Flashback – Prolog

flashback

Title : Flashback | Author : @ztsong | Genre : Drama, School-life, Romance, Friendship | Rate : PG-15| Length : Chapter| Main Cast : Bae Suzy (MissA), Mark Tuan (GOT7) and Oh Sehun (EXO)

—oOo—

Di sebuah ruang kamar minimalis, terlihat seorang anak perempuan bertubuh mungil sedang sibuk memainkan beberapa boneka yang terpampang di hadapannya. Senyum manis yang menghias wajah si anak perempuan terus mengembang membuat wajahnya semakin terlihat imut. Sesekali anak perempuan itu berbicara dan menggoyangkan bonekanya yang berwarna coklat di depan bonekanya yang lain—dimaksudkan si boneka tadi berbicara dengan boneka lain—lalu si anak perempuan tadi mengambil boneka lain dan menggoyangkan bonekanya kemudian berbicara kembali dengan mengubah suaranya seolah-olah bahwa boneka kedua ini memberi respon kepada boneka yang pertama.

Tiba-tiba terdengar suara pintu kamar terbuka. Anak perempuan yang terlihat sibuk bermain itu mengabaikan datangnya seseorang yang memasuki kamarnya. Orang yang masuk kedalam adalah seorang wanita berparas cantik, rambutnya berwarna hitam pekat dan panjang sebahu. Wanita itu berumur tiga puluhan tahun namun karena penampilannya yang terlihat seperti anak muda membuat wanita ini terlihat seperti seorang mahasiswi semester akhir. Ya, wanita ini adalah ibu dari anak perempuan tadi. Bae Suzy, nama wanita itu.

“Yisoo-ya, kenapa kau masih bermain-main? Paman sudah menunggu kita di depan,” ujar Suzy kepada Yisoo—nama anak perempuan tadi—. Suzy mendekati Yisoo dan mengambil salah satu boneka yang dimainkan Yisoo.

“Kembalikan Oyi-ku, eomma!” teriak Yisoo menunjuk-nunjuk salah satu boneka yang ia sebut ‘Oyi’, “Aku masih ingin bermain eomma, biarkan aku bermain dengan mereka sebentar saja. Aku tidak akan bisa bermain dengan sahabat-sahabatku lagi setelah tinggal di rumah halmoni.”

Suzy menarik napas, “Baiklah. Eomma memberimu waktu satu jam saja, mengerti?”

Yisoo menganggukkan kepalanya.

Suzy memberikan boneka bernama Oyi itu kepada anak perempuannya lalu meninggalkan anak perempuannya di kamar. Memberikan sedikit waktu kepada anak semata wayangnya untuk memuaskan keinginan sang anak bermain-main sebelum berangkat mereka semua menuju rumah orangtua Suzy dan menetap selama beberapa minggu.

Dengan senyum tipis, Suzy berjalan menuju teras untuk memberitahu seseorang kalau pemberangkatan ditunda satu jam. Tetapi tiba-tiba saja ponselnya bergetar. Spontan, Suzy segera merogoh saku celananya dan melihat layar ponsel.

Bisakah kita bertemu? Ada sesuatu yang ingin kusampaikan daridulu. Maafkan aku, Suzy…

Suzy mengerutkan dahinya membaca isi pesan tersebut. Kemudian matanya melirik kearah pengirim pesan. Oh Sehun. Begitulah nama yang terpampang disana. Matanya terbelalak dan tubuhnya tiba-tiba saja bergetar. Ia tidak menyangka lelaki itu menghubungi lagi. Ia tidak menyangka lelaki itu muncul lagi dalam kehidupannya. Ia benar-benar tidak menyangka. Kenangan buruk yang sudah ia kubur dalam-dalam harus kembali terbuka. Kenangan yang membuatnya hampir gila. Kenangan yang membuatnya ingin mati. Semua kembali terbayang…

—oOo—

“YAK! LELAKI BODOH! APA YANG KAU LAKUKAN? DASAR IDIOT!” hardik seorang gadis. Sebut saja namanya Suzy. Gadis berambut panjang dan cantik ini merupakan gadis populer di Hanbyeol High School, terutama di kalangan laki-laki. Selain cantik, Suzy juga merupakan seorang siswi berpestrasi. Tidak heran jika Suzy banyak di kagumi oleh seluruh warga sekolah. Hanya saja, gadis ini adalah seorang ‘player’ membuat beberapa teman-temannya merasa risih.

“Maafkan saya. Saya benar-benar tidak sengaj,” balas seorang lelaki dengan membungkukkan badannya berkali-kali di hadapan Suzy.

Seorang lelaki lainnya yang berada di sebelah Suzy langsung menarik kerah baju lelaki yang meminta maaf tadi, “Hei, dimana tanggung jawabmu sebagai seorang pria?” ledeknya sinis, “Bagaimana jika aku memberimu penawaran, Mark Tuan?”

Lelaki yang disebut Mark Tuan itu hanya diam, menunggu lelaki menjengkelkan itu kembali menyuarakan penawaran yang dimaksud.

“Ah! Sudahlah. Tinggalkan saja orang tidak tahu diri seperti dia,” potong Suzy sebelum seorang lelaki disampingnya ini melontarkan maksud penawarannya. Ia segera menarik tangan lelaki itu dan membawanya bergabung bersama teman-temannya di bangku kantin yang sudah menjadi tempat tongkrongan khusus Suzy dengan teman-temannya. Ia merasa risih karena sejak tadi menjadi pusat perhatian. Apalagi posisi mereka berada di kantin sehingga banyak sekali yang memperhatikan mereka saat ini. Suzy benar-benar tidak suka jika menjadi pusat perhatian karena hal memalukan seperti ini. Ya, kejadian dimana Mark yang —mungkin—secara tidak sengajamenumpahkan makanan ke seragam Suzy, membuat seragamnya menjadi kotor. Benar-benar memalukan!

Oh Sehun—lelaki yang ditarik tangannya oleh Suzy—menatap Suzy kesal, “Aish, sayang, aku hanya ingin memberinya pelajaran. Lihat, seragammu menjadi basah!” Sehun menunjuk seragam Suzy yang sedikit basah.

Suzy mendengus, “Tidak terlalu basah. Aku bisa mengganti seragamku dengan pakaian olahraga,” balas Suzy santai, “Ah, lagipula jika kau berniat untuk memberinya penawaran seperti tadi apa tidak terlaluan? Kau pasti ingin memanfaatkan otaknya yang terkenal brilian itu dan uangnya yang selalu utuh, bukan?”

Senyum tipis tergambarkan jelas di wajah Sehun. Ia menoleh sekilas kearah Suzy, “Hanya ingin mencoba hal-hal baru. Selama ini aku tidak pernah menjahili orang culun sepertinya,” kata Sehun sambil mengangkat bahunya.

“Suzy! Sehun! Cepatlah kemari!”

Suzy dan Sehun dengan kompak menoleh kearah asalnya suara yang menyebut nama mereka. Melihat seseorang yang memanggil mereka adalah Kim Jongin, baik Sehun maupun Suzy segera menuju tempat Jongin dan beberapa temannya duduk—bangku kantin khusus yang menjadi tempat tongkrongan mereka—.

“Wow, Suzy, aku pertama kali melihat si culun itu di hardik seperti tadi, mukanya terlihat sangat ketakukan. Astaga aku benar-benar tidak bisa menahan tawa melihat ekspresi wajahnya yang seperti itu, hahaha..” ujar Nayeon—teman Suzy—kepada Sehun dan Suzy ketika keduanya sampai.

“Benar sekali! Aku bahkan ingin melempar mukanya dengan kotoran!” sahut Dahyun—teman Suzy juga—disertai tawanya.

Suzy terkekeh, “Ah sudahlah. Aku tidak ingin membahasnya. Sangat memalukan!”

Jongin menggebrak meja pelan, membuat beberapa temannya yang berada disana menoleh kearah Jongin. Setelah merasa cukup diperhatikan, Jongin mengungkapkan sesuatu yang ingin ia sampaikan kepada teman-temannya, “Ada sesuatu yang ingin kukatakan kepada kalian,” ujarnya pelan. Ia menarik napas pelan sebelum melanjutkan, “Ayahku baru saja membuka cafe baru tak jauh darisini. Jadi aku mengundang kalian semua untuk merayakannya besok malam. Bagaimana?”

“Wah tentu saja aku mau!” sahut Chanyeol.

“Aku pasti akan datang!” sahut Dahyun.

“Aku juga!” sahut Nayeon.

Jongin melirik Sehun, “Bagaimana denganmu, Sehun? Kau pasti akan datang kan?”

Sehun menganggukkan kepalanya, “Tentu saja, aku akan datang bersama kekasihku,” goda Sehun mengedipkan sebelah matanya kearah Suzy.

Suzy tampak mempertimbangkannya, “Ah, maafkan aku, Jongin. Mungkin aku tidak bisa datang karena besok malam ada acara dengan keluargaku. Tapi aku bisa mengatakannya kepada Appa supaya aku diijinkan, bagaimana?”

“Tidak masalah,” balas Jongin.

“Hanya itu?” tanya Chanyeol. Melihat Jongin menganggukkan kepalanya, Chanyeol segera melanjutkan, “Ah, sudahlah! Aku ingin menyalin tugas milik si culun itu. Apa kau sudah menyalinnya, Jongin?” tanya Chanyeol—lagi.

Jongin menggeleng, “Ayo kembali ke kelas,” ajak Jongin, “Apa kau tidak ingin ke kelas, Sehun? Aku tidak yakin kau telah menyelesaikan tugasmu dengan baik,” ledek Jongin.

Sehun mengabaikan pertanyaan Jongin, ia malah sibuk menatap wajah cantik kekasihnya. Melihat Sehun yang tidak mereson sama sekali, Chanyeol dan Jongin segera meninggalkan Sehun disana, membiarkan Sehun ditemani tiga wanita cantik yang salah satunya adalah kekasihnya sendiri.

“Kau tidak kembali ke kelasmu?” tanya Suzy kepada Sehun.

“Tidak.”

“Apa kau sudah menyelesaikan tugasmu?”

“Belum.”

“Lalu kenapa masih disini?”

“Karena aku ingin.”

“Kenapa kau ingin disini?”

“Karena disini ada kekasihku, aku selalu ingin berada disisinya, menjaganya dengan baik, memperhatikan paras wajahnya yang sangat cantik, merasakan kehangatan setiap kali bersamanya, merasakan detakan jantung yang berjalan begitu cepat ketika mata kami bertemu. Ya, aku sangat mencintainya, apa kau tahu?” balas Sehun dengan senyum tipis.

Pipi Suzy merona mendengar kalimat yang Sehun lontarkan, sedangkan Nayeon dan Dahyun yang berada disana hanya terkekeh geli mendengar gombalan Sehun yang sangat basi.

“Ngomong-ngomong, Zy, gimana kalau kita taruhan?” Nayeon bersuara.

Suzy menoleh kearah Nayeon. Sebelah alisnya terangkat. Bingung mendengar ucapan Nayeon yang terdengar aneh di telinganya, “Taruhan?”

“Ya, taruhan. Bagaimana?” jawab Nayeon antusias.

“Taruhan apa? Lalu apa jaminannya?” tantang Suzy.

Nayeon tersenyum lebar, kemudian matanya melirik kearah Sehun dan raut wajahnya tiba-tiba berunah. Dahyun, Sehun dan Suzy yang melihat kelakuan Nayeon tiba-tiba menjadi aneh dibuatnya semakin kebingungan.

“Kenapa, Nay?” tanya Dahyun heran.

“Ah, aku hanya tak enak hati kepada Sehun,” balas Nayeon.

“Memangnya kenapa?” tanya Sehun curiga, “Taruhanmu melibatkanku? Hm?”

“Aku hanya ingin menantang Suzy untuk membuat si culun Mark itu menjadi pacarnya, membuat si culun itu menyukai Suzy. Aku pernah mendengar si culum itu tidak pernah menyukai gadis manapun dan beberapa orang juga mengatakan kalau si culun tidak mudah menyukai seorang gadis. Jadi aku ingin menantang Suzy apakah dia bisa membuat si culun itu meluluhkan hatinya? Hahahahaha…” jelas Nayeon diakhiri dengan tawanya.

Dahyun tertawa, “Hahahaha, jika si culun itu menjadi kekasih Suzy, seluruh warga sekolah pasti heboh membicarakannya dan hal itu bisa saja menjadi topik hangat sampai taun berikutnya, hahahahaha…” sahut Dahyun.

“Ah! Aku tidak mau!” tolak Suzy mentah-mentah, “Yang benar saja! Membuat si culun itu menjadi kekasihku? Aku sama sekali tidak sudi, lebih baik aku berkencan dengan ahjussi-ahjussi daripada si culun itu,” lanjutnya.

“Ayolah, ini hanya taruhan. Aku akan memberimu sebuah mobil dan tanda tangan asli Matthew Espinosa, bagaimana?” bujuk Nayeon.

“Nayeon! Apa kau sudah gila?!” Dahyun melototkan matanya.

Nayeon terkekeh, “Aku berani menaruhkan semuanya karena aku yakin Suzy tidak akan bisa meluluhkan si culun itu,” ledek Nayeon.

Suzy mendengus, “Ck! Jangan meremehkanku!”

“Jadi?”

Suzy melirik kearah Sehun, meminta pendapat tentang taruhan dari Nayeon.

“Tidak masalah. Aku yakin kau tidak akan mencintainya meskipun kau berhasil membuat si culun itu menjadi kekasihmu. Aku percaya padamu,” jelas Sehun.

“Baiklah,” Suzy menghela napas.

“Jadi?” tanya Nayeon untuk memastikan.

“Tunggu,” tahan Dahyun, “Bagaimana jika Suzy gagal membuat si culun itu menjadi kekasihnya?” lanjutnya penasaran.

Suzy tersenyum tipis, “Lakukan apapun yang kau mau dariku, bagaimana?” tantang Suzy.

“Baiklah! Aku setuju. Waktumu hanya tiga bulan.”

—oOo—

More? Cek LIBRARY

Halo! Saya comeback membuat FF setelah tiga tahun gak bikin FF lagi wkwkwk. Maaf apabila terdapat banyak kesalahan dalam pengetikan atau apapun. Tolong tinggalkan komentar setelah selesai membaca. Jangan lupa kunjungi blog saya DISINI. Ada penggemar iKON atau TWICE? Rencana mau bikin FF Junhoe-Tzuyu-Hanbin nih hahaha xD

12 responses to “Flashback – Prolog

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s