Mentira -9

Mentira poster 1

Title: Mentira

Author: luhanwifey

Main cast: Bae Suzy (Miss A) | Kim Myungsoo (Infinite)

Support Cast: Baekhyun (EXO-K) | Krystal Jung f(x) | other infinite members

Genre: romance, comedy

Length: Chaptered

Rating: PG-13

Disclaimer: The plot and the story is pure mine. All casts belong to their own parents and agency.

Thanks to Flickerbeat @artfantasy for this beautiful poster!❤

 

 

 

STORY

Baik Suzy dan Myungsoo sama-sama terkejut.

Suzy terkejut melihat Myungsoo yang hanya menggunakan handuk, sedangkan Myungsoo terkejut karena kehadiran Suzy yang tiba-tiba.

“apa yang kau lakukan disini? keluar sana!” usir Myungsoo dingin.

Suzy yang menyadari kalau ia bersalah karena sudah masuk kamar Myungsoo seenaknya langsung keluar. Ia bahkan tidak sadar kalau rantang yang tadi ia pegang terjatuh dan tidak diambilnya.

Myungsoo bergegas memakai pakaiannya. Saat ia ingin keluar dari kamar, ia melihat sebuah rantang “ceroboh”

Sebelum meletakkan rantang itu dimeja yang ada disamping tempat tidur, Myungsoo melihat apa makanan yang dimasak Suzy.

“baunya sedap”

Sementara itu diluar, semua member Infinite yang lain kebingungan melihat Suzy.

“Suzy-ah, kenapa tadi kau berteriak?” tanya Woohyun. Ia terlihat sedikit khawatir karena wajah Suzy berubah 180 derajat sejak keluar dari kamar Myungsoo. Wajah Suzy terlihat memerah.

“gwenchana” tiba-tiba saja Myungsoo sudah ada dibelakang Suzy dan langsung merangkul Suzy. Ini malah membuat wajah Suzy makin memerah.

“jangan-jangan kau melakukan hal senonoh pada Suzy?!” kata Sunggyu curiga pada Myungsoo.

“memangnya kenapa, hyung? dia kan yeojachingu ku” balas Myungsoo. Jantung Suzy berdebar sangat cepat. Selain karena Myungsoo merangkulnya, perkataan Myungsoo membuatnya melayang.

“terserah kau saja, Myung” kata Sunggyu pasrah. Memang jarang ada yang menang saat berdebat melawan Myungsoo.

“hahaha, wajahmu merah sekali seperti tomat Suzy-ah!” Dongwoo tertawa sangat keras saat melihat wajah Suzy.

Sontak perkataan Dongwoo membuat member lain memperhatikan wajah Suzy dan ikut tertawa.

Bukannya membela Suzy, Myungsoo malah ikutan tertawa. Padahal, penyebab semua ini adalah Myungsoo. Jika Myungsoo tidak merangkulnya, wajah Suzy tidak akan semerah ini.

“sudahlah, kasihan Suzy. Kalau ia menangis bagaimana?” untungnya, ada yang membela Suzy. Siapa lagi kalau bukan Woohyun? Myungsoo tidak ada niat sama sekali membela Suzy. Ia malah ikut menertawakan Suzy.

Tanpa orang lain sadari, Myungsoo menatap Woohyun tajam. Entah apa maksudnya, Woohyun juga bingung. Mereka tidak pernah ada masalah sebelumnya. Woohyun yang tidak tahu alasan Myungsoo menatapnya tajam seperti itu hanya balas menatap Myungsoo bingung.

“ayo kita bersiap-siap ke gedung agensi, sebentar lagi latihan kita akan dimulai” Sunggyu selaku leader mengingatkan member lain.

“ne, hyung” jawab member lain kompak.

“memangnya kalian mau latihan apa, Myung?” tanya Suzy.

“latihan untuk tampil di SBS dua minggu lagi” jawab Myungsoo datar.

“itu penampilan spesial kami, Suzy-ah” tambah Hoya.

Suzy ber O ria “berarti aku harus segera pulang” tukasnya.

“kau ikut saja” cegah Myungsoo. Maksud perkataan Myungsoo tak lain mengajak Suzy untuk melihatnya berlatih kan?

Dengan senang hati, Suzy menuruti perkataan Myungsoo “baiklah”

Ternyata, menonton latihan para member Infinite cukup membosankan. Suzy hanya menonton mereka berlatih koreografi, sedangkan mereka berlatih sangat serius. Suzy sampai bingung harus melakukan apa.

“Youngjun oppa, aku keluar sebentar” kata Suzy pada Youngjun, yang diajak bicara tidak menanggapi Suzy. Perhatian Youngjun tidak luput dari member Infinite yang sedang berlatih serius.

Suzy yang merasa diacuhkan mendelik kesal “jika Myungsoo tidak mengajakku ikut kesini, aku tidak akan mau” gumam Suzy.

***

 

Myungsoo POV

Saat kami sudah selesai berlatih, aku melihat sekelilingku. Ada yang kurang.

Dimana yeoja itu? tanyaku dalam hati.

Member yang lain terlihat sibuk mengelap keringat mereka dan mengemas barang-barang. Awal kami berlatih, aku melihat Suzy duduk dipojok ruangan dan matanya sama sekali tak beralih dari kami.

“Myungsoo-ya, dimana Suzy?” Woohyun hyung menepuk pundakku.

“mungkin dia sudah pulang” tebakku sembarang.

“hmm, sepertinya yeoja itu bosan” ujar Woohyun hyung. Aku tak menanggapinya. Bosan? itu bisa jadi.

Saat aku mengambil ponselku dari dalam tas kecil, aku melihat 10 panggilan tak terjawab dan 2 pesan masuk. Alangkah terkejutnya aku saat melihat semua panggilan dan pesan itu dari Suzy.

Aku langsung menelefon Suzy tanpa membaca pesannya terlebih dahulu.

“yeobose….”

“ya! yeoja pabo, neo eodiga?” Perkataanku memang terdengar kejam, tapi aku sebenarnya khawatir pada dia saat ini.

Aku bingung sendiri dengan perasaanku akhir-akhir ini. Aku terlalu sering mengkhawatirkan yeoja itu.

“aku tersesat, Myungsoo-ssi”

“tersesat dimana?”

“aku tidak bisa kembali lagi ke ruangan tempat kalian berlatih, gedung ini terlalu besar dan berbelit-belit. Sekarang aku sedang ada di toilet” jelas Suzy.

“toilet lantai berapa?” mengingat toilet digedung ini ada disetiap lantai, aku tidak mungkin hanya menebak-nebak ia ada ditoilet lantai berapa.

“molla….”

“aish, jinjja! tunggu disitu!” aku memutuskan sambungan telefon. Mungkin tak mungkin aku harus mengira-ngira Suzy ada ditoilet laintai berapa.

Aku memulai dari toilet yang ada dilantai ini, tapi Suzy tidak ada.

Aku berlari-lari kecil menuju lift dan membuka semua toilet yang ada ditiap lantai.

“AAAAA!” teriak seorang yeoja karena aku membuka toilet yeoja seenaknya.

“jwesonghamnida” aku langsung bergegas menuju lift dan turun dilantai selanjutnya. Aku tidak begitu peduli walaupun sudah banyak yeoja yang tadi berteriak karena aku membuka toilet yeoja seenaknya. Yang aku pikirkan adalah segera menemukan Suzy.

Setibanya dilantai satu, aku melihat yeoja yang sudah tidak asing lagi sedang duduk diwastafel toilet sendirian.

“Suzy!” panggilku. Perasaanku begitu lega saat menemukan yeoja ini.

“akhirnya….”

“neo jeongmal pabo, aku berlari ditiap lantai hanya untuk mencarimu. Aku benar-benar lelah sekarang” gerutuku.

“jwesonghamnida, Myungsoo-ssi. Aku berjanji tidak akan merepotkanmu lagi” Suzy menundukkan badannya dalam-dalam.

“ayo pulang” ajakku.

“antarkan saja aku ke dorm mu lagi, Myungsoo-ssi. Aku membawa motor”

Aku menatap Suzy tak percaya. Menurutku, tidak seharusnya yeoja itu membawa motor lagi. Ia pernah tertabrak olehku sekali dan mungkin saja sebelum aku menabraknya ia sudah pernah terjatuh atau tertabrak pengendara lain.

“lain kali jangan bawa motor lagi terutama jika kau ke dorm” kataku sinis.

“mwo?” Suzy menatapku ragu-ragu, tapi saat aku tidak menanggapinya ia hanya mengangguk.

“Myungsoo-ya, apa besok aku harus menunggumu berlatih lagi?” tanya Suzy.

“ne” jawabku singkat “tapi jangan merepotkanku lagi”

Saat sudah sampai didepan dorm, Suzy langsung turun “kamsahamnida Myungsoo-ssi”

***

 

Sudah 10 hari kami berlatih koreografi untuk tampil di SBS. Sudah 10 hari pula Suzy selalu menungguku berlatih. Aku tak peduli perkataan Woohyun hyung “Suzy terlihat sangat bosan. Lebih baik tidak usah ajak dia kesini”

Dia dibayar untuk menjadi pacar pura-puraku kenapa aku harus menyia-nyiakannya?

Terkadang, Suzy datang terlambat karena ia harus mengikuti kelas di Jungnang dulu.

Sejak hari dimana aku mengomelinya, ia tidak pernah memakai motor lagi. Ia selalu pergi kesini menggunakan bus dan biasanya aku yang akan mengantar Suzy pulang tapi jika sesudah berlatih kami punya jadwal Suzy terpaksa harus pulang menaiki bus lagi. Aku jadi merasa sedikit bersalah saat membiarkannya pulang naik bus karena aku yang menyuruhnya untuk tidak membawa motor lagi.

Tapi, hari ini untuk pertama kalinya Suzy absen. Ia tidak datang ke tempat kami berlatih.

“Suzy eodi? tumben sekali ia tidak datang, biasanya dia selalu setia menunggumu saeng” ledek Dongwoo hyung.

“ah, hyung, dia ada kuliah” jawabku tak begitu yakin.

Kebetulan tiga jam kedepan aku tidak punya jadwal sehingga aku memutuskan untuk pergi ke rumah Suzy.

Saat sampai disana, yang membukakan pintu bukanlah Suzy tapi dongsaengnya yaitu Baekhyun.

“Hyun-ah, noona mu dimana?” tanyaku lembut. Aku terkejut saat melihat mata sembab Baekhyun “ada apa?” tanyaku lagi.

“hiks… hiks… eomma….” Baekhyun tak menjawab pertanyaanku, ia malah menangis sejadi-jadinya didepanku.

“apa yang terjadi?”

Karena Baekhyun tak kunjung menjawab satupun pertanyaanku, aku pun langsung masuk tanpa dipersilahkan.

Aku melihat Suzy sibuk mondar mandir diruang tengah sambil memegang ponselnya. Matanya juga sembab sama seperti Baekhyun, tapi bedanya Suzy sama sekali tak mengeluarkan air mata.

“apa yang terjadi?” tanyaku pada yeoja itu.

“e-eomma ku tidak bangun …. dari tadi pagi dan … dan wajahnya sangat pu…cat” jelas Suzy terbata-bata “aish, rumah sakit macam apa yang lama sekali mengangkat panggilan?!” gerutunya.

“bawa saja eomma mu ke mobilku, kita akan membawanya ke rumah sakit” sahutku.

“jinjja?”

“ppalli”

Aku dan Baekhyun mengangkat eomma mereka ke dalam mobilku, lalu aku mengendarai mobilku diatas kecepatan rata-rata.

Saat mengetahui kondisi eomma nya sedang kritis, Suzy yang dari tadi terlihat sangat tegar mengeluarkan air matanya sangat deras. Sementara Baekhyun hanya bisa tersedu-sedu, air matanya sudah mengering karena sepanjang perjalanan dan saat eomma nya diperiksa ia terus menangis tanpa henti.

Aku tak tega melihat yeoja ini menangis “gwenchana, Suzy-ah. Eomma mu wanita yang kuat, ia pasti akan sadar sebentar lagi” hiburku seraya mengusap-usap punggung Suzy.

Suzy mengangguk tapi ia terus menutup mukanya dengan telapak tangan. Keheningan menyelimuti kami. Mungkin jika aku berada diposisi Suzy, kondisiku lebih terpuruk daripada Suzy saat ini. Apalagi jika mengingat aku jarang mengunjungi eomma dan appa ku sejak aku debut bersama Infinite.

“appa kalian ada dimana?” tanyaku memecah keheningan.

Baekhyun menunjuk dadanya “di hati kami”

Aku merasa bersalah telah menanyakan hal barusan disituasi yang sangat tidak tepat. Awalnya, aku menanyakan hal itu untuk sekedar berbasa-basi.

Aku melirik jam tanganku “Suzy-ah, Hyun-ah, aku pergi dulu. Aku menyesal sekali tidak bisa menemani kalian karena aku ada jadwal sebentar lagi. Annyeong” pamitku.

“gwenchana, Myung-ah. Mianhae sudah merepotkanmu” Suzy menundukkan kepalanya berkali-kali padaku.

“aku akan datang lagi kesini malam nanti” tanpa aku sadari, aku mengusap-usap puncak kepala Suzy.

***

 

Suzy POV

Aku tersentak saat Myungsoo mengusap-usap puncak kepalaku, apalagi ia mengatakan kalau ia akan datang kesini lagi. Itu membuatku menjadi senang. Walaupun ia dingin, ternyata ia baik sekali dan sangat memperhatikanku.

Jika ia tidak memperhatikanku, mana mungkin tadi ia datang ke rumahku dan dengan tulus membawa eomma ku ke rumah sakit. Sungguh. Kukira….. aku jatuh hati padanya.

Tidak, aku bukan baru saja jatuh hati pada Myungsoo. Sebenarnya, aku sudah lama menaruh hati pada Myungsoo tapi aku baru menyadarinya sekarang. Perasaan itu makin lama makin tumbuh didalam hatiku.

“noona beruntung sekali punya namjachingu seperti Myungsoo hyung. Terkenal, baik, tampan, dan ramah sekali padaku. Ia memperlakukanku seperti dongsaengnya sendiri” ucap Baekhyun dengan mata berbinar-binar.

“jinjja?” ya, aku memang beruntung bisa menjadi pacar Myungsoo. Walaupun itu hanya kepura-puraan belaka.

“oh iya noona tadi hyung memberiku susu kedelai. Apa noona mau?” tawar Baekhyun.

Aku menggeleng “kau tidak ingat noona bisa keracunan jika meminum susu kedelai” aku menyentil pelan kepalanya.

Baekhyun terkekeh pelan, lalu menghabiskan susu kedelainya sendiri.

Ngomong-ngomong soal susu kedelai, aku jadi ingat susu putih yang aku minum saat pesta Youngjun oppa dengan tunangannya. Apa mungkin susu putih itu adalah susu kedelai? pantas saja aku langsung sakit sesudah acara itu.

Kukira aku sakit karena ciuman Myungsoo, hahaha. Konyol sekali. Meski begitu, aku tidak menyesal Myungsoo sudah mengambil first kiss ku. Aku malah merasa beruntung ~

Perlahan, suasana diruangan ini sudah tidak seduka tadi. Aku dan Baekhyun mulai membicarakan berbagai lelucon yang membuat kami tertawa terpingkal-pingkal.

Sesuai ucapan Myungsoo tadi, ia datang kesini lagi malam ini.

“apa eomma mu sudah baikan, Suzy-ah?” tanya Myungsoo.

“belum” jawabku dan Baekhyun, sendu.

“hmmm, apa kalian sudah makan?”

Kali ini Baekhyun menggelengkan kepala sambil mengusap-usap perutnya “aku lapar sekali, noona” ia menoleh ke arahku, sedangkan aku malah menoleh lagi ke arah Myungsoo.

“Suzy-ah, ayo kita cari makanan disekitar sini!” Myungsoo menarik pelan tanganku dan jujur itu kembali menimbulkan sengatan listrik lagi disekujur tubuhku.

Sebelum pergi, Myungsoo memastikan “Baekhyun-ah, apa kau tidak apa-apa menemani eomma mu sendirian?” tanya Myungsoo.

Baekhyun mengangguk mantap “tenang saja, aku bisa menjaga eomma”

Duh. Myungsoo perhatian sekali. Bahkan, ia tidak terlihat seperti Myungsoo tiga minggu yang lalu, saat pertama kali aku mengenalnya.

Setelah membeli makanan bersama Myungsoo, kami mengitari taman yang ada dibelakang rumah sakit. Walau sudah malam, masih banyak pasien yang sedang duduk-duduk atau sekadar lalu lalang ditaman ini “Suzy-ah, apa kau tidak apa-apa?”

Aku mendongak terkejut. Ini pertama kalinya Myungsoo memanggilku dengan sebutan informal saat kami hanya berdua”

“tidak usah khawatir” jawabku.

“syukurlah” tidak terselip nada dingin disuara Myungsoo.

“Myungsoo-ya, aku ingin mengatakan sesuatu…..”

“katakanlah”

“….a-aku… menyukaimu”

To be continued

Aduh, ceritanya makin absurd gitu ya? wkwk, maklum author masih amatiran. Tolong kasih kritik dan saran ya buat cerita ini dikomentar. Koment kalian sangat berarti buat author melanjutkan cerita ini. Gomawo^^

24 responses to “Mentira -9

  1. Omo zyeonn sangat berani,salut deh sama dia
    Tapi apa yg akan dikatakan myungsoo,huft kurasa dia akan menolaknya.
    Apapu yg terjadi Stay strong ya zyeoon

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s