When Love Comes (Chapter 5)

when-love-comes

Poster by Gyuskaups Art

Tittle: When Love Comes

Author: Stella Lee

Main Cast:
Bae Suzy (Miss A) | Kim Myung Soo (Infinite) | Kim Jong In (EXO)

Gendre: Romance, School life, Comedy

Legth: Chaptered

Rating: G

Disclimer: The story is pure by me. All casts belong to God, their parent, and agency.

Prev:

Teaser | Chap1 | Chap 2 | Chap 3A | Chap 3B | Chap 3C | Chap 4 | …

Jongin menunggu Sooji di depan gerbang sekolah, karena entah kenapa perasaannya tidak enak kalau membiarkan Sooji bersama dengan Myungsoo.

 

Setelah sekitar sejam lebih menunggu, akhirnya beberapa siswa-siswa yang ikut rapat terlihat berjalan keluar gerbang satu-persatu.

“Aku akan mengantarkanmu, lagian rumah kita kan searah” terdengar suara seorang namja yang menurut Jongin sangat tidak asing.

 

Jonginpun melihat kearah suara itu. Tepat dugaannya, ternyata Sooji dan Myungsoo sedang berjalan menuju ke gerbang sekolah.

“Sooji-ah” panggil Jongin.

 

PicsArt_14308158104901

“Jongin-ah, kamu belum pulang?” tanya Sooji sedikit terkejut.

“Perasaanku tidak enak, jadi aku menunggumu” jawab Jongin, sambil menatap Myungsoo dengan tajam.

 

Mendengar penjelasan tadi, Myungsoo menyeringai entah kenapa.

“Geundae… Aku penasaran” ujar Myungsoo.

“Mwoga?” tanya Jongin.

“Kalian berdua benar hanya bersahabat?” sindir Myungsoo.

“Ne, waeyo?” jawab Sooji.

 

edfrf3frf

“Jinjja? Ya… Kim Jong In, akui saja kamu menyukai Sooji kan?” tanya Myungsoo.

 

“Jongin-ah, biarkan saja dia. Kurasa dia hanya mengada-ngada. Dari tadi selama rapat dia juga tidak serius” sela Sooji malas menanggapi pertanyaan hal semacam itu, dia sudah beribu-ribu kali mendengar pertanyaan sejenis itu selama SMP.

 

defeqfeqf

“Kajja! Ayo kita pulang” ajak Sooji langsung menarik tangan kanan Jongin, berjalan meninggalkan Myungsoo.

 

“Aish” kesal Myungsoo mengacak rambutnya, melihat mereka berdua.

 

***

 

Sesampainya di rumah, Sooji masuk ke dalam rumahnya.

“Eomma appa” Sooji tak percaya melihat kedua orang tuanya sedang duduk di ruang tengah sambil menonton tv.

“Eoh urri Sooji sudah pulang” ujar eommanya.

 

Tanpa basa-basi Sooji langsung segera memeluk kedua orang tuanya itu.

“Bogoshipoyo” ujar Sooji.

 

Mereka menyerahkan oleh-oleh untuk Sooji, tas brand terkenal dari Paris berwarna putih.

“Woah daebak! Gomawoyo eomma appa!” Sooji dengan senangnya, sebenarnya tanpa oleh-oleh pun Sooji sudah senang yang penting baginya bisa ketemu eomma appanya.

 

“Karena hari ini eomma appa tidak sibuk, bagimana kalau kita mengundang keluarga Jongin untuk makan malam. Eotte?” saran eommanya.

“Call!” jawab Sooji mengiyakan.

 

***

 

Myungsoo langsung merebahkan tubuhnya ke atas sofa di appartementnya.

“Annyeong haseyo tuan Kim” sapa seorang namja yang tiba-tiba muncul disitu.

“Ah Park ahjussi kamjagiya” ujar Myungsoo sedikit terkejut begitu menyadari kehadiran namja yang sangat sangat dia kenal itu.

 

Park Byung Hee -Park ahjussi- merupakan tangan kanan Myungsoo, bisa dibilang juga merupakan orang yang paling Myungsoo percaya. Sejak eomma appanya bercerai, dia mulai bekerja sebagai asisten Myungsoo diperintah oleh Kim Min Joo -appa Myungsoo-. Dia orang yang paling tau tentang Myungsoo, semua rahasia Myungsoo aman sama dia. Dia juga lebih memilih disisi Myungsoo, dibandingkan disisi Kim Min Joo.

 

Dan Kim Min Joo, pemilik perusahaan Kim Company & Group, perusahaan terbesar dan paling berpengaruh di Korea Selatan. Myungsoo tidak pernah mengumbar-ngumbar kalau dia anak dari Kim Min Joo, dia terlalu malas teman-temannya nanti hanya ingin berteman karena dia seorang chaebol -anak orang kaya-. Dia mengikuti taruhan-taruhan juga bukan karena mengincar barang taruhannya, dia bisa saja membeli barang tersebut dengan mudahnya tanpa taruhan. Tapi itu hanya untuk bersenang-senang dan balas dendam terhadap eomma appanya.

 

“Ada apa kemari?” tanya Myungsoo.

“Tuan Kim Min Joo meminta mu untuk datang ke ruangannya?” jawab Park ahjussi.

“Sekarang?”

“Ne”

 

“Apalagi yang dia inginkan” keluh Myungsoo.

 

Myungsoo dengan malasnya mengiyakan dan segera berganti pakaian formalnya.

 

***

 

Malam hari di rumah Sooji.

Keluarga Sooji mengundang keluarga Jongin untuk makan malam di rumahnya, dan sekedar berbincang bincang.

“Maaf selalu merepotkan kalian setiap kali ada urusan kerja” ujar eomma Sooji.

“Sooji sama sekali tidak merepotkan kok” balas eomma Jongin.

“Terimakasih telah menjaga Sooji selama ini, terutama untuk Jongin” ucap appa Sooji.

“Ah itu bukan apa-apa kok” ujar Jongin.

 

Mereka memulai makan malamnya dan melanjutkan perbincangannya itu. Setelah selesai makan, orang tua mereka ke ruang tengan. Sooji memilih ke kamarnya, agar tidak terlalu menggangu.

“Sepertinya Jongin dan Sooji terlihat sangat cocok” ujar eomma Jongin.

 

Barusaja Jongin mau menaiki tangga ke kamar Sooji untuk menghampirinya, tiba-tiba dia tidak sengaja menguping.

“Aku juga berfikir seperti itu. Akan lebih baik kalau mereka berpacaran” ucap eomma Sooj.

“Jongin sepertinya sangat menjaga urri Sooji dengan baik” tambah appa Sooji.

“Apa kita lanjuti saja perjodohan mereka?” tanya eomma Jongin.

 

Perjodohan?” batin Jongin bingung.

 

“Setuju” jawab appa Jongin, begitu juga dengan orang tua Sooji mengiyakan.

 

Jongin membulatkan matanya, tak percaya dengan apa yang dia dengar. Tapi entah kenapa hal itu membuatnya sangat senang. Daripada terlalu lama menguping, akhirnya dia kembali melanjutkan ke kamar Sooji.

 

Sesampainya disana, Sooji terlihat sedang duduk diatas kasurnya sambil membaca buku biologinya.

“Mwoga?” tanya Sooji menyadari kehadiran Jongin.

“Tidak ada apa-apa” jawab Jongin sambil duduk di sebelah Sooji.

 

“Kamu tidak ikut mengobrol dibawah?” tanya Jongin.

“Biarkanlah. Pasti mereka ada hal pribadi yang ingin mereka bicarakan”

“Hal pribadi?” pancing Jongin, menduga jangan-jangan Sooji sudah tau tentang hal yang tadi tidak sengaja dia dengar.

“Urusan orang dewasa, mungkin pekerjaan atau sejenisnya” jawab Sooji.

“Ah seperti itu” Jongin mengangguk-angguk, mungkin Sooji memang tidak tahu tentang hal itu.

 

PicsArt_1431097355041

“Aigoo… Sooji-ah bukannya kamu cukup dewasa?” ujar Jongin terkekeh sambil mengacak-acak rambut Sooji.

“Ya!” kesal Sooji membalas mengacak-acak rambut Jongin.

 

***

 

Keesokan harinya saat jam istirahat. Hari ini Soojung tidak masuk, karena sakit. Jadi Sooji berniat ke ruang makan sedirian.

Baru saja keluar dari kelasnya, tiba-tiba dicegat oleh seorang yeoja yang sepertinya pernah dia liat sebelumnya.

“Annyeong, Bae Soo Ji?” sapa yeoja itu dengan ramah.

 

Ah! Bukannya dia yang waktu itu menembak Jongin” batin Sooji.

 

“Annyeong, ada apa?” tanya Sooji.

“Ada waktu sebentar? Ada yang ingin aku bicarakan”

“Ne”

 

Yeoja itu pun membawa Sooji di koridor yang lumayan sepi.

“Na Hae Ryung imnida. Kamu pasti sudah pernah melihatku bukan sebelumnya?” ujar yeoja bernama Haeryung itu.

 

Sooji mengangguk.

“Tentu taukan kalau aku yang waktu itu menembak Jongin?” tanya Haeryung.

“N…Ne” jawab Sooji.

“Ku dengar kamu sudah bersahabat dengan Jongin sejak lama?”

“Ne, geundae waeyo?”

“Emm… Sebenarnya aku tidak enak berbicara tentang hal ini”

 

Sooji bingung, apa yang sebenarnya yeoja ini ingin katakan.

“Kamu tidak merasa ada hal aneh kenapa Jongin selama ini tidak punya pacar?” tanya Haeryung lagi.

“Emm… Annieyo”

“Okay, akan ku beritahu. Kurasa kamu terlalu dekat dengan dia, setiap hari kalian selalu bersama. Banyak yeoja yang patah hati, karena mengira kalian berpacaran” jelas Haeryung.

“Jinjja?” Sooji kaget tak percaya.

“Di sekolah ini, yang ku tahu banyak yeoja yang menyukai Jongin. Tapi kalian terlalu dekat, jadi yeoja-yeoja itu berfikir tidak ada tempat untuk mereka. Akan lebih baik kalau kalian tidak terlalu dekat seperti biasanya”

“Seperti itu kah?”

“Ne, saranku seperti itu. Mungkin dengan begitu kamu juga bisa memiliki pacar”

 

Sooji mengangguk, sambil berfikir apa memang betul karena dia Jongin jadi tidak memiliki pacar.

“Ah geundae, tidak usah terlalu dipikirkan ne” ujar Haeyung.

 

Setelah selesai berbincang, Sooji pun pergi dari situ.

Screenshot_2015-04-29-12-33-00

“Assa! Good bye Sooji” ucap Haeryung pelan sambil menyeringai.

 

 

“Mencoba menyingkirkan musuh dengan cara licik?” tanya Myungsoo tiba-tiba menghampiri Haeryung.

 

Tanpa mereka sadari sebenarnya dari tadi Myungsoo mengikuti mereka, dan menguping perbincangan mereka. Myungsoo mengikuti mereka, karena pasti akan ada hal yang menarik. Dan tepat seperti dugaannya.

“Kim… Kim Myung Soo” Haeryung kikuk melihat kehadiran Myungsoo memergokinya.

“Sangat kekanak-kanakan” sindir Myungsoo.

“Kekanak-kanakan?” Haeyung menghela.

 

Haeyung langsung terpikirkan suatu kesempatan.

“Baiklah, karena kamu tadi terlanjur mengetahuinya. Bagaimana kalau kita kerjasama?” ajak Haeryung.

“Kerjasama?”

“Akui saja, Bae Soo Ji sekarang targetmu ya kan? Aku pernah jadi teman sekelasmu waktu SMP, jadi aku mengetahui apa yang kamu lakukan dulu” jelas Haeryung.

 

“Geundae, kurasa kamu akan sulit mendapatkannya. Tau kan kenapa?” pancing Haeryung.

“Kim Jong In, itu kan maksudmu?” tebak Myungsoo.

“Betul! Jadi bukannya kamu harus menyingkirkannya?”

 

“Aku akan ambil Jongin dan kamu bisa ambil Sooji, eotte? Bukan kerjasama yang burukkan?” tanya Haeryung.

myungsoo7

“Emm… Licik juga ternyata. Okay, call!” ujar Myungsoo mengiyakan.

 

***

 

Sepulang sekolah. Sooji dan Jongin di hatle bis. Tiba-tiba Jongin tersadar sesuatu.

“Aish jinjja! Dompetku ketinggalan di loker pasti” ujar Jongin saat merogoh saku-saku celananya.

 

“Sooji, tunggu sebentar aku mau mengambil ke lokerku” tambahnya.

“Arraseo, ppaliwa” ujar Sooji.

 

Jongin langsung berlari kembali ke sekolah yang tidak jauh dari situ. Tepat saat itu, bis yang akan mereka tumpangi berhenti disitu dan pintunya pun terbuka.

Screenshot_2015-08-12-04-26-08

“Kajja Sooji-ah!” sapa Myungsoo tiba-tiba langsung menarik tangan kanan Sooji.

“Ne?!” kaget Sooji

 

Sooji belum sempat menahan, Myungsoo sudah menariknya masuk kedalam bis itu, dan duduk dikursi yang kosong. Bisnya pun jalan begitu orang yang ada di halte bis itu masuk kedalam bis itu.

“Changkkaman! Ya mwoya igge?! Jongin eottoke?” Sooji panik bercampur bingung.

 

Bisnya pun tidak bisa berhenti begitu saja, sembarangan. Harus dipemberhentian bis yang selanjutnya. Sooji merogoh sakunya untuk mengambil hpnya, berniat untuk menelfon Jongin.

“Ini aku sita” ujar Myungsoo dengan cepat tangannya mengambil hp Sooji, dinonaktifkan olehnya kemudian dimasukkan ke dalam saku celananya.

“Ya ya!” Sooji mulai kehabisan kesabaran.

“Aku bakal balikin kalau kamu mau menemaniku hari ini jalan jalan”

“Mwoya jinjja? Cepat kembalikan!”

“Shireo!”

 

“Ssttt!” seorang penumpang lainnya menyuruh mereka diam, karena terganggu.

 

“Jaebal kali ini saja” pinta Myungsoo.

 

Sooji tidak bisa berbuat apa-apa dan terdiam bingung harus bagaimana.

“Diam tandanya iya” goda Myungsoo.

 

Disisi lain. Jongin berlari cepat kembali menuju ke halte bis setelah mengambil dompetnya yang tertinggal di lokernya. Sesampainya di halte bukannya Sooji yang dia lihat, malah Haeryung.

“Jongin annyeong” sapa Haeryung.

 

Jongin panik kemudian langsung mengambil hpnya untuk menelfon Sooji, sama sekali tidak menanggapi Haeryung. Sayangnya, sambungan ke hp Sooji menandakan bahwa hpnya sedang tidak aktif.

Ada apa dengannya?” batin Jongin bingung.

 

“Mencari Sooji?  Tadi aku melihatnya sudah menaiki bis sendirian. Mwoya jadinya dia meninggalkanmu? Sahabat macam apa dia?” pancing Haeryung.

 

Jongin hanya diam tidak menanggpai Haeryung sama sekali, dia berniat menaiki bis selanjutnya yang berhenti untuk segera mengecek ke rumah apa Sooji sudah pulang atau belum.

“Jongin-ah changkkaman” Haeryung menarik lengan baju Jongin, saat dia barusaja mau menaiki bis yang selanjutnya.

 

“Temani aku makan” ajak Haeryung.

“Ne?”

“Orang tuaku sedang tidak ada di rumah, aku tidak suka makan sendirian. Untuk kali ini saja” Haeryung memelas.

 

Jongin awalnya berniat untuk menolak, tapi dia juga tidak tega melihat Haeryung. Akhirnya dia mengiyakan permintaan Haeryung itu, dan tetap mencoba menghubungi Sooji.

 

***

 

Haeryung mengajak Jongin ke salah satu cafe yang tak jauh dari sekolah mereka. Sesampainya di cafe itu merekapun langsung memesan makanan mereka masing-masing.

 

Jongin beberapa kali mengecek hpnya, apa ada sms dari Sooji atau tidak.

“Jongin-ah gomawo” ujar Haeryung sambil menyantap makanannya.

“Mwoga?” tanya Jongin.

“Mungkin kalau kamu tidak menemaniku, aku tidak akan makan sampai malam”

“Ah…”

“Aku tidak suka makan sendirian” alibi Haeryung.

“Tadi kamu sudah mengatakannya”

“Patta” ucap Haeryung sambil tertawa.

 

Setelah selesai makan, Jongin meminta billnya.

“Annie, biar aku saja yang bayar” sela Haeryung.

 

“Aku kan tadi yang memintamu menemani” tambahnya.

 

Merekapun keluar dari cafe tersebut, menunggu bis di halte bis. Tak berapa lama kemudian, bis yang ditumpangi Haeryungpun datang.

“Kuharap kita bisa seperti ini lagi lain waktu” ungkap Haeryung kemudian langsung naik ke bis itu.

 

Jongin hanya membalas dengan senyuman, tidak mengerti harus menanggapi seperti apa. Tepat setelah bis yang ditumpangi Haeryung pergi. Bis selanjutnya yang menuju ke rumah Jongin pun berhenti, dia segera masuk ke dalam bis itu. Diapun mencoba menelfon Sooji, barangkali hpnya sudah aktif. Dan tepat sesuai dugaannya, telfonnya pun tersambung.

 

***

 

Dilain tempat. Myungsoo mengajak Sooji kesalah satu tempat makan di daerah Myeongdong.

“Kajja!” ajak Myungsoo menarik Sooji masuk ke dalam tempat makan itu.

 

Merekapun duduk di meja yang kosong.

“Disini semua makanannya sangat enak” ujar Myungsoo.

 

Sooji hanya diam melihat tingkah Myungsoo seperti anak kecil, bahkan Myungsoo memesan banyak macam.

Screenshot_2015-08-29-14-05-31

“Mwoya? Kita makan semua ini?” ungkap Sooji tak percaya melihat makanan-makanan tersebut setelah diantarkan oleh pegawai situ.

“Ne, waeyo? Jangan bilang kamu diet?” goda Myungsoo.

“Annie… Ini terlalu banyak”

“Igge jijja masisseoyo! Kamu bakal menyesal kalau tidak memesan sebanyak ini. Jalmogesseumnida” Myungsoo mulai menyantap makanan itu satu-satu.

 

Sooji pun juga akhirnya mulai mekanan-makanan itu.

 

Selesai makan, Sooji pergi ke toilet sebentar. Myungsoo pun dengan isengnya, akhirnya menyalakan kembali hp Sooji. Barusaja menyalakan, ternyata ada telfon masuk ke hp itu.

fghtdh

“Kim Jong In?” ujar Myungsoo membaca layar hp Sooji.

 

Diapun mengangkatnya.

“Sooji-ah eoddie?” terdengar suara Jongin begitu panik.

“Annyeong Jongin-ah” jawab Myungsoo sambil menyeringai.

“Kim Myung Soo?!”

“Ne, tepat sekali”

“Ya, dimana Sooji?” tanya Jongin semakin panik menyaringkan suaranya.

“Aish shikero! Tenang saja, aku hanya memintanya menemaniku makan”

“Apa yang kamu inginkan?”

“Yang aku inginkan? Bae Soo Ji”

“Mworago?!”

“Geurom, annyeong” Myungsoo kemudian langsung menutup telfonnya begitu melihat Sooji barusaja dari toilet.

 

Soojipun terlihat sedang berjalan kembali kemejanya.

Untitled111

“Jadi kamu pacar baru Myungsoo?” tiba-tiba seorang yeoja mencegatnya dengan ekspresi tidak mengenakkan.

“Ne?” ujar Sooji bingung.

 

Sepertinya aku pernah melihat yeoja ini sebelumnya. Ah! Yeoja yang waktu itu menampar Myungsoo” batin Sooji, dia akhirnya mengingat yeoja itu.

 

Dasom?” batin Myungsoo, melihat yeoja yang mencegat Sooji.

 

Tanpa mereka sadari, ternyata Dasom sudah berada di tempat makan itu sebelum mereka datang. Dia juga geram ketika melihat Myungsoo masuk ke dalam tempat makan itu seperti menggandeng yeoja lain.

 

Myungsoo awalnya sedikit terkejut dengan kehadiran Dasom -mantannya- itu. Tapi dia sengaja hanya diam, karena pasti akan ada sesuatu hal menarik baginya.

“Ku tanya sekali lagi, kamu pacar barunya Myungsoo?” tanya yeoja bernama Dasom itu.

“Annieyo, ini pasti salah paham” kelak Sooji.

“Heol geotjimal” Dasom tak percaya.

“Jinjja annieyo!”

 

Tangan Dasom dengan cepat mengambil gelas yang ada disamping mejanya -entah minum siapa itu-. Dan, BYUR!!

 

Gelas berisi minuman coca cola itu tepat ditumpahkan ke muka Sooji. Sooji bahkan tidak percaya dengan apa yang Dasom lakukan. Seisi tempat makan itu pun menoleh ke arah mereka.

“Sudah cukup!” bentak Myungsoo tak tahan melihat tingkah Dasom dan kasihan melihat Sooji.

 

Myungsoo yang awalnya hanya memperhatikan mereka kali ini tak tinggal diam, diapun langsung menghampiri mereka.

“Myu… Myungsoo” Dasom terkikuk.

“Apa maumu?” tanya Myungsoo menatap Dasom dengan tajam.

“Annie… Kamu pasti bercandakan pacaran dengan dia?” tanya Dasom.

“Bercanda?”

“Dia sama sekali bukan tipemu. Level dia lebih rendah dibandingkan aku” ungkap Dasom.

“Tutup mulutmu itu Yoon Dasom!” geram Myungsoo.

 

Myungsoo yang geram melihat tingkah Dasom, tanpa pikir panjang diapun tiba-tiba menempelkan bibirnya ke bibir Sooji. Sooji membulatkan matanya terkejut, dia hanya terpatung tak mengerti apa yang harus dia lakukan.

b7765d1fd76661943cf091ac0ca84094348e580

 

=To Be Continue=

25 responses to “When Love Comes (Chapter 5)

  1. Pingback: When Love Comes (Chapter 6) | Kingdom of Suzy's Fanfiction·

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s