[Freelance] Before We Meet Again Chapter 4

Title : Before We Meet Again  | Author : SureTo_Dream | Genre :  Romance | Rating : PG-17| Main Cast : Byun Baekhyun and Bae Suzy | Other Cast : Find by yourself!

Disclamer :

cerita ini adalah cerita murni dari khayalanku yang udah lama aku tulis tapi gak selesai – selesai dan tiba – tiba saja inspirasi muncul lagi saat lihat kedua main cast diatas punya project bersama,, FF ini juga aku publis di WP pribadi aku http://happydreamandstory.wordpress.com/ tapi seperti yang kalian tau, gak asik banget kalo cumen aku sendiri yang baca,,, maaf kalo seandainya dalam penulisan ada kesalahan karena aku hanya manusia biasa yang tak sempurna dan banyak kekurangan ☺☺

�Happy Reading Guys Hope you like it

########

“Suzy,,??” panggil sesorang yang membuat baekhyun dan suzy menoleh bersamaan, dan tentu sangat kaget, suzy sama sekali tidak berencana untuk bertemu dengan jiyeon dan hara saat ini terlebih dirinya sedang bersama dengan baekhyun

“Suzy, baekhyun” sapa hara sambil memberikan senyum yang tidak suzy suka karena maksud dari senyum itu sudah sangat suzy ketahui dengan pasti

“kau tentu masih mengingat kami kan baekhyun” ucap jiyeon menggoda baekhyun

“tentu saja aku masih mengingat semua teman sekolahku dengan pasti” jawab baekhyun sambil tersenyum ramah yang tentu saat ini membuat hara yang juga menatapnya tidak dapat berkedip dan suzy menyadari hal itu

“kalian dari mana? Apakah hanya berdua?” jiyeon memulai permainannya memojokkan suzy

“seperti yang kalian lihat,, kalian sendiri darimana?” baekhyun balik bertanya

“kami hanya berjalan – jalan setelah pulang dari kantor” jawab jiyeon sambil tetap memperhatikan suzy yang diam membisu

“kalian sudah makan? Aku dan suzy berencana makan malam bersama, bagaimana kalau kalian juga ikut?” ajak baekhyun

“Kebetulan sekali kami juga sedang berkeliling mencari restoran” ucap hara bersemangat

“apa tidak apa – apa kami ikut bergabung? Sepertinya suzy keberatan” sindir jiyeon

“Owh, kenapa kau berfikir seperti itu jiyeonie, tentu aku akan sangat senang kalian ikut” ucap suzy sambil memberikan senyum paksaan yang paling manis

“kalau begitu ayo kita masuk”ajak baekhyun dan pilihan mereka jatuh pada restoran cina yang tidak jauh dari tempat mereka tadi bertemu

“silahkan jangan sungkan, pesan apapun yang kalian suka” ucap baekhyun

“benarkah kami boleh?” jiyeon bertanya memastikan karena melihat harga makanan dimenu sangat mahal

“tentu, aku yang traktir” jawab baekhyun yang sudah memilih pesanannya pada pelayan “oh ya, aku permisi ketoilet sebentar” ucap baekhyun setelah memastikan semuanya sudah memesan

“Yaa, jadi begini? Kau bilang tidak menyukainya tapi kau malah kami temukan sedang berkencan dengannya” sindir jiyeon setelah baekhyun pergi cukup jauh

“apa maksudmu? Kami hanya keluar makan bersama” ucap suzy

“jadi kau masih tidak menyukainya?” tanya hara dengan sorot mata penuh selidik

“apa maksudmu?” suzy balik bertaya

“Karena aku rasa aku mulai menyukai baekhyun, kalau kau memang masih tidak menyukainya aku akan mendekatinya” ucap hara semangat “aku tidak pernah tau kalau baekhyun yang sekarang sangat menawan” Tambah hara yang membuat suzy sedikit kaget tapi tetap bersikap tenang didepan Jiyeon

“maaf kalau aku sedikit lama” ucap baekhyun begitu kembali membuat ketiga yoja itu tersenyum

“oh ya baek aku dengar kau baru kembali dari amerika” hara mulai bertanya sambil menikmati makanannya dan suzy menaikkan sebelah alisnya ketika mendengar hara yang memanggil baekhyun dengan sebuatan ‘Baek? Apa – apaan dia’ gerutu suzy didalam hati

“memang semenjak selesai di SHS, orang tuaku menyuruh kembali kesana dan melanjutkan sekolah disana” jawab baekhyun

“lalu kenapa kau kembali keseoul?” giliran jiyeon yang bertanya

“entahlah, aku tidak terlalu senang tinggal disana” jawab baekhyun sambil sedikit berifikir

“baekhyun,,, apa kau sudah memiliki yojachinggu?” hara bertanya dengan frontal membuat suzy membulatkan matanya

Baekhyun terdiam sejenak memikirkan jawaban untuk hara “mmmh entahlah, aku memiliki seseorang yang menyayangiku di amerika, tapi entah mengapa aku belum bisa membalas perasaannya” aku baekhyun jujur yang membuat suzy merasakan sakit dihatinya mendengar ucapan baekhyun

“kenapa? Apa kau menyukai orang lain? atau kau belum bisa melupakan seseorang?” jiyeon kembali bertanya saat memiliki kesempatan

“entahlah,, aku sendiri tidak tau jawabannya” ucap baekhyun lalu kembali focus pada makanannya

___

“Kenapa kau hanya diam suzy? Ini tidak seperti kau yang biasanya, kwencana?” baekhyun yang bertanya pada suzy saat suzy hanya diam didalam mobil

“Ani, nan kwencanayo” jawab suzy masih dengan pikirannya sendiri, suzy masih mengingat dengan jelas semua yang dikatakan baekhyun pada hara saat berada direstoran yang membuat hatinya sangat sakit, kenyataan bahwa diamerika sudah ada yang menunggu baekhyun membuat dirinya meraskan cemburu

“baekhyun’ah,,” panggil suzy “aku belum ingin pulang”

“kau baik – baik saja? Apa kau ingin kesuatu tempat??”baekhyun bertanya dengan khawatir

“entahlah, kemana saja asalkan jangan rumah” jawab suzy yang entah mengapa ingin sekali menangis,, sebut saja suzy cengeng saat ini tapi jika menjadi suzy sekarang kalian pasti akan melakukan hal yang sama, saat kau mulai menyukai seseorang lagi setelah sekian lama dan nyatanya kau tidak mengetahui perasaan orang itu terhadapmu tentu rasanya menyakitkan,

Suzy yoja yang cantik dan sempurna, sangat mudah baginya untuk mendapatkan namja manapun tapi untuk menyukai seseorang yang tulus dari hatinya adalah hal yang sangat sulit untuk suzy, terakhir kali adalah saat dirinya menjalin hubungan dengan luhan dan itupun harus berakhir karena perbedaan prinsip diantara mereka, dan 2 tahun adalah waktu yang cukup lama  bagi suzy untuk dapat benar – benar melupakan luhan,, dan sekarang suzy kembali merasakan sesuatu terhadap orang yang tidak pernah dirinya duga, namja yang dulu selalu dirinya remehkan,,

“bagaimana kalau sekarang kita keluar karena pemandangan malam disini sangat indah” ucap baekhyun yang menyadarkan lamunan suzy dari lamunan panjangnya

“kita berada dimana?” suzy bertanya karena merasa sangat asing dengan tempatnya berada saat ini

“yang pasti kita masih berada dikorea tapi kita tentu saja sudah tidak berada diseoul tapi kita berada dibukit pinggiran kota seoul yang memiliki pemandangan indah seluruh seoul saat malam” ucap baekhyun yang kemudian keluar dari dalam mobil dan di ikuti oleh suzy

“uwaah, nomu yeppo” ucap suzy takjub karena dari tempatnya berdiri suzy bisa melihat kota seoul sangat kecil dan dengan taburan lampu yang indah

“kau menyukainya?” baekhyun bertanya yang membuat suzy langsung mengangguk “dulu aku sering kemari saat merasa sedih, terutama setelah kecelakaan yang aku alami saat di JHS, dan membuatku harus menjalani terapi selama 3 tahun yang menyakitkan” ucap baekhyun sambil menarik napas berat

“memangnya apa yang terjadi padamu baekhyun” suzy bertanya penasaran

“dulu aku pernah mengalami kecelakaan yang hampir merenggut nyawaku, dan aku koma selama satu bulan, aku bahkan harus memakai kaca mata karena benturan dikepalaku yang keras membuatku tidak bisa melihat dengan jelas dan tentu saja menggunakan kawat gigi juga untuk memperbaiki susunan gigi dan rahangku agar kembali seperti semula” tambah baekhyun tersenyum kecut “bahkan setelah kejadian itu aku benar – benar merasa sendiri karena tidak ada yang benar – benar mau jadi temanku saat aku masuk di SHS karena mereka mengatakan aku aneh” ucap baekhyun yang membuat suzy merasa sedih dan menyesali semua ucapannya pada baekhyun dulu

“mianhae, karena aku tidak tau begitu berat waktu yang kau lalui karena aku dan yang lainnya” ucap suzy menyesal

“suzy’ah seharusnya kita tidak bertemu lagi, karena itu membuatku selalu ingin berada didekatmu,, dan seharusnya aku menjauhimu  dari awal karena semakin kita dekat, itu sangat menyiksaku untuk menahan  diriku sendiri untuk tidak kembali jatuh cinta padamu” aku baekhyun sambil menatap suzy

“aku berusaha keras menyembunyikan semua yang kurasakan beberapa bulan terakhir ini, tapi aku masih saja—“ ucapan baekhyun terhenti saat tiba – tiba suzy menciumnya, baekhyun cukup terkejut dengan tindakan suzy yang membuat dirinya diam mematung

“entah mulai sejak kapan aku menyukaimu, aku sendiri tidak tau, aku hanya merasakan jantungku berdetak kencang saat berada didekatmu dan entah sejak kapan aku mulai sering merindukanmu,, moodku selalu saja berubah jelek saat ada yoja yang mencoba akrab denganmu,, aku tau punya banyak sekali kesalahan padam-“ ucapan suzy terpotong saat giliran baekhyun yang menciumnya, tapi sekarang sedikit berbeda jika saat tadi suzy mencium baekhyun bibir mereka hanya sekedar menempel, sekarang bahkan baekhyun menginginkan lebih dengan melumat kecil bibir suzy dan tentu saja suzy membalas perlakuan baekhyun

###

Suzy masih tertidur sangat lelap saat saat baekhyun sudah bangun dan sedikit menikmati udara luar yang bersih, jangan tanya apa yang terjadi pada mereka tadi malam karena benar – benar tidak terjadi hal lebih dari sekedar ciuman, mereka masih bersama karena suzy yang memang tidak ingin pulang dan akhirnya membuat mereka tetap berada disana dan tidur didalam mobil,

Baekhyun memperhatikan wajah suzy yang masih tertidur dari luar, baekhyun sedikit tersenyum mengingat kejadian semalam terlebih saat membayangkan dirinya yang mencium suzy sungguh merupakan suatu yang manis,,

Suzy menggeliat dan membuka matanya dan melihat baekhyun yang sedang duduk dibagian depan mobil membuat suzy langsung keluar dan menghampiri baekhyun

“kau sudah bangun?” sapa baekhyun begitu melihat suzy keluar dari dalam mobil, suzy mengangguk tapi ada perasaan canggung disana

“aku sudah memberitau jieun kalau kau sedang berada diluar kota bersamaku” ucap baekhyun

“kapan kau memberitaunya?” suzy bertanya pada baekhyun dengan heran

“tadi malam sesudah kau tidur, agar dia tidak khawatir padamu” terang baekhyun, karena kebiasaan suzy yang suka lupa memberitau jieun “sepertinya kita butuh jalan – jalan mencari sarapan dan tentunya baju ganti” ucap baekhyun

“memangnya kita tidak kekantor?” suzy bertanya dengan polosnya

“ini hari sabtu suzy, dan hari ini kantor libur kalau kau lupa” baekhyun berucap sambil mengacak rambut suzy gemas

Suzy dan baekhyun pergi kepasar yang ada tidak jauh dari sana, mereka mencoba hampir semua makanan yang ada disana dan terimakasih pada semua ahjumma yang ada disana yang dengan senang hati memberikan mereka mencicipi beberapa makan dengan gratis

“tidakkah kau merasa kita butuh mandi?” suzy yang bertanya setelah mereka puas berkeliling di pasar

“kalau begitu, ayo beli sesuatu yang nyaman untuk dipakai” ajak baekhyun

__

Sementara di amerika hidup sehun dan kai menjadi sangat terganggu karena keberadaan nayeon yang sudah seperti benalu selalu saja mengikuti sehun dan kai kemanapun, sampai – sampai mereka merasa hanya toilet tempat yang paling aman,, semenjak baekhyun kembali keseoul nayeon selalu menanyakan tentang baekhyun pada kai dan sehun, bahkan nayeon suka berlebihan menghawtirkan baekhyun, nayeon baru akan berhenti kalau sehun dan kai menelponkan baekhyun untuknya seperti sekarang, nayeon bukannya tidak bisa menelpon sendiri, tapi nayeon takut menganggu waktu istirahat baekhyun, tetapi kalau sehun atau kai yang menelpon baekhyun itu tidak akan apa – apa karena mereka bersaudara, jadi nayeon hanya mengirimi baekhyun email setiap hari, yang kadang jarang dibalas oleh baekhyun

“sehun’ah, kai’ah, jebal aku sangat ingin mendengar suara baekhyun oppa” pinta nayeon dengan memelas

“nayeon’ah kau tidak lihat ini jam berapa?? Ini sudah malam, jebal aku sangat mengantuk dan lelah” pinta kai yang memang sudah mengantuk tapi nayeon masih saja merengek

“ponsel baekhyun hyung mati, kalau kau tidak percaya telpon saja sendiri, aku bahkan belum menelpon saeron” keluh sehun

“kau benar sehun’ah, bagaimana kalau kau telpon yochinmu, bukankah dia sering bersama baekhyun?” ucap nayeon dengan mata berbinar

“nayeon’ah aku rasa baekhyun hyung memiliki kekasih di seoul” ucap kai tiba – tiba yang langsung saja membuat membuat nayeon menjabak rambutnya tanpa ampun

“Ya ya ya, lepaskan” teriak kai karena merasa kesakitan

“sekali lagi aku dengar kau mengatakan itu, kupastikan rambut kebanggaanmu itu tercabut semua dari kepalamu” ancam nayeon lalu melepaskan rambut kai

“Ya!!! Kau yoja gila, aku tidak akan pernah setuju baekhyun hyung menikah denganmu” keluh kai kesal karena selalu mendapatkan tindakan kekerasan dari nayeon

“Tapi nayeon’ah, bagaimana kalau disana baekhyun hyung memiliki yochin?” sehun tiba – tiba kembali bertanya, karena teringat sesuatu saat beberapa bulan yang lalu dirinya menginap di apartemen baekhyun

“tentu aku akan menyuruhnya putus dan merebutnya kembali padaku” jawab nayeon dengan pasti

“kenapa kau seenaknya saja menyuruh mereka putus, bahkan kau saja tidak pernah dianggap oleh baekhyun hyung” sindir kai yang langsung membuat nayeon menunduk

“Ya, kkamjong, terkadang kau membuat hatiku sangat sakit” ucap nayeon yang menahan air matanya

“Nayeon’ah mianhae” ucap kai langsung saat mendengar ucapan nayeon “aku tidak bermaksud menyakitimu”

“Sudahlah nayeon’ah, kau masih memiliki kami” sehun menenangkan nayeon sambil memeluknya “kalau kau tidak berjodoh dengan baekhyun hyung, masih ada kai yang akan menikahimu” ucap sehun yang langsung saja dapat jitakan dari kai

PLETAK “ya appo” pekik sehun sambil memegang kepalanya

“seenaknya saja kau,, menyruhku untuk menikahi nenek sihir ini kau mau hidupku tidak bahagia seumur hidup” omel kai pada sehun

“lalu siapa eoh? tidak mungkin akukan? Aku sudah punya saeron yang manis” ucap sehun “pilihan terakhir hanya kau, lagipula nayeon tidak seburuk yang kau bayangkan” tambah sehun

“Kau benar sehunie,, kai memang harus menikahiku kalau baekhyun oppa tidak bisa kumiliki” ucap nayeon yang tidak jadi menangis dan tertawa puas melihat ekspresi tidak suka kai

###

Baekhyun sedang duduk memperhatikan suzy yang sedang bermain air sambil berlari – lari kecil dipinggir pantai

Sungguh hari ini baekhyun merasa seperti mimpi yang menjadi kenyataan, atau kah memang hanya mimpi yang selalu saja menjadi bunga tidurnya setiap malam, jika ini hanya mimpi maka baekhyun tidak pernah ingin bangun,,

“baekhyun’ah apa yang sedang kau pikirkan??” sapa suzy sambil mengibaskan tangan didepan wajah baekhyun

“Ani, aku hanya merasa kau sangat cantik” ucap baekhyun yang membuat wajah suzy bersemu merah “Bolehkah aku memelukmu?”pinta baekhyun pada suzy

Suzy tersenyum manis kemudian memeluk baekhyun dengan erat “Kenapa kau harus meminta ijin kalau hanya ingin memelukku” suzy berucap sambil masih memeluk baekhyun

“sungguh aku tidak ingin bangun kalau ini hanya mimpi” ucap baekhyun sambil menenggelamkan wajahnyadileher suzy

Suzy menarik tubuhnya dan menatap baekhyun lekat “ini bukan mimpi baekie” ucap suzy sambil menangkup pipi baekhyun

“Mwo? Kau memanggiku apa? Baekie? Kau pikir aku anak 5 tahun?” protes baekhyun tidak terima tetapi suzy hanya tersenyum

“itu cocok untukmu, karena kau juga cute seperti bayi, lihat semua orang dikantor tertipu dengan penampilanmu, mereka tidak tau bagaimana menggemaskannya wajahmu saat bangun tidur” kilah suzy sambil mencubit hidung baekhyun gemas “Bahkan saat kau hanya menggunakan baju kaos seperti sekarang kau terlihat seperti anak kecil” sambung suzy

“Baiklah terserah kau saja” baekhyun berpura – pura kesal

“Baekie’ah jangan marah seperti itu” suzy menarik – narik pundak baekhyun agar menatapnya “Byun baekhyun,, baekhyun’ah ,,,, baekhyun,,,, Byun baekhyun Saranghae”

“Kau bilang apa?” baekhyun menoleh dan CHU~ suzy mencium baekhyun lagi “Saranghae” ucap suzy sekali lagi lalu mengusap lembut bibir baekhyun dengan ibu jarinya

“kenapa kau selalu saja mengambil start lebih dulu” baekhyun yang mendongak sambil melihat suzy yang sudah berdiri

“Bagaimana kalau sekarang kita kembali keseoul” pinta suzy

___

Suzy sedang mandi menggunakan kamar mandi baekhyun mungkin sudah hampir setengah jam suzy berada didalam sampai baekhyun menengok berulang kali diujung pintu kamar

“Suzy’ah kau tidak tertidur diakamar mandi kan?” panggil baekhyun yang akhirnya memilih mengetuk pintu

“baekhyun’ah aku butuh pakaian dalam” ucap suzy sambil hanya menunjukkan wajahnya saja dari celah pintu

“kenapa tidak bilang dari tadi, ayo kita pesan” ucap baekhyun lalu menekan beberapa no diposelnya

“ye, aku ingin memesan beberapa pakaian dan kebutuhan wanita dan tolong diantarkan” ucap baekhyun masih menelpon “ini sebutkan ukuranmu” baekhyun memeberikan ponselnya pada suzy dan suzy menutup pintu kamar mandi dan berbicara sambil berbisik agar baekhyun tidak mendengar ucapannya “ini” suzy memberikan ponselnya kembali kepada baekhyun “tolong pilihkan juga beberapa baju dan celana yang nyaman digunakan dirumah, tolong antarkan secepatnya” baekhyun lalu mematikan panggilannya

“tunggulah sebentar” ucap baekhyun lalu meninggalkan suzy didalam kamar

“apa yang sedang kau tonton” suzy bertanya saat dirinya sudah dalam keadaan rapi dan memilih pakaian baru yang dibelikan baekhyun untuknya

Baekhyun menepuk tempat disebelahnya menyuruh suzy untuk duduk disebelahnya “Baekhyun aku menyimpan beberapa pakaian yang tadi kau belikan dilemarimu” ucap suzy dan baekhyun hanya mengangguk menyetujuinya, saat suzy masuk ruangan pakaian baekhyun semuanya tertata dengan sangat rapi dan suzy langsung tersenyum saat melihat salah satu pakaiannya yang dulu tertinggal juga ikut tergantung bersama dengan pakaian baekhyun

“Kau mau menginap?” tawar baekhyun pada suzy “besok hari minggu dan ini sudah jam 8 malam” tambah baekhyun

“lalu akan tidur dimana?” suzy bertanya

“terserah kau ingin tidur dikamarku, dikamar tamu atau tidur disebelahku” tawar baekhyun

“Sepertinya tawaran terakhir yang lebih baik” jawab suzy yang menyandarkan kepalanya dipundak baekhyun “aku rasa juga begitu”

###

Jieun sedang memilih beberapa buah dan sayur yang akan dibelinya, biasanya jieun akan pergi bersama suzy, tapi suzy belum juga pulang entah kemana suzy pergi bersama baekhyun, jieun sendiri tidak tau karena suzy mematikan ponselnya dari kemarin

“dasar rubah, begitu dia pulang aku pasti akan memarahinya habis – habisan” sambil masih mendorong trolinya

“Lee jieun” panggil seseorang yang membuat jieun menoleh dan betapa terkejutnya jieun siapa yang menyapanya sekarang “memang benar kau, aku sempat takut menegur karena takut salah orang”

“Park Chanyeol” ucap jieun melongo, bagaiamana tidak dulu jieun sangat menyukai chanyeol tapi perasaannya tidak pernah tersampaikan, bahkan sekarangpun jieun masih sangat mengagumi chanyeol yang semakin tampan

“Bagaimana kabarmu, sudah sangat lama sekali kita tidak bertemu” sapa chanyeol dengan ramahnya seperti yang dulu dia selalu lakukan pada siapaun

“iya lama sekali, dan kau semakin tinggi” ucap jieun asal karena tidak tau harus mengucapkan apa “kau sedang membeli apa?”

“aku hanya sedang membeli beberapa sayur dan buah” chanyeol mengangkatkeranjang belanjaannya “apa kau sibuk?”

“ye?? Tidak terlalu” jawab jieun setengah kaget

“Kalau begitu ayo kita makan bersama” ajak chanyeol yang tentu saja tidak bisa ditolak oleh jieun karena ini adalah suatu keajaiban bertemu dengan chanyeol lagi

“Bagaimana kabar teman – temanmu?” chanyeol bertanya saat mereka sudah berada disalah satu café dan menikmati pesanan mereka

“mereka baik dan masih sama saja seperti dulu?” jawab jieun “kemana saja kau beberapa tahun ini?”jieun yang basa – basi bertanya padahal dirinya sangat mengetahui kalau chanyeol meyelesaikan kuliahnya di amerika

“begitu kembali dari amerika, aku hanya bekerja seperti kebanyakan orang” jawab chanyeol “beruntung sekali bertemu denganmu disini, tadinya aku ingin mengajak baekhyun pergi berjalan – jalan, tapi dia tidak mengangkat ponselnya” cerita chanyeol

“Baekhyunkan sedang bersama suzy diluar kota” ucap jieun sepontan

“mwo? Benarkah? Siapa yang memberitaumu?” tanya chanyeol penasaran, lalu jieun hanya menunjukkan isi pesan baekhyun kemarin pada chanyeol

“ya aku sudah menduga akan jadi seperti ini, kalau baekhyun kembali kemari” ucap chanyeol sambiil  menyerumput minumannya

“Maksudmu?” jieun menaikkan sebelah alisnya

“kau jelas tau bagaimana dulu suzy menyakiti baekhyun, tapi baekhyun tetap saja menyukainya bahkan setelah baekhyun di amerika begitu lama, sekeras apapun baekhyun menghapus perasaannya pada suzy itu semua percuma” cerita chanyeol “aku hanya berharap suzy melihat ketulusannya dan menerima baekhyun apa adanya” sambung chanyeol

“suzy menyukai baekhyun chanyeol” ucap jieun “bahkan saat suzy masih menjadi kekasih kriss tapi dia tidak menyadarinya, karena dulu ada kriss yang selalu ada disampingnya, dan aku pikir perasaan dulu yang tidak dia sadari muncul kembali” cerita jieun

“mudah – mudahan saja yang kau katakan benar” sambung chanyeol “jieun’ah boleh aku meminta no ponselmu? Ucap chanyeol tiba – tiba yang membuat jantung jeun bekerja tidak normal

###

Baekhyun tersenyum begitu bagun tidur saat melihat suzy yang masih tertidur dengan pulas disebelahnya, baekhyun mengecup singkat kening suzy dan kemudian bangun dari tempat tidurnya untuk melakukan olah raga rutin yang selalu dia lakukan,,

Baekhyun baru mengingat kalau ponselnya sudah dalam  keadaan mati dari kemarin dan begitu ponsel baekhyun menyala, betapa kagetnya dia begitu banyak pesan dan email yang masuk

From. Park Chanyeol

 

Kau mematikan ponselmu?

Hubungi aku begitu ponselmu aktif, aku ingin mengajakmu keluar, jondae sedang ada kencan malam ini, aku sangat kesepian baekhyun’ah,,,

 

Baekhyun tersenyum membaca pesan chanyeol sambil membuka pesan lainnya

From. Suho Hyung

 

Kau kemana? Apa kau tidak pulang malam ini??

 

From. Lee Jieun

 

Tolong bawa suzy pulang secepatnya karena aku sangat kesepian dirumah sendiri L

 

From. My Mom<3

 

Chagi apakah kau sedang sibuk? Jaga kesehatanmu dan jangan lupa minum obatmu

 

“nde omma aku selalu meminum obatku” ucap baekhyun membalas sms ommanya

From. Sehunie

 

Hyuuuuung, tolong aktifkan ponselmu, karena aku dan kai sudah merasa gila dan tidak sanggup lagi menghadapi nayeon yang ingin tau kabarmu, dan kumohon hyung balas emailnya jika kau punya waktu luang

 

From. Kkamjong

 

Hyung, kumohon balas email nayeon, atau telpon dia saat kau ada waktu

 

From. Manager Choi

 

Anda besok ada jadwal bertemu dengan perwakilan kinomoto grup jam 10.00 pm

 

“Kau sedang apa?” suara suzy yang menyapa baekhyun begitu keluar dari dalam kamar

“aku hanya sedang membaca beberapa pesan, dan salah satunya dari menejer choi yang mengingatkanku ada meeting penting besok” ucap baekhyun yang kemudian meletakkan ponselnya diatas meja

“baekhyun’ah apa kau tidak ingin mencari sekertaris? Setidaknya bisa mengurangi kesibukanmu” usul suzy pada baekhyun sambil memberikan segelas jus

“bagaimana kalau kau saja yang menjadi sekertarisku” tawar baekhyun, tentu aku akan memberikan gaji double untukmu

“tidak terima kasih, lagi pula apa kata orang – orang kantor nantinya” tolak suzy

“memangnya kenapa?”  tanya baekhyun penasaran

“Aku pasti dituduh menggodamu dan memanfaatkanmu,, terimakasih tapi aku tidak ingin digosipkan” kilah suzy sambil berjalan menuju dapur

“itu semua memang benarkan,,? Bukankah sekarang kau juga sedang melakukannya, bahkan kau menginap disini” goda baekhyun

“jadi sekarang kau merasa sedang digoda? Baiklah kalau kau merasa aku menggodamu, aku akan pulang” ucap suzy kesal sambil berjalan melewati baekhyun

“Yaa,, kenapa jadi marah seperti itu, aku hanya bercanda” panggil baekhyun sambil mengejar suzy

“Jangan sentuh aku, aku mau pulang” ucap suzy masih merasa kesal dan marah

“Hei,, aku hanya bercanda, lagipula aku tidak pernah keberatan jika nyatanya yang menggodaku adalah kau” ucap baekhyun sambil mendudukkan suzy didepannya “aku tidak perduli apapun ucapan orang asalkan aku selalu bersamamu, kau tau sudah berapa lama aku mencintaimu” ucap baekhyun sambil menangkup pipi suzy

“jangan mencoba merayuku tuan Byun” ucap suzy sambil melepaskan tangan baekhyun dari wajahnya

“apa aku terlihat seperti sedang merayumu?” sambung baekhyun sambil memberikan eyesmilenya pada suzy

“Bukankah sudah sangat jelas?” sindir suzy yang sudah mulai luluh dengan tingkah cute baekhyun

“kalau begitu ayo kita sarapan, dan aku harus mengantarmu pulang sebelum jieun membunuhku karena menculikmu selama 2 hari” ucap baekhyun lalu mengecup bibir suzy sekilas yang membuat suzy merona

“aku masih mau bersamamu, kenapa kau mau mengantarku pulang?” ucap suzy melipat kedua tangannya tanda sedang merajuk

“itu karena jieun mengatakan dia kesepian dan ingin kau pulang, jika disuruh memilih akupun ingin kau terus berada disini bersamaku”

“Baiklah, antarkan aku pulang”

###

Suzy dan baekhyun sudah sampai didepan gedung apartemen suzy dan tentu suzy masih merasa enggan untuk pulang dan berpisah dengan baekhyun (kalian tau kan bagaimana jenis perasaan suzy sekarang saat diantar pulang oleh namja yang dia sukai tapi dia sendiri masih enggan untuk berpisah dan tentu masih ingin terus bersama,, kira – kira itulah persaan galau yang suzy rasakan)

“sampaikan salamku pada jieun” ucap baekhyun sambil mengelus lembut kepala suzy

“Ye, akan kusampaikan nanti”

“kau mau berangkat bersama besok kekantor?” baekhyun bertanya pada suzy sambil memperhatikan wajah cemberut suzy yang terlihat jelas

“ani,, jangan pernah lakukan karena aku tidak mau karyawan lain mengetahui hubungan dekat kita dan aku tidak ingin dituduh sebagai penggoda oleh semua fansmu” cecar suzy

“Arasso,, aku mungkin hari ini akan pergi bermain golf dengan suho hyung, chanyeol dan jongade” aku baekhyun yang membuat suzy mengangguk mengerti “istirahatlah yang baik, nanti ku telpon” pesan baekhyun yang kemudian meninggalkan suzy yang masih berdiri dengan sebal dipinggir jalan

“apa – apaan itu, dia bahkan tidak mencium keningku atau memelukku sebelum pergi” cibir suzy sambil memasuki apartemennya

“Kupikir kau sudah lupa jalan pulang kerumah” sindir jieun begitu melihat suzy yang masuk dan duduk disebelahnya “apa yang kaulakukan dengan baekhyun rubah kecil” tanya jieun tapi suzy masih tidak bergeming dan memilih memakan keripik kentang yang ada didepannya

“Hei, cepat katakan padaku, apa yang baekhyun lakukan sampai kau masih tidak ingin pulang seperti ini?” desak jieun

“Kami hanya berpelukan dan saling berbagi saliva,,, kau puas?” ucap suzy lalu bangun dari tempatnya karena sungguh dia sangat kesal sekarang, alasan kesalnya sepele, karena perpisahannya dengan baekhyun tadi tidak seperti harapannya

“Sebenarnya apa yang dia ucapkan, berbagi saliva?” jieun yang hari ini bodoh atau memang otaknya yang lambat

“suzy’ah apa dia melakukannya dengan baik?” pekik jieun sambil mengejar suzy setelah menangkap maksud suzy dengan berbagi saliva

###

Sementara itu baekhyun tidak jadi bermain golf, tapi bermain billiard bersama chanyeol dan jongdae “kenapa lama sekali?” ucap jongdae begitu melihat baekhyun datang

“dimana suho hyung?” baekhyun langsung bertanya pada chanyeol dan jongdae saat belum melihat suho ada disana “ ini semua gara – gara kalian juga yang se enaknya merubah janji, dan jangan salahkan aku kalau aku pulang menggati kostum golfku dulu” sanggah baekhyun

“baekhyun’ah, kudengar kau sedang berkencan dengan suzy” ucap chanyeol tiba – tiba

“benarkah baekhyun? Kau dengan suzy?” jongdae yang kaget dengan ucapan chanyeol

“siapa yang memberitaumu? Aku rasa aku belum menceritakannya pada kalian”ucap baekhyun penuh selidik

“kau tau sendiri jaringan informasiku sangat luas” kilah chanyeol “aku hanya ingin mengingatkanmu apa kau sudah yakin? Karena aku tidak ingin kau kecewa nantinya” tambah chanyeol sambil memberi giliran pada jongdae untuk bermain

__

“Ponselmu bisa saja meledak kalau kau melihatnya seperti itu terus – terusan” tegur jieun pada suzy yang sudah sedari tadi hanya melihat ponselnya “kau menunggu telpon?”

“dia bilang akan menelponku tapi ini sudah 10 jam lamanya dan dia belum juga menelponku atau mengirimiku pesan” jawab suzy dengan kesal karena menunggu ponselnya berbunyi

Mendengar ucapan suzy sontak membuat jieun tersenyum karena kelakuan suzy yang seperti anak remaja yang baru mengalami cinta monyet “Hei,, apa kau masih ingat kata – katamu beberapa bulan lalu?” sindir jieun

“baiklah aku mengaku salah, dan anggap aku menjilat ludahku sendiri, siapa yang menyangka kalau aku akan sangat menyukainya” kilah suzy sambil mengakui semua ucapannya pada baekhyun dulu

“Jadi apa kalian sudah berpacaran? Karena kalau tidak segera kau patenkan siap – siap saja bersaing dengan yoja lainnya termasuk Hara” jieun mengingatkan

“Kenapa hara juga dibawa – bawa?” suzy menatap bingung kearah jieun

“Karena sepertinya hara menyukai baekhyun, dia bahkan menelponku beberapa kali kemarin menanyakan bagaimana baekhyun dikantor,, aah aku hampir lupa, dia bahkan meminta no ponsel baekhyun” cerita jieun panjang lebar

“mwo jadi rubah tengik itu serius?”pekik suzy

“Kau sudah tau?” jieun bertanya tapi tidak mendapat respon dari suzy

“andwe, aku tidak akan membiarkannya, karena baekhyun hanya milikku TITIK” ucap suzy lalu menekan beberapa digit angka diponselnya untuk menghubungi baekhyun lebih dulu dengan membuang segala gengsi yang disimpannya sejak dulu,, “yeboseyo” ucap suzy sambil berjalan menuju kamarnya meninggalkan jieun yang menahan tawa karena sikap kekanakan suzy yang muncul lagi

###

Suzy baru saja tiba diakntor membereskan semua berkas yang harus segera ditanda tangani oleh menejer choi, sampai perhatiannya teralihkan karena karena karyawan yoja yang over acting dan suzy sangat tau penyebabnya apa,, baekhyun yang baru datang dan berjalan menuju ruangannya dengan menggunakan sunglass yang membuat karyawan yoja yang ada disana semakin menggila

“owh kenapa dia semakin hari semakin tampan dan cute” ucap salah seorang dari mereka setelah baekhyun masuk kedalam ruangan

“Tentu saja” jawab suzy hanya berguman kecil dan hanya didengar oleh dirinya sendiri

“aah,, apa dia sudah memiliki yochin? Aku sungguh menyukainya” tambah seseorang

“Jangan berani – berani mencoba mendekatinya” ancam suzy sambil menimpali, membuat jieun yang mendengar hanya bisa tersenyum

“aku jadi penasaran, apakah direktur baik dalam berciuman” bisik salah satu dari mereka sambil tertawa dan melanjutkan gosipnya

“tentu saja, dia bahkan lebih baik dari artis kim wobin” timpal suzy lebih mirip gumaman

“hei kira – kira seperti apa yoja yang dekat dengan direktur? Aku dengar dia sangat banyak didekati oleh yoja” tambah seseorang yang langsung membuat suzy meradang

BRAK,, suzy menggebrak meja dan membuat para yoja penggosip menjadi kaget “kalan bukan digaji untuk bergosip, apa pekerjaan kalian sudah selesai?”

“ya tidak perlu sampai marah seperti itu,, kami juga sedang mengerjakannya”

“kalau begitu berikan laporanmu satu jam lagi” ucap suzy sambil berdiri  dan berjalan masuk keruangan baekhyun sambil membawa beberapa berkas

“ada apa dengan wajahmu itu?” sapa baekhyun begitu melihat suzy yang masuk

“jangan pikirkan aku,, tanda tangani saja berkas itu” jawab suzy dengan suntuk, membuat baekhyun mengangkat sebelah alisnya tidak mengerti kenapa mood suzy sangat jelek seingatnya dia tidak melakukan hal yang salah

“Kemarilah” baekhyun menarik tangan suzy lalu mendudukkannya disofa “apa kau masih marah karena tidak menelponmu kemarin?” baekhyun bertanya dengan lembut tapi suzy tidak menjawab, karena tidak meungkin dia mengatakan pada baekhyun hal yang membuatnya marah adalah karena para karyawan yoja yang baru saja berfantasi liar dengannya

“Apakah kau tidak merindukanku?” baekhyun bertanya “aku hari ini banyak meeting penting dan akan sulit bertemu denganmu karena aku akan berada diluar seharian” tambah baekhyun

“Hei,,” baekhyun memainkan hidung suzy dengan telunjuknya karena suzy tidak juga menjawab

“Baiklah aku rasa sudah waktunya aku berangkat” ucap baekhyun yang akhirnya berdiri dan menyerah tapi sesaat kemudian jasnya ditarik oleh suzy saat dia akan berbalik pergi

“apa kau tidak ingin memelukku dulu” rajuk suzy yang sama sekali tidak mau seperti terakhir kali baekhyun pergi,, baekhyun hanya tersenyum melihat kelakuan suzy dan memberikan pelukan paling nyaman untuk suzy

“Kenapa moodmu selalu berubah – ubah dengan sangat cepat?”

“ini semua gara – gara kau” jawab suzy sambil mendongak dan melepaskan tubuhnya dari pelukan baekhyun

“kenapa jadi salahku” baekhyun bertanya bingung

Suzy menangkup wajah baekhyun lalu sedikit berjinjit untuk mengecup singkat bibir baekhyun “pergilah, bukankah kau sudah ditunggu” ucap suzy sambil sedikit menjauhkan tubuhnya dari baekhyun, tapi tentu saja baekhyun segera menarik tubuh suzy kembali merapat padanya

“Apa kau tau, aku tidak suka ciuman sepihak” baekhyun yang kemudian mencium suzy dengan lembut dan melumat bibir suzy bergantian sebelum melepaskannya dan kembali mengecupnya  sekilas, berterimakasilah pada kebanyakan karyawan lainnya yang jarang menyerahkan laporan saat pagi hari, tentu tidak akan lucu saat suzy dan baekhyun sedang asik berciuman tiba – tiba ada yang mengetuk pintu dan masuk,,😄

“aku pergi dulu, suho hyung sudah menungguku” ucap baekhyun lalu mengambil beberapa dokumen yang dia perlukan dan berjalan keluar beriringan bersama suzy dari ruangannya

“apa yang kau lakukan? Kenapa lama sekali?” jieun bertanya begitu suzy duduk kembali ditempatnya, tapi suzy hanya tersenyum jahil dan menaikkan sebelah alisnya “dasar kau tidak bisa melihat kesempatan” sindir jieun dan membuat suzy menulis sesuatu dan memberikannya pada jieun

Aku butuh morning kissku untuk mengembalikan moodku lagi ^3^

 

TBC

Disini aku buat mereka love – lovan aja dulu,, kan sayang tuh mereka belum sweet terus tiba – tiba dapet konflik jadi begilah jadinya chap 4nya  ^^

Love U Happy People :*

31 responses to “[Freelance] Before We Meet Again Chapter 4

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s