Cinderella Sister [ 3/? ]

cinderella-sister-mnandhini-copy

Title : Cinderella Sister || Author : Mnandhini || Main cast : Bae Suzy, Kim Myung Soo, Oh Sehun, Oh Sehun || Genre : Sad, romance (?). || Rating :
Thank You for beautyfull poster @rosaliaocha
.
.
.
Sumarry : “Can you make me smile and happy?”
.
Mian for Thypos and Happy Reading.

“Kumohon biarkan aku pergi” Suzy menggenggam tangan Myung Soo, berharap penuh Myung Soo akan membiarkannya pergi.
Untuk sesaat Myung Soo hanya diam berusaha memutuskan keputusan yang menurutnya paling tepat, “Aku tidak akan membiarkanmu pergi begitu saja, aku akan memberi waktu sepuluh detik untuk kau kabur lalu aku akan mengejarmu, jadi jikau kau beruntung kau bisa lolos dariku namun jika kau kurang beruntung kau harus kembali ke rumah ini denganku” ucap Myung Soo.
Suzy dengan pasti mengangguk, walau kemungkinan ia bisa lolos sangat sedikit melihat kondisi fisiknya yang sedikit memburuk namun Suzy tidak mau menyianyiakan kesempatan emas ini.
Suzy berlari kesembarang arah. Kini ia tak memiliki tujuan, titik fokusnya hanya pergi dan hidup tanpa eommanya. Setelah dirasanya sepuluh detik dengan cekatan Myung Soo berlari mengikuti arah perginya Suzy. Walau Suzy sudah tak tampak namun Myung Soo tau benar kemana arah perginya gadis itu.
Setelah berlarian cukup jauh kini Myung Soo dapat melihat punggung gadis, dengan sigap ia menyamakan langkahnya dan berhasil menangkap Suzy, “Aku cukup handal melakukan hal semacam ini” ucap Myung Soo sambil menarik tangan Suzy.
.
.
.
Kini mereka telah berada didepan rumah besar dengan bangunanya bercorakkan rumah tradisional namun terlihat sisi modernnya.
Suzy dan Myung Soo memasuki rumah berhalaman luas tersebut. Baru saja Suzy memasuki halaman tersebut matanya menagkap sosok yang teramat ia benci didalam hidupnya, Ibunya.
Dengan malas Suzy mengekori Myung Soo dan melihat sebuah kejadian yang menurutnya sangat mustahil bagi seorang Bae Yoon Hee lakukan.
Seorang gadis beruntung yang tak bisa menghapus lengkungan kebahagiaan dari bibir tipisnya karena mendapat belaian kasih sayang yang diberikan Yoon Hee. Naasnya gadis itu bukan anak kandungnya Bae Suzy melainkan seorang gadis yang mungkin akan menjadi anak tirinya Jung Soo Jung. Gadis itu benar benar terlihat bahagia namun berbanding terbalik dengan Suzy, ia bukan merasa bahagia karena akhirnya bisa bertemu dengan eommanya lagi melainkan benci dengan manusia yang dihadapannya ini, tidak wanita ini bukanlah manusia melainkan rubah memiliki seribu wajah.
Myung Soo sedikit berdehem bermaksud menyadari sepasang insan itu bahwa ada dia dan Suzy disini, “Suzy ah kau sudah datang” ibu Suzy beranjak dan menghampiri Suzy, ia hendak mendaratkan tangannya kepucuk kepala Suzy, membelai lembut kepala putrinya tersebut. Namun segera ditepis oleh Suzy, “Apa yang kau inginkan sekarang?” ucap Suzy dingin.
“Omo!!! Kau Suzy keutchi” ujar Soojung antusias namun hanya ditanggapi dengan wajah dingin Suzy.
Suzy kembali menatap ibunya, bukan menatap dengan tatapan biasa namun menatap dengan tatapan mengintimidasinya, “Kau ingin membuangku untuk kedua kalinya?” tanya Suzy sinis.
“Anio Suzy –ah maafkan eomma, sekarang kita akan memulai lembar baru dengan keluarga ini keluarga yang tidak akan menyakiti kita lagi. Kita akan bahagia bersama” ucap ibu Suzy dengan wajah dibuat buat sedih.
“Hahahaha, jangan bercanda. Kau tau hidup denganmu adalah neraka bagiku” ucap Suzy dengan penekanan diakhir kalimat.
“Jaga ucapanmu Bae Suzy” Suzy menoleh saat seseorang ikut campur dalam pembicaraannya ini, Suzy menatap dengan berani seorang pria paruh baya yang berjalan mendekatinya dengan kedua tangan diletakkan dibelakang tubuhnya.
“Perkenalkan aku Jung Soo Man” Tn. Jung menjulurkan tangannya kearah Suzy. Suzy hanya menatap tidak suka kearah namja ini tanpa berniat membalas juluran tangan tersebut, “Aku yakin bukan ini yang kau ucapkan sebenarnya hingga kau mencariku jauh jauh ke Gwangju” Benar benar tidak memiliki sopan santun, itulah Suzy.
“Ne kau betul, tapi aku tidak akan berbicara disini melainkan diruanganku. Ikut aku” Yoon Hee, SooJung, Myung Soo beserta Suzy kini mengikuti Tn. Jung.
.
.
.
“Gadis ini sangat pandai berbicara sebaiknya ajussi berhati hati” bisik Myung Soo sebelum Tn. Jung benar benar mendaratkan tubuhnya disofa empuk miliknya.
Ruangan dengan desain elegan diisini dengan beberapa sofa, meja yang dupenuhi tumpukan berkas berkas yang entah berisikan apa dan beberapa aksesoris ruangan yang menanbah kesan nyaman diruangan ini . Rapi, ruangan itu sangat rapi dan bersih menunjukan sang pemiliki ruangan adalah orang yang apik.
Mereka semua duduk disofa yang telah tersedia diruangan tersebut.
Terlihat bibir marun Suzy kini telah berganti warna menjadi pucat, bagaimana tidak dari Gwangju sampai Seoul Suzy masih dengan kondisi baju basah ditambah luka luka yang memenuhi tubuhnya terasa nyeri karena tidak pernah diobati.
Tn. Jung tau itu sangat tau bahwa kondisi Suzy benar benar buruk berbanding terbalik dengan anaknya yang sehat, “Soojung –ah ambilkan bajumu untuk Suzy” perintah Tn. Jung.
“Tidak perlu!” bantah Suzy.
“Lihatlah wajahmu sudah pucat, kondisimu semakin buruk jika terus menggunakan pakaian basah”
“Langsung saja keinti masalah” ketus Suzy.
“Baiklah. Ibumu sudah cerita semuanya dan …”
“Katakan saja apa yang kau inginkan” potong Suzy.
“Aku ingin menikahi ibumu”
Deg –entah korban yang keberapa lagi ini yang jelas Suzy tak ingin lagi masuk kedalam kehidupan eommanya itu, bukan karena taku dipukuli melainkan karena Suzy tau pasti eommanya menikahi namja ini hanya karena uang. Ya terlihat jelas bahwa pria ini orang yang kaya dan eommanya pasti menginginkan uangnya. Suzy benar benar muak akan hal itu, “Lalu apa hubungannya denganku? “
“Tentu saja ada hubungannya, kau adalah anaknya dan kau akan menjadi anakku juga kelak”
Suzy mengepalkan tangannya memperjelas guratan guratan merah yang keluar dari tangannya, “Wanita ini telah membuangku” Suzy menahan semua amarahnya, ia harus kembali mengingat hal hal keji yang telah dilakukan ayah tirinya karena eommanya itu mengambil cincin dari suaminya tersebut.
“Suzy –ah mianhae” ibu Suzy tak bisa membendung tangisannya, tangisan yang menurut Suzy memuakan.
“Hapus air mata buayamu itu, kau benar benar rubah yang sangat licik” ucap Suzy dengan penekanan disetiap kata dan membuat Tn Jung yang mendengarnya geram, “Suzy jaga ucapanmu, dia adalah ibumu!!!” bentak Tn. Jung sambil memukul meja dengan kepalan tangannya membuat Soojung ketakutan melihat kilatan kemarahan dari ayahnya tersebut.
“Oppa” liri Soojung pada Myung Soo. Ya ini pertama kalinya bagi Soojung melihat ayahnya marah hingga membentak bahkan memukul meja.
“Tatap mataku” perintah Suzy pada eommanya. Namun wanita itu terus menunduk sambil menangis, membuat Suzy menarik kasar dagu eommanya.
“Kau tau apa yang bajingan itu lakukan padaku ? Setiap hari tak pernah ia membiarkanku bebas memukulku, menyeretku rambutku, bahkan semua yang ia lakukan padamu itu sangat biasa bagiku. Tidak ada jeda baginya untuk berhenti memukulku, jika Sehun tak memukulnya dan membuatnya pingsan mungkin aku sudah mati membusuk dirumah sialan itu”
Suzy mendekatkan wajanya pada eommanya, “Dan kau tau siapa yang menyebabkan semua ini? Kau adalah pelakunya”
“Kim Myung Soo bawa gadis ini keluar!!” perintah Tn. Jung marah.
“Aku belum selesai bicara” Myung Soo menghiraukan ucapan Suzy, ia menarik tangan Suzy yang suhu tubuhnya panas.
“Dia juga menjualku” kini suara Suzy melemah begitu juga genggaman tangan Myung Soo yang ikut melemah mendengar pengakuan gadis itu. Begitu mengenaskan seorang gadis cantik dan pintar yang hidupnya hany diisi dengan siksaan oleh ayah tirinya.
“Suzy” Tn. Jung hanya memancarkan tatapan yang sulit diartikan, bukan tatapan kemarahan namun tatapan iba.
“Jadi biarkan aku hidup tanpamu, hanya itu yang kuinginkan untuk bahagia” ucap Suzy.
“Ayahku tidak akan memukulmu, ayahku adalah orang yang baik jadi kau jangan takut” celetuk Soojung.
“Tinggallah disini hingga kau menyelesaikan sekolahmu, kau ingin pergi menjauh dari ibu bukan? Saat kau lulus aku akan mengirimmu untuk bersekolah ke L.A jauh dari ibumu bukan, aku akan membiayainya” ucap Tn. Jung
Suzy terdiam mendengar penawaran yang sangat menguntungkan baginya, kepalanya terlalu pusing untuk memutuskan jawaban yang paling tepat dan tak akan membuatnya menyesal. Kepalanya terasa berat, kelopak matanya bagaikan tak bisa dibuka lagi, perlahan mata Suzy menutup dan Suzy terjatuh tak sadarkan diri namun dengan sigap Myung Soo menangkapnya dan mengangkat tubuh Suzy menuju kamar Soojung.
.
.
.
Soojung keluar dari kamarnya, ia baru saja menggantikan pakaian Suzy. Soojung berjalan menuju ruang tengah, disana Myung Soo, Tn. Jung, dan Yoon He –ibu Suzy sedang duduk disana.
“Appa!!” lirih Sojung, ia ikut duduk disamping Myung Soo tepat berhadapan dengan ayahnya.
“Sepertinya kondisihnya benar benar buruk”
“Appa tau, ini karena sikap angkuhnya yang tidak mau berganti pakaian hingga membuatnya jatuh sakit” ucap Tn. Jung.
“Bukan itu appa, saat aku menggantikan pakaiannya. Badannya benar benar dipenuhi luka luka, bukan hanya satu luka namun banyak luka”
Hening –tak ada suara pun yang terdengar setelah mendengar ucapan Soojung. Naas, gadis itu benar benar naas.
“Aku akan mengobatinya”
“Heol~ Oppa kau gila? Kau akan mengobati tubuh bagian dalam Suzy?” ucap Soojung tak percaya. Entah mengapa tatapan mata Myung Soo tak biasa, dingin dan serius itulah yang diperlihatkan Myung Soo sekarang, “Lakukanlah Myung Soo” ucap Tn. Jung memperbolehkan Myung Soo melakukan hal yang menurut Soojung gila.
Dengan tubuh tegapnya Myung Soo melangkah menuju kamar yang ditempati Suzy, ah sebelum memasuki kamar itu Myung Soo mengambil sebuah salep berwarna bening.
Myung Soo membuka pintu kayu tersebut, ia menghampiri kasur yang sudah ditiduri oleh Suzy. Myung Soo menatap lekat wajah gadis itu, tanpa disadari Myung Soo menyunggingkan senyumnya saat melihat wajah damai Suzy, “Kau benar benar berbeda saat kau sadar, tidak sopan, ketus, dan dingin.
Myung Soo membuka tutup salem itu lalu mengolesinya kesudut bibir Suzy yang lebam dilanjutkan kewajah tangan dan kaki Suzy yang luka luka.
Ia cukup ragu untuk melakukan hal ini, hal gila memang namun segera ia menghapus rasa ragunya. Myung Soo menaikan kaos Suzy hingga perutnya melihatkan perut putih Suzy yang dipenuhi luka. Myung Soo juga mengobati perut Suzy yang luka, hanya perut dan tak lebih.
Ia kembali menatap lekat wajah Suzy, wajah yang menurutna bagaikan magnet sangat sulit untuk melepaskan pandangannya saat melihat wajah damai gadis ini.
“Apa kau memiliki nasib sama sepertiku?” tanya Myung Soo, ia tau pasti bahwa Suzy tak akan mendengar bahkan menjawab ucapannya tersebut.
“Anio, sepertinya kau lebih parah” ucapnya lagi.
“Bae Suzy bolehkah aku melindungimu? Tidak bahkan jika kau tak mengizinkannya aku akan tetap melindungimu”

To Be Continue.
Hai aku balik lagu bawain Part 3 ff gaje. Btw ini pendek banget ya?*pakek ditanya* oke maaf, aku ucapin permintaan maaf sebesar besarnya. Soalnya aku bingung harus mau buat apa *lah jangan bikin ff kalok gitu* hehehehe. Disini Myungzy moment sangat dikit, hmm entah lah part keberapa aku akan bikin full myungzy tapi entah part keberapa ya tunggu ajak heheheh. Oke aku juga mau kasik berita duka (?) sepertinya aku gak bisa sering sering update *lah sering update ajak seminggu sekali* dikarenakan Try Out pertamaku bakal mulai antara awal dan pertengahan februari ditambah ujian praktek inilah itulah dan membuat aku sibuk *sok amat lu* hehehe sebenarnya aku selalu bisa luangin waktu buat ngetik tapi aku selalu was was takut bapakku marah aku mau ujian didepan laptop melulu jadi mungkin seminggu itu kalok aku update, maaf ya. Ditunggu commentannanya ne _saranghaeyo_

81 responses to “Cinderella Sister [ 3/? ]

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s