[Ficlet] I Hear You

i-hear-you

Title: I Hear You | Author: Macchiato

Genre: Fluff| Rating: G | Length: Ficlet

Main Cast: Bae Sooji, Kim Myungsoo

Awesome poster by  Charismagirl @Indo Fanfictions Arts.

I don’t own anything besides the storyline

I Hear You

Aku sudah mendengarnya, berulang kali, di dalam kepalaku

“Terima kasih untuk hari ini, oppa. Aku senang sekali.”

Myungsoo mengangguk sambil tersenyum kecil. Tangannya terulur hendak mengacak rambut yeoja yang berdiri di depannya itu.

“Berani kau menyentuhnya, oppa? Daebak. Rasanya aku ingin meninjumu.” Sebuah suara menginterupsi aksinya dan meembuat Myungsoo secara reflex menarik kembali tangannya.

Myungsoo kemudian tersenyum kikuk kemudian menggaruk tengkuknya,”Masuklah Naeun, udara malam tidak baik untukmu.”

Naeun kembali tersipu, “Geurae. Bye-bye, oppa.”

Myungsoo memandangi punggung Naeun yang berlari kecil menuju pintu gerbang rumahnya.

“Kau menikmatinya, geutchi?” Sebuah suara lagi-lagi menyapa indranya.

Yya! Jawab aku, kau menikmatinya kan? Kencan dengan si rubah itu?”

Myungsoo tetap membisu, tidak menjawab. Namja itu kemudian melangkahkan kakinya menuju mobilnya dan melajukannya dengan kecepatan sedang untuk kembali ke apartmentnya.

Oppa. Kau tidak menjawabku. Kau senang aku pergi kan? Jadi kau bisa bersenang-senang dengan si rubah itu?”

Myungsoo melirik spionnya dengan takut-takut.

“Apa sih bagusnya yeoja itu? Cantik? Aku lebih cantik. Pintar? Yya! Kau benar-benar membandingkanku dengan yeoja dangkal seperti Son Naeun?”

Ckiiiiiiiiiiit

Myungsoo mengerem mendadak. Myungsoo menghela nafas kemudian bergumam pelan kepada dirinya sendiri, “Tarik nafas, Myungsoo. Tidak apa. Tidak akan terjadi apa-apa. Dia tidak melihatnya.”

Oppa, kau merasa bersalah, geutchi?” tapi suara yeoja tidak berhenti.

Myungsoo kembali menghela nafas dan mulai menggas mobilnya perlahan, “Semua baik-baik saja, Myung. Kau hanya mengantar Naeun berbelanja. Dia tidak akan tahu, dia tidak akan marah.”

“Tentu saja aku akan marah. Oppa, kau me-“

“Yya! Diam! Kau mengganggu konsentrasiku, arra?!!” Myungsoo akhirnya berteriak, tidak tahan terus mendengar suara yeoja yang terus mengomel padanya itu. Myungsoo menghembuskan nafasnya lega begitu  mendapati sekitarnya kini sunyi namun sedetik kemudian namja itu memukul setirnya begitu menyadari dirinya yang seperti orang gila berteriak sendirian di dalam mobilnya.

Myungsoo melangkahkan kakinya memasuki lift yang sudah terisi 2 orang. Sepasang suami istri kelewat necis yang tinggal di lantai yang sama dengan unitnya.

Aigoo. Kau baru pulang, anak muda?” sapa si Nyonya.

Myungsoo hanya tersenyum kecil menanggapi.

“Bu, jangan terlalu ikut campur dengan urusan anak muda. Kurasa dia baru saja berkencan.”

“Tidak. Aku yakin dia tidak berkencan. Sudah sebulan ini aku tidak melihat kekasihnya mengunjungi unitnya. Apa kalian bertengkar? Atau bahkan putus?”

“Kami baik-baik saja.” Jawab Myungsoo dengan enggan. Siapa pula mereka menanyakan statusnya?

“Lantas kemana kekasihmu?”

Rasanya Myungsoo ingin melepas kaca mata hitam yang bertengger di hidung si Nyonya. Ikut campur saja, hah!

“Dia sedang ikut pertukaran pelajar.”

“Ahh. Cantik dan pintar. Kau harus mempertahankannya.”

“Kalian terlihat serasi. Aku yakin banyak namja di luar sana yang mengejarnya. Kau beruntung anak muda”, Si Tuan ikut menimpali perkataan istrinya.

Myungsoo hanya tersenyum kikuk.

See? Ahjushi dan Ahjumma itu saja bilang aku cantik dan pintar, kenapa kau masih saja melirik yeoja lain sih?”

Myungsoo kembali mendengar suara yeoja itu.

“Mereka juga bilang kita serasi, tapi kau tetap saja lirik kanan kiri.”

Ting!

Pintu lift terbuka menunjukkan lantai 17. Lantai tempat tinggal Myungsoo dan sepasang suami istri itu. Myungsoo keluar dari lift dan membungkukkan tubuhnya pada pasangan itu sedikit sebelum berbelok ke kanan menuju unitnya.

“Yya! Kau tidak mendengarku? Kau bahkan mendengarkan suara cempreng si rubah saat kalian berkencan tadi.”

Ceklek

Myungsoo membuka pintu unitnya. Myungsoo memandangi apartmentnya yag terlihat berantakan. Myungsoo menghela nafas kemudian melangkahkan kakiknya menuju dapur.

“Kau itu jorok sekali sih, sudah berjuta kali kukatakan untuk selalu merapihkan apartmentmu. Kotor itu tidak sehat tau.”

Myungsoo membuka kulkas dan meneguk minum langsung dari botolnya.

“Dan sudah berapa kali kukatakan untuk menggunakan gelas.”

Myungsoo menghentikan minumnya dan menghela nafas. Lagi. Diletakkannya botol berisi air tersebut kembali ke dalam kulkas.

Myungsoo kemudian berjalan menuju kamarnya.

“Astaga! Rapihkan kamarmu sebelum tidur, Kim Myungsoo! Kau bisa ya tidur di tempat yang seperti kandang babi begini?”

Suara yeoja itu lagi. Dan Myungsoo membiarkannya.

Myungsoo merebahkan tubuhnya di tempat tidurnya. Tangannya kemudian terjulur mengambil sebuah figura yang berdiri di atas nakasnya.

Diperhatikannya baik-baik foto itu. Tangannya kemudian perlahan mengelus permukaan figura tersebut.

Bogoshippeo, Sooji-ah!”

Jinjja?suara yeoja itu lagi.

“Cepat pulang, Bae Sooji! Aku merindukanmu!” Teriak Myungsoo lagi.

“Kau bilang kau merindukanku tapi kau berkencan dengan yeoja lain? Daebak!”

“Yya! Kau itu benar-benar mencintaiku atau tidak sih? Mengapa mudah sekali bagimu untuk mengiyakan ajakan yeoja lain?”

“Dan Son Naeun? Astaga seleramu buruk sekali. Mantan-mantanmu bahkan jauh lebih oke dibandingkan dia. Jung Soojung? Setidaknya otaknya lebih cemerlang. Bae Irene? Dia memang lebih tua darimu sih tapi aku akui dia memang cantik dan mempesona. Yya! Bukan berarti kau boleh mengajak mereka untuk jalan, oppa.

Yya! Kau mendengarku atau tidak? Pokoknya aku tidak terima kau berkencan dengan Son Naeun saat aku tidak  ada!”

“Berisiiiiiiik!!!!” Teriak Myungsoo.

Myungsoo menghela nafas kemudian kembali menatap pigura yang masih digenggamnya, “Arra. Arra. Aku salah, mian. Bae Sooji. Jeongmal bogoshippeo.”

Dan kemudian hening. Myungsoo tidak lagi menemukan omelan gadis itu. Gadis yang suaranya selalu memenuhi isi kepala Myungsoo.

Drrrtttttt drrttttttttttttttt dddrrrrrrtttt

Ponsel di saku Myungsoo bordering. Degan cepat Myungsoo menarik ponselnya dan menatap layarnya yang menunjukkan nama Bae. Senyum terkembang di bibirnya.

Yeoboseyo?” Sapaan halus terdengar dari seberang telfon.

“Sooji! Nae Sooji! My love! My girl! My sunshine!” Myungsoo menyapa Sooji dengan semangat.

Di seberang sana, Sooji tertawa mendengar kekasihnya yang seperti sedang overdosis gula.

“Soojiiiii. Kapan kau pulang? Aku merindukanmuuuuuuuuu.” Myungsoo berucap manja.

“Kau selalu menanyakan itu, Oppa. Apa kau tidak bosan? Dua bulan lagi aku pulang.”

Waeeeee? Kenapa lama sekali? Apa kau tidak tahu aku merindukanmu?”

“Aku juga merindukanmu, Oppa. Tapi ya bagaimana lagi.”

“Cepat pulang, Sooji, atau aku akan selingkuh.”

Kali ini Sooji mendengus, “Yya! Memangnya aku tidak tahu apa yang sudah oppa lakukan?”

Myungsoo menggigit bibir bawahnya, “Memangnya apa?”

“Yya! Kau baru saja berkencan dengan Son Naeun kan oppa! Kau berkencan dengan Si rubah!”

A..ani, Sooji-ah.”

“Geotjimal!”

Jinjja! Aku tidak berkencan, aku hanya menemaninya belanja.”

“Geotjimal!”

“Ani! Aku tidak berbohong!”

“Jinri tidak mungkin memberitahuku berita palsu.”

Dasar Jinri sialan, Myungsoo mengutuk dalam hati. Myungsoo juga lupa bahwa Sooji punya mata-mata di kampus.

“Aku tidak bohong, Sooji-ah. Aku hanya menemaninya belanja.”

“Tetap tidak mengubah fakta bahwa kau pergi dengan Son Naeun, Oppa. Naeun! Astaga.

“Memang kenapa dengan Son Naeun? Dia tidak seburuk itu menurutku.”

“Kau bercanda? Astaga seleramu buruk sekali. Mantan-mantanmu bahkan jauh lebih oke dibandingkan dia. Jung Soojung? Setidaknya otaknya lebih cemerlang. Bae Irene? Dia memang lebih tua darimu sih tapi aku akui dia memang cantik dan mempesona. Yya! Bukan berarti kau boleh mengajak mereka untuk jalan, oppa.

Myungsoo menghela nafas, sepertinya kalimat ini dia sudah pernah mendengarnya. “Kau sudah pernah mengatakannya, Bae Sooji. Tapi bukan aku yang mengajak yeoja-yeoja itu pergi, mereka sendiri yang menghampiriku.”

Yya! Kau itu benar-benar mencintaiku atau tidak sih? Mengapa mudah sekali bagimu untuk mengiyakan ajakan yeoja lain?”

Myungsoo memutar kepalanya, rasanya Myungsoo juga sudah mendengar kalimat yang ini.“Kau sudah pernah mengatakannya, Bae Sooji. Dan Aku minta maaf, mianhae, ne?”

“Pokoknya aku tidak terima kau berkencan dengan Son Naeun saat aku tidak ada!”

“Bagian itu juga aku sudah mendengarnya, Bae Sooji.”

Oppa! Kau itu benar-benar merindukanku atau tidak sih. Semua ucapanku saja kau bilang sudah mendengarnya. Kau sudah bosan denganku, eoh? Oppa! Kau menye-

Yya!”

Myungsoo menghela nafas begitu mendengar tidak ada sahutan dari seberang telfonnya. Myungsoo yakin Sooji terkejut mendengar teriakannya.

“Kau membentakku, oppa?”

“Aku bukan bosan denganmu Bae. Tapi aku memang sudah mendengarmu, berulang kali malah! Bagaimana tidak mendengarnya jika kau selalu hilir mudik di kepalaku. Setiap aku melakukan sesuatu rasanya kau selalu mengomentarinya di kepalaku. Rasanya aku bisa gila. Apartmentku kotor, aku bisa mendengar teriakanmu menyuruhku untuk membersihkannya. Aku makan ramen, aku bisa mendengar omelanmu soal ramen itu tidak sehat. Kau tahu, bahkan selama aku jalan dengan Naeun tadi, suaramu menginterupsi semua kegiatanku. Suaramu yang seperti singa mengaum melarangku menggandeng tangannya. Suaramu yang berteriak histeris ketika aku membelikannya makanan. Yya! Cepat pulang, aku tidak ingin hanya mendengar suaramu saja dan hanya di kepalaku saja, aku ingin bertemu denganmu Sooji-ah! Jeongmal bogosh-

Tut tut tut tuuuuuut

Yeoboseyo? Yya! Yya!! Bae Sooji! Kau berani memutus telfon saat aku sedang berbicara?”

“Sudah kubilang aku akan marah soal Son Naeun.” Suara Sooji lagi – di dalam kepala Myungsoo.

Yya!!! Berisik!”

-END-

Annyeong!

Kali ini aku bawain ficlet, ficlet itu yang wordsnya 1000 kan?

Sejujurnya ini absurd tapi semoga ngerti yaa, ini juga aku bikinnya seper duper cepet hihi

Comment juseyo :3

Gomawo

33 responses to “[Ficlet] I Hear You

  1. Pingback: I Hear You | Splashed Colors & Scattered Words·

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s