[Freelance] It Must Be Love Chapter 11

Title : It Must Be Love | Author : @reniilubis| Genre :  Drama, Romance | Rating : Teen | Main Cast : Kim Myungsoo, Bae Suzy

Disclaimer: 

All casts are belong to their self and God

Poster by        : rosaliaaocha@ochadreamstories

Happy Reading^^

Suzy bernafas lega saat ikatan di pergelangan tangannya akhirnya bisa terlepas. Ia segera menyingkirkan tali itu, lalu membuka ikatan dikakinya. Ia tidak peduli dengan bilur-bilur dan lecet bekas ikatan di pergelangan tangan dan kakinya. Suzy turun dari ranjang itu, lalu dengan gerakan sehati-hati mungkin ia berjalan keluar kamar yang kebetulan tidak terkunci. Suzy melihat kesana-kemari, berharap Jongin tidak melihat dirinya. Jantung Suzy berdegup kencang saat ia melihat pintu yang mungkin bisa mengeluarkannya dari tempat terkutuk ini. Suzy kini tepat berada di depan pintu. Sebelah tangannya terangkat untuk memegang kenop pintu itu dengan gerakan sepelan mungkin.

“Mau mencoba kabur, hm?”

Suzy sontak segera membalikkan tubuhnya dan kaget setengah mati saat ia melihat Jongin berdiri dibelakangnya dengan senyum mematikannya. Matanya menatap tajam Suzy yang semakin terlihat ketakutan. Suzy dengan segara meraih kenop pintu yang ada di hadapannya, memegang kenop pintu itu dan dengan tergesa-gesa membukanya. Namun sialnya pintu itu terkunci. Suzy membalikkan tubuhnya, dan semakin ketakutan saat melihat Jongin sedang berjalan mendekatinya.

“Jongin! Biarkan aku pergi! Ya, jangan mendekat!” teriak Suzy kalut, air matanya mulai menetes perlahan.

“Ck. Kau tidak akan pergi kemana-mana, Bae Suzy. Arraseo?” Jongin semakin mendekat.

“Ya! Ku bilang jangan mendekat!” teriak Suzy lagi, air matanya semakin deras. Ia menatap ke sekelilingnya, dan melihat sebuah vas bunga berukuran kecil diatas meja nakas di dekat pintu. Dengan gerakan cepat Suzy mengambil vas bunga itu dan mengayunkannya tepat di depan wajah Jongin.

Jongin spontan menghentikan langkahnya, sedikit kaget dengan ulah Suzy.

“Ya, Suzy, letakkan kembali benda itu.” Kata Jongin mengangkat kedua tangannya sambil berjalan pelan mendekati Suzy, mengantisipasi bila Suzy melemparkan benda itu kepadanya.

“Jangan mendekat! Atau aku tidak akan segan-segan melemparkan ini ke wajahmu!” ancam Suzy sambil mengayun-ayunkan lagi vas bunga itu.

Jongin berhenti sebentar, tampak berpikir, namun secara tiba-tiba ia bergerak cepat ke arah Suzy dan menangkap tubuh gadis itu saat ia lengah. Jongin menarik paksa vas bunga itu dari tangan Suzy dan melemparkannya ke sembarang arah.

“Ya, ya! Lepaskan aku, Kim Jongin! Lepaskan aku!” teriak Suzy sambil meronta-ronta dalam dekapan Jongin.

“Sudah ku bilang kau tidak akan pergi kemana-mana.” Kata Jongin dengan nada dingin, lalu ia menarik paksa Suzy menuju kamar tempat Suzy sebelumnya di sekap. “Jangan macam-macam lagi. Atau aku akan menyakitimu” Jongin melemparkan tubuh Suzy ke atas tempat tidur, lalu dengan cepat mengikat kedua tangan Suzy dan mengaitkan talinya pada besi ranjang. Ia melakukannya dengan sangat cepat, sehingga tidak ada sedikitpun kesempatan untuk Suzy bisa kabur lagi.

“Hiks…..lepaskan aku. Hiks…..” Suzy menatap tangannya yang sudah terikat, dan memandang Jongin dengan tatapan marah.

“Jongin-ah, lepaskan aku!” teriak Suzy lagi dengan sisa tenaganya.

Suzy hanya bisa pasrah saat kini Jongin mengikat kedua kakinya. Ia menggerak-gerakkan tangannya mencoba melepaskan tali itu, namun kali ini Jongin mengikatnya dengan sangat kuat.

“Kau diam disini dan jangan mencoba untuk kabur lagi. Aku akan segera kembali.” Jongin berkata seperti itu dengan nada datar dan dingin, membuat Suzy hanya bisa mengatupkan bibirnya rapat-rapat. Ia kembali menangis saat Jongin ke luar kamar dan mengunci pintunya dari luar.

“Hiks….. Myungsoo-ya…..”

*

“Myungsoo-ssi, maaf sudah menghubungimu mendadak seperti ini. Perkenalkan nama ku Jonghyun.” Jonghyun mengulurkan tangannya ke hadapan Myungsoo yang segera dibalas oleh Myungsoo.

“Kim Myungsoo.”

Myungsoo mengernyitkan sebelah alisnya, mengingat-ingat apakah ia pernah melihat orang ini sebelumnya.

“Sebenarnya ada apa kau menghubungiku?” tanya Myungsoo to the point.

“Ini mengenai Suzy”

“Mwo? Apa kau bilang? Suzy? Ya, apa maksudmu?” tanya Myungsoo dengan berapi-api.

“Sstt… pelankan suaramu. Baiklah aku akan menjelaskannya padamu. Saat ini Suzy sedang berada di rumah itu.” Tunjuk Jonghyun pada rumah yang berada tidak terlalu jauh dari mereka. Myungsoo mengikuti arah yang di tunjuk Jonghyun, lalu mengangguk sekilas.

“Lalu?” tanyanya.

“Jongin yang menculik Suzy, dan sekarang dia menyekap Suzy di rumah itu. Aku akan mengajak Jongin pergi bermain keluar sebentar, kau masuk kedalam, selamatkan Suzy lalu pergi dari tempat ini secepatnya. Kau mengerti?” Jonghyun menepuk bahu Myungsoo, dan Myungsoo membalasnya dengan sekali anggukan.

“Tapi, apa hubunganmu dengan Jongin?” tanya Myungsoo sedikit penasaran.

“Aish, sudahlah ini bukan waktu yang tepat untuk bertanya ini-itu. Kalau kita bertemu lagi, mungkin kita bisa saling berbagi cerita.” Jonghyun tersenyum kepada Myungsoo. Ia meninggalkan Myungsoo, lalu berbalik.

“Semoga berhasil.” Katanya sambil melambaikan tangannya sekilas.

Myungsoo membalasnya dengan senyuman singkat. Ia menatap rumah di hadapannya itu, lalu dengan hati-hati memasukinya.

*

“Suzy!”

Suzy membuka matanya, dan air matanya kembali menetes saat melihat siapa orang yang memanggil namanya tadi.

“Myungsoo-ya….”

Myungsoo membuka ikatan tali di tangan dan kaki Suzy, lalu menatap gadis itu dengan tatapan bersalah.

“Suzy-ya, mianhae aku baru datang sekarang. Apa kau baik-baik saja? Apa namja sialan itu menyakitimu?” tanya Myungsoo dengan panik dan khawatir.

“Myungsoo-ya, hiks…. aku baik-baik saja. Hiks…” Suzy kembali menangis. Entah kenapa ia sangat bahagia melihat Myungsoo ada dihadapannya saat itu.

Suzy sedikit terkejut saat tiba-tiba Myungsoo memeluknya dengan sangat erat, dan membuat Suzy merasa nyaman berada dipelukan Myungsoo.

“Mianhae…. Jeongmal mianhae….” kata Myungsoo sambil mengeratkan pelukannya pada Suzy. Ia mengelus-elus rambut Suzy dengan lembut, lalu menepuk punggung Suzy pelan agar Suzy berhenti menangis.

Suzy mengangkat kedua tangannya ragu, lalu dengan sedikit keberanian ia membalas pelukan Myungsoo. Memeluknya erat seakan takut Myungsoo akan meninggalkannya disini.

“Myungsoo-ya….. hiks…..”

“Suzy, maafkan aku. Aku tidak bisa melindungimu.” kata Myungsoo pelan. Ia melepaskan pelukannya, lalu memandang Suzy yang masih menangis.

“Jeongmal mianhae.” katanya lagi sambil meraih tangan Suzy dan memegangnya erat. Sebelah tangannya terangkat untuk menghapus air mata Suzy.

“Suzy-ya, berhentilah menangis. Aku semakin merasa bersalah melihatmu seperti ini.”

“Myungsoo-ya….. Gomawoyo. A-aku….aku- Ump!” Suzy melebarkan matanya saat merasa Myungsoo mencium bibirnya. Wajah Suzy memerah, dan dengan seketika tangisnya mulai mereda. Ia mengerjap-ngerjapkan matanya seolah-olah ini hanya mimpi belaka. Namun yang di alaminya sekarang ini adalah nyata. Myungsoo menciumnya! Astaga, Suzy sudah merasa hampir mati kalau saja Myungsoo tidak melepas ciumannya. Suzy mematung untuk beberapa saat mencoba mengumpulkan kembali kesadarannya yang entah sejak kapan menghilang. Suzy menatap Myungsoo tanpa berkedip, membuat Myungsoo heran melihat tingkah Suzy.

“Suzy-ya, gwaenchana?” Myungsoo melambai-lambaikan tangannya ke hadapan Suzy, membuat gadis itu terlonjak kaget.

“N-ne? Kau mengatakan sesuatu, Myungsoo-ya?” tanyanya gugup, dan wajahnya semakin memerah saat matanya tidak sengaja melihat wajah tampan Myungsoo.

Myungsoo yang sadar dengan perubahan sikap Suzy membuatnya ingin menggoda gadis itu lagi. Ia kemudian tersenyum tipis, lalu mendekatkan wajah nya ke wajah Suzy.

“Aku bilang, apa aku boleh menciummu sekali lagi?”

“M-MWO???”

“HAHAHAHA….” lalu Myungsoo tertawa terbahak-bahak.

**********

A weeks later…

 

“Aku masih tidak habis pikir bagaimana caranya dia bisa kabur, Jonghyun-ah!” Jongin duduk di sebuah bangku taman bersama Jonghyun, lalu memasukkan roti ke dalam mulutnya.

“Aish, sudahlah. Kenapa kau masih membahas itu terus?” sungut Jonghyun sebal, lalu mengeluarkan handphone dari saku celananya. “Sebaiknya mulai sekarang kau jangan mengganggunya lagi.”

“Mwo? Kau bilang apa? Ya, ya! Kau mau mati, hah?” senggak Jongin dengan tak sabaran. Ia mulai emosi, namun masih bisa ditahannya. Jongin kembali melanjutkan acara makan rotinya.

“Dan juga aku belum pernah melihat namja bernama Kim Myungsoo itu. Kalau aku bertemu dengannya akan ku habisi dia.” katanya dengan membara, lalu membuka sebungkus roti lagi.

Jonghyun melihatnya dengan tatapan datar, lalu berdehem tidak jelas.

“Sebaiknya kau habisi dulu makananmu itu baru mengabisi orang lain. Ck.” Jonghyun mengangkat bahunya sekilas, lalu kembali melanjutkan permainan game di ponselnya.

“Sebaiknya kau diam. Aku merasa sangat lapar pagi ini. Ya, temani aku ke kantin.”

*

“Myungsoo-ya, berhenti.” Kata Suzy tiba-tiba.

“Mwo?” sedikit bingung, namun Myungsoo tetap memberhentikan mobilnya. “Ada apa?” tanya Myungsoo heran.

“Kau lupa? Aku biasa turun disini.” Suzy tersenyum kepada Myungsoo, lalu segera membuka pintu mobil. “Myungsoo-ya, aku duluan, ne? Sampai bertemu nanti. Annyeong~”

“Ya, Suzy!” Myungsoo memperhatikan sekelilingnya, lalu tersadar bahwa ini adalah tempat dimana ia selalu menurunkan Suzy. Ya, tepatnya di depan halte kampus mereka. Ia melihat ke arah Suzy lagi yang kini sedang berjalan dengan seorang namja.

“Ck. Kenapa namja itu selalu bersama Suzy? Aish!”

*

“Suzy!”

“AH! Minho-ya, kau membuatku kaget.” Suzy memajukan bibirnya, pura-pura kesal dengan Minho.

“Hehe… Mianhae~” Minho sedikit merasa bersalah, namun di saat yang bersamaan ia juga gemas melihat wajah lucu Suzy. Minho mengacak rambut Suzy pelan penuh dengan kasih sayang.

“Ya, Suzy-ya. Nanti sehabis kuliah selesai aku ingin mengatakan sesuatu padamu.” kata Minho dengan senyuman manis, lalu memandang Suzy dan tersenyum semakin lebar.

“Mwo? Kau mau mengatakan apa? Kenapa tidak sekarang saja?”

“Ani. Aku sudah terlambat sekarang. Sampai bertemu lagi~”

“Ya! Minho-ya! Ya!” Minho berjalan cepat menaiki tangga dan meninggalkan Suzy yang kini moodnya sudah menghilang. “Aish!” sungutnya kesal.

“Aku tidak suka melihat kau terlalu dekat dengannya.”

Suzy sontak menoleh ke belakang, dan menemukan wajah kusut Myungsoo disana.

“Eoh? Sejak kapan kau ada disana, Myungsoo-ya?” tanya Suzy sambil mengerjap-ngerjapkan matanya, lalu memperhatikan Myungsoo yang kini sudah berada disampingnya.

“Eoh? Kau tidak suka kalau aku berada disampingmu? Jadi kau lebih memilih namja itu?” Myungsoo menghentikan langkahnya dan berpura-pura terlihat marah.

“Ah, arraseo…arraseo…” Myungsoo berlalu begitu saja dan meninggalkan Suzy yang masih bingung dengan tingkah Myungsoo yang sedikit posesif secara tiba-tiba.

“Ani. Myungsoo-ya! Bukan itu maksudku.” Suzy sedikit berlari untuk mengejar Myungsoo yang sudah mulai menjauh. “Myungsoo-ya! Aish, tunggu aku! Jalanmu terlalu cepat. Myungsoo-ya!” teriak Suzy di sepanjang koridor masih tetap berlari mengejar Myungsoo yang ia rasa berjalan terlalu cepat.

“Myungsoo-ya, sebenarnya ada apa denganmu?” langkah Myungsoo terhenti saat ia merasa Suzy menarik tangan kanannya. “K-kau marah?” tanyanya dengan hati-hati.

“Ani. Aku terlambat masuk kelas.” balas Myungsoo dengan nada datar, lalu melanjutkan langkahnya.

“Myungsoo-ya, mianhae…” Myungsoo terus berjalan dan meninggalkan Suzy sampai ia masuk ke dalam kelas. Sesampainya di kelas, ia berhenti sejenak lalu melongokkan kepalanya keluar kelas untuk melihat Suzy lagi. Ia tersenyum sekilas, lalu segera menuju kursinya.

*

“Sebenarnya, ada apa dengan Myungsoo? Apa dia benar-benar marah? Aish! Namja itu sama sekali tidak bisa di tebak.” Suzy menghela nafas sejenak, lalu dengan lemas duduk di salah satu kursi di sebuah taman kampus. Ia memejamkan matanya, menikmati angin yang kini bertiup sepoi-sepoi.

“Suzy-ya!”

Suzy membuka matanya saat merasa ada seseorang yang sedang memanggilnya.

“Ck. Ada apa?” tanyanya malas, lalu kembali memejamkan matanya. “Aku sedang tidak mood. Kau bisa pergi sekarang.” lanjutnya.

“Mwoya? Kau mengusir namja tampan sepertiku, eoh?”

“Jonghyun-ah, aku sedang tidak ingin bercanda!” balas Suzy sengit. Oh ayolah, ia ingin menghabiskan siang ini seorang diri, tapi namja menyebalkan ini selalu mengganggu hari-harinya.

“Arraseo, arraseo. Aku tidak akan mengganggumu.” Katanya lalu mengeluarkan ponselnya dari dalam tas.

“Kalau begitu sebaiknya kau pergi sekarang.” Suzy menghela nafas lelah, namun tetap memejamkan matanya.

“Sudah ku bilang aku tidak akan mengganggumu. Aku berjanji.” balas Jonghyun, lalu mulai fokus pada ponselnya mencoba untuk diam.

“Dengan kau ada di dekat ku saja itu sudah cukup mengganggu. Sebaiknya kau pergi sekarang.” Suzy menghela nafas untuk yang ke sekian kali dengan mata masih tetap tertutup.

Jonghyun memandang Suzy takjub. Moodnya selalu baik bila ia berada didekat Suzy, apalagi bila ia mengganggu Suzy seperti yang ia lakukan sekarang ini. Ia tetap diam di tempatnya, tidak bergerak maupun bersuara, menunggu reaksi Suzy selanjutnya. Merasa tidak ada respon dari Suzy, Jonghyun mendekatkan wajahnya ke wajah Suzy untuk melihat apakah gadis itu tertidur atau tidak.

“Apa dia sudah tertidur? Ck, kenapa cepat sekali?” tanyanya entah pada siapa, sedikit heran.

“Suzy-ya. Apa kau tidur?” Jonghyun melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Suzy, memastikan yeoja itu sudah benar-benar tertidur atau belum. “Ah, baiklah itu tidak masalah. Dengan kau tertidur seperti ini, aku bisa sepuasnya berada di dekatmu.”

Jonghyun mengubah posisi duduknya menghadap Suzy. Memperhatikan setiap hal-hal kecil yang ada pada diri Suzy.

“Suzy-ya, seandainya kau tahu kalau aku menyukaimu, apa yang akan kau lakukan? Aku menyukaimu. Sungguh. Dan aku sudah berjanji pada diriku sendiri akan selalu melindungimu, termasuk melindungimu dari Jongin. Suzy-ya, aku tidak berharap kau membalas perasaanku ini, tapi aku ingin kau mau berteman denganku.” Jonghyun bermonolog sendiri kepada Suzy yang sedang tertidur.

Jonghyun merogoh saku celananya saat merasa ponselnya bergetar. Ia sedikit kesal, karena merasa orang yang menghubunginya itu sangat mengganggu.

“Ck, mengganggu saja.” keluhnya, lalu mendekatkan ponsel itu ke telinganya. “Mwoya? Arraseo, arraseo. Aku akan segera kesana.” Jonghyun mematikan poselnya, lalu memasukkannya ke dalam tas dengan malas. Saat ini ia masih sangat ingin berada disini untuk menemani Suzy. Tapi tampaknya namja sialan yang bernama Kim Jongin itu selalu saja mengusik ketenangan hidupnya. Jonghyun memandangi Suzy lagi, lalu beranjak pergi meninggalkan gadis itu.

Tak lama setelah Jonghyun menjauh, Suzy dengan perlahan membuka matanya. Memandang ke sekelilingnya dengan hati-hati, memeriksa apakah Jonghyun sudah benar-benar pergi atau belum. Ia menghela nafas keras sambil berpikir.

“Apa aku tidak salah dengar?”

**********

Suzy melangkahkan kakinya ke arah halte kampus dengan malas. Ia masih memikirkan kata-kata Jonghyun tadi. Suzy memang sengaja berpura-pura tertidur agar namja menyebalkan itu pergi meninggalkannya, namun ia salah perkiraan. Ia mendengar semua pengakuan dari Jonghyun tadi, namun ia belum memutuskan untuk berbuat apa dan bagaimana.

Suzy memandang kosong ke arah halte yang lumayan sepi, dan baru tersadar ada Minho yang sedang menunggunya disana. Tampak Minho melambaikan tangannya ke arah Suzy sambil tersenyum manis seperti biasanya.

“Minho-ya, sudah berapa lama kau menunggu disini?” tanya Suzy sambil duduk di sebelah Minho. “Kenapa tidak menghubungiku?”

“Aku memang sengaja tidak memberitahumu. Mian…” balas Minho sambil tersenyum gugup.

“Lalu kenapa kau belum pulang? Lihat, ini sudah gelap.” oceh Suzy, lalu mengedarkan pandangannya ke dalam area kampus, mengecek apakah Myungsoo sudah keluar atau belum. Namun suasana kampus sudah mulai sepi. Ia mengambil ponselnya, memeriksa apakah Myungsoo mengiriminya pesan atau malah menghubunginya, namun sama sekali tidak ada tanda-tanda pesan dari Myungsoo. Suzy menghela nafas lagi, lalu menatap Minho yang kini sedang menatapnya.

“Suzy-ya, ku antar kau pulang. Kajja. Ini sudah malam.” Minho berdiri, lalu mengajak Suzy untuk naik ke mobilnya.

“Aniya, Minho-ya. Aku sedang menunggu jemputanku.” Tolak Suzy halus, sesekali melihat-lihat ke arah kampus.

“Mau sampai kapan kau menunggu disini? Lihatlah disini sudah benar-benar sepi. Ayo, ku antar kau pulang.”

Suzy tampak berpikir sejenak, melihat ke arah kampus untuk yang kesekian kalinya, lalu memeriksa ponselnya. Minho benar. Hari sudah malam, dan kampus sudah benar-benar sepi sekarang.

“Ah baiklah, Minho-ya. Jeongmal gomawoyo~~” Mereka masuk ke dalam mobil, lalu Minho menjalankan mobilnya dengan kecepatan normal.

“Aku tidak keberatan bila harus mengantarmu setiap hari. Sumgguh.” Ucap Minho ditengah perjalanan mereka. Minho tampak bersungguh-sungguh saat mengatakan itu.

Suzy menoleh menatap Minho, lalu tersenyum lebar.

“Gomawoyo, Minho-ya. Kau tidak perlu melakukan itu.” cengirnya polos.

“Waeyo?”

“Ani. Aku tidak mau merepotkanmu saja.” Suzy memperhatikan ponselnya, tampak nama Myungsoo tertera di layarnya pertanda Myungsoo menghubunginya. “Ah, tunggu sebentar.”

“Ya, Suzy. Kau dimana? Aku menunggumu di halte.”

“Mwo? Jeongmal? Myungsoo-ya, mianhae. Sebaiknya kau pulang saja ke rumah. Aku sekarang sedang bersama Minho menuju rumah.” Suzy menatap Minho sekilas, lalu tersenyum. Minho balas tersenyum, namun sedikit heran saat Suzy menyebutkan nama ‘Myungsoo’.

‘Apa hubungan mereka berdua?’ batin Minho dalam hati, sedikit curiga.

“Arraseo…arraseo… Aku akan segera pulang.”

“Suzy-ya, mau makan malam bersamaku?” tanya Minho pada Suzy.

“Eoh? Baiklah. Aku juga sangat lapar.” jawab Suzy sambil memegangi perutnya yang memang terasa lapar.

Minho tersenyum, lalu melajukan mobilnya ke salah satu rumah makan di pinggir jalan.

*

“Minho-ya, terima kasih sudah mengantarku pulang. Maaf kalau merepotkan.” Suzy tersenyum pada Minho yang sedang membukakan pintu untuknya.

“Tidak masalah. Aku senang melakukannya.” Minho tersenyum, lalu memperhatikan sebuah rumah yang tepat ada dihadapannya.

“Jadi, disini rumahmu?” tanya Minho, lalu merapatkan jaketnya.

“Ne. Kau bisa datang kapanpun kau mau.”

Saat Suzy dan Minho sedang berjalan menuju rumah, tepat saat itu pula Myungsoo keluar dari dalam rumah sambil membawa plastik besar yang penuh dengan sampah. Minho sangat kaget dengan kehadiran Myungsoo di rumah Suzy, sedangkan Myungsoo juga tak kalah kaget melihat Minho ada di depan rumahnya sekarang.

“Kim Myungsoo??!”

“Choi Minho??!”

T

B

C

NOTE: Alohaaaaaa akhirnya Alhamdulillah bisa dilanjut juga ff ini ^^ terima kasih para pembaca, terima kasih yang telah setia menunggu kelanjutan ff ini, dan terima kasih banyak bagi yang mau meninggalkan komentarnya di ff ini. Terima kasih banyaaakkkkk dan maaf kalo lagi-lagi saya lama update yaaa T_T

Advertisements

30 responses to “[Freelance] It Must Be Love Chapter 11

  1. wkwk.. sempat lupa ini ff yang mana, wkwk.. tp akhirnya inget, myungsoo udh mulai cemburu”an nih, hihi.. id aq sebelum’a aurora zoe putri zahwa

  2. bakalan seru nih ,si myung dan minho akhirnya saling bertatap muka jga kekekeke
    next partnya ditunggu author fighting

  3. Ih jongin teganya dirimu berbuat sperti itu pd suzy. Kenapa coba g d laporin aja biar jera gitu.

    Ommoooo myung ketauan dong serumah sama suzy? Penasaran bakalan gmna lnjutan nya,,,
    D tunggu next chapt nya…fighting 🙂

  4. jonghyun sekarang jadi baik gara2 menyukai suzy moga minho gak jadi jahat / mau nyingkirin myungsoo kayak jongin

  5. Jongin hrusnya dilaporin k polisi biar gak berkeliaran lagi seenaknya..

    Jonghyun baik toh. N suka ma suzy.. hmmm.. bnyk bgt yg suka ma suzy. Ad 4 namja dong..
    Myungsoo mending cpt2 married ma suzy. Biar langsung nyerah yg lainnya.

    Wkwkwkwkwk.. ktauan myungsoo n suzy 1 rmh..

  6. Tuch kan … Ajongku pasti baik …. Huee love him
    Hhhhhh… Kai .. Kena kau ….
    Sudah Ku bilang culik nunun ja , awet g ad yg mau bebasin dia jg … Jiahhhhhhhh…..
    Myungsoo , tarik ulur nya jgn kelamaan… Keburu basi ..

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s