Abnormal Parents Series Chapter 4

abnormal-parents-reniilubisTitle: Abnormal Parents | Author: reniilubis | Cast: Kim Myungsoo, Bae Suzy, Kim Hyun Gi (OC) | Genre: Family, Drama | Rating: Teen |Length: Chaptered

Disclaimer: All casts are belong to their self and God

Poster by: rosaliaaocha@ochadreamstories

 

 

Happy reading~^^

 

 

Hyun Gi meneguk habis cokelat panasnya yang berada diatas meja. Ia melirik Myungsoo yang kini tengah sibuk dengan ponselnya, appanya itu memang sibuk belakangan ini, sibuk mengurusi persiapan acara Press Conference yang akan diadakan dalam waktu dekat ini. Ini hari senin, Hyun Gi sedang bersiap-siap akan berangkat ke sekolah, namun suara teriakan eommanya dari dalam kamar menghentikan langkahnya.

“KIM MYUNGSOOOO!!!” Myungsoo sempat mengumpat beberapa saat lalu meringis setelahnya. Suzy suka sekali berteriak dipagi hari, dan ia membenci itu. Myungsoo suka ketenangan, dan sepertinya setelah tinggal bersama dengan Suzy, ketenangannya direnggut begitu saja oleh wanita yang ia cintai itu.

Myungsoo dan Hyun Gi saling lirik sejenak, Myungsoo yang mengerti arti tatapan Hyun Gi seolah mengatakan ‘hadapi-saja-sendirian’ itu akhirnya menghela nafas. Dengan langkah gontai ia beranjak menuju kamarnya dengan malas, Hyun Gi memilih menunggu di ruang makan, menebak-nebak apa kali ini yang dilakukan appanya hingga membuat eommanya mengamuk kembali.

Myungsoo memasuki kamarnya dan melotot tak percaya saat melihat Suzy yang kini menangis sambil berdiri diambang pintu kamar mandi. Ia cepat menghampiri Suzy yang terlihat pucat.

“Apa yang terjadi?” Tanyanya panik, Suzy menatapnya tajam.

PLAK—

Sebuah tamparan mendarat di pipi Myungsoo. Myungsoo melotot menatap Suzy yang kini malah melotot balik menatapnya.

“Brengsek!” Gigi Suzy terdengar gemertak. Didorongnya tubuh Myungsoo kuat, dipukulinya dengan keras.

“Bae Suzy! Berhentilah! Apa yang kau lakukan?” Myungsoo berusaha menggenggam tangan Suzy.

“LIHAT ULAHMU, BODOH!” Suzy masuk kembali ke dalam kamar mandi, ia meraih alat testpack yang tergeletak diatas lantai, dilemparnya alat testpack tersebut tepat ke wajah Myungsoo. Suzy terduduk dilantai sambil menutup wajahnya, ia menangis terisak tak karuan sembari sesekali mengumpat Myungsoo sebisanya.

Myungsoo terdiam, ia meraih alat testpack tersebut dan memperhatikannya, hatinya tiba-tiba saja menghangat saat melihat dua garis yang artinya positif itu tertera disana.

“LIHAT ULAHMU, BODOH! AKU HAMIL!” Teriak Suzy lagi, Myungsoo menatapnya lalu menarik tubuh Suzy agar memeluknya. Suzy menolak.

“PERGI!” teriak Suzy kalap.

Myungsoo tak menyerah. Didekapnya erat tubuh Suzy. “Suzy-ya~”

Hyun Gi membuka pintu kamar orang tuanya dan masuk ke dalam dengan terburu-buru saat melihat Suzy kini dalam kondisi yang mengenaskan dan Myungsoo yang berusaha untuk menenangkannya. Saat tadi ia mendengar suara Suzy yang berteriak membuatnya penasaran dan akhirnya ia menyusul appanya masuk ke dalam kamar. Ia mendekati kedua orang tuanya, dan sudah siap untuk memarahi appanya karena sudah berani membuat eommanya menangis.

“Ada apa ini? Kenapa eomma menangis?” Tanyanya heran sambil menatap kedua orang tuanya bergantian.

“AKU HAMIL, BRENGSEK! KAU HARUS BERTANGGUNG JAWAB!” Suzy bangkit berdiri, ia kembali memukuli tubuh Myungsoo. Hyun Gi tampak mengerutkan dahinya, namun detik berikutnya ia mengerti apa yang sedang terjadi saat melihat sebuah alat testpack kini tergeletak di dekat kaki Myungsoo. Ia tersenyum penuh arti saat mengetahui sang eomma yang kini sedang hamil meskipun masih terbilang muda.

“Suzy-ya, tenanglah.” Myungsoo masih berusaha menenangkan Suzy. Sebenarnya ia heran, apa yang membuat Suzy marah besar seperti ini saat mengetahui dirinya hamil? Namun Myungsoo cepat mengerti dimana letak masalah Suzy. Suzy pasti memikirkan tentang karirnya yang kini popularitasnya sedang naik daun.

Hyun Gi berdecak tak percaya, apa-apaan eommanya itu meminta pertanggung jawaban pada appanya? Tanpa Suzy minta pun Myungsoo sudah pasti akan bertanggung jawab dengan senang hati, toh Suzy hamil juga karena ulah appanya sendiri. Benar-benar bodoh sekali.

“Appa itu suami eomma. Kenapa eomma bertingkah seolah-olah eomma diperkosa oleh appa?” Hyun Gi yang membuka suara kali ini, Suzy langsung menatapnya tajam. Myungsoo mendengus, Hyun Gi benar-benar tidak tahu waktu sekali bercanda disaat seperti ini.

“AKU HAMIL! BAGAIMANA KARIRKU?” Suzy kembali mengamuk, ia meronta-ronta meminta dilepaskan saat Myungsoo kini menggenggam tangannya.

“Suzy-ya, jangan memikirkan tentang karirmu. Grup mu akan vakum selama 3 tahun karena Jiyeon mengalami patah kaki, kan?” Suzy masih sesenggukan, ia akhirnya baru mengingat hal itu. Sudah seminggu ini libur dari dunia keartisannya, kenapa ia bisa lupa akan hal itu?

Hal itu memang benar adanya. Salah satu teman satu grupnya tersebut mengalami kecelakaan mobil yang cukup parah saat dia sedang menuju ke Busan untuk jadwal individunya disana yang mengakibatkan kaki kanannya patah dan harus segera mendapat perawatan medis. Agensi terpaksa harus mengumumkan dan mengkonfirmasi bahwa girl grup WONDERLAND akan vakum dari kegiatan mereka selama 3 tahun demi kelangsungan girl grup mereka ke depannya hingga Jiyeon sembuh total dan bisa beraktivitas seperti biasa. Namun jadwal individu anggota yang lainnya masih berjalan normal. Banyak fans mereka yang turut prihatin atas kejadian yang menimpa Jiyeon, dan banyak juga yang kecewa karena mereka harus vakum selama 3 tahun, itu bukan waktu yang singkat. Tapi setidaknya fans nya yang lain masih banyak yang mendukung dan memberikan mereka semangat.

“Kau benar.” Ujar Suzy setelah ia sudah mulai tenang. Myungsoo dan Hyun Gi menghela nafas lega bersamaan.

“Myungsoo-ya, apa kau senang mengetahui aku hamil saat ini?” Tanya Suzy pada Myungsoo, ia memasang wajah yang amat menggemaskan dimata Myungsoo namun membuat Hyun Gi mual saat melihatnya. Myungsoo mengangguk semangat sembari tersenyum lebar.

“Kalau aku tidak senang aku sudah menyuruhmu untuk menggugurkan anak itu sedari tadi.” Myungsoo bermaksud bercanda, namun Suzy menganggap ucapan Myungsoo itu serius, ekspresi wajahnya berubah suram seketika.

“Aku sangat senang, Kim Suzy. Aku senang sekali. Terima kasih sudah bersedia mengandung anak itu untukku.” Myungsoo cepat memeluk tubuh Suzy. Rasanya bahagia sekali karena sebentar lagi mereka akan kedatangan satu anggota baru yang akan melengkapi kehidupan keluarga mereka.

“Ehem!” Hyun Gi sengaja berdehem untuk menarik perhatian orang tuanya. Terkadang ia merasa tidak dianggap sebagai anak saat orang tuanya itu sedang dilanda kasmaran yang berlebihan. Ia sudah bosan melihat orang tuanya yang tidak pernah sekalipun absen mengumbar kemesraan di depan matanya.

Myungsoo dan Suzy cepat-cepat memisahkan diri, mereka menatap Hyun Gi kikuk. Suzy segera berjongkok untuk memeluk Hyun Gi erat, Hyun Gi hanya diam saja menanggapinya.

“Hyun Gi-ya, apa kau senang karena sebentar lagi kau akan memiliki seorang adik?” Tanya Suzy semangat, Hyun Gi membalas pelukan Suzy, ia selalu suka jika eommanya memeluknya, asal bukan pelukan yang mematikan.

“Aku sangat senang, eomma. Jagalah adikku sampai dia lahir nanti.” Hyun Gi tersenyum lebar, kelihatan mirip seperti Myungsoo. Hyun Gi juga merasa tidak sabar untuk segera memiliki seorang adik yang lucu, agar dirinya mempunyai teman nanti dan tidak merasa kesepian lagi.

Suzy juga ikut merasa bahagia karena ternyata suami dan anaknya sangat mengharapkan adanya kehadiran orang baru dikeluarga mereka. Myungsoo dan Hyun Gi adalah lelaki terbaik dalam hidupnya yang selalu mengerti dirinya.

Tanpa sadar Suzy kembali terisak, kali ini tangisan haru bahagia. Ia tidak tahu akan jadi apa dirinya dimasa depan jika tidak ada Myungsoo dan Hyun Gi dihidupnya. Ia merasa sangat bersyukur karena Tuhan memberikannya kehidupan sempurna seperti saat ini, ia dikelilingi oleh orang-orang yang hebat dan peduli padanya. Suzy buru-buru menghapus air matanya dengan cepat sebelum Myungsoo dan Hyun Gi menyadarinya, ia melepaskan pelukannya pada tubuh Hyun Gi, menatap anak luar biasanya sambil tersenyum kemudian mengecup bibir Hyun Gi singkat.

“Sebaiknya kau berangkat ke sekolah sekarang. Belajar yang rajin.” Hyun Gi mengangguk semangat kemudian memberikan pose hormat dihadapan Suzy.

“Siap, Captain!” Suzy kembali tersenyum, ia bangkit berdiri lalu menatap Myungsoo yang kini mengelus kepala Hyun Gi.

“Hati-hati dijalan, pulang ke rumah tepat waktu.” Hyun Gi kembali menganggukkan kepalanya.

“Aku berangkat.” Seru Hyun Gi sambil berjalan keluar kamar, menyisakan Myungsoo dan Suzy yang kini menatap kepergian anaknya yang sudah menghilang dibalik pintu.

Suzy memeluk Myungsoo secara tiba-tiba membuat Myungsoo tersentak. Namun detik berikutnya ia tersenyum dan membalas pelukan sang istri.

“Myungsoo-ya~”

“Hm?”

“Terima kasih~” Suzy semakin menenggelamkan kepalanya di dada bidang Myungsoo. Myungsoo kembali tersenyum, dan kini ia meletakkan dagunya diatas kepala Suzy, meresapi harum rambut Suzy yang selalu ia sukai.

“Aku yang seharusnya berterima kasih padamu.” Suzy memejamkan matanya. Harus berapa kali lagi ia mengatakan kalau Myungsoo adalah pria sempurna? Myungsoo selalu saja sukses membuat jantungnya berdebar tak karuan.

“Kita akan memiliki anak lagi.” Suzy mengeratkan pelukannya, ia bisa merasakan Myungsoo mengangguk.

“Awalnya aku berpikir kalau aku tidak akan bisa memberikan keturunan untukmu.” Suzy menggigit-gigit bibirnya. Ia sempat hampir putus asa karena sudah lebih dari setahun mereka menikah namun tak ada tanda-tanda kalau dirinya akan mengandung. Ia takut mengecewakan Myungsoo.

“Itu tidak masalah bagiku. Kita sudah memiliki Hyun Gi. Sampai matipun aku akan selalu menganggap Hyun Gi adalah anak yang lahir dari rahimmu.” Mata Suzy memanas, sepertinya kali ini ia benar-benar merasa seperti wanita yang cengeng.

“Terima kasih, Myungsoo-ya~~” Myungsoo melepaskan pelukannya, ia kini menatap Suzy dalam-dalam. Myungsoo mendekatkan wajahnya dengan wajah Suzy hingga kini hidung mereka bersentuhan, sebelah tangannya mengelus tengkuk kepala Suzy dengan lembut.

“Kau menyempurnakanku, Kim Suzy. Kau menyempurnakan hidupku. Terima kasih. Aku mencintaimu.” Myungsoo menarik tengkuk kepala Suzy hingga kini bibir keduanya saling menempel, Myungsoo melumat bibir Suzy dengan lembut, memberikan kecupan-kecupan ringan yang sukses membuat Suzy kini terbuai dengan ciuman yang Myungsoo berikan.

Myungsoo melepaskan ciumannya saat merasa keduanya hampir kehabisan oksigen. Myungsoo menatap Suzy yang kini tengah tersenyum ke arahnya, ia kembali mengecup singkat bibir Suzy dan kini beralih mencium dahi Suzy.

“Ayo kita beritahu appa dan eomma kabar bahagia ini.” Suzy mengangguk semangat.

 

 

**********

 

 

“Aku pulang!” Teriak Hyun Gi sambil berlari kecil memasuki apartemennya.

“Eoh, kau sudah pulang?” Suzy yang menonton TV beralih menatap anaknya yang kini sudah mendudukkan dirinya disebelahnya. Wajah Suzy terlihat kusut, dan Hyun Gi cukup peka untuk menyadari hal itu.

“Eomma kenapa?” Tanya Hyun Gi sambil melepaskan kaos kakinya. Ia kembali menatap eommanya yang kini sudah merengut lagi.

“Aku benci Myungsoo!” Sentaknya yang cukup membuat Hyun Gi hampir terjatuh dari sofa tempat duduknya. Hyun Gi terkekeh pelan, eommanya memang sangat manja belakangan ini, mungkin efek dari kehamilannya. Tapi eommanya tak pernah mengadu padanya kalau dia membenci Kim Myungsoo, appa tampannya si es dari kutub itu. Eommanya hanya akan mengadu betapa cueknya Myungsoo dan setelahnya dia akan berteriak, ‘AKU SANGAT MENCINTAINYA!’.

“Waeyo? Appa mencueki eomma lagi?”

“Ne~ dia tak mau membelikan eomma es krim.” Adunya yang membuat Hyun Gi merasa kelakuan eommanya ini sungguh keterlaluan. Keluarganya mempunyai banyak bodyguard, dia bisa memintanya pada bodyguardnya itu, kan?

“Tapi eomma bisa meminta bodyguard untuk membelinya, kan? Eomma hanya perlu menelepon mereka dan menyuruh mereka membelikan es krim sebanyak apapun yang eomma mau.” Hyun Gi mencoba memberikan pengertian pada eommanya tercinta.

Suzy tampak terdiam beberapa saat, ia mengerucutkan bibirnya persis seperti bocah SD teman sekelas Hyun Gi.

“Hyun Gi-ya, eomma mau es krim.” Rengek Suzy lagi yang membuat Hyun Gi harus menghela nafas penuh kesabaran.

“Berapa banyak yang eomma inginkan? Aku akan membelinya.” Tapi Hyun Gi paling tidak bisa jika menolak keinginan eommanya, apapun itu ia akan berusaha untuk memenuhi setiap permintaan Suzy.

“Aku ingin membelinya dengan Myungsoo!”

“Tapi appa belum pulang. Appa masih bekerja. Apa perlu aku yang menemani eomma membelinya?” Hyun Gi masih berusaha sabar untuk menghadapi eommanya yang luar biasa manja.

“AKU MAU MEMBELINYA DENGAN MYUNGSOO, KIM HYUN GI!” Teriak Suzy keras, membuat Hyun Gi terlonjak kaget akibat teriakan eommanya yang tiba-tiba. Hyun Gi menghela nafas pasrah. Sepertinya mulai saat ini dirinya harus sering mengelus dada menghadapi tingkah ajaib eommanya. Hyun Gi mengeluarkan ponsel dari saku celananya, kemudian menghubungi seseorang.

“Mr. Park! Seret appa kesini!”

 

 

*

 

 

Mungkin dapat dikatakan tindak kriminal. Saat seseorang menyeretmu dari ruanganmu ditengah kesibukanmu tenggelam dalam duniamu sendiri. Secara paksa dan tanpa mengatakan sesuatu padamu. Dan itulah yang dirasakan oleh Kim Myungsoo saat satu jam yang lalu Mr. Park datang menghampirinya ke ruangan latihannya dan menyeretnya ke apartemen. Myungsoo terpaksa harus mengikuti Mr. Park untuk pulang karena supir pribadi Hyun Gi itu mengatakan kalau dia melakukan ini semua atas perintah dari Hyun Gi sendiri. Dan sesampainya di apartemen, ia dihadapkan dengan wajah Suzy yang tertekuk, dan Hyun Gi yang mengomelinya habis-habisan, dan berujung Hyun Gi malah mengusirnya untuk pergi menemani Suzy membeli es krim.

Dan disinilah Myungsoo dan Suzy berada, di dalam mobil yang terparkir tepat di depan sebuah toko es krim. Myungsoo memberi kode pada salah satu bodyguard yang mengikuti mereka untuk mendekat ke mobilnya. Myungsoo menurunkan sedikit kaca mobilnya, bodyguard yang ia perintahkan kini sudah berdiri disisi mobilnya dan memberikan sebuah buku menu yang sebelumnya ia ambil dari dalam toko es krim tersebut. Suzy meraih buku menu itu dengan semangat dan kini ia sedang sibuk memilih-milih es krim apa yang akan dia pesan.

“Myungsoo-ya, apa yang ini enak?” Tanya Suzy sambil menunjuk salah satu es krim rasa cokelat digambar menu yang tengah ia pegang.

“Hm.”

“Ku rasa tidak usah. Lebih baik yang ini saja.” Ujar Suzy lagi.

“Terserah.” Myungsoo memilih untuk tak banyak berkomentar.

“Kim Myungsoo! Jawaban singkat macam apa itu?” Protes Suzy tak senang.

“Sudahlah, kau mau yang mana?” Myungsoo berusaha mengingat kata-kata Woohyun yang selalu menekankan kata ‘Jadilah suami yang baik’.

“Semua.” Ujar Suzy innocent yang sepertinya menyingkirkan kata-kata Woohyun yang terus terngiang di otak jenius Kim Myungsoo.

“Perutmu bisa sakit nanti. Jangan terlalu banyak memakan es krim.” Myungsoo masih berusaha untuk tetap tenang.

“AKU MAU SEMUANYA, KIM MYUNGSOO!” Teriak Suzy sambil melempar buku menu yang ia pegang ke wajah Myungsoo. Myungsoo menghela nafas, mengumpulkan kesadaran dan kesabarannya.

“Satu saja.”

“SEMUA!”

Myungsoo memilih diam.

“Aku mau semuanya, Myungsoo-ya. Aku lapar!”

“Kalau begitu makan yang lain saja.”

“Tapi aku hanya ingin es krim!”

Myungsoo kembali terdiam.

“Kau tidak menyayangiku?” Myungsoo akhirnya menatap Suzy.

“Kau memang benar-benar tidak menyayangiku.”

“Ambil apa yang kau mau.” Ujar Myungsoo menyerah dan dengan girangnya Suzy memanggil bodyguardnya dan menyebutkan segala jenis es krim yang ada dibuku menu tersebut.

 

*

*

*

 

“Myungsoo-ya~ bangun!” Suzy mengguncang-guncang tubuh Myungsoo yang tertidur di sampingnya dengan sedikit kasar. Ada apa lagi kali ini?

“Aku bekerja besok. Tidurlah, Suzy-ya.” Gumam Myungsoo setengah sadar. Suzy mengerucutkan bibirnya.

“Menyebalkan sekali!” Dengusnya kemudian turun dari ranjang king size-nya.

Beberapa saat kemudian…

“HUWAAA EOMMA! APA YANG EOMMA LAKUKAN?”

Teriakan Hyun Gi yang menggema ditengah malam membuat Myungsoo tersentak bangun, diliriknya tempat kosong di sebelahnya, Myungsoo bersungut. “Kemana dia?”

Myungsoo menghela nafas, kemudian kembali merebahkan tubuhnya. Ia tak peduli asalkan Suzy tak mengganggunya.

BRAKKK—

Ya, sepertinya Suzy memang tidak mengganggunya, tapi seorang bocah laki-laki yang menjabat sebagai anaknya lah yang mungkin saja akan mengganggu tidurnya.

“Ada apa?” Tanya Myungsoo santai pada Hyun Gi.

Tch! Sepertinya wajah datar tak bersalah itu harus segera dilenyapkan menurut anak penerus sah perusahaan Kim dan Bae itu.

“Appa harus bertanggung jawab atas tingkah eomma.”

Myungsoo mendengus. Sepertinya ia harus mengucapkan salam perpisahan pada tidur cantiknya. Hyun Gi langsung menarik paksa tangan Myungsoo agar segera bangkit dari tempat tidur. Karena image seorang Kim Myungsoo yang memang diam saja, jadi dia hanya diam saja meski ditarik secara paksa oleh Hyun Gi seperti itu. Suzy tersenyum saat mendapati sosok Myungsoo yang baru saja keluar dari kamar.

“Eomma mengganggu tidurku! Eomma bahkan menyelinap masuk ke dalam selimutku dan menggrepe-grepe tubuhku!” Adu Hyun Gi pada Myungsoo, Hyun Gi menatap sebal pada eommanya yang semakin lama semakin tidak waras itu.

Myungsoo menghela nafas panjang. Kepalanya serasa akan pecah sebentar lagi jika berlama-lama dihadapkan pada Suzy yang semakin hari semakin manja, semakin aneh pula tingkahnya.

“Kembali ke kamar!” Perintah Myungsoo dengan nada suara yang sedikit meninggi.

“Tidak mau!” Jawab Suzy acuh kemudian menarik tangan Hyun Gi cepat. “Ayo kita bermain petak umpet!” Teriaknya ceria.

“Myungsoo! Kau yang jaga!” Dan jadilah malam yang panjang di apartemen milik keluarga Kim yang disambut dengusan kesal oleh Hyun Gi beserta Myungsoo.

Salahkan ia yang terlalu mencintai Suzy hingga tidak tega untuk menyakiti perasaan istrinya tersebut, salahkan Hyun Gi yang tidak pernah bisa menolak setiap permintaan eommanya, dan salahkan Nam Woohyun yang memiliki suara yang tak terlupakan di telinga Myungsoo dengan kata-kata keramatnya—’Jadilah suami yang baik’.

 

 

**********

 

 

Dengan langkah santai, Myungsoo memasuki kamarnya dan Suzy. Dia bisa melihat wajah Suzy yang ditekuk selucu mungkin—menurutnya. Suzy sekarang tengah menekan-nekan tombol remote TV di tangannya. Mengganti siaran TV secara acak dan tak ada satupun yang menarik perhatiannya. Myungsoo tak terlalu peduli. Ia terlalu lelah hingga ia memilih merebahkan tubuhnya di sofa yang tengah Suzy duduki dan tidur dengan paha Suzy sebagai bantal.

“Selamat pagi~” Sapa Myungsoo mengelus pipi Suzy. Suzy hampir saja menjatuhkan remote TV nya akibat ulah Myungsoo yang dapat terbilang jarang terjadi. Suzy menunduk agar dapat melihat wajah tampan sang suami. Seulas senyuman yang amat indah terlihat.

“Myungsoo-ya, kau sudah pulang?” Myungsoo diam. Dia masih terus menatap ke dalam bola mata kecokelatan milik Suzy.

“Gomawo~” Suzy mengernyit. Terima kasih untuk apa?

Suzy membelalakkan matanya saat Myungsoo menarik belakang lehernya dan melumat ringan bibir merahnya. Namun beberapa detik kemudian Suzy menutup matanya dan mulai membalas ciuman hangat berisi cinta dan kerinduan yang harus ia akui jarang di berikan Myungsoo untuknya.

Saat nafas mereka mulai habis, Myungsoo melepaskan pagutan bibir mereka. Dielusnya lembut perut datar Suzy. “Gomawo karena kau bersedia mengandung anakku.”

Suzy tertegun. Senyuman indah terukir di bibirnya. Di usapnya rambut hitam Myungsoo dan menyanyikan sebuah lagu, membiarkan suaminya tertidur lelap di pangkuannya.

 

*

*

*

 

“Myungsoo-ya~” Rengek Suzy, sekarang mereka tengah berada di dalam kamar super mewah mereka. Myungsoo mendengus, dia terlalu malas menggubris Suzy yang terus meminta hal aneh padanya. Ada apa dengan istri tercintanya itu sehingga manjanya kumat lagi malam ini? Perasaannya tiba-tiba saja tidak enak.

Myungsoo menutup bukunya. Sepertinya konsentrasinya telah hilang. Myungsoo melirik wajah Suzy yang kini bergelayut manja di lengannya.

“Aku ingin kau tersenyum, sekali lagi.” Demi rahangnya yang memang sangat kaku, Myungsoo memang susah tersenyum dan kini ia sudah lebih dari dua puluh kali tersenyum atas paksaan Suzy.

Myungsoo melakukannya juga akhirnya, ia tersenyum manis dihadapan Suzy.

“Kalau begitu, tidur!” Ucap Myungsoo, ia kembali memasang wajah datarnya membuat Suzy mengerucutkan bibirnya.

“Myungsoo-ya~”

“Apa?” Myungsoo ingin sekali keluar dari kamar ini dan mengamankan dirinya di kamar Hyun Gi jika tak mengingat anaknya itu pasti akan mengamuk jika tidurnya diganggu.

“Aku lapar.”

“Keluar dan ambil dilemari makanan. Aku sudah memanaskannya tadi.” Myungsoo makin terlelap. Dia terlalu malas menggubris rengekan Suzy yang semakin menjadi-jadi.

“HUWEEE~~ HYUN GI-YA! MYUNGSOO JAHAT!” Teriak Suzy yang sukses membuat Myungsoo terjatuh dari tempat tidurnya saking terkejut.

Suara derap langkah terdengar mendekati kamarnya dan tampaklah sosok Hyun Gi dengan rambut acak-acakannya membuka pintu kamar Myungsoo dengan paksa.

“Ada apa lagi kali ini?” Tanya Hyun Gi sangar, ia berjalan mendekati ranjang orang tuanya dan menenangkan Suzy sebisanya.

“Molla.” Jawab Myungsoo singkat, ia mendesah frustasi.

“MYUNGSOO TAK MAU MEMBUATKANKU MAKANAN! PADAHAL AKU LAPAR!” Tangis Suzy semakin membahana.

Hyun Gi mengernyit. “Eomma bisa mengambilnya di dapur, appa sudah memanaskannya tadi.” Ujar Hyun Gi yang langsung disambut dengan anggukan kepala oleh Myungsoo.

“Kau tidak ada bedanya dengan Myungsoo! Kalian tidak mengerti kondisiku!” Tuding Suzy makin tak jelas. “Aku mau Myungsoo yang masak. TITIK!”

“Tapi eomma, ini sudah malam. Appa bisa memasakkan makanan untuk eomma besok pagi.” Ujar Hyun Gi mencoba memberi pengertian pada eommanya yang aneh.

Air mata Suzy lolos kembali. Isakan-isakan yang lirih terdengar, membuat Myungsoo mau tak mau bangkit dari keterpurukannya di lantai.

“Aku akan membuatkan bubur untukmu. Tunggu disini.” Myungsoo segera berjalan keluar dan menuju dapur, Suzy langsung menghentikan tangisnya dan menatap kepergian Myungsoo dengan mata berbinar. Ia tersenyum lebar sambil memeluk Hyun Gi erat.

Sementara Myungsoo, ia rasa ia akan mati muda jika disiksa secara perlahan seperti ini.

 

 

**********

 

 

“HUWEEEE~~” Rengek Suzy saat mendapati Myungsoo yang kembali menyelingkuhinya demi sebuah buku yang kini sedang dipegangnya.

“Elus perutku, Myungsoo-ya~” Pinta Suzy dengan kitty eyes nya yang jujur saja membuat Myungsoo mau tak mau menoleh. Ayolah… siapa yang mau melewatkan wajah ingin dilahap milik Suzy yang begitu menggemaskan ini?

Myungsoo menutup bukunya sambil menghela nafas. Di elusnya perut Suzy lembut.  Tapi entah kenapa Suzy malah menepis tangannya dengan kasar.

“Aku tidak suka kau menyentuh perutku!” Pekik Suzy keras.

“Kau yang memintaku tadi.” Sahut Myungsoo keheranan.

“Siapa yang bilang aku memintamu? Aku memang mau seseorang mengelus perutku.”

“Siapa?” Myungsoo sepertinya harus mengingat kembali kata-kata Woohyun, ‘Jadilah suami yang baik’.

“Jongin!” Jawab Suzy singkat.

“MWO?”

 

 

-TBC-

 

 

Note: Annyeonggggg~~~ Chapter 4 nya datang dan maaf ini ngaret lebih dari sebulan huhuhu maafkan saya T,T Semoga masih ada yang menunggu ff absurd ini yaaa~ Aku ngetik chapter ini dalam waktu satu hari loh hehehehe Jadi siapapun itu, tolong sering-sering ingetin aku buat cepet-cepet update, karna biasanya aku suka lupa atau lagi ga mood dan kekurangan ide, atau malah malas #eh wkwkwkwkwk Hayoooo komentar yg sebanyak-banyaknya yaaaa, semangatin aku biar ff ini selalu cepet update kkkkkkk Btw, aku masih mau promosi sama WP baru ku hahahaha sekiranya kalian mau menyempatkan diri berkunjung ke WP pribadiku ( reniilubis.wordpress.com ). Makasih banyak yg selalu setia menanti ff ini dan memberikan komentar berharganya, aku tunggu komentar kalian dichapter ini ya~ SARANGHAEYOOO~^^

Advertisements

75 responses to “Abnormal Parents Series Chapter 4

  1. Sumpah baca ff ini bikin sakit perut karena kebanyakan ketawa.
    Aigoo manjanya suzy yg aneh membuat myungsoo tersiksa wkwkwkwk
    Hyungi disini malah kaya ibu mertua bagi suzy dan myungsoo.

  2. hahahaha suzy bener-bener merepotkan……bisa-bisa anak sama suaminya bisa mati muda…..tingkahnya ada-ada aja makin ajaib lagi………….

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s