Can I Believe You? [Chapter 3]

46 poster kapin

 

Can I Believe You? [Chapter 3]

 

Bae Suzy [Miss A] & Oh Sehun [EXO]

presented by Kapin with Friendship, Romance, Hurt,School Life, & AU

 General ; Chapter ; Amazing poster by Kimiham

.

Ketika seseorang kelihatan tangguh, sebenarnya ia menyembunyikan kelemahan sesungguhnya.

 

.

 

Disclaimer :

All cast are belong to God, but this fanfiction is mine.

Sorry for typo · DON’T BASH · DON’T PLAGIAT · COMMENT · LIKE · Thank You

Previous :  Chapter 1 . Chapter 2

∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞

Matahari sudah kembali keperaduannya tergantikan bulan ketika Jongin dan Suzy berada diruang tengah. Setelah acara menangis meraung–raung, Jongin mengajak Suzy untuk menemaninya bermain game diruang tengah.

 

Jongin duduk dibawah beralasan karpet tepat didepan sofa, menyandarkan punggungnya dikaki sofa. Sedangkan Suzy meringkuk disofa sambil memainkan ponselnya.

 

“Sampai kapan kau tidak masuk sekolah?” Tanya Jongin tanpa mengalihkan pandangannya dari layar televisi. Tangannya dengan lincah menekan tombol–tombol di konsol gamenya.

 

“Tidak tahu.” Jawab Suzy seadanya.

 

“Suzy yang ku kenal tidak seperti ini, pemalas. Suzy ku sangat rajin.”

 

“Kau tahu tidak, kau seperti ibu. Cerewet.” Cibir Suzy.

 

Jongin terkekeh ketika Suzy kesal kepadanya karena cerewet.

 

“Kenapa kau suka sekali bermain game mario bros sih?” Tanya Suzy seraya duduk, menyandarkan punggungnya ke punggung sofa.

 

Suzy fokus melihat layar televisi yang menampilkan karakter game yang bernama Mario Bros meloncat untuk menghindari serangan musuhnya.

 

“Tidak tahu. Mungkin karena game ini tujuan utamanya untuk  menyelamatkan tuan putri dari kerajaan entah berantah.” Jawab Jongin seraya mengangkat bahunya. Sebenarnya ia tidak yakin alasan apa yang membuatnya sangat menyukai game ini.

 

“Ini sangat terbanding terbalik dengan mu. Mario itu tidak tampan tapi ia berani menyelamatkan pujaan hatinya walau harus melawan kura–kura yang mengeluarkan bola api dari mulutnya.”

 

“Ini hanya game bukan kehidupan nyata, Sooji.”

 

“Hidup yang sebenarnya bukan hanya tentang menyelamatkan tuan puteri dari kawanan kura–kura. Tetapi bagaimana kau menyelamatkan seseorang yang kau cintai dengan melepasnya.” Lanjut Jongin.

 

Suzy lantas bergerak seolah–olah ingin muntah ketika mendengar kata-kata sok puitis Jongin.

 

“Saat kau masih bernapas, ada baiknya untuk terus memperjuangkan cinta mu.” Suzy mencoba memberikan nasihat, walau ia sendiri tidak yakin apa yang dikatakannya.

 

“Bilang saja kau tidak mencintainya. Jongin itu sebenarnya lemah, Sooji. Kau baru tahu?”

 

Jongin dan Suzy lantas menoleh ke arah sumber suara yang berasal dari belakang mereka. Mereka berdua tidak menyadari kehadiran Kang In didekat dapur karena terlalu sibuknya mendebatkan tentang game mario bros.

 

“OPPA!”

 

Suzy berteriak ketika melihat namja yang sudah lama pergi untuk menuntut ilmu dinegeri paman Sam, kini berdiri disamping kaca besar dengan melipat kedua tangannya didepan dada, ia tidak lupa juga menampilkan senyum khasnya yang membuat kedua matanya membentuk bulan sabit.

 

Dengan cepat Sooji melompat melewati punggung sofa lalu berlari menyambut Kang In yang sudah merentangkan kedua tangannya untuk merengkuh tubuh Suzy kedalam pelukannya.

 

“Yak! Sooji ku sudah besar rupanya.” Goda Kang In

 

“Jangan panggil aku dengan nama itu lagi, membuat ku seperti anak kecil. Aku bukan anak kecil lagi oppa.”

 

“Kau tetap adik kecil ku, Bae Sooji.”

 

Kang In terus menerus menciumi puncak kepala Suzy yang membuat ia terkikik geli.

 

Jongin histeris ketakutan ketika melihat Kang In dengan cepat mengangkat tubuh Suzy yang berada dalam dekapannya membuat kaki suzy tidak menyentuh lantai lantas memutarnya kebelakang punggungnya, sehingga kini Kang In mengendong Suzy dipunggungnya. Sedangkan yang digendong hanya tertawa tanpa rasa takut.

 

“Hyung apa kau tidak merindukan adik kandung mu?” Tanya Jongin dengan nada bicara manja yang terlalu dibuat – buat.

 

“Jangan berwajah menjijikan seperti itu. Sejak kapan kau menjadi manja seperti ini? Kemarilah.”

 

Kang In merentangkan kedua tangannya untuk memeluk Jongin.

 

“APPA KOALA!” Kata mereka serempak meledek Kang In yang sekarang seperti appa koala karena dipunggungnya menggendong Suzy sedangkan didepan Jongin dalam pelukannya.

 

Kang In mendengus.

 

“Yah, terserah kalian saja. Ngonmong – ngomong dimana eomma?”

 

∞∞∞

 

Sehun masih setengah mengantuk ketika sampai di sekolah. Memikirkan bagaimana keadaan Suzy menjadikan jam tidurnya berkurang membuat tenaga Sehun terkuras. Sehun tak bisa tidur nyenyak sebelum ia mendapatkan kabar tentang keadaan Suzy saat ini.

 

Sehun melewati kerumunan murid-murid didepan mading sekolah. Sehun tak berminat melihat apa yang tertempel di mading sekolah, pikirannya sekarang hanya tertuju pada Bae Suzy. Sehun mendapatkan tatapan tajam karena beberapa kali menabrak bahu murid lain. Sehun tidak bisa menahan kantuknya, sehingga ia berjalan sempoyongan.

 

“Astaga, ia cantik sekali.” Puji salah satu murid yang Sehun kenal dengan nama Sulli. Terdengar dari nada suaranya Sulli iri dengan kecantikan gadis tersebut.

 

“Gadis itu namanya siapa yah?”Kini gadis disebelah Sulli yang angkat bicara.

 

“Gadis itu baru pertama kali masuk sekolah tapi sudah setenar ini. Bisa kau bayangkan jika ia benar-benar pindah kesini, sayangnya ia hanya murid pertukaran dari Kanada.” Desah Chanyeol sembari merapikan rambutnya disamping kerumunan.

 

“Hey, lihat! Namanya Jung Soo Jung.” Teriak Kyungsoo semangat membuat para murid semakin mendekati papan mading untuk melihatnya.

 

Langkah Sehun terhenti seketika mendengar nama seseorang yang ia kenal disebut.

 

Apa aku tidak salah dengar? Jung Soo Jung?! Batin Sehun.

 

Sehun segera memutar arah langkahnya menuju mading sekolah, walau ia harus berdesak-desakan dengan murid lainnya. Sehun berusaha keras untuk sampai ke depan mading.

 

“Astaga, Sehun kau menginjak kaki ku!” Teriak Baekhyun kesal diantara kerumunan itu.

 

Sehun tidak memperdulikan teriakan Baekhyun yang memekik telinganya, ia tetap berusaha maju kedepan mading sekolah. Ketika ia hampir sampai didepan papan mading tiba-tiba Sehun terhuyung kebelakang dan rasa nyeri mendera kepalanya.

 

“Yyak! Baekhyun lepaskan tanganmu dari rambutku! Aku tidak ingin menjadi botak!” Pekik Sehun seraya mencoba melepaskan genggaman tangan Baekhyun dirambutnya.

 

“Rasakan pembalasan ku Oh Sehun!”

 

Setelah teriakan penuh dendam dari Baekhyun, lelaki itu melepaskan genggamannya dari rambut Sehun membuat Sehun dapat bernapas lega. Ia hampir melupakan tujuannya berdesak desakan didepan papan mading ketika rasa nyeri mendera kepalanya.

 

Sehun kembali berusaha berdesak-desakan agar sampai didepan papan mading.

 

Mata Sehun melebar ketika melihat foto gadis yang ia kenal ditempel di papan mading beserta salah satu murid lelaki yang ia baca bernama Mark. Mereka berdua adalah murid pertukaran dari Kanada. Sehun menepuk dahinya, mengingat Soo Jung akan berada disekolahnya selama sebulan.

 

Sehun segera keluar dari kerumunan sebelum ia kehabisan napas. Ia segera merogoh kantung celana untuk mengambil benda persegi empat, menggeser layarnya lalu menekan nomer yang dihapal diluar kepala.

 

 

Sehun tak sabar karena diujung telepon tak juga diangkat, baru pada dering ketiga seseorang disana mengangkatnya.

 

 

“Ibu, apakah Soo Jung datang ke korea?” Tanya Sehun memotong salam dari ujung telepon.

 

 

“KEJUTAN!” Teriak wanita paruh bawah dari seberang telepon.

 

 

“Kejutan apanya? Aku melihat foto Soo Jung tertempel dipapan mading sebagai pertukaran murid dari Kanada, bu. Kenapa ibu tidak memberitahuku dulu?” Sehun memijit pelipisnya.

 

Kelakuan ibunya menyembunyikan kedatangan Soo Jung menambah pening dikepalanya.

 

“Ibu dan Soo Jung ingin memberikan kejutan untukmu sayang. Apa kau terkejut? Hahaha.” Eyy, ibunya benar – benar.

 

Ya, aku sangat terkejut. Saking terkejutnya jantungku sudah berada diperutku, batin Sehun.

 

 

“Sekarang dimana Soo Jung?”

 

 

“Kau, tidak sabar yah bertemu dengan calon istrimu?” Goda Nyonya Oh, terdengar suara cekikikan dari seberang.

 

 

“Ibuuuu.” Rengek Sehun.

 

Setiap kali Nyonya Oh membahas tentang Soo Jung yang dipilih nyonya Oh sebagai calon istrinya, Sehun selalu merajuk.

 

Sehun sudah beberapa kali membicarakan hal ini bahwa ia hanya menyukai Suzy. Bahkan ia pernah lantang mengatakan kepada nyonya Oh bahwa ia hanya ingin menikah dengan Suzy. Sehun menjelaskan kepada ibunya bahwa Soo Jung hanya ia anggap sebagai teman semasa kecilnya. Nyonya Oh selalu mengganguk seakan mengerti kalau Sehun menyukai Suzy dan tidak akan menjodohkan lagi dirinya dengan Soo Jung. Namun sepertinya anggapan Sehun salah.

 

“Soo Jung sedang merapikan kamar tamu yang akan ia gunakan. Mulai besok baru ia bersekolah di sekolah mu sayang.”

 

Kamar tamu?

 

“Jangan bilang Soojung kan tinggal dirumah kita?”

 

“Yak! Anak bodoh kalau bukan tinggal dirumah kita, Soo Jung tinggal dimana lagi? Sudah tahu kita satu–satunya kenalan keluarga Jung di korea.”

 

Tut.

 

Sehun memutuskan sambungan telepon sepihak. Rasanya ia ingin sekali melempar ponsel miliknya ke danau belakang sekolah sekarang juga.

 

Setelah memutuskan sambungan diponselnya, ponsel persegi panjang itu kembali dimasukan ke kantung celananya. Sehun merapikan rambutnya yang sedikit berantakan akibat ditarik tadi oleh Baekhyun, lalu mengarahkan langkahnya menuju tempat yang ia sukai disekolah. Tempat dimana dapat mengingatkan nya dengan Suzy.

∞∞∞

 

Sehun sudah menghela napas untuk kesekian kalinya, setelah 15 menit yang lalu ia menginjakkan kakinya diatap sekolah dan menemukan Suzy disana ia masih bersembunyi dibalik tembok dekat dengan tangga yang menuju atap sekolah. Dari tempatnya berdiri sekarang ia dapat melihat Suzy yang sedang duduk melamun. Suzy membiarkan angin menerbangkan helai rambutnya. Tatatapan matanya menyiratkan kesedihan mendalam membuat Sehun tidak tega untuk menegurnya.

 

“Aku akan menghajar seseorang yang membuat Suzy bersedih.” Desis Sehun seraya mengepalkan kedua tangannya hingga kuku buku memutih.

 

“Tapi sebelum menghajarnya aku harus belajar bela diri dulu. Kalau ternyata lawanku jago bela diri, habis sudah aku dipukuli. Hidung cantikku akan terluka.” Sehun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

 

Sehun merutuki kebodohannya untuk menghajar seseorang yang membuat Suzy bersedih, padahal Sehun saja tidak bisa bela diri.

 

I just want you love me sarangi olkkayo

Tell me that you love me neodo nawa gatdamyeon

Tto barago barago baraedo neol gasilsu eopdan geol

Almyeonseodo neoreul tto babogachi chatneunna

 

Ketika hendak menghampiri Suzy langkah Sehun terhenti ketika mendengar Suzy bersenandung kecil, suara Suzy nyaris seperti gumaman namun Sehun dapat mendengarnya dengan jelas. Terdengar suzy menyanyikan nya lagu tersebut dengan menyedihkan.

 

Sehun berjalan mengendap – endap layaknya pencuri, ia tidak ingin Suzy berhenti bernyanyi. Namun sesuatu terjadi begitu cepat yang membuat tubuh Sehun menengang lalu merosot kebawah.

 

Jantungnya hampir terlempar keluar ketika kepalan tangan Suzy terhenti beberapa senti dari hidung mancungnya.
“Astaga, Bae Suzy kau hampir merusak hidung cantikku!” Pekik Sehun ketakutan seraya menutup hidung dengan kedua tangannya, melindungi hidungnya dari pukulan Suzy.

 

Suzy berdecak.

 

“Yya, kau yang mau apa? Berjalan mengendap-endap dibelakang ku. Hampir saja aku memukul hidungmu itu!” Kata Suzy sarkatis, menekan kata hidung.

 

“Yya, kau terlalu mendadak sehingga membuat ku terkejut. Jika tidak mendadak aku bisa saja menangkis pukulan mu.” Sanggah Sehun.

 

Suzy hanya tersenyum mengejek ketika mendengar sanggahan Sehun.

 

Pasang kuda – kuda saja tidak bisa, batin Suzy.

 

“Lalu apa yang sedang kau lakukan disini? Bukannya bel tanda masuk sudah berbunyi tadi?” Suzy kembali duduk diatas beton yang tingginya hampir sepinggang Suzy. Tanpa kesulitan yang berarti ia bisa diduduk.

 

Sehun bangkit dari duduknya lalu merapikan celananya yang sedikit kotor. Lalu memberanikan diri untuk ikut duduk bersama dengan Suzy diatas beton. Namun berbeda halnya dengan Suzy, Sehun sedikit kesulitan untuk bisa duduk diatas beton tersebut, membuat Suzy harus menolongnya.

 

“Terima kasih.”

 

“Aku sedang malas belajar. Lalu, apa yang sedang kau lakukan disini?”

 

“Apa kau ingin mendengar cerita ku?” Nada bicara Suzy berubah menjadi serius.

 

Sehun menoleh ketika mendengar nada suara Suzy yang berubah. Hatinya terlonjak gembira ketika Suzy ingin menceritakan sesuatau padanya, itu artinya Suzy sudah cukup percaya pada Sehun kan? Dan tiba–tiba saja jantungnya berdegub kencang, sebelumnya ia tidak tahu kalau Suzy saat serius menjadi menakutkan.

 

“Aku akan mendengarkannya. Kata Baekhyun aku adalah pendengar yang baik.”

 

Sehun berusaha mencairkan suasana yang berubah menjadi tegang, sayangnya tidak berhasil.

 

“Ini tentang pria bernama Kyu Hyun dan Myungsoo.”

 

“Kyuhyun? Tunggu. Myungsoo? Kim Myungsso maksud mu?”

 

“Aku tidak pernah— menceritakan ini sebelumnya bahkan kepada Jongin sekalipun.”

 

Suzy sepertinya enggan untuk menjawab pertanyaan Sehun. Kini Sehun menjadi penasaran siapa Myungsoo yang Suzy maksud. Teman seangkatannya atau namja lain yang bernama Myungsoo.

 

“Dua tahun lalu saat itu Kyu Hyun oppa meminta ku untuk datang ke apartement miliknya, ia bilang sedang tak enak badan padahal hari itu kami berjanji untuk berkencan. Aku mendatanginya lalu sesampainya disana aku melihat Kyu Hyun oppa sudah terikat lalu—“

 

Tubuh Suzy bergetar, ia tidak melanjutkankan kata-katanya. Saat ini Sehun ingin merengkuh Suzy dalam pelukannya, tangannya terhenti diudara ketika Suzy kembali melanjutkan ceritanya.

 

“Lalu aku melihat Myungsoo keluar dari kamar Kyu Hyun seraya menyeringai kepada ku. Ia mengunci pintu apartement lalu mendorong ku ke sofa mencoba memperkosa ku. Aku berontak untuk melepaskan diri, namun karena Myungsoo seorang lelaki maka tenaganya lebih besar dari ku. Padahal aku sudah mengerahkan seluruh tenaga ku untuk melawannya, mencoba untuk melindungi ku sendiri. Aku tidak bisa memaafkan Kyu Hyun karena ia hanya bisa menangis ketika melihat ku berusaha untuk melepaskan diri dari Myungsoo. Kyu Hyun seorang lelaki seharusnya ia bisa melindungi gadis yang dicintainya.”

 

Selesai menceritakan kejadian pahit yang ia alami. Tanpa sadar Suzy menangis dalam diam, mencurahkan seluruh kesakitan yang ia alami secara fisik dan batin. Menceritakan yang membuat ia trauma tidak semudah membanting seorang pria yang beratnya 3 kali lipat sendiri.

 

Sehun tersenyum miris melihat Suzy yang berbeda dari biasanya.

 

“Lalu bagaimana kau melarikan diri?” Sehun menggengam tangan Suzy, menautkan jemarinya dengan jemari Suzy seolah–olah memberikan kekuatan.

 

“Aku memukul kepala Myungsoo dengan buku sains milik Kyu Hyun yang terdapat dinakas samping sofa sampai ia pingsan. Kemudian dengan keadaan yang mengenaskan aku berlari menuju rumah Jongin. Aku ditemukan Jongin disemak-semak dekat rumahnya.”

 

“Tenang, sekarang ada aku. Aku akan selalu menjaga mu sekarang.”

 

Kali ini Sehun berhasil merengkuh tubuh Suzy dalam pelukannya, menyalurkan rasa aman dan nyaman kepada Suzy. Dengan lembut Sehun membelai rambut hazelnut milik Suzy.

 

“Sebenarnya ini pertanyaan tidak penting sih, tapi kau masih tampak baik–baik saja ketika bertemu Myungsoo?”

 

“Aku menjalani therapy setelah kejadian itu, aku bisa mengontrol emosi ku, walaupun aku tidak bisa melupakan semuanya. Padahal aku ingin sekali mematahkan leher Myungsoo ketika bertemu dengannya.”

 

Sehun melepas pelukannya lalu merogoh saku kemeja dan mengeluarkan sesuatu yang menarik perhatian Suzy.

 

“Apa itu?” Tanya Suzy penasaran.

 

Seakan dapat mengerti tatapan penasaran dari Suzy, Sehun tersenyum simpul.

 

“Ini gelang untuk mu. Walaupun tidak rapi, namun ini hasil buatan ku sendiri. Apa kau menyukainya?” Tanya Sehun seraya memakai kan gelangnya.

 

Sehun bersumpah bahwa jantungnya kini seperti drum yang ditabuh dengan kencang, saking kencangnya Sehun tidak berani menatap wajah Suzy yang sekarang merona.

 

“Gelang ini akan menjaga mu dari hal–hal yang mengerikan. Tinggal kau usap–usap gelang ini seraya memanggil nama ku 3x maka aku akan datang.” Kata Sehun seraya menepuk–nepuk dadanya bangga.

 

Ketika Sehun tidak bisa tidur, tanpa sengaja ia melihat kotak yang menarik perhatiannya di ruang televisi. Ternyata kotak itu milik sepupunya yang tertinggal, didalamnya ada beberapa tali, pernak–pernak dan alat untuk membuat gelang. Jangan lupakan intruksi cara membuat gelang. Setelah selama 3 hari bergelut dengan tali menali dan aksesoris yang membuat Sehun berpikir setelah ini ia akan membuka toko aksesoris. Gelang untuk Suzy selesai, walau tak serapi atau seindah gelang buatan yang hampir sama di toko. Setidaknya gelang ini buatan Sehun sendiri.

 

“Memang kau genie?” Kini Suzy tidak lagi dapat menahan tawanya. Ia tertawa begitu lepas melihat wajah Sehun yang berengut karena kesal digoda oleh Suzy.

 

Suzy menahan tawanya ketika melihat wajah Sehun yang semakin kesal.

 

“Maaf. Maafkan aku. Baiklah jika terjadi sesuatu aku akan memanggilmu dengan mengusap gelang ini sebanyak 3 kali.”

 

Mendengar penuturan Suzy membuat mata Sehun berbinar–binar.

 

Sehun kembali menggaruk tengkuknya, mencoba untuk tidak gugup dan menyia – nyiakan kesempatan yang terlalu berharga ini. Kata–kata yang ingin ia ucapkan tertahan diujung lidah.

 

“Suzy, bagaimana jika kau menjadi kekasih ku?”

TBC

18 responses to “Can I Believe You? [Chapter 3]

  1. akhirnyaaa dilanjut jugaaa
    aku agak sedikit lupa (?) hehe
    ohh ternyata begitu ceritanyaaa yaampuuun.
    Sehun ceritanya nembak suzy yaa? apa dia gak inget udah dijodohin sama soo jung? kkk
    moga lanjutannya cepet kkkk xD

  2. Wah ternyata myungsoo ?? Moment suzy sehun manis…. sehun nya juga lucu..
    Ditunggu kelanjutannya…
    Fighting.. ^^

  3. Oh my 😱 abang thehun so sweet pisan(^^)
    Eneng juga mau dong gelangnyaa kkk~sehun imut banget loh boleh dibawa pulang ngga thor kekeke(^_-)btw ditungguin nih kelanjutanyaaa fighting ne untuk nulisnyaa #BigLove

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s