[Late Night] The One who Come Back

a
mainactor present

Late Night : The One who Come Back

a collection of oneshoot written based on true story

story about friends become lover with PG-16 rated

starring

| Suzy “Miss A” X Sehun “EXO” |

and suddenly you come back still with the same smirk i used to remember

20 Januari 2015

Dentuman electronic music dance yang diputar dengan volume gila-gilaan memenuhi seluruh lantai satu dan dua Hexagon yang malam itu seperti biasa dipadati dengan muda-mudi dari berbagai kalangan. Jarum jam yang sudah melewati angka dua belas hanya membuat jumlah pengunjung semakin bertambah dan dancefloor semakin sesak.

Di sudut bar yang sepi, Bae Sooji duduk di atas stool sambil asyik menikmati blue moon-nya dan melihat-lihat hasil foto di kamera DSLR-nya. Gadis berambut cokelat kemerahan itu nampak asing di antara pengunjung Hexagon yang lain dalam balutan ripped jeans dan oversized shirt-nya.

“Sooji-a!”

Mendengar seseorang menyerukan namanya Sooji refleks menoleh dan tersenyum mendapati Kang Jiyoung yang kini bergegas menghampirinya. Gadis yang menempati apartemen di atas Sooji itu tampak menawan dengan backless flare dress berpotongan v-neck dan rambut cokelat ikalnya yang dibiarkan tergerai.

“Kau sudah lama menunggu?” Tanya Jiyoung sambil mengambil tempat di samping Sooji, tangan kanannya terangkat memanggil seorang bartender.

Sooji menyesap blue moon-nya sejenak lalu menjawab, “Tidak juga.” dan kembali asyik dengan kameranya.

“Hello Jiyoung!” seorang bartender menghampiri mereka dan dengan santai memberikan pelukan singkat untuk Jiyoung. “Seperti biasa?” Tanyanya, kedua tangannya sudah mengeluarkan shaker dari balik counter dan mulai meracik minuman.

“Tentu Chan, kau tahu apa favoritku,” Seru Jiyoung, tersenyum manis memerkan deretan geliginya yang putih bersih.

“Kau berhasil menghindari paparazi?” Sooji menoleh ke arah Jiyoung setelah menyimpan kameranya kembali ke dalam ransel khusus kamera yang merupakan barang wajib setiap fotografer.

Jiyoung mengangguk, “Untung saja Manager oppa kenal baik dengan pemilik tempat ini. Jadi setelah selesai rekaman tadi aku bisa langsung ke sini dan masuk lewat pintu masuk VIP di basement.” Sebagai seorang penyanyi dan aktris yang sedang naik daun Jiyoung memang terkadang kesulitan untuk pergi ke tempat-tempat umum tanpa diikuti oleh para paparazi.

Park Chanyeol, bartender yang sudah mengenal baik kedua pengunjung Hexagon itu terkekeh sambil menyajikan pesanan Youngji dan kembali sibuk bersiap meracik minuman untuk Sooji. “Kau yang sesibuk itu masih punya kesempatan berdandan,”

Youngji tertawa mendengar sindiran Chanyeol untuk Sooji dan hampir saja menyemburkan minumannya. Sementara Sooji hanya melemparkan death glare ke arah Chanyeol dan menyilangkan kakinya. “Aku kan ke sini untuk menghabiskan waktu saja,” bela Sooji.

Yya, setidaknya kenakan sesuatu yang pantas untuk menghargai tuan rumah,” ujar Chanyeol yang tidak bisa terima melihat Sooji selalu mengenakan pakaian santainya setiap datang ke Hexagon. Sooji memutar kedua bola matanya dan membalas Chanyeol dengan menjulurkan lidahnya.

Malam itu sebenarnya Sooji dan Jiyoung datang ke Hexagon bukan sebagai member, melainkan tamu undangan Hebel, salah satu brand kacamata yang pernah memakai jasa fotografer Sooji dan mengontrak Jiyoung sebagai brand ambassador mereka. Sooji sendiri sebenarnya tidak memiliki niatan memenuhi undangan yang pastinya juga disebarkan ke seluruh orang terkenal di bidang mereka. Ia bahkan tadi masuk dengan menunjukkan member card nya bukan undangan acara Hebel yang pasti terserak di atas meja kerjanya di studio. Malam itu ia merasa terlalu malas untuk beramah tamah dengan para sosialita atau sekedar mengenakan riasan di wajah pucatnya. Sedangkan Jiyoung yang memang sedang memiliki waktu luang memilih datang karena merasa memiliki tanggung jawab sebagai brand ambassador dan juga untuk menunjukkan rasa terimakasihnya kepada Hebel yang telah mendekatkannya dengan Sooji.

“Bayangkan Youngie-a, temanmu ini setiap hari datang ke Hexagon dengan jins sobeknya dan ransel kamera itu. Duduk di sudut mengerjakan pekerjaannya seperti orang tidak punya rumah,”

Sooji mendengus dan melemparkan lemon di pinggiran gelasnya ke arah Chanyeol, “Berisik!”

Jiyoung tertawa melihat kedua temannya itu tanpa memberi komentar apa-apa. Meskipun ia dan Sooji jarang bertemu dan baru kenal sebulan belakangan, ia tahu betul alasan Sooji selalu duduk di bar Hexagon sampai jam empat pagi.

“Satu protes lagi aku akan membuatmu dipecat,” ancam Sooji galak. Chanyeol cemberut dan memutuskan untuk mengajak ngobrol Jiyoung saja.

Sooji menghela napas panjang. Ia tidak bermaksud untuk bersikap seketus itu pada Chanyeol yang lucu dan selalu menemaninya menghabiskan waktu di Hexagon. Kejadian beberapa bulan lalu yang terus terputar di kepala gadis itu membuatnya merasa seluruh keceriannya hilang entah kemana dan membuat sarkasmenya keluar setiap saat.

Mianhae, Chanie,” kata Sooji cepat disambut tawa dari Jiyoung dan Chanyeol. Sooji menatap keduanya dengan bingung.

Shit, kau menang!” Seru Jiyoung sembari mengeluarkan selembar uang seratus ribu won yang diterima Chanyeol dengan semangat.

“Kyaaa!! Tentu saja kau kumaafkan Sooji-a!!!” Seru Chanyeol semangat sambil mengacak rambut Sooji cepat.

Melihat kedua temannya itu Sooji mau tidak mau tersenyum meskipun ia merasa keki berat karena dijadikan objek taruhan. Tanpa sadar ia merasa terharu karena dua teman barunya itu sudah hapal kebiasaannya yang selalu mengucapkan maaf kalau tanpa sadar telah mengeluarkan kalimat kelewatan.

“Sepertinya aku—“

“HYUNG!”

Ucapan Jiyoung terpotong saat seorang pria jangkung berteriak dari sisi lain ruangan dan berjalan menghampiri ketiganya.

Sooji yang tidak merasa perlu memberikan atensi kepada si pemilik suara menyesap blue moon-nya santai. “Sepertinya kau apa Young?”

Jiyoung menoleh ke arah Sooji dan terkekeh, “Sepertinya aku harus pergi karena Hyunwo oppa terus-terus melirikku dari lantai dua dengan pandangan mengerikan.”

Sooji refleks menoleh ke lantai dua dan tertawa melihat manager Jiyoung sedang memelototi temannya sambil memberi kode untuk ke arah lantai dua. Ia lalu mendorong Jiyoung dan bergurau, “Awas nanti dijewer,”

Jiyoung tertawa dan langsung bergegas menaiki tangga menuju lantai dua, tempat pesta milik Hebel dilangsungkan. Sedangkan Sooji memilih fokus dengan kameranya kembali karena Chanyeol nampak asyik dengan sosok jangkung yang kini duduk di tempat Jiyoung.

“Oi, Sooji-a kenalkan ini temanku!”

Sooji berusaha keras menahan umpatan untuk Chanyeol yang sekali lagi mengganggunya dengan kameranya.

“Bae Soo—“

“Baeji?”

Pertanyaan dari sosok jangkung itu berhasl membuat Sooji mengerutkan keningnya dan menatap lawan bicaranya lebih serius. Otaknya bekerja dengan cepat begitu mendengar kata tersebut terucap dari mulut pria jangkung di sebrangnya.

“Apa kau lupa? Seseorang yang memberimu payung saat hujan?”

Sooji terdiam sejenak.

Suara itu.

Senyum itu.

Payung…saat…hujan…?

ASTAGA!

Begitu otak Sooji berhasil memproses siapa yang sedang ada di depannya perasaan hangat menjalar ke seluruh tubuhnya.

SUNBAE!!!!!!” serunya semangat dan refleks melompat turun dari stool dan memeluk pria jangkung di depannya dengan cara bersahabat. Selama sesaat otaknya dipenuhi memori masa sekolahnya dengan pria jangkung itu. Sooji masih ingat betul pria jangkung di depannya adalah Oh Sehun, kakak kelasnya semasa sekolah menengah pertama dulu yang selalu duduk di sampingnya setiap ujian dan juga pembimbingnya di klub teater.

Oh Sehun tertawa sambil balas memeluk adik kelasnya itu. Sudah bertahun-tahun berlalu sejak kali terakhir ia melihat wajah gadis bergigi kelinci itu. Ia tidak menyangka bisa bertemu lagi dengan Sooji di tempat kerja barunya, di hari pertama ia bekerja.

“Kalian kenal?” Tanya Chanyeol bingung mendapati kedua manusia di depannya berpelukan sambil tertawa seperti kawan lama.

“Dia sunbae-ku!”

“Dia hoobae-ku!”

Jawab keduanya bersamaan. Refleks keduanya tertawa kecil sambil kembali duduk di atas stool masng-masing.

Chanyeol terkekeh dan menyajikan minuman untuk Sehun, “Baiklah, baiklah, silahkan bernostalgia. Aku kembali kerja dulu,” pamitnya lalu kembali ke sisi lain bar dan melayani pengunjung lain.

“Kau kembali ke Korea?” Tanya Sehun sambil menyesap minuman buatan Chanyeol. Matanya sibuk meneliti sosok gadis di hadapannya, mempelajari perbedaan yang disebabkan oleh usia dan mencari-cari kesamaan sosok itu dengan sosok di ingatannya.

Sooji tertawa dan mengangguk. “Aku baru saja kembali sebulan yang lalu. Sunbae sendiri sudah pindah dari Daegu?”

“Ya, kurasa bakatku akan lebih terpakai kalau aku berada di Hexagon. Bagaimana kau bisa mengenal Chanyeol?”

“Kami bertemu di penerbangan perdanaku dari Jepang ke Korea setelah sekian tahun. Kau tahu kan dia cerewet jadi yaa kami mengobrol di pesawat dan akhirnya ketemu lagi saat aku mengunjungi tempat ini.”

Sehun mengangguk paham. Ia juga dulu berkenalan dengan Chanyeol yang lebih tua dua tahun di atasnya saat sedang menonton pertandingan LA Dodgers lima tahun yang lalu saat keduanya sama-sama bersekolah di negeri Paman Sam itu.

“Jadi sekarang kebiasaanmu adalah clubbing?” goda Sooji yang terlihat santai mengulum es batu sambil bersandar ke counter.

Sehun tergelak sambil menunjuk headphone di lehernya. “Aku DJ baru di sini, dan sepertinya yang harus mengucapkan kalimat itu adalah aku.”

“Eiiis, aku juga di sini karena pekerjaan,” kata Sooji sambil menunjuk kameranya. Sehun mengerutkan keningnya bingung dan menaikkan sebelah alisnya. “Karena aku susah tidur dan tidak suka kerja di dalam studio yang sepi aku sering menghabiskan waktu untuk bekerja di sini.”

“Tidakkah kau memiliki rumah?”

“Ada apartemen. Tapi terlalu sepi. I don’t like it,”

Sehun menyadari perubahan suara dalam jawaban Sooji dan refleks melihat ke arah mata gadis itu. Sekarang ia sadar sesuatu yang terasa kurang adalah sinar jail dan ceria di kedua mata itu. Sinar yang dulu selalu membuatnya waspada karena selalu ada tingkah jail yang dilakukan gadis itu.

Your spark is missing,”

Perkataan Sehun tersebut sukse membuat Sooji tersedak dan hampir jatuh dari stool kalau sikunya tidak buru-buru ditahan oleh pria itu. “Is somehing bothering you in Japan, Baeji-a?”

“Oh Sehun! Kau harus kembali ke podium!”

Peringatan dari seorang wanita berambut ungu yang tau-tau muncul membuat Sooji menghembuskan napas lega. Ia jadi tidak harus menjawab pertanyaan Sehun yang pasti akan memaksanya jujur. Meskipun hanya dua tahun kenal dengan Sehun, Sooji tahu betul pria itu sangat ingin tahu dan ia tidak jago berbohong akan sesuatu.

“Aku kembali dulu. Kau tahu? Aku sangat senang bertemu denganmu!” Seru Sehun sambil memeluk Sooji cepat dan menghampiri wanita berambut ungu itu lalu menghilang di keramaian.

Sooji tersenyum tipis. Ia kembali menikmati blue moon dan kesediriannya sambil memutar ulang ingatan tentang Sehun di kepalanya. Sahabat, kakak, teman jailnya, dan juga cinta monyetnya itu kembali hadir dalam hidupnya.

***

Kim Nari melirik Sehun yang berjalan di sampingnya dengan pandangan bingung. “Kau belum menjawab pertanyaanku Sehun-ssi,” Katanya sekali lagi dengan nada suara kesal.

Sehun yang sedang mengenang memorinya bersama Sooji seolah tersadar dan menggumamkan maaf, “Ah yeoja tadi adalah hoobae-ku.”

Nari mengerutkan keningnya tidak suka. Ia tahu betul ada sesuatu dengan jawaban Sehun. Tidak mungkin hanya hoobae kalau Sehun sampai senyum-senyum sendiri tidak jelas. Setahun mengenal Sehun membuatnya yakin dengan hal itu.

“Hanya hoobae?”

Sehun berhenti sejenak. Ia menoleh kembali ke arah Sooji yang kini asyik memotret para pengunjung Hexagon.

“Entahlah,”

 

fin

 


 

YAAK!! OHAYOOU!!!

Jadi ini adalah mini series ku yang pertama/? Awalnya sih mau dijadiin chapter tapi aku ngerasa lebih asyik dibuat semini ini saja/? Di bagian pertama ini aku harap kalian sudah sedikitnya mendapat gambaran tentang sifat, peran, dan hubungan masing-masing tokoh/? Hehehe selamat menikmati serial Late Night!

tumblr_inline_n633atQAHE1rv9umh

 

 

20 responses to “[Late Night] The One who Come Back

    • ohayou/? actually aku itu tadinya bingung mau bikin pairing suzy sama siapa buat ff ini:”) tapi karena aku liat editan hunzy di tumblr aku jadi pilih mereka:”D

      Dan… favorit aku di tumblr mengenai exozy itu kichiethain.tumblr.com di tumblr :”D btw itu kamu kan/?:”D :”D

  1. Cieelah sehun cinta monyet nya suzy ciee, brharap rasa itu masih ada smpai sekarang hahaa.. adakah next seriesnya? Ditunggu….

  2. Pingback: Twenty Things About Miss of Beat R | KICHI ETHAIN·

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s