[Freelance] I’m Not Shadow Chapter 1

shadow 1 - Copy

Title : I’m Not Shadow  | Author : Wang Puppy | Genre :  Angst | Rating : G | Main Cast :  Bae Suzy & Cho Kyuhyun

Annyeong… ini FF pertama yang aku share di blog ini.

95% ini kisah nyataku dengan latar, tempat, dan beberapa kejadian yang dirombak dan divisualisasikan oleh Suzy dan Kyuhyun. Aku harap kalian menyukainnya..

Aku  tidak bermaksud mengumbar aib ku atau apapun itu. Aku hanya ingin menulis apa yang bersarang di otakku dan berharap ada hikmah ataupun pelajaran yang bisa diambil di dalamnya. Jalan cerita yang 95% nya kisah pribadi dan 5% nya adalah hasil imajinasi. Dilarang meng copasnya dan mari jadilah readers yang cerdas dan bijaksana.

Terimakasih ^-^

Maaf pula jika miss typo nya bergentayangan dimana-mana. Happy reading^^

.

.

Aku hanyalah sebuah alasan. Aku adalah sebuah bayangan yang entah gelap ataupun terang. Aku yang terlihat di matanya nampak tak ada, dan ia yang telah tiada dianggapnya akan selalu hadir. Dan pada akhirnya akupun lelah dan menyerah.

Cho Kyuhyun aku bukanlah bayangannya. – Bae Suzy

 

Dengan mata penuh dengan genangan air, Bae Suzy tetap membaca secara perlahan-lahan kalimat laknat yang tercetak di sebuah kertas. Sebuah kertas yang akan mengakhiri kisah cintanya bersama namja tercintanya, Cho Kyuhyun.

Sebenarnya Bae Suzy hanya perlu membubuhkan tanda tangannya dan selesai. Status nyonya Cho yang  disandangnya sudah ia lepas. Tapi Suzy ragu, berkali-kali ia mellirikan matanya pada Jieun, sahabatnya. Dengan senyum tulusnya sang sahabat mengenggam tanggan Suzy yang memucat.

“apapun. Apapun pilihanmu Suzy-ah, itu adalah yang terbaik dan aku akan selalu mendukung di belakangmu.” Suzy ikut tersenyum. Meski itu nampak sekali dipaksakan.

Gadis bermarga Bae itu sekali lagi membaca surat perceraiannya. Tangan mungil itu bergerak mendekat untuk tanda tangan. Tapi kenapa  tiba-tiba pikirannya kacau. Hatinya mendadak ragu kembali.

Setelah ia membubuhkan tanda tangannya maka selesailah sudah semua. Ia bukan lagi nyonya Cho, ia akan kehilangan Kyuhyunnya yang begitu ia cintai, ia akan kehilangan mataharinya. Tapi…..

Suzy memejamkan matanya erat untuk sesaat. Mata indah itu kembali terbuka bersama keyakinan yang begitu kuat. Yaah ini adalah keputusan  bulatnya.

Tidak Bae Suzy, tidak! Aku memang mencintaimu Cho Kyuhyun.. tapi aku muak dan tidak ingin diperlakukan sebagai sebuah bayangan kekasihmu yang sudah mati itu. Aku ingin hidup menjadi diriku. Bae Suzy.

.

.

Flashback on

Seorang yeoja duduk santai bersama ice lemon tea nya dan buku bacaan di mejanya. Tapi aku brani bersumpah bahwa buku itu tak dibacanya sama sekali. Buku itu hanyalah kamuflase Bae Suzy untuk mengelabuhi mata Mahasiswa lain di kantin bahwa ia tengah mengamati dengan Khitmat seorang namja, yaaah namja yang cukup populer di kampusnya.

Suzy kembali berpura-pura membaca ketika namja itu dan gerombolan teman-temannya menuju kantin. Sialnya mereka menuju meja Suzy. Ah ya, dan sekarang Suzy begitu merutuuk dirinya yang bahkan kabur saja ia tak bisa. Damn!

Dan alhasil Suzy pun mengangkat buku besar itu  untuk menutupi wajahnya.

“kau bisa membaca buku secara terbalik nona? Wuaahh Daebak!”

“nde?” Suzy mengeluarkan wajahnya dari persembunyian. Dan..

Deg!

Mata Suzy sempat menangkap wajah dingin Cho Kyuuhyun, namja yang diamatinya sedari tadi. Tapi tak berlangsung lama karna ia buru-buru menoleh pada namja berambut pirang di samping Kyuhyun, dialah yang tadi bertanya pada Suzy.

“itu lihatlah bukumu.”tunjuk sang pria berambut pirang pada buku Suzy dengan dagunya.

Suzy tersenyum bodoh mengetahui kesalahannya. Dengan pipi bersemu merah menahan malu ia melettakan buku itu kembali pada mejanya.

Sial. Sial. Sial. Kenapa ia bbisa melakukan hal sebodoh dan seceroboh itu?

“apa kau suka membaca? Jika iyah kenapa tidak kita masukan saja ia kedalam organisasi baru kita?!” seru seorang yeoja yang duduk di sebelahnya, ah yang Suzy tahu namanya adalah Go Ahra.

“organisasi?” Suzy bertanya bingung.

“ya. Kami tengah membentuk organisasi baru. Anggotanya belum terlalu banyak, jadi bisakah kau ikut bergabung bersama kami?”

“Apa mereka semua tergabung dalam organisasi itu?” yang Suzy maksud adalah para mahasiswa yang duduk di mejanya.

“yaa..” Ahra menjawab dengan antusias.

Suzy mengangguk-angguk dengan mata menelusuri satu persatu wajah-wajah yang tengah menunggu keputusannya. Ah, kecuali wajah dingin Cho Kyuhyun tentunya.

Jika semua wajah yang disana adalah anggota organisasi jadi……?

Cho Kyuhyun juga bergabung?!

“baiklah aku setuju untuk bergabung.” Seru Suzy bersemangat.

.

.

“huaaaahh aku menyerah.” Jieun terlonjak kaget ketika dengan tiba-tiba saja suara Suzy muncul.

“YAKK!! Apa yang kau lakukan bodoh?! Kau mengejutkanku.” Ji Eun kembali pada rias wajahnya yang sempat tertunda karna suara Suzy. Lee Ji Eun menghentikan gerakannya ketika melihat wajah mengerikan gadis bermarga Bae itu, “kau membuatku takut dengan wajah itu. Ceritakanlah ada apa..”

“Ji Eun-ah eottohkae? Aku ingin keluar saja dari organisasi itu.”

“oranisasi?” ji Eun bertanya dengan alis kiri terangkat.

Suzy mengangguk lemah. Ia pun menceritakan bagaimana awal mulanya ia bisa bergabung kedalam organisasi yang di dalamnya terdapat makhluk dingin yang Suzy kagumi. Hingga akhirnya kini Suzy hampir menyerah. Usaha untuk semakin dekat dengan Kyuhyun terasa semakin menjauh. Yang ada ia hanya lelah sendiri mengikuti setiap kegiatan itu.

Ah ya, Suzy tipikal yeoja yang tidak suka dengan organisasi atau apapun itu yang memakan waktu santainya. Semua ini rela ia lakukan hanya demi namja dingin bernama Cho Kyuhyun. Tapi rasanya semua berjalan tidak sesuai harapannya, maka ia pun ingin keluar saja dari organisasi itu.

Ji Eun yang sedari tadi mendengarkan cerita Suzy hanya mampu menarik dan menghembuskan nafas lelahnya. Ia adalah saksi nyata bagaimana Suzy mengagumi sosok Cho Kyuhyun.

“sebaiknya kau keluar dari organisasi itu dan LUPAKAN CHO KYUHYUN!” penuh penekanan pada akhir kalimat Ji Eun.

Suzy melemaskan bahunya, rasanya tidak mungkin ia sanggup melupakan Cho Kyuhyun.

Tak berselang lama ponsel Suzy berbunyi. Dengan malas ia membaca pesan dari Lee Hyukjae. Ah ya, dia adalah pria si rambut pirang itu.

Aku tidak bisa datang menghadiri rapat. Jadi bisakah kau sampaikan permohonan maafku pada ketua? Terimakasih Bae Suzy..

Suzy mendengus setelahnya, “dari mana ia mendapat nomor ponselku?”

“siapa?”

“penggemarku.” Suzy menjawab acuh pertanyaan Ji Eun dan memilih meninggalkan yeoja itu yang tengah mendengus kesal.

.

.

“kau ikutlah denganku!” Suzy terkejut ketika mendengar suara  dingin Cho Kyuhyun  yang tiba-tiba saja menyapa telinganya tanpa permisi. Bahkan buku yang  tengah dipegangnyapun terjatuh.

Suzy ingin bertanya kemana mereka pergi tapi ia tak berani. Alhasil ia hanya mampu mengikuti langkah besar Kyuhyun yang membawanya ke taman kampus yang luas dan sepi. Terasa nyaman memang tapi kenapa hati Suzy bergejolak sedari tadi.

“a-ada apa?” yess. Suzy bersorak karna akhirnya ia  mampu bersuara setelah 10 menit yang mereka habiskan hanya untuk berdiam diri di kursi taman.

Kyuhyun tidak menjawab. Ia hanya memejamkan matanya, secara tenang menikmati hembusan angin yang menerpa wajah tampannya.

Suzy mengamati itu semua. Ia sempat tertegun memandangi ekspresi wajah Kyuhyun yang selalu dingin kini terasa berubah nyaman. Apa dengan menutup mata dan merasakan hembusan angin akan membuat hati kita tenang?

Oh kalau begitu Suzy perlu mencobanya. Ia perlu menenangkan jantungnya yang sedari tadi berdetak tak normal. Bahkan Suzy takut kalau-kalau jantung itu bisa meledak nantinya. Aish.. itu berlebihan.

“kenapa kau tidak membalas pesan Lee Hyukjae sahabatku?” suara dingin Kyuhyun membuat Suzy menoleh cepat pada Kyuhyun yang masih tenang menutup matanya.

“nde? Apa yang kau bi-“

“dia mencintaimu bodoh! Tapi kenapa kau selalu mengabaikan sahabatku?!” yah. Suzy tahu itu. Suzy tahu jika Hyukjae mencintainya, tapi apakah bisa ia menerima namja berambut pirang itu jika yang Suzy cintai adalah Kyuhyun. Bukan sahabatnya, “kenapa diam saja?”

Suzy tidak menjawab. Ia hanya mampu menatap wajah Kyuhyun –yang masih memejamkan matanya- dengan mata memerah. Oh, yeoja itu akan menangis Cho.

“karna aku mencintai namja lain. Aku yakin namja itu tahu bahwa selama ini aku menyukainya karna aku selalu mengintainya secara diam-diam. Tapi aku rasa sekarang percuma. Namja itu terlalu dingin hanya untuk mengetahui keberadaanku. Ia tak pernah mengakui keberadaanku, bahkan saat duduk berdampinganpun ia akan lebih memilih menutup matanya untuk tidak melihatku.” Gagal. Suzy gagal mempertahankan air matanya untuk tak mengalir.

Dengan pipi yang telah basah dibanjiri air mata Suzy bangkit dari  duduknya dan memilih meninggalkan Kyuhyun yang entah kapan akan membuka matanya itu. Apakah selamanya pria itu tidak akan tahu keberadaannya?! Jika iya, berarti tindakanmu selama ini hanya sia-sia Bae!

Suzy pergi, ia tak tahu bahwa Kyuhyun tengah melemaskan bahunya dan ia sudah membuka kedua matanya.

“aku menerima cintamu Bae Suzy dengan sebuah persayaratan..”

Deg!

Tepat pada langkah ke empat, Suzy menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Kyuhyun yang kini juga  tengah menatapnya.

“sayarat?” dan oh. Suzy tergiur dengan tawaran Kyuhyun.

“benar, sayarat.  Aku menerima cintamu asalkan kita menjalani hubungan ini secara sembunyi-sembunyi dan tidak ada anggota organisasi yang tahu. Bagaimana?”

Suzy terdiam untuk berfikir sejenak. Tawaran itu mengggiurkan tapi sayaratnya kenapa terasa berat? Kenapa Kyuhyun harus menyembunyikan hubungan mereka?

Ah..

Suzy menggeleng, tentu saja. Pasti karena Kyuhyun tidak ingin Lee Hyukjae mengetahuinya. Tak bisa dibayangkan bagaimana perasaan sahabat Kyuhyun itu nanti. Mengetahui gadis yang dicintai justru menjalin kasih dengan sahabatnya.

Suzy mengangguk dengan senyum sumringahnya, “aku setuju. Jadi apakah sekarang kita sudah resmi menjadi sepasang kekasih?”

Semyum sumringah Suzy lenyap dan yeoja itu nampaknya harus menelan pil kekeewaan begitu melihat Kyuhyun yang menggeleng. Apa maksudnya itu?

“wae?” suara Suzy bergetar. Ia hampir saja menangis lagi. Kyuhyun segera berjalan mendekat dan memegang erat kedua bahu Suzy.

“jangan menangis Suez. Aku menggeleng bukan untuk mengatakan tidak. Melainkan belum.”

“belum?”

“ya. Kita belum menjadi sepasang kekasih selama kau belum lulus kuliah. Tapi saat kau sudah  lulus nanti, aku berjanji akan melamar dan menikahimu.”

Melamar?

Menikah?

Secepat itukah?

Suzy masih semester 4 itu artinya masih ada dua tahun lagi untuk ia lulus dan setelahnya ia akan menyandang status nyonya Cho? Ah.. kenapa begitu  indah dibayangan Suzy.

Suzy mengangguk dan menyetujuinya. Kyuhyun tersenyum mengetahui Suzy menerima tawaran anehnya.

Suzy bahagia. Meski di dadanya masih mengganjal sebuah pertanyaan. Itu artinya ia akan menjalin hubungan tanpa status bersama Kyuhyun? Dan lebih parahnya tidak akan ada yang tahu itu.

Mereka bersama. Tapi bukan sebagai sepasang kekasih?

.

.

Bersama tapi bukan kekasih.

Bulshit!!

Semua yang terjadi tidak sesuai apa yang Kyuhyun ucapkan.

Sudah lebih dari satu tahun setelah kejadian itu. Mereka bahkan melakukan hal-hal melebihi dari pasangan kekasih. Makan bersama, pergi keluar bersama, daaaan masih banyak lagi. Sayangnya semua itu dilakukan tanpa ada satupun sahabat mereka yang tahu. Dan yang Suzy sedihkan mereka melakukan itu bukan sebagai sepasang kekasih.

Lalu apa status hubungan mereka? Terkadang Suzy ingin bertanya seperti itu pada Kyuhyun. Tapi rasa cinta nya pada Kyuhyun mengalahkan semuanya. Dan kalimat-kalimat protes  yang ingin Suzy suarakan hanya mampu tertelan di tenggookan Suzy.

“kau melamun?” Suzy terperanjat dan tersenyum ketika melihat Kyuhyun berjalan santai ke arahnya. Ya Tuhan.. pria itu sungguh mempesona. Akankah sanggup Suzy mengatakan apa yang menjadi beban pikirannya selama ini.

“anni. Hanya sedang ingin berkhayal.”  Gurau Suzy.

“tak apa asal kau tidak berkhayal yang kotor.” Suzy merenggut kesal ketika Kyuhyun meledeknya. Memang selalu seperti itu.

Sebenarnya, Kyuhyun adalah pribadi yang humoris dan menyenangkan. Suzy paham itu sejak mereka bersama setahun ini. Yang Suzy herankan, kenapa dulu sikap Kyuhyun begitu acuh dan  dingin padanya.

Ekspresi Kyuhyun berubah serius. Membuat Suzy bersikap was-was Kyuhyun akan melemparkan bom kepadanya dan akan menyakiti hati Suzy yang begitu rapuh.

“Bae Suzy berjanjilah padaku..”

“a-apa?”

“berjanjilah jika Go Ahra bertanya hal yang macam-macam mengenai hubungan kita. Katakan saja tidak ada, dan berhenti ikut campur kehidupanmu.”

“tapi kenapa harus seperti itu?”

“turuti saja apa kataku. Kumohon..” Suzy hanya mampu mengangguk. Ia pun tak pernah melihat ekspresi Kyuhyun yang begitu khawatir padanya.

“terimakasih. Ah ya, kau mau es krim?” Suzy kembali mengangguk, kali ini dengan antusias. Suzy begitu sangat menggilai es krim dan Kyuhyun paham itu, “baik. Tunggulah di sini.”

Kyuhyun segera berlari meninggalkan Suzy untuk menuju sebuah kedai es krim yang hanya berjarak beberapa meter dari tempatnya duduk.

Menunggu Kyuhyun, tak sengaja mata Suzy melirik benda persegi panjang di samping tempatnya duduk. Itu ponsel Kyuhyun, dan begitu cerobohnya namja itu karna meninggalkannya.

Suzy berniat untuk meraih ponsel Kyuhyun, tangannya belum sempat menyentuh namun ponsel itu sudah bergetar. Sebuah pesan masuk dari…. Go Ahra?

Masih dengan kebingungannya. Ponsel itu kembali bergetar, kali ini cukup lama. Aish.. tentu saja. Itu karena ada panggilan masuk dan lagi-lagi itu dari Ahra.

Kenapa Ahra terus menghubungi Kyuhyun? Ada hal pentingkah?

Suzy pun berniat memangkat panggilan itu sebelum tangan lain meraih ponsel milik Kyuhyun.

“Cho Kyuhyun?” yah, dan orang itu adalah Kyuhyun sendiri, “itu.. tadi ada panggilan dari Ahra Eonni dan aku bermaksud mengangkatnya. Sepertinya penting karna dia terus menghubungimu.”

Kyuhyun terlihat panik dan terkejut. Ia menyembunyikan ponselnya di balik tubuhnya. Ada apa dengan namja itu sebenarnya?

“tidak ada. Bukan apa-apa, aku yakin ia hanya ingin membahas masalah agenda yang akan diadakan organisasi kita. Sebaiknya kita pulang Suzy-ah.. ah ya, ini es krim mu.”

Suzy tetap bungkam ketika menerima es krim dari Kyuhyun. Ada banyak hal yang ingin yeoja itu tanyakan pada namja itu. Tentang Ahra, ekspresi panik Kyuhyun dan semuannya. Sepertinya memang terlihat banyak hal yang Kyuhyun sembunyikan darinya. Suzy ingin menanyakan semua itu.

Tapi seperti biasanya. Suzy yang penurut. Akan menelan dan memendam semua kegalauan, pertanyaan dan keresahan hatinya untuk dirinya sendiri.

.

.

Suzy baru sampai di kamar dan berbaring diranjang Queen size miliknya ketika ponselnya berdering. Dengan malas Suzy mengangkat panggilan itu. Nomor asing.

“yeobseo..”

“yeobseo.. apa ini nomor Bae Suzy?”

“yah ini aku. Siapa?”

“aku Go Ahra. Bae Suzy ada banyak hal yang ingin aku tanyakan padamu. Bisakah kita bertemu malam ini?”

Suzy mendengus kesal ketika panggilan itu diputus Ahra begitu saja.  Ada apa lagi ini? Kenapa Ahra ingin bertemu dengannya dan mengatakan ingin menanyakan hal penting.

Tanpa ba bi bu lagi, Suzy segera melesat keluar kamarnya menuju alamat yang Ahra kirimkan padanya untuk bertemu.

Hanya perlu lima belas menit, Suzy sampai pada tempat yang mereka janjikan untuk bertemu. Sebuah cafe.

Tidak sulit bagi Suzy untuk menemukan Ahra. Yeoja itu cukup mencolok dengan kulit hitamnya dan badannya yang sedikit.. eum lebih besar dari Suzy, dan jangan lupakan kacamata yang selalu melekat membingkai mata Ahra.

Suzy duduk di hadapan Ahra.

“kau tidak mau pesan apapun?” tanya Ahra ramah.

“anni. Eonni.. sebenarnya apa yang ingin kau bicarakan?”tanya Suzy to the point

“kenapa buru-buru sekali eoh?!”

“a-aku sedang ada tugas kuliah.” Suzy hanya beralasan. Sejujurnya ia tidak nyaman berlama-lama duduk berhadapan sperti ini bersama Ahra. Bagaimanapun Ahra adalah yeoja yang selalu digosipkan memiliki hubungan spesial dengan Kyuhyun.

Go Ahra, meskipun secara fisik Suzy lebih unggul darinya tapi secara otak Suzy sangat kalah jauh bersaing. Ahra dan Kyuhyun memang cocok. Mereka memiliki banyak kesamaan, selain otak mereka yang sama-sama cerdas, juga wajah mereka yang jika diamati pasti sangat mirip. Suzy paham itu.

Itu sebabnya Suzy selalu merasa kurang nyaman dan kurang percaya diri jika harus berhadapan dengan Go Ahra. Meskipun mereka tergabung dalam organisasi yang sama, tapi Suzy lebih menjauhkan diri dari Ahra, tentu saja karna alasan kurang percaya dirinya.

“baiklah aku ingin bertanya tentang…” Ahra terdiam menggigit bibir bawahnya, rasanya ia malu dan juga ragu untuk menanyakan ini pada Suzy. Ahra tidak tahu saja jika di bawah meja tangan Suzy sudah terkepal erat dengan kondisi pucat, Suzy juga tegang, “Cho Kyuhyun. Apa hubunganmu dengan Cho Kyuhyun? Apakah gosip yang selama ini berhembus itu benar? Jika kau-“

“tidak. Aku dan Kyuhyun tidak ada hubungan apapun.” Suzy menjawab cepat, “Eonni, kumohon berhenti ikut campur kehidupanku.” Suzy bangkit setelahnya.

“Bae Suzy, jika kau dan Kyuhyun memang benar memiliki hubungan yang khusus. Aku tak apa, aku akan mengerti dan melepaskannya untukmu.” Suzy terdiam di langkahnya yang hampir mencapai pintu cafe. ia tidak berbalik dan tak mengatakan apapun. Suzy hanya terdiam ditempatnya.

Apa itu tadi? Kenapa Ahra mengatakan hal yang seolah-olah  Kyuhyun adalah miliknya dan Ahra sudah melepaskannya.

Cho Kyuhyun Go Ahra.. ada hubungan apa kalian sebenarnya?

Apa selama ini Cho Kyuhyun membohonginya? Apa ia menjalin hubungan selama ini dengan Ahra?

Bagus jika tidak. Tapi bagaimana jika iya?!

Suzy tak bisa berdiam sperti ini. Ia harus mencari tahu. Harus !

To be continued….

29 responses to “[Freelance] I’m Not Shadow Chapter 1

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s