When Love Comes (Chapter 4)

when-love-comes

Poster by Gyuskaups Art

Tittle: When Love Comes

Author: Stella Lee

Main Cast:
Bae Suzy (Miss A) | Kim Myung Soo (Infinite) | Kim Jong In (EXO)

Gendre: Romance, School life, Comedy

Legth: Chaptered

Rating: G

Disclimer: The story is pure by me. All casts belong to God, their parent, and agency.

Prev:

Teaser | Chap1 | Chap 2 | Chap 3A | Chap 3B | Chap 3C | …

Jongin sedang bergegas merapikan barangnya yang ada di mejanya. Tiba-tiba Haeryung -yeoja yang menembaknya waktu itu- menghampirinya.

“Emm… Jongin-ssi” ujar Haeryung.

“Waeyo?” tanya Jongin yang sudah selesai merapikan barangnya.

“Ada hal yang ingin kutanyakan?”

“Tanyakan? Apa?”

 

***

 

Haeryung membawa Jongin ke taman belakang sekolah.

“Ada apa?” tanya Jongin

“Aku beberapa kali melihatmu dengan seorang yeoja, ku dengar dia sahabatmu” ujar Haeryung ragu.

“Sooji?”

“Hanya sabahat? Tidak lebih?”

“Ne, geundae wae?”

“Annie… Aku pikir kamu menolakku gara-gara menyukai yeoja itu”

“Ne?” Jongin bingung.

“Assa! Berarti masih ada harapan. Kalau begitu, annyeong Jongin-ssi” ucap Haeryung gdengan girangnya, kemudian pergi begitu saja.

 

Baru saja berbalik untuk menuju ke kelas dia melihat sosok Myungsoo dan Sooji di dalam kelas seperti sedang berbincang.

“Myungsoo?” ujar Jongin.

 

Dengan segera Jongin menuju ke kelas Sooji untuk menghampirinya. Sesampainya di depan pintu, dia tersenyum begitu melihat Sooji menuju ke luar kelas.

I like you!” ucap Myungsoo yang tidak menyadari kehadiran Jongin yang sedang menunggu Sooji.

 

Sooji terlihat tercengang mendengar pernyataan itu. Dan Jonginpun juga terlihat terkejut mendengarnya.

“Waeyo?” tanya Myungsoo dengan polosnya melihat ke arah Sooji dan Jongin

 

“Ah… Inia da orang yang meletakkan post it dilaciku” ujar Myungsoo sambil menunjukkan post it yang bertuliskan “I Like You” tersebut.

 

Hampir saja jantung Sooji mencuat begitu mendengat perkataan tadi yang ia kira kalau Myungsoo barusaja menembaknya.

“Sooji-ah kajja!” ajak Jongin kemudian menarik lengan Sooji menuju keluar.

 

“Menarik” ujar Myungsoo sambil menyeringai.

 

***

 

Di dalam bus, Sooji dan Jongin duduk bersebelahan menuju ke rumah.

“Apa yang tadi kalian bicarakan?” tanya Jongin.

“Ne?”

“Aku melihatmu berbincang dengan Myungsoo tadi di kelas”

“Ah… Dia meminta nomor hpku tadi”

“Hanya itu”

“Ne” Sooji mengangguk.

 

“Ah… Geundae, tadi aku sangat terkegut tadi. Ku pikir dia menembakku” ujar Sooji.

“Wae? Kamu senang?”

“Annie! Itu sangat menggangguku. Kurasa dia tipe namja yang akan sangat merepotkan”

“Ooh Bae Soo Ji, sejak kapan kamu mengerti tentang hal itu? Bahkan pacaran saja tidak pernah” goda Jongin.

“Aku kan mengerti dari teman-temanku yang lain saat mereka berbincang tentang pacarnya”

“Arra arra” ujar Jongin tersenyum.

 

***

 

Malam hari. Sooji sibuk mengerjakan tugasnya. Terdengar bunyi perut Sooji kelaparan.

“Aish baegopa” keluhnya sambil memegang perutnya.

 

Soojipun beranjak dari meja belajarnya, menuju ke ruang makan. Dengan segera dia langsung membuka kulkas yang ternyata isinya hanya minuman semua. Tentu saja di rumahnya tidak ada appa dan eommanya, mereka bahkan sedang keluar negeri untuk bertemu client disana. Diapun kembali ke kamarnya untuk mengambil dompetnya dan keluar rumah berniat membeli kimbab di minimarket yang tak jauh dari rumahnya. Dia tak berniat mengajak Jongin, karena pasti Jongin juga tengah belajar.

 

Sesampainya di minimarket, Sooji langsung mengambil 3 kimbab yang ada disitu dan membayarnya. Sambil dia memakan salah satu kimbab itu berjalan kembali ke rumahnya.

 

“Putus katamu?!” terdengar nyaring suara seorang yeoja dari taman.

 

Jang Ma Ri (52)

Soojipun menghentikan langkahnya begitu mendengar suara yeoja itu ketika dia sedang berjalan disamping taman itu, dan melihat kearah suara itu berasal. Terlihat seperti sepasang kekasih berhadapan, mungkin bertengkar pikit Sooji.

 

“Ne” jawab namja itu dengan singkatnya.

 

Sooji menyipitkan matanya untuk melihat namja yang baginya tak asing.

“Bukan kah itu Kim Myung Soo?”  batinnya begitu menyadari bahwa namja tersebut adalah teman sekelasnya, Kim Myung Soo

 

“Wa… waeyo?” tanya yeoja itu lagi.

“Aku sudah bosan denganmu”

“Bosan?”

 

Plak! Sebuah tamparan tepat melekat di pipi Myungsoo. Sooji terkejut dengan apa yang dia lihat.

 

“Nappeun namja” ujar yeoja yang sudah habis kesabarannya itu.

 

Yeoja itupun pergi dari taman itu. Sooji juga beranjak dari sana kembali ke rumahnya sebelum Myungsoo menyadarinya.

“Bae Soo Ji?” panggil Myungsoo, yang ternyata memang menyadari kehadiran Sooji.

 

Myungsoopun segera menghampirinya.

kjgujyu

 

“Bae Soo Ji annyeong” sapanya sambil tersenyum.

“Annyeong, ada apa?” tanya Sooji yang sebenarnya malas menanggapi Myungsoo.

 

Sooji melihat jelas pipi Myungsoo merah bekas tamparan yeoja tadi, “namja ini sudah gila” kalimat yang tepat terpintas dipikiran Sooji.

“Kamu tinggal disekitar sini?” tanya Myungsoo.

“Ne”

“Jinjja? Aku juga. Wah ternyata rumah kita berdekatan”

 

Sooji hanya diam tak berniat menanggapi Myungsoo.

“Sepertinya kamu habis dari minimarket dan sekarang pasti mau pulang, ya kan?” ujar Myungsoo setelah melihat tangan kanan Sooji memegang kimbab yang sudah hampir habis dan tangan kirinya memegang plastik minimarket.

 

“Bagaimana kalau ku antar pulang, lagian rumahmu kurasa tidak jauh dari sini” tawar Myungsoo.

“Shireo. Aku bisa sendiri” tolak Sooji sambil kembali melangkah menuju rumahnya, dan melanjutkan memakan kimbabnya.

 

“Tidak baik loh seorang yeoja berjalan sendirian di malam hari” goda Myungsoo dan mengikuti Sooji.

“Lebih baik kamu kejar yeoja yang menamparmu itu dan meminta maaf”

“Oh… Sooji kamu menguping ya? Jangan-jangan kamu tertarik padaku?”

“Ann… anniende!” tegas Sooji, hampir saja kimbabnya tersendak ditenggorokannya karena perkataan Myungsoo tadi.

 

Disisi lain, Jongin sedang belajar di kamarnya. Tidak berapa lama kemudian, dia melihat sosok Sooji dengan seorang namja dari kamarnya. Sooji terlihat sedang berlajan menuju ke rumahnya. Jonginpun medekati kepalanya ke jendelanya untuk melihat siapa namja disamping Sooji.

“Kim Myung Soo?!” ujarnya, perasaannya pun tidak enak.

 

Terlintas dipikiran Jongin, perkataan Myungsoo waktu itu “Sepertinya aku tertarik dengan Sooji”. Dengan segera Jongin keluar dari kamarnya, berlari menuruni tangga dan membuka pintu rumahnya. Dia sedikit menguping perbincangan mereka berdua dari taman rumahnya.

“Ternyata kamu tinggal disini ya Sooji-ah” ujar Myungsoo.

“Ne ne” tanggap Sooji, sambil membuka gerbangnya.

“Kamu tidak berterimah kasih padaku karena telah mengantarkanmu pulang?”

“Untuk apa? Aku tidak memintamu untuk mengantar, kamu sendiri yang mengikutiku”

 

Soojipun segera masuk kedalam rumahnya. Saat hendak balik, seorang namja yang tak lain ialah Jongin mencegat Myungsoo.

“Apa maumu?” tanya Jongin, berdiri tepat di depan gerbang rumahnya

“Eoh Kim Jong In? Kamu tinggal disebelah rumah Sooji?” balas Myungsoo.

“Ne. Jawab pertanyaanku”

“Tadi tidak sengaja ketemu dengannya dan aku hanya mengantarkannya pulang saja. Ternyata rumah kalian daerah sini juga”

“Ku dengar, kamu womanizer?”

“Itu hanya rumor saja hahaha” tawa Myungsoo.

“Kalau kamu berani mendekati Sooji, habis sudah” Jongin memperingati.

“Geundae, apa urusannya denganmu? Cemburu?”

 

Jongin terdiam sambil mengepal tangannya, dan terlintas dipikirannya untuk meninju Myungsoo.

“Kalau begitu, sampai jumpa besok di Sekolah Jongin-ah” ujar Myungsoo membalikkan badannya sambil melambaikan tangannya dan pergi dari situ.

 

***

 

Pagi hari. Didalam bis menuju ke sekolah, Sooji dan Jongin duduk dibangku bis itu. Sesekali Sooji menguap ngantuk.

“Tutup mulutmu dengan tanganmu saat menguap nyonya Bae Soo Ji sebelum serangga masuk ke dalam mulutmu” ujar Jongin sambil terkekeh.

“Aah” Sooji pun menutup mulutnya dengan kedua tangannya.

“Begadang?” tanya Jongin.

“Tidak juga. Tapi ngantuk sekali hari ini”

 

Jongin pun teringat kejadian semalam dan menanyakan ke Sooji.

“Tadi malam aku tidak sengaja melihatmu dengan Myungsoo di depan rumah. Apa apa dengannya?” tanya Jongin khawatir.

“Oh itu… Tadi malam aku habis melihat drama secara live”

“Maksudmu?”

“Setelah dari minimarket aku melihatnya ditampar seorang yeoja. Bukannya mengejar yeoja itu untuk minta maaf. Dia malah menghampiriku. Sebenarnya dia menawarkan untuk mengantarkanku pulang, aku sudah menolak dia malah tetap mengikutiku. Katanya, rumahnya di dekat situ” jelas Sooji.

“Hanya itu?”

“Ne”

“Baiklah kalau begitu” ujar Jongin sambil usil mengacak acak kepala sooji.

“Ya!” kesal Sooji membalas mengacak-acak rambut Jongin juga.

 

Sesampainya di sekolah. Mereka menuju ke kelasnya masing-masing.

 

Tet… Tet… Tet…

Tidak lama dari itu bel sekolah pun berbunyi. Wali kelas mereka -Kim ssaem- masuk ke dalam kelas.

“Selamat pagi” sapa Kim ssaem.

“Pagi ssaem” ujar murid di kelas itu.

“Kalian sudah dengar bukan? Sebentar lagi kita akan mengadakan camping untuk angkatan kalian?” tanya Kim ssaem.

 

“Camping? Camping apa?” bisik Sooji menanyakan ke Soojung.

“Setiap tahun di sekolah ini akan mengadakan camping tujuannya agar mengakrabkan seangkatan untuk angkatan baru” jelas Soojung

“Jinjja? Bukannya biasanya camping dilakukan sebelum kelulusan?”

“Sekolah ini mengadakan dua kali. Saat baru masuk dan sebelum lulus”

 

“Setiap kelas harus ada dua perwakilan untuk mengikuti rapat tentang camping. Ada yang ingin mewakili kelas ini?” tanya Kim ssaem.

 

Seisi kelaspun terdiam tidak ada yang mengacungkan tangan.

“Kalau begitu untuk yeoja Bae Soo Ji” tunjuk Kim ssaem acak.

“Ne?” kaget Sooji.

“Aku melihatmu dari tadi mengobrol dengan Jung Soo Jung, dan tidak mendengarkanku. Untuk namja bagaimana kalau Byun…” putus Kim ssaem sebelum menyelesaikan kalimatnya memilih Baekhyun, karena ketua kelas.

“Ssaem… ssaem! Bagaimana kalau aku?” tawar Myungsoo.

“Okay, baiklah! Kalau begitu kelas ini akan diwakili oleh Kim Myung Soo dan Bae Soo Ji. Nanti sore, kalian berdua jangan pulang dulu. Kalian harus ikut rapat nanti sore. Arraseo?”

“Ne ssaem” jawab Myungsoo.

 

Aish… kenapa harus dengannya?” batin Sooji.

 

***

 

Saat istirahat. Seperti biasa Sooji makan siang dengan Jongin, tentunya dengan Sehun dan Soojung juga.

“Sooji-ah jangan lupa nanti sore” ujar Myungsoo tiba-tiba saat melintas meja makan Sooji.

 

Aish jinjja” batin Sooji kesal.

 

“Arraseo” jawab Sooji.

 

Myungsoopun menuju ke meja temannya -Sungyu, Hoya, Woohyu, dan Sungyeol-.

Screenshot_2015-05-03-17-18-44

“Mwoya namja itu” ujar Soojung mengamati Myungsoo seperti ada yang tidak beres dengannya.

“Nanti sore? Ada apa?” tanya Jongin.

“Sooji dan Myungsoo terpilih mewakili kelas kami untuk rapat nanti sore tentang camping” jelas Soojung.

“Jinjja?” ujar Jongin tidak percaya, biasanya Sooji tidak menyukai rapat-rapat sejenisnya.

“Ne ne” jawab Sooji sambil mengangguk.

 

Disisi lain.

“Bagaimana?” tanya Sunggyu.

“Mwoga?” balas Myungsoo sambil menyantap makan siangnya.

“Tentang taruhan kita” jelas Woohyun.

“Tenang saja sudah ku atur” ujar Myungsoo sambil menyeringai.

 

***

 

Sore hari.

 

Tet… tet… tet…

 

Bel sekolah tanda kelas sudah berakhirpun berbunyi. Siswa-siswa riuh keluar dari kelas untuk pulang, dan yang tersisa di dalam kelas hanya Myungsoo dan Sooji.

“Kajja Sooji-ah” ajak Myungsoo mengahampiri Sooji yang sedang merapikan bukunya ke dalam tasnya.

 

Sooji hanya mengangguk. Setelah selesai, mereka berduapun keluar.

“Sooji-ah” panggil Jongin yang ternyata sedang menunggu Sooji di depan kelasnya.

“Jongin-ah mianhae, bagaimana kalau hari ini kamu pulang sendirian? Kurasa rapatnya akan lama” pinta Sooji, yang sebenarnya tak enak dengan Jongin.

“Ah begitu ya” ujar Jongin.

“Tenang, aku akan mengantarkanmu pulang. Eotte? Rumah kita kan searah” tawar Myungsoo.

“Shiero” tolak Sooji langsung.

 

Tanpa berlama-lama, Myungsoo malah langsung memegang pergelangan tangan kiri Sooji dan menariknya.

“Kajja sebelum rapatnya dimulai” ajak Myungsoo.

“Jongin-ah annyeong, hati-hati ne” ujar Sooji.

 

Entah kenapa perasaan Jongin tidak enak.

 

***

 

Setelah selesai rapat, siswa-siswa yang mewakili kelasnya masing-masing itu keluar ruangan tersebut begitu pula dengan Myungsoo dan Sooji.

“Aku akan mengantarkanmu, lagian rumah kita kan searah” ajak Myungsoo sambil berjalan menuju ke gerbang sekolah.

 

Sooji belum sempat menanggapinya. Tiba-tiba Jongin muncul dari depan gerbang, menghalang mereka berdua.

“Sooji-ah” ujar Jongin tiba-tiba dari depan  gerbang sekolah.

 

PicsArt_14308158104901

“Jongin-ah, kamu belum pulang?” tanya Sooji sedikit terkejut.

“Perasaanku tidak enak, jadi aku menunggumu” jawab Jongin, sambil menatap Myungsoo dengan tajam.

 

Mendengar penjelasan tadi, Myungsoo menyeringai entah kenapa.

“Geundae… Aku penasaran” ujar Myungsoo.

“Mwoga?” tanya Jongin.

“Kalian berdua benar hanya bersahabat?” sindir Myungsoo.

“Ne, waeyo?” jawab Sooji.

“Jinjja? Ya… Kim Jong In, akui saja kamu menyukai Sooji kan?” tanya Myungsoo sambil menyeringai.

 

edfrf3frf

 

 

=To Be Continue=

 

Annyeong yeorobun~ ^^

Bagaimana? Bagaimana? Hahahahahahahaha *evil laugh*

Jangan lupa abis baca, comment or like ya😉

27 responses to “When Love Comes (Chapter 4)

  1. Wah, myungsoo taruhan apa ? Deketin suzy ?
    Myungsoo santai aja mutusin yeoja.. ditampar pun tak mempan.. Hi Hi

  2. Pingback: When Love Comes (Chapter 6) | Kingdom of Suzy's Fanfiction·

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s