Mentira -8

Mentira poster 1

Title: Mentira

Author: luhanwifey

Main cast: Bae Suzy (Miss A) | Kim Myungsoo (Infinite)

Support Cast: Baekhyun (EXO-K) | Krystal Jung f(x) | other infinite members

Genre: romance, comedy

Length: Chaptered

Rating: PG-13

Disclaimer: The plot and the story is pure mine. All casts belong to their own parents and agency.

Thanks to Flickerbeat @artfantasy for this beautiful poster!❤

Previous Chapter: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7

 

STORY

Myungsoo melangkahkan kakinya ragu-ragu untuk keluar dari mobil. Ia benar-benar ragu saat ini.

Haruskah aku menemui Suzy? Myungsoo bertanya dalam hati entah untuk ke berapa kalinya.

Myungsoo merasa agak bersalah setelah kejadian beberapa hari yang lalu tepatnya setelah pesta kecil-kecilan yang diadakan Youngjun. Waktu itu, ia benar-benar tidak sadar apa yang dilakukannya pada Suzy. Ia hanya mengikuti nalurinya sebagai namja.

Sekarang, Myungsoo harus menanggapi resiko dari apa yang telah ia perbuat. Walau Suzy menamparnya pun, ia juga harus menerimanya. Myungsoo bukanlah tipe namja yang suka mengulur-ulur masalah yang ada, ia lebih suka menyelesaikan masalah langsung meskipun ia tidak tahu bagaimana caranya menyelesaikan masalah itu.

Benar. Myungsoo tidak tahu apa kalimat yang akan ia ucapkan pada Suzy nanti. Ia bahkan terlalu gengsi hanya untuk mengucapkan permintaan maaf. Hal inilah yang membuat Myungsoo ragu-ragu untuk menemui Suzy. Ia tidak tahu apa yang harus ia jawab jika nanti Suzy bertanya mengapa ia ada disini.

Kini, Myungsoo sudah tak bisa lari lagi karena dia sudah ada didepan Universitas Jungnang. Untuk lebih tepatnya, ia sudah ada didepan gerbang gedung sastra bahasa asing. Suzy mengambil jurusan sastra bahasa asing dan itu membuat Myungsoo cukup terkejut. Jurusan sastra bahasa asing itu menurut Myungsoo cukup sulit dan sampai saat ini Myungsoo belum pernah mendengar Suzy mengucapkan sepatah kata bahasa asing.

Sedikit demi sedikit mahasiswa berhamburan keluar dari gerbang tempat Myungsoo menunggu, sementara Myungsoo menunggu Suzy sambil berkacak pinggang dan menggunakan kacamata hitam. Ia bermaksud agar tidak ada mahasiswa yang mengenalinya.

Tapi, Myungsoo salah. Dari tadi tidak sedikit mahasiswa yang sibuk menunjuk-nunjuk Myungsoo dan berbisik “bukankah itu Kim Myungsoo?” , “kudengar yeojachingu nya berkuliah di jurusan sastra bahasa asing juga” , “pantas saja ia disini” , “ia lebih tampan daripada di foto” , “kalau tidak salah nama yeoja nya adalah Bae… Suzy” , “aku sepertinya pernah mendengar nama itu”

“Myungsoo oppa!” teriak suara yeoja.

Dengan ragu, Myungsoo menoleh. Berharap itu adalah suara Suzy, tapi ia ragu karena seingatnya suara Suzy tidak seperti ini. Lagipula, Suzy bukanlah tipe orang yang suka berteriak ditempat umum.

“oh, kau…” Myungsoo mengenali yeoja yang ada dihadapannya saat ini.

“… Hwang Miyoung, teman Suzy” tambah yeoja itu yang tak lain adalah Miyoung.

“Suzy eodi?” tanya Myungsoo tanpa berbasa-basi. Harus ia akui, ia agak risih dengan yeoja ini karena tingkahnya yang sok akrab dan sok mengenal Myungsoo. Myungsoo tidak suka dengan tipe yeoja seperti itu. Miyoung bahkan tak lebih dari teman dari pacar pura-pura Myungsoo. Ia tidak seharusnya bersikap seperti ini pada Myungsoo karena Suzy saja yang sudah mengenalnya duluan masih menggunakan panggilan formal pada Myungsoo.

“apa Suzy tidak memberitahu oppa? ia sedang sakit jadi ia tidak masuk kelas hari ini, aish yeoja itu memang sering memendam penyakit sendiri. Ia tidak mau orang lain tahu dan mengkhawatirkan dirinya. Aku pun tahu gara-gara ia meminta bantuanku untuk meminta izin pada Han Seonsaengnim” jelas Miyoung panjang lebar.

Timbul rasa khawatir dihati Myungsoo tapi ia tidak mau mengakuinya bahkan ia berusaha keras menepis rasa itu “sejak kapan ia sakit?” tanya Myungsoo penasaran.

“sejak tiga hari yang lalu, tapi kemarin kemarin ia memaksakan dirinya untuk masuk kuliah” Miyoung menjelaskan lagi.

“apa sekarang ia dirumah sakit?”

Miyoung menggeleng “aniyo, Suzy sedang berada dirumah katanya”

Sebelum masuk lagi ke dalam mobilnya, Myungsoo pamit pada Miyoung “kamsahamnida, aku pergi dulu Hwang Miyoung-ssi”

“oppa akan pergi menjenguk Suzy kan? aku titip salam ya dan sampaikan maafku pada Suzy karena aku tidak bisa mengunjunginya” pesan Miyoung “oh ya oppa, tidak usah memanggilku seformal itu. Aku kan teman yeojachingu nya oppa” sambung Miyoung.

Myungsoo hanya mengangguk menanggapi perkataan Miyoung, walau begitu Myungsoo sama sekali tidak berniat untuk memanggil informal pada Miyoung. Ia tidak terbiasa berpura-pura akrab dengan orang yang baru ia kenal.

Myungsoo pun mengemudikan mobilnya menuju rumah Suzy. Begitu ia sampai, tidak ada orang yang menyahut ketukan pintunya. Biasanya, Suzy akan langsung membukakan pintu.

“Bae Suzy!” akhirnya Myungsoo meneriakkan nama Suzy, ia khawatir kalau-kalau yeoja itu sudah pingsan didalam rumah.

Masih tidak ada jawaban.

Walaupun ini terkesan lancang, Myungsoo memberanikan diri untuk memutar knop pintu rumah Suzy dan bingo! pintunya tidak terkunci.

“Bae Suzy…” Myungsoo menyebutkan nama Suzy lagi cukup keras. Tapi, masih tidak ada jawaban. Entah kenapa Myungsoo mulai takut jika ada sesuatu yang terjadi pada Suzy. Ah, itu bukan rasa khawatir. Itu adalah sifat manusiawi, pikir Myungsoo.

Myungsoo pun melangkah masuk ke dalam rumah Suzy. Rumah Suzy terlihat sangat sederhana.

Begitu sampai diruang tengah, ada tiga kamar. Myungsoo bingung harus masuk kamar yang mana. Dengan ragu, Myungsoo membuka knop pintu kamar yang terletak diujung kiri tapi kamar ini kosong. Tidak ada seorangpun didalamnya.

Lalu, Myungsoo membuka knop pintu kamar yang berada ditengah dengan pelan. Kalaupun ada orang didalamnya, Myungsoo tidak akan mengagetkan orang itu.

Ada seorang ahjumma dikamar kedua. Ahjumma itu sedang berbaring lemas ditempat tidur dan untungnya ia tidak sadar akan kehadiran Myungsoo. Myungsoo bergegas menutup kembali pintu kamar kedua itu.

Ini adalah kamar terakhir. Semoga Suzy ada disini. Myungsoo membuka pintu kamar dan meneliti ke segala sudut ruangan.

Suzy juga tidak ada disini, kemana yeoja itu? Myungsoo berusaha menerka-nerka keberadaan Suzy.

Pikiran Myungsoo langsung buyar saat mendengar suara keran dari kamar mandi yang ada dikamar ini.

Sebenarnya, Myungsoo tidak mau membuka pintu kamar mandi itu tapi ia harus memastikan kalau Suzy baik-baik saja. Ia pun membukanya dan…..

JRENG

Tidak ada siapapun juga disana. Hanya ada air keran yang hidup dan tertampung dalam sebuah baskom besar.

Tapi, tak sengaja kaki Myungsoo menginjak sesuatu yang agak keras. Saat melihat ke bawah, ternyata Myungsoo sudah menginjak tangan Suzy.

“omo!” Myungsoo kaget bukan main melihat Suzy sudah tergeletak dengan pakaian yang masih lengkap.

Myungsoo segera mengangkat Suzy ke tempat tidur dan menelefon Dokter Kang. Untungnya, Dokter Kang tidak datang lama dan bisa mencari rumah Suzy dengan mudah.

“bukankah ini yeoja seminggu yang lalu?” tanya Dokter Kang.

“ne, uisa-nim” jawab Myungsoo mantap.

“yeojachingu mu kan?” Dokter Kang bertanya dengan nada menggoda.

“bu-bukan begitu….” Myungsoo sudah tahu apa yang ada dibenak Dokter Kang saat ini dan Myungsoo bermaksud menepisnya tapi ia baru saja ingat bahwa agensi tidak memperbolehkan mereka berdua memberitahu kalau ini pada siapapun termasuk orangtua mereka sekalipun “… ya begitulah uisa-nim” sambung Myungsoo akhirnya.

“sudah kuduga yeoja ini memang yeojachingu mu dari awal, kalian punya aura yang kuat” komentar Dokter Kang.

“aura seperti apa?” tanya Myungsoo penasaran. Sebenarnya, ucapan Dokter Kang agak menggelikan untuk didengar telinga Myungsoo, mengingat mereka bukanlah pasangan sungguhan.

“susah untuk dijelaskan, aku pergi dulu Myung. Aku harus pergi ke tempat pasien lain. Yeoja mu hanya demam karena keracunan sesuatu, demam nya bertambah parah karena lama diobati. Jangan lupa beli resep ini di apotek” Dokter Kang memberikan Myungsoo secarik resep yang ditulis dengan tulisan khas dokter.

“jeongmal gomawo, uisa-nim” saat Myungsoo ingin memberikan uang pada Dokter Kang, lagi-lagi namja paruh baya itu menolaknya “terimalah uang ini, aku benar-benar tidak enak karena terlalu banyak merepotkan uisa-nim”

“gwenchana, kau sama sekali tidak merepotkanku Myung karena berkat bantuan dari orangtuamu lah aku bisa seperti ini” tolak Dokter Kang halus. Myungsoo pun bingung harus membujuk Dokter Kang bagaimana lagi.

Setelah itu, Myungsoo buru-buru mencari apotek terdekat untuk membeli resep yang diberikan Dokter Kang. Ia juga membeli makanan untuk Suzy karena ia yakin yeoja itu belum makan.

“Myungsoo-ssi….” Suzy terlihat setengah sadar.

“makan ini” Myungsoo menyodorkan Suzy bubur yang ia beli barusan.

Tapi, Suzy menolak “aku tidak nafsu makan”

“igeo” Myungsoo tak peduli dengan penolakan Suzy, ia terus menyodorkan bubur itu pada Suzy.

Nada suara Myungsoo terdengar dingin dan lebih mengerikan daripada biasanya sehingga Suzy menuruti perkataan Myungsoo, tapi Suzy tidak menghabiskan buburnya.

“aku harus menjemput dongsaengku dulu” ujar Suzy sambil berusaha bangkit dari tempat tidurnya, tapi gagal. Myungsoo tahu Suzy tidak bisa beranjak dari tempat tidurnya dengan kondisi setengah sadar seperti ini.

“habiskan dulu buburmu” kata Myungsoo dingin.

“aku sudah kenyang, perutku sudah tidak sanggup mencerna bubur ini lagi”

Myungsoo mendengus kesal, tapi ia juga tidak bisa memaksa Suzy untuk menghabiskan makanannya. Bisa-bisa Suzy malah mual.

“kalau begitu minumlah obat ini” Myungsoo memberikan Suzy beberapa obat-obatan. Ada yang berbentuk tablet, dan ada juga kapsul. Tak lupa Myungsoo juga menyediakan Suzy segelas air putih.

Suzy meneguk obat itu satu per satu “sudah, aku ingin menjemput dongsaengku dulu”

“YA! RUPANYA SELAIN ANEH KAU INI JUGA YEOJA PABO! KAU ITU MASIH SAKIT! BIAR AKU SAJA YANG MENJEMPUT DONGSAENGMU” Myungsoo yang sudah habis kesabaran karena dari tadi Suzy memaksakan dirinya untuk kuat terpaksa harus membentak Suzy.

Disinilah Myungsoo. Ia sudah ada didepan sekolah dongsaeng Suzy, ia lupa untuk menanyakan siapa nama dongsaeng Suzy itu. Myungsoo tidak kepikiran sama sekali. Ia hanya sempat bertanya dimana letak sekolahnya.

“bagaimana caranya aku menemukan dongsaeng Suzy? aku bahkan tidak tahu kalau dongsaengnya itu yeoja atau namja” rutuk Myungsoo.

Myungsoo akhirnya memutuskan untuk bertanya pada salah seorang murid yang sedang berdiri didepan gerbang sekolah.

“apa kau mengenal dongsaeng nya Bae Suzy yang bersekolah disini?” tanya Myungsoo tak yakin.

Murid itu menoleh kaget pada Myungsoo “i-itu aku… memangnya ada apa?”

Myungsoo melepaskan kacamata hitam yang bertengger dimatanya untuk melihat dongsaeng Suzy itu dengan lebih jelas “kajja kita pulang” ajak Myungsoo.

“hyung ini Kim Myungsoo kan?” tanya nya dengan mata berbinar-binar.

“ne, aku namjachingu noona mu” entah kenapa kata-kata itu keluar dari mulut Myungsoo. Sebelumnya, ia tidak akan bilang kepada siapapun bahwa dia ini namjachingu Suzy sebelum orang lain bertanya padanya duluan.

Tanpa ragu, Baekhyun mengikuti Myungsoo masuk ke dalam mobil.

“siapa namamu?” tanya Myungsoo berbasa-basi.

“aku Baekhyun” jawab dongsaeng Suzy seraya mengulas sebuah senyum. Myungsoo memperhatikan Baekhyun dengan seksama. Jika dilihat, senyuman Baekhyun itu sangat mirip dengan senyuman yang dimiliki Suzy. Wajar saja, mereka berdua adalah kakak beradik.

“hyung tidak mampir dulu?” tawar Baekhyun saat mereka sudah sampai didepan rumah.

“aniyo, aku harus memenuhi jadwalku. Tolong katakan pada noona minum obatnya sore dan malam nanti” kata Myungsoo. Ia tak sadar perhatian yang ia berikan pada Suzy saat ini menampakkan seolah ia pacar sungguhan Suzy.

“tentu, hyung. Terima kasih tumpangannya”

 

Suzy POV

Entah kenapa hari ini aku bersemangat sekali memasuki kelas. Rasa sakitku kemarin rasanya sudah tidak berbekas sama sekali sekarang.

“ini berkat Myungsoo, aku harus berterima kasih padanya” gumamku.

Setelah kelasku selesai, aku mengikuti Seohyun ke kantin. Tapi, kami ke kantin bukan untuk makan melainkan untuk bertemu ketiga sahabat kami yang kelasnya baru akan dimulai nanti siang.

“apa kau sudah baikan, Suzy-ah?” tanya Sooyoung khawatir.

“ne” jawabku mantap.

“aigoo, tentu saja Suzy sudah baikan. Namjachingu nya sendiri yang merawatnya” cibir Miyoung.

“jinjjayo?” Sooyoung menoleh ke arah Miyoung.

Miyoung mengangguk “kemarin Myungsoo datang untuk menjemput Suzy dan rupanya ia belum tahu kalau Suzy sakit. YA! Suzy-ah kenapa kau tidak memberitahu namjachingu mu sendiri kalau kau sedang sakit?” Miyoung merutuki ku.

Jika ia adalah namjachingu ku sungguhan aku pasti akan memberitahu nya, batinku. Tapi, aku agak bingung “ia menjemputku kemarin?” tanyaku tak yakin. Ku kira ia tidak mau menemuiku lagi sejak kejadian beberapa hari yang lalu.

Yang kutahu dari Baekhyun, kemarin Myungsoo terlihat sangat mengkhawatirkanku. Myungsoo bahkan berpesan pada Baekhyun untuk mengingatkanku meminum obat. Aigoo, bukankah itu sangat romantis?

“ne, aku yang memberitahu nya kalau kau sakit” ucap Miyoung bangga.

“Myungsoo oppa romantis sekali, aku yakin Sunggyu oppa jauh lebih romantis daripada dirinya” Yoona seperti menerawang sesuatu.

Walau ini berat, aku harus mengatakannya pada Yoona “Sunggyu oppa sudah ada yang punya, Yoona-ya”

“jeongmal? kau melihatnya disitus mana? aku tidak pernah menemukan rumornya. Yang aku temui malah rumor Myungsoo oppa dengan beberapa yeoja” kata Yoona, ia terlihat sangat syok.

Aku melihat sendiri dengan mata kepalaku. Sebenarnya aku sangat ingin memberitahu hal itu pada Yoona tapi tidak mungkin. Salah seorang fans Sunggyu oppa akan menghilang dan aku takut Sunggyu oppa kecewa.

“aku lupa, siapa saja yeoja yang terlibat rumor dengan Myungsoo?” aku lebih tertarik dengan kalimat terakhir yang diucapkan Yoona.

“Krystal Jung dari f(x), ulzzang yang namanya Joyeon, lalu personil T-ara dulu yang namanya Hwayoung, Sulli f(x) juga pernah, lalu lawan mainnya di drama tahun lalu” Yoona sepertinya hafal sekali. Aku yang bahkan yeojachingu pura-pura Myungsoo tidak tahu

“yang paling meyakinkan adalah hubungan Myungsoo dengan Krystal Jung, tapi itu menurutku saja. Mereka punya beberapa foto saat sedang berkencan, tapi sampai sekarang foto itu belum dikonfirmasi baik oleh agensi f(x) ataupun Infinite. Mereka juga punya barang-barang couple” lanjut Yoona.

“mana fotonya?” tanyaku.

“situsnya sudah diblok” jawab Yoona lemas.

“haha waeyo Suzy-ah? kau cemburu ya?” ledek Seohyun.

“kenapa tidak tanyakan sendiri pada Myungsoo?” tambah Miyoung.

“aish….” rutukku. Aku tidak mungkin bertanya langsung pada Myungsoo. Siapa aku?

Kalaupun aku bertanya pada Myungsoo, ia belum tentu mau menjawab.

***

 

Kini aku sudah berada didepan dorm Infinite. Kedatanganku ini bukan tiba-tiba. Sejak beberapa hari yang lalu atau lebih tepatnya saat aku tahu dari Baekhyun dan Miyoung kalau saat aku sakit Myungsoo terlihat sangat khawatir, aku sudah berencana untuk berterima kasih padanya.

Rasanya lancang sekali jika aku berterima kasih pada Myungsoo lewat pesan singkat ataupun telfon. Sangat tidak adil.

“oh Suzy-ah, silahkan masuk” kata Sungjong oppa yang membukakan pintu untukku “kau pasti datang untuk menemui Myungsoo hyung kan?”

Aku mengangguk “ne, dimana dia?” tanyaku seraya melihat sekeliling ruangan. Semua member Infinite terlihat, kecuali Myungsoo.

“sepertinya masih tidur” jawab Sungjong oppa.

“Suzy-ah apa kau membawakan ini untukku?” tiba-tiba Woohyun oppa merebut rantang yang aku pegang.

“aniyo, ini untuk Myungsoo” aku merebut kembali rantangku dari Woohyun oppa.

“hahaha” Sungjong oppa menertawakan Woohyun oppa.

Woohyun oppa mengerucutkan bibirnya “lain kali jika kau datang kesini, kau tidak boleh membawa makanan hanya untuk Myungsoo” canda Woohyun oppa.

“terserah oppa saja. Apa oppa bisa memanggilkan Myungsoo?” pintaku.

“masuk saja ke kamarnya disebelah sana” Woohyun oppa menunjuk sebuah pintu kamar yang terletak dekat dapur.

“apa tidak lancang, oppa?” tanyaku ragu, tapi sebenarnya aku sangat ingin masuk ke kamar itu.

“ani” peralihan Woohyun oppa teralihkan saat Sungjong oppa mengajaknya untuk tanding balap mobil.

Aku pun berjalan menuju pintu itu lalu membuka knop pintunya dengan perlahan. Tidak ada siapapun didalam kamar ini.

Tiba-tiba…

CKLEK

Pintu kamar mandi terbuka.

“AAAAAA!”

To be continued

 

Hola! kira-kira udah 8 bulan aku hiatus dari dunia ff. Aku minta maaf sama semua yang nungguin cerita ini. Semoga masih ingat ya alurnya^^ aku juga usahain mulai sekarang aktif lagi. Chapter 9 mungkin aku publish pas hari minggu. Jangan lupa kasih saran ya di kolom komentar. Kamsahamnida^^

24 responses to “Mentira -8

  1. Eoohh teryata aq dah koment di part part sbelumnya cma aq lpa alur critanya dan td jg smpet kliru coment di wp pribadinya thornim hehehehehhe jd aq kra aq blum coment…tryta udah..myung masih gak mw jujur sm dri sndiri…

  2. Udahlah myung kamu sama suzy aja dari pada sama krystal lagian aku lebih setuju kamu sama suzy darpada krystal.
    Semoga kalian cepet saling jatuh cinta……
    Next partnya ditunggu author fighting

  3. Woaaahhh myung udah mulai perhatian nihh wkwkwk
    Kyaaa apa yg terjadi sma suzy dan myung selanjutnyaaaa???

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s