Light Of Journey Chapter 3

IMG_20160212_153755-1

Title : Light of Journey | Author : SLY | Genre : Fantasy, Romance | Rating : Teen | Main Cast : Suzy, Byun Baekhyun | Other Cast :Naeun & Eunji Apink, Jimin AOA, EXO Member, Minho Shinee

Baekhyun mengadah kelangit sebelum memasuki rumahnya, cuaca mendung dan tampaknya sebentar lagi akan turun hujan. Suho hyung sedang tidak ada di rumah, jadi Baekhyun yakin bahwa ini bukanlah manipulasi cuaca yang sering diciptakan oleh kakaknya itu.

            Rumah tampak sepi, semua kakak Baekhyun – Minseok, Suho, Jongdae- sedang sibuk dengan agenda masing-masing. Begitpu Appa dan Eomma yang pergi karena ada urusan pekerjaan. Padahal ini weekend tapi kedua orang tuanya masih saja mempunyai kesibukan.

Baekhyun menghempaskan tubuhnya di sofa ruang keluarga yang empuk sambil mengatur nafas. Entah kenapa dia sangat kelelahan. Diedarkannya pandangan keseluruh penjuru rumah yang sepi.  Hanya ada dia dan.. Sooji.

Dilriknya Sooji yang kini sedang melayang bebas memperhatikan foto-foto yang ada di dinding rumah Baekhyun. Baekhyun memijit  dahi, merasa nelangsa dengan situasinya saat ini.

Sooji masih bersamanya karena tidak tahu harus pulang kemana. Pulang kerumahnya tidak akan membantu apa-apa, karena orang tua dan kakak Sooji tidak bisa melihatnya. Keluarga Sooji masih dalam keadaan berduka, dan pemandangan itu hanya akan membuat Sooji menjadi sedih. Baekhyun tidak tega jadi mengijinkan Sooji untuk ikut bersamanya.

Pusing memikirkan nasibnya membuat Baekhyun lapar, dia jadi ingat sebelum pulang tadi dia mampir untuk membeli beefburger kesukaanya. Tadi di counter burger hampir saja Baekhyun memesan dua porsi beefburger, untuknya dan Sooji. Tapi segera ia batalkan begitu mengingat bahwa Sooji bukan manusia.

“Hei!! Jangan sedih seperti itu.” Tiba-tiba Sooji muncul dihadapannya dengan suara ceria dan wajah tersenyum. Baekhyun nyaris tersedak burger yang sedang dimakannya.

“kenapa aku yang sedih?” Baekhyun balik bertanya “seharusnya kau..”

“Aku tidak sedih” jawab Sooji cepat “aku hanya penasaran.” Diambilnya gelang hijau tosca yang tadi ditemukan di jalan belakang sekolarhnya yang kini tergeletak di meja. Digenggamnya gelang itu erat.

Baekhyun sedikit lega hari ini rumahnya kosong, jadi dia bisa leluasa berbicara dengan Sooji tanpa harus terlihat seperti orang gila.

“Kau pernah berpikir bahwa kau dibunuh?”

Baekhyun selesai menghabiskan beefburger miliknya ketika bertanya seperti itu, tampak sisa mayones menempel diujung bibirnya. Sooji tersenyum kecil sambil menunjuk kearah ujung bibirnya sendiri untuk memberi kode kepada Baekhyun.

Buru-buru Baekhyun menyeka sisa mayones diujung bibirnya yang malah membuat senyum Sooji semakin lebar. Baekhyun makan seperti anak kecil.

“Kalau aku dibunuh, mengapa tidak terjadi sesuatu yang heboh? Tidak ada polisi di rumah atau disekolahku.”

Baekhyun berpikir keras “Bagaimana dengan.. jasadmu?”

“kau berbicara dengan siapa?”

Baekhyun dan Sooji menoleh bersamaan kearah sumber suara yang tiba-tiba muncul dari arah dapur. Jantung Baekhyun hampir copot karena melihat sosok Kai yang kini sedang berjalan santai sambil menenteng segelas orange juice ditangannya.

“YA!! Sejak kapan kau ada disitu? Memangnya tidak bisa mengetuk pintu hah?” Cerca Baekhyun saking kagetnya melihat kedatangan adik sepupunya itu.

Tiba-tiba sosok Kai menghilang, Sooji yang dari tadi menonton tampak kaget akibat menghilangnya Kai. Tapi tidak dengan Baekhyun, dia sudah sangat terbiasa dengan kelakuan adiknya ini.

“You dont need to knock the door if you can live without the door.”

Tiba-tiba saja Kai sudah muncul kembali, tepat disebelah Baekhyun dengan senyum penuh arti sambil mengucapkan kalimat pamungkasnya yang terkadang membuat – tidak hanya Baekhyun- tapi semua hyungnya merasa mual.

PLAK!!

Sebuah pukulan keras mendarat telak di kepalanya, Kai meringis kesakitan sambil memegang belakang kepalanya. Tidak hanya Kai, Soojipun melakukan reaksi yang sama karena kerasnya pukulan Baekhyun. Sayang saja Kai tidak dapat melihat Sooji.

“ada perlu apa?” Tanya Baekhyun to the point, karena yakin sekali adiknya ini pasti sedang menginginkan sesuatu. Mendengar ucapan Baekhyun barusan, Kai langsung menunjukkan cengiran tidak berdosanya.

“Pinjamkan aku mobil.” Jawab Kai cepat dan langsung keinti masalah. Biarpun berasal dari keluarga yang bisa dibilang kaya, tapi orang tua Kai belum memberikannya mobil dengan alasan belum cukup umur.

“You dont need to driving if you can go to whereever place you want.” Ucap Baekhyun cepat begitu mendengar permintaan Kai.

Kai langsung merengut “Tidak mungkin aku mengajak temanku berteleportasi hyung.”

Baekhyun melirik sekilas “andwe.”

“ah hyung jebaaal~ sudah lama sekali aku ingin mengajak gadis ini keluar. Tapi aku selalu ditolak. Tolonglah hyung, sekali ini saja.” Kai kembali merengek

Mendengar kata ‘gadis’ perhatian Baekhyun teralihkan. Kadang dia heran bagaimana mungkin Kai yang masih SMP bisa dengan mudah dekat dengan begitu banyak gadis. Sedangkan dia? Tiba-tiba Baekhyun teringat Krystal, ah sedang apa gadis itu sekarang.

“YA! Bukannya kau masih berpacaran dengan Yerin teman sekelasmu itu?”

Kai cepat-cepat menggeleng “we’re never dating. I just ask her to have dinner and she think we go out already.” Buru-buru mengklarifikasi.

“ya neo~” Baekhyun geleng-geleng kepala tidak habis pikir

“Hyung,  gadis ini.. gadis ini aku sudah mengincarnya sejak lama. Tolonglah. Kapan lagi aku bisa mengencani gadis SMA.”

“SMA?”

“Ne~ SKS.”

“SKS?”

Tidak hanya Baekhyun, kali ini Soojipun ikut melebarkan matanya mendengar ucapan Kai barusan.

Sout Korean School?”

            Kai menyipitkan matanya, merasa aneh dengan sikap kakak sepupunya ini, apa yang salah dengan sekolah itu?

“tentu saja, kau pikir sekolah mana?”

Baekhyun menegakan posisi duduknya “kai ya~” Ucap Baekhyun dengan nada serius “aku akan meminjamkanmu mobilku.”

“jjinja?”
Baekhyun mengangguk “tapi kau harus memberi tahuku sesuatu.”

Kai mengertukan keningnya, akhirnya dia sadar. Pasti ada yang diinginkan oleh Baekhyun, tidak mungkin Baekhyun mau meminjamkan Lexus baru –hadiah ulang tahun ke 17- miliknya dengan percuma.

“mwo?”

Baekhyun mengutarakan permintannya kepada Kai yang membuat Kai sedikit bingung. Untuk apa Baekhyun mencari tahu tentang siswa SKS? Tapi Kai tidak perduli, yang penting dia bisa meminjam mobil Baekhyun dan malam ini dia bisa mengajak Jiyeon pergi.

Tanpa pikir panjang Kai langsung menghubungi beberapa teman yang bisa membantunya untuk mendapatkan informasi yang diinginkan oleh Baekhyun.

“Sudah cukup?”

Baekhyun membaca kembali alamat di kertas yang ada ditangannya. Dianggukan kepalanya sebagai jawaban bahwa dia cukup puas dengan kerja Kai

“Oke!” Dengan cepat Kai mengambil kunci mobil yang berada di atas meja di depan mereka, tapi ternyata tangan Baekhyun masih lebih cepat.

“Ah hyung~ apa lagi?”

“kembalikan sebelum jam 12 malam, dan jangan sampai lecet.” Titah Baekhyun lalu memberikan kunci mobilnya kepada Kai.

“Ndee” Jawab Kai dengan lugas sambil menerima kunci itu dengan keduat tangannya.

“Nan Kandda.” Pamit Kai sebelum tiba-tiba menghilang dari pandangan Baekhyun.

“anak itu, memangnya tidak bisa berjalan kaki saja.” Baekhyun mengomel kecil

“Ah hyung.”

“YA!!”

Baekhyun benar-benar kesal karena tindakan Kai yang tiba-tiba muncul kembali dihadapannya. Kai hanya memasang wajah innocentnya seolah tidak ada yang salah dengan tindakannya.

“Apa benar kau sudah putus dengan Krystal?” Tiba-tiba Kai menanyakan hal yang sangat sensitif

“Ya kau, kembalikan kunci mobilku sekarang.”

Kai langsung menghilang dan muncul lagi tapi dengan jarak yang lebih jauh dari Baekhyun “jadi benar? Waaah..” Kai menunjukan wajah antusiasnya.

“wae?”

“Hyung, sejak awal aku melihat Krystal aku selalu merasa dia perempuan yang sangat luar biasa.”

“Ya neo~”

“untunglah kau sudah putus, jadi aku bisa mendekatinya sekarang.”

“YA!! JANGAN COBA-COBA BERANI MENDEKATINYA!!!”

Kai tertawa melihat respon Baekhyun yang meledak-ledak “hyung annyeong.”

Kai lagi-lagi menghilang, dan kali in tidak muncul kembali tapi terdengar suara mobil keluar dari garasi  rumahnya menandakan bahwa Kai sudah pergi bersama mobilnya.

Mendadak suasana menjadi hening, Baekhyun menoleh kesamping-kearah Sooji yang kini juga sedang menatap kearahnya. Sesaat tadi Baekhyun lupa akan kehadiran Sooji didekatnya.

“Nanti akan aku jelaskan.” Ucap Baekhyun, sudah tahu apa yang akan Sooji tanyakan perihal Kai yang bisa menghilang. Sebenarnya ada peraturan bahwa tidak boleh ada yang tahu tentang ensis mereka kalau tidak kekuatan mereka akan menghilang.

Tapi buat Baekhyun, Sooji pengecualian.

Soojikan hantu.. tidak masalah kalau dia tahu

Baekhyun kembali duduk di sofa sambil membaca ulang alamat yang didapatnya dari Kai. Alamat Naeun, salah satu senior Suzy yang melakukan bullying terhadap gadis ini.

Suara rintik hujan tiba-tiba terdengar di luar. Suasana mendadak menjadi sangat tenang. Baekhyun membayangkan dirinya sedang menikmati sore bersama Krystal- Baekhyun melirik sekilas kearah Sooji- walaupun kenyataannya sorenya hari ini dihabiskan bersama sesosok hantu.

Tapi bersama Soojipun sebenarnya tidak terlalu buruk. Sayang Sooji hanya hantu. Diperhatikannya lagi sosok Sooji yang duduk di sebelahnya, Sooji memang cantik. Dengan tampilan transparan seperti ini sajapun kecantikannya masih terlihat dengan jelas.

Awalnya Baekhyun merasa iba dengan Sooji, makanya dia tidak melarang Sooji ikut bersamanya-bukan karena suka. Tapi sekarang Baekhyun mulai ragu dengan perasaannya sendiri.

“Jasadku dimakamkan di pemakanam umum  dekat rumahku.” Ucap Sooji tiba-tiba, karena tidak ada respon dari Baekhyun, Sooji menoleh dan malah mendapati pria ini sedang memperhatikannya.

“ya!!” Sooji berteriak sambil memukul bahu Baekhyun, tentu saja tangannya langsung menembus tubuh Baekhyun, tapi setidaknya Baekhyun kini kembali pada kesadarannya.

“aku bukan orang hilang. Jasadku ditemukan. Yang berarti seharusnya aku tidak gentayangan seperti ini.” Lanjut Sooji lagi, tidak peduli dengan Baekhyun yang sekarang malah salah tingkah.

“That’s it.” Baekhyun menjentikkan jari setelah berhasil mengatasi  kekikukannya “Kau seharusnya tidak disini, kecuali ada urusan yang belum selesai di dunia ini. Like all ghosts do..”

Keduanya kembali diam, sibuk dengan pikirannya masing-masing. Gelang hijau toska milik Suzy masih tergeletak di atas meja di hadapan mereka. Sooji melirik gelang miliknya itu.

“Mungkin gelang ini bisa menjadi petunjuk kita.”

Baekhyun mengambil gelang itu “ini…” tiba-tiba matanya menangkap sesuatu di dalam gelang yang berbahan dari batu tersebut.

Mata Baekhyun menyipit mencoba meyakinkann apa yang dilhatnya sekarang. Dengan segera Baekhyun mengeluarkan cahaya dari ujung jarinya dan mengarahkannya ke gelang tersebut.

Mata Sooji kembali melebar, tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang. Bagaimana mungkin ada orang di dunia ini yang.. tadi bisa menghilang dan sekarang mengeluarkan cahaya dari tubuhnya.

Baekhyun menyinari gelang tersebut, cahaya menembus bagian gelang itu dan menampakan apa yang ada di dalamnya. Sebuah batu-batu kecil bergerak melayang di dalam gelang tersebut. Namun yang membuat Baekhyun penasaran adalah, batu-batu tersebut berbentuk sebuah pola yang sepertinya tidak asing bagi Baekhyun.

“Dari mana kau mendapatkan gelang ini?”

“Seseorang memberikan itu padaku.”

“Siapa?”

“Namanya Minho, Choi Minho.”

“Minho?”

“Ya, Minho pacarku. Dia yang memberikan gelang itu.”

Dahi Baekhyun sontak mengerut. Keadaan semakin aneh. Kalau semasa hidupnya Sooji memiliki kekasih, lalu kenapa dia tidak ‘lari’ dan meminta tolong kepada pacarnya?  Tetapi malah kepada Baekhyun…

***

Baekhyun berpikir keras sambil terus memandang gelang yang ada di genggamannya sekarang. Sesekali ia melirik kearah Sooji yang kini sedang tertidur tenang di atas tempat tidur Baekhyun.

Ketika tidur seperti itu, Sooji terlihat semakin cantik. Tubuhnya memang trasnparan, tapi bagaimanapun juga kini ada seorang wanita tidur di kamarnya, dan ini cukup menjadi distraksi bagi otak Baekhyun yang sedang pusing. Ternyata hantu bisa tidur juga.

Baekhyun terus berpikir, tangannya mengetuk-ngetuk meja belajarnya, mencoba mencari petunjuk dari kebuntuan yang ada. Berulang kali ia merunut kejadian yang ada : Sooji di bully di sekolahnya, gelang pemberian Minho tergeletak di tanah, Sooji mendapati dirinya sudah jadi hantu dan duduk di atas lampu jalanan dan disitulah mereka bertemu. Buntu!

“Huh!”

Baekhyun bangkit berdiri, terlalu banyak berpikir lagi-lagi membuat dirinya lapar. Diputuskannya untuk turun ke dapur mengambil beberapa makanan siap saji yang selalu disediakan Eomma kalau sedang akhir minggu begini.

Diliriknya sekali lagi Sooji yang masih terlelap tidur, sosok ramping itu terlihat damai sekali. Dan tiba-tiba wajah Baekhyun memerah..

Ada gadis tidur di kamarku…

Buru-buru Baekhyun menghalau pikiran aneh-aneh yang hinggap dikepalanya.  Dengan langkah cepat Baekhyun keluar kamar menuju dapur tanpa menoleh kearah Sooji.

“Salah satu dari senior yang membully Sooji pasti bisa memberi penjelasan.” Ucap Baekhyun akhirnya.

***

“Semalam kau berbicara dengan siapa? Berisik sekali.”

Minggu pagi, dan semua anggota keluarga Baekhyun berkumpul di ruang makan untuk sarapan. Sebelum semuanya kembali sibuk dengan agenda masing-masing.

Baekhyun yang sedang mengoleskan selai coklat ke rotinya langsung melirik kearah Suho kakaknya yang barusan mengeluarkan pertanyaan. Kemudian diliriknya Sooji yang kini juga menatap balik kearahnya.

“Tidak dengan siapa-siapa.” Jawab Baekhyun tenang sambil menggigit setangkup roti miliknya.

Semalam Baekhyun memang tidur agak larut, selain masih memikirkan cara mengungkap misteri kematian Sooji. Baekhyun juga menepati janjinya untuk menceritakan kemampuan miliknya dan milik keluarganya kepada Sooji.

Suho hanya mengangguk, tidak melanjutkan lagi pertanyaannya. Tapi tanpa Baekhyun sadari, sebuah tatapan penuh konspirasi dilemparkan Suho kepada Minseok kakaknya. Baekhyun tampak lega, sekali lagi diliriknya Sooji yang sekarang malah sibuk memperhatikan eomma membuat kimbab.

Oke, selain tidur sekarang dia juga ikut bergabung dengan aktifitas keluargaku..

 

-TBC-

Hai hai, semoga nggak bosen dengan ceritanya ya ^^

Jangan lupa komen yang banyak hehehe

Advertisements

20 responses to “Light Of Journey Chapter 3

  1. Ada misteri apa di gelang sooji ? Berhubungan dengan minho juga kah ?
    Jasad sooji sudah disemayamkan.. tapi kok gak heboh ya.. ini pembunuhan atau yang lain… masih sangat misteri…

    Ditunggu kelanjutannya…
    Fighting.. ^^

  2. Cerita nya makin seru aja thor… Jdi yg ngeb unuh zyeonn itu siapa?? Apa minho juga terlibat? Next next ya thor 😀

  3. Cerita nya makin seru aja thor… Jdi yg ngeb unuh zyeonn itu siapa?? Apa minho juga terlibat? Next next ya thor 😀 #BOW

  4. Jasadnya udh ditemukan jadi suzy beneran udh meninggal. Bnyak misteri nih knpa suzy masih jdi arwah gentayangan dan siapa yg ngebunuh ?

  5. tbc cepet banget,pliss panjangin lagi dong,,,puppy eyes kekeke
    Aku jga penasaran apa sih misteri di balik kematian suzy.
    suzy mati dibunuh atau alami?

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s