Name and Signature

tumblr_ny4jattAfY1u6kz35o1_540

Name and Signature

written by little thief.

Kim Myungsoo, Bae Suzy, Park Chanyeol | ficlet | genre : teen | general

Disclaimer: already posted  here with different main cast dan beberapa editan 😀

(sequel from the previous one: Tard and Photos)

.

.

“Myungie…”

“Iya…”

“Aku masuk, ya…”

“Oke…”

Myungsoo mendengus keras-keras selepas mengucapkan kata yang dimanis-maniskan tersebut. Setelahnya yang datang bukanlah sebuah sikap yang manis pula, melainkan suara gaduh seseorang memasuki pintu kamarnya.

“Ei!” seseorang membuka pintu kamarnya, memanggilnya keras-keras. Heboh akan sesuatu.

“Eh, ada Chanyeol,” kata Myungsoo sambil nyengir. “Masuk, masuk.”

Tanpa basa-basi, sahabat lamanya, Chanyeol Park, masuk dan kemudian mengambil posisi di sebelah Myungsoo yang tengah asyik bermain Solitare di laptopnya.

“Senang kau datang ke sini, Sobat. Mau apa? Kopi?” tawar Myungsoo, melayangkan beberapa sachet kopi bubuk instan yang tergeletak di dekat laptopnya.

“Boleh, tapi nanti saja, deh,” elak Chanyeol. “Aku punya sesuatu yang lebih penting.”

“Apa? Kau diterima jadi Duta Besar Korea untuk Rusia?”

“Hehe, bukan. Tapi, ya, boleh saja, sih. Perempuan Rusia cantik-cantik…dan banyak. Sekali ke sana, istriku bisa langsung dapat tujuh.” Chanyeol bergurau, kemudian mereka berdua tergelak-gelak.

Kemudian Myungsoo langsung mengatupkan mulutnya begitu ia kesulitan karena tak menemukan kartu lagi yang dapat dicocokkan. Ia menatap laptopnya bingung sebelum Chanyeol mendecak, “Hih, payah.”

Sekonyong-konyong karibnya itu sudah mengambil-alih laptopnya dan mulai dengan lancar memainkan permainan tersebut. Myungsoo menghela napas pasrah dan bangkit, mengambil dua sachet kopi bubuk. Ia berjalan menuju dispenser yang terletak di sudut kamarnya, mengambil dua buah cangkir di dekatnya dan mulai meracik kopi.

Chanyeol Park baru saja pindah rumah indekos ke dekat rumah Myungsoo. Pria dengan sifat agak sinting itu sama sekali tak mengira akan bertetangga dengan sobat karib lamanya saat SMA itu. Terjadi begitu saja. Dia terpaksa pindah ke sini karena pemilik rumah indekosnya yang lama akan pindah ke luar negeri, dan rumah itu akan diserahkan ke pemilik baru yang tentu tak mau bocah-bocah macam Chanyeol berkeliaran di rumah.

Jadi, Chanyeol baru saja satu malam tinggal di kamar kos barunya. Ketika itu, dia berjalan menuju laundry di dekat rumahnya, membawa keranjang penuh pakaian, dia bertemu Myungsoo. Mata mereka bertemu. Masing-masing dari mereka menjatuhkan keranjang pakaiannya, lalu berpelukan seperti kakak beradik. Tercengang bahwa takdir membuat jarak mereka hanya dua meter sekarang. Rumah indekos Myungsoo persis di seberang rumah indekos Chanyeol.

“Jangan bilang kau datang jam sepuluh malam segini hanya untuk bermain kartu?” tanya Myungsoo, menyelidik. “Kalau begitu kau sebaiknya pergi. Aku sibuk mengerjakan makalah.”

“Bukan,” Chanyeol menggeleng cepat. “Sesuatu. Tapi aku tak yakin kau bakal percaya atau tidak.”

“Katakan.” Myungsoo mengaduk kopinya.

“Tunggu dulu, tanggung. Ini sudah mau selesai,” geram Chanyeol, kemudian ia mengklik beberapa kali sebelum akhirnya sorak kemenangannya menggelegar di seisi kamar. Myungsoo memutar bola mata dan melangkah pelan ke arah meja kerjanya.

Seolah menepati janji, Chanyeol memutar kursi Myungsoo, menatapnya intens sebelum menggumam, “Aku bertemu Sooji.”

Mendengar kata terakhir dari ucapannya nyaris membuat Myungsoo menjatuhkan dua cangkirnya. Ia sejenak tertawa mendengar nama asing itu, kemudian tertawa mendengar ucapan Chanyeol. “Kau bergurau.”

“Serius. Kalau aku tak serius, seharusnya tak perlu datang malam-malam ke kamarmu,”  Chanyeol melipat kedua tangannya di depan dada  “Aku. Bertemu. Sooji. Di Korea. Bukan. Di. Finlandia.”

Myungsoo terhenyak, menyerahkan cangkirnya pada Chanyeol dan terdiam sesaat. “Salah orang, kali.”

Bagaimana bisa Sooji tinggal satu pijakan tanah dengannya? Finlandia cukup jauh. Memangnya gadis itu datang ke sini pakai apa? Baling-Baling Bambu? Bagaimana bisa pula gadis itu kembali ke sini, kalau di semester sekarang, tugas rasanya sudah seperti gunung yang harus didaki. Melelahkan.

Chanyeol meneguk kopi hangatnya dalam tegukan besar dan kemudian bergumam lagi. “Tidak.”

“Ceritakan bagaimana bisa.”

“Sederhana saja. Kemarin lusa, pagi, aku mengikuti seminar mahasiswa. Apa, sih, namanya? Semacam seminar motivasi, begitulah. Yeah, kau tahu, hidupku ini butuh banyak motivasi. Nah, lalu, di pertengahan acara, ada tumpukan kertas berisi nama-nama yang dibagikan secara berantai kepada peserta seminar. Tanda absensi hadir.”

Myungsoo mengangkat sebelah alisnya. “Hm?”

“Nah, aku membalikkan tumpukan kertas yang cukup tebal itu, karena peserta seminar ini banyak juga. Lalu, di halaman berapa, ya? Dua, atau tiga, mungkin? Aku nyaris tak memperhatikan ketika ada satu nama tertera di situ.”

Myungsoo menahan napas. “Bae Sooji?”

“Yeah, bisa kau tebak. Lengkap dengan tanda tangannya.” Chanyeol manggut-manggut, kembali menyesap kopinya.

“Lalu?”

“Yah, kau tahu. Aku shock. Langsung saja aku mencari sosok Sooji duduk di mana. Tapi peserta seminar itu terlalu banyak. Sulit mencarinya. Ya sudah, Myung, maka aku pun menandatangani namaku. Kepalaku pusing sepanjang seminar. Memikirkan kenapa dia bisa ada di sini. Di Korea.”

“Kubilang kau salah orang, nama Bae Sooji ada ratusan di dunia ini,” Myungsoo memaksakan diri terkekeh. “Kau merekam tanda tangannya di otakmu?”

“Ya. Aku ingat betul, tanda tangannya memang tak begitu sulit. Memangnya kau tahu bentuknya?”

Myungsoo mengangguk. “Aku tahu saat ia menandatangani daftar absensi untuk tes masuk universitas Konkuk dulu.”

Mengingat hal tersebut langsung membuat hati Myungsoo terasa berdenyut sakit.

Chanyeol mengambil secarik kertas dan pena, kemudian mulai membentuk liukan di atas kertas. Lantas menyerahkannya pada Myungsoo. “Kira-kira seperti ini.”

Myungsoo mengamati tanda tangan yang dibuat Chanyeol. Yah, aneh dan berantakan, sih, tapi itu mirip dengan paraf Sooji yang ditemui Myungsoo beberapa tahun lalu. Ia masih hapal betul. Myungsoo lantas memejamkan mata.

Mana mungkin.

“Misterius, ya, gadis itu?” gumam Chanyeol. “Demi Tuhan, sepulang seminar, aku hanya diam berdiri di depan pintu, untuk mencari tahu di mana Sooji. Tapi…tak ada yang menduga kalau kita bakal salah, bukan?”

Myungsoo mengangguk samar. “Ya, Chanyeol. Lupakan saja. Dan kau harus lupakan itu.”

Sial, gumam Myungsoo dalam hati. Sooji, kenapa namamu datang lagi, datang lagi?


Well, sebetulnya, di blogku cerita ini sudah dipost sejak lama sekali. Tapi malas kuubah ke sini dan voila! Jadilah hari ini. Dan, maaf, untuk serial SoM-nya stuck banget. Aku gak tahu mau bikin cerita terakhir dari seri itu gimana. Huhuhu.

With regards,

Nadia.

20 responses to “Name and Signature

  1. Yay.. ada lanjutannya lagi.. beneran sooji di korea? Wahhh.. kapan nih bisa ketemu myungsoo.. hehehehe..
    Myungsoo kalo ketemu sooji hrus bisa memanfaatkan kesempatan sebaik2nya.. jangan smpe menyesal lagi belakangan..
    Misterius n bikin nagih kelanjutannya sm author yg buat.. ditunggu part slanjutnya.. hahahahhaa..

  2. wuahhhh…ada kelanjutanya ternyata…suzy ada di korea…aduhhhh…msh pnsaran sm sooji…ngimna perasaan dia?????di tunggu next partnya thor…fighting!!!!!

  3. Syukurlah ada kelanjutannya… tp dua2nya msh nyesek huhuhihi😢 harapan myung naik lalu dibanting… kasian dia. Mudah2an msh tbc smp keduanya bersatu…

  4. Pingback: [Ficlet] What He Dreamed Of | Kingdom of Suzy's Fanfiction·

  5. Pingback: [Vignette] Recall | Kingdom of Suzy's Fanfiction·

  6. Hahaha kayaknya myung beneran ga bs lepas dr dr sooji… Tp yg beruntung ketemu justru chan… Kekeke.. Penasaran kapan myung ketemu sooji lg?

  7. myungsoo ngga beruntung nih.. yah biarpun chanyeol ngga ketemu sooji langsung tapi kan yaa udah bakalan tau kalo sooji dikorea

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s