[Freelance] Abnormal Parents Series Chapter 2

Title : Abnormal Parents | Author : @reniilubis| Genre :  Drama, Family | Rating : Teen | Main Cast : Kim Myungsoo, Bae Suzy, Kim Hyun Gi (OC)

Disclaimer:

All casts are belong to their self and God

Poster by        : rosaliaaocha@ochadreamstories

Happy reading~^^

Derap langkah terdengar di sepanjang koridor rumah sakit. Suzy bahkan tak peduli dengan Hyun Gi yang kesulitan mengejarnya—begitu juga dengan supir pribadi Hyun Gi yang sudah menginjak usia paruh baya. Yang dipikirannya hanya ada Myungsoo.

Apakah Myungsoo baik-baik saja?

Apakah suaminya itu terluka parah?

Kenapa bisa?

Dan yang paling terpenting, di dalam benak Suzy yang paling suka memerintah Myungsoo, dia berteriak agar Myungsoo tidak mati.

“Eomma!” Hyun Gi yang masih berpikiran tenang, meski ia sendiri cemas dengan kondisi appanya menghampiri meja resepsionis. Dia bertanya tentang pasien bernama Kim Myungsoo dan mereka menunjuk sebuah ruangan ICU di ujung koridor. Dia menyusul Suzy kemudian, Suzy salah arah.

Hyun Gi tidak jago dalam lari split 100 meter yang biasa ia latih dalam pelajaran olahraganya di sekolah. Tapi kakinya melangkah lebih cepat ketika kecemasan itu lebih menderunya ketika Suzy menghilang di belokan. Dia mempercepat langkahnya, berhasil menangkap lengan Suzy dan menariknya.

Seluruh manusia di ruangan itu menjadikan mereka pusat perhatian. Suzy bukan tipe wanita yang gampang meneteskan air mata, tapi wajahnya kini terlihat menyedihkan. Wajahnya dipenuhi air mata dan isakan terdengar dari bibir merahnya.

“Myungsoo-ya~” dia memanggil nama suaminya. Ia menghapus kasar air matanya tapi tak kunjung ingin berhenti.

Bae Suzy sungguh ketakutan.

Sangat ketakutan.

“Bukankah itu Suzy?” orang-orang mulai menyadari dirinya. Tapi ia tak peduli. Sementara Hyun Gi, hatinya mencelos melihat eommanya. Suzy itu tidak selemah ini. Appanya sudah membuat eommanya menangis seperti ini, Hyun Gi akan sungguh memberi pelajaran pada appanya jika berani membuat eommanya menangis lebih dari ini.

Hyun Gi menarik tangan Suzy lembut. “Appa berada di ICU sebelah sana. Ayo kita tunggu di sana.” Suzy mengangguk. Hyun Gi menuntun Suzy melangkah. Kaki Suzy rasanya gemetar hebat, tangannya bahkan terasa dingin di genggaman tangan Hyun Gi. Eommanya benar-benar menyedihkan tanpa appanya.

**

“Nenek, Kakek Bae!” Hyun Gi memanggil kakek dan neneknya. Pasangan suami istri keluarga Bae itu berjalan tergopoh-gopoh menghampiri cucunya tersebut.

“Bagaimana keadaannya, Hyun Gi-ya?” Tuan Bae yang bertanya. Hyun Gi menunduk.

“Belum ada yang menjelaskannya, kakek. Appa sepertinya parah di dalam sana.” Hyun Gi lah yang menghubungi kakek dan nenek dari keluarga ayah dan ibunya. Ia tak tahu harus melakukan apa, meskipun Hyun Gi memiliki sifat yang dewasa, tapi ia masihlah seorang anak kecil.

Suzy hanya diam. Dia masih sibuk menangis, melafalkan nama Myungsoo seolah sungguh ketakutan.

“Suzy-ya! Suzy-ya! Lihat eomma! Suzy!” Nyonya Bae mendongakkan wajah Suzy agar melihat ke dalam matanya.

“Eomma, apa yang harus kulakukan? Myungsoo—hiks…” dan suara mengiris hati itu terdengar lebih keras. Membuat Nyonya Bae ikut meneteskan air mata. Ia memeluk Suzy, menenangkan anaknya yang sudah bersimbah air mata. Suzy kemudian berteriak histeris. Memanggil nama Myungsoo, hatinya merasakan ketidaknyamanan. Seolah Myungsoo sungguh akan meninggalkan dirinya.

“Hyun Gi-ya.” Tuan Bae memanggil bocah yang terlihat linglung. Ia hanya menepuk pelan bahu Hyun Gi, kemudian berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan Hyun Gi. Hyun Gi bahkan bingung apa yang harus ia lakukan. Dia tak yakin appanya akan baik-baik saja di dalam sana. Hyun Gi mendongak dan pelukan hangat sang kakek menyambutnya. Terasa sangat melindungi. Air mata itu akhirnya menetes.

Berbeda dengan Suzy. Bocah itu menangis dalam diam. Suara isakannya bahkan di redamnya dengan bahu kakeknya. Tak ingin eommanya mendengar tangisnya atau Suzy akan menjadi semakin khawatir.

“Aku takut…” Hyun Gi bergumam di telinga Tuan Bae, membuat kepala keluarga Bae itu  menepuk bahunya. Berusaha mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja.

**

-Flashback-

“Suzy-ya! Tersenyumlah, sayang. Calon suamimu akan datang sebentar lagi.” Tuan Bae mencoba memperingatkan Suzy. Lelaki yang selalu lembut itu memang mencoba membuat anaknya nyaman dengan perjodohan yang mereka lakukan. Sebentar lagi Tae Lim dan Seung Yoo akan datang—Tae Lim adalah temannya ketika di Cambridge dulu, dan sepertinya permasalahan mereka sama. Mereka sama-sama memiliki anak yang tak akan mau menikah dan memberikan mereka cucu.

Suzy mengacuhkan ayahnya, dia juga menatap tak terima pada ibunya. Ayah dan ibunya sungguh konyol. Menjodohkannya ketika dia baru saja tamat dari kursi sekolahan dan masih banyak mimpi yang harus ia raih. Ia ingin menjadi penyanyi. Ia bisa mencari lelaki baik untuk menjadi pasangannya. Kenapa harus di jodoh-jodohkan? Suzy merasa ia kembali di jaman kakek neneknya dahulu.

“Kau akan menyukainya, Suzy-ya. Aku tahu sekali kau suka pria tampan.” Ibunya—Hana, memang sangat suka sekali menggoda Suzy. Suzy juga sadar ia suka pria tampan tapi kalau tak lebih tampan dari visual boyband kesukaannya dia tidak mau.

Suzy memandang bosan ibunya. Terserah sajalah. Nanti dia akan meminta calon suaminya itu untuk menceraikannya saja. Itu gampang. Hanya sedikit memberikan ancaman.

“Suzy-ya, itu mereka!”

Suzy mendongakkan wajahnya. Seketika itu juga matanya bertemu dengan mata calon suaminya. Ia nyaris tak percaya. Itu bukan hanya lebih tampan dari visual boyband favoritnya—itu sungguh dia. Kim Myungsoo sekarang ada di hadapannya, duduk dengan penuh kharismatik.

“Sudah ku katakan kau akan menyukainya.” bisik Hana pada anaknya.

“Namaku Kim Myungsoo.” Myungsoo membungkukkan dirinya di depan keluarga calon istrinya. Dia menatap Suzy dalam. Suzy balas menatapnya. Dan seorang anak kemudian menghampiri meja mereka, membungkukkan tubuhnya dalam.

“Namaku Kim Hyun Gi. Anak dari Kim Myungsoo dan Bae Suzy.”

 

-Flashback end-

Suzy masih bisa mengingat pertama kali mereka bertemu di sebuah restaurant milik keluarga Kim. Dia menyukai Myungsoo dengan sangat buruk dan dia bersyukur dengan keberadaan Hyun Gi di sana—Myungsoo tidak akan bisa seenaknya menceraikannya.

**

Suzy kini tertidur di pelukan Tae Lim. Ketika lelaki itu datang, Suzy langsung mendusal di dadanya—seseorang yang harumnya sama seperti Myungsoo. Suzy setidaknya berhenti menangis setelah dipeluk dengan erat oleh sang mertua.

Seung Yoo—ibu Myungsoo, lebih memilih berdoa.

Delapan jam mereka berada di sana. Saling menguatkan masing-masing, hingga pintu ruangan ICU itu terbuka dan seorang lelaki dengan pakaian khas dokternya terlihat keluar dari sana.

“Bagaimana keadaannya, dokter?” Hyun Gi lah yang pertama kali menghampiri sang dokter.

“Operasinya berhasil. Dia berhasil hidup setelah sempat dua kali kami kehilangannya.” sang dokter tersenyum. “Dia akan dipindahkan ke ruangan rawat segera. Kalian bisa melihat kondisinya di sana.”

“Aku akan mengurus biaya administrasinya.” Tuan Bae tersenyum pada Tae Lim. Yang terbaik adalah membiarkan Suzy tertidur di pelukan besannya. Guratan lelah terlihat di wajah Kwang Lee yang seperti malaikat. Dia paling tidak mampu jika melihat anaknya menangis, dan kenyataannya seharusnya ia lebih kasihan pada Tae Lim yang anaknya bahkan berada antara hidup dan mati.

*

*

*

“Suzy…” suara serak Myungsoo terdengar. Pemandangan yang pertama kali ia lihat ketika sadar dari pengaruh bius adalah wajah sembab Suzy. Mata Suzy bengkak dan memerah, wajahnya terlihat pucat menyedihkan. Berapa lama istrinya itu menangis? Tapi sudut bibir Suzy terangkat ketika mendengar Myungsoo memanggil namanya. “Kau menangis?”

“BAGAIMANA CARANYA AKU TAK MENANGIS SAAT TAHU KAU BISA SAJA MATI, BODOH!” teriak Suzy. Myungsoo tersenyum melihatnya, istrinya baik-baik saja kalau dia menjerit tak karuan seperti itu. Suzy menepuk kepala Myungsoo sadis, membuat Hyun Gi terpekik. Harusnya eommanya tahu ada luka di kepala appanya.

“Eomma! Eomma bisa membuat lukanya terbuka lagi!” Hyun Gi memarahi Suzy. Membuat Suzy menggerutu—anaknya benar-benar durhaka. Dia jadi pilih kasih karena Myungsoo sakit, kalau begini Suzy takkan menang. Dua lawan satu. Suzy menarik tangannya.

“Happy anniversary.” Myungsoo berucap datar yang kembali membuat air mata membanjiri wajah Suzy.

“Jika kejutan yang kau beri padaku seperti ini, lebih baik tidak usah!” dia menggigit bibir bawahnya. Mencoba menahan tangisnya lagi. “MYUNGSOO BODOH! BODOH!”

“Kau manis.” Ujar Myungsoo, masih dengan wajah datarnya. Kecelakaan yang membuat beberapa sudut wajahnya terluka tak menghilangkan ketampanannya—apalagi wajah datarnya. Suzy terdiam, dia bingung apa harus senang karena dipuji manis atau karena ia dihina manis. “Seperti anak kecil.”

BRAAK—

Suzy menendang kursinya. Nyaris mencekik Myungsoo dan untung saja dihentikan oleh Hyun Gi.

“Permisi.” dan suara yang terdengar merdu terdengar dari pintu.

Seorang lelaki menyembulkan kepalanya dari pintu. Wajahnya yang masih terlihat tampan dan manis di usianya yang lebih tua dari Myungsoo membuat Suzy buru-buru menghentikan tingkah anarkisnya.

“Sunggyu sunbaenim!” Itu seseorang yang sangat membuat Suzy terpesona—lelaki yang bisa bernyanyi dengan perasaannya. Suzy ingin suatu hari nanti ia akan jadi seperti itu.

“Sunggyu hyung, kau disini?” Myungsoo melirik ke arah pintu dan salah satu personil boyband yang sama dengannya itu langsung menghambur memeluk Myungsoo.

“Ku kira kau sudah mati. Ah!” teriaknya heboh. Myungsoo hanya memandang pria itu datar. Dia selalu diperlakukan sebagai magnae kesayangan, tapi sejujurnya Myungsoo kurang nyaman. “Hei, kalian! Masuklah!” personil CRUSH memasuki ruang rawat Myungsoo. Suzy rasanya seperti bermimpi. Dia bertemu dengan seluruh personil yang merupakan kiblat boyband di agensinya. Dan ini bukan di stasiun TV. Suzy hampir lupa kalau suaminya adalah bagian dari mereka.

“Kami membawa buah dan cake yang kau sukai.” Sungyeol, member paling ramah di grup mereka itu membawakan beberapa barang di tangannya. Hoya mengekori mereka. Di sana juga ada Dongwoo—pemimpin kelompok mereka dan juga Woohyun—seseorang yang berwajah kekanakan.

“Ternyata Suzy ada di sini.” Sunggyu lah yang pertama kali menyadari keberadaan wanita yang menjadi junior mereka di agensi. Suzy buru-buru membungkuk, menunjukkan rasa hormat dan sopannya pada seniornya.

“Jangan terlalu dipikirkan, siapapun punya sesaeng fans. Itu bukan salahmu. Salahnya pada si Myungsoo yang terlalu keras.” Sunggyu berkata bijak. Berita yang menyatakan kalau Myungsoo ditabrak oleh mobil fans Suzy ternyata benar adanya. Suzy merasakan ketidak enakan dalam hatinya. Kenapa mereka berpikir Myungsoo melakukan hal yang tidak benar padanya? Myungsoo tak pernah sekalipun menyulitkannya di agensi, yang ada Myungsoo lah yang selalu menutupi kesalahannya.

Hyun Gi buru-buru menyingkir dari sana. Ia bukan siapa-siapa. Ia juga tak ingin ketahuan kalau dia adalah anak dari kedua artis top itu.

“Mau kemana?” Myungsoo lah yang menghentikan langkahnya.

“Siapa dia?” Woohyun bertanya. Dia suka tipe-tipe anak imut. Dia mendekat ke arah Hyun Gi, mencubit pipi Hyun Gi dan kemudian tersenyum khasnya. Hyun Gi tidak suka diperlakukan seperti bocah tapi karena Woohyun memang tampan dan seorang idola, itu terlihat keren dimatanya, dia tak jadi protes.

“Anakku.” Myungsoo menjawab simple, berbeda dengan yang ada dipikiran Hyun Gi. Padahal ia siap menutup telinga tentang kebohongan apapun yang dikatakan ayahnya. Seluruh member CRUSH di ruangan itu terdiam. Woohyun bahkan menarik tangannya dari pipi Hyun Gi, menatap horror pada anak yang menurut pengakuan Myungsoo sebagai anaknya itu.

“YA, KIM MYUNGSOO! JANGAN BERCANDA!” Sunggyu sudah siap menyemburkan api dari mulutnya.

“Aku tidak bercanda. Dia anakku.” Myungsoo memalingkan wajahnya dari Sunggyu. Membuat leader yang selalu mendewakan Myungsoo sebagai magnae mereka sedikit merasa tertohok. “Kemarilah, Hyun Gi-ya. Perkenalkan dirimu di depan para paman.”

“Aku sudah jadi paman!” Dongwoo memeluk erat Hyun Gi. Dia bahkan memutar tubuh Hyun Gi. “Anak ini benar-benar mirip denganmu, Myungsoo-ya. Dia anak yang dingin.”

Sunggyu cepat menghampiri Hyun Gi. Mencolek-colek pipinya dan setuju dengan itu. “Dia mengintimidasi.” komentarnya. Dia mengacak rambut Hyun Gi kemudian.

“Lalu jika kau punya anak, siapa ibunya?”

Hening—

Pertanyaan menohok dari Woohyun membuat seluruh mata kini tertuju pada Myungsoo. Kalau yang ini dia bingung sendiri bagaimana menjawabnya.

“KAU MEMBUAT SKANDAL, KIM MYUNGSOO!” pekik Sunggyu marah.

Myungsoo membisu. Dia tak bisa mengatakan itu adalah Suzy. Jika orang mengetahui Suzy sudah menikah, tak ada yang bisa menjamin karir wanita itu. Myungsoo hanya perlu menutup mulutnya. Dia memikirkan perasaan Hyun Gi juga ketika dia harus mengatakan kalau Hyun Gi hanyalah sepupunya atau kebohongan semacam itu.

Hyun Gi punya hak. Dia adalah anak mereka. Myungsoo harus melindunginya, memberikan perlindungan layaknya seorang ayah. Myungsoo tak bisa tak mengakui Hyun Gi. Tapi dia juga akan melindungi karir Suzy.

Hyun Gi melangkahkan kakinya ke arah Myungsoo. Dia mengerti kondisinya. Ayahnya mungkin bisa mengakuinya, tapi ibunya posisinya tak sekuat ayahnya di dunia keartisan. Dia mengerti. Dia harusnya sadar jika belum saatnya dia merasakan sebagai bocah biasa yang bisa berteriak dengan lantang dan bangga kalau orang tuanya ada dan mengucapkan nama mereka dengan fasih.

Dia memegang lengan ayahnya. Tersenyum. Dia akan baik-baik saja.

“Kau tak perlu tahu siapa ibunya. Yang jelas Hyun Gi adalah anakku.” Myungsoo berkata datar. Dia sudah diberikan kekuatan oleh Hyun Gi.

Suzy, jangan tanya bagaimana hatinya. Dia merasa sakit. Dia tahu Myungsoo dan Hyun Gi melindunginya. Tapi bukankah ia egois kenapa ia tak bisa berbicara lantang bahwa ia adalah bagian dari keluarga kecil mereka? Dia tak ingin tersisih tapi itu artinya dia sudah siap dengan konsekuensi karirnya.

Dia seorang idola yang abnormal—tidak ingin menikah, dan memiliki suami. Bukankah itu aneh?

Tapi—

Suzy tak bisa membohongi dirinya. Anak dan suaminya terlalu banyak melindunginya. Dia harusnya tak egois. Suzy kembali menangis, rasanya air mata sudah tak bisa ia kontrol lagi. Kenyataannya, dia semakin mirip anak kecil. Dia tak terima itu. Dia wanita yang kuat dan dia bisa melindungi dirinya sendiri dan anaknya.

“Kau tega sekali tidak mengakuiku…” suara Suzy terdengar parau. Sepertinya menjerit takkan membuat pita suaranya rusak. Tapi menangis membuat tenggorokannya sakit. “KAU TIDAK MENCINTAIKU LAGI, KIM MYUNGSOO!”

Seluruh ruangan kini menatap Suzy. Semuanya menganga tak percaya.

Myungsoo jadi serba salah. Hyun Gi membantu ayahnya untuk bangun. Myungsoo mendorong tiang infusnya, menghampiri Suzy dan memeluk wanitanya itu.

“Jangan menangis.” Myungsoo tak bisa menggendong Suzy seperti yang ia lakukan sebelumnya, bagian perutnya terluka dan akan sangat sakit jika menggunakan tenaga yang besar untuk menggendong tubuh Suzy.

Dia akan menggunakan cara lain untuk mendiamkan Suzy.

Dia menengadahkan wajah Suzy. Menciumnya tepat di bibir dan cara itu selalu sukses membuat Suzy terdiam. Tapi—

BUGH

Selalu berhasil membuat lebam di wajah Myungsoo bertambah.

“SIAPA YANG MENGIZINKANMU MENCIUMKU? DASAR IDIOT!” percayalah, dibanding tinju Suzy, Myungsoo lebih merasakan sakit ketika melihat Suzy menangis.

“Dia istriku. Bahkan sebelum dia debut.” Myungsoo mengusap pipinya.

Dan seluruh manusia yang berada di sana tertawa. “Sudah kuduga dia memang ada rasa dengan Suzy. Tapi tak kusangka kalau mereka sudah menjadi suami istri.” Ujar Sunggyu sambil tersenyum.

Suzy berkedip melihat para seniornya yang menyambutnya dengan senyum. Mereka tidak marah karena dia istri Myungsoo.

“Kau tahu? Bahkan ketika audisi agensi agar kau menjadi trainee, dia diam-diam menontonmu, dia bolos latihan.” Hoya mulai menyebarkan fakta-fakta Myungsoo.

“Ya, kalian!”

Seluruh member CRUSH tertawa melihat reaksi Myungsoo. Suzy mengerti, ternyata para anggota CRUSH itu solidaritasnya masih jauh melebihi girlbandnya. Dia jadi mengerti apa maksud persahabatan yang saling menopang. Dan pengertian bisnis di kalangan senior, mereka tidak hanya mencari uang tapi demi untuk kelangsungan band mereka, mereka harus bekerja dengan jauh lebih keras.

**********

“Bagaimana keadaanmu?” kali ini Jongin lah yang menjenguk Myungsoo. Dia membawa serangkaian bunga dan beberapa snack mahal untuk Hyun Gi. Bagaimanapun dia adalah orang yang tahu tentang keluarga kecil itu lebih dahulu sebelum dipublikasikan.

“Kau kira aku mati?” Myungsoo tidak pernah menyukai seseorang yang bisa saja merebut istrinya. Tapi, Myungsoo tak sepenuhnya membenci Jongin. Dia sudah memaafkan Jongin atas perbuatannya dimasa lalu. Hyun Gi hanya terkekeh melihat kelakuan appanya.

“Aku menjengukmu dan kau menuduhku seperti itu?”

“Heh!” Myungsoo menaikkan sebelah alisnya melihat ekspresi terluka Jongin.

“Hyun Gi-ya, aku membawakan cemilan untukmu, dan bunga untuk eommamu.”

Lihat,kan? Jongin itu tak pernah manis untuk Myungsoo. Dia mungkin masih dendam karena ditonjok Myungsoo beberapa waktu lalu. Myungsoo lebih memilih diam, harusnya dia berpura-pura tidur saja saat lelaki ini masuk ke ruangannya.

“Kau akan mengumumkan ke media tentang keluargamu?” tapi Myungsoo bisa percaya pada Jongin soal rahasia dan keluarganya. Dia orang baik yang selalu memikirkan Myungsoo. Dia rival yang fair.

“Fansku itu mengerikan. Seluruh member CRUSH sepakat membantuku.” Myungsoo takut fans-fansnya akan menyerang Suzy sebagai bentuk balas dendam. Dia juga perlu meluruskan pada anti fansnya yang merupakan fans Suzy kalau dia mencintai Suzy, bukan malah menaruh dendam pada Suzy.

“Aku juga tidak bisa membiarkan Hyun Gi seperti anak yang tak punya orang tua.” Myungsoo selalu bisa mengatakan isi hatinya jika bersama pria yang sama tangguhnya dengannya. Jongin mengerti. “Tapi aku tidak mau terjadi hal-hal yang buruk lagi pada Hyun Gi. Dia tidak tahu apa-apa dan dia tidak pantas dibenci oleh orang-orang diluar sana. Aku takut mereka akan menyakiti Hyun Gi.” Myungsoo melirik Hyun Gi yang sedang sibuk melahap cemilannya.

“Aku tidak bisa menjamin keselamatan Suzy dan Hyun Gi dari fans-fansku yang mengerikan itu.” Myungsoo sangat mengetahui ada begitu banyak fans-fansnya yang berbahaya. Mereka terlalu menjaga Myungsoo sebagai idola mereka, bahkan tidak mau kalau dirinya berhubungan dengan yeoja manapun. Tapi sekarang, ia bahkan sudah memiliki istri dan anak. Bagaimana reaksi fans-fansnya itu? Suzy dan Hyun Gi bisa saja dijadikan sebagai sasaran kejahatan oleh sasaeng fansnya. Dan Myungsoo tentu saja tidak mau hal-hal buruk terjadi pada istri dan anaknya. Apapun yang terjadi, ia harus melindungi keluarga kecilnya.

Lelaki berparas tak kalah menawan dari Myungsoo itu menunjukkan senyum jokernya. “Jika karena itu, aku juga akan membantumu, hyung. Lebih baik mengumumkan posisi Hyun Gi sebagai penerus keluarga Kim dan Bae juga.” Jongin memberikan usul.

“Aku juga akan mengurusi perusahaan sebagai gantinya nanti. Kedokku sebagai anak dari keluarga Kim dan Suzy sebagai penerus keluarga Bae akan terkuak.” Myungsoo sudah siap dengan segala resiko yang akan diterimanya. Jikalau nanti dia tidak bisa menjadi seorang artis lagi, dia bisa membayar seluruh kesalahannya pada orang tuanya dengan menggantikan posisi ayahnya sebagai penerus keluarga Kim saat ini.

“Kau akan menjadi sangat sibuk, hyung.” Myungsoo menghela nafasnya. “Wartawan banyak sekali di luar. Cepatlah sembuh dan bereskan ini semua, Kim Myungsoo. Aku akan melindungi Suzy dan Hyun Gi semampuku.”

“Ku serahkan padamu.” Myungsoo tersenyum tulus pada Jongin. Ia sangat berterima kasih pada namja itu.

**

Jongin diberondong oleh wartawan ketika melangkahkan kakinya keluar dari rumah sakit. Dia tersenyum ramah dan beberapa bodyguard siap mengamankan dirinya. “Myungsoo sunbaenim baik-baik saja, dia akan segera pulih.” ucapnya. Sama seperti dengan member CRUSH sebelumnya.

“Bukankah anda pernah terlibat perkelahian dengan Myungsoo-ssi sebelumnya?”

“Itu perkelahian layaknya perkelahian antara sahabat. Aku dan Myungsoo sunbaenim bersahabat dari kecil dan itu fakta yang sedikit orang mengetahuinya.”

“Benarkah? Apakah kalian satu sekolah? Bukankah Myungsoo-ssi bersekolah di Amerika ketika kecil?” Jongin tertawa mendengar sang wartawan yang seperitnya mengetahui sangat baik keadaannya.

Berbicara bohong itu jauh lebih sulit dari pada jujur. Kini dia hanya perlu bicara jujur, Myungsoo sudah menyanggupi apapun setelahnya. Dia harus melakukan sesuatu agar teman kecilnya itu bisa melindungi segalanya. “Dia sering mengunjungiku di Korea atau aku yang mengunjungi dia di Amerika. Kami teman yang baik karena orang tua kami sahabat baik.”

“Tunggu! Apakah ini artinya Myungsoo-ssi berasal dari latar belakang keluarga seperti anda?”

Jongin tertawa. “Kalau masalah itu kalian tunggu saja beritanya di majalah bisnis. Keluarganya yang akan langsung memberitahukannya.”

Dengan begini berita tentang penyerangan fans fanatik Suzy pada Myungsoo akan menghilang, digantikan dengan latar belakang Myungsoo. Jongin cukup pintar untuk itu meskipun dia akan kerepotan di kejar-kejar wartawan.

*

*

*

“Hyun Gi-ya! Ayo ke game center!” Jong Soo mencoba mengajak Hyun Gi. Perasaannya saja atau memang sahabat merangkap teman bertengkarnya itu terlihat kurang bersemangat belakangan ini? Meskipun Hyun Gi itu tingkahnya memang seperti seseorang yang malas hidup.

“Aku harus ke rumah sakit.”

“Astaga! Siapa yang sakit? Apa kau sakit? Atau jangan-jangan—”

“Apa?” Hyun Gi selalu merasa sahabatnya itu berlebihan. Hyun Gi memandang datar Jong Soo yang menggaruk kepalanya canggung.

“Kau berkelahi dengan murid sekolah sebelah dan kau malah membuatnya masuk rumah sakit?”

PLAAK—

Hyun Gi menepukkan tas sekolahnya ke wajah Jong Soo. Membuat bocah itu meringis. “Dasar bocah busuk!” umpat Hyun Gi. Dia melirik Mr. Park yang sudah siap di depan kelasnya—menunggunya demi berangkat ke rumah sakit bersama.

“Hyun Gi-ya!” Hyun Gi menghentikan langkahnya. Dia menatap Jong Soo yang terlihat sendu. “Apakah kau tidak bisa berbagi denganku? Aku sahabatmu tapi kau tidak pernah mau bercerita apa-apa padaku.”

Hyun Gi tidak mampu jika tidak tertawa. Wajah memelas Jong Soo adalah yang terbaik. Dia terlihat seperti badut bule.

“Mr. Park, bisakah kita membawa Jong Soo ke rumah sakit?”

Mr. Park mengangguk. Dia tak bisa berdebat dengan Hyun Gi. Melihat anak lelaki itu menangis saat ia di rumah sakit cukup membuat dirinya merasa ikut terpuruk. Ia sudah menganggap Hyun Gi seperti anaknya sendiri.

“Tapi berjanjilah untuk tidak histeris. Kau mengerti?”

**

“Aku membawa te—” Hyun Gi menatap tak percaya sosok wanita yang kini ada di ruangan bersama ayahnya. Hyun Gi buru-buru menutup pintu, tidak membiarkan Jong Soo masuk. Dia cepat membungkuk pada sang wanita. “Hallo, lama tidak bertemu.”

“Hyun Gi?” wanita cantik yang lebih tua sedikit dari Hyun Gi itu tersenyum manis. Wanita Jepang itu membungkuk hormat pada Myungsoo. Dia harus permisi dan melakukan kegiatannya, yaitu berlatih. Dia harus melebihi Jongin dan dia akan menjadi lebih hebat dari Hoya suatu hari nanti. Itulah mimpinya. Ketika dia dihadapkan dengan Hyun Gi, dia jadi teringat mimpinya.

Hyun Gi jadi gelagapan sendiri.

“Dia anakku.” Myungsoo memberi tahukan, Suzy tersenyum melihat keterkejutan salah satu trainee di agensinya tersebut. Momo terlihat sangat cantik meskipun dia merasa tidak enak pada Hyun Gi. Bagaimana mungkin dia bisa berharap penggemarnya adalah anak dari senior yang begitu ia hormati? Hyun Gi pasti menertawakannya karena dia sangat bodoh dalam menari.

“Maaf aku tidak memberi tahukannya ketika kita bertemu waktu itu.” Hyun Gi berusaha menahan pintu. Jong Soo sepertinya berusaha mendobrak pintu itu dari luar.

Momo tertawa. “Pasti diposisimu sulit sekali.” Ucap Momo mencoba mengerti. Momo melangkahkan kakinya ke arah Hyun Gi—tepatnya ke arah pintu keluar. “Aku permisi dulu. Myungsoo sunbaenim, semoga cepat sembuh.” Ujarnya kemudian.

Myungsoo hanya mengangguk dan Suzy melambaikan tangannya.

“Momo, berjuang keraslah!” Hyun Gi tidak mengerti mengapa ia harus mengepalkan tangannya di depan wajahnya. Dia mengucapkan kalimat penyemangat, tapi ia malu sekali. Sepertinya ia melakukan hal konyol. Myungsoo dan Suzy saja sampai berpandangan karena bingung. “Aku sungguh penggemar beratmu.”

Momo tidak bisa kalau tidak tersenyum. Ia tahu Hyun Gi itu orang yang jujur.

“Terima kasih, Hyun Gi.” Hyun Gi benar-benar terjerat pada pesona wanita cantik itu. Dia bahkan terdiam ketika wanita itu keluar dari ruangan Myungsoo. Membuat Jong Soo terlihat bingung dengan seorang wanita yang tidak ia kenal keluar dari ruangan tersebut.

“Siapa dia?” itulah yang ditanyakan Jong Soo.

Myungsoo dan Suzy sendiri hanya berpandangan. Namun tiba-tiba—

“ASTAGA! MYUNGSOO DAN SUZY!” dan suara pekikan maut Jong Soo membuat Hyun Gi sadar dari angan-angannya.

“Kurasa kita salah masuk kamar! Hyun Gi-ya, dimana appamu? Maafkan kami! Maafkan kami! TAPI BISAKAH AKU MEMINTA TANDA TANGAN KALIAN?” Jong Soo persis seperti idiot yang kini merogoh tasnya. “Kemana buku! Buku! Eh spidol. Astaga! Tolong jangan usir aku dahulu. Aku hanya mencari buku dan spidol!”

“Jong Soo—” Hyun Gi bahkan bingung bagaimana menenangkan temannya yang merupakan fans fanatik kedua orang tuanya itu.

“Bisakah aku berfoto bersama kalian? Ah, maksudku! Aku tahu ini gila, tapi aku suka dengan Myungsoo dan Suzy ketika bersama dan juga—” Jong Soo bingung sendiri. “AHHHH, APA YANG HARUS KULAKUKAN?”

“Jong Soo-ya, mereka orang tuaku. Kim Myungsoo adalah appaku dan Kim Suzy adalah eommaku.”

“Eh?”

Hening—

Hyun Gi menepuk kepala Jong Soo agar lelaki itu tidak membuka terlalu lebar mulutnya. “Maksudmu?”

“Ya, aku anak mereka.”

“Bukan itu! ASTAGA! MYUNGZY IS REAL!” teriak Jong Soo heboh. Hyun Gi hanya menatap datar Jong Soo. Temannya itu sungguh idiot. Seharusnya ia tak membawa Jong Soo ikut bersamanya.

Suzy tertawa, dia tak menyangka kalau anak yang sering diceritakan Hyun Gi itu akan selucu ini. Myungsoo hanya memandang takjub pada sahabat anaknya itu, dia tak menyangka kalau hal-hal yang berbau seperti itu sungguh ada. Tapi dia lumayan senang juga, dengan begitu fans yang mendukung hubungannya dengan Suzy sungguh ada.

“Appa, eomma. Dia Jong Soo, teman yang sering ku ceritakan. Dan dia idiot!”

**********

Ini sudah yang ketujuh kalinya Suzy muntah-muntah dipagi hari. Setidaknya ia bersyukur karena hari ini libur, jadi dia bisa beristirahat dirumah. Suzy hanya sendirian saja dirumah. Myungsoo pergi ke agensi untuk mengurus segala keperluan mereka nanti dan Hyun Gi pergi ke sekolah. Ia juga bangun kesiangan hari ini. Suzy tampak pucat, perutnya benar-benar mual. Ia tidak tahu apa yang salah dengan perutnya. Dia merasa tidak makan makanan yang aneh-aneh kemarin.

Suzy beranjak menuju dapur. Menuangkan air putih hangat ke dalam gelas, dan meneguknya perlahan, tapi detik berikutnya ia merasa ingin muntah lagi. Suzy berlari menuju kamar mandi dan dengan cepat mengeluarkan isi perutnya ke dalam kloset. Suzy memegangi perutnya. Apapun yang masuk ke dalam perutnya selalu berhasil membuatnya mual dan kembali muntah-muntah.

Suzy berjalan lunglai menuju kamarnya. Ia menjatuhkan tubuhnya begitu saja diatas ranjang empuknya, kemudian meraih ponselnya saat sebuah pesan masuk. Itu pesan dari eommanya. Suzy sempat mengirimi pesan kepada eommanya dan memberitahukan kalau ia muntah-muntah dipagi hari, dan menanyakan apa resep obat untuk meredakan rasa mualnya. Dan balasan pesan dari eommanya membuat perutnya kembali mual.

‘Ambillah testpack dan coba periksa.’

 

Suzy mengernyitkan dahinya. Testpack? Bukankah itu alat tes kehamilan? Itu artinya… apa mungkin ia hamil?

Suzy segera berdiri dan berjalan menuju lemarinya, membukanya dan menarik salah satu laci yang ada di dalam lemari tersebut. Ia meraih sebuah alat testpack yang pernah dititipkan oleh mertuanya beberapa waktu yang lalu. Suzy masuk ke dalam kamar mandi dengan ragu, ia belum siap melihat apapun itu hasilnya.

-TBC-

 

 

Note: Annyeongggggg~ Chapter 2 nya datang~ TBC nya ga bikin penasaran, kan? Kkkkkkkk Maaf ya aku lama update dikarenakan UAS udah di depan mata wkwkwk Hayoooooo komentar yang banyak yaaaaa~~ SARANGHAEYOOOO~^^

 

 

 

88 responses to “[Freelance] Abnormal Parents Series Chapter 2

  1. temennya hyun gi lucu, dia jd heboh sndiri, ap nnti myung sm sooji mw mmpublikasikan hbungn mreka? gmn nnti reaksi fan mreka y,

  2. Uwiiihhhh lucu ya… hehe..lompat dl ke part 2. Tapi berapa usia hyun gi? Mmm… msh penasaran dg cerita pernikahan Myung n Suzy. Tau2 ada anaknya… mgk krn lompat chapter

  3. ya ampun sumpah antara ngakak sama miris bacanya ngakak samma temennya hyun gi trus miris kasian myungso kya di jajah ma istrinya haha.

  4. Wah Temenya HyunGi Fansboy nya MYUNGZY ya reaksinya lucu banget ya.
    Member Infinite juga lucu.
    Ayu MyungZy go publik dong

  5. Temannya Hyungi ternyata Fan MYUNGZY ya reaksinya lucu banget.
    Infinite juga lucu.
    Ayo MyungZy Go Public

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s