Kissing You (Chapter 1)

 

req-kissing-you

amazing poster by EyesmileLaugh@Fanfiction’sLibrary

Author : Kim Nara

Leght : Chapter

Genre :Romance,Schoolife, Comedy failed!

Rating : Teen

Cast : Suzy, Myungsoo, Kai

Other Cast : Soojung, Sehun, Nara

***

**

Dislaimer :

Terinspirasi dari komik Itazura na kiss

***

**

Suzy berlari dengan tergesa gesa menuju rumahnya, ralat bukan rumah tapi restoran milik ayahnya. Suzy memang belum memiliki rumah jadi untuk sementara ia tinggal di lantai dua restoran-nya. Hal itu di sebabkan pergusuran rumah yang di lakukan pemerintah untuk pembangunan jalan tol 2 tahun silam.

Tapi, mereka tidak selamanya akan tinggal di restoran ttaekkoboki itu, karna ayah Suzy  telah memesan sebuah rumah di salah satu agen perumahan yang akan segera mereka tempati.

“Suzy-ah, pelankan langkamu kau bisa jatuh!”

Suzy tidak lagi menghiraukan teguran ayahnya, ia dengan gesit menaiki tangga restoran yang langsung menuju ke kamarnya. Manik matanya berhasil membulat saat melihat kamarnya yang tadi-nya rapi berubah menjadi sangat berantakan. Ia melangkah menuju laci mejanya,membukanya dan mencari sesuatu. Dan benar dugaannya benda yang ia cari telah menghilang.

Appa, ada pencuri!!”

Pekik Suzy seraya kembali menuruni tangga, melihat ayahnya yang masih tidak merespon ia kembali mengulang kalimatnya “Kubilang ada pencuri!!”

“Suzy-ah, pelankan suaramu banyak pelanggan di sini,” kata Ayah Suzy enteng tanpa mengalihkan atensinya dari masakannya.

Suzy mengarahkan pandangannya pada seisi ruangan, dan benar saja kini semua pelanggan tengah menatapnya. Tapi sejak kapan ada begitu banyak pelanggan, ia tadi tidak melihat satupun saat masuk dan juga kenapa pelanggan itu ada di tempat ini.

Appa, apa yang mereka lakukan?” Tanya Suzy bingung

“tentu, saja memesan ttaekkoboki,

“Kenapa mereka memesan ttaekkoboki?” pertanyaan Suzy kali ini hanya dibalas oleh sebuah tatapan aneh dari ayahnya yang sukses membuat ingatannya kembali berpijak  kedunia nyata “Aku lupa ini restoran ttaekkoboki.

Appa, suratku hilang, seorang pencuri mengambilnya.” Kali ini suara Suzy sudah berhasil ia rendahkan. Belum sempat Ayah Suzy mengatakan apapun-

“Mencari ini nyonya Bae?”

-pertanyaan itu telah di jawab lebih dulu oleh seorang Pemuda tampan yang kini telah berdiri di belakang Suzy dengan tangan yang memengang sebuah surat berwarna Pink Rose.

“Se-Sehun, kenapa suratku ada padamu?” Tanya Suzy sedikit gugup terlebih saat Namja itu memicingkan matanya seolah meminta jawaban

“Untuk siapa surat ini?”

Suzy gelagapan mencari alasan, netra-nya melirik ke sana kemari berharap mendapatkan sesuatu untuk di jadikan sebuah kebohongan “Itu untuk ayah.”

“Jangan bergurau denganku Suzy-ah,”

“Begini, aku akan memberitahukan yang sebenarnya tapi jangan beritahu orang lain.” Suzy bersuara dengan setengah berbisik pada Sehun membuat Namja itu harus lebih dulu membungkukkan badannya agar bisa mendengar suara Suzy dengan jelas.

“Termasuk Kai dan Soojung?” Tanya Sehun bingung, karna tak seharusnya ia dan Suzy berbagi rahasia tanpa mereka.

Suzy mengangguk semangat lalu kembali berucap “Aku jatuh cinta,”

Sehun terdiam di tempatnya, hingga sekon berikutnya sebuah kurva berhasil terbentuk di bibirnya “Apa dia Kai?”

Suzy menggeleng kuat membuat senyum Sehun pudar begitu saja, jika bukan Kai lalu siapa?  Kai akan sangat kecewa jika mendengar Suzy menyukai pria lain, batinya

“Aku tidak tahu namanya, tapi sepertinya dia murid baru.”

Sehun tersenyum kikuk lalu mengembalikan surat Suzy, menatap gadis itu penuh arti dan kemudian berbalik pergi. Suzy menatap punggung Sehun khawatir, bagaimana jika Sehun memberitahu ini pada Soojung dan Kai mengingat Sehun adalah Namja yang sangat setia kawan. Tapi,Suzy tidak ingin mengambil pusing, ia lebih memilih untuk percaya pada Namja bermarga Oh itu.

Suzy kemudian membuka kembali suratnya, memastikan surat itu baik baik saja tidak lecet karna tangan nakal iblis milik Sehun. Dan syukurlah surat itu masih tetap sama.

 

To : Pemuda tampan

Hai, aku Suzy kau mungkin sudah melupakanku tapi aku akan selalu mengingatmu karna nama-mu telah terukir di hatiku, walau aku belum tahu siapa nama-mu. Masih ingat pertemuan pertama kita, saat kau menemukan kucing yang ku cari dan memberikannya padaku. Jantungku berdetak dengan begitu cepat, awalnya kupikir hal itu di sebabkan oleh wajahmu yang sangat tampan bahkan jauh lebih tampan dari L nfinite. Tapi,setelah ku selidiki aku rasa aku sudah jatuh cinta padamu. Aku terus memikirkanmu sepanjang hari, ku harap kau mau menerima rasa cintaku.

By : Bae Suzy

 

***

Liburan musim panas telah resmi berakhir, murid-murid Hanguk HighSchool begitu antusias memulai hari mereka. Kerusuhan terjadi di setiap kelas terutama kelas 12.9, kelas yang sangat perlu di perhatikan karna begitu memprihatinkan. Jika di urutkan dari angka 1 sampai 100 kelas itu pasti akan selalu berada di urutan paling akhir.

Hal itu sudah menjadi hal yang wajar mengingat kelas itu bukanlah kelas unggulan melainkan hanya kelas biasa yang terlalu biasa hingga sangat nihil kemungkinan bagimu untuk menemukan orang genius di dalamnya.

Tapi citra buruk kelas itu tidak membuat murid-muridnya menjadi lesu dan murung karna pada kenyataanya kelas itu adalah kelas yang paling ceria di banding kelas-kelas lainnya.

 

Kelas unggulan tentu saja berbeda dengan kelas biasa, jikalau para murid kelas unggulan lebih memilih untuk memulai hari dengan membaca buku maka kelas biasa akan memulai hari mereka dengan bergosip,bercanda,bermain atau hal tidak penting lainnya.

“Jadi pada akhirnya aku dan Pemuda itu berkenalan dan menghabiskan waktu bersama.” Soojung mengakhiri kisahnya sambil tersenyum centil, membuat Kai dan Sehun langsung berseru tidak suka sementara Suzy hanya mengangguk-angguk sambil tersenyum lucu.

Keempat sahabat ini tengah menceritakan kisah liburan merka satu sama lain. Tidak penting memang, tapi entah mengapa hal ini menjadi begitu menyenangkan bagi mereka. Setelah puas memukuli Kai dan Sehun Soojung lantas menatap Suzy seraya menopang dagu. “Bagaimana liburanmu Suzy-ah?”

“Kau tidak menghabiskan waktu liburanmu hanya untuk memikirkanku, kan?” Tanya  Kai sambil mengembangkan sebuah senyum penuh kebanggaan.

“Tentu saja tidak, aku menghabiskan waktu untuk menulis sebuah surat.” ujar Suzy enteng tanpa mempedulikan sebuah harapan yang mungkin baru saja patah karna ucapannya.

“Kau menulis surat untuk siapa?” Tanya Krystal antusias diikuti tatapan penasaran dari Kai, sementara Sehun hanya bisa membuang muka dan berharap semoga Choi Songsaengnim akan segera tiba.

“Surat itu untuk seseorang yang spesial,” Suzy berkata sambil tersenyum malu, Soojung lantas langsung menatap Kai khawatir, Pasti sangat sakit rasanya jika menjadi Pemuda itu.

“Si-siapa orang itu?” Kai bertanya dengan nada yang bergetar, Suzy baru saja akan menjawab sebelum Choi Songsaengnim memasuki kelas yang lantas membuat seluruh murid langsung duduk dengan rapi.

Choi Songsaengnim memasuki kelas sambil tersenyum riang “Bagaimana liburan kalian?”

“KURANG!” ujar semua murid kompak yang lantas membuat Choi Songsaengnim menaikkan alisnya sebelah tanda tak mengerti “Kurang apanya?”

“KURANG LAMA, SSAEM!”

Choi Songsaengnim tertawa renyah setelahnya, kemudian beranjak ke papan tulis dan mulai menuliskan materi pelajaran mereka sebelum atensinya teralih pada sosok yang tengah berdiri di ambang pintu “A-apa yang kau lakukan?”

“Aku murid baru di kelas ini.” ujar Pemuda tampan itu dengan acuh.

Choi Songsaengnim melepas kacamatanya lalu mengusap matanya pelan dan memasang kembali kacamata itu guna memastikan bahwa ia tidak salah lihat “Kau Kim Myungsoo, kan? Murid baru yang IQ-nya tepat 200? Bukannya kau berada di kelas unggulan?”

Pemuda yang akrab di panggil Myunsoo itu hanya tersenyum simpul sebelum menjawab “Awalnya memang seperti itu, tapi saya sengaja meminta kepada kepala sekolah agar di pindahkan di kelas biasa.”

Choi Ssaem yang masih setengah kebingungan hanya bisa mengangguk kaku sebelum mempersilahkan Pemuda itu masuk. Baru saja satu langkah Myungsoo beranjak teriakan heboh dari para kaum hawa langsung memenuhi seluruh pelosok kelas, seolah mereka baru saja bertemu dengan Pemuda paling tampan di dunia.

“Sudah semuanya diam! Dan kau murid baru perkenalkan dirimu,”

“Namaku Kim Myungsoo, kalian bisa memanggilku Myungsoo. Aku murid pindahan dari Kent Highschool di Amerika,”

“Apa alasanmu lebih memilih berada di kelas biasa di banding kelas unggulan?” Tanya Choi Ssaem penasaran. Myunsoo terdiam sejenak sebelum menjawab dengan sedikit ragu “Maaf, aku punya alasan pribadi yang tidak bisa di beritahu.”

 

***

“Murid baru tadi tampan sekali, dia benar-benar tipeku!” Soojung berujar dengan cukup keras hingga membuat dirinya berhasil menjadi pusat perhatian. Sehun menatap kesal ke arah sahabatnya yang centil itu “Bukankah semua lelaki di dunia ini adalah tipemu”

“Ya, benar semuanya kecuali dirimu!!”

“Bisakah kau berhenti berteriak seperti itu?”

“Tidak bisa!” jawab Soojung ketus sambil melahap makan siangnya dengan semangat.

“Di mana Suzy?” Tanya Kai yang sedari tadi hanya terdiam mendengar pertengkaran Sehun dan Soojung. Soojung yang sedang menyantap makanan lantas menghentikan aktivitasnya “Perpustakaan, dia kan penjaganya.”

“Apa kalian tahu untuk siapa Suzy menulis surat itu?” Kai bertanya dengan suara yang rendah. Soojung sadar kalau Pemuda itu pasti sedang patah hati “Aku tidak tahu, bagaimana denganmu Sehun?”

Sehun yang berusaha mengalihkan perhatian ke arah lain langsung terkesiap kala namanya di sebut, ia benar-benar tidak bisa berbohong apa lagi kepada sahabat-sahabatnya yang sudah sangat mengenal dirinya.

“Sebenarnya, Aku sudah lama mengetahui hal itu”

PLAKK

Sebuah pukulan keras langsung mendarat di punggung Sehun begitu ia menyelesaikan kalimatnya “Kenapa tidak beritahu kami? Dasar bodoh!”

“Karna Suzy bilang ini rahasia!” ujar Sehun sambil mengelus-elus punggungnya yang sepertinya telah membiru di belakang sana.

“Lalu untuk siapa surat itu?”

“Dia bilang surat itu untuk murid baru, mungkin Pemuda di kelas kita tadi”

Kini hening menyapa, tak ada satupun yang berbicara. Soojung menatap Sehun kesal, bagaimana bisa Pemuda bodoh itu mengatakan semuanya dengan jujur di hadapan Kai. Padahal ia juga tahu sendiri kalau Kai sudah lama menyukai Suzy.

 

***

Di perpustakaan Suzy masih serius membereskan tumpukkan buku yang berserahkan di lemari. Sebagai seorang anggota klub Perpustakaan ini sudah menjadi salah satu hal wajib untuknya. walaupun Suzy itu sangat bodoh dan lemot tapi tidak ada satupun yang menyangka bahwa ia sangat menyukai buku terutama buku yang berisikan kumpulan karya fiksi-fiksi terkenal.

Fikirannya kembali melayang pada kejadian tadi, Pemuda yang ia kagumi berada di kelas yang sama dengan dirinya. Suzy sangat percaya bahwa hal ini adalah sebuah takdir. Terlalu lama hanyut dari lamunannya membuat Suzy tak lagi siap dengan sekitarnya sehingga saat seorang Pemuda tanpa sengaja menyenggolnya bahunya ia langsung terjatuh tersungkur begitu saja di lantai.

Suzy memekik kesakitan, tangannya mengelus bokongnya yang terasa sakit. Sebuah tangan lantas terulur untuk membantunya berdiri “biar aku bantu.”

Suzy hanya bisa terdiam sambil tersenym kecil saat menyadari siapa yang sedang berada di hadapannya saat ini, Pemuda yan baru saja melayang-layang di saraf pengingatnya sekarang berada tepat di hadapannya. Dengan sedikit gugup Suzy meraih tangan Myungsoo dan kembali berdiri seperti semula.

“Maafkan aku,” ujar Myungsoo pelan, mengingat mereka masih berada di dalam Perpustakaan yang sangat mengutamakan ketenangan. Suzy mengangguk kecil sementara netranya belum kunjung bisa teralihkan dari wajah tampan Myungsoo.

Merasa masalah telah selesai, Myungsoo kemudian melangkahkan kakinya untuk pergi sebelum Suzy menarik lengannya pelan. Myungsoo menoleh dan menatap kebingungan pada Suzy “Ada apa?”

“K-kau mengingatku?”

“Apa itu penting?”

“Kita pernah bertemu sebelumnya, kau ingat di sekolah saat itu. Saat itu kau membawa kucing yang kutemukan dan berjanji merawatnya” Suzy menatap Myungsoo dengan penuh harap sebelum kalimat ketus yang selanjutnya di lontarkan Pemuda itu membuat harapannya runtuh.

“Aku tidak ingat,” setelah mengatakan itu Myungsoo kembali melanjutkan langkahnya untuk meninggalkan tempat itu.

“Lalu bagaimana dengan kucingnya?” gumam Suzy pelan namun masih dapat di dengar jelas oleh Myungsoo, untung saja tempat ini sepi.

“Kucing itu baik-baik saja, jadi kau tidak perlu khawatir”

“Jadi kau mengingatku?!”

Myungsoo memilih untuk tidak menjawab dan hanya memberikan sebuah senyuman manis pada Suzy.

 

***

Suzy kembali membaca suratnya dengan teliti, memastikan bahwa tak ada lagi kesalahan dalam surat itu. Pasalnya Suzy telah bertekad akan memberikan surat itu pada Myungsoo besok. Ia yakin bahwa dirinya pasti telah di takdirkan untuk bisa hidup bersama dengan Pemuda tampan itu.

“Suzy-ah, turunlah dulu.”

Ne, appa,

Suzy kemudian memasukkan surat itu ke dalam laci tasnya dan beranjak menuju ruang utama restoran mereka yang berada di lantai bawah.

“Suzy-ah, kau masih ingat Ahjussi ini? Dia teman baik Appa dulu,” kata Ayah Suzy dengan semangat, sementara Suzy hanya bisa menggelengkan kepalanya perlahan sambil berekspresi sedih “Mianh, aku tidak ingat.”

Melihat hal itu Ahjussi yang di klaim teman ayah Suzy langsung tertawa begitu saja. “Kau tidak perlu seserius itu, lagipula kita sudah tidak berjumpa cukup lama jadi hal yang wajar jika kau tak mengingatnya.” ujar Ahjussi itu sambil tersenyum ramah pada Suzy.

“Kami akan berbincang di halaman depan jadi kau di sini dan temani Nara saja,” kata ayah Suzy.

“Nara? Siapa itu?”

Ayah Suzy menunjuk ke arah sebuah kursi tempat seorang Gadis cantik berdiam diri sejak tadi. Sepertinya Suzy sama sekali tidak menyadari kehadiran Gadis itu tadi.

“Dia anak dari Ahjussi ini, kalian dulu pernah bermain bersama saat kecil,”

Setelah mengatakan itu Ayah Suzy dan ahjussi itu-pun beranjak pergi meninggalkan Suzy yang hanya bisa terdiam kaku karna tatapan sinis yang di tujukan gadis bermarga Kim itu padanya.

“H-hai,” ujar Suzy dengan sedikit canggung, ah tidak. Tapi benar-benar canggung.

“Cih, kau masih tetap bodoh rupanya.”

Suzy hanya tersenyum riang sebagai respon dari kalimat ejekan yang baru saja di lontarkan Nara padanya. Jangan tanya alasannya, karna Suzy adalah Yeoja yang sangat lambat dalam berfikir jadi pastilah ia tidak sadar jikalau ia baru saja di hina.

“Sepertinya, kita seumuran. Aku benarkan?” tanya Suzy sambil memposisikan dirinya di samping Nara.

“Aku tidak setua dirimu, aku baru di tahun kedua sekolah menegah. Kita berbeda 12 bulan!”

“12 bulan? Bukankah kita berbeda 1 tahun bukannya 12 bulan?”

Nara memukul kepalanya pelan, berbicara dengan Suzy sama saja dengan mengobrol pada anak yang masih duduk di taman kanak-kanak.

“Katanya saat kecil kita sering bermain bersama, kita pasti akrab?”

“Tidak sama sekali, aku justru sangat membencimu. Kau selalu saja mengalihkan semua perhatian milik Oppa-ku.”

Oppa? Kau memiliki seorang kakak?”

“Kau ini benar-benar bodoh rupanya, kau bahkan tidak mengingat teman masa kecilmu,”

“Aku punya teman masa kecil?”

“Sudahlah, aku tidak ingin berbicara dengan orang bodoh!”

“Siapa yang bodoh?”

“Lupakan saja”

“Apanya?”

“SUZY!”

 

***

Suzy terus saja berdiri di ambang pintu kelasnya dengan gusar, seolah sedang menunggu seseorang. Semua perhatian orang-orang kelas kini sepenuhnya telah teralih pada dirinya. Sehun dan Soojung saling bertukar pandang, keduanya sama-sama berharap agar Kai jangan datang dulu saat ini.

Kelas langsung hening seketika begitu Myungsoo tiba di depan ambang pintu-tepat di hadapan Suzy. Merasa aneh ikut menjadi pusat perhatian Myunsoo lantas menatap tajam ke arah Suzy sambil menjungkitkan alisnya sebelah tanda tak mengerti.

Tanpa perlu menunggu waktu yang lebih lama Suzy langsung mengulurkan sebuah surat berwarna merah muda sambil menundukkan kepalanya. “Ini surat cintaku, aku menyukai sejak awal kita berjumpa. Kau mau menerimanya, kan?”

Seisi kelas langsung menjadi riuh dalam sekejap, semuanya bersorak tidak percaya dengan apa yang baru saja di lakukan Suzy bahkan sebagian dari mereka mengabadikan momen ini melalui sebuah kamera.

Tapi kehebohan itu tidak bertahan lama, karna kalimat yang selanjutnya di ucapkan Myungsoo dengan nada yang sangat dingin berhasil membuat semua orang yang ada hanya bisa terdiam sambil menatap Suzy miris.

“Aku tidak mau,”

Dan jangan tanyakan lagi mengapa air mata Suzy kini mengalir, berlomba untuk berjatuhan keluar dari mata indahnya.

 

TBC

A/N :

Sumpah, aku mau minta maaf banget karna ini kelamaan postingnya. Real life aku lagi bener-bener sibuk soalnya, ini aja aku buatnya di sela-sela kesibukan belajar buat try out. Harap pengertiannya.

Mohon maaf & Terima kasih.

71 responses to “Kissing You (Chapter 1)

  1. Iya bener ceritanya hampir mirip sama drama itazura na kiss versi thailand,,,,,
    Tapi aku tetep suka karena ini versi myungzy.
    Next partnya ditunggu author fighting

  2. Berasa nonton naghty kiss.aku penasara sam alasan myung yg dikelas biasa.apa kerena suzy.tp dia cuek sama suzy.

  3. Ya ampun…pantes aja nara gemes sama tingkahnya suzy…aq yg baca aja ga tahan sm tingkahnya suzy…yang ampun banget deh…tp sumpah suzy bikin ngakak mulu…dan buat sehunie dibilangnya rahasia juga kok malah diceritain semua…kayaknya sifaf 4 sahabat ini bener2 unik deh…kasihan jongin…aigoo ternyata mereka temen masa kecil…penasaran apa myung inget suzy seperti nara yang inget suzy…kl suzy mah jgn ditanya pasti dy ga inget,…
    kasihan uri suzy cintanya ditolak…suzy-ah fighting ne…jgn nyerah whakakak…

  4. Ihh myung nyebelin bgt sih..duhh suzy nya kelewat polos…jadi apakah nara itu adiknya myungsoo?? Trus sebenernya apa alasan myung lebih memilih kelas biasa padahal bisa berada di kelas unggulan??
    Yaah kai nya patah hati dah..suzy sukanya sama myung..

  5. Ternyata myungzy dah sling knal. Tp suzy kok lupa yea ma kel myung, da yg slah dngan dya ingat suzy? Myung mnolak suzy

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s