When Love Comes (Chapter 6)

when-love-comes

Poster by Gyuskaups Art

Tittle: When Love Comes

Author: Stella Lee

Main Cast:
Bae Suzy (Miss A) | Kim Myung Soo (Infinite) | Kim Jong In (EXO)

Gendre: Romance, School life, Comedy

Legth: Chaptered

Rating: G

Disclimer: The story is pure by me. All casts belong to God, their parent, and agency.

Prev:

Teaser | Chap1 | Chap 2 | Chap 3A | Chap 3B | Chap 3C | Chap 4 | Chap 5 | …

Gelas berisi minuman coca cola itu tepat ditumpahkan ke muka Sooji. Sooji bahkan tidak percaya dengan apa yang Dasom lakukan. Seisi tempat makan itu pun menoleh ke arah mereka.

“Sudah cukup!” bentak Myungsoo tak tahan melihat tingkah Dasom dan kasihan melihat Sooji.

 

Myungsoo yang awalnya hanya memperhatikan mereka kali ini tak tinggal diam, diapun langsung menghampiri mereka.

“Myu… Myungsoo” Dasom terkikuk.

“Apa maumu?” tanya Myungsoo menatap Dasom dengan tajam.

“Annie… Kamu pasti bercandakan pacaran dengan dia?” tanya Dasom.

“Bercanda?”

“Dia sama sekali bukan tipemu. Level dia lebih rendah dibandingkan aku” ungkap Dasom.

“Tutup mulutmu itu Yoon Dasom!” geram Myungsoo.

 

Myungsoo yang geram melihat tingkah Dasom, tanpa pikir panjang diapun tiba-tiba menempelkan bibirnya ke bibir Sooji. Sooji membulatkan matanya terkejut, dia hanya terpatung tak mengerti apa yang harus dia lakukan.

b7765d1fd76661943cf091ac0ca84094348e580

 

Dasom tak tahan melihat kejadian ini langsung menarik Myungsoo, dan menamparnya tepat melayang dipipi kiri Myungsoo.

“Kajja, aku muak melihat ini” ujar Dasom ke teman-temannya.

 

Merekapun pergi dari cafe itu. Tak selang berapa lama, Myungsoo juga menarik Sooji keluar dari situ.

“Sooji-ah, tadi itu…” ujar Myungsoo mencoba menjelaskan maksudnya tadi, tapi malah memutus perkataannya begitu menyadari badan Sooji terlihat gemeteran.

 

“Gwaenchana?” ujarnya lagi, khawatir melihat Sooji.

 

Myungsoo mencoba untuk memegang pundak Sooji bermaksud menenangkan, tetapi Sooji langsung melakah mundur menghindarinya.

“Seolma… First kiss?” duga Myungsoo.

 

Sooji hanya terdiam menundukkan kepalanya. Terdengar pelan isakan Sooji, dan tanpa ia sadari air matanya menetes begitu saja. Myungsoo langsung panik, pasalnya orang yang berlalu lalang pun melihat ke arah mereka semua.

“Aish jinjja” Myungsoo langsung menarik Sooji kedalam dekapannya, agar orang-orang tak salah paham.

 

Sooji mencoba menolak, tapi Myungsoo memegangnya terlalu erat.

“Mian Sooji-ah” ucap Myungsoo.

45d13b0b29e2e64c097cdbe43df07c1b5c3e9c0

 

***

 

Sesampainya di depan rumah Sooji, Jongin melihat ke arah kamar Sooji. Dan ternyata kamar Sooji terlihat gelap, menandakan dia belum pulang. Jonginpun kesal tidak bisa berbuat apa apa, hanya bisa menunggu Sooji pulang dan tetap mencoba menelfonnya.

 

***

 

Selama perjalanan pulang, di dalam bis Myungsoo dan Sooji hanya terdiam. Sooji sendari tadi hanya menoleh ke arah luar jendela bis.

 

Tak berapa lama kemudian, sampainya pada halte pemberhentian bis mereka. Mereka pun turun dari bis situ. Soojipun berjalan ke arah rumahnya.

“Jangan ikuti aku. Nan gwaenchana” ujar Sooji meminta Myungsoo.

 

Soojipun kembali berjalan ke arah rumahnya. Myungsoo sedikit khawatir takut terjadi hal yang buruk, diem-diam dia tetap mengikuti Sooji dari belakang.

 

Tepat sampai di depan rumah Sooji, terlihat Jongin sedang berdiri di depan pagar rumah Sooji.

“Ya, neo gwanchana?” tanya Jongin khawatir begitu melihat Sooji pulang.

 

Myungsoo hanya tersenyum penuh arti melihat mereka berdua dari jauh.

“Baguslah pangeranmu sudah menunggu” ujar Myungsoo pelan, kemudian langsung pergi dari situ.

 

Jongin sedikit terkejut melihat raut wajah Sooji lebam seperti habis menangis.

“Waeyo?” tanya Jongin lagi.

 

Sooji tak menjawab, dan hanya bisa menjatuhkan kepalanya di dada Jongin. Jonginpun langsung memeluk Sooji sambil menepuk nepuk kepalanya dengan pelan. Jongin bingung kenapa dengan semua ini, dan Sooji sama sekali tidak mau cerita. Tapi dia yakin, pasti semua ini ulah Myungsoo.

 

***

 

Sampai di rumah Myungsoo langsung tiduran di sofa.

“Jinjja pabo!” kesalnya

 

“Kenapa harus ada Jongin?” tambahnya lagi.

 

“Jongin?” sambung Park ahjussi yang ternyata dari tadi sudah berada di apartement Myungsoo lebih dulu darinya.

“Aish kkamjagiya” kaget Myungsoo.

 

“Park ahjussi lain kali, jangan tiba-tiba muncul seperti itu” ujar Myungsoo.

“Maaf tuan Kim, tuan Kim Min Joo meminta anda untuk datang keundangan makan malam hari ini dengan pemilik perusahaan Takayama dari Jepang” jelas Park ahjusii.

“Sekarang?”

“Sebenarnya acara makan malamnya sebentar lagi akan dimulai”

 

Myungsoo dengan malasnya membersihkan diri dan berpakaian rapih.

edfrntrkdtey_o_thai-sub-cunning-single-lady-ep10-myungsoo-cut

 

Setelah itu diapun masuk ke mobil, dan disupiri Park ahjussi ke restoran yang diminta appanya. Myungsoo hanya diam memandang keluar jendela mobilnya, melihat jalanan, gedung gedung disekitarnya dan orang yang berlalu lalang.

“Ada masalah tuan?” tanya Park ahjussi menyadari seperti ada masalah.

“Geunyang… Tidak ada” jawab Myungsoo.

 

***

Keesokan harinya di sekolah.

Sooji ngehindar terus dari Myungsoo, karena kejadian kemaren terpikir olehnya terus terusan.

“Sooji-ah” panggil Myungsoo.

“Soojung-ah kajja!” Sooji langsung menarik Soojung keluar dari kelas menuju ke ruang makan.

 

“Ada apa dengan kalian?” tanya Soojung sambil berjalan menuju ke ruang makan.

“Kalian?”

“Kamu dan Myungsoo”

“Ah tidak ada apa apa” bohong Sooji.

“Jinjja?”

“Ne, tentu saja”

 

***

 

Jongin baru saja keluar dari kelasnya dan berjalan menuju ke ruang makan bersama Sehun.

“Bagaimana dengan Sooji?” terdengar suara namja sedang membicarakan Sooji tak jauh dari situ.

 

Jonginpun langsung memberhentikan langkahnya.

“Ada apa?” tanya Sehun.

“Tidak ada apa-apa, kamu duluan saja ke ruang makan” ujar Jongin.

“Baiklah kalau begitu”

 

Sehunpun kembali berjalan menuju ke ruang makan, dan Jongin sedikit mendekat ke arah suara yang sepertinya dari teras luar.

“Ya Myungsoo, kamu tidak bisa mendapatkan Sooji?” ujar salah satu namja disitu, Sungyu.

“Heol, biasanya hanya dalam seminggu saja sudah mendapatkan yeoja yang di jadikan taruhan” sambung Woohyun.

 

Taruhan?” batin Jongin.

 

“Molla” balas Myungsoo.

“Sesusah itukah mendapatkan Sooji?” tanya Hoya.

“Kalau begitu seharusnya menambah taruhannya, eotte?” tambah Sungyeol.

 

Sooji dibuat taruhan?” batin Jongin mulai mengerti dengan apa yang mereka bicarakan.

 

“Terserahlah. Aku mau makan saja” ujar Myungsoo meninggalkan mereka begitu saja.

 

“Myungsoo tara wa” cegat Jongin sambil tersenyum, begitu Myungsoo keluar dari teras itu.

 

Myungsoo sedikit terkejut dengan kehadiran Jongin secara tiba-tiba, dia mencoba tenang dan mengikuti Jongin. Jongin membawa ke pojok tangga yang terlihat sepi.

Screenshot_2015-08-27-11-44-47

 

“Kenapa Sooji menangis semalam?” tanya Jongin dengan tatapan tajam.

“Sooji menangis?” Myungsoo pura-pura terkejut.

“Tidak usah berpura-pura. Apa yang kalian lakukan kemarin?” Jongin makin geram.

“Aku hanya menciumnya” jawab Myungsoo sambil menyeringat, memancing amarah Jongin.

“Mwo?!”

“Seolma… Jinjja Sooji first kiss?”

 

Tanpa berkata-kata Jongin langsung melayangkan tinjuannya tepat di pipi kiri Myungsoo, hingga Myungsoo terjatuh.

“Neo… Jangan pernah dekati Sooji lagi!” ancam Jongin.

 

Jongin pun membalikkan badannya pergi dari situ.

“Akui saja kalau kamu menyukai Sooji” ujar Myungsoo.

“Bukan urusanmu” balas Jongin dan benar-benar pergi dari situ.

 

Myungsoo tertawa tidak jelas sambil memegang pipinya yang lumayan sakit hingga ujung bibirnya berdarah. Tetapi sebenarnya Myungsoo juga khawatir dengan Sooji, tapi sendari tadi Sooji menghindarinya jadi dia tak bisa berbuat apa-apa.

 

Haeryung muncul entah dari mana, sambil bertepuk tangan.

“Daeee…bak!” ujar Haeryung.

“Kamu juga kenapa lagi?” tanya Myungsoo dengan malas sambil berusaha berdiri.

“Aku pikir rencana kita kemarin akan berhasil, tetapi tidak. Kamu yang merusaknya”

 

Myungsoo diam tak menanggapinya.

“Kalau begini caranya, akan ku pakai rencana lainnya” ujar Haeryung.

“Terserah kamu saja” Myungsoo semakin malas, akhirnya pergi meninggalkan Haeryung.

 

Lihat saja nanti, kamu akan berterima kasih denganku Myungsoo” batin Haeryung.

Screenshot_2015-04-29-12-33-00

 

***

 

Sore hari, selama rapat Sooji hanya terdiam dan memperhatikan seongsaenim yang menjelaskan tentang kegiatan camping yang akan diadakan sebentar lagi. Sooji sama sekali tidak mengajak bicara bahkan menoleh ke Myungsoo yang sendari tadi duduk disampingnya.

 

Setelah selesai, seisi ruanganpun mulai keluar dari situ satu persatu begitupula dengan Sooji dan Myungsoo. Saat baru saja keluar dari ruangan itu, Myungsoo memegang pergelangan tangan kanan Sooji, mencegatnya bermaksud untuk meminta maaf yang sebenarnya. Sooji langsung terkejut.

476

 

Tapi tiba-tiba Jongin muncul di depan mereka.

“Sooji-ah” ujar Jongin yang sendari tadi menunggu Sooji.

 

Myungsoo pun langsung melepas genggamannya, tidak jadi minta maaf.

“Kajja” ajak Jongin langsung narik Sooji dari situ.

 

“Sial!” kesal Myungsoo.

 

***

 

Joingin inisiatif ngajak Sooji jalan jalan ke daerah Insadong, bermaksud agar Sooji tidak kepikrian terus. Jongin juga tidak bilang kalau dia sudah mengetahui kejadian kemarin.

“Mwoya igge?” tanya Sooji bingung, begitu turun dari bis.

“Kajja geunyang” Jongin langsung memegang tangan Sooji.

 

Jongin mengajak Sooji masuk ke game center. Merekapun mulai bermain balap balapan.

“Assa! Aku menang darimu” ujar Sooji kegirangan.

 

Lalu bermain permainan tinju.

“Ya ya ya! Andwae” Sooji heboh memencet tombol disitu.

“Kali ini aku menang!” sahut Jongin.

“Aish, main yang lain saja” Sooji kesal.

 

Merekapun lanjut mencoba hampir semua mainan yang ada disana. Jongin sedikit lega melihat Sooji sudah banyak tertawa seperti biasanya.

 

Setelah selesai bermain di game center, Jongin mengajak Sooji ke tempat makanan favorite Sooji yaitu ice cream. Mereka pun masuk ke dalam Ice Cream cafe yang tak jauh dari situ. Sooji makin keliatan senang banget. Sesudah memilih ice cream, merekapun duduk di tempat yang kosong.

“Emmm masisseoyo” ujar Sooji sambil menjilat ice creamnya.

“Segitu enaknya?” tanya Jongin kerkekeh melihat tingkah Sooji.

“Tentu saja!”

 

***

 

Sepulangnya mereka ke rumah masing-masing Jongin langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur, dan terus kepikiran Sooji dan Myungsoo.

“Myungsoo ternyata langkahmu lebih cepat dari yang ku duga” ujarnya.

 

=To Be Continue=

 

 

Hi guys~ ^^

Pasti lupa lagi ya sama FF ini?😦 Mian mian, ini mian yang entah keberapakalinya. Tapi kemarin itu aku sibuk banget sama UAS, dan emang UASnya susah benget. Terus abis UAS langsung cuus refreshing liburan. Dan baru inget punya utang FF.

Ini aku udah balik dari liburan kok, tenang tenang~ Sebagai gantinya, mungkin aku bakal ngepost FF ini seminggu 2 atau 3 kali disisa liburan sebelum masuk semester baru huhuhu. Doakan saja aku bisa update lebih dari itu ^^

So, don’t forget comment or like after read😉

17 responses to “When Love Comes (Chapter 6)

  1. Wah myungsoo nakal y, pke cium2 suzy kkkk~
    Aduh abank kai knapa y blakangan ini ht ku terasa meleleh mndengar namamu kkkkk~„„mudah2n aja c abang yg satu ini cintanya g brtepuk sbelah tangan

  2. Ayooo Jongin…. cepaaat…. sebelum kamu benar2 kehilangan kesempatan. Smg Sooji segera tau kl dia cm jadi taruhan…

  3. Yaampunnn gmna ini.wkwkwkj
    Myung2 ngerasa bersalah. Yaampun majanya jgm asal nyosor.wkwkkw
    Hemm jongin cemburu?

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s