[Freelance] Before We Meet Again Chapter 7

Title : Before We Meet Again  | Author : SureTo_Dream | Genre :  Romance | Rating : PG-17| Main Cast : Byun Baekhyun and Bae Suzy | Other Cast : Find by yourself!

Disclamer :

cerita ini adalah cerita murni dari khayalanku yang udah lama aku tulis tapi gak selesai – selesai dan tiba – tiba saja inspirasi muncul lagi saat lihat kedua main cast diatas punya project bersama,, FF ini juga aku publis di WP pribadi aku http://happydreamandstory.wordpress.com/ tapi seperti yang kalian tau, gak asik banget kalo cumen aku sendiri yang baca,,, maaf kalo seandainya dalam penulisan ada kesalahan karena aku hanya manusia biasa yang tak sempurna dan banyak kekurangan ☺☺

�Happy Reading Guys Hope you like it

########

 

“Senang bertemu lagi denganmu SUZY” ucap namja tampan dengan mata yang indah itu pada suzy dan tentu baekhyun mendengar sapaan luhan untuk suzy

“kalian saling mengenal?” baekhyun bertanya pada suzy dan luhan

“Nde” – Luhan

“Aniyo” – Suzy

Baekhyun menatap keduanya bingung “jadi siapa yang benar?” baekhyun kembali bertanya karena merasa bingung

“Tentu aku yang benar, kami satu universitas” jawab luhan sambil melirik suzy

“ahh, jadi begitu” ucap baekhyun sambil mengangguk mengerti

“bagaimana kalau reuninya kita lanjutkan nati saja? Karena banyak sekali yang perlu kita bahas disini” suho mengintrupsi

Selama meeting berlangsung sungguh suzy kehilangan focus terhadap apapun terlebih luhan tak henti – hentinya menatapnya dan tak jarang melakukan eye kontak dengannya sungguh membuat perasaan suzy menjadi tidak tenang “kwencana?” tanya baekhyun sambil mengenggam tangan suzy karena jelas sekali suzy terlihat tidak nyaman

“kwencana” balas suzy mengenggam tangan baekhyun lebih erat dan mengelus lengan baekhyun

Begitu meeting selesai suzy masih duduk ditempatnya, seseorang mendekati suzy yang suzy simpulkan adalah sekertaris luhan karena sedari tadi namja itu tidak pernah jauh dari sisi luhan dan sekarang namja itu memberikan sesuatu padanya “Permisi tapi tuan muda menitipkan ini untuk anda”,, begitu suzy membukanya suzy langsung menatap luhan yang terlihat sedang saling menyapa akrab dengan baekhyun dan direktur kim,, suzy mengangkat sebelah alisnya saat membaca dan melihat tulisan note disana,

Apakah kau kekasih direktur byun? Melihat bahasa tubuhnya sepertinya memang kalian sedang dalam satu hubungan,,,

Apakah aku sangat terlambat dan Apa aku sudah tidak memiliki kesempatan lagi?

Lupakan tentang semua itu, apakah kau memiliki waktu untuk makan malam bersamaku?

Aku sangat merindukanmu suzy’ah

Hubungi aku kapanpun kau sempat karena aku akan berada cukup lama dikorea, aku belum mengganti no ponselku dan tentu kau masih ingat kemana harus mencariku saat kau merindukanku

 

                                                                                                                        ~Luhan~

 

Sungguh pertemuannya dengan luhan sangat mengejutkan untuk suzy, bahkan sekarang suzy sama sekali belum keluar dari kamarnya setelah pulang dari kantor ‘kenapa kau baru kembali sekarang Lu’ gumam suzy sambil melihat kertas kuning dengan tinta bewarna ungu yang tadi siang diberikan oleh luhan,

Sungguh sekarang hati suzy merasa sagat bimbang antara menghubungi luhan atau tidak, mulutnya memang menolak tapi jauh didalam hatinya sungguh ingin bertemu dengan luhan karena terlalu banyak hal yang menganjal dihatinya saat ini. semua usaha keras untuk melupakannya selama dua tahun kembali terngiang dan terputar seperti potongan – potongan film kecil di otak suzy, sungguh membuatnya sangat sedih,,

Flasback On

Suzy sedang menunggu namja chinggunya ditaman kampus sambil mendengarkan music lewat earphone yang terpasang ditelinganya, suzy memejamkan matanya sambil menikmati hembusan angin yang menerpa wajah cantiknya

“apakah kau begitu menikmati lagu itu sampai kau tidak menyadari keberadaanku sejak 10 menit yang lalu duduk disebelahmu?” ucap luhan sambil memegang tangan suzy yang sontak membuat suzy membuka matanya dan menoleh sambil memberikan senyum manisnya

“salahmu sendiri Lu tidak mengatakan apapun padaku” suzy mengelus wajah luhan dengan lembut, luhan tersenyum lembut kemudian mengecup bibir suzy sekilas “kau tau aku sangat merindukanmu bahkan aku merasa 2 jam pelajaran Prof kim terasa sangat lama” keluh luhan sambil mengenggam tangan suzy

“benarkah kau begitu merindukanku?” suzy menggoda balik luhan

“coba lihat apakah wajah tampanku ini pernah berbohong padamu” ucap luhan sambil menunjuk – nunjuk wajahnya

“arasso, namjachingguku memang yang terbaik” balas suzy sambil mencubit pipi luhan gemas

“Lu, kau tau omma menyuruhku pulang karena sangat ingin bertemu denganmu” ucap suzy sambil berjalan bergandengan dengan luhan menuju parkiran “Ku rasa ommaku lebih menyayangimu dari pada anaknya sendiri” keluh suzy yang sontak membuat luhan tertawa sambil membenarkan sabuk pengaman suzy “berarti omonim sangat setuju kalau aku yang menjadi menatunya” goda luhan

“dari mana kepercayaan dirimu itu tuan Xi?” balas suzy mencubit pipi luhan “tentu saja karena aku ini namjachinggumu dan ommamu menyangiku,, keunde chagi kau sudah memberitau jieun kalau akan pulang terlambat?” luhan mengingatkan yang membuat suzy memberikan tanda oke pada luhan

Selama menjalin hubungan dengan luhan, suzy memang banyak mengalami momen manis bersama, terlebih karena sikap luhan yang menyukai hal – hal berbau romantic dan sangat perhatian membuat semua yoja diuniversitas sangat iri melihat kemesraan antara luhan dan suzy,, bahkan luhan sering mengalah pada suzy terlebih dengan beberapa sikap kekanakan suzy yang sering muncul tiba – tiba tapi terlepas dari semuanya mereka selalu baik – baik saja, walaupun begitu banyak yoja yang menganggu hubungan mereka, tapi semuanya masih bisa diatasi dan tidak terbukti karena luhan terlalu mencintai suzy, berbeda saat hubungannya yang kadas dengan kriss, karena nyatanya kriss sering berselingkuh dibelakang suzy secara berulang – ulang dan membuat suzy gerah dan akhirnya mengakhiri dengan kriss dulu,,

Luhan sangat berbeda dengan kriss, jika dulu saat menjadi yojachinggu kriss, suzy selalu menjadi wanita yang mandiri berbeda saat suzy menjadi yojachinggu dari seorang Xi Luhan dimana suzy menjadi wanita yang sangat manja karena luhan yang selalu memenuhi keiginan suzy,,

“Lu, kau hari ini terlihat begitu pendiam tidak seperti kau yang biasanya?” suzy bertanya karena beberapa hari ini luhan terlihat sangat sering diam seperti memikirkan sesuatu “apa ada yang menganggu pikiranmu?”

Luhan menatap suzy sambil menimbang – nimbang apakah dirinya akan mengatakannya sekarang atau nanti “kenapa hanya diam?” suzy bertanya lagi

“Omma menelponku” ucapan luhan tergantung “benarkah, apakah dia akan datang kekorea?” suzy bertanya antusias

“ani” jawab luhan pendek

“lalu? Apa ada masalah?” suzy bertanya dengan hati – hati

“Omma menyuruhku pulang” jawab luhan pendek “hanya itu? aku pikir apa, lalu berapa lama kau akan dibejing, dua hari, tiga hari atau seminggu” tanya suzy sambil masih terus focus pada ponselnya, karena ini bukan pertama kalinya untuk suzy ditinggalkan oleh luhan pulang kecina, karena biasanya luhan paling lama pergi adalah seminggu walaupun itu liburan akhir semester dan sisanya akan dihabiskan dikorea bersama suzy

“ani, kali ini omma menyuruhku untuk menetap dicina dan memindahkan kuliahku kesana” jawab luhan sambil menunduk dan menggengam tangan suzy

“mwo? Lalu bagaimana denganku Lu, kalau kau pergi?” suzy tidak percaya dengan ucapan luhan barusan “kau sedang bercanda denganku kan Lu?” tanya suzy sekali lagi untuk memastikan

“naega ara, aku pun tidak ingin berpisah denganmu” ucap luhan sedikit frustasi “kita bisa melakukan hubungan long distance” usul luhan karena hanya itu yang sekarang trpikir dikepalanya

“Mianhae Lu,, tapi aku tidak bisa, apalagi untuk menunggu karena aku bukan yoja yang kuat dan tangguh Lu” jawab suzy lirih

“tapi aku sangat mencintaimu suzy’ah, sungguh inipun sangat berat untukku” ucap luhan sambil menatap suzy “naega Ara, akupun begitu tapi aku tidak bisa hubungan LDR terutama menunggumu dengan tidak pasti” jawab Suzy yang tidak bisa menyembunyikan rasa sakit dihatinya “lalu kapan kau akan kembali?”

“semuanya sudah diurus aku hanya tinggal 2 hari disini” jawab luhan

“Ku mohon Lu jangan tinggalkan aku” ucap suzy sambil menagis dipelukan luhan

“Mianhae suzy’ah, aku sangat mencintaimu”

Flasback Off

Suzy menundukkan kepalanya ‘kenapa kau kembali saat hatiku sudah bisa menerima cinta yang lain, kenapa kau tidak kembali saat aku sangat membuthkanmu Lu’ tanpa terasa suzy mulai terisak karena sungguh dirinya mengalami hari yang sungguh berat saat luhan meninggalkannya bahkan jieun sempat khawatir dengan keadaan suzy saat itu,,

“weee, apa yang terjadi padamu?” jieun bertanya saat membuka pintu kamar suzy dan menemukan suzy yang menangis “apa baekhyun menyakitimu?”

“ani” jawab suzy singkat

“lalu kenapa kau menagis?” tanya jieun lagi

“Luhan ada dikorea jieun’ah” jawab suzy lirih sambil memberikan note yang tadi luhan tulis untuknya

“mwo?? Bagaimana dunia ini begitu sempit” ucap jieun seketika karena tidak habis pikir kalau suzy akan bertemu lagi dengan luhan “lalu apa kau sudah menghubunginya??” jieun kembali bertanya yang dijawab suzy dengan gelengan “lalu apa baekhyun tau kalau luhan adalah mantan namchinmu?”

“ani, dia hanya tau kami satu universitas” jawab suzy

“kau masih memiliki perasaan untuknya?” jieun bertanya hati – hati “entahlah aku bingung jieun’ah” jawab suzy sambil kembali menunduk

###

Baekhyun duduk malas dirumah keluarga kim sungguh ini adalah untuk pertama kalinya untuk baekhyun meresa seperti ini, baekhyun tak henti – hentinya menatap ponselnya dengan cemas, sejak pulang dari kantor dan diculik suho kemari baekhyun belum bisa menghubungi suzy sama sekali karena ponselnya mati, dirinya bahkan menghubungi jieun tapi tidak ada yang menjawab,

“apa kau menunggu telpon dari seseorang oppa?” saeron bertanya sambil memberikan piring berisi buah pada baekhyun yang sedari tadi duduk dikursi taman

“gumawo” jawab baekhyun sambil mengambil piring yang diberikan saeron untuknya “aku dengar dari suho oppa Nayeon eonni menyusulmu kekorea?” saeron kini duduk disebelah baekhyun “sebenarnya bagaimana perasaanmu padanya oppa atau apa sudah ada yoja lain yang dekat denganmu?” saeron kembali bertanya

“saeron’ah, menjalani ini semua sangatlah tidak mudah untukku, aku memang menyayangi nayeon dan tidak bisa mengabaikannya begitu saja, tapi disisi lain aku juga menyayangi yoja lain” ungkap baekhyun

“Oppa kau tidak bisa seperti ini, karena kau akan menyakiti mereka dengan sikapmu yang seperti ini”

“apa yang harus kulakukan saeron’ah?” baekhyun bertanya dengan suara berat

“oppa mantapkanlah hatimu, dan dengarkan kata hatimu” ucap nayeon sambil menunjuk kedada baekhyun “siapa yang sebenarnya ada dihatimu, dan kepada siapa jantung ini selalu memberikan reaksi tidak normal serta orang yang selalu membuatmu nyaman, jangan sampai kau salah  memilih dan salah mengartikan perasaanmu sendiri oppa, karena mungkin disalah satunya ada yang hanya obsesi dan ada yang benar – benar tulus” sambung saeron

“darimana kau belajar menasehati orang eoh?” baekhyun bertanya, karena sungguh saat ini dirinya merasa kalau saeronnya yang manja sekarang sudah dewasa,,

“oppa, apa aku belum memberitaumu kalau di Seoul University aku diterima dijurusan phisikologi?” saeron membanggakan diri

“congmal?? Berarti aku adalah pasien pertamamu?” baekhyun menunjukka wajah pura – pura terkejutnya pada saeron

“mmm, mungkin bisa dibilang seperti itu, maka dari itu seharusnya oppa berterimakasih karena aku memberikan konsultasi gratis padamu” ucap saeron sambil melipat kedua tangannya kedepan

“aku pikir kau belajar dari namchinmu yang pabo itu” goda baekhyun pada saeron

“Ya oppa, jangan menjelek – jelekkan sehun oppa didepanku kalau oppa ingin tetap selamat sampai rumah,, dia adalah calon iparmu tau” balas saeron kesal yang terus terang membuat baekhyun sedikit terhibur

“apa kau yakin kalau dia akan setia disana?” goda baekhyun lagi pada saeron

“Ya!! Oppa jangan memanas – manasiku, bukankah disini yang galau itu oppa? Dan tolong jangan mengajak teman untuk ikut galau bersamamu oppa,, karena percuma saja aku sudah percaya 100% pada sehun oppa, jadi kalau ingin membuatku cemburu carilah cara lain oppa, aku sudah bukan anak – anak lagi” omel saeron panjang lebar tanpa jeda

“arasso, arasso, sehun oppa Jang” baekhyun memberikan kedua jempolnya sambil terkikik geli karena saeron

__

Setelah dari rumah keluarga kim baekhyun memacu kecepatan mobilnya dengan kecepatan sedang, sambil memikirkan yang baru saja dikatakan oleh saeron, karena pilihannya nanti akan menentukan hidupnya dimasa depan,,

Baekhyun berjalan masuk kedalam apartemennya dan seketika melihat sepasang sepatu disana tentu saja pikirannya langsung tertuju pada suzy

“suzy,, kau didalam?” panggil baekhyun sambil melihat kekiri dan kekanan

“Su-“ ucapan baekhyun terhenti saat yang ditemukannya bukan suzy

“Nayeon Oppa,, Im Nayeon” ucap nayeon menegaskan

“kenapa kau hanya diam disana oppa? Apa kau kecewa karena aku yang berada disini?” nayeon bertanya sambil melewati baekhyun menuju dapur “aku membuatkanmu sup daging, gantilah bajumu kita makan malam bersama” ucap nayeon

“mianhae nayeon’ah tapi aku baru saja makan malam dirumah suho hyung bersama imo dan samchu” jawab baekhyun yang sekarang sudah ikut berada didapur

Nayeon hanya menunduk menahan semua rasa kecewa yang dia rasakan “baiklah kalau kau memang sudah makan, mungkin aku harus membuang semuanya” ucap nayeon sambil berbalik

“biarkan saja, aku akan memakannya untuk sarapan besok” ucap baekhyun tapi nayeon masih saja menunduk “kau kenapa nayeon’ah?” baekhyun bertanya dan menghentikan nayeon saat nayeon akan melewatinya

“lepaskan aku oppa” suruh nayeon, karena kalau lebih lama seperti ini air mata nayeon pasti akan segera keluar “kumohon oppa lepaskan aku” ucap nayeon yang sudah mulai ingin menangis, menyadari sikap  nayeon membuat baekhyun menarik nayeon kedalam pelukannya “mianhae” ucap baekhyun yang membuat pertahanan nayeon roboh seketika dan menangis sejadi – jadinya dalam pelukan baekhyun

“Kumohon oppa jangan bersikap seperti ini padaku, ini sungguh menyakitkan untukku” pinta nayeon, baekhyun menepuk – nepuk punggung nayeon

Begitu nayeon tenang, baekhyun langsung mengantar nayeon pulang terlebih karena sudah malam

“oppa~” panggil nayeon setelah lama diam

“wee,,?” jawab baekhyun masih menatap lurus jalanan didepannya

“bisakah oppa bersikap seperti biasa yang selalu kita lakukan, sungguh aku merasa kau berubah dan menjauhiku oppa”ucap nayeon “aku tidak akan melarangmu menyukai suzy oppa tapi kumohon berikan juga kesempatan untukku” pinta nayeon pada baekhyun

Baekhyun hanya diam tidak mengatakan apapun atau memberikan komentar apapun “Oppa~” panggil nayeon

“kita sudah sampai” jawab baekhyun yang memarkirkan mobilnya didepan gedung apartemen nayeon “istirahatlah, kau terlihat jelek saat menagis” hibur baekhyun sambil mengacak rambut nayeon “kenapa kau melihatku seperti itu?” tanya baekhyun karena nayeon yang diam mematung dan tidak mengalihkan sedikitpun tatapannya dari baekhyun

“sudah, sekarang masuklah, besok kita makan siang bersama, Arachi” kata baekhyun sambil menarik hidung nayeon

“Oppa aku sangat merindukan baekhyun oppa yang dulu selalu bersamaku” ucap nayeon sebelum keluar dan menutup pintu mobil baekhyun

###

Luhan sedang melakukan berbagai macam kesibukan dirumahnya untuk mengalihkan pikirannya pada suzy, karena jika diam dan tidak terfokus pada sesuatu maka dirinya akan secara otomatis mengingat suzy,, bukannya tidak menyukai hal itu tapi luhan hanya takut akan menjadi semakin merindukan suzy dan akan segera berlari menemui suzy dirumahnya,,

Terlebih saat dicina luhan tidak pernah benar – benar bisa berpaling dari suzy walaupun dirinya sudah mencoba menjalin hubungan dengan beberapa yoja tapi tidak pernah bertahan lama

“tuan muda bisakah anda berhenti menyibukkan diri? Karena sungguh saya sangat lelah melihat anda dari tadi” protes tuan chou pada luhan

“istirahatlah tuan,, karena aku masih lama akan melakukannya” sahut luhan dan kembali dengan rutinitasnya

“apakah ini ada hubungannya dengan yoja yang kita temui saat meeting tadi siang?” tanya tuan chou yang kini intens menatap tuan mudanya “apakah dia yoja korea yang tuan muda maksud?” sambung tuan chou karena luhan tidak juga menjawab

“kalau memang benar, kenapa anda tidak mulai mendekatinya lagi dan memastikan perasaan anda padanya, bukan malah melakukan hal konyol seperti membersihakan semua peralatan dapur yang memang sudah bersih” sindir tuan chou lalu pergi meninggalkan luhan

Seketika luhan menghentikan kegiatannya “aaiissshh,,, kenapa semakin hari dia  semakin pandai menyindirku” kesal luhan lalu melempar lap yang sudah 2 jam berada ditangannya

“dan kenapa suzy belum juga menghubungiku” kesal luhan

###

 Baekhyun bolak balik didalam ruangannya sambil sesekali mengintip lewat tirai yang memang sengaja ditutupnya karena tidak ingin dilihat oleh karyawan yang berada diluar, karena memang baekhyun juga selalu menutupnya jadi tidak pernah ada perbedaan, sesekali baekhyun mengintip sambil kembali mondar mandir, tentu saja yang dia intip adalah suzy karena pagi ini suzy belum juga menyapanya atau mengiriminya pesan, terlebih saat melihat mata suzy yang bengkak semakin membuat baekhyun cemas takut kalau dia adalah penyebab utama suzy sampai menagis

Baekhyun kembali memikirkan cara sebagai alasan untuknya mendatangi suzy diluar tapi disaat seperti ini semua kecerdasan dan IQ-nya yang tinggi tidak dapat digunakan,, sampai baekhyun kaget sendiri saat ada yang mengetuk pintu “apakah saya mengagetkan anda?” Lee seungyeol bertanya karena melihat ekspresi kaget baekhyun

“iya, sedikit” aku baekhyun sambil kembali focus “ada yang perlu ku periksa?”baekhyun bertanya

“Ye,, ini laporan penjualan untuk minggu ini” ucap lee seungyeol sambil menyerahkan map kepada baekhyun

Baekhyun kembali mondar madir sambil melihat berkas yang baru saja diberikan lee seungyeol padanya, dan seketika berhenti saat hampir menabrak lee seungyel “apa lagi?” baekhyun bertanya, tapi lee seungyeol hanya menggeleng “lalu kenapa masih disini? Apa ada yang aneh padaku?” tanya baekhyun lagi sambil memperhatikan dirinya

“aniyo, saya hanya tumben saja melihat anda memeriksa laporan sambil berdiri, anda sedang buru – buru?” tanya lee seungyeol yang melihat keanehan pada baekhyun hari ini karena biasanya begitu menerima laporan baekhyun akan langsung berjalan menuju mejanya dan berkonsentrasi disana

“memangnya sekarang ada larangan yang tidak membolehkan membaca sambil berdiri?” tanya baekhyun sedikit kesal “sudahlah nanti begitu selesai ku periksa akan kukembalikan padamu” ucap baekhyun yang langsung membuat lee seungyeol langsung pamit keluar sebelum baekhyun meledak

Baekhyun kembali mondar mandir, dan mengintip suzy “apa dia akan benar – benar seperti itu sampai nanti? Apa dia tidak tau kalau aku sangat merindukannya” gerutu baekhyun yang kemudian langsung saja memeriksa laporan lee seungyeol,,

Baekhyun keluar dari ruangannya sambil berjalan menuju meja lee seungyeol tentu sedikit melirik kearah suzy tapi suzy tidak juga melihat kearahnya dan masih focus menulis sesuatu “Perbaiki bagian yang kucoret saja” perintah baekhyun cukup kerasa tapi sama saja suzy tidak juga memberikan perhatian padanya, malah karyawan centil yang bereaksi membuat baekhyun semakin geram

To. My Suzy^^

 

Kwencana?? Keruanganku aku butuh bicara denganmu

 

Baekhyun kembali mondar – mandir sambil duduk lalu berdiri,, kemudian mondar – mandir lagi

5 menit…..

10 menit…..

25 menit……

setelah baekhyun mengirim pesan tapi suzy belum juga muncul yang membuat baekhyun melihat jam tangannya terus menerus sambil menghitung

“permisi” ucap seseorang membuat baekhyun langsung menoleh

“kau lagi? ada apa?” tanya baekhyun sedikit ketus karena bukan orang ditunggunya yang masuk tetapi lee seungyeol lagi

“saya hanya ingin meminta tanda tangan anda” jawab lee seungyeol sambil menyodorkan berkas yang sudah diperbaikinya “kalau begitu saya permisi” ucap lee seungyeol kemudian menutup pintu setelah mendapat tanda tangan baekhyun, tidak ingin berada terlalu lama karena si direktur dalam keadaan mood yang buruk

“kenapa yang mengetuk pintu selalu dia sih dari tadi” gerutu baekhyun “sekarang apa la-“ ucapan baekhyun terpotong saat bukan lee seungyeol yang masuk melainkan suzy

“kau mencariku?” suzy bertanya dengan sedikit ketus yang membuat baekhyun menaikkan sebelah alisnya sambil sedikit berfikir apa kesalahan yang dia lakukan

“apa aku melakukan kesalahan?” baekhyun bertanya hati – hati sambil berdiri mendekati suzy “mianhae” ucap baekhyun sambil mengenggam tangan suzy dan seketika suzy kembali menagis, baekhyun langsung menarik suzy kedalam pelukannya memberikan suzy menumpahkan segala yang dia rasakan

“aku bingung baek, aku harus bagaimana dan aku takut bertemu denganmu” ucap suzy ditengah isakannya, sungguh berapa kalipun suzy memikirkannya dia tidak juga mendapatkan jawaban yang pasti, sungguh efek bertemu dengan luhan memiliki pengaruh yang sangat besar untuknya

“apa yang terjadi?” baekhyun bertanya “kau mau bercerita padaku? Apa kau tau, kau cukup membuatku sangat frustasi sedari tadi malam sampai sekarang” aku baekhyun jujur

“mianhae, aku belum bisa bercerita padamu” ucap suzy sambil mendongak menatap baekhyun, karena dirinya belum siap untuk menceritakan masalah luhan sekarang

“kau mau makan siang bersama?” tanya baekhyun sambil menghapus air mata suzy “kau terlihat sangat berantakan saat menagis seperti ini” goda baekhyun yang membuat suzy memajukan bibirnya kesal,, “tapi aku tetap menyukainya” ucap baekhyun yang kemudian mengecup bibir suzy karena sungguh dia sudah tidak tahan untuk tidak melakukannya

“Hey, tuan byun kau mencuri start saat aku sedang kesal” protes suzy saat baekhyun sudah melepaskan kecupannya “salahmu sendiri, apa kau tau aku seperti orang bodoh disini dan kau mendiamiku tanpa aku tau salahku apa” sekarang giliran baekhyun yang merajuk sambil mengajukan protes pada suzy “dan apa kau tau aku sempat emosi pada lee seungyeol karena dia yang selalu saja muncul dari balik pintu itu” lanjut baekhyun

“mianhae” ucap suzy sambil mengecup singkat bibir baekhyun “apa itu cukup?” suzy bertanya sambil masih mengalungkan tangannya pada leher baekhyun

“hanya itu?” ucap baekhyun yang membuat suzy mengangkat sebelah alisnya

“Bukankah itu sangat lebih dari cukup” kilah suzy “Hey, ayolah kau tau maksudku jangan berpura – pura bodoh seperti ini” ucap baekhyun sambil menaikkan sebelah alisnya

“aku memang tidak mengerti” kilah suzy masih berpura – pura

“baiklah kalau kau memang tidak mengerti” baekhyun menyeringai pada suzy

“lakukan seperti ini” baekhyun lalu menempelkan bibirnya pada suzy dan suzy dapat merasakan material basah yang menempel dan melumat kecil bibirnya secara bergantian, tentu suzy menyukainya karena ciuman dengan baekhyun selalu memberikan sensasi tersendiri untuknya dan membuatnya selalu merindukan setiap sentuhan yang baekhyun berikan padanya,,

seketika baekhyun menghentikan ciumannya saat dirinya sadar bahwa ciumannya dengan suzy sudah semakin panas dan menuntut “kurasa kita harus berhenti” ucap baekhyun yang membuat suzy sedikit kecewa dengan menggigit bibir bawahnya, karena entah mengapa saat bersama baekhyun dirinya selalu saja lepas control dan menjadi maniak dalam hal berciuman padahal dulu suzy tidak pernah sampai seperti ini “hey,, sekarang lihat siapa yang lebih ganas” goda baekhyun pada suzy sambil menangkup wajah suzy gemas “lebih baik kita lanjutkan nanti ditempat yang lebih privasi” baekhyun lalu mengecup singkat puncak kepala suzy penuh sayang

“mau makan siang bersama? Nayeon bilang kalau dia sudah bisa menerima hubungan kita dan aku sudah ada janji dengannya jadi aku pikir kalian bisa sedikit lebih akrab dan mencair kalau kau juga ikut” jelas baekhyun sambil mengambil kunci mobilnya

“maksudmu?” suzy menaikkan alisnya tidak mengerti

“eoh, nayeon sudah merestui hubungan kita” ucap baekhyun dengan senyum berbinar, tapi suzy masih sedikit tidak percaya “baiklah ayo kita makan bersama” balas suzy karena dirinya harus memastikan sendiri

__

Begitu sampai direstoran nayeon merasa sangat bersemangat karena telah berdamai dengan baekhyun, walaupun dengan sedikit mengalah, tapi hal itu yang harus dilakukannya agar bisa merebut perhatian baekhyun lagi, seketika wajah nayeon semeringah saat melihat baekhyun dipintu masuk restoran, tapi begitu melihat suzy yang datang bersama  baekhyun ekspresi nayeon langsung tidak suka ‘bersabarlah nayeon jangan sampai merusak suasana dan baekhyun oppa marah lagi padamu’ nasehat nayeon untuk dirinya sendiri

“oppa,,” panggil nayeon sambil tersenyum manis

“kau sudah lama?” tanya baekhyun yang dijawab anggukan manja oleh nayeon “ah mian,, kau sudah memesan?”

“ani, kita memesan bersama – sama” jawab nayeon tanpa menghiraukan suzy yang datang bersama baekhyun

“anyeonghaseyo nayeon’ssi” sapa suzy sambil duduk dikursi yang ditarikkan baekhyun untuknya kemudian setelah menarikkan kursi untuk suzy baekhyun mengambil tempat duduk ditengah – tengah antara nayeon dan suzy

“kupikir oppa akan datang sendiri” ucap nayeon sambil melihat daftar menu tapi baekhyun tidak memperhatikannya karena sibuk dengan pilihan menunya bersama suzy, yang membuat nayeon melihat malas kearah mereka karena tidak diperhatikan

“kau bilang apa nayeon’ah?” baekhyun bertanya saat sudah selesai memilih menu “iya aku mengajak suzy karena akan baik kalau kalian lebih akrab, bukankah kau sudah menyetujui hubunganku dengan suzy?” baekhyun tersenyum cerah

“hey,, kalian tunggu sebentar disini aku pikir mengenal seseorang disana” tunjuk baekhyun sambil berdiri pada 2 orang asing yang sedang asik memakan makanannya

Suzy melihat baekhyun yang menyapa 2 orang asing itu dengan sangat akrab seolah sudah sangat lama tidak bertemu “jangan berfikir kalau aku memang benar – benar merestui hubunganmu dengan baekhyun oppa” ucap nayeon yang menatap sengit kearah suzy

“maksudmu?” suzy bertanya hati – hati tapi masih terlihat tenang

“mungkin baekhyun oppa salah mengerti ucapanku malam itu, tapi biarlah karena aku akan tetap merebut baekhyun oppa darimu, jika harus terlihat berdamai denganmu akan membuat baekhyun oppa kembali dekat denganku maka aku tidak akan keberatan sama sekali karena dengan begini dia akan selalu mencariku, jadi berhati – hatilah karena aku sangat mengenalnya”

Baru saja suzy ingin membalas perkataan nayeon baekhyun sudah kembali dan tersenyum puas karena bertemu dengan temannya

“siapa mereka oppa, aku rasa tidak pernah melihat mereka” tanya nayeon karena nayeon tau semua teman baekhyun di amerika

“kau tidak mengenalnya, mereka teman – temanku dari Toronto, kami bertemu saat seminar di LA dulu” cerita baekhyun  “pantas saja aku tidak kenal” sahut nayeon

Makan siang mereka mereka berjalan lancar walaupun beberapa kali suzy harus menahan diri untuk tidak ingin langsung menjambak rambut nayeon karena bersikap manja pada baekhyun, suzy hanya mengikuti permainan yang dibuat oleh nayeon karena ini sudah menjadi perang terbuka antara dirinya nayeon

“oh ya baek, mungkin hari ini aku tidak bisa keapartemenmu” ucap suzy saat mereka sudah sampai di lobi kantor

“wee? Apa aku berbuat salah lagi? Tanya baekhyun sambil menatap suzy

“bukan seperti itu, kau sama sekali tidak berbuat salah sayang,, aku hanya ada janji bertemu dengan teman lama” jawab suzy sambil mengelus wajah baekhyun lembut

“baiklah aku mengerti, kalau begitu aku akan keluar bersama chanyeol dan chen” ungkap baekhyun “oh ya tapi mungkin chanyeol tidak akan ikut karena akhir – akhir ini dia sibuk berkencan dengan jieun” lanjut baekhyun

“mwo?? Chanyeol dan jieun berkencan?” suzy bertanya balik karena saking kagetnya

“kau tidak tau?” baekhyun bertanya balik “aku tidak tau karena jieun tidak pernah menceritakan apapun, aku rasa nanti akan menanyakan semuanya padanya” ucap suzy sambil melipat tangannya

“baiklah mari kita lupakan dulu masalah jieun,, sekarang tidakkah kau berfikir kalau harus memberikanku ciuman mengingat kau tidak akan datang lagi malam ini” ucapa baekhyun cepat

“baek, kita sudah dikantor dan ini diparkiran” ucap suzy menaikkan alisnya karena tidak mengerti kenapa baekhyun begitu manja hari ini

“memangnya kenapa? siapa yang perduli” jawab baekhyun acuh “Byuntae” ucap suzy mengecup pipi baekhyun kilat kemudian keluar dari dalam mobil

“ah, ya masih kurang” teriak baekhyun dari dalam mobil tapi suzy berlari menutup telinganya sambil tertawa meninggalkan baekhyun

###

Begitu pulang dari kantor, sungguh suzy berfikir keras untuk melakukannya atau tidak. Suzy sekarang sudah berada didepan apartemen luhan, suzy masih ragu dengan keputusannya sendiri sehingga suzy terdiam agak lama didepan pintu tanpa melakukan apapun.

Tapi suzy baru akan berbalik pergi dan seketika pintu terbuka yang menampilkan luhan disana “suzy” panggil luhan yang membuat suzy menghentikan langkahnya, seketika suzy bisa merasakan seseorang memeluknya dari belakang “bogoshippo” gumam luhan semakin mempererat pelukannya

“Lu, komohon berhenti memandangku seperti itu” tegur suzy karena luhan yang sedari tadi masih saja terus menatapnya yang membuat suzy sedikit risih karena diperhatikan terus menerus dan luhan tidak mau melepaskan tangan suzy, seolah jika dia melepaskannya maka suzy akan menghilang

“wee? Apa aku tidak boleh melakukannya karena sekarang kau kekasih direktur byun?” sindir luhan “kau tau aku cemburu saat menyadari direktur byun menatapmu dengan penuh cinta” lanjut luhan tapi suzy tidak menanggapinya

“kenapa kau kembali Lu?” suzy bertanya sambil menatap luhan mata luhan

Luhan diam sejenak sambil menatap suzy, yoja yang selama ini sangat dirindukannya “karena aku sangat merindukanmu, apakah aku sudah tidak memiliki kesempatan lagi untuk bersamamu suzy’ah” luhan memohon pada suzy, terdapat banyak rasa penyesalan dalam setiap kata yang luhan ucapkan

“aku tidak bisa lu, keadaannya sudah tidak sama lagi seperti dulu, kau dan aku sudah berjalan dijalan masing – masing” jawab suzy dengan suara yang berat dan susah payah, menahan setiap gejolak yang terjadi pada dirinya

“kenapa tidak bisa? Aku tau kau masih memiliki perasaan untukku” ucap luhan tidak mau kalah “tatap aku suzy dan katakan kalau aku salah, perasaanmu sudah tidak ada lagi untukku” luhan menarik wajah suzy agar langsung menatapnya

“aku harus pergi Lu” ucap suzy yang seketika berdiri “baekhyun menungguku” suzy tidak ingin terlalu lama berada disini karena suzy sangat yakin kalau air matanya sudah akan keluar sekarang,, suzy keluar dari dalam apartemen luhan dengan setengah berlari karena suzy tau kalau luhan mengejarnya,,

Luhan menarik lengan suzy untk menghentikan langkahnya saat suzy sudah terkejar olehnya “Kumohon jangan pergi” pinta luhan saat mereka sudah sampai ditepi jalan “Kumohon jangan pergi seperti ini” suzy hanya menunduk “tolong lepaskan tanganku Lu” pinta suzy dengan suara lemah

“aku tidak akan melepaskannya, karena aku tau kau masih mencintaiku” ucap luhan bersikeras dan tidak ingin kalah, karena luhan juga tidak ingin melepaskan suzy saat ini

“kenapa harus sekarang Lu?” teriak suzy yang sudah menangis yang sontak membuat Luhan menarik suzy kedalam pelukannya “mianhae suzy’ah” ucap luhan sambil menenangkan suzy “ini semua salahku karena meninggalkanmu, tapi sungguh aku selama dicina aku tidak bisa berhenti memikirkanmu, Mianhae” ucap luhan penuh penyesalan disetiap kata yang keluar dari mulutnya

Tanpa mereka sadari  ada sepasang mata yang menatap kearah mereka dalam diam, memperhatikan perdebatan mereka walaupun sebenarnya dia tau dengan jelas apa yang sedang didebatkan oleh kedua orang diseberang jalan itu sampai terakhir saat melihat sang yoja ditarik kedalam pelukan sang namja

“apa sebenarnya yang kalian sedang lakukan”

TBC

27 responses to “[Freelance] Before We Meet Again Chapter 7

  1. Aduh sekarang suzy nya jd ikutan galau gara2 bertemu luhan , jangan sampe deh suzy salah milih antara luhan ma baekhyun, nanti kasian kalo salah mlih bisa2 suzy bakaln terluka lg. Yg liat suzy ma luhan itu sp author??? Mudah2n jangan baekhyun😦

  2. Omo siapa yg lihat hanzy apakah itu baekhyun atau nayeon,siapapun itu pasti akan ada kesalahpahaman.
    Huft di satu sisi baekhyun bingung dgn persaannya karena kemunculan nayeon dan disis yg lain suzy juga kembali bingung dgn perasaannya setelah kedatangan luhan.
    Lalu jika mereka masih bingung dgn perasaanya sendiri,akankah hubungan mereka akan bertahan lama

  3. Ihhh licik jg si nayeon..manis bgt sikapnya sama suzy kalau di depan baek..
    Nah tuh sekarang siapa lagi yg mergokin suzy ama luhan??😣

  4. Waaah kasihan banget luhan😦
    Itu pasti yg lihat mereka baekhyun ya? Hmmm penasaran sama lanjutannyaaa xD
    Ceritanya bagusssss koookk

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s