Illa Illa {Ficlet}

PicsArt_02-28-03.08.41.jpg

Title : 일라 일라 (Illa Illa)

Author : HyeKim

Genre : Romance, Sad, Angst, Fantasy

Rating : PG-15

Lenght : Ficlet

Main Cast :

-Bae Suzy

-Choi Minho

Disclaimer : This is just work of fiction, the cast(s) are belong to their parents, angency, and God. The same of plot, character, location are just accidentally. This is not meaning for aggravate one of character. I just owner of the plot. If you don’t like it, don’t read/bash. Read this fiction, leave your comment/like. Don’t be plagiat and copy-paste without premission.

              HAPPY READING               

HyeKim ©2016

║ ♫ ║ ♪ ║ ♫ ║ ♪ ║

Inspiration from sad-beautiful music video ; Juniel – Illa Illa. But I make it different

 

Bae Suzy. Gadis berparas cantik yang memiliki toko bunga di daerah Jamsil. Gadis dengan senyum malaikat yang mampu membius banyak pria, termasuk Choi Minho. Lelaki berperawakan tinggi yang sedang berdiri di depan toko bunga Suzy. Minho tersenyum kala sang gadis pujaan memamerkan senyumnya kepada para pelanggannya. Perlahan namun pasti, rajutan langkah Minho kian memasuki dan mendekat pada gadis bermarga Bae itu.

‘Tuk!’

Minho mengetuk meja tempat Suzy duduk. Kepala yang semula tertunduk pun terangkat disertai lipatan kening Suzy yang mengkerut bingung. Wajah itu belum pernah berubah sekalipun meskipun sudah 6 tahun lamanya berlalu.

“Selamat datang Tuan,” Suzy lantas berdiri dan membungkuk, Minho tersenyum tipis. “Ada yang bisa saya bantu?”

“Aku ingin satu buket bunga sedap malam, Nona. Tolong bungkuskan untukku,”

“Baiklah Tuan, tunggu sebentar,” ucap Suzy disertai senyum di paras ayunya yang membuat darah Mino berdesir hebat dan memompa jantungnya berdetak membentuk irama layaknya lagu penghantar tidur. “Ini pesanan anda Tuan. Seharga 12 won.” Minho menerima pesanan bunganya seraya memberi bayarannya. “Terimakasih Tuan. Semoga hari anda menyenangkan.” Suzy kembali tersenyum.

Minho hanya mengangguk dan melangkah pergi. Ditolehkannya kembali kepalanya, dapat dilihat Suzy masih setia dengan senyum manisnya. Minho tersenyum makin lebar melihatnya.

**

Pensil lukis tersebut bergerak-gerak layaknya menari di atas buku sketsa, yang lalu terciptalah sketsa figur seorang gadis di sebuah toko bunga. Figur seorang Bae Suzy yang dihasilkan oleh gerakan menggambar ala Choi Minho. Minho tersenyum melihat hasil tangannya. Lelaki bermata belo itu lantas berdiri dan menaruh satu buket sedap malam di atas gundukan tanah di sampingnya. Minho menatap berarti gundukan tanah tersebut yang layaknya tempat ternyaman untuknya saat ini. Setelah itu, lelaki bermarga Choi itu menggeret langkahnya untuk pergi dari sana.

Setelah beberapa menit berjalan. Minho pun sampai di toko bunga milik Suzy. Gadis yang dulu sangat ia sukai semenjak duduk di bangku Sekolah Menengah Atas. Minho menggerakan alat berjalannya menerobos masuk ke toko bunga tersebut. Tampak Suzy sedang merancang satu ikat bunga lili. Menyadari kehadiran Minho, Suzy mengangkat kepalanya dan tersenyum kearah lelaki tersebut. Lelaki yang hampir seminggu ini mengunjungi toko bunganya.

“Hai Minho-ssi,” sapa Suzy. Rasanya Minho kembali jatuh cinta melihat gadis ini kembali. Suzy adalah cinta pertamanya dan mungkin juga cinta abadinya. “Aku sudah menyiapkan bunga sedap malam untukmu.” Suzy pun lalu mengambil satu buket sedap malam di atas meja dan menyodorkannya pada Minho.

Minho menerimanya dan duduk di hadapan Suzy. “Terimakasih Suzy-ssi,”

Suzy tersenyum dan mulai merancang kembali bunga yang tadi terhenti karena kehadiran Minho. Gadis bermarga Bae itu mulai bercerita tentang kehidupan sehari-harinya. Minho hanya tersenyum kala melihat sang cinta pertama yang menceritakan kebawelan orang tuanya dengan ekpresi lucu. Kebawelan orang tuanya yang tak habis 6 tahun ini, yang membuat Suzy pusing setengah mati.

“Kau tahu, Minho-ssi, aku lelah mendengar ayah dan ibuku berkata ‘cepatlah ingat masa lalumu,’ ya setidaknya aku masih menganggap mereka orang tuaku. Hanya beberapa memori yang masih hilang. Ck! Ini semua karena kecelakaan sialan itu yang membuatku hilang ingatan,” cecar Suzy. Ya, gadis dengan senyum kelinci tersebut pernah mengalami kecelakaan yang menyebabkannya amnesia.

“Aku setuju dengan kedua orang tuamu. Kau harus cepat mengingat, karena siapa tahu orang yang kau cintailah yang memorinya masih hilang dalam ingatanmu,” ujar Minho membuat Suzy menatapnya.

“Orang yang kucintai?” ulang gadis tersebut, Minho mengangguk. “Siapa gerangan orang tersebut ya?” gumam gadis itu yang lagi-lagi membuat Minho menyunggingkan satu senyuman tipis.

**

“Minho-ya, aku mencintaimu,”

“Kamu kan hanya memikirkanku. Lihat saja isi buku sketsamu isinya aku semua,”

“Kamu adalah cinta pertamaku. Dan aku adalah cinta pertamamu. Cinta kita akan abadi selamanya, Minho-ya,”

**

Minho melihat penuh arti kalung jamnya yang perlahan bergerak lambat dan menandakan sebentar lagi jam tersebut berhenti berdetak. Minho duduk menyender pada tembok dan menutup wajahnya dengan kedua tangan, lalu mengacak rambutnya frustasi. Waktunya tak banyak lagi dan Suzy masih belum mengingat masa lalunya. Minho melirik sekilas sketsa gambar Suzy dan lalu dirinya berdiri dari duduk manisnya. Minho merobek sketsa tersebut dari bukunya, kemudian melangkah pergi.

Toko bunga Suzy berdiri kokoh di hadapan Minho yang tampak tegang. Tanpa ragu, Minho memasuki toko bunga tersebut. Dapat dilihat Suzy sedang membersihkan toko bunganya yang akan segera tutup. Gadis itu sedikit terkejut kala melihat Minho.

“Eh? Minho-ssi?”

Minho menarik napasnya dan lalu membuangnya. “Suzy-ssi,” panggil Minho membuat gadis berparas manis tersebut menatapnya bingung. “Waktuku sekarang tak banyak…” Minho melirik sekilas kalung jamnya yang detakannya kian melambat. “Aku…mencintaimu…dari dulu,” ungkap Minho akhirnya dan tampak Suzy memasang wajah terkejutnya.

“A-..pa?” Suzy tampak memastikan pendengarannya dan Minho tampak menghela napasnya, kemudian mengangguk.

“Ya, aku mencintaimu. Kumohon ingatlah semua kenangan itu.” Minho menatap dalam manik mata Suzy, kemudian tersenyum perih. Jarum kalung jamnya sudah siap-siap berhenti. “Selamat tinggal, Suzy-ssi.”

Minho pun langsung pergi meninggalkan Suzy yang masih kebingungan. Setelah tersadar dengan apa yang terjadi. Suzy pun mulai menyusul Minho.

“Minho-ssi,” seru Suzy yang langsung menyusul pria tersebut. Namun nihil, dirinya tak mendapati sosok Minho dan hanya mendapatkan selembar kertas di depan toko bunganya.

Suzy perlahan berjongkok dan mengambil kertas tersebut. Sebuah sketsa dirinya yang sedang merangkai bunga sedap malam. Di ujung kertas tersebut terdapat deretan rapi tulisan tangan Minho.

‘Never forget love        

첫사랑은 아름다워서 첫사랑은 꽃이랍니다 봄이 오면 활짝 피는 오~ 눈이 부신 꽃처럼
첫사랑은 어린애처럼 첫사랑은 서투릅니다 사랑을 아낌없이 주고 갖질 못하니까’

            (Never forget love

First love is beutiful, first love is flower. If spring comes, your dazzling eyes are  like  flowers
First love is like a kid, first love is clumsy. You shower me with love, I can’t receive it)

Tangan Suzy bergetar kala seluet memori melintas diotaknya. Air mata meluncur bak menganak sungai dipipi tirusnya.

“Bae Suzy!” Minho memanggil kekasihnya itu dan lalu berlari kearah Suzy. Dirinya mendorong gadis tersebut ke sisi jalan, membiarkan truk teronton tersebut bertabrakan dengan tubuhnya.

“Minho-ya,” ucap Suzy disela isakannya.

Suzy menatap sayu Minho yang sama-sama terkapar lemah jauh di depannya. Gadis itu merasa kepalanya pening kala terbentur tortoar sekon yang lalu. Gadis tersebut dapat melihat Minho membisikan kata ‘Aku mencintaimu,’ disaat-saat terakhir dirinya membuka mata.

“Minho-ya, kenapa?” isakan itu makin kian terdengar pilu.

Dari kejauhan sana, Minho menatap sang kekasih dengan sayu. 6 tahun lalu, Minho menyelamatkan Suzy yang tanpa hati-hati menyebrangi jalan. Karena hal tersebut, dirinyalah yang tertabrak truk teronton dan menghembuskan napas terakhir sekon berikutnya. Minho diberi kesempatan setelah 6 tahun dirinya meninggal untuk membuat Suzy mengingat dirinya kembali dan waktu untuk dirinya melakukan tugas adalah 1 minggu. 1 minggupun berlalu dan Minho sudah menyelesaikan tugasnya.

“Selamat tinggal Suzy, aku mencintaimu,” gumam Minho yang perlahan melebur dan menghilang untuk selamanya.

**

Kadang kala ada dimana sebuah kenangan lebih baik tidak diingat bila kenangan tersebut sangat menyesakkan dada. Suzy telah mengingat semuanya. Tentang Minho, kekasihnya saat duduk di bangku Sekolah Menengah Atas dan kekasih yang meninggal karena menyelamatkannya. Minho, cinta pertamanya yang masih selalu ada di relung hatinya. Suzy memandangi sketsa dirinya dari hasil buatan Minho dan mengelus gambar tersebut.

“Minho-ya, aku datang ke sini menjengukmu setelah sekian lamanya. Semoga kamu bahagia di sana,” ucap Suzy sembari memandangi gundukan tanah di hadapannya. Lalu melakukan sujud perghormatan dan menaruh sebuket bunga sedap malam di atasnya.

illa illa illa, illa illa illa, illa illa illa, 나의사랑 good-bye

까만 밤하늘에 그려있는 별이 그대 추억 불러오면, 오랜 일기장 속에서 그댈 꺼내봅니다

 

My baby illa illa illa, baby illa illa illa, baby illa illa illa

Never forget love

(illa illa illa, illa illa illa, illa illa illa, My love good-bye

The stars in the dark night sky, that time I recall the memories, in my old diary, you come out.

My baby illa illa illa, baby illa illa illa, baby illa illa illa
Never forget love)

 -FINISH-

Hello all! author HyeKim di sini, ini postan pertamaku dan semoga kalian suka ya ahaha, Dan aku bawain couple kesukaanku, MinZy Couple >< sumpah ya aku buat ini ngebut hari ini lewat laptop papaku ya fyi aja laptopku lagi rusak T__T jadi maaf bangetttt ini no feel, absurd, gaje, dan banyak typo. 

boom shakalaka, do you want some fic with my imagination?

just visit my land

(http://www.hyekim16world.wordpress.com)

See u. Mind to review?^^

26 responses to “Illa Illa {Ficlet}

  1. halo hyekim^^ saya xian, penulis paling amatir di KSF, hehe, salam kenal yaa.
    fict sad di malam minggu kaya begini apa atulah, makin sendu malam minggu saya punya. huhu. tetapi secara keseluruhan. saya bisa dan sangat menikmati cerita ini. meski ada beberapa catatan seperti alur yang terkesan agak cepat. akan tetapi detil dari beberapa fragmen cerita yang kamu gambarkan serta karakterisasi yang cukup baik bisa meng-cover itu semua🙂
    dan sedikit review untuk EYD seperti:
    mengkerut bingung = harusnya mengerut bingung. prefiks Me yang bertemu huruf k, s, t, dan p hurufnya akan hilang.
    preposisi di dan ke itu ditulisnya terpisah dengan kata selanjutnya ya🙂

    secara keseluruhan, you did well. maaf ya komentar yang terkesan menggurui ini, kita sama-sama belajar yaa.
    aniwei, keep writing and god bless ^^

    • Malam minggu yg sendu kok aku jd sedih bacanya :’)

      Eheh makasih udh baca dan komen. Dan syukur aja kalo kamu menikmati😀 ya aku jg rasa ini kecepetan karena aku buatnya nyebut dan bkan di laptopku;_; krn laptopku msh rusak pas itu T^T jdilah absurd kebut bbrp menit buat fic ini huhu😥

      Ih gak apa kok aku malah seneng ada yg koreksi karyaku😀 malah terasa di perhatiin kkk~ makasih dan makasihhh banget udah koreksi dan membuatku belajar dan belajar lagi:)

      Salam kenal juga xian😀 aku author baru di KSF dan yg pastinya lbh amatir dari kamu eheh😄

  2. sediih dan feelnya dapet😦 astaga udh lama aku engga baca cerita minho suzy dan sekarang malah baca sad enfing😦
    ah ia saran saya ada beberapa EYD yang harus diperbaiki dan pemilihan kata yang benar sehingga akan membuat pembaca lebih menyatu dengan cerita ^^ semanga ya nulis cerita suzy lainnnya ^-^)9

    • Ehehe syukurlah kalo feelnya dapet. Iya udah lama padahal aku shipper dia. Suzy sama Choi Minho, bukan sama yang Lee😄 /padahal dikehidupan nyata sama yang Lee/

      Okay dear aku masih tahap belajar kok eheh🙂🙂 makasih sarannya❤

      • nah sama aku shipper mereka juga😄 ia sayang ya padahal sama namaya beda marga aja😦 kenapa engga sama yg choi aja😦
        semangat ya chingggu belajarnya kalau sering menulis pasti terbiasa dan mempunyai progress yang bagus😀

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s