Oh My Ghost! Chapter 6

© Carissa Story

Title : Oh My Ghost!  | Author : dindareginaa | Genre : Comedy, Fantasy, Romance | Rating : Teen | Main Cast : Kim Myungsoo, Bae Suzy | Other Cast : Find by yourself!

Inspired by K-Drama Oh My Ghost and 49 Days

L menatap tajam apa yang dihadapannnya dalam diam. Seorang lelaki kini sedang terbujur kaku di sebuah ranjang VIP di sebuah rumah sakit ternama di pusat kota Seoul.

Kepala L kini sibuk menyimpulkan apa yang terjadi. Ternyata selama ini lelaki mayat hidup yang disebut-sebut Jung Soojung adalah dirinya? Kim Myungsoo? Berarti, Soojung dan lelaki yang bernama Minho-lah yang membuatnya seperti ini. Tapi, kenapa? Bukankah ia dan Soojung bertunangan?

L sontak memegang kepalanya. Kenapa rasanya sakit sekali? Tiba-tiba saja kilatan masa lalu terputar dibenaknya.

Kim Myungsoo tersenyum senang. Dipegangnya sebuket bunga mawar yang baru saja ia beli. “Terimakasih, Paman,” ujar Myungsoo pada paman penjual bunga.

Lelaki tampan tersebut segera masuk ke dalam mobilnya lalu mulai melaju kencang. Hari ini adalah hari jadinya yang ke-3 bersama kekasihnya, Jung Soojung. Rencananya, Myungsoo akan menjemput kekasihnya tersebut di rumahnya dan ia akan membawa gadis itu ke tempat yang spesial! Husss… Myungsoo sudah mengosongkan kapal pesiar milik keluarganya hanya untuk acara ini. Ia jadi tak sabar melihat reaksi gadis itu nantinya.

Myungsoo kemudian memarkirkan mobilnya tepat didepan rumah Soojung. Namun, begitu keluar dari mobil, ia mengernyit heran begitu melihat sebuah mobil yang sepertinya tak asing untuknya terparkir rapi disamping mobilnya. Apa Soojung kedatangan tamu?

Tak mau ambil pusing, Mungsoo segera masuk kedalam rumah Soojung.

“Oh, tak terkunci,” gumam Myungsoo. Lelaki itu kemudian membuka pintu perlahan. Namun, begitu melihat Soojung kini sedang tidur dipangkuan seorang lelaki tampan, Myungsoo menghentikan niatnya.

I… itu… Choi Minho! Apa yang lelaki itu lakukan disini? Dan kenapa sepertinya mereka tampak mesra? Myungsoo akhirnya memutuskan untuk menutup pintu. Ia lebih memilih untuk mendengar pembicaraan kedua sejoli tersebut.

“Omong-omong, sampai kapan kau akan berpura-pura menjadi tunangan Myungsoo?” Minho mulai membuka suara.

“Tunggu saja. Sampai Myungsoo memberikan stempel pada surat pemindahtanganan kekuasaannya padaku. Setelah itu, aku akan mencampakkannya dan kembali padamu.”

Mendengar ucapan Soojung, Myungsoo mengepalkan kedua tangannya. Ia tak menyangka bahwa selama ini gadis yang sangat ia cintai bermain dibelakangnya dengan sahabatnya sendiri! Sulit dipercaya!

Tak ingin lebih sakit lagi, Myungsoo kemudian memutuskan untuk pulang. Namun, karena tak hati-hati, lelaki itu tak sengaja menyenggol vas bunga berwarna coklat tua. Tentu saja hal tersebut membuat keributan.

“Siapa itu?”

Myungsoo tersentak kaget. Baru saja lelaki itu berniat pergi, Jung Soojung sudah terlebih dahulu menahan lengannya. 

Oppa, apa yang kau lakukan disini?”

Myungsoo melemparkan tatapan mautnya pada gadis itu. Ditepisnya tangan Soojung. “Harusnya aku yang bertanya! Apa yang kau lakukan dengan Choi Minho disini?!”

“Kim Myungsoo, ini tak seperti yang kau pikirkan,” Minho mulai melakukan pembelaan.

“Kau pikir aku bodoh? Aku sudah menganggapmu seperti kakakku sendiri, Choi Minho! Tapi ini pembalasanmu? Dan kau Jung Soojung!” Dialihkannya pandangannya pada Soojung. “Hubungan kita cukup sampai disini.”

Myungsoo segera pergi meninggalkan Soojung dan Minho dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.

L mengusap pipinya yang kini telah basah. Ia… menangis.Ia tak menyangka bahwa makhluk sepertinya bisa menangis. Kim Myungsoo… malang sekali nasibmu.

“Selamat. Kau sudah berhasil menemukan tubuhmu.”

L tersentak kaget begitu menyadari Baekhyun kini telah berdiri disampingnya. “Kau sudah tahu bahwa selama ini aku berada disini?” tanya L.

Baekhyun mengangguk pasti. “Apa yang kau tunggu? Kau tidak ingin kembali ke tubuhmu?”

L menggeleng. “Tidak. Tidak sekarang. Aku harus mencari tahu apa tujuan Jung Soojung sebenarnya.”

“Baiklah. Kalau begitu, kau masih punya waktu sekitar tiga hari lagi. Gunakan waktumu sebaik-baiknya.”

L mengangguk mengerti.

“Mengenai Sooji, sepertinya kau harus memikirkan cara untuk memberikan salam perpisahan padanya.”

L mengernyit mendengar perkataan Baekhyun. “Maksudmu?”

L melangkah gontai seraya menundukkan kepalanya. Kata-kata Baekhyun tadi masih terngiang dibenaknya.

“Saat kau kembali ke tubuhmu, semua kenangan yang ada selama kau menjadi roh akan menghilang. Termasuk kenanganmu bersama gadis itu.”

“Ti… tidak mungkin! Apa tidak ada cara untuk tetap mengingat semua itu? Kumohon, lakukan sesuatu!”

“Kau gila? Apa yang akan terjadi jika rahasia dunia atas diketahui oleh makhluk bumi?”

“Sekarang, apa yang harus kulakukan?” gumam L terhadap dirinya. L kemudian mengangkat kepalanya. Ia mengernyit begitu melihat Sooji kini sedang berjongkok di tanah sembari menuliskan sesuatu yang tidak jelas.

“Bae Sooji! Apa yang kau lakukan disini?”

Gadis itu sontak mengangkat kepalanya. Ia lalu beranjak berdiri dan berlari kecil menghampiri L.

“Ku pikir kau sudah menghilang! Ku pikir kau kembali pada gadis itu!” Sooji menundukkan kepalanya seraya menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Tubuhnya bergetar. Gadis itu kini menangis terisak.

“Hei! Ada apa denganmu? Kenapa malah menangis?”

“Ku pikir kau akan meninggalkanku!”

L tertegun mendengar ucapan Sooji. Bagaimana ia sanggup meninggalkan Sooji kalau begini ceritanya?

“Dengarkan aku.”

L mengangkat kepala Sooji. Sooji sontak menatap tajam mata L. “Aku tidak akan meninggalkanmu.”

Tidak sekarang.

“Benarkah?”

L menggumam. “Sekarang, jangan menangis lagi! Jika gadis lain terlihat cantik saat menangis, kau kebalikannya! Kau terlihat jelek saat menangis!”

Sooji tersenyum. Diusapnya kedua pipinya yang basah karena air matanya. Entah mengapa ia sangat tenang mendengar ucapan L.

“Jadi, yang membuat kau  seperti ini adalah Jung Soojung dan lelaki yang bernama Choi Minho itu?”

L mengangguk.

“Wah, aku tak menyangka ternyata kau anak orang kaya! Harusnya kami meminta biaya sewa tempat tinggal jika kau kembali ke tubuhmu!”

Mendengar ucapan adiknya, Sooji sontak menyikut lengan Sangmoon. “Bukan itu yang penting sekarang.” Dialihkannya pandangannya pada L. “Jadi, apa rencanamu selanjutnya?”

“Aku akan mencari tahu apa tujuan Soojung sebenarnya. Maka dari itu, mungkin beberapa hari ke depan aku akan jarang pulang.”

L saat ini berada di perusahaan keluarganya, dimana Minho menjabat sebagai manager keuangan. Ya, L memang sudah mengingat semua masa lalunya. L curiga bahwa Minho mungkin saja melakukan sesuatu pada perusahaan mereka. Maka dari itu, disinilah ia.

L memperhatikan Minho yang baru saja masuk keruangannya lalu mengikuti lelaki itu. Setelah duduk disinggasananya, Minho segera menyruh sekretarisnya untuk membawa laporan keuangan keruangannya. Tak lama, seorang gadis yang sudah tak asing lagi bagi L masuk ke dalam ruangan Minho. L memang kenal dengan gadis itu. Namanya Kim Hyeri, sekretaris Minho dan juga teman mereka kuliah.

Sepeninggal Hyeri, Minho segera membuka map berwarna biru tersebut. L mengernyitkan keningnya. Sepertinya ada yang aneh. Kenapa pemasukan perusahaan mereka menurun drastis dengan yang terakhir kali L ingat?

Lamunan L buyar seketika begitu ponsel milik Minho berdering. Lelaki itu langsung meraih ponsel yang diletakkannya disampingnya.

“Halo?”

“…”

“Oh, baiklah. Aku akan segera kesana.”

Minho beranjak berdiri lalu mengambil jasnya yang ia gantung tepat disamping lemari yang berisi berkas-berkas penting miliknya. Lelaki itu lalu bergegas pergi. Melihat itu, L segera mengikuti Minho.

L mengernyit heran begitu melihat mobil Minho terparkir rapi didepan sebuah bengkel mobil yang cukup besar. Letaknya hanya beberapa blok dari kantor Minho. Oh, L tahu tempat ini. Bukankah ini tempat biasa L meng-service mobilnya? Untuk apa Minho kesini?

“Oh, kau sudah datang?”

L menoleh ke arah lelaki sebaya mereka yang kini sedang berbicara dengan Minho. Namanya Oh Sehun, dia pemilik sekaligus yang mengurus mobil-mobil disini.

“Ada apa kau meneleponku?”

“Ah, mengenai mobil Myungsoo yang kecelakaan itu. Ternyata remnya blong. Sepertinya ada seseorang yang sengaja merusaknya.”

L membulatkan matanya. Apa? Jadi kecelakaan yang ia alami bukanlah murni karena kecelakaan semata? Ya Tuhan! Kenapa banyak hal tak terduga terjadi selama ia menjadi roh?!

“Oh, benarkah?”

Sepertinya hanya L yang terkejut oleh kata-kata Sehun. Buktinya, Minho hanya memasang raut wajah yang biasa saja. Seperti kata-kata Sehun tadi bukanlah apa-apa.

“Masalah ini tolong jangan beritahukan pada Paman Kim. Aku tak mau ia sampai stress mengetahui masalah ini,” ujar Minho kemudian.

“Oh, baiklah. Aku mengerti. Omong-omong, bagaimana keadaan Myungsoo?”

“Begitulah. Tak banyak perubahan. Kalau begitu aku pergi dulu.”

L mengepalkan kedua tangannya. Ia yakin ada yang sengaja membuatnya kecelakaan. Siapa lagi kalau bukan Minho dan Soojung? Tapi kenapa? L selalu menganggap Minho sebagai kakaknya sendiri. Dan Soojung… setidaknya ia pernah tulus mencintai gadis itu.

“Kenapa? Kenapa kau melakukan semua itu padaku?Bukankah kita pernah saling mencintai? Tapi, kenapa kau melakukan semua itu?” L menatap sendu Soojung yang kini sibuk mengerjakan tugasnya di kamarnya.

L mengepalkan kedua tangannya. Ini tidak boleh dibiarkan. Ia harus melakukan sesuatu. Tapi bagaimana? Setelah L kembali ke tubuhnya, semua ingatan ini akan hilang dan ia akan bangun tanpa mengetahui apa-apa.

Tiba-tiba L tersenyum begitu otaknya menemukan sebuah ide yang menurutnya cukup berlian. Sedetik kemudian ia sudah berada didalam tubuh Soojung. Lelaki itu kemudian mengambil pena dan secarik kertas. Lalu mulai menuliskan sesuatu.

“L!”

L mengangkat kepalanya yang sempat tertunduk. Ia tersenyum begitu melihat Sooji kini berlari kecil kearahnya.

Sooji tersentak begitu L memeluknya erat. “Ka… kau kenapa?”

L tersenyum simpul. “Tidak ada. Aku hanya… sangat merindukanmu.”

“Kau baik-baik saja?” tanya gadis itu hati-hati. Ia tahu beberapa hari ini L pasti sangat tertekan dengan semua yang terjadi.

“Aku baik-baik saja.” L menarik nafasnya panjang lalu sedetik kemudian dilepaskannya pelukannya. “Bae Sooji, ayo kita berkencan.”

Sooji sontak mengerjakan matanya. “Berkencan? Kenapa tiba-tiba begini?”

“Tidak ada. Hei! Bukankah kita sudah pacaran? Setidaknya kita harus berkencan! Kau bahkan sudah pernah menghabiskan waktu seharian bersama Mark Tuan!”

Sooji tersenyum kecil. “Kau cemburu?” tanyanya.

“Cemburu? Yang benar saja! Tidak mungkin! Hei, sebaiknya kita pulang. Kenapa banyak nyamuk begini?” gerutu L seraya berpura-pura memukul tangannya lalu berjalan mendahului Sooji.

Melihat itu, Sooji hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya. Ternyata L bisa cemburu juga. Lagipula, memangnya ia bisa digigit nyamuk? Dilihat saja tidak!

“Hei, tunggu aku!” seru Sooji lalu berlari kecil menyusul L.

Sooji menatap lekat bayangannya di cermin. Sedetik kemudian, dipoleskannya lip gloss pada bibir mungilnya. Namun sedetik kemudian gerakannya terhenti. Ditariknya nafasnya panjang.

“Oh Tuhan! Bae Sooji! Sadarlah! Kau akan berkencan dengan lelaki yang tidak berwujud! Kenapa harus repot-repot berdandan?”

Sooji menggelengkan kedua kepalanya. Namun, ia meringis kesakitan begitu sebuah bantal mendarat mulus dikepalanya.

“Berisik! Kau tidak tahu aku sedang tidur?”

Sooji membulatkan matanya begitu melihat Sangmoon kini sedang tertidur pulas diranjangnya. “Ya! Sejak kapan kau ada dikamarku?! KELUAR!”

Sooji mendengus kesal. Diliriknya arlojinya sekilas. Kenapa L belum datang juga? Apa jangan-jangan lelaki itu lupa? Awas saja kalau dia sampai lupa!

Tiba-tiba saja seorang lelaki yang cukup tampan duduk disampingnya. Sooji mengernyit. Aneh. Bukankah bangku di halte ini masih luas, tapi kenapa lelaki itu malah duduk disampingnya? Jangan-jangan, dia punya niat jahat terhadap Sooji!

Sooji lalu sedikit menggeserkan duduknya, menjauhi si lelaki tampan. Namun, yang membuat Sooji terkejut, lelaki tampan tersebut malah makin mendekati Sooji!

Ya! Ahjussi! Kenapa kau terus mendekatiku?” teriak Sooji lalu menyilangkan tangannya didepan dadanya, membuat beberapa orang yang berada disana menoleh ke arah keduanya.

“Hei, ini aku!”

“Si… siapa?” tanya Sooji masih takut-takut.

“L!”

Sooji membulatkan matanya. “L?” Ditatapnya wajah lelaki tampan dihadapannnya ini lekat. Oh, bukankah wajah ini mirip sekali dengan Chanyeol EXO? Tidak buruk. “Kenapa kau bisa ada disana?”

“Ceritanya panjang. Oh, itu busnya! Ayo!”

L lalu menarik lengan Soji, membuat gadis itu mau tak mau harus pasrah dengan perlakuan lelaki itu. L dan Sooji kemudian segera naik ke dalam bus dan mereka memilih duduk di kursi baris ketiga dari belakang setelah sebelumnya L menempelkan dompetnya – atau mugkin dompet lelaki yang kini sedang L rasuki – ke T-Money Scanning.

“Hei, kau belum cerita!”

 “Cerita apa?”

“Cerita kenapa kau bisa berada di tubuh makhluk tampan ini!”

“Tampan? Ya! Begini kau bilang tampan? Lihat saja. Kalau aku kembali ke tubuh asliku, kau pasti akan terpesona padaku!”

L kemudian terdiam. Meskipun nantinya Sooji akan terpesona dengannya, tapi apakah L akan mengenalinya?

“Hei, kenapa diam?”

L tersentak begitu Sooji menyikut lengannya. “Tidak ada,” jawabnya. Aku merasuki tubuh lelaki jangkung ini karena aku tidak mau kau disangka orang gila karena berbicara sendiri!”

Sooji menggeleng-gelengkan kepalanya. “Lalu sekarang kita mau kemana?”

Sooji menatap layar besar dihadapannya dengan seksama. Setelah berunding cukup lama,  akhirnya keduanya memutuskan untuk menonton film di bioskop. Sooji kemudian mengambil satu genggam popcorn manis jumbo yang ia dan L beli beberapa saat lalu. Disamping gadis itu, L bukannya menonton tapi malah sibuk memandangi wajah Sooji. Lelaki itu enggan melepaskan pandangannya dari Sooji barang sedetik saja.

“Jangan melihatku begitu. Filmnya akan habis nanti.”

L tersentak begitu Sooji membuka suaranya tanpa menoleh kearahnya sedikitpun. Lekai tampan itu tersenyum simpul. “Aku hanya ingin melihatimu saja hari ini.”

Sooji mengidikkan kedua bahunya. “Terserah.”

Sooji kembali fokus pada tontonannya sedang L masih sibuk memandangi wajah gadis itu. Tinggal beberapa jam lagi sebekum akhirnya L kembali ke tubuhnya.

“Sekarang kita kemana lagi?” tanya Sooji seraya menggandeng tangan L erat.

L terdiam sejenak sebelum akhirnya berkata,”Ayo!”

L tertawa terbahak-bahak saat Sooji gagal memasukkan bola basket ke dalam keranjang. “Dasar pendek!” ejeknya. Saat ini mereka sedang berada di timezone yang berada di pusat perbelanjaan Seoul.

Sooji mendengus kesal. “Kalau begitu, coba saja sendiri!”

L sontak tersenyum menunjukkan smirk-nya begitu mendengar tantangan Sooji. Tanpa menunggu lebih lama lagi, lelaki itu sontak mengambil bola yang ada dihadapannya dan memasukkannya kedalam keranjang. Dan gol! Bola yang dilempar L mendarat dengan mulus membuat Sooji merengutkan wajahnya.

Setelah puas bermain street basket ball, keduanya lalu kembali menjelajahi permainan seperti dance dance revolution, captain boneka dan juga hockey meja. Hari ini saja… Hanya hari ini L ingin menghabiskan waktu untuk terakhir kalinya bersama Sooji.

“Huah! Menyenangkan sekali ini hari ini!”

L tersenyum mendengar ucapan Sooji. Namun sedetik kemudian senyum lelaki itu menguap. L memandangi tangannya yang kini menggenggam erat tangan Sooji. Sepertinya sudah saatnya pergi.

“Sooji-ah.”

“Hmm?” gumam Sooji. Gadis itu sontak menoleh pada L.

“Sebaiknya aku mengantarmu sampai disini saja.”

“Kenapa?”

“Aku harus mengembalikan tubuh orang ini.”

“Ah baiklah. Jangan pulang lama-lama. Mengerti?”

L mengangguk. “Aku mencintaimu,” lirihnya seraya memeluk tubuh Sooji untuk yang terakhir kalinya.

“Aku juga mencintaimu.”

Sooji membuka matanya perlahan. Sudah pagi ternyata. Sooji melirik sekilas jam wekernya. Sudah jam 7. Apa L sudah pulang? Karena seingat Sooji, lelaki itu tak juga pulang sampai Sooji ketiduran menungguinya. Ah mungkin saja klelaki itu sekarang sedang sarapan bersama Sangmoon. Bukankah L adalah seorang hantu? Ia bisa pulang kapanpun ia mau bukan?

Baru saja Sooji berniat pergi ke kamar mandi begitu matanya menangkap secarik kertas yang terletak di atas meja belajarnya. Seingatnya, semalam benda itu tak berada disana. Karena penasaran, Sooji kemudian meraih kertas tersebut. Sedetik kemudian, matanya membulat. I… ini… Tidak mungkin!

TO BE CONTINUED

53 responses to “Oh My Ghost! Chapter 6

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s