myungsoo duduk berdua didepan kelas Myungsoo dan membuat orang orang yang lewat menatap mereka berdua.

“Lihatlah yeoja itu” ucap Youngeun pada Soojung karena geram melihat Sooji terus menempel terus dengan Myungsoo.

“tenanglah youngeun, aku sudah mempunyai rencana” ucap Soojung sambil tersenyum sinis.

“Myungsoo ah, guru etika memanggilmu” ucap seorang namja yang diyakini adalah teman sekelas Myungsoo.

“ne”

“kau diam disini yang jangan kemana mana” lanjut Myungsoo dan diangguki oleh Sooji.

Saat punggung Myungsoo tak terlihat dari pandangan Sooji datanglah dua orang yeoja.

“yak” pekik Soojung tanpa menunggu balasan dari Sooji, Soojung dan Yongeun menarik tangan Sooji dan pergi kesuatu tempat yang sangat sepi.

-RUANG GURU-

“Lee saem apa kau memanggilku?” tanya Myungsoo yang baru saja memasuki ruangan guru.

“ada yang melaporkanmu, bahwa kau membawa kekasihmu kesekolah” Lee saem melipat tangannya didadanya dan menatap Myungsoo sinis.

“ne, anio dia bukan kekasihku dia adikku, tidak ada orang yang menemaninya dirumah jadi aku mengajaknya kesekolah” ucap Myungsoo.

“alasanmu kurang kuat Kim Myungsoo haksaeng” ucap Lee saem sinis.

“Aigooo…Lee saem mengapa kau begitu kejam denganku” Myungsoo memancarkan senyum termanisnya kepada Lee saem.

Guru yeoja lain yang melihat senyum Myungsoo yang sangat menawanpun seakan jatuh cinta pada Myungsoo.

“Aigooo,,Lee saem biarkanlah Myungsoo keluar kau tak kasian dia harus terus menjaga adiknya itu hal yang patut diacungkan jempol bukan” ucap Kang saem.

“arasseo,kali ini kau kubiarkan lolos Myungsoo ssi lain kali aku tak akan membiarkannya” ucap Lee saem.

“aogoo, mengapa Lee saem seperti menekan Myungsoo dia kan anak yg berprestasi mengapa selalu memperlakukannya sangat buruk” ucap Kang saem dan hanya disenyumi saja oleh Myungsoo. Disisi lain ada Sooji yang entah apa yang akan dilakukan Soojung padanya Sooji.

-GUDANG-

“yak, dasar yeoja kurang ajar beraninya kau merayu Myungsoo kita, kau tau sudah lama kita mengejarnya tetapi selalu ditolak dank au tiba tiba saja datang dan menjadi saingan kita” ucap Soojung panjang lebar.

Diam, Sooji hanya diam tak mengerti apa yang dimaksud Soojung, melihat Sooji yang tak merespon omongannya sontak membuat emosi Soojung meningkat.

Plak.. Tangan Sooojung memukul pipi putih Sooji, sangat agresif memeng, bagaimana bisa ada yeoja sekasar dia.

“yak,, kau bisu” untuk kedua kalinya Soojung hendak mengangkat tangannya untuk memukul Sooji, tetapi ada sebuah tangan kekar yang menahanya.

“berhenti memukulnya” ucap seorang namja yang menahan lengan Soojung.

“Mmmmm..” ucap Soojung terbata bata hendak menyebut nama namja itu.
TBC….

Etteokae?? Alurnya kecepetan gk?? Ceritanya kalian suka ngk.
Entang kenapa nieh cerita kok mirip drakor arang,yeojanya gk tw namanya sendiri,, hmm yaudah ya yang penting nie ff jadi dan kalian suka.

Don`t forget to give comment ^^

18 responses to “My Destiny Is With An Angel [ Part 2 ]

  1. Eh baru mau bilang mirip arang.. Ahahahahaha…

    Ide bagus penulis…. Tapi saranku mungkin penulis perlu membaca byk lagi agar penulisan dan cara penyampaian ide cerita lebih menarik n membuat penasaran-greget gitu.
    Cerita ini point of view (POV) Author saja y???

    SEMANGAT untuk lebih baik 😏

  2. Myung dan suzy so sweet banget.. haha lucu banget pas myung cemburu.. ehh itu siapa yg megang tangan soojung?

  3. Waduh suzy polos bgt ne…
    Mau di perintah apapun mau ja…
    Myung cemburu tuh ma minsuk hingga ia bersikap protektif ma sooji….kkkk
    kira kira spa y yg nolongin sooji tu????
    Next …..

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s