Cinderella Sister [ 4/? ]

Cinderella Sister

cinderella-sister-mnandhini-copy

Title : Cinderella Sister || Author : Mnandhini || Main cast : Bae Suzy, Kim Myung Soo, Oh Sehun, Oh Sehun || Genre : Sad, romance (?). || Rating :
Thank You for beautyfull poster @rosaliaocha
.
.
.
Sumarry : “Can you make me smile and happy?”
.
Mian for Thypos and Happy Reading.

Sorotan cahaya bola lampu menyadarkan Suzy dari tidur panjangnya tersebut, indra pendengarannya menangkap jelas suara berat yang sedang membicarakan hal yang menurut Suzy tak penting diikuti suara lembut dari bibir sang pemilik kamar.
Suzy berusaha menyamakan intensitas cahaya yang masuk kelensa matanya, saat dirasakannya matanya tak merasa silau karena cahaya terang langsung menusuk pelupuk matanya Suzy bangkit dari kasur minimalis yang hanya bisa ditiduri oleh satu orang.
Walau Suzy masih merasakan kepalanya terasa berat namun sekuat tenaga yanag ia kumpulkan Suzy bangkit, suara bangkitannya tersebut menyadarkan Myung Soo dan Soojung yang sedang belajar . dengan cepat Soojung memekik dari dalam kamarnya memberi tau siapapun yang berada dirumahnya bahwa Suzy telah sadar.
Pekikan yang cukup menambah pening dikepala Suzy bertambah. Myung Soo menghampiri Suzy, “ Sebaiknya kau tidur dulu, kondisimu belum benar benar baik” Myung Soo berusaha menggiring Suzy kembali ke kasurnya namun secepat kilat Suzy menghempaskan kasar tangan Myung Soo dan dengan angkuhnya Suzy berjalan menuju luar kamar.
“Sebaiknya kau diam disini” Tn. Jung yang sudah berada dibalik pintu sekaligus mengahadang jalan Suzy.
“Tolong menyingkir, beri aku jalan” ketus Suzy.
“Wajahmu sangat pucat, dan sangat jelas terlihat kau tidak memiliki tenaga”
“Jika kau tau aku tidak memiliki tenaga untuk melawanmu, maka jangan berusaha memicu pertengkaran yang mengharuskanku mengeluarkan tenaga ekstra untuk berbicara” tatapan mata tajam bak elang yang hendak menyergap mangsanya diberikan Suzy kepada Tn. Jung.
“Baiklah, maafkan aku. Namun izinkan aku berbicara empat mata denganmu”
“Myung Soo ajak Soojung belajar diluar” perintah Tn. Jung.
Kini hanya tersisa Suzy dengan Tn. Jung . Canggung? Tentu saja hampir semua yang diberikan kesempatan untuk bersama dengan Suzy akan merasakan itu. Mengapa? Karena Suzy sangat pendiam tak banyak bicara , bahkan mungkin saja jika Soojung yang tidak bisa membungkam mulutnya untuk satu detikpun akan merasa hal yang sama jika dibiarkan berdua dengan Suzy.
“Baiklah karena kau tak menyukai hal yang berbelit belit, aku akan keinti masalahnya”
Hening, Suzy bahkan tidak menyahut sekedar membenarkan ucapan Tn. Jung, “Tinggalah bersamaku, percayalah kau tak akan menderita”
“Aku akan merawatmu layaknya anak kandungku. Setelah kau menyelesaikan sekolahmu ini, kau bisa memilih kuliah dikorea atau diluar negri jika kau tak ingin belajar lagi kau bisa bekerja diperusahaanku. Kau bisa memilih sesuka hatimu, yang jelas kau tidak menghancurkan masa depanmu sekarang. Kau bisa menunggu beberapa bulan lagi. Kau seumuran dengan Soojung dan kau tinggal tujuh bulan sebelum lulus, setelah lulus aku membebaskanmu.”
“Hati manusia bisa berubah, bagaimana aku bisa memastikan kau tak akan mengingkari janjimu? Bagaimana jika detik selanjutnya atau menit selanjutnya atau jam selanjutnya atau besok atau minggu depan atau bulan depan atau tahun depan kau masih memegang janjimu?” sinis Suzy.
“Aku cukup konsisten. Mungkin kau tak akan menyangka jika aku berhasil mengubah Myung Soo” ucap Tn. Jung sambil menyunggingkan senyumnya.
“Myung Soo??” Suzy menautkan alisnya, ia tau siapa namja tersebut namun perkataan Tn. Jung cukup membuatnya bingung.
“Jangan bingung. Dibalik senyum manis pria itu ada sebuah kenyataan pahit, saat pertama kalinyamu kau tau apa yang ada dipikiranku?”
Suzy kini mulai mau menatap Tn. Jung, “Kau persis sepertinya –Myung Soo. Memiliki mata tajam bak elang, sangat angkuh, dan keras hati. Namun kau lihat sekarang, anak itu selalu menunjukan bahwa dirinya selalu bahagia. Kau juga bisa sepertinya, bisa melupakan masalalu kelam yang selalu menghantuimu”
“Jika kau yang memaksa….” Suzy ragu mengucapkanny, sifat angkuhnya terlalu tinggi untuk menerima itu semua. Seakan tau yang dirasakan Suzy Tn. Jung tersenyum, sambil menggenggam tangan Suzy, “Aku mengerti”
Sebelum keluar dari kamar anaknya tersebut Tn. Jung sempat melirik alroji yang bertengger manis dipergelangan tangan kirinya, “Ini sudah waktunya makan siang, kajja kita keluar” ajak Tn. Jung. Suzy diam tertunduk ditepi kasur, menenggelamkan wajahnya dengan rambut panjangnya.
Tn. Jung menarik tangan Suzy lalu menyibakan rambut Suzy kebelakang telinga Suzy, “Wajahmu terlalu cantik untuk ditutupi oleh rambutmu ini” Tn. Jung tersenyum lalu menggandeng tangan Suzy menuju ruangan makan yang telah tersedia makanan beraneka ragam macamnya.
.
.
.
Jarum jam telah menunjuk angka 12, namun mata Suzy masih siaga tak menunjukan bahwa mata itu ingin terpejam. Suzy bergerak tak nyaman didalam kasurnya, sudah banyak cara ia gunakan agar matanya ini segera terpejam namun hasilnya nihil saja.
Srekkk~ Bunyi dari gesekan pintu yang terbuka membuat Suzy membalikkan tubuhnya menghadap pintu kamar. Mata Suzy menatap sosom pria yang telah menyeretnya ketempat ini –Kim Myung Soo. Pria itu menarik selimut Soojung hingga lehernya. Tak sadar kini Suzy menatap gerak gerik Myung Soo dan Myung sadar akan hal itu.
“Kau belum tidur?” tanya Myung Soo, pria itu begitu dipenuhi oleh karisma. Mata tajam, tubuh tegap, lesung pipi, ditambah gayanya yang sering melipat tangan didada dan memasukan kedua tangannya dikantung celanan menambah pesona pria ini.
Suzy bernjak dari posisi berbaring menjadi duduk dimini kasurnya, “Sepertinya aku terlalu banyak tidur tadi, jadi sekarang aku sama sekali tidak merasa kantuk” ucap Suzy, entah mengapa wajah dan nada bicara Suzy sangat ketus, wajah cantik gadis itu sama sekali judes.
“Mau kutemani? Mungkin sedikit berjalan jalan kau bisa merasa kantuk” ajak Myung Soo.
“Tidak perlu, sebaiknya kau keluar. Aku merasa tak nyaman saat kau berada dikamar ini” ketus Suzy. Myung Soo tersenyum kecut, mungkin saat Soojung sadar dia akan mengejek Myung Soo habis habisan karena diperlakukan seperti ini oleh Suzy.
“Baiklah,” Myung Soo pergi dari kamar Soojung, dan kini Suzy menatap Soojung yang tengah asik oleh alam mimpinya.
“Betapa beruntungnya kau, banyak orang yang mengasihimu bahkan eommaku. Apa kau menertawaiku saat mendengar kisah hidupku ini?” batin Suzy sambil terus menatap lekat Soojung.
Suzy memiringkan kepalanya, masih dengan menatap Soojung “Bagaimana jika aku berada diposisimu? Apa aku selalu tersenyum? Bahkan sekarang aku tidak tau bagaimana cara tersenyum apalagi bahagia” lanjut Suzy.
Srekkk~ lagu daun pintu itu bergeser, membuat Suzy memincingkan matanya karena berpikir bahwa orang yang membuka pintu itu adalah Myung Soo.
Tidak Suzy salah, bukan Myung Soo yang muncul melainkan wanita yang selama ini dibencinya. Wajah Suzy menjadi lebih lebih dan lebih geramnya, “Apa yang kau inginkan?” ketus Suzy.
“Keluarlah, aku ingin bicara padamu” ucap Yoon he –eomma Suzy angkuh sambil melipat kedua tangannya didepan dada. Suzy hanya mengikuti eommanya tersbut tanpa berusaha menolaknya, mungkin ini yang Suzy inginkan berbicara empat mata dengan eommanya tersebut.
Mereka berjalan jalan cukup jauh dari lingkungan rumah Tn. Jung, terlalu bahaya berbicar dilingkungan rumah itu.
“Apa yang kau inginkah?” ketus Suzy. Entah mengapa ekspresi Yoon hee –eomma Suzy lebih berani dari pada saat bersama Tn. Jung dan yang lain.
Plakk~ Tangan kanannya digunakan menampar pipi kiri Suzy, “Kau pikir aku akan menangisimu lagi? Hahaha jangan bodoh anakku.” Yoon hee –eomma Suzy mendekati Suzy dengan tangan dilipat angkuh didepan dadanya.
“Sebaiknya kau menjaga sikap dan ucapanmu didepan Tn. Jung. Syukur saja pria bodoh itu tak menyadari maksud ucapanmu tadi, jika dia menyadarinya dia tak akan mau menikahiku dan menampungmu lagi. Arra!!”
“Hahh. Sudah kuduga kau memanfaatkannya lagi. Eomma!! Hentikan semua ini, dia orang yang baik kumohon jangan manfaatkan kebaikannya itu eomma. Kau terlalu jahat apa kau tak takut kau akan disiksa jika mati nanti, kau terlalu terobsesi akan harta” lirih Suzy.
“Tentu saja. Jika tak memiliki harta, apa yang kita bisa lakukan didunia ini? Aku tak takut, sama sekali tidak takut dengan siksaan itu selama aku bisa hidup mewah mengapa tidak, bahkan menjualmu aku bersedia”
Sakit. Sangat sakit. Suzy sama sekali tidak dapat membendung keperihan yang dirasakannya, hatinya seakan tersayat ribuan pisau mendengar kalimat terakhir eommanya tersebut. Eommanya yang susah susah melahirkannya bahkan sama kejinya dengan ayah tirinya.
“Sebaiknya kau jangan banyak bicara didepan Tn. Jung, kau hanya akan merusak rencanaku saja” pesan eommanya sebelum pergi meninggalkan Suzy sendiri disana.
Suzy mngepalkan tanganya, ia bersumpah tak akan menganggap wanita tadi adalah eommanya. Suara isakan yang kecil kini sudah pecah tak dapat terbendung, Suzy menggigit bibir bawahnya berusaha menyamarkan suara tangisannya. Ia memukul mukul dadanya, serasa pasokan oksigen yang iapunya telah habis.
“Uljima” Sebuah tangan lembut mengelus pucuk kepala Suzy, sedikit membuat rambut Suzy acak acakan. Ia menaikan wajahnya menatap siapa yang berani menyentuhnya. Tidak, masalahnya jika orang ini mendengar semua percakapannya.
Pria itu lagi –Myung Soo. Suzy seketika berhasil menghentikan tangisannya dan dengan cepat menghempaskan tangan Myung Soo dari kepalanya, “Apa yang kau lakukan disini?” ketus Suzy sambil menghapus kasar air matanya berusaha menyamarkan tangisannya.
“Aku hanya berjalan jalan”
“Lupakan apa yang kau dengar tadi, dan berani berani menyentuh kepalaku lagi” ketus Suzy lalu pegi meninggalkan Myung Soo.
Myung Soo hanya menghela nafas berat, sangat sulit untuk mendekati Suzy.
.
.
.
Cahaya samar yang dipancarkan rembulan kini telah beranjak berganti, sang mentari dengan malu malu menampakan dirinya menyinari seluruh bumi. Sinar terang yang mengganggu siapa saja yang disorot olehnya.
Dan Soojung merasakan itu, ia menggerakan tubuhnya tak nyaman karena cahaya yang menggangu alam mimpinya. Gadis itu mengucek ucek matanya dan akhirnya membuka sepasang mata indah itu.
Soojung bangkit dari kasurnya, “Kau sudah bangun?” tanya Soojung ramah pada Suzy, gadis itu –Suzy sudah duduk dikursi belajar Soojung. Suzy hanya diam tak berniat menjawab pertanya Soojung, karena menurutnya pertanyaan tu adalah pertanyaan konyol.
“Yakk!! Aku berbicara denganmu” kesal Soojung.
“Kau bisa melihatnya, tidak perlu kujawab kuyakin kau sudah tau aku sudah bangun. Tak ada gunanya aku menjawab pertanyaan yang bodoh” ucap Suzy dingin. Sifat mereka berbanding terbalik Suzy yang berhati dingin dengan siceria Soojung.
“Aku hanya berusaha dekat denganmu mengapa kau sangat ketus?” ucap Soojung masih dengan ekspresi kesal dan imutnya.
“Jangan rebut ini masih pagi” Suzy mengalihkan pandangannya pada sebuah buku yang telah bertengger manis ditangannya. Bukan bukunya melainkan buku Soojung.
“Aisttt,” Soojung merampas buku yang dibaca Suzy, membuat Suzy menatap geram padanya.
“Kembalikan!!” perintah Suzy dengan penekanan.
“Ini buku ku” ucap Soojung. Suzy tak bisa berbuat apa apa karena memang benar buku itu milik Soojung dan dia sama sekali tidak memiliki hak untuk menagihnya.
“Kau pasti bosan, bagaimana jika kita ajak appa atau Myung Soo oppa pergi jalan jalan berbelanja shooping?” ajak Soojung antusias, namun yang diajak bicara hanya diam menunjukan tak ketertarikannya pada hal hal yang disebutkan Soojung tadi.
“Yakk! Mengapa kau selalu tak menjawab saat orang berbicara dan ekspresimu itu menjengkelkan” ucap Soojung, namun Suzy masih diam tak berkutik.
“Aisttt, Yakk!!” pekik Soojung sambil menarik tangan Suzy. Dengan sekali hempasan tangan mungil itu telah berpindah tempat, “Lakukan sesuka hatimu, mengapa harus mengajakku” ketus Suzy, ia beranjak dari kursi kayu tersebut lalu menuju keluar kamar.
Langkahnya terhenti karena melihat sosok pria muda yang telah berdiri tegak diambang pintu, menghalangi jalan Suzy, “Minggir” perintah Suzy dengan wajah dinginnya.
“Pagi pagi sudah membuat keributan. Apa maksud kalian?” tanya Myung Soo tak kalah dingin. Entah pertanyaan ditujukan untuk Suzy atau Soojung atau untuk mereka berdua yang jelas Myung Soo hanya menatap tajam Suzy.
“Kau tak bisa mendengar suaraku? Kubilang minggir” ucap Suzy penuh penekanan, ia membenci tatapan mata Myung Soo, tatapan mata yang membuatnya marah.
“Sebelum pergi jawab pertanyaanku Bae Suzy!” Myung Soo sama sekali tak kalah dinginnya dengan Suzy.
Akhirnya Suzy mengalah jika terus begini dia mengaku tak akan menang karena tatapan pria ini mematikan, “Gadis itu menggangguku” ucap Suzy.
“Anioo. Oppa aku tak mengganggunya, aku berani bersumpah” bantah Soojung.
“Suzy sepertinya kau salah paham, cobalah untuk bersikap bersahabat kepada Soojung. Cobalah untuk membuka diri dan lebih bersosialisasi jangan terlalu menutup diri. Aku tau maksud Soojung baik walau kau menganggapnya itu gangguan, setidaknya berbicara dengan halus”
“Minggir!!!” sangat tergambar jelas ucapan Myung Soo tadi membuat Suzy marah sangat marah.
“Aku belum selesai berbicara, dengarkan ucapanku hingga akhir” tatapan Myung mendalam, menusuk mata Suzy dengan tatapan dingin tersebut.
Bug~ Suzy mendorong kasar bahu Myung Soo, membuat pria tampan itu mundur kebelakang dan membebaskan Suzy untuk lewat. Dengan wajah datar dan tak bersalah Suzy pergi meninggalkan Myung Soo dan Soojung. Membuat Myung Soo meniup kasar poni poni yang berjajaran didahinya frustasi.
“Oppa!!” lirih Soojuung. Myung Soo hanya mengacak ujung kepala Soojung.
“Dia belum terbiasa dengan sikap perdulimu itu, jadi jangan masukan dihati icapan kasar gadis itu ne” ucap Myung Soo.
Soojung memeluk pinggang Myung Soo manja, “Oppa bagaimana jika kita jalan jalan ne? Sekarang hari libur aku bosan dirumah” ucap Soojung manja masih dengan posisinya memeluk pinggang Myung Soo, sesekali gadis cantik itu menunjukan aegyonya untuk merayu Myung Soo.
“Chkk, dasar!! Lihat saja nanti” ucap Myung Soo.
.
.
.
Suasana sepi menyelimuti makan siang keluarga Jung (?). Soojung yang biasanya rebut begitu tenang sekarang begitu pula dengan Myung So, ibu Suzy dan Tn. Jung. Suzy? Jangan ditanya, gadis itu memang selalu irit dalam berbicara. Hanya dentingan sendok yang beradu dengan piring yang terdengar, entah siapa pembuat suasana canggung ini yang jelas rasanya sangat tidak menyenangkan.
“Suzy ah besok kau sudah bisa bersekolah, sekolah yang sama dengan Soojung” ucap Tn. Jung mengawali percakapan. Suzy hanya menongakan kepalanya dan kembali menunduk, benar benar sikap yang tidak sopan.
“Yakk, appa sedang berbicara denganmu!!” ucap Soojung kesal.
“Ne~” jawab Suzy singkat, sangat singkat hingga hampir membuat Soojung melemparnya dengan mangkuk nasi yang ia pegang.
“Kwenchana Soojung –ah, Suzy hanya belum terbiasa disini” ucap Tn. Jung sambil tersenyum, mendengar jawaban Suzy saja cukup membuatnya senang.
“Ahh iya appa. Aku ingin pergi jalan jalan dengan Myung Soo oppa. Untuk menghilangkan strees” ucap Soojung, gadis ini benar benar manis dan sopan berbanding terbalik dengan Suzy.
“Benarkah? Kalau begitu ajak juga Suzy”
“Anio, aku tak ingin pergi” ucap Suzy.
“Hmm? Baiklah. Dan ada satu lagi Suzy. Myung Soo juga akan menjadi guru privatemu dirumah”
“Mwo? Wae?” Suzy sontak menolehkan wajahnya menatap Tn. Jung.
“Myung Soo juga mengajar Soojung, Myung Soo bukan hanya bisa bekerja diperusahaan, nilai akademisnya bagus dan cara mengajarnya sangat mudah dimengerti. Soojung anak yang sangat benci belajar saja suka dan cepat mengerti apa yang diajarkan Myung Soo” tutur Tn. Jung . Myung Soo hanya tersenyum mendengar pujian yang dilontarkan Tn. Jung.
“Appa!! Jangan menghinaku” protes Soojung.
“Tidak perlu, aku bisa belajar sendiri tanpa bantuan guru private” elak Suzy.
“Tidak ada penolakan Suzy” tegas Tn. Jung.
“Baiklah, tapi pisahkan ruanganku dengan Soojung” pinta Suzy.
“Mwo? Waeyo? Apa Soojung mengganggumu?” tanya Tn. Jung.
“Ne, dia terlalu bersik. Aku benci itu” ucap Suzy dengan wajah tak bersalah.
“Aku juga tak ingin bersamamu, kau terlalu tenang, dingin, tak sopan, dan tatapan matamu itu terlalu jelek” ejek Soojung, namun Suzy sama sekali tak meresponnya.
“Baiklah, akanku suruh seseorang membersihkan kamar kosong “

 

To Be Continue

Hay aku balik lagi bawain part 4.. oke aku gak mau banyak curcol. Tolong tinggalkan komen ya. Komenan kalian semua yang bikin semangant nulis.

83 responses to “Cinderella Sister [ 4/? ]

  1. Aku suka sikap dinginnya suzy.. Yuhuu hhh
    eh, sehun oppa kemana? Kok lama gak muncul..
    .
    Soojung belum terbiasa sama sikap suzy..
    Dan eomma suzy jahat banget,, sumpahh..
    Tega bener sama anak kandungnya sendiri..

  2. Woah, ternyata eommanya suzy tetap gila harta. Kupikir beliau bakal berubah. Ternyata tidak. Tsk, patut suzy begitu benci dg eommanya. :3

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s