[Freelance/Ficlet] The Moon Has Disappeared from The Sky

themoon

Title : The Moon Has Disappeared from The Sky | Author : Rendevousuz | Genre : AU, Romance, Hurt/Comfrot, Drama, Little bit Angst | Rating : PG 15 Main Cast : Bae Suzy (miss A) and Kim Myungsoo (Infinite)

Dapat dibaca terpisah dengan Pamflet Cinta

.

.

.

Semua hal yang yang ditulis di dalam ff ini bersifat rekayasa, dibuat tidak untuk menyinggung orang lain apalagi penarikan komersil. Ff ini ditulis hanya untuk hiburan semata. Bait lagu yang saya pakai bukan milik saya melainkan milik penciptanya.

.

.

…Angkasa gelap bertabur berlian menyembunyikan peredaran rembulan yang kala itu menyelami fase lengkung menyerupai sabit. Klisenya, hilangnya bulan tersebut lantaran dia telah masuk ke dalam hatinya Myungsoo.

.

Selamat Membaca!

.

.

The Moon has disappeared from the sky
Cause’ it has walked into my home

.

.

Bukannya menyalahkan takdir yang memisahkan selang beberapa tahun ke belakang. Hanya saja, catatan bahwa pernah dipisah jarak dan waktu tidak cukup untuk membuat Suzy mampu melupakan Myungsoo. Begitupun sebaliknya.

Sekembalinya sang gadis dari perantauan bersama mata kamera di hampir seluruh penjuru dunia, memori dari masa lalu memaksanya tuk kembali ke kampung halaman. Dan bertemu kembali dengan Myungsoo, tanpa sengaja atau secara idiil kebetulan, di tengah ruang bandar udara Incheon.

Mantap untuk menunda keberangkatan ke Austria tentu bukan perkara yang mudah bagi Myungsoo. Kontrak bernilai jutaan won dengan dirinya pun lenyap tak bersisa. Namun itu semua tentu tidak sebanding dengan sebuah eksistensi makhluk Tuhan yang begitu dicintai sepanjang hayat oleh Myungsoo. Gadis molek yang sekarang surainya sudah panjang dan berwarna legam. Gadisnya, mataharinya, Bae Suzy.

“Bagaimana rasanya kembali menginjakkan kaki di Korea setelah sepuluh tahun?” kuesioner beserta secangkir hot Americano menderu hening yang ditinggal sebentar oleh pria itu.

Hm, kamu mau jawaban jujur atau bohong?” tanya Suzy balik. Menyesap hangatnya kopi favorit yang selalu menelan rasa pahit kerinduannya lantaran mozaik Kim Myungsoo memenjarakannya kala dulu.

“Dua-duanya, boleh?”

“Tidak ada yang spesial. Rasanya hambar.” balas sang gadis.

Lepas dari segala analisa yang diam-diam diorganisasikan oleh pikiran terdalam Kim Myungsoo, pada malam kali ini, pria itu patut bersyukur. Rasa cinta dan rindu yang masih mendekam dan tak mau pergi dari dalam hatinya, kembali ia berdayakan. Dalam hati seakan bertanya; inikah jawaban Tuhan atas doa-doa yang aku panjatkan setiap malam?

Tidak terbayangkan akan bertemu lagi denganmu di sini, begitu ‘kan yang sesungguhnya kamu rasakan sekarang.” tembak Myungsoo langsung. Seolah mampu menerawang alam pikiran gadis Bae yang begitu ingin diciumi seluruh wajahnya saat ini juga. Lantaran libido kepriaannya yang terlalu sukar dibendung.

Suzy mendecap, tanda keheranan sekaligus takjub. Begitu klise pertemuan yang barusan merebahkan diri dalam realita kehidupannya. Sesekali, dia pernah berharap memang. Namun begitu merasa gentar lantaran eksplosi yang akan timbul kelak kalau harapan itu berubah menjadi sebuah kenyataan yang menyimpang dari keinginannya.

“Dalam hal ini; kamu yang memang pintar dalam membaca pikiran atau pintar berdusta?”

“Salah satunya. Terserah kamu pilih yang mana.”

Beralaskan bangku taman yang bercokol di dekat sungai Han, keduanya berdiam diri. Tanpa segan, Myungsoo menjamah jemari Suzy; menghangatkannya dengan kehangatan yang dialiri oleh tanggapan hati berbau kerinduan. Tidak mau bersikap egois bertendensi childish, Suzy menekan dalam-dalam rasa guilty yang meruang dalam relung hatinya selama sepuluh tahun.

Ibarat kata, setiap ruang yang tertutup akan retak lantaran mengandung waktu yang selalu mengimbangi. Dan akhirnya akan meledak akibat terhadangnya waktu untuk beranjak.

Angkasa gelap bertabur berlian menyembunyikan peredaran rembulan yang kala itu menyelami fase lengkung menyerupai sabit. Klisenya, hilangnya bulan tersebut lantaran dia telah masuk ke dalam hatinya Myungsoo.

Perasaan yang begitu bergairah ini berawal dari sebuah kata. Dengan penuh percaya diri, Myungsoo berdayakan ruang waktu untuk cintanya yang tak kunjung membeku. Tidak peduli dengan ruang yang dahulu sempat lepas dari jangkauan; malahan, sekarang ia sendiri jadi begitu memahami.

Tidak ada yang bisa mewakilkan betapa besarnya rasa cinta Myungsoo kepada Suzy; bahkan alam semesta satu noktah pun takkan pernah cukup. Demikian juga dengan satu kecupan hangat yang Myungsoo sematkan pada kening Suzy; cukup berani mewakilkan betapa ia ingin sekali menciumi wajah sang gadis sampai ia tidak pernah puas.

Bagi Myungsoo, Suzy adalah buku yang tidak pernah tamat ia baca. Suzy adalah lumut yang membatu dalam tempurung otaknya. Dia tidak sempurna, begitu sentimentil dan adiktif terhadap lusinan gelas kafein. Suzy sulit menghadapi dirinya sendiri; di balik keanggunan dan keluwesan yang dimiliki; Suzy sejujurnya takut pada dunia.

Tanpanya, Myungsoo justru sulit untuk melewati yang namanya satu hari dalam hidupnya. Karma pun mengait pada diri gadis semenjana itu; sulit untuk tidur nyenyak singkatnya menimpa Suzy selama kurang lebih sepuluh tahun ke belakang.

“Agak risih bagiku untuk menyebutnya sebagai kesempatan kedua.”

“Begitu juga denganku.”

“Bagaimana kalau dengan season dua? Terdengar lebih baik ‘kan.”

Mendendam bukanlah sesuatu yang kurang tentu mendasar pada gaya hidup keduanya. Selesai merenung dalam hati, keduanya mendeklarasikan satu lagi janji yang tidak perlu dibuktikan kebenarannya karena memang sudah terlahir secara kongkrit. Lepas dari segala kotak analisa, cinta keduanya ternyata masih ada dan selalu ada.

Lambaian bayu di penghujung musim gugur menggotong kesadaran keduanya untuk segera beranjak dari kursi. Berjalan beriringan, Myungsoo dan Suzy meninggalkan bangku panjang di pinggir sungai Han dalam area jembatan Cheongdam dengan satu sinar tegas dari kedua belah mata masing-masing.

Terangnya, perasaan Suzy sudah mempersatukan lintasan-lintasan kehidupan pria itu dengan masing-masing destinasi. Mencapai satu pelabuhan yang akan mengantarnya pada destinasi yang absolut; Bae Suzy itu sendiri. Beranjak dari sana, Myungsoo pun mantap untuk memutuskan kalau ia bernafas hanya untuk Suzy; ia hidup di dunia ini hanya untuk Suzy.

Sekedar menyadari bahwa cintanya selalu ada untuk Myungsoo, Suzy tidak meragu kalau itu memang terjadi sendiri. Merumuskannya bukan opsi yang bijak, karena yang terpenting itu tulus hati dan sebenarnya. Sebagai pengembalian dari Myungsoo yang tidak pernah segan untuk memberikan seluruh hatinya, sang gadis pun menyerahkan dunianya dengan sepenuh hati hanya untuk Myungsoo.

“Untuk pertama kalinya dalam sepuluh tahun terakhir, kita akan kembali menuju rumah kita.”

.

.

Only we know what lies between us

Only because of you, my beloved, this house has become a home.

.

.

***

Fin.

a/n:

setelah absen begitu lama dari membaca ff, dan berkunjung lagi ke sini (terlebih ngeliat ff sendiri, hihi. Dan baca komentarnya) Ren tergerak untuk membuat sedikit sekuel ff yang terakhir Ren kirim ke sini. Senang sekali akhirnya Ren masih bisa menulis ff-walaupun hasilnya pasti tidak terlalu bagus, gakpapa Ren tahu kok. hihi- dan bisa diterbitin di sini. maaf ya atas hasilnya yang kurang memuaskan. Saran dan kritik boleh kok dikasih ke sini, dengan senang hati Ren akan menerimanya^^

thanks for reading! And kak dinda, thanks for publishing my ff😀

Love xx

14 responses to “[Freelance/Ficlet] The Moon Has Disappeared from The Sky

  1. Kata2nya dalam… tp author sengaja buat reader penasaran… apa mereka sdh menikah? Knp mereka berpisah smp 10 th?

  2. Uwaaahhh daebak, authornya bener” jjang… sukses nyusun kata” yang menjadikannya kalimat ciamikkk..;) nice pokoknya. Susah buat diungkapi .. tentunya dengan cinta keduanya yg masih sama selama 10th berpisah… selalu berharap ada kelanjutan dari ff ini hehe… berhubung mereka berdua disini sama” berfikir dewasa..

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s