Cinderella Sister [ 5/? ]

cinderella-sister-mnandhini-copy

Title : Cinderella Sister || Author : Mnandhini || Main cast : Bae Suzy, Kim Myung Soo, Oh Sehun, Oh Sehun || Genre : Sad, romance (?). || Rating :
Thank You for beautyfull poster @rosaliaocha
.
.
.
Sumarry : “Can you make me smile and happy?”
.
Mian for Thypos and Happy Reading.

Pagi ini Suzy sudah bersiap siap untuk berangkat sekolah, ini adalah hari pertamanya bersekolah di Seoul. Setelah semua kebutuhan sekolahnya dan berseragam lengkap Suzy keluar dari kamarnya.

Suara Soojung menggema diseluruh ruangan, memekik karena tak dapat menenemukan barangnya membuat Myung Soo harus turun tangan untuk membantunya mencari. Soojung sangatlah ceroboh, ia meletakan barang berangnya disembarang tempat dan tak pernah menemukan barang barang yang cari, namun saat Myung Soo yang mencarinya dengan mudah Myung Soo menemukannya.

Setelah ia menyelesaikan keperluannya Soojung menyusul keluar dari kamarnya, ia berlari tak karuan entah mencari apa, “Appa dimana roti? Aku akan makan roti saja dijalan” ucap Soojung terburu buru.

Bukanlah salah Soojung karena terlambat melainkan Suzy yang ingin berangkat lebih pagi hingga membuat Soojung ikut berangkat lebih pagi dari biasanya.

“Sarapanlah, makan nasi jangan makan roti atau kudapan” ucap Yoonhee –eomma Suzy.

“Andwe, Suzy bisa semakin galak denganku jika aku lama” bantah Soojung.

“Aku hanya menyuruhmu untuk lebih cepat bukan tidak sarapan” ketus Suzy yang sudah duduk santai menunggu Soojung dihalaman rumah.

“Aisttt. Tidak perlu eomma, aku akan makan disekolah”

“Baiklah, makan nasi jangan roti atau kudapan. Ingat itu ne?” ucap yoonhee lalu mengecup singkat kening Soojung.

Ya. Suzy merasa sangat iri pada Soojung, walau ia tau semua yang diucapkan dan dilakukan eommanya adalah sandiwara namun Suzy juga ingin merasakannya walau sekdar sandiwara.

Myung Soo telah berjalan mendahului Suzy dan Soojung yang berada dibelakangnya, “Aku duduk disebelahmu oppa!!” pekik Soojung antusian.

“Chkkk, tak perlu teriak juga kau pasti duduk disini, apa menurutmu Suzy akan memperdebatkan masalah tempat duduk?” ucap Myung Soo sambil sesekali melempar lemparkan kunci mobilnya, menanbah kesan cool pada dirinya.

Mereka bertiga telah berada didalam mobil dalam keadaan hening, suara Soojung ataupun Myung Soo tak terdengar. Hanya terdengar suara halus dari mesin mobil.

“Sebelum masuk kau harus ke ruang guru dulu Suzy” ucap Myung Soo masih dengan fokusnya dijalan. Dan seperti biasa ekspresi datar dan sikap tak sopan yang merajalela pada Suzy, ia tak bergumam menjawab ucapan Myung Soo.

Soojung kesal melihat tingkah Suzy, ia membalikan badanya menghadap Suzy yang sedang menatap kearah luar jendela, “Kau tak mendengar ucapa Myung Soo oppa??!!” tanya Soojung dengan nada yang sedikit tinggi.

“Ehm,” gumam Suzy sambil masih menatap keluar jendela.

“Aisttt. Menjengkelkan!!” Soojung melipat tangannya didepan dada sambil memajukan bibir tipisnya, membuat Myung Soo tertawa gemas melihat tingkah kekanak kanakan Soojung.

“Jangan terlalu sering bertengkar dengannya, berusahalah mengerti” ucap Myung Soo pada Soojung.

“Dia yang selalu membuatku kesal” Soojung mempout bibirnya.
.
.
.

Sekarang Suzy telah berdiri didepan kelasnya mengenalkan diri, “Anyeonghasseyo Choneun Bae Suzy imnidha. Banggapseumida” ucap Suzy sambil membungkukan badannya.

“Baiklah Suzy sekarang kau bisa duduk dikursi yang kosong ne” banyak siswa yang melambaikan tangannya menandkan ia meyuruh Suzy untuk duduk bersamanya. Berbeda dengan siswa yang lain Soojung hanya menatap Suzy lalu menatap kursi disebelahnya yang kosong, seperti memberi kode pada Suzy agar duduk disebelahnya adalah jalan aman.

Suzy menhampiri bangku Soojung, “Jangan salah paham karena aku mengijinkanmu duduk disebelahku, aku hanya tak ingin teman teman mengetahui sikapmu yang sangat dingin dan menjengkelkan itu karena duduk bersamamu” ucap Soojung angkuh, sedangkan Suzy ia hanya mengacuhkan pperkataan Soojung dan memilih memulai pelajaran.

Hari ini mata pelajarannya adalah Matematika dan menurut Soojung pelajaran itu adalah pelajaran membosankan yang hanya membuat kepalanya pusing akan rumus rumus yang rumit. Seperti biasa Soojung lebh memilih tidur dikelas dari pada mendengar penjelasan guru agar ia lebih mengerti. Sedangkan Suzy dengan teliti menyaring dan meresapi penjelasan dari gurunya tersebut. Walau materi kali ini sudah dikuasai oleh Suzy namun ia sama sekali tak bosan untuk mengerjakan soal soal ang diberikan bertubi tubi oleh gurunya tersebut, menurutnya dengan belajar dan menjawab soal soal yang rumit bisa mewarnai hidupnya yang gelap dan membuatnya tak bosan.

“Jung Soojung!!” penggil Lee saem, berhasil membuat Soojung yang terlelap dikelas terkesiap.

“Kau mengerti apa yang kujelaskan?” tanya Lee saem.

“Ne!!” jawab Soojung.

‘Matilah kau Jung Soojung’ batin Soojung, bagaimana tidak ia sama sekali tak mendengarkan penjelasan yang diberikan gurunya tersebut. Jangankan tau rumusnya, mengetahui materi yang ia pelajari hari ini saja ia tak tau.

“Kalau begitu jawablah soal ini!” perintah Lee saem sambil menyodorkan spidol yang ia pegang dari depan sana.

“N…Ne ?” jawab Soojung gelagapan, ia sama sekali akan malu didepan teman temannya ditambah Suzy karena tidak bisa menjawab pertanyaan yang ditulis dipapan.

Soojung beranjak dari tempat duduknya, berusaha mengulur waktu agar bel berbunyi dan ia tidak harus menjawab pertanyaan itu, namun sepertinya hari ini dia kurang beruntung. Pelajaran tinggal tiga puluh menit lagi dan tidak mungkin untuk beranjak dari tempat duduknya hingga didepan papan tulis selama tiga puluh menit walau bagaimanapun caranya mengulur waktu.

Suzy sedikit mengeser tangannya. Menyodorkan selembar kertas yang ternyata berisi jawaban yang ada didepan.

Ya, Soojung sama sekali tak percaya akan sikap Suzy benar benar aneh menurutnya. Ia menatap Suzy tak percaya, sedangkan yang ditatap hanya menatap lurus kedepan menghiraukan tatapan yang diberikan Soojung, “Kau bisa kena marah jika terus diam disini” ucap Suzy datar tanpa menatap Soojung. Seakan ingat dengan suasan sekarang, Soojung dengan cepat menuju depan kelas dan menulisakn jawaban yang panjang lebar dipapan tulis, dan jawaban itu sempurna tidak ada kesalahan sedikitpun dari jawaban tersebut.

“Gomawo!!” lirih Soojung pelan.
.
.
.

Jam makan malam telah berlalu, sekarang waktunya Suzy belajar dan kalian pasti tau Suzy tak akan belajar sendiri melainkan dengan guru pembimbingnya Myung Soo.

Suzy telah siap dengan tumpukan buku buku tebal diakamarya.

Srekkk~ benyu bergesernya pintu menandakan kedatngan Myung Soo. Suzy menongakan kepalanya melihat siapa yang datang dan benar saja itu Myung Soo.

Tanpa aba aba Myung Soo mask dan duduk berhadapan dengan Suzy. Pria tampan itu tersenyum manis ke Suzy.

Namun dengan sikap ketus dan dinginnya Suzy hanya menatap datar Myung Soo, tak berniat membalas atau sekedar bersopan santun dengan guru privatenya tersebut.

big-Suzy-18

Sangat menyakitkan bagi Myung Soo senyumanya tersebut tak dianggap apapun, padahal jika diluar sana tanpa Myung Soo tersenyumpun para wanita akan pingsan karena melihat ketampanan pria ini. Namun Myung Soo sama sekali tak dianggap didepan Suzy.

tumblr_nqp3swOkia1s7vmuoo2_400

“Hemmm. Bae Suzy kau seharusnya membalas senyumku” ucap Myung Soo.

“Langsung saja keintinya, kau disini untuk mengajariku bukan?” ketus Suzy.

“Arasseo, arasseo. Kau masih saja dingin” Myung Soo mengacak acak ujung kepala Suzy mengelusnya lembut. Namun disambut oleh tatapan membunuh oleh Suzy, “Jangan lakukan itu, aku tak suka”

“Lalu apa yang aku harus kulakukan? Memelukmu? Atau menciummu? Aku tak keberatan, katakanlah yang mana yang kau suka” goda Myung Soo.

“Dasar tidak waras”

“Aigoooo” kembali Myung Soo mengelus lembut kepala Suzy, sedikit membuat rambut Suzy berantakan.

“Kubilang jangan lakukan itu!!” Suzy sedikit meninggikan nada suaranya.

“Aigoo. Dasar kau sangat tak sopan padaku”

“Tak ada alasan bagiku untuk menghormatimu” ketus Suzy.

“Bae Suzy dimana sikap sopan santunmu? Selain aku gurumu diruamh aku juga lebih tua dua tahun darimu jadi kau harus menghormatiku dan …” Myung Soo menggantungkan kalimatnya. Ia tersenyum menampilkan betapa manisnya senyumnya ditambah lesung pipinya yang jujur hampir membuat Suzy sedikit terpesona ingat hanya sedikit. Myung Soo mengangkat tangannya dan kembali mengelus pucuk kepala Suzy.

“Dan cobalah terbiasa saat aku melakukan ini padamu” Myung Soo kemabli tersenyum puas melihat ekspresi wajah Suzy yang terlihat kesal.

Kini Myung Soo memulai pelajarnnya, pelajaran yang menjadi topic pembicaraan Suzy dan Myung Soo adalah Matematika, “Cahhh, materi apa yang belum kau kuasai?” tanya Myung Soo.

“Kurasa tak ada guru yang menanyakan pertanyaan itu pada muridnya” sinis Suzy.

“Ahh. Aku guru yang berbeda dari guru disekolah. Jadi aku membebaskanmu bertanya materi atau rumus apa yang kau belum kuasai”

“Jika kau guru yang berbeda jangan menyuruhku memperlakukanmu sebagai guru disekolah”

Myung Soo tak bisa berkutik dengan ucapan Suzy, gadis ini memang pandai berbicara tepatnya membuat Myung Soo tampak bodoh.

“Baiklah, aku akan memberikan materi yang sama dengan Soojung”

“Dwaesseo..”

“Mwo? Wae?”

“Soojung sangat banyak tertinggal materi, kau tak tau?”

“Molla, ini aneh padahal dia selalu memperhatikanku saat aku menjelaskannya” Myung Soo sedikit berfikir.

“Jika kau ingin membicarakan Soojung tolong keluar dari kamarku, biar aku belajar sendiri” Suzy kini memfokuskan diri dengan bukunya, ia muak mendengar hal hal yang menurutnya tak penting atau tak berguna itu hanya membuang waktunya.

“Baiklah, jangan marah. Aku akan memberikanmu soal, disitu aku bisa mengetauhui sebagaimana kemampuanmu” Myung Soo kini menulis disebuah kertas, tepatnya menulis rentetan rentetan soal yang akan dikerjakan oleh Suzy.

Hampir butuh lima belas menit bagi Myung Soo membuat dua puluh soal uraian, dan bisa dipastikan mengerjakan soal itu tak secepat membuatnya karena soal itu tergolong soal yang sulit membutuhkan rumus yang sangat panjang untuk mengerjakan soal itu.

Suzy dengan ekspresi datarnya mengambil dan mengerjakan soal itu, sesekali keningnya berkerut menandakan ia sedikit kebingungan akan cara menjawab soal tersebut, tangan mungil gadis itu dan incah menggoreskan pena dilembar jawabannya, Suzy sangat suka mengerjakan soal atau semacamnya dari pada berbelanja atau melakukan hal yang disukai gadis gadis seumurannya.

Bagaimana dengan Myung Soo? Dia hanya menatap tajam lekuk wajah Suzy yang sedang kebingungan menjawab soal, sedikit membuatnya mengukir lengkungan manis dibibirnya.

Menurut Myung Soo saat tidur dan saat fokus mengerjakan soal adalah waktu yang tepat untuk melihat wajah cantik Suzy, jika Suzy sadar sangat sulit menadapati wajah damai Suzy hanya terlihat wajah dingin dan ketus.

Suzy sedikit merasa tak nyaman, sepertinya ia tau Myung Soo menatapnya. Ia menongakan wajahnya dan mendapati Myung Soo yang menatap intens Suzy, “Apa yang kau lihat?” ketus Suzy.

Wajah ketus dan dingin itu muncul lagi, “Aku hanya mengawasi. Siapa tau kau akan menyontek, sepertinya kau kesulitan” goda Myung Soo berhasil membuat ekspresi Suzy kesal.

“Tidak, bagaimanapun sulit soalnya aku tak akan menyontek. Jadi Kim Myung Soo ssi jangan kawatir” Suzy melanjutkan kegiatan menjawab soalnya. Myung Soo tersenyum, ini pertama kalinya Myung Soo mendengar Suzy menyebut namanya, Myung Soo cukup senang akan hal itu.

.
.
.

Sudah empat puluh menit Suzy mengerjakan soal itu dan sekarang ia telah menyelesaikan semua soal tanpa absen satu pun. Ia menyerahkan selembar kertas itu kepada Myung Soo, dan Myung Soo alngsung memeriksanya.

Myung Soo sesekali tersenyum melihat lemabar jawaban Suzy, “ Bae Suzy kau….” Myung Soo terdiam melihat Suzy yang sudah terlelap dimeja dengan tangannya menjadi tumpuan kepalanya.

“Kau tak buruk? Benar sebelas dari dua puluh soal, bukan soal yang mudah namun soal yang sulit. Selain cantik kai juga pintar” ucap Myung Soo sambil melihat Suzy yang sedang tertidur.

Tanpa sadar tangannya terulur menyentuh pipi mulus Suzy, mengelusnya penuh kasih sayang. “Kau pasti lelah”

Myung Soo beranjak dari tempatnya dan kini ia menunduk. Mengangkat tubuh Suzy menuju kasur, mungkin jika Suzy sadar dia akan memberontak akan perlakuan Myung Soo ini api syukurnya ia sedang terlelap. Setelah mendaratkan tubuh Suzy di kasurnya Myung Soo menarik selimut Suzy hingga dada Suzy, “Tidur yang nyenyak” Myung Soo mengelus kepala Suzy lalu pergi keluar meninggalkan kamar Suzy.

.
.
.

Bunyi kicauan burung dengan suasana dingin dikarenakan embun yang menambah kesan indahnya pagi hari. Seperti biasa Suzy sudah siap untuk berangkat sekolah, sedangkan Soojung masih kelabakan entah mencari barangnya yang mana lagi.

Setelah mengenakan sepatu Suzy beranjak dari tempatnya dan keluar untuk berangkat sekolah. Myung Soo menarik tangan Suzy, menahannya untuk tidak berangkat sekarang, “Tunggulah sebenatr lagi, Soojung hampir selesai.”

Suzy dengan kasar melepaskan tangan Myung Soo dari lengannya, Suzy sama sekali tidak memperdulikan apa yang dibicarakan Myung Soo. Suzy terus berjalan keluar dari halaman rumah.

“Kau ingin jalan?” Myung Soo menghalangi jalan Suzy dengan tubuhnya.

“Minggir!!!”

“Jawab pertanyaanku!!” tatapan tajam mata Myung Soo yang menusuk siapapun yang melihatnya mengintimidasi Suzy.

“Tanpa kujawab kuyakin kau tau jawabannya” ketus Suzy.

“Biarku antar” Myung Soo menarik tangan Suzy menuju tempatnya memarkirkan mobil milik keluarga Jung.

Dan Suzy kembali menghempaskan tangan Myung Soo, “Tidak perlu sok peduli padaku, kau antar saja Soojung. Otakku masih bisa menyimpan banyak memori, mengingat jalan dari sini kesekolah bukan hal yang sulit bagiku” ucap Suzy.

Suzy kembali jalan meninggalkan Myung Soo yang terlihat frustasi karena sikapnya. Ini terlalu pagi untuk ribut, selalu ada saja hal yang bisa membuatnya marah dan itu karena Suzy.

TBC
Updatean yang lama? Oke maaf aku hilaf khhh dan sekali lagi aku minta maaf sebesar besarnya, wae? Pertama karena ini updatenya lama, kedua karena ffnya begini begini ajak gk panjang, dan terakhir karena aku berniat untuk protec part 6. Oke aku akan beri alasannya. Pertama ku telat, itu karena terlalu banyak kegiatan sekolah dari ulangan harian, persiapan Try Out dan Ujian praktek dsb.Kedua ff yang gak panjang, oke menurut pakar (?) ehh sih author biasanya gak sika dibilang pakar oke maksudku menurut kak ira si author yang banyak bikin ff, kalian pasti tau dia sunbaeku. Kalo dapet idenya begitu jangan dipaksain ntar takutnya ff ini udah ancur makin ancur lagi kan susah, jadi aku gak mau maksain gtu takutnya ngebosenin. Terakhir aku mau protec, haduhh bukan niatnya mau sombong ya sok sokan kaya author lain yang ffnya udah bagus diiprotec sedangkan aku ff masih ambur radul gini sok sokan di protec. aku punya alasan buat itu pertama karena part besok itu menurutku part yang paling aku suka kenapa? karena full Myungzy, kedua karena aku mau bikin sider kapok, gimana ya banyak banget readers yang commentnya gak disemua part ada dipart 2 ajak ada di part3 ajak dan sebagainya, jadi dengan pertimbangan yang matang matang aku putuskan untuk protec tuh ff, hanya untuk part 6 gak semua kok.

Kalo mau minta pwnya ke aku kalian bisa add aku

Fb ;Made Nandhini

Id line : myung13392

atau kalian bisa kirimin email kalian. oke semoga kalian suka sama part ini. saranghaeyo.

Advertisements

138 responses to “Cinderella Sister [ 5/? ]

  1. uwahhh myung manis bangettt kasian uri suzy,luluhkn hati suzy myungie oppa hwating 🙂 authornim annyeong aku reader baru slm kenal nih aku sengaja bru komen coz trlalu semangat bca ny jdi lupa komen kkkkkk..semngt terus buat bkn ff myungzy ya authornim gamshamnida 🙂

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s