[Freelance] My Evil Girl, Suzy!!! Chapter 3

Cover ff neul 3

Title : My Evil Girl, Suzy!!! | Author : Neulmin’s11 (Ig: @Neulmins11) | Genre :  Family, Friendship, Romance, School-life | Rating : PG-15 | Main Cast : Kim Jongin as Kai (EXO-K), Bae Suzy as Suzy ( Miss-A), Jung Krystal as Krystal (f(x)) & Shin Wonho as Shin (Cross Gene)

Disclaimer: 

All Story is mine. Plagiat? Go away!

[ Author Notes ]

Thanks to readers and speacially for Admin Dindareginaa yang udah mau ngepost ff ini. I’m so sorry if I was made you waiting to read this fanfict. And last. Sorry for typo. Hope u like it.

 

^ This Fanfiction Pure is mine! ^

 Prev >> Chapter 1 | Chapter 2 |

 

– Happy Reading Guys  –

“ Ahh chakkaman “ Kai melepaskan rangkulannya dan menarik pinggang suzy membuat badannya kini bersentuhan dengan Suzy. Suzy yang kaget dengan perlakuan Kai itu pun langsung mengedipkan matanya berkali- kali. Hingga akhirnya jarak mereka saat ini bisa di hitung hanya tinggal beberapa senti lagi. Tangan kiri Kai tergerak untuk memegang tengkuk suzy dan mendekatkan wajahnya hingga begitu dekat dengan wajah Suzy. Saat nafas Kai mulai terasa menerpa wajah mulus Suzy. Pada saat itu juga suzy memejamkan matanya perlahan.

“ Jangan mengikat rambutmu seperti ini setan kecil. Lehermu terlalu berharga untuk di lihat oleh orang lain” Kai melepaskan ikatan rambut suzy. Tak lama kemudian ia terkekeh melihat tingkah suzy yang sedikit eerrr~ memberi kode mungkin.

“ Yakk ish pabo “ Suzy membuka matanya perlahan lalu pukulannya itu kembali mendarat di kepala Kai. Lagi. Dan untuk yang kesekian kalinya. Suzy lantas cepat-cepat menjauhkan diri dari Kai dan merapikan rambutnya.

“ Hahaha untuk apa kau memejamkan matamu setan kecil? Apa kau kira aku akan—“ Kai menghentikan pembicaraannya lalu tersenyum miring melihat tingkah laku suzy yang semakin hari semakin menggemaskan baginya.

“ Yakk satu kata lagi keluar dari bibirmu aku akan membunuhmu kim jongin. Kenapa kau sangat menyebalkan “ Suzy lagi lagi memukul tangannya tanpa henti. Entah karena dia kesal karena sikap kai yang menyebalkan atau Suzy hanya menutupi perasaannya yang saat ini benar-benar merasa malu. Hanya dia dan Tuhan yang tahu.

“ Yakk yakk yakk Ishh geumanhae. Mian mian. “ Kai terkekeh pelan lalu memegang tangan suzy. Kai menatap intens ke manik mata suzy. Dia tersenyum lalu—

‘ Setan kecil. Mungkin ini terlalu cepat. Tapi untuk seminggu kedepan maukah kau jadi yeojachinguku? Saat tahun baru nanti mungkin Aku tidak akan berada di sampingmu lagi. ‘

Bukkk…

Suzy memukul tangan Jongin begitu keras.

“ Dasar bodoh. Untuk apa kau tersenyum seperti itu saat melihatku. Apa kau terpesona oleh kecantikanku heum? Aisshh Ayolah Kim Jongin akui saja itu semua jangan malu aku sudah mengetahuinya “ Seru Suzy percaya diri.  Kai hanya mengusap-usap tangannya yang terasa sakit saat di pukul oleh suzy. Walaupun perempuan tapi tenaganya saat memukul kai terasa meningkat dua kali lipat.

“ Aishh Pabo. Lupakan saja. Kajja pulang aku bosan disini “ Kai menarik hidung Suzy lalu berjalan terlebih dahulu. Ok. Mungkin ini sejenis pembalasan dari apa yang telah Kai lakukan sebelumnya. Kini mereka benar-benar merasakan rasa malu yang sebenarnya.

“ Shiroo. Kita baru saja kesini kenapa harus cepat-cepat pulang. “ Suzy mempoutkan bibirnya seraya merengek layaknya anak kecil.

“ Aishh lakukan saja apa maumu “ Jawab Kai singkat.

“ Mwo? Ishhh nappeun “ Gerutu suzy pelan. Saat melihat ada sebuah kursi tak jauh dari hadapannya. Suzy segera mendudukan dirinya di atas kursi itu.

“ Jika aku pergi denganmu kesini mungkin kau tidak akan meninggalkanku sendirian. Shin “ Suzy menengadahkan kepalanya ke langit. Tak ada bintang. Hanya cahaya bulan yang menemaninya saat ini. Mungkin Malam ini akan menjadi malam terburuk baginya.

“ Tetaplah disitu. Aku akan kembali setan kecil. “ Kai bergumam pelan seraya tersenyum hangat saat melihat tingkah laku Suzy. Lalu ia kembali berjalan menuju penjual pernak pernik itu. Ya. Kesana.

Kenapa suzy tidak ikut? Kenapa kai pergi sendirian? Apa karena kejadian tadi? Kejadian saat suzy mengira Kai akan menciumnya? Atau saat kai membayangkan ketika ia menyatakan perasaannya pada suzy? Mungkin kedua alasan itu cukup kuat. Mungkin.

***

 

“ Ah anyeonghaseyo ajumha. Apa gelang yang tadi kupesan sudah selesai kau buat? “Tanya Kai pada Ahjumha di hadapannya .

“ Ah Ne. Igeo “ Seru ajumha itu menyodorkan dua benda Cokelat pekat itu.

“ Gumawo ajumha. Uhmm semuanya jadi berapa ajumha? “ Tanya kai ramah pada ahjumha pedagang itu.

“ Annio. Tidak usah “ Jawab ajumha singkat.

“ Anniya. Tidak boleh seperti itu ajumha aku akan membayarnya. “ Seru Kai seraya menyodorkan uang pada ajumha itu.

“ Dengarkan aku anak muda. Jagalah Wanita yang tadi bersamamu. Jangan tinggalkan dia sendiri. “ Ahjumha itu berhenti sejenak. “  Aku melihat kasih sayang yang begitu tulus diantara kalian. “ Sambungnya.

“ Ne? “

.“ Akan ada banyak sesuatu yang terjadi dengan cinta kalian. Pertahankanlah apa yang seharusnya kau pertahankan anak muda “ Seru ajummha seraya tersenyum sekilas.

Kai semakin tidak mengerti apa yang di maksud ajumha itu. Apa maksudnya? Kenapa dia berkata seperti itu? Cinta? Apa Kai dan suzy terlihat seperti pasangan kekasih? Apa seperti itu. Melihat Ajumha itu tidak mau menerima uang dari Kai. Kai pun akhrirnya membungkukkan badannya berkali-kali untuk mengucapkan terimakasih pada Ajumha itu dan berlalu mulai menghilang dari pandangan ajumha itu.

Ahjuma itu hanya tersenyum melihat tingkah laku Kai. Saat Kai membalikan badannya untuk kembali berterimakasih pada Ajumha itu Betapa terkejutnya Kai saat tidak melihat siapapun di tempat yang sama. Kai bergidik ngeri. Apa dia sedang bermimpi sekarang? Atau ini hanya ilusi yang Kai buat? Apa ini semacam hal ghaib? Entahlah.

*

Saat Kai kembali ke tempat suzy dia tersenyum simpul melihat gadis yang mulai di sukainya itu masih terduduk manis di tempat yang sama. Kai menghampiri suzy dari belakang. Saat Kai ingin mengejutkan Suzy, Suzy sudah terlebih dahulu menengok ke arah belakang dan mendapatkan Kai yang sedang tersenyum kikuk seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Suzy hanya menatap sinis ke arah Kai lantas ia beranjak dari duduknya dan berniat pergi meninggalkan namja yang beberapa menit yang lalu telah meninggalkannya sendirian

.

“ Chakkaman “ Kai menahan pergelangan tangan suzy.

Suzy menghentikan langkahnya. Dia tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Kai mendekati suzy.

“ Aish jangan Marah setan kecil.” Kai mengacak pelan rambut Suzy. “Diamlah sebentar.” Sambung Kai. Kai merogoh Saku celananya. Dan mengambil Sepasang benda cokelat yang dikenal dengan gelang itu. Dalam gelang itu telah terukir indah nama yang berarti bagi mereka berdua.

“ Aku hanya pergi untuk mengambil ini setan kecil. Maafkan aku “ Seru Kai memakaikan gelang bertuliskan ‘Namja pervert’ itu. “ Jadi, jangan marah lagi padaku “ Lanjutnya.

Suzy hanya bergerutu tak jelas saat Kai meminta maaf padanya dan memakaikan gelang bertuliskan ‘ Namja Pervert ‘ itu.

“ Ishh Pabo. Kenapa kau tidak bilang padaku? Kenapa malah pergi sendiri? Kita kan bisa mengambilnya bersama-sama “ Gerutu suzy. Lalu Suzy memukul tangan Kai. Lagi.

“ Yakk Aishh mian mian. Geuman geuman. Pakaikan juga untukku “ Seru Kai memasang wajah innocent pada Suzy berniat membujuk suzy agar memakaikan gelang itu juga padanya.

“ Shiroo” Jawab suzy singkat.

“ Aishh palli “ Rengek Kai.

“ Shirooyo “ Tegas Suzy. Lalu ia membalikkan badannya dan melipat tangannya di dada.

“ Yakkk Palliwa. “ Rengek Kai. Dia mengikuti arah pandangan suzy. “ Palliwa” Lanjut Kai. Ia mempoutkan bibirnya.

“ Aigoo. Wajahmu sangat mengerikan Kim Jongin “ Suzy Menoyor/? Kening Kai perlahan. Akhirnya suzy mengambil gelang itu dan memakaikannya di pergelangan tangan Kai.

“ Setan Kecil “ Gumam Kai melihat gelang yang terlingkar di pergelangan tangannya yang kekar itu. “ Bukankah ini Bagus? “ Tanya Kai.

“ Uhmm “ Gumam suzy singkat.

Kai merangkul bahu suzy. “ Yakk setan kecil Kau Tahu? Ajumha tadi tiba-tiba menghilang begitu saja saat aku ingin mengucapkan terimaksih lagi padanya. Pantas saja saat aku ingin membayarnya ajumha itu malah menolak keras uang dariku. “ Seru Kai.

“ Eoh? Jeongmal? “ Tanya Suzy memicingkan matanya. Mungkin Suzy pikir kali ini Kai sedang menakuti suzy.

“ Ne. Dia juga mengatakan hal yang aneh. Dia bilang kalau suatu saat nanti akan ada banyak sesuatu yang terjadi dengan cin—“ Kai menghentikan pembicaraannya. Dia melipat bibirnya sendiri merasa bahwa hampir saja dia akan mengatakan kebenarannya.

“ Mwo? Cin? Mwoya? “ Tanya suzy seduktif mungkin menatap mata Kai mencari sebuah kebenaran yang ada. Berharap kai mengatakan apa yang sebenarnya terjadi saat dia mengambil gelang itu.

“ Aahh. Anni. Bukan apa-apa setan kecil. Kajja ini sudah lumayan larut. Kita pulang saja. Lain kali kita kesini lagi. “ Seru kai.

“ Shiroo. Lanjutkan dulu ceritamu. Apa yang akan terjadi nanti? “ Tanya suzy.

“ Aishh. Kau akan Akan di cintai oleh orang terdekatmu. Sudah. Kajja kita pulang. Palli “ kai yang tak mau memperpanjang lagi Ia berjalan meninggalkan suzy. Betapa bodohnya Kai mengatakan bahwa akan ada namja yang mencintainya. Dan namja itu adalah orang terdekatnya. Mungkin pernyataan itu benar adanya. Kenyataannya namja itu adalah dia sendiri Kim Jongin. Namja yang saat ini menjadi orang terdekat suzy.

“ Jeongmall? Woah. Siapa namja itu Kai? Apa dia satu sekolah denganku? Apa dia tampan? Apa dia mengenaliku? Apa dia teman dekatku? Apa ajumha itu mengatakannya? Katakan padaku Kim Jongin. “ Tanya suzy mengikuti Kai dari belakang. Suzy berusaha menyamai langkah kaki Kai yang semakin cepat itu. Kai tidak menggubris rentetan pertanyaan yang suzy lontarkan. Dia hanya mempercepat langkahnya agar segera sampai di parkiran dan cepat pulang ke Rumah.

***

“ Bae suzy. Ambil buku ini dan simpan di perpustakaan. Arraso? “ Tegas seongsaengnim paruh baya itu.

“ Aish kenapa harus aku lagi “ Gerutu suzy pelan.

“ Palli Bae Suzy “ Tegas Songsaengnim itu.

“ Arraso “ Suzy mengambil tumpukan buku yang lumayan banyak itu.

Kai melihat ke arah suzy “ Aishh dasar bodoh dia bisakan mengambil sebagiannya terlebih dahulu. Atau meminta bantuan pada orang lain. Dalam hitungan detik buku itu akan jatuh lihat saja Bae suzy “ Gumam Kai dari kejauhan.

Tiba-tiba—

BUKK BUKK BUKK BUKK… ( Anggep aja suara buku berjatuhan :v )

“ Aish Apa aku bilang. “ Saat kai hendak berdiri untuk membantu suzy. Seseorang terlebih  dahulu lari menghampiri suzy.

“ Biar ku bantu Zy “ Seru namja itu. Shin. Teman masa kecilnya sekaligus. Cinta pertamanya.

“ Tidak usah shin. Aku bisa melakukannya sendiri. “ Jawab suzy tersenyum kearah shin.

“ Aku tidak menerima penolakan darimu Zy. “ Shin cepat-cepat membereskan buku-buku itu untuk segera di simpan ke perpustakaan.

“ Gumawo Shin “ Suzy tersenyum simpul.

“ Uhm “ Gumam Shin. “ Kajja “ Sambungnya. Shin berdiri membawa tumpukan buku itu. Lalu suzy berdiri dan mulai berjalan di samping Shin untuk menyimpan buku-buku itu di perpustakaan.

“ Aishh saat bersamanya bahkan dia selalu tersenyum seperti itu. Lihat saja nanti setan kecil “ Gerutu kai pelan.

 *

“ Zy. Ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu. “ Seru Shin pelan. Dia membuka suara berusaha memecahkan keheningan yang menyelimuti suasana diantara keduanya itu.

“ Eoh? Mwo? Katakan saja” Suzy mengambil beberapa buku lalu menatanya di deretan buku-buku yang sama.

“ Nanti malam temanku berulang tahun. Dan aku tidak punya teman untuk pergi kesana. Apa kau mau menemaniku? “ Ucap Shin ragu.

“ Kenapa harus aku? Kau bisa kan meminta teman yang lainnya. “ Jawab suzy seraya tetap menata buku-buku itu.

“ Tapi aku belum mempunyai teman yang begitu dekat denganku kecuali kau Zy. “ Tegas Shin.

Suzy mennyimpan buku terakhir itu dan merapikan rentetan buku-buku yang di simpannya.

“ Baiklah. Jam berapa acaranya? “ Suzy membalikkan badanya menghadap Shin.

Shin tersenyum saat suzy tidak menolak permintaannya itu. “ Nanti jam tujuh malam aku akan ke rumahmu. Kau tidak pindah rumahkan? Jangan khawatir.  Aku masih mengingatnya zy. “ Ucap Shin tersenyum simpul.

“ Baiklah. Aku tunggu Shin “ Ucap suzy tersenyum simpul.

“ Gumawo Sweety. “ Shin refleks memeluk Suzy. Suzy yang merasa risih dengan perlakuan shin. Ia berusaha melepaskan pelukan shin perlahan. Shin yang tersadar akan tindakannya itu segera menjauhkan dirinya dari suzy.

“ Mian “ Ucap Shin menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

“ Gwaenchana “ Jawab suzy singkat.

Tanpa mereka sadari sepasang mata memperhatikan tingkah laku keduanya.

 “ Kenapa kau masuk dalam kehidupannya lagi Shin wonho “ Geram Kai. Kai meremas buku yang sedang di pegangnya itu. Ya. Buku itu tertinggal di kelas. Saat kai ingin keluar ia melihat buku itu terselip dekat Kaki meja sehingga baik Suzy ataupun shin tidak melihatnya. Oleh karena itu Kai mengambilnya dan berniat menyimpannya di perpustakaan.

Tapi saat dia sampai di tempat tujuannya. Kai bahkan melihat sesuatu yang tidak ingin di lihatnya. Faktanya gadis yang tidak lama ini mulai menarik perhatiannya itu di peluk oleh seorang namja yang pernah menjadi bagian dari masa lalu dari gadis itu. Bae Suzy dan Shin wonho. Kai menyimpan buku itu di mana saja dan berlalu meninggalkan perpustakaan itu.

***

~ Bae’s Family House ~

 

Drrttt Drrtt Drrttt…

Ponsel Kai berdering begitu lama. Tanda ada satu panggilan masuk. Tanpa berpikir panjang dia mengambil ponselnya menatapa sekilas nama pemanggil itu lalu detik berikutnya Kai mengangkatnya.

 

‘ Ne abeoji. Waeyo? ‘

 

‘ ….. ‘

 

‘ Aahh jeongmal? ‘

 

‘ ……. ‘

 

‘ Baiklah abeoji. Kirimkan saja alamatnya. ‘

 

‘ ……. ‘

 

‘ Arraso ‘. Kai menutup panggilan dari Ayahnya. Lalu ia tersenyum saat apa yang telah ayahnya itu katakan padanya.

 

“ Beberapa hari lagi. Hanya beberapa hari. Aku punya waktu untuk menghabiskan waktuku disini bersamamu setan kecil. “ Gumam Kai pelan.

“ Kai bisakah kau mengantarku ke Mall hari ini “ Suzy masuk kedalam kamar kai begitu saja saat melihat kamar kai yang sedikit terbuka.

“ Yakkk Aish dasar bodoh. Kenapa kau masuk kedalam kamar namja begitu saja dasar yeoja pervert “ Geram Kai.

“ Mian “ Suzy hanya tersenyum lebar menampilkan deretan giginya yang rapi itu. “ Bisa tidak? “ Ulang Suzy.

“ Shiroo “ Jawab Kai singkat. Dia berusaha menggoda gadis yang saat ini di hadapannya itu agar membujuknya untuk mengantar suzy ke Mall.

“ Aishh baiklah kalau begitu lebih baik aku meminta tolong pada Shin—“

“ Ah chakkaman” Potong Kai. “ Kajjja aku akan mengantarmu “

“ Arraso” Suzy tersenyum puas saat kai memutuskan untuk mengantarnya Shopping sore ini.

*

Suzy dan Kai berjalan menyusuri Mall itu. Tidak jarang dari mereka masuk ke toko pernak pernik kecil hanya untuk mencobanya saja. Selepas itu mereka keluar kembali. Memalukan memang. Tidak membeli satu pun. Satu pun. Ingat itu.

“ Sudahlah setan kecil. Aku sudah lelah. Sebenarnya apa yang ingin kau beli? “ Tanya Kai lesu.

“ Mian. Sebenarnya Aku ingin membeli dress untuk nanti malam Kai.” Jawab suzy ragu. Dia tersenyum lebar merasa kasihan melihat Kai yang kelelahan tapi barang yang di inginkannya belum Ia beli.

“ Nanti malam? “

“ Ne. Ke Birthday Party temannya Shin. “

“ Denganmu ?”

“ Uhm. Hanya malam ini saja. Aku janji tidak akan pulang larut dan meminum alkohol disana “

“ Baiklah jam Sembilan kau harus sudah di rumah “ Tegas Kai.

“ Aishh yakk secepat itu “ Rengek Suzy.

“ Jam Sembilan atau tidak pergi sama sekali? “

“ Arraso “  Suzy mempoutkan bibirnya. Tidak apa sampai jam Sembilan yang penting dia sudah di perbolehkan pergi ke party itu oleh Kai. Ya. Orang tua Suzy sedang keluar kota untuk menemui rekan kerjanya untuk membicarakan proyek baru yang sedang Mereka bangun. Oleh karena itu Eommanya suzy sangat meminta Kai untuk menjaga Putri kesayangannya itu.

Setelah Suzy membeli dress yang didinginkannya. Akhirnya mereka pulang ke Rumah. Baik Suzy maupun Kai tidak ada yang membuka suara saat di perjalanan pulang tadi. Mungkin Kai sedikit Marah pada suzy. Karena Suzy akan pergi nanti malam bersama namja itu. Shin wonho.

***

Suzy menatap Pantulan dirinya di depan cermin besarnya itu. Dia terus saja membolak balikan badannya melihat pantulan dirinya di dalam cermin itu.

“ Apa ini tidak terlihat buruk? “ Gumamnya ragu.

Saat suzy ingin membeli dress berwarna Merah atau tidak hitam Kai melarangnya. Menurut Kai tidak cocok untuk Gadis seumuran Suzy. Dress itu terlalu minim dan terbuka di bagian punggungnya. Jika suzy memakai dress dengan warna tersebut Suzy akan terlihat lebih tua dari umurnya. Kata Kai. Jadi Kai memilihkan dress berwarna merah muda. Walaupun tidak sesuai dengan karakter suzy yang garang itu. Tapi menurut Kai Suzy harus terlihat baik  saat di depan orang yang tidak di kenalnya. Oleh karena itu Kai memilihkan dress Merah muda itu.

Dress tanpa lengan dengan Aksen pita di bagian pinggang dan bunga Kecil di bagian Dada kirinya yang memiliki warna lebih tua itu memberikan Kesan anggun kepada siapa saja yang memakainya. Rambut yang di biarkan tergerai itu pun menjadi penyempurna kecantikan yang terpancar dari gadis yang bernama lengkap Bae Suzy itu.

Tiinn Tinn Tinn….

Saat mendengar suara klakson mobil itu suzy segera bergegas mengambil tas selempangnya dan memakai Wedgess dengan warna yang senada dengan tasnya. Suzy merapikan rambutnya sekilas lalu keluar dari Kamarnya.

“ Jangan pulang terlalu malam setan kecil ingat itu “ Gumam Kai pelan saat Suzy berlalu melewatinya.

“ Arraso “ jawab Suzy singkat.

Saat Suzy sudah menghilang dari pandangan Kai. Kai tersenyum simpul. “ Dia sangat cantik “ Gumam Kai pelan.

*

“ Kau sangat cantik Zy “ Ucap Shin pelan.

“ Eoh? Gumawo “ Suzy tersenyum kikuk saat baru saja Shin memujinya. “ Kau juga Shin “

“ Mwo? Apa aku terlihat cantik juga? “ Ucap Shin terkekeh.

“ Aishh Anni. Maksudku Kau terlihat tampan saat memakai Tuxedo hitam itu “ Gumam Suzy pelan seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

“ Arra araa .” Shin terkekeh pelan. “ Kau sudah siap? “ lanjut Shin.

“ Uhmm “ Gumam Suzy. Lalu detik berikutnya Shin menancapkan gasnya dan bergegas pergi ke Birthday Party temannya itu.

*

“ Ne. Selamat menikmati pestanya “ Namja itu membungkukkan badannya berkali-kali saat teman-temannya datang mengucapkan selamat padanya. Mungkin pestanya akan di Mulai sebentar lagi.

“ Jae Jin-yaa Perkenalkan ini Suzy. Gadis yang aku ceritakan waktu itu “ Ucap Shin.

“ Bae Suzy Imnida. Bangapseumnida “ Ucap Suzy.

“ Lee Jae jin imnida. Bangapta. Jangan berbicara formal padaku Zy. Kau kan temanku juga “ Jawab Jaejin terkekeh pelan.

“ Ne? Ah arraso Jae jin-yaa “  Jawab Suzy tersipu.

“ Uhm Kalian nikmati saja pestanya. Aku harus menemui temanku yang lainnya. “ Seru Jaejin.

“ Arraso cepat kembali jin-yaa “ Jawab Shin.

“ Zy apa kau suka dengan pestanya? “ Tanya Shin.

“ Uhmm. Tidak terlalu banyak orang. Aku menyukainya. Sepertinya hanya orang-orang terdekat saja yang di undangnya. “ jawab Suzy.

“ Ne. Jaejin tidak terlalu suka keramaian. Oleh karena itu dia hanya mengundang orang-orang terdekatnya saja. “ Papar Shin.

“ Ahh arrso”  Suzy menganggukan kepalanya seakan mengerti apa yang baru saja Shin katakan.

“ Kau ingin minum Zy? “ Tanya Shin ragu.

“ Ah tidak. Aku akan mengambilnya nanti. “ Jawab Suzy singkat.

“ Zy aku ingin menemui temanku disana. Kajja “ Tanya Shin.

“ Ne? Ahh anniya. Aku ingin ke toilet sebentar Shin. Dimana toiletnya? Uhmm nanti aku akan menyusulmu kesana “ Ucap Suzy.

“ Ahh arrso. Toiletnya dibelakang belokan sana Zy. “ Jawab Shin seraya menunjukan arah yang dimaksudnya.

Suzy melihat arah yang di tunjukan oleh Shin lalu ia menganggukan kepalanya dan segera pergi ke toilet. Tanpa pikir panjang Suzy masuk kedalam toilet itu. Dia mencuci tangannya dan merapikan tampilannya. Alangkah terkejutnya dia saat melihat sesosok namja dari pantulan kacanya. Namja itu baru saja keluar dari kamar kecil. Namja itu tidak kalah terkejutnya saat melihat Suzy berada dalam toilet itu.

“ Yakkk Neo? Nuguya? “ Teriak suzy lalu ia membalikan badannya menghadap namja itu.

“ Aishh jangan berteriak. Nanti semua orang bisa mendengarnya. “ Ucap namja itu langsung membekap mulut Suzy.

Tanpa pikir panjang Suzy menginjak kaki namja itu dan memukul kepalanya.

“ Aisshh pabo. Apa maumu? “ Tanya Suzy geram.

“ Mwo? Kau yang bodoh masuk ke toilet namja begitu saja. “ Jawab namja itu dengan ketus.

“ Ne? na-namja? “

“ Uh? Wae? Kau tidak lihat di dekat pintu depan tertuliskan ‘ Man ‘ Apa kau tidak tahu artinya? “  Ledek namja itu.

“Mwo? Yakk Ishhh. Arra araa aku akan keluar “ Entah karena menahan rasa malu atau apa Suzy cepat-cepat keluar dari toilet itu. Di susul namja berkulit putih susu itu. Suzy akui namja itu tampan tapi ketahuilah dia sangat menyebalkan. Saat namja itu benar-benar menghilang dari pandangan suzy. Suzy masih mematung di depan toilet itu.

“ Dasar namja sialan. Beraninya dia menyentuhku. Untung hanya dia saja yang berada dalam toilet itu. Jika tidak? Ahhh aku bisa gila “ Gerutu Suzy. Dia benar-benar merasa malu dan kesal atas kecerobohannya itu. Tak ingin bergerutu lebih lama lagi akhirnya dia bergegas untuk menemui Shin dan memintanya untuk mengantar dia pulang.

Saat dia menemui Shin. Dia melihat namja yang sama. Namja yang dia temui saat insiden di toilet tadi. Dia berusaha menghindar dari pandangannya tapi usahanya itu nihil. Shin malah meminta Suzy untuk memeperkenalkan dirinya di depan teman-temannya semasa duduk di bangku Junior High School itu.

“ Anyeonghaseyo. Bae  Suzy Imnida. “ Ucap Suzy ramah seraya tersenyum dan membungkukkan badanya ke arah teman barunya itu.

Oh percayalah semua namja yang di depannya itu tersenyum dan memuji kecantikan dan keramahan Suzy. Bahkan salah satu dari mereka ada yang mengatakan bahwa suzy jelmaan dari bidadari yang turun dari surga. Ya. Mungkin itu terlalu berlebihan. Tidak dengan namja yang tadi dia temui di toilet. Namja itu hanya menatap Suzy dengan pandangan yang dingin seolah-olah tidak terjadi apapun sebelumnya.Dan enggan tahu apapun tentang gadis yang dia temui di toilet tadi. Bae Suzy.

Berkat keramaian dan kehangatan yang diciptakan oleh teman-teman terdekatnya Jaejin. Pesta itu berjalan dengan baik. Canda tawa memenuhi setiap sudut di halaman belakang rumah mewah itu. Suzy melihat jam yang terlingkar manis di pergelangan tangannya. Jam 11. Ini hampir tengah malam. Kai pasti marah padanya. Dia merogoh tas selempangnya berniat menghubungi Kai agar jangan terlalu mengkhawatirkannya. Nihil. Usahanya Nihil. Suzy lupa membawa ponselnya. Dia terlalu terburu-buru hingga lupa membawa benda yang saat ini sangat di butuhkannya itu.

“ Shin kapan acaranya selesai? “ Tanya suzy.

“ Uhm entahlah. Tengah malam nanti Jaejin ingin menyatakan perasaannya pada seorang yeoja. Jadi mungkin sangat larut Zy. “ Ucap Shin ragu.

“ Ne? Aaah Shin apa kita bisa pulang sekarang? Aku pikir Kai akan marah padaku jika pulang terlalu malam. “ Bujuk Suzy.

“ Baiklah. Aku akan mengantarmu pulang sekarang Zy “ Pasrah Shin.

“ Uhm Ne Kajja “

*

Sudah sejam yang lalu Kai gelisah dengan keadaan setan kecilnya itu. Apa yang harus dia lakukan sekarang? Kai sudah mondar mandir di ruang TV dan  memanggil Suzy. Tapi tak ada jawaban darinya. Ada apa dengan gadis itu? Kenapa suzy tidak menjawab panggilan darinya? Apa suzy sengaja melakukannya? Kini berjuta pertanyaan itu akan segera terpecahkan saat Kai memakai jaketnya dan menambil kunci motornya agar cepat mencari Suzy. Walaupun dia tidak tahu suzy dimana. Yang jelas kegelisahannya bisa berkurang jika ia mencari Suzy langsung.

 Tapi saat Kai hendak membuka Pintu rumah itu terdengar Suara mobil yang mendatangi kediaman Keluarga Bae. Kai membuka gorden jendela itu dan melihat seorang namja yang sedang membukakan pintu pada yeojanya. Tidak. Lebih tepatnya setan kecilnya.

“ Uhmm gumawo Shin sudah mengantarku pulang “ Ucap Suzy.

“ Aahh anniya. Aku yang harusnya berterimakasih karena Kau sudah mau menemaniku ke pesta itu. “ Balas Shin.

“ Uhmm baiklah. Aku masuk dulu ya shin. Kau hati-hati di jalannya. “ Ucap Suzy seraya hendak membuka pagar rumahnya.

Shin menahan pergelangan tangan Suzy. Dan menariknya begitu saja. Hingga tanpa di sadari kini Shin mencium pipi Suzy tidak bahkan itu nyaris di bibirnya. Mungkin jika di lihat dari depan akan terlihat bahwa Shin mencium bibir Suzy.

“ Good night Sweety. Ah anni. Suzy-yaa “ Shin tersenyum melihat ekspresi suzy saat ini. Dia pun tersenyum lebar dan langsung masuk kemobilnya lalu bergegas pergi dari pandangan Suzy.

“ Aisshh dia selalu saja melakukannya seperti itu “ Gerutu suzy pelan.

Tanpa Suzy sadari Kai yang sedari tadi memperhatikannya dari jauh itu meremas gorden jendela Rumahnya. Tidak. Maksudnya Rumah keluarga Bae. Kai menutup Kasar gorden itu dan kembali duduk di sofa sebelum suzy mengetahui kalo Kai melihat apa yang terjadi saat di depan gerbang rumahnya tadi.

“ Aku pulang “

Kai lantas bangun dari duduknya. “ Syukurlah kau pulang dengan selamat “ Jawab Kai ketus lalu berjalan melewati Suzy tanpa melihat Suzy walaupun hanya sekilas. Suzy yang merasakan bahwa Kai saat ini sedang marah padanya langsung mengikuti Kai dari belakang.

“ Mianhae. Aku melakukan kesalahan “

“ Kai-yaa disana temannya Shin banyak bertanya padaku jadi aku lupa pada waktu “

“ Kai-yaa jangan seperti ini bicaralah padaku “

“ Ponselku tertinggal “

“ Kai—“

Bukkk..

“Aahhh “ Rintih suzy saat Kai berbalik dan meremas bahu Suzy lalu menyudutkannya ke tembok.

Suara benturan punggung dengan tembok itu mungkin tidak begitu keras tapi rasa sakit itu mungkin akan sulit untuk hilang.

“ Mianhae “ Gumam Suzy pelan sebelum pandangannya menjadi gelap.

 TBC…

Next Chap..

 

“ Jangan membuatku khawatir lagi  Setan kecil “

 

“ Shin siapa namja itu? Kenapa dia sangat menyebalkan? “

 

“ Dia? nugu? Namja yang meminum bubble tea itu? Dia Oh Sehun. Temanku “

 

“ Tidak. Aku hanya akan pergi ke Daegu besok Krys “

 

“ Mwo? Di jodohkan? Aish Wae? “

 

***

Hahaha gimana ceritanya? Makin gajekah? Atau makin garing? Ato makin gak nyambung? Ah sudahlah terharu bikin ini cerita yang semakin hari semakin bingung musti di bawa kemana/? :v Nah loh ada Cast baru itu. Yang pengen Sehun ada tuh udah aku adain Sehunnya :v Aku sempet kaget sama salah satu dari kalian (readers) yang udah bisa nebak inti ceritanya😀 Chukkae *,* Makasih yang udah mau baca sama ngasih komentarnya. Maaf gak bisa lanjutin ceritanya cepet-cepet soalnya kan harus nunggu dulu di post sama adminnya. Yang ngirim bukan aku aja. So be patient ya. Kalo mau bacanya di blog pribadi aku di Neulmin’s11  aku juga post disana ^^

Ini udah cukup lumayan panjang loh buat 1 Chapter udah 4295 words ini :v Satu lagi. Duh jan panggil aku author lah belum cocok aku buat jadi author😀 Panggil aja Neul ato apa kek biar rada akrab gitu :v Sekian. Thanks yo😀

 

47 responses to “[Freelance] My Evil Girl, Suzy!!! Chapter 3

  1. Aaa lucu bgtt!!! Udah lama engga baca ff kaizy:( lanjut terus ya thor!! Maaf yaa baru sempet komen disini soalnya baru baca juga T.T btw salam kenal thoor!

  2. Pingback: [Freelance] My Evil Girl, Suzy!!! Chapter 4 | Kingdom of Suzy's Fanfiction·

  3. hai eonnie jumpa lagi…akhir2 ini aq jarang buka wp…hr ini pas buka wp ksf ada ff eonnie ini eeee udh part 4 aja…krn terakhir baru baca part 2 jd td nyari part 3 ny dlu buat dibaca….
    aigoo gumawo eon ada sehunie…penasaran jgn2 cowo yang ditoilet tadi hunie…jadi berharap lg ff ini hunzy kekeke #plak #ngimpikaliyee…izin baca part 4 eon…big thanks eonnie

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s