[Freelance] Before We Meet Again Chapter 6

Title : Before We Meet Again  | Author : SureTo_Dream | Genre :  Romance | Rating : PG-17| Main Cast : Byun Baekhyun and Bae Suzy | Other Cast : Find by yourself!

Disclamer :

cerita ini adalah cerita murni dari khayalanku yang udah lama aku tulis tapi gak selesai – selesai dan tiba – tiba saja inspirasi muncul lagi saat lihat kedua main cast diatas punya project bersama,, FF ini juga aku publis di WP pribadi aku http://happydreamandstory.wordpress.com/ tapi seperti yang kalian tau, gak asik banget kalo cumen aku sendiri yang baca,,, maaf kalo seandainya dalam penulisan ada kesalahan karena aku hanya manusia biasa yang tak sempurna dan banyak kekurangan ☺☺

�Happy Reading Guys Hope you like it

########

 

“Nayeon’ah apa yang sedang kau lakukan disini?” ucap baekhyun sambil melepaskan pelukan nayeon agar bisa melihatnya lebih jelas

Nayeon tersenyum melihat ekspresi kaget baekhyun, kalau dulu biasanya dia akan langsung bergelanyut manja pada baekhyun tapi sekarang nayeon menahan dirinya untuk tidak melakukan hal – hal yang berbau kekanakan karena nayeon sudah bersumpah pada dirinya sendiri untuk menjadi wanita dewasa semenjak dirinya bergelar master

“tentu saja karena aku merindukanmu oppa, bukankah kau juga merindukanku?” ucap nayeon sambil tersenyum manis

Jangan lupakan suzy yang sekarang sedang berdiri tepat disebelah baekhyun dan menyaksikan semuanya termasuk tadi saat nayeon yang mencium bibir baekhyun tepat didepannya membuat dadanya sesak

“Nayeon sampai diseoul sejak 2 hari yang lalu baek” ucap suho sambil berjalan mendekat dan berdiri disebelah nayeon

“kau tau hyung?” baekhyun beralih bertanya pada suho yang dijawab anggukan oleh suho “sebenarnya aku ingin memberitaumu kemarin tapi nayeon melarangku karena ingin memberikanmu kejutan” jelas suho

“dan kejutannya lagi aku akan bekerja disini oppa, jadi aku bisa selalu dekat denganmu” ucap nayeon penuh semangat

“Mwo??” ucap baekhyun kaget

“Haha,, oppa wajahmu sangat lucu” ucap nayeon sambil mengelus wajah baekhyun penuh sayang “kita lebih baik bicara didalam ajak suho yang membuat nayeon mengangguk mengerti dan segera mengandeng tangan baekhyun masuk yang masih belum bisa berfikir dengan jernih dan meninggalkan suzy yang masih berdiri disana tanpa ada yang menyadarinya disana

Semua karyawan membicarakan kejadian yang mereka lihat barusan dan bagaimana cantiknya nayeon menurut mereka,, jieun mendekati suzy yang masih berdiri ditempatnya

“suzy’ah kwencana?” Suzy menoleh kearah jieun terlihat jelas oleh jieun suzy sedang menahan sesuatu, ketika menyadari hal itu jieun menarik suzy pergi dan membawanya pergi ketempat yang sepi,,

Tidak ada tempat lain yang bisa terpikir oleh jieun selain atap dan begitu sampai disana dan berbalik menatap suzy,, suzy masih saja diam dan tidak mengatakan apapun “Kwencana?” jieun bertanya sekali lagi dan seketika air mata suzy langsung mengalir tanpa bisa tertahan lagi, melihat suzy yang menangis jieun langsung memeluknya “Jangan menangis suzy’ah, kau bisa bertanya nanti pada baekhyun dia siapa”

Ddrrrtt,, ddrrtt ponsel suzy berbunyi dan menampilkan satu pesan disana

From : Baekhyunie^^

 

Kau dimana?? Aku ingin bertemu denganmu, jebal suzy’ah

 

Jieun melihat ekspresi suzy yang membaca pesan “apa itu dari baekhyun?” jieun bertanya dan suzy kemudian memperlihatkannya pada jieun “sepertinya kau memang harus bertemu dengannya” saran jieun pada suzy

__

Setelah kedatangan nayeon baekhyun benar – benar tidak bisa melakukan  apapun dengan bebas, bahkan sekarangpun baekhyun sedang berada diapartemen nayeon karena nayeon yang memaksanya untuk ditemani,, “kenapa kau sama sekali tidak memberiku kabar kalau akan kemari?” tanya baekhyun lagi sambil melihat nayeon yang baru saja keluar dan menggati baju

“bukankah sudah kukatakan dengan jelas padamu oppa, karena aku merindukanmu, lagipula aunty sangat senang aku menyusulmu kemari” jawab nayeon sambil duduk disebelah baekhyun

“sekarang bolehkah aku pulang? karena aku butuh istirahat dan menemui sesorang?” ucap baekhyun yang mengingat dirinya belum bertemu dengan suzy menjelaskan perkara yang terjadi tadi siang

Nayeon terlihat berfikir kemudian menatap baekhyun “apa ini? kau sedang berkencan dengan seseorang tanpa sepengetahuanku oppa?” nayeon bertanya dengan serius, tapi baekhyun sama sekali tidak menjawabnya malah baekhyun seperti mengabaikan nayeon

“jadi benar kau sedang menyukai seseorang?” sambung nayeon lagi “kau tau oppa, kau tidak bisa bersamanya karena kau hanya akan menjadi milikku” ucap nayeon penuh percaya diri

“nayeon’ah jangan mulai lagi” ucap baekhyun malas

“wee oppa, aku tau kau memiliki perasaan juga untukku, tapi kau selalu menyangkalnya” ucap nayeon sedikt marah karena dirinya sangat mengenal baekhyun “apa dia yoja yang dulu kau sukai itu oppa? Apa sekarang kau bahagia karena dia menerimamu? Tapi aku yakin cintanya tidak lebih besar dan tidak lebih tulus dari cintaku padamu” sambung nayeon

Flasback on

Baekhyun baru saja menginjakkan kakinya kembali diamerika dan bertemu dengan kedua orang tuanya,, ini memang bukan kali pertama bagi baekhyun untuk datang keamerika bahkan sebelum dirinya lahirpun orang tuanya sudah menetap disini, tapi baekhyun tidak menyukai amerika itulah sebabnya saat dirinya berada diJHS dirinya memaksa pindah kekorea dan akhirnya tinggal bersama paman dan bibi Kim,

Dan sekarang baekhyun kembali ke amerika atas keinginannya sendiri setelah selesai ditingkat SHS, seperti yang kalian tau karena penampilan baekhyun yang kelewat culun dia menjadi korban bulli, hingga korea menjadi sangat menakutkan untuknya,

“omo uri addeul” ucap nyonya byun yang kemudian memeluk anakknya dengan sayang karena sudah sangat lama tidak bertemu

“Bagaimana keadaanmu? Appa sangat menghawatirkanmu” ucap tuan byun memeluk anaknya “kita akan mengembalikan semuanya sayang, appa sudah menghubungi beberapa dokter ahli untuk mengobatimu”

Baekhyun dan kedua orang tuanya kembali kerumah yang penuh berisi kenangan masa kecil baekhyun “dear what happen?” nyonya byun bertanya saat melihat anaknya hanya berdiri didepan pintu dan tidak masuk

“Aunty,, good afternoon” sapa yoja kecil yang baekhyun bisa perkirakan kalau dia lebih muda 2 atau 3 tahun dari baekhyun

“hey sweet heart, how are you to day?” sapa nyonya byun pada yoja itu dan membuat baekhyun menatap mereka berdua dengan penuh rasa ingin tau

“I’m really fine,, wow who are you?” yoja itu bertanya saat menyadari ada orang yang baru dilihatnya

“He is my son and he’s come back from korea” ucap nyonya byun

“Oh really, I think he’s better than picture you give me aunty” ucap nayeon yang membuat baekhyun mengangkat sebelah alisnya tidak mengerti, karena setaunya ommanya bukan orang yang mudah akrab dengan orang baru “Hei, im Nayeon imida” lanjut nayeon memperkenalkan diri dan mengambil tangan baekhyun untuk menjabatnya

“Baekhyun imida” jawab baekhyun dengan canggung “Aku harap mulai sekarang kita bisa lebih dekat oppa karena aku langsung menyukaimu” ucap nayeon begitu saja

Begitulah awal nayeon mengenal baekhyun dan langsung mengucapkan suka saat pertama kali bertemu dengan baekhyun, bahkan nayeon selalu datang kerumah keluarga byun dan nayeon bisa dikatakan menghabiskan waktunya lebih banyak bersama keluarga byun dibandingkan rumahnya sendiri,, seperti sekarang nayeon masih asik memperhatikan baekhyun tanpa ada niat mengerjakan tugas sekolahnya

“kenapa kau hanya melihatku, cepat selesaikan tugasmu” perintah baekhyun pada nayeon

“oppa, apa menjadi mahasiswa itu menyenangkan?”nayeon bertanya tanpa mengalihkan fokusnya pada baekhyun

“sama saja, tidak ada bedanya” jawab baekhyun

“oppa kapan oprasimu akan dilakukan?” nayeon bertanya lagi dan duduk lebih dekat dengan baekhyun

“seminggu lagi wee?” jawab baekhyun masih memperhatikan tv didepannya “Ya! Apa yang kau lakukan” ucap baekhyun kaget karena tiba – tiba saja nayeon menarik wajah baekhyun dan menangkupnya dengan kedua tangannya “ada apa denganmu?” ucap baekhyun lagi saat nayeon hanya menatapnya sedih dan detik berikutnya Chu~ nayeon mencium baekhyun dan seketika baekhyun membulatkan matanya karena apa yang dilakukan nayeon padanya,,

“Ya kenapa kau menciumku sembarangan” kesal baekhyun saat nayeon melepaskan ciumannya

“aku takut begitu oppa dioprasi nanti, oppa melupakanku” ucap nayeon hampir menangis, mendengar ucapan nayeon sontak baekhyun tidak jadi marah malah baekhyun merasa geli karena nayeon

“Pabo, manamungkin aku melupakanmu, yang dioperasikan mataku bukan kepalaku” baekhyun menghapus air mata nayeon

“Oppa saranghae” ucap nayeon lagi sambil memeluk baekhyun “kenapa kau selalu mengucapkan saranghae padaku bukankah ak-“ ucapan baekhyun terpotong oleh nayeon

“aaaa,,aaa aku tidak mendengarnya” ucap nayeon sambil menutup telinganya,, dan menggeleng – gelengkan kepalanya tanda dirinya tidak mendengarkan apapun yang dikatakan baekhyun

“arasso,, arasso hentikan menutup telingamu itu” baekhyun menarik tangan nayeon agar dia kembali tenang

“Oppa~” panggil nayeon

“wee?” jawab baekhyun malas

“mau kah kau berjanji padaku oppa?” ucap nayeon yang langsung membuat baekhyun mengangkat sebelah alisnya curiga “Aku tau diahatimu ada seseorang,, tapi bisakah kau membuka hatimu untukku? Aku bisa menunggu selama yang kau mau oppa” sambung nayeon membuat baekhyun kaget, karena ini pertama kalinya mendengar pengakuan cinta dari seorang yoja untuknya

“nayeon’ah, aku menyayangimu sebagai seorang teman, aku tidak tau apakah aku bisa menyayangimu sebagai seorang wanita” aku baekhyun jujur karena tidak ingin menyakiti perasaan nayeon

“aku tau oppa, tapi aku bisa menunggu,, dan aku tidak akan pernah mennggalkanmu bagaimanapun keadaanmu, karena perasaanku tulus untukmu”

“Kenapa kau begitu menyukaiku?” tanya baekhyun

“Nan Molla,,” jawab nayeon sambil tersenyum tulus pada baekhyun

__

Nayeon terus saja mondar mandir didepan ruang oprasi, bahkan nayeon terlihat lebih khawatir dari pada tuan dan nyonya byun dan tidak henti – hentinya berdoa agar baekhyun baik – baik saja “nayeonie, sebaiknya kau duduk sayang, baekhyun pasti baik – baik saja” ucap nyonya byun

“aunty, bagaimana nanti kalau baekhyun oppa lupa padaku,, otoke?” balas nayeon sambil heboh sendiri membayangkan berbagai macam kemungkinan

“haha,, kau ada – ada saja, baekhyun kan tidak mengalami amnesia sayang, dia pasti akan sangat mengingatmu” ucap tuan byun yang mengelus kepala nayeon dengan sayang

“uncle, aunty jika nanti baekhyun oppa sudah sembuh dan sekolahku sudah selesai, tolong nikahkan aku dengannya ne” nayeon yang memohon sambil memegang tangan nyonya byun yang tentu berhasil membuat tuan dan nyonya byun tertawa

“apa kau begitu menyukainya?” tanya tuan byun masih tertawa karena tingkah nayeon yang selalu saja lucu dan otomatis nayeon mengangguk mantap “aku bahkan menyukainya sejak pertama kali melihatnya” aku nayeon

Sudah seminggu lamanya baekhyun dirumah sakit dan tentu saja disana juga nayeon selalu setia menemani nyonya byun menjaga baekhyun

“oppa? Kau masih mengenali suaraku?” nayeon bertanya pada baekhyun

“huuuuuh, tentu saja aku mengenali suaramu nayeon” jawab baekhyun kesal karena entah sudah berapa kali nayeon selalu saja menyakan hal yang sama bahkan dalam sehari nayeon bisa menyakan hal yang sama berkali – kali membuat baekhyun bosan untuk menjawab

“Oppa, apa kau tau aku ada dimana sekarang?”

“kau lihat mataku diperban, mana mungkin aku tau im nayeon”

“oppa saat nanti kau sudah sembuh kau tidak boleh melirik yoja lain selain aku” perintah nayeon

“justru aku seharusnya mencari yoja cantik dengan rambut blondie diluar sana dan menghindari yoja gila sepertimu” sindir baekhyun

“baiklah terserah oppa, tapi akan kupastikan yoja – yoja itu akan menerima amukanku bahkan sebelum mereka bisa mendekatimu” nayeon yang mengebu – gebu yang membuat baekhyun terkikik geli dengan setiap ucapan nayeon

“kenapa kau sagat mengerikan?”

“tentu saja karena semua yoja yang mendekatimu dan yang mencoba merebutmu dariku adalah musuhku oppa” nayeon mengingatkan

“Oppa~, jika aku menciummu apa kau tau?” tanya nayeo lagi

“andwe, jangan coba – coba dan tentu saja aku tau karena kau memberi tauku” baekhyun kesal

“aahh seharusnya aku tidak memberitaumu” ucap nayeon yang pura pergi tapi hanya berpindah tempat yang semula disamping kanan baekhyun ke sampiing kiri

“Ya odiga?” baekhyun bertanya tapi nayeon tidak juga menyaut bahkan berusaha menahan tawanya

Chuu~ baekhyun kembali kecolongan

“Yaaaaa!! Apa yang kau lakukan? Omaaaaa~” teriak baekhyun dirumah sakit mungkin jika ada pemilihan pasien tergaduh baekhyun pasti akan menjadi pemenang secara otomatis, untungnya mereka berada diruang VIP bukan diruangan umum sehingga tidak ada yang perotes saat baekhyun berteriak karena kelakuan nayeon

“Ada apa baekhyunie?” nyonya byun yang langsung masuk begitu mendengar baekhyun berteriak seperti orang kesurupan

“Omma,, yoja gila ini menciumku tanpa ijin lagi” ucap baekhyun marah

Nyonya byun yang mendengarnya hanya bisa mengeleng – geleng mungkin ini sudah yang keberapa kali baekhyun mengadukan hal yang sama setiap harinya nyonya byun tidak pernah menghitungnya “nayeon apa itu benar?”

“aku melakukannya karena kalau aku memberitau baekhyun oppa terlebih dulu pasti dia tidak memberiku ijin,, lagi pula nanti begitu perbannya dibuka dan dia sudah bisa melihat dengan jelas mana mungkin aku bisa menciumnya lagi” kilah nayeon yang membuat nyonya byun tidak tau harus berkomentar apa karena alasan yang nayeon berikan selalu sama

“tapi tetap saja, mana boleh yoja berprilaku seperti itu, apa yang orang lain akan pikirkan nanti tentangmu” omel baekhyun

“Biarkan saja aku tidak perduli, toh aku hanya melakukan ini hanya padamu” kilah nayeon lalu kembali mengecup pipi baekhyun kilat kemudian berlari menutup pintu

“Ya im Nayeon, neo” pekik baekhyun kesal dan beralih pada nyonya byun “omma ~ katakan pada dokter juga untuk memperban semua wajahku agar aku selamat dari nayeon sampai perban yang dimataku dibuka” kesal baekhyun

Dan begitulah Ya nayeon menjadi semakin dekat dengan baekhyun dan nayeon sangat tau kalau baekhyun menyukai seseorang tapi nayeon yakin baekhyun pasti akan membalas perasaannya suatu saat nanti,, dan itu hampir berhasil jika saja baekhyun tidak kembali lagi kekorea dan mengoyahkannya

Flasback Off

“aku rasa ini bukan saatnya kita untuk berdebat” baekhyun sambil menarik nafas panjang “lebih baik aku pulang, kau istirahatlah yang baik” ucap baekhyun yang mengecup kening Nayeon singkat dan mengelus kepalanya sebelum akhirnya pergi,,,

karena tidak bisa baekhyun pungkiri, waktu 5 tahun yang dilewatinya bersama nayeon bukanlah waktu yang sebentar, bahkan sekarangpun baekhyun adalah orang yang tidak mengerti perasaannya sendiri, nayeon adalah orang yang mampu membuatnya melupakan semua kesedihannya terhadap suzy dulu, bahkan baekhyun sudah mulai bisa membuka hatinya untuk nayeon, tapi itu sebelum baekhyun kembali kekorea dan kembali bertemu dengan suzy membuat semua usaha yang baekhyun lakukan selama 5 tahun menjadi sia – sia karena perasaannya kembali tumbuh karena banyak kebersamaan yang tidak disengaja terjadi diantara mereka,,

Baekhyun pulang dengan perasaan yang berkecamuk terlebih suzy sama sekali tidak membalas pesannya dan mengangkat telponnya, apalagi nayeon mengajaknya berdebat semakin membuat baekhyun merasa menjadi namja paling buruk saat ini,,

Baekhyun berjalan kedapur untuk mengambil minuman dan baekhyun terdiam sejenak melihat meja makannya yang sudah terisi beberapa makanan dan ada 2 mangkuk nasi disana, baekhyun langsung tau kalau suzy pasti menunggunya sangat lama

Baekhyun berjalan menuju kamarnya dengan gontai tapi betapa terkejutnya baekhyun saat mendapati suzy yang sedang tertidur disana, ada perasaan hangat yang menyelimuti baekhyun karena tadinya baekhyun mengira kalau suzy sudah pulang tapi ternyata suzy masih disana dan tertidur,, baekhyun berjalan mendekati suzy “mianhae” ucap baekhyun penuh penyesalan terlebih saat melihat diwajah suzy yang masih sedikit basah akibat air matanya yang belum mengering,,

Baekhyun kembali keluar dan duduk dimeja makan sambil memakan semua yang dimasak oleh suzy dalam diam, sungguh saat ini baekhyun merasa dirinya sangat berengsek karena menyakiti dua yoja sekaligus

###

Pagi menjelang dan suzy pun terbangun beberapa kali suzy mengucek matanya dan tentu bisa suzy rasakan matanya yang bengkak karena dirinya yang menangis semalaman karena menunggu baekhyun pulang, bahkan dirinya bertanya sendiri kenapa dirinya malah pulang kemari bukan pulang ke apartemennya, bahkan dirinya masih memasak untuk baekhyun, padahal sudah sangat jelas kalau dirinya sedang sangat marah pada baekhyun, mau bagaimana lagi inilah suzy dan semua sudah terjadi,,

Suzy berbalik tapi dirinya tidak menemukan ada seseorang disebelahnya atau jejak seseorang yang tidur disampingnya karena nyatanya bantal yang biasanya berantakan saat suzy bangun terlambat masih terlihat sangat rapi “Jadi kau sama sekali tidak pulang” gumam suzy sedikit kecewa dan tentu sudah ingin menagis lagi, sungguh saat ini dirinya sangat marah pada baekhyun tapi suzy juga sangat merindukannya, Rumit memang tapi inilah dilemma yang suzy rasakan

Suzy berjalan gontai keluar dari kamar baekhyun tapi sepersekian detik mata suzy langsung melebar saat melihat baekhyun yang berada didapur dan sedang menuang jus, suzy langsung saja berlari dan memeluk baekhyun dari belakang entah dorongan dari mana bukankah seharusnya dia marah saat ini bukannya memeluknya seperti ini?

“suzy’ah kau sudah bangun?” tanya baekhyun tapi suzy tidak menjawab bahkan suzy memeluknya semakin  erat “suzy’ah badanku bau dan lengket karena keringat” tambah baekhyun lagi yang memang baru selesai berolah raga ringan

“aku tidak perduli, seharusnya kau diam saja, karena setelah ini aku akan marah padamu” jawab suzy dengan penuh nada kesal, baru saja baekhyun akan berbalik tapi suzy melarangnya “jangan berbalik, diam saja seperti ini” perintah suzy, karena kalau baekhyun saat ini berbalik dan suzy melihat wajah baekhyun bisa jadi suzy lupa untuk marah

“arasso” ucap baekhyun akhirnya

__

Suzy dan baekhyun masih sama – sama diam diruang tengah setelah suasana dingin mencekam dimeja makan dan sekarang masih berlanjut, beruntung hari ini adalah hari sabtu jadi mereka tidak ada yang menambah beban pikiran mereka

“Suzy’ah” panggil baekhyun yang berinisiatif berbicara lebih dulu

“mengenai nayeon” ucapan baekhyun tergantung sebelum kembali melanjutkan ucapannya “nayeon adalah orang yang dekat denganku”

“Jadi dia yoja yang menunggumu di amerika itu?” potong suzy cepat “jadi seperti apa hubunganmu dengannya?” tanya suzy “apa kalian berkencan?”

“ani, kami tidak berkencan, kami memang dekat dan dia memang orang yang selalu mengungkapkan ingin menungguku” aku baekhyun jujur

“kalau kalian tidak berkencan kenapa bahkan dia berani menciummu didepan umum seperti itu?” sanggah suzy

“kalau masalah ciuman, itu tidak berarti apapun, bahkan sejak saat pertemuan pertama nayeon sudah mengatakan kalau dia menyukaiku, dan malah nayeon dari dulu selalu menciumku secara tiba – tiba bahkan tanpa perduli aku suka atau tidak” ungkap baekhyun sambil menarik nafas panjang,, “terus terang aku memang sudah mulai membuka hatiku untuknya, tapi semuanya berubah saat aku bertemu lagi denganmu dan kita mulai dekat”

Baekhyun bangun dari tempatnya dan pindah untuk duduk disamping suzy,, baekhyun memegang tangan suzy sambil berucap “suzy’ah jangan melakukan ini padaku, karena sungguh ini membuatku merasa menjadi lelaki yang buruk” ucap baekhuyun sambil menangkup wajah suzy agar suzy melihatnya “kumohon percayalah padaku”lirih baekhyun sambil menatap lurus kemanik mata suzy,,

Suzy diam berusaha mencari kebohongan disana tapi suzy tidak menemukannya sedikitpun selain kesedihan yang berada disana “mianhae” ucap baekhyun lagi saat suzy tidak memberikan respon apapun padanya yang membuat baekhyun menunduk,, baekhyun berprinsip karena dia adalah namja maka dia harus bisa memilih seberat apapun itu

Suzy memperhatikan baekhyun dengan lekat, sungguh saat ini suzy belum bisa menerima keberadaan nayeon dan kenyataan tentang nayeon bagi baekhyun, tapi suzy juga sungguh tidak ingin kehilangan baekhyun,

Suzy membuang semua egonya dan mencoba mengerti posisi baekhyun saat ini, suzy memeluk tubuh baekhyun dari samping “aku marah padamu baekhyun, tapi aku juga tidak mau jauh darimu, bukankah aku egois pada diriku sendiri?” ucap suzy menenggelamkan wajahnya dipundak baekhyun,,

Mendengar pengakuan suzy sontak membuat baekhyun menoleh “aku mencintaimu suzy, sungguh” aku baekhyun yang kemudian mencium suzy dan menarik tengkuk suzy agar ciuman mereka semakin dalam membagi semua yang mereka rasakan

###

Semantara itu nayeon baru saja sampai dilobi apartemen baekhyun setelah menemui suho dan dari suho juga nayeon mengetahui alamat apartemen baekhyun beserta passwordnya,,

Nayeon merasa sangat perlu bertemu dengan baekhyun, karena sungguh perdebatannya dengan baekhyun sangat menganggu bagi nayeon,,

Nayeon terdiam cukup lama didepan pintu masih memilih antara memencet bell atau masuk sendiri,, akhirnya nayeon memilih untuk masuk sendiri “Oppa odiga” panggil nayeon tapi tidak ada yang menjawab panggilannya yang membuat nayeon terus bejalan santai kedalam, tapi sesaat langkah nayeon terhenti saat melihat apa yang sedang dilakukan barkhyun diruang tengah,,

Tubuh nayeon menjadi kaku tidak dapat bergerak lidahnya menjadi kelu, dan tidak mampu mengeluarkan suara sedikitpun seperti tertahan sesuatu ditenggorokannya,,

Ya sekarang nayeon sedang melihat sendiri baekhyun sedang berciuman dengan seorang yoja yang nayeon sendiri tidak tau karena yoja itu duduk membelakangi nayeon dan nayeon hanya bisa melihat setengah wajah baekhyun dengan mata terpejam yang sedang menikmati manisnya ciuman mereka dan masih tidak menyadari nayeon yang ada disana

Ini adalah kali pertama nayeon melihat baekhyun melakukan ciuman yang cukup intim dengan yoja lain “Aku mencintaimu” ucap baekhyun disela ciumannya dengan suara serak yang langsung membuat dunia nayeon terasa hancur berkeping “op,,,pa,, oppa” ucap nayeon yang dengan susah payah mengeluarkan suaranya

Baekhyun yang merasa ada yang memanggilnya membuat kegiatan keduanya langsun terhenti “nayeon?” panggil baekhyun kaget yang membuat suzy menoleh

Ingin rasanya nayeon menangis tapi nayeon berusaha menahannya karena sudah berjanji pada sehun dan kai kalau tidak akan lemah,,

“sejak kapan kau disitu?” tanya baekhyun yang kemudian bangun mendekati nayeon “suzy’ah kemarilah biar ku kenalkan kau dengan nayeon” panggil baekhyun

“aku tidak mau mengenalmu karena aku membencimu” ucap nayeon seketika saat suzy sudah berdiri dan mendekat kearahnya

“Im nayeon, apa yang baru saja kau katakan” ucap baekhyun sedikit marah karena ucapan nayeon pada suzy

“apa?? Oppa mau marah padaku?” nayeon balik bertanya pada baekhyun “bukankah aku pernah bilang setiap yoja yang dekat dengan oppa adalah musuhku, jadi jangan pernah oppa berharap kalau aku akan menerima hubungan oppa dengannya” ucap nayeon sambil menunjuk suzy

“jangan pikir aku akan merelakanmu begitu saja setelah apa yang kulihat tadi oppa, karena aku hanya akan menganggapnya tidak pernah terjadi” sambung nayeon yang berbalik pergi meninggalkan suzy dan baekhyun

“sepertinya dia sangat mencintaimu” ucap suzy begitu pintu apartemen baekhyun tertutup

“memang,,” balas baekhyun membenarkan “tapi aku mencintaimu” baekhyun yang sekarang menatap suzy “anggap aku namja berengsek, tapi aku harus bagaimana saat perasaan yang kumiliki hanya untukmu”

Suzy berjalan mendekati baekhyun kemudian memeluknya dengan erat “aku juga mencintaimu baek,, sangat”

###

“Mwo? Apa kau sedang bercanda padaku sekarang Oh sehun?” pekik kai tidak percaya dengan apa yang baru saja sehun katakan padanya

“aku sangat serius kai,, apakah aku terlihat seperti orang yang sedang bercanda sekarang?” sehun bertanya balik pada kai

“lalu kenapa kau baru mengatakannya sekarang?” ucap kai frustasi “apa dia baik – baik saja?” tambah kai lagi setengah menerawang

“mana mungkin aku mengatakannya padamu, sedangkan nayeon selalu berada bersama kita, tentu aku masih memilih hidup dari pada dianiyaya olehnya” sambung sehun lagi

“setidaknya kalau kau mengatakannya lebih awal aku bisa menahannya untuk tidak kekorea, sekarang aku benar – benar sangat khawatir padanya” aku kai karena bagaimanapun marahnya  kai pada nayeon, kai adalah orang yang paling menghawatirkan keadaan nayeon

“kau baik – baik saja?” sehun bertanya pada kai, karena kai sudah cukup lama diam setelah membalas ucapannya yang terakhir

“entahlah, aku rasa saat ini dia sedang menangis” ucap kai asal

“dari mana kau menyimpulkannya” tanya sehun lagi

“Kau taukan instingku selalu benar” ucap kai sambil menyeringai

“arasso,, ku rasa harus meninggalkanmu lebih dulu karena aku sudah ada janji untuk streaming bersama saeron, kau tau sendirikan bagaimana sikap adikmu yang suka merajuk secara tiba –tiba?” ucap sehun sambil mengangkat sebelah alisnya

“ya, dan yang terakhir kali baekhyun hyung mengomel padamu karena saeron mengacau dikantor”jawab kai sambil tertawa “aku tidak bisa membayangkan bagaimana hidup kalian nanti kalau sudah menikah” sambung kai sambil tertawa puas

“tertawa saja sepuasmu, karena nanti aku bisa pastikan akan lebih banyak merepotkanmu” kesal sehun lalu berlalu pergi meninggalkan kai

Begitu sehun pergi kai hanya menatap ponselnya dengan tatapan kosong, sungguh saat ini dia ingin menanyakan keadaan nayeon, kai membailk – balik tubuhnya merasa tidak tenang karena khawatir pada nayeon dan akhirnya kai menekan dial no 2 yang merupakan no suho, cukup lama kai menunggu sebelum akhirnya suho menjawab

ya ada apa kau menelpon tengah malam seperti ini” tanya suho begitu sambungan mereka tersambung

“apa kau sudah tidur hyung?”

“tentu saja, kau bahkan baru saja merusak mimpi indahku” omel suho diseberang

“mian,, hyung apa nayeon baik – baik saja?”

“tentu saja dia baik, kau jangan khawatirkan dia, terlebih disini ada baekhyun” ucap suho sambil kembali berbaring ditempat tidur

“justru itu yang membuatku menelponmu hyung, tolong temani nayeon selama disana,,” pesan kai lalu menutup sambungan telponnya, kemudian mengirimi nayeon email

To. Nayeon_im

 

Apa kau baik – baik saja,,? Kalau kau membutuhkan teman jangan lupa untuk menelponku, aku tau kau pasti bisa melewati semuanya

 

###

Setelah terakhir kali pertengkarannya dengan baekhyun nayeon masuk untuk bekerja dan berniat melupakan semuanya dan tentu saja kembali bertekad merebut baekhyun kembali kesisinya,,, “bagaimana, apa kau menemukan kesulitan?” suho bertanya saat nayeon masuk dan berada diruangannya untuk meminta persetujuan dari suho “dan tadi malam kai menanyakan keadaanmu” sambung suho sambil menandatangani berkas yang dibawa nayeon

“benarkah? Aku juga dikirimi  email olehnya” jawab nayeon

“bagaimana kau sudah mengunjungi baekhyun?” suho bertanya lagi, tanpa tau efek bagi nayeon tapi seperti biasa nayeon sangat pandai menyembunyikan perasaannya sehingga suho tidak terlalu tau perubahan ekspresi nayeon

“sangat baik oppa” jawab nayeon

“kalau kau memerlukan teman saat baekhyun tidak bisa menemanimu jangan sungkan untuk menelponku”

Setelah dari ruangan suho nayeon harus meminta persetujuan juga pada baekhyun, sungguh saat ini nayeon berusaha keras untuk melangkah dan terlihat biasa – biasa saja walaupun nantinya baekhyun akan tau setidaknya nayeon sudah berusaha agar tidak terlihat lemah,,

Nayeon berjalan masuk ke divisi yang dipimpin oleh baekhyun dengan tenang dan tentu merebut perhatian suzy, bukan hanya suzy tapi semua yang berada diruangan itu karena gossip yang berkembang bahwa nayeon adalah kekasih dari direktur byun

“ada apa dia kemari?” bisik jieun pada suzy yang masih melihat was – was pada ruangan baekhyun

Nayeon terlihat mengetuk pintu sebelum masuk “apakah aku boleh masuk?” sapa nayeon dari balik pintu saat pintu ruangan baekhyun terbuka

“aku membawa berkas yang harus oppa tanda tangani” ucap nayeon dengan senyum manis saat melihat baekhyun dan meletakkan berkas itu didepan baekhyun

“apa kau akan benar – benar melakukan hal ini?” baekhyun seketika bertanya saat nayeon disana

“apa maksudmu oppa?” ucap nayeon berpura – pura tidak mengerti “tolong tanda tangani saja berkas itu karena sudah ditunggu oleh presedir” tambah nayeon

“nayeon’ah” panggil baekhyun

“bukankah aku pernah bilang padamu oppa, semua yang kulihat kemarin tidak pernah ada dan aku sudah melupakannya” ucap nayeon mantap sambil menatap baekhyun lekat

“aku mencintainya nayeon’ah” ucap baekhyun yang sungguh membuat hati nayeon hancur seketika “tapi kau juga menyayangiku oppa, dan aku tau dengan pasti hal itu walaupun kau berusaha menguburnya” ucap nayeon lalu keluar dari ruangan baekhyun dan secara tidak sengaja berpapasan dengan suzy

“kau boleh senang karena baekhyun oppa sekarang memilihmu, tapi ini tidak akan berlangsung lama karena baekhyun oppa akan segera kembali padaku” ucap nayeon kemudian meninggalkan suzy

Suzy meremas dukumen yang sedang dipegangnya, merasa kesal karena ucapan nayeon barusan

“apa yang sudah nayeon lakukan kemari?” suzy bertanya pada baekhyun begitu masuk ruangan baekhyun

“dia hanya meminta tanda tanganku untuk persetujuannya, kau bertemu dengannya?” tanya baekhyun sambil masih melihat langit – langit ruangannya

“aku bertemu dengannya dan tentu dia masih sangat membenciku” ungkap suzy sambil menyodorkan berkas pada baekhyun

“jangan kau masukkan kedalam hati, dia tidak bermaksud seperti itu” jelas baekhyun “apa ini?” tanya baekhyun lagi saat melihat berkas yang diberikan suzy

“bukankah kau menyuruhku untuk memperbaiki proposal kerja sama dengan pihak cina?” suzy menginagatkan baekhyun

“kalau begitu temani aku meeting hari ini, karena sebentar lagi mereka akan sampai kemari” ucap baekhyun

“kau terlihat sangat kacau baek” ucap suzy sambil mengenggam tangan baekhyun untuk memberikannya semangat

Tok tok,, “maaf pak tapi perwakilan dari cina sudah sampai dan anda di tunggu diruang meeting oleh direktur kim” ucap kang jiyoung sekertaris suho dari ujung pintu

“katakan padanya aku akan kesana sebentar lagi” jawab baekhyun yang membuat jiyeong langsung pergi dan menutup pintu

“kumohon temani aku hari ini” pinta baekhyun yang membuat suzy tidak bisa menolak dan mengikuti baekhyun keruang meeting

“Mianhanesoyo, kami sedikit terlambat” ucap baekhyun begitu memasuki ruang meeting dan menampilkan beberapa orang yang berada disana dan tersenyum

“Anyeonghaseyo” sapa suzy sambil memberikan hormat dan tersenyum tapi seketika senyum manisnya pudar saat tatapannya bertemu dengan orang yang selama ini sudah meninggalkan luka dihatinya,

“Lu” gumam suzy dan namja itu membalas suzy dengan senyuman yang selama ini suzy sangat rindukan yang dulu selalu menemani harinya

“Senang bertemu lagi denganmu SUZY”

TBC

21 responses to “[Freelance] Before We Meet Again Chapter 6

  1. Kyaaa ada luhannnnn xD
    Pairing detect/?😄 wks
    aaaaaahhhh sepetinya akan semakin seruuuuu nihhhhh xD

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s