[Freelance] Before We Meet Again Chapter 3

Title : Before We Meet Again  | Author : SureTo_Dream | Genre :  Romance | Rating : PG-17| Main Cast : Byun Baekhyun and Bae Suzy | Other Cast : Find by yourself!

Disclamer :

cerita ini adalah cerita murni dari khayalanku yang udah lama aku tulis tapi gak selesai – selesai dan tiba – tiba saja inspirasi muncul lagi saat lihat kedua main cast diatas punya project bersama,, FF ini juga aku publis di WP pribadi aku http://happydreamandstory.wordpress.com/ tapi seperti yang kalian tau, gak asik banget kalo cumen aku sendiri yang baca,,, maaf kalo seandainya dalam penulisan ada kesalahan karena aku hanya manusia biasa yang tak sempurna dan banyak kekurangan ☺☺

�Happy Reading Guys Hope you like it

########

“Kau jatuh cinta padanya bae suzy?”

“Mwo, jatuh cinta?? Naega??” suzy menunjuk dirinya sendiri “wee,, kenapa kau jadi menyimpulkan seperti itu” suzy yang masih belum sependapat dengan ucapan jieun sontak tidak menerima tetapi sudah sangat jelas jantungnya tidak bisa berbohong saat melihat baekhyun saja sudah membuat kinerja jantungnya semakin keras,,

“tentu saja dengan tingkah konyolmu sekarang pabo, terakhir kali aku melihatmu seperti ini saat mulai menyukai luhan dan kalau aku tidak salah ingat kau hanya butuh waktu 2 minggu untuk move on dari kriss” cibir jieun dan suzy hanya menaikkan bahunya dan tidak ambil pusing ucapan jieun

Baekhyun baru saja keluar dari ruangannya saat semua karyawan yoja memperhatikannya dan tentu saja suzy juga melakukan hal yang sama tapi tidak terlalu kentara seperti yang lain, suzy bisa tau kemana arah baekhyun akan berjalan karena suzy sangat mengenal map yang dipegang oleh baekhyun “suzy’ssi tolong lengkapi isi berkas ini secepatnya karena aku membutuhkannya secepatnya” ucap baekhyun sambil memberikan dokumen pada suzy “dan jieun tolong kau buatkan beberapa contoh desain untuk produk ini, dan berikan padaku secepatnya setelah kau selesai membuatnya maksimal 2 hari” yang membuat jieun mengangguk faham dan mengambil berkas dari tangan baekhyun

“aaahh ya menejer choi, sepertinya aku tidak akan kembali kekantor, apa ada berkas yang harus ku tanda tangani?”

“tidak ada pak” jawab menejer choi dengan pasti

“tunggu pak, saya membutuhkan tanda tangan bapak untuk persetujuan oprasional” panggil park hansu sambil membawa dokumen yang perlu ditanda tangani oleh baekhyun

“kalau begitu menejer choi semuanya aku serahkan padamu” ucap baekhyun yang langsung pergi meninggalkan kantor membuat semua karyawan yoja membuang napas berat

“Apakah direktur memiliki janji kencan dengan seseorang hari ini?” bisik salah satu karyawan dan tentu bisa didengar oleh jieun dan suzy

“kalau memang seperti itu, aku jadi penasaran dengan kekasih direktur?”sahut salah seorang dari mereka, suzy hanya menarik napas asal mendengar teman – temannya bergosip tidak jelas tetapi mau tidak mau suzy juga memikirkan hal yang sama

Dddrrtt,,dddrrrt ponsel suzy bergetar menandakan ada pesan masuk yang membuat suzy langsung membukanya

From. Byun Baekhyun

 

Kalau kau sudah menyelesaikan berkas itu, tolong antarkan keapartemenku di junghwa-dong kompleks apartemen Galleria Foret no 112

 

Suzy mengangkat sebelah alisnya setelah membaca pesan baekhyun dan kemudian membalasnya

To. Byun Baekhyun

 

Bagaimana caranya aku masuk kalau sendiri tidak memberikanku kunci rumahmu

 

From. Byun Baekhyun

 

Mian,, passwordnya 21XXXX, tolong letakkan di atas meja ruang tengah karena aku akan langsung memeriksanya

 

Ingin sekali suzy bertanya pada baekhyun sekarang ada dimana tetapi dia urungkan karena merasa akan aneh kalau tiba – tiba saja dirinya bertanya seperti itu

“jieun’ah apartemen Galleria foret itu dimana??” suzy bertanya karena memang tidak tau

“Kau punya kenalan yang tinggal disana??” jieun bertanya balik karena menurutnya semua teman suzy yang adalah temannya juga tidak ada yang tinggal disana,, terlebih disana adalah kawasan apartemen elit dan hanya orang – orang tertentu yang tinggal disana

“memangnya kenapa??” suzy bertanya balik karena tidak mengerti

“tentu saja karena tempat yang kau sebutkan tadi merupakan salah satu kompleks apartemen mahal dan mewah suzy sayang”

“Benarkah? Aku selama ini tidak tau kalau dia sekaya itu” suzy setengah bergumam

“siapa yang kau maksud?”

###

Baekhyun baru saja sampai di sekolah, ya karena hari ini adalah hari penting untuk saeron karena hari ini saeron akan wisuda dan selesai ditingkat SHS, tentu saja baekhyun sudah membawa buket bunga untuk adik sepupunya yang sangat manja itu “Baekhyunie” panggil seseorang yang tidak lain adalah tuan kim yang sudah bersama nyonya kim dan tentunya suho

“Imo, samchu, suho hyung, aku piikir aku sudah terlambat dan kalian sudah didalam”

“tentu saja kita harus lengkap dulu baru kita masuk kedalam” uccap nyonya kim

“memangnya kita masih menunggu siapa lagi imo?” baekhyun bertanya penasaran

“Tentu saja mereka” tunjuk suho pada 2 orang namja yang baru turun dari mobil yang tidak lain adalah kai dan sehun

“Kai, sehunie,, kapan kalian sampai” tanya baekhyun dengan tidak percaya

“kami baru saja sampai hyung dan tidak mungkin kami untuk tidak datang diacara penting saeron” ucap kai yang kemudian memeluk baekhyun dan yang lainnya bergantian

“aku merindukanmu hyung” ucap sehun kemudian memeluk baekhyun “imo menitipkan salam untukmu” sambung sehun disela pelukannya

“sepertinya kalian bertambah tinggi” celetuk suho saat melihat adiknya dan sehun yang semakin menjulang tinggi setelah terakhir mereka bertemu

“dan omo calon menatuku semakin tampan, saeron pasti akan sangat senang” pekik nyonya kim sambil memeluk sehun, ya semua keluarga baik itu keluarga sehun atau saeron sudah mengetahui hubungan mereka dan tentu saja mereka sangat menyetujuinya sehinga mereka berdua akhirnya dijodohkan dengan bahagia dan suka rela terlepas dari mereka yang saling mencintai

“omma kau bahkan tidak mengatakan anakmu sendiri tampan” protes kai tidak terima

“sudahlah karena sudah lengkap bagaimana kalau sekarang kita masuk” ajak tuan kim untuk mencegah rajukan kai yang pasti akan semakin panjang kalau dibiarkan berkembang

__

“hyung kenapa kau tidak memberi tau nayeon kalau pergi keseoul, apa kau tau hyung aku habis – habisan diomeli olehnya” bisik kai saat mereka sudah berada didalam

“benarkah? Aku pikir, aku sudah memberitaunya lewat email” baekhyun tampak berfikir

“dan apakah kau tau hyung dia menangis semalaman sampai matanya bengkak” tambah sehun ikut berbisik karena posisi duduk mereka adalah baekhyun berada ditengah – tengah antara sehun dan kai

“Hyung apa kau sudah mempertimbangkan untuk menjadikannya yochinmu? Kurasa dia sangat menyukaimu hyung” ucap kai dengan serius “jangan katakan kalau kau masih menyukai yoja cinta monyetmu di SHS itu hyung? Jangan katakan kalau itu adalah salah satu alasan kau kembali ke seoul” ucap kai penuh selidik

“Sudah berhenti bicara, sebentar lagi giliran saeron yang akan dipanggil” kilah baekhyun agar kai berhenti

Setelah acara wisuda saeron yang sangat heboh dan berisik karena teman – teman saeron yang sibuk ingin berfoto dengan para oppa saeron yang memiliki visual dan penampilan bak actor dan model yang membuat saeron sangat pusing dibuatnya, dan terlebih kebanyakan dari mereka memaksa untuk berfoto dengan namjachinggunya yang sudah sangat pasti tidak saeron ijinkan karena sehun hanya boleh berfoto dengannya

“saeron’ah kau masih marah?” bujuk sehun saat makan malam bersama dirumah keluarga kim

“aku bahkan sudah membelikanmu seratus mawar merah sebagai permintaan maafku” rayu sehun tapi saeron masih tetap tdak bergeming

“kalau aku tau akan seperti ini jadinya lebih baik hanya omma dan appa saja yang datang kewisudaku” sudah sangat jelas saeron masih sangat kesal karena saeron paling tidak suka saat perhatian yang dia dapatkan terbagi dengan orang lain “dan lebih baik kalian menunggu saja dirumah”

“ Ya ya ya, jangan salahkan kalau oppa – oppamu ini sangat tampan sampai teman – temanmu menjadi sangat liar seperti itu, lagi pula kalau hanya menunggumu dirumah seharusnya kau bilang dari jauh hari sehingga kami tidak membeli tiket penerbangan tengah malam agar bisa sampai disini tepat waktu” kilah jongin sambil menuang jus kedalam gelasnya

“sudah – sudah, seharusnya kau senang saeron sayang, lihat semua orang yang kau sayangi sekarang ada disini dihari pentingmu sayang” ucap nyonya kim menenangkan

“Ya, bahkan aku, baekhyun dan appa harus meninggalkan meeting penting demimu hari ini” tambah suho

“Ya bahkan aku dan sehun menggambil ujian lebih dulu agar bisa pulang dan datang diacara wisudamu” sahut kai “tidak tau kah kau kalau kami semua mengorbankan banyak hal hanya untukmu, tentu kami tidak akan sampai melakukannya kalau kami tidak menyanyangimu” omel kai panjang lebar “jadi berhenti marah sekarang karena aku dan sehun hanya sehari berada disini karena besok malam kami sudah harus kembali ke amerika” ucap kai

“Benar chagi, tidakkah kau merindukanku eoh? kau bahkan belum memelukku sedari kita bertemu” tambah sehun sambil menggenggam tangan saeron

“tidak bisakah oppa tinggal lebih lama?” bujuk saeron akhirnya yang sudah mulai melunak

“Mana mungkin bisa seperti itu disaat jadwal kuliah kami sedang padat – padatnya” cecar kai

“Oh ya, aku tidak bisa lama – lama, aku masih ada pekerjaan” baekhyun mengintrupsi saat melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul setengah 8

“Kenapa buru – buru sekali oppa?”

“iya kenapa buru – buru sekali hyung?” tanya kai

“besok aku kesini lagi,, sehun’ah kalau kau jadi menginap ditempatku, kau taukan aku menggunakan password apa” ucap baekhyun cepat yang membuat sehun mengangguk mengerti “Baiklah semua aku pamit

###

Suzy masih mengerjakan permintaan baekhyun sampai jieun sudah meninggalkannya dikantor sendiri “oh akhirnya selesai” gumam suzy sambil melirik jam jam tangannya “astaga sudah jam 6 lewat aku hampir lupa kalau harus membawanya ke tempat baekhyun” suzy kemudian bergegas memasukkan semua barangnya dan merapikan dokumen yang baru selesai dia cetak

Suzy lebih memilih memakai taksi jika pergi ketempat yang dia tidak tau selain meminimal resiko tersasar suzy juga akan sampai lebih cepat “tolong antarkan aku kealamat ini ahjussi” ucap suzy sambil menunjukkan layar ponselnya pada sopir taksi,,

Dan seperti prediksi suzy, dia sampai lebih cepat “maaf tuan Byun Baekhyun tinggal dilantai berapa?” suzy bertanya pada resepsionist gedung

“tuan byun tinggal dilantai 11 apartemen no 112 nona” setelah itu suzy langsung saja menuju lift tidak perlu waktu lama suzy sudah bisa menemukan apartemen no 112 dengan sangat mudahnya, suzy memasukkan beberapa digit angka yang tadi baekhyun berikan dan pintu apartemen baekhyun terbuka “chogio, apakah ada orang? Baekhyun apa kau didalam?” suzy memanggil tapi tidak ada jawaban “mungkin dia belum pulang”

Suzy kemudian masuk kedalam apartemen baekhyun yang sangat rapi dan tentu saja sangat luas menurutnya, suzy langsung menuju ruang tengah dan meletakkan berkas yang tadi dibawanya diatas meja sambil melhat berkeliling “apa dia hanya tinggal sendiri?” suzy bertanya pada dirinya sendiri,, suzy kemudian duduk diatas sofa yang benar – benar terlihat sangat nyaman “Bolehkah aku istirahat sebentar saja disini, aku sangat lelah mengerjakan yang semua berkas yang kau minta” suzy yang berbicara pada foto baekhyun yang tertempel didinding “karena kau hanya diam ku anggap kau setuju” ucap suzy lalu berbaring diatas sofa

(In Baekhyun side)

Aku memacu mobilku dalam kecepatan sedang, karena ya aku berencana untuk membeli beberapa bahan makanan untuk sarapan besok pagi terlebih lagi sehun berencana akan menginap, setidaknya aku harus memiliki stock yang cukup untuknya

“tuan silahkan buah – buahannya sangat manis” ucap pelayan supermarket begitu aku sampai

Aku masih berkeliling melihat kesegala arah dan membeli beberapa makanan ringan yang sehun sukai, setelah kurasa cukup aku langsung menuju kasir untuk membayar semua yang kubeli

“Ternyata aku menghabiskan begitu banyak waktu disupermarket” aku berbicara sendiri sambil melihat jam tangan yang sudah menunjukkan hampir jam 9 malam

Begitu aku sampai, aku melihat sepatu yang sangat familiar masih berada disana, tanpa sadar aku menyunggingkan senyum dan langsung menuju ruang tengah dan disana suzy sedang tertidur diatas sofa, entahlah aku tidak mengerti kenapa dia bisa sampai tertidur disana, tapi sungguh aku menyukainya, kulihat berkas yang ada diatas meja dan aku berjalan mendekat kearah suzy duduk diatas meja sambil memperhatikan wajah cantiknya yang tertidur pulas

“Baekhyun hyung, aku pulang” teriak sehun yang baru saja sampai “hyung kau bersama seseorang?” ucap sehun lagi sambil berjalan keruang tengah

“Kecilkan suaramu” tegurku setengah berbisik dan aku bisa melihat ekspresi kaget sehun saat melihat ada yoja yang tidur disana

“siapa dia hyung?” sehun bertanya padaku dan duduk disofa “nomu yeppo” ucap sehun yang membuatku langsung menoleh padanya “Mian, jangan melihatku seperti itu hyung” ucap sehun yang langsung menggangkat tangannya

“hyung tidakkah seharusnya kau memindahkannya kedalam kamar, bukan hanya melihatnya saja seperti itu” aku melihat sehun sejenak lalu melihat suzy yang memang terlihat tidak nyaman “kalau begitu aku tidur denganmu malam ini”

“Terserah kau hyung, aku mau mandi dulu” ucap sehun yang kemudian meninggalkanku masuk kedalam kamar, dan akupun menggendong suzy dan memindhkannya kedalam kamarku, aku membaringkannya dengan hati – hati, dengan posisiku yang sekarang membuat wajah kami menjadi sangat dekat dan hanya berjarak beberapa cm saja, aku diam terpaku dan tentu bisa kurasakan jantungku kembali bekerja sangat cepat dan paru – paruku seperti sesak karena kekurangan oksigen,, dan dengan cepat dan hati – hati aku mengangkat kepala suzy untuk menarik tanganku, karena berada dalam posisi ini lebih lama bisa membuat hatiku goyah, itu sebelum aku rasakan tangan suzy yang memeluk leherku dan menarikku dan CHuuu~,,, bibir kami menempel sekali lagi, yang membuatku langsung menarik diri dan melepaskan tangan suzy dengan hati – hati,, akibat kejadian yang tidak terduga aku langsung saja berjalan keluar dan menutup pintu, masih bisa kurasakan bibir suzy yang tadi menempel pada bibirku

“Hyung sedang apa kau, berdiri disana, kau tidak berencana untuk menjadi security sepanjang malamkan “ tegur sehun yang baru keluar dari arah dapur sambil membawa sebotol air mineral ditangannya

“aku butuh minum” rancauku lalu mengambil minuman sehun dan langsung meminumnya

“ada apa denganmu hyung? Kenapa wajahmu merah seperti kepiting rebus?” sehun bertanya tanpa jeda “oh iya hyung aku sudah memasukkan belanjaanmu kedalam lemari es” ucap sehun yang berjalan mengikutiku dari belakang

__

“sehun’ah jangan ceritakan ini pada siapapun termasuk pada kai” aku mengingatkan sehun saat kami akan tidur

“memangnya kenapa hyung?” sehun berbalik dan menatapku “apakah kau menyukai yoja itu hyung?” sehun bertanya lagi padaku

“entahlah sehun’ah, dulu aku pernah sangat mencintainya, tapi-“ ucapanku terhenti karena sebenarnya aku sendiri tidak mengerti terhadap perasaanku sendiri

“tapi kau masih tetap menyukainya kan hyung” ucapan sehun membuatku terdiam “aku tau kau masih menyukainya hyung, itu terlihat sangat jelas, aku tidak terlalu tau hubunganmu dengannya dulu, tapi kita tidak bisa menyamakan dulu dan sekarang hyung, jika dulu dia pernah menolakmu mungkin saja sekarang dia menyukaimu, siapa yang tau? sekuat apapun kau menahan perasaanmu dan berusaha keras melupakannya itu semua akan sia – sia hyung kalau nyatanya perasaan cinta yang kau miliki lebih besar” Ucap sehun panjang lebar,, hei aku hanya tidak bertemu dengannya selama beberapa minggu dan sekarang tiba – tiba saja dia sudah sangat pandai berbicara dan menasehatiku “dimana kau belajar kata – kata untuk menasehati orang eoh?” sehun hanya terkekeh mendengar pertanyaanku

“hyung, kau memang lebih tua dariku, tapi pengalamanmu dalam cinta itu sedikit atau bahkan tidak ada jika dibandingkan denganku atau kai” sehun menjawab dengan bangga yang membuatku langsung memunggunginya “hyung kau itu lebih parah dari suho hyung” tambahnya lagi sambil tertawa puas

###

(In Other side)

Suzy masih menggeliat – liat malas diatas tempat tidur king size yang menurut suzy sangat nyaman dan bau lavender yang menyeruak keseluruh ruangan membuat suzy semakin malas untuk membuka mata,,,

“Kalau kau selesai bersiap – siap, kami menunggumu untuk sarapan” suara seorang yang baru saja masuk membuat suzy langsung terduduk

“Baekhyun” ucap suzy kaget lalu melihat sekelilingnya yang ternyata bukan kamarnya sendiri

“Kau ketiduran disofa semalam, dan aku memindahkanmu kemari,,” baekhyun menjelaskan karena melihat suzy yang masih syok “ah ya dan aku sudah membelikanmu baju ganti untuk kau pakai pergi kekantor” baekhyun menunjuk tas baju yang dia taruh diatas meja sambil memilih dasi yang akan dia pakai

“mmmhh, baekhyun” panggil suzy dengan suara pelan tapi baekhyun tentu masih bisa mendengarnya “aku semalam tidur dikamar sebelah bersama sehun” seolah mengerti maksud suzy baekhyun lansung menjelaskan

“Ah mianhae,, aku tidak sadar sampai tertidur ditempatmu” aku suzy sedikit menunduk

“sudahlah, kau bersiap – siaplah, kita sarapan bersama” ucap baekhyun yang keluar meninggalkan suzy didalam kamar

Suzy menerutuki dirinya sendiri karena dengan bodohnya tertidur dan tidak bangun – bangun “pabo,,, suzy paboo”

__

“hyung, mana dia kenapa belum juga keluar” sehun yang bertanya pada baekhyun sambil meminum susu coklatnya dimeja makan “aku rasa dia masih menerutuki dirinya sendiri dikamar” sambung sehun yang masih sibuk berspekulasi sendiri

“sudah hentikan,, sepertinya dia sudah keluar” ucap baekhyun yang bisa melihat suzy keluar dari kamarnya dari tempatnya berdiri sekarang

“Chogio” ucap suzy yang datang dengan sedikit agak enggan karena nyatanya diapartemen baekhyun sekarang bukan hanya baekhyun sendiri tetapi ada orang lain juga

“Kau sudah siap? Kemarilah kita sarapan bersama” ajak baekhyun pada suzy “oh ya dia sehun adikku, baru kemarin datang dari amerika” baekhyun yang mengenalkan sehun pada suzy karena suzy yang terlihat bertanya – tanya “sehun, kenalkan dia suzy teman kantorku”

“ya salam kenal suzy’ssi, terimakasi untukmu karena aku jadi berbagi kamar dengan baekhyun hyung” ucap sehun sambil menatap suzy

“Mianhaesoeyo sehun’ssi karena merepotkan kalian, aku tidak bermaksud” suzy menunduk

“sudahlah, jangan dengarkan dia, aku yakin kau pasti seharian mengerjakan dokumen itu” baekhyun menunjuk dokumen yang diletakkannya diatas kursi “nikmati saja sarapanmu”

“aku rasa aku harus memanggilmu noona” ucap sehun sambil mengoles rotinya

 “ye??”

“Jam berapa pesawatmu hari ini sehunie?” baekhyun bertanya mengalihkan pembicaraan sehun yang bisa – bisa mulai mengacau

“yang pasti aku dan kai menggambil penerbangan malam hyung sekitar jam 8, mungkin hari ini aku akan mengajak saeron untuk berkencan” jawab sehun dengan pasti

“memangnya sehun sudah mau kembali keamerika?” suzy yang akhirnya mengeluarkan suara

“Ya, aku akan langsung kembali” jawab sehun

“kenapa buru – buru sekali? Bukankah kau baru saja sampai?”

“memang, tapi kuliahku disana tidak bisa ditinggal lebih lama, aku hanya pulang untuk memberi selamat atas wisuda Yochinku saja” jelas sehun yang membuat suzy mengangguk mengerti

“suzy kau ingin berangkat bersama?” tawar baekhyun pada suzy

“ani, aku rasa aku akan berangkat sendiri saja” jawab suzy yang langsung menolak karena kalau dia hanya datang berdua dengan baekhyun kekantor, dia pasti akan langsung menjadi perbincangan hangat dikantor dan tentu orang yang paling dicari,,,

“kenapa tidak bersama saja? Bukankah kalian satu kantor?” ucap sehun begitu saja

“ye, tapi aku lebih memilih untuk bekerja dengan tenang tanpa mendapat gossip” jawab suzy sambil meminum susunya

“baiklah kalau begitu, aku berangkat lebih dulu, karena harus mampir dibeberapa tempat dulu, sehun kalau kau butuh mobil kau tau dimana aku menyimpan kuncinya” pesan baekhyun yang dengan pasti sehun mengangguk mengerti “aku berangkat dulu”

“noona, apakah kau tidak menyukai baekhyun hyung” sehun tiba – tiba saja bertanya saat baekhyun sudah pergi

“Uhuuk,,” suzy hampir salah menelan makanannya “kau tau noona baek hyung tidak pernah memiliki kekasih, dan aku rasa hyungku adalah orang yang benar – benar sangat baik” ucap sehun kemudian terdiam karena berifikir sebelum kemudian dia melanjutkan ucapannya “tapi sangat banyak juga yoja yang tertarik padanya, aku tidak mengerti dia mencari yang seperti apa” sehun yang bercerita pada suzy yang sebenrnya tujuan sehun adalah memancing suzy

“Sehun’ssi sepertinya sudah waktunya aku berangkat kekantor” ucap suzy mengalihkan topic pembicaraan

“noona, kita pergi bersama aku juga akan pergi, tunggu disini aku ambil kunci mobil dulu” ucap sehun yang langsung berlari kekamar baekhyun untuk mengambil kunci tanpa mendengarkan penolakan suzy

__

Note :

 

Rubah kecil Kau harus menjelaskan padaku apa yang kau lakukan dirumah baekhyun

Suzy menganggkat sebelah alisnya begitu dirinya sampai langsung melihat note yang ditempelkan jieun pada diatas mejanya membuat suzy langsung melirik kearah jieun, tapi jieun tidak menoleh kearahnya sedikitpun

“jieun’ah,, kau marah padaku?” suzy bertanya pada jieun tapi jieun tidak juga menjawab malah kembali menulis sesuatu

Kita bicarakan ini dirumah, dan aku tidak ingin kau melupakan satu katapun, aku masih banyak pekerjaan karena ini ditunggu baekhyun secepatnya, dan ku ingatkan jangan ribut menejer choi sedang dalam mood yang tidak bagus

 

Suzy kemudian kembali membaca note yang ditulis oleh jieun dan hanya mengangguk mengerti dan lebih mengikuti saran yang diberikan jieun padanya dari pada harus mendengar menejer choi yang berteriak terus – terusan

###

Hari berganti hari, minggupun selalu berganti dan komunikasi antara baekhyun dan suzy semakin sering terjadi baik itu yang menyangkut pekerjaan ataupun yang tidak masuk kedalam katagori pekerjaan, sikap baekhyun yang sangat baik, perhatian dan selalu membuatmu nyaman saat bersama dengannya, pasti akan membuat yoja manapun akan jatuh cinta padanya, dan hal itu yang terjadi pada suzy saat ini, semakin suzy mengenal baekhyun semakin suzy menyukainya dan semakin juga dirinya tidak rela jika ada karyawan lain memberikan senyum menggoda pada baekhyun

“arrgghhh,, aku benar – benar merasa gila jieun’ah” suzy menarik – narik rambutnya kemudian berguling – guling diatas tempat tidur

“kau kenapa lagi? Aku rasa akhir – akhir ini, emosimu sering mengalami kelabilan” jieun yang menyimpulkan sendiri karena kelakuan suzy yang selalu saja seperti sekarang saat kembali kerumah “aku rasa hukum karma itu memeng benar – benar ada”

“Apa maksudkmu?” suzy langsung duduk menatap jieun kesal

“mungkin tuhan hanya berbuat adil, agar setidaknya kau tau bagaimana perasaan baekhyun dulu saat menyukaimu” terang jieun dan suzy langsung saja membulatkan matanya “jangan mencoba untuk menyangkal karena sudah sangat jelas tertulis diwajahmu kalau kau selalu cemburu pada semua yoja dikantor saat mereka menebar pesona saat baekhyun ada disana, sudahlah kau terus terang saja padaku”

“baiklah aku mengaku kalau aku menyukai baekhyun, lalu aku harus bagaimana semakin mengenalnya justru semakin membuatku menyukainya” aku suzy

“pertama mungkin kau harus mencari tau siapa saja yoja yang dekat dengan baekhyun”

“kenapa harus?”

“tentu saja agar kau lebih mudah membuatnya menyukaimu kembali” ucap jieun frustasi

“kalau soal itu aku tidak memerlukannya, karena aku tau baekhyun tidak pernah memiliki kekasih, yoja yang dekat dengannya selama ini hanya berakhir sebagai sahabat” terang suzy sambil melipat tangannya kedepan dan sangat percaya diri

“darimana kau tau?” jieun bertanya dengan penasaran

“tentu saja dari sumber yang sangat bisa dipercaya” jawab suzy sambil tersenyum puas, ternyata ketiduran diapartemen baekhyun dan bertemu sehun disana sangat bermafaat untuk suzy

###

Baekhyun sedang mengadakan review rutin dengan para ketua tim yang mereka lakukan setiap minggu diruangan baekhyun untuk membahas kendala yang mereka hadapi, dan disana ada suho yang memang ingin menemui baekhyun tapi jadi menunggu diruangan baekhyun sambil melihat baekhyun yang sedang berdiskusi dengan timnya

“Hyung kau benar tidak apa – apa?” baekhyun memastikan sesaat saat baekhyun yang terlihat sedikit bosan memainkan ponselnya sambil duduk ditempat baekhyun

“kwencana, teruskan saja,, lagi pula aku sedang tidak ada kerjaan” jawab suho sambil terus memainkan game diponselnya

Baekhyun lalu melanjutkan kegiatannya dan kembali focus sebelum akhirnya saeron datang dan merusak semuanya “Baekhyun oppa~” pekik saeron sambil membuka pntu dalam keadaan menangis “oppa~”

“Saeron apa yang kaulakukan disini?” suho bertanya saat melihat adiknya yang tiba – tiba muncul

“Kau kenapa saeron” giliran baekhyun yang bertanya dan langsung berdiri saat melihat saeron yang menangis

“Baekhyun oppa~” panggil saeron lagi dan langsung saja memeluk baekhyun tanpa memperdulikan orang lain yang ada didalam ruangan tanpa terkecuali suzy yang sudah meradang saat melihat saeron langsung memeluk baekhyun dan baekhyun yang membalas pelukan saeron sambil mengelus lembut rambutnya, membuat suzy benar – benar harus menahan diri untuk tidak meledak disana

“Kwencana?” kau kenapa?” baekhyun bertanya dan kemudian melihat kearah suho yang menggeleng tanda tidak mengerti

“Saeron’ah kemari, kita bicara diruanganku, baekhyun sedang meeting” ajak suho yang berusaha menarik pundak saeron agar berhenti memeluk baekhyun dan ikut dengannya

“Aku tidak mau, aku mau bersama baekhyun oppa, kau saja yang pergi aku masih mau tetap disini” tolak saeron

“siapa yang mengajarkanmu tidak sopan pada oppamu sendiri kim saeron” ucap suho sambil berdecak pinggang

“sudahlah hyung” baekhyun menenagkan “Saeron’ah ada apa? Kenapa kau menangis seperti ini” baekhyun bertanya pada saeron yang masih belum mau melepaskan pelukannya

“Sehun oppa” ucap saeron sambil terisak

“Sehun? ada apa dengan sehun?” suho balik bertanya

“sebelumnya aku minta maaf, tapi bisakah kita lanjutkan nanti saja?” ucap baekhyun yang membuat semuanya meninggalkan ruangan

“apa dia kekasih direktur ya?” beberapa karyawan yang rbisik saat ruangan baekhyun yang terbuka dan menampilkan baekhyun yang sedang memeluk saeron dengan penuh sayang

“suzy’ah kau tau siapa yoja itu?” bisik jieun penasaran “dia adik paling kecil direktur kim bukan? Jadi dia kekasih baekhyun?” Jieun kembali berbisik membuat suzy langsung menatapnya sinis

“sama sekali bukan” jawab suzy sedikit kesal karena akhirnya dia sedikit mengingat saat saeron menyebut nama sehun, dan ingatan suzy langsung tersambung saat dirinya bertemu sehun pertama kali diapartemen baekhyun

“dia kekasih sehun adik baekhyun,,” jawab suzy “dan stop jangan bertanya lagi dari mana aku tau karena aku tidak akan menjawabnya” ucap suzy lalu meninggalkan jieun pergi

Suzy duduk di bangku panjang yang berada diatas atap sambil melihat pemandangan kota seoul dari atas sana, sudah cukup lama suzy disana menenangkan diri, karena hari ini dia sedang berada pada mood yang jelek

“apa yang kau lakukan disini?” seseorang yang bertanya membuat suzy berbalik

“aku hanya sedang mencari inspirasi, apa urusanmu sudah selesai?”

“ah masalah saeron? Dia hanya sedang bertengkar dengan sehun” ucap baekhyun yang kemudian duduk dikursi yang sama dengan suzy

“memangnya ada apa dengan sehun?” baekhyun tersenyum mendengar pertanyaan suzy sebelum menjawab yang membuat suzy heran “permasalahan kecil, karena sehun tidak memberikan respon pada foto cincin pilihan saeron untuk pertunangan mereka dan tidak juga mengangkat telpon dari saeron”

“kenapa dia mengadu padamu dan bukan pada direktur kim yang oppanya sendiri?” suzy kembali bertanya

“itu karena saeron lebih dekat denganku dibandingkan dengan suho hyung” jawab baekhyun yang membuat suzy kembali mengangguk

“mmmh, suzy” panggil baekhyun

“Ye, ada apa?”

“apa kau ada waktu hari ini?” ucap baekhyun sambil mengalihkan pandangannya kearah lain, tentu hal itu membuat suzy tersenyum karena sikap cute baekhyun yang suka tiba – tiba muncul “aku memiliki 2 tiket film yang diberikan imo padaku, dia memberikannya karena samchu tidak bisa menemaninya menonton” ucap baekhyun menjelaskan panjang lebar

“ayo kita menonton bersama” jawab suzy tapi tidak menatap baekhyun karena dia tau baekhyun sedang menatapnya

“baiklah kita-“ ucapan baekhyun dipotong suzy “ani, kita bertemu disana setelah pulang kantor” ucap suzy lalu meninggalkan baekhyun  yang masih tersenyum disana

__

“mian, apa aku terlambat?” sapa suzy begitu sampai dan melihat baekhyun yang sedang duduk manis sambil memakan wafel untuk menunggunya

“mmm aku rasa iya, karena wafelku tinggal setengah” ucap baekhyun sambil tersenyum “Buka mulutmu” perintah baekhyun sambil menyodorkan wafel pada suzy yang membuat beberapa yoja yang berada disana menatap iri pada suzy “aku yakin kau pasti belum makan, buka mulutmu untuk suapan terakhir” ucap baekhyun sambil tersenyum yang membuat suzy menurut dengan patuh

“Kau mau popcorn manis atau asin?”

“yang asin saja dengan cola” jawab suzy yang langsung membuat baekhyun pergi membelinya

Suzy sudah sangat serius menonton dari awal sampai akhir film tanpa dia tau namja yang mengajaknya menonton sudah tertidur dengan pulasnya dari sejak kapan suzy sendiri tidak tau,,

Suzy memperhatikan wajah tenang baekhyun yang tertidur membuat suzy memperhatikan setiap lekuk wajah baekhyun “kenapa kau bisa terlihat begitu cute saat kau tertidur” gumam suzy “kau benar” ucap seseorang yang menyauti suzy dan tentu suzy melihat sekitar dan disana suzy baru sadar bahwa menatap baekhyun yang tertidur tidak dia lakukan sendiri karena nyatanya ada beberapa yoja yang masih senang berlama – lama disana dan memperhatikan baekhyun, membuat suzy sedikit kesal

“baekhyun’ah, baekhyun,,, baekhyun’ah irona” panggil suzy sambil memegang wajah baekhyun yang sengaja dilakukannya karena suzy tau yoja lain yang ada disana pasti juga ingin melakukan hal sama sepertinya

“sepertinya aku tertidur sangat lama” ucap baekhyun yang masih menyandarkan kepalanya pada kursi sambil tersenyum “Kajja, kita pergi mencari makan” ajak baekhyun yang langsung memegang tangan suzy dan pergi dari sana

“mmm mian karena memegang tanganmu tanpa ijin, aku hanya merasa risih mereka menatapku” ucap baekhyun setelah mereka berada didalam mobil

“kwencana” jawab suzy yang masih merasa canggung

Tidak perlu waktu yang lama bagi suzy dan baekhyun untuk menentukan restoran mana yang menjadi pilihan mereka, karena nyatanya suzy bisa memakan apa saja dan tidak sedang dalam proses diet

“Suzy,,??” panggil sesorang yang membuat baekhyun dan suzy menoleh bersamaan

TBC

Hei hei semuanya,, ada yang nungguin FF ini???😄 mudah – mudahan kalian masih suka sama chapter yang ke tiga,,, Enjoy dan I Love U all

21 responses to “[Freelance] Before We Meet Again Chapter 3

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s