[Freelance] Before We Meet Again Chapter 8

Title : Before We Meet Again  | Author : SureTo_Dream | Genre :  Romance | Rating : PG-17| Main Cast : Byun Baekhyun and Bae Suzy | Other Cast : Find by yourself!

Disclamer :

cerita ini adalah cerita murni dari khayalanku yang udah lama aku tulis tapi gak selesai – selesai dan tiba – tiba saja inspirasi muncul lagi saat lihat kedua main cast diatas punya project bersama,, FF ini juga aku publis di WP pribadi aku http://happydreamandstory.wordpress.com/ tapi seperti yang kalian tau, gak asik banget kalo cumen aku sendiri yang baca,,, maaf kalo seandainya dalam penulisan ada kesalahan karena aku hanya manusia biasa yang tak sempurna dan banyak kekurangan ☺☺

�Happy Reading Guys Hope you like it

########

 

Baekhyun sedang memacu mobilnya dengan kecepatan sedang tidak ingin terlalu cepat sampai dirumah karena baekhyun mengambil rute sedikit jauh dari rute yang biasa dia lewati sambil memperhatikan keramaian yang berada di samping kiri dan kanan “sepertinya aku memang harus lebih sering melewati jalan yang berbeda” baekhyun berbicara sendiri

“suzy”ucap baekhyun seketika saat melihat suzy yang baru saja keluar dari sebuah gedung,, baekhyun langsung menepikan mobilnya dan berniat untuk menelpon suzy tapi seketikan baekhyun urungkan saat melihat ada seseorang yang mengejar dan menarik suzy

“bukankah itu luhan, apa yang sedang dilakukannya?” baekhyun bertanya pada dirinya sendiri, sambil tetap terfokus pada suzy dan luhan diseberang jalan, yang terlihat seperti sedang mendebatkan sesuatu sampai seketika mata baekhyun melebar dengan sempurna saat melihat luhan yang menarik suzy kedalam pelukannya,, sesaat baekhyun seperti dihantam ribuan pisau tepat pada jantungnya, dan seketika baekhyun membalikkan wajahnya tidak sanggup untuk melihatnya lebih lama,, tanpa disadari setetes cairan bening keluar dari sudut mata baekhyun tanpa bisa ditahan,, anggap saja baekhyun adalah namja cengeng tapi melihat orang yang kau cintai dipeluk mesra oleh orang lain pasti rasanya sangat menyakitkan, baekhyun berusaha menenangkan diri dan tidak berfikir macam – macam karena semuanya pasti ada penjelasan

Baekhyun mencari ponselnya dan mencoba menelpon suzy,, beberapa detik baekhyun menunggu panggilannya tersambung,

Yeoboseyo” ucap suzy dari seberang

“kau sudah sampai dirumah?” baekhyun bertanya dan berusaha mengatur nada bicaranya agar terdengar seperti biasanya dan kembali memperhatikan suzy dari seberang, baekhyun bisa melihat wajah luhan yang menatap suzy penuh arti

Aku masih berada diluar membeli beberapa barang” jawab suzy berbohong

“kau dimana perlu ku jemput? Kita pulang bersama”

ani, kau tidak perlu menjemputku, aku sudah berada di dekat rumah” jawab suzy terbata – bata

“kau menangis?”

aniyo, aku baik – baik saja, hanya ada debu yang masuk kedalam mataku” jawab suzy cepat

 

“eoh, kupikir kau menangis,, Kau sudah bertemu dengan temanmu?”

Ya, kami sudah bertemu”

 

”Arasso, cepatlah pulang ini sudah malam, suzy’ah saranghae,, kututup” baekhyun lalu menutup sambungan telponnya, ada perasaan kecewa yang muncul saat suzy tidak mengatakan yang sebenarnya padanya “apa yang sebenarnya sedang kalian lakukan?”

###

“jam berapa kau pulang semalam? Kau dan baekhyun pergi kemana eoh?” jieun bertanya saat sedang sarapan pagi bersama

“aku pergi menemui luhan” jawab suzy singkat

“mwo, bicosso? Apa yang kau pikirkan, bukankah aku sudah bilang padamu untuk jangan menemuinya?” omel jieun pada suzy

“aku juga tidak mengerti,, ada banyak hal yang ingin aku tanyakan padanya” ucap suzy lagi

“lalu apa yang kau dapatkan setelah bertemu dengannya?” mendengar ucapan jieun suzy hanya diam tidak tau harus mengatakan apa “sudah ku duga kau tidak mendapatkan jawaban apapun,

 Suzy’ah sekarang kita harus menatap lurus untuk masa depan, lupakan Luhan dan seriuslah bersama baekhyun” jieun menatap suzy dengan serius

“aku bukan ingin menceramahimu, aku tau bagaimana perasaanmu dulu untuk Luhan tapi tentu kau tidak ingin kejadian yang sama terulang lagi,, jadi pikirkan apa yang kukatakan padamu, dan ingat suzy’ah kau tidak bisa selalu bersembunyi untuk menemui Luhan karena cepat atau lambat baekhyun pasti akan mengetahuinya” jieun menepuk pundak suzy sebelum pergi meninggalkannya “kau harus cepat kalau tidak ingin terlambat dan mendapat amukan manager choi”

Suzy berfikir dan menyelami semua yang diucapkan jieun padanya ‘semuanya memang sudah berbeda’

__

“Oppa bukankah sarapan bersama seperti ini sangat menyenangkan” ucap nayeon sambil tidak henti – hentinya tersenyum, karena hari ini baekhyun datang sangat pagi keapartemen nayeon dan sarapan disana, baekhyun butuh teman untuk mengalihkan pikirannya dari kejadian semalam yang sangat menyita pikirannya dan seperti biasanya nayeon adalah pilihan satu – satunya yang baekhyun punya selain saeron yang ponselnya tidak kunjung aktif,

“Oppa,, apa kau tau kai sangat cerewet akhir – akhir ini, isi emailnya sangat ribut jadi aku malas untuk membalasnya” cerita nayeon

“benarkah,, mungkin dia merindukanmu karena sekarang tidak ada yang mengganggu hidupnya lagi” ucap baekhyun sambil sedikit terenyum

“mungkin tapi dia sangat cerewet oppa, aku jadi malas membalas emailnya” gerutu nayeon masih sambil memakan sarapannya

“sekarang kau mengertikan apa yang kurasakan saat membaca emailmu” sindir baekhyun

“Yaa!! jadi oppa menyamakan email penuh sayangku dengan email si kkamjong” baekhyun hanya tertawa menanggapi protes nayeon padanya “bukan seperti itu, tapi kau memang sama berisiknya dengan kai” kilah baekhyun “tapi tetap saja artinya sama – sama berisik oppa~” nayeon yang sedang memperjelas maksud perkataan baekhyun,

“sudahlah lebih baik kita berangkat karena berkasku sudah menumpuk” ucap baekhyun cepat karena menghindari amukan nayeon

__

Baekhyun berjalan beriringan bersama nayeon, sambil sesekali tertawa membahas sesuatu yang lucu menurut mereka sampai memasuki lift bersama dengan beberapa karyawan lainnya, begitu lift akan menutup tapi seketika terbuka lagi dan menampilkan suzy yang berada disana, suzy tersenyum sambil memberikan hormat, baekhyun terdiam seperti tidak tau yang harus dilakukan karena teringat akan kejadian semalam yang masih mengganjal dipikirannya

“Oppa,, apa benar saeron sedang berada diamerika?” ucap nayeon seketika yang merebut perhatian baekhyun sambil menyodorkan ponselnya

“ani, saeron masih disini” sanggah baekhyun karena baru kemarin dirinya berbicara dengan saeron

“dia diamerika oppa,, coba lihat status kai” suruh nayeon karena baekhyun yang tidak percaya, sedangkan suzy hanya melihat kebersamaan baekhyun dan nayeon dengan tarikan nafas panjang, karena semua orang dikantor tidak ada yang tau tentang hubungannya dengan baekhyun dan nayeon sepertinya menangkap hal itu dan langsung memanfaatkannya

“oppa~ sepertinya aku sudah sampai” ucap nayeon yang keluar dari lift saat pintu lift terbuka “kerigu, oppa aku ikut pulang bersamamu nanti” pesan nayeon saat pintu lift hampir tertutup dan menyisakan baekhyun, suzy dan beberapa orang didalam lift

Baekhyun hanya diam tidak mengatakan apapun, dan suzy menunggu sapaan dari baekhyun

“kau tidak ingin keluar?” baekhyun bertanya memecah keheningan diantara mereka terlebih karena suzy yang melamun “ah ye” jawab suzy cepat dan menyusul baekhyun

Menurut suzy baekhyun tidak seperti biasanya,, karena baekhyun hanya diam sambil berjalan beriringan dengannya biasanya baekhyun akan sangat banyak bicara dan banyak menggodanya tapi sekarang baekhyun hanya diam dan ini sangat aneh bagi suzy

“baekhyun’ah” panggil suzy, tapi baekhyun hanya menjawab dengan gumaman dan tanpa menoleh pada suzy

“selamat pagi pak, untung bertemu disini, karena ada proposal dari direktur kim yang harus bapak periksa” ucap salah satu karyawan yang merupakan anak dari divisi lain dan sukses membuat segala yang ingin suzy ucapkan hanya tertahan ditenggorokan

“benarkah? Kalau begitu kita periksa diruanganku” ajak baekhyun yang berjalan beriringan dengan karyawan kesayangan direktur kim dan meninggalkan suzy yang hanya bisa menatap punggung baekhyun sampai menghilang dibalik pintu

###

Diamerika kai sedang bolak balik dibandara menunggu kedatangan saeron dengan marah karena tentu saja kai harus menunda tidurnya dan datang menjemput saeron

“oppa~” panggil sareon begitu keluar dari pintu kedatangan luar negeri dan menemukan kai yang sedang mondar mandir sambil menunggunya “Ya, kenapa kemari” omel kai saat saeron sedang memeluknya

“apakah itu sambutan terbaikmu untuk adikmu yang datang dari jauh” sindir saeron sambil melepaskan pelukannya dari kai

“mungkin aku akan senang kalau kau datang kemari karena murni ingin menemuiku, kau pikir aku tidak tau semua isi otakmu itu eoh” balas kai sambil menunjuk – nunjuk kening saeron

“terimakasih kalau oppa sudah sadar, jadi aku tidak perlu berpura – pura manis lagi didepanmu oppa” kai hanya mendengus mendengar ucapan dari dongsaengnya itu, karena sungguh kai tidak mengerti kenapa isi otak dari saeron hanya Oh sehun, Oh Sehun dan Oh Sehun

“kalau kau disini lalu bagaimana dengan kuliahmu?” kai bertanya saat mereka sudah masuk kedalam mobil

“kau tenang saja oppa, aku tidak pabo sepertimu, jadi kalau hanya tidak masuk 4 hari itu bukan masalah untukku” ucap saeron sambil memainkan ponselnya

“Ya! Kim saeron siapa yang mengajarkanmu mengatai oppamu sendiri seperti itu eoh?” kesal kai pada saeron, walaupun yang dikatakan saeron benar sekalipun seharusnya saeron harus menghargainya karena bagaiamanpun dia lebih tua darinya

“Oppa berhentilah mengomel, aku lelah ingin cepat – cepat istirahat” saeron tidak menghiraukan protes yang kai berikan, karena memang selalu seperti itu kai selalu kalah dan saeron selalu berkuasa, kai tidak berani macam – macam pada saeron karena adiknya itu mendapat sokongan penuh dari omma dan appanya karena karena anak perempuan satu – satunya “Ya! Kau pikir hanya kau yang lelah? Aku juga”

__

Sehun bagun dengan setengah hati saat sudah pagi, kemudian menatap keramaian pagi dari atas apartemennya, kemudian menyalakan tv dan memerikasa semua pesan yang masuk diponselnya dan perhatiannya hanya tertuju pada satu pesan yaitu pesan yang dikirim oleh sang pujaan hati

From. My Lovely

 

Kejutaaaaannnnn,,, Oppa aku berada dirumah imo dan baru saja sampai^^

Oppa bogoshippo (-3(^o^)

 

Setelah selesai membaca pesan dari saeron, sehun melempar ponselnya sembarang dan langsung berlari kekamar mandi untuk membersihkan diri

Dan tidak butuh waktu yang lama bagi sehun untuk sampai dirumah keluarga byun karena jarak yang tidak terlalu jauh dari apartemennya serta jalanan pagi yang tidak terlalu macet

“kai’ah siapa yang datang masih pagi seperti ini?” nyonya byun yang bertanya pada kai yang baru saja selesai berolah raga

“sudahlah imo biarkan ahjumma saja yang membuka pintu, itu pasti sehun” ucap kai acuh dan tebakan kai sangat tepat, karena siapa lagi selain dia

“morning imo,,” sapa sehun dan langsung memeluk nyonya byun “dimana Yochinku yang manis?” belum sempat ada yang menjawab suara melengking saeron sudah terdengar “Oppa~” saeron langsung berlari dan memeluk sehun “bogoshippo” ucap saeron manja

Ini sudah hampir sore dan kai masih sibuk membaca tugas kuliahnya sambil sesekali bertanya dan meminta paendapat sehun

“sehun’ah apa aku perlu menambahkan beberapa paragraph lagi disini” tanya kai sambil menunjuk – nunjuk layar laptopnya tapi tidak ada yang menjawab “sehun,,,, Se-“ kai mendongak dan entah untuk yang keberapa kalinya untuk kai yang menarik nafas dengan marah karena tidak diperhatikan sama sekali

“Ya! Bisakah kalian berhenti bermesraan didepanku, bahkan kalian sudah melakukannya dari pagi, apa kalian tidak merasa bosan melakukan hal yang sama terus menerus?” omel kai pada sepasang anak manusia yang sedang saling berbagi rindu “dan kau oh sehun bahkan kau tidak mendengarkan semua yang kukatakan dari tadi padahal mulutku sudah sampai berbusa menjelaskan padamu, dan kau saeron bukankah kau sudah berjanji untuk tidak menggoda sehun saat dia sedang membantuku mengerjakan makalahku” tunjuk kai pada sehun dan saeron secara bergantian,,

Sungguh kesabarannya sudah habis sekarang, belum lagi saat dirinya harus seperti sopir saat berada didalam mobil karena saeron yang tidak mengijinkan sehun untuk duduk didepan menemani kai, dan jadilah kai seperti manusia yang tidak dianggap hari ini, kai yang melihat sehun dan adiknya yang tidak henti – hentinya saling berbagi pelukan dan ciuman bahkan mengumbar kemesraan diamana – mana membuat matanya sakit,, lengkap sudah penderitaan kai sampai 3 hari kedepan

“oppa,, apa kau tidak mengerti perasaanku dan sehun oppa yang sudah lama tidak bertemu” sanggah saeron pada kai

“majja, kai’ah saeron hanya 4 hari disini dan kau tau bagaimana setiap hari aku selalu merindukannya” tambah sehun lagi dengan suara memelas dan kai hanya menarik nafas panjang menanggapi ucapan sehun dan saeron

“sudahlah oppa,, kai oppa hanya iri dengan kemesraan kita, dia kan tidak memiliki yochin” ejek saeron yang ditanggapi dengan kekehan dari sehun

“untuk apa aku harus iri disaat semua yoja menggilaiku” balas kai tidak mau kalah

“kalau memang banyak, lalu kenapa aku tidak pernah melihat salah satu dari mereka bersama denganmu Oppa?” skak mat, kai tidak bisa menjawab pertanyaan saeron, bukan tidak bisa menjawab kai hanya bingung dengan perasaannya dan belum menemukan yang dirasa tepat untuknya

###

(In Baekhyun side)

Aku cukup menyibukkan diri hari ini dan tidak terlalu banyak bicara begitu juga saat review mingguan yang rutin kulakukan dengan para pimpinan tim dan manager choi,, dan selama review aku sangat menyadari suzy selalu memperhatikanku dan selama seharian ini dia selalu berusaha untuk menemuiku tapi aku sengaja menghindarinya, aku sangat berterima kasih pada park hansu dan lee seungyeol hari ini yang membuatnya selalu tidak memiliki kesempatan untuk berbicara lebih denganku,

Aku bukan menghindari suzy, tapi aku benar – benar tidak tau harus seperti apa saat hanya berdua dengannya, karena secara otomatis aku pasti akan menanyakan masalah luhan padanya,,

Bahkan hari ini aku memilih pulang bersama dengan nayeon untuk menghindarinya dan mungkin dia melihatku saat mobilku melewatinya dan melihat nayeon yang duduk disampingku,,,

Aku sadar jika aku menyakitinya saat ini, tapi ego dan rasa cemburuku membuatku menjadi seperti ini,, kalau harus jujur saat inipun aku sangat merindukannya,,

“oppa,, kau baik – baik saja?” nayeon bertaya dengan khawatir padaku karena sedari tadi aku hanya diam dan tenggelam dengan pikiranku sendiri

“mmmh,, sepertinya aku langsung pulang nayeon’ah, aku butuh istirahat” ucapku pada nayeon karena sungguh aku benar – benar lelah hari ini

“baiklah oppa,, jangan lupa minum vitaminmu, aku tidak mau kau sakit” nayeon berpesan padaku sebelum keluar menutup pintu mobil

__

Begitu selesai membersihkan diri aku langsung berbaring dan memejamkan mata, aku bahkan tidak memiliki nafsu makan sama sekali aku hanya merasa sangat lelah hari ini, ku lirik jam dinding dikamarku “ternyata baru jam 8” aku menutup mataku dan berbalik mencari posisi yang nyaman, aku mencoba kembali menutup mataku dan menenangkan tubuh dan pikiranku,, semuanya hampir berhasil saat tiba – tiba ada yang membuka pintu kamarku, tapi aku tak bergerak sedikitpun dan masih terpejam karena aku tau kalau itu pasti suzy, karena jika nayeon yang datang dia pasti akan mengetuk pintu kamarku dan tidak akan berani membukanya tanpa ada ijin dariku

“Kau sudah tidur?” suzy membelai wajahku “kau pasti lelah, sampai aku merasa kau sangat jauh dariku hari ini, bahkan aku hari ini sangat cemburu pada nayeon yang selalu berada didekatmu” ingin sekali aku membuka mata dan memeluknya saat mendengar ucapan suzy, sungguh aku sangat lemah saat dia berada disisiku seperti saat ini, semua seolah menghilang dan menjadi tidak penting dengan keberadaannya disisiku, aku bahkan sudah melupakan bagaimana luhan memeluknya semalam, oh god aku benar – benar mencintainya, tapi aku menahan diriku sendiri untuk tidak melakukannya, bisa kurasakan suzy mengecup keningku,, hangat itu yang kurasakan menjalar diseluruh tubuhku, aku bahkan belum genap sehari mencoba untuk tidak menghiraukannya, tapi ternyata aku sendiri bahkan tidak tahan untuk berjauhan dengannya

“Jaljayo baekhyun’ah” aku sempat berfikir kalau suzy pergi yang membuatku merasa sedikit kecewa,, itu sebelum aku merasakan sebuah tangan memelukku dari belakang dan aku tau itu milik suzy “bogoshippo baekhyun’ah” ucap suzy sambil mengeratkan pelukannya dan menenggelamkan wajahnya dipunggungku,,,

Bahagia sudah pasti ku rasakan, bahkan rasa marahku seolah lenyap saat suzy mengucapkan kata rindu, Ingin rasanya selalu seperti ini, dan terus terang aku sangat takut kehilangan suzy bahkan aku sendiri tidak mampu membayangkannya terlebih lagi saat mengingat luhan,, sudah kubulatkan pikiranku untuk mencari tau hubungan luhan dengan suzy  sambil menunggu suzy untuk bercerita padaku, dan aku yakin besok semuanya akan kembali baik – baik saja asalkan dia selalu berada disisiku,,

__

Aku tersenyum saat membuka mata dan mendapati suzy sedang tidur dengan pulasnya disampingku,, sungguh dia sangat cantik walaupun aku tau sedari dulu suzy memang sudah sangat cantik dan aku tidak henti – hentinya mengagumi paras indahnya

Ku perhatikan setiap lekuk wajahnya, yang membuatku tersenyum simpul karena dia adalah milikku sekarang dan aku tidak akan pernah melepaskan dan merelaknannya bersama orang lain,, Kurapikan rambut suzy yang menutupi wajah cantiknya dan seketika aku berhenti saat mataku tertuju pada bibir pinknya yang menggoda,,

“berhenti menatapku seperti itu baek” ucap suzy sambil membuka matanya yang membuatku kaget,,

“Apa yang kulakukan?” tanyaku heran sambil menatapnya “berhenti berpura – pura karena aku tau kau menatapku dengan tatapan yadong” balas suzy sambil menarik hidungku

“benarkah aku seperti itu? oh ayolah apa kau berfikir aku tidak dengan susah payah menahan diri untuk tidak mencuri ciuman dari orang yang sedang tidur” balasku tidak mau kalah tentang tuduhan suzy yang tidak mendasar padaku, oke aku akui aku hanya sedikit goyah saat melihat bibir pinknya tapi bukan berarti isi otakku yadong seperti yang dia katakan

“jadi kau mau menyalahkanku karena aku yang tertidur lama?” suzy menaikkan sebelah alisnya saat membalas ucapanku masih dengan posisi kami yang berbaring dan saling berpandang

“tentu saja, bahkan kau tau dengan pasti kalau sedari kemarin aku bahkan tidak pernah menciummu ataupun memelukmu, tunggu dulu kalau dipikir – pikir aku bahkan tidak pernah menyentuhmu sama sekali” ucapku panjang lebar, walaupu aku tau kemarin adalah murni karena ego dan rasa cemburuku yang tinggi tapi aku tidak mungkin mengatakannya pada suzy dan merusak pagi kami yang indah bukan,

“salahmu sendiri karena terlalu sibuk dan terlau asik dengan nayeon, apa kau tidak berfikir kalau aku juga cemburu” protes suzy padaku “bahkan aku tidak memiliki kesempatan berbicara denganmu, bahkan kau pulang bersama dengan nayeon tanpa memberi tauku” omel suzy panjang lebar yang membuatku menutup telinga,, aku jadi berfikir apa semua yoja selalu menyeramkan seperti ini saat mereka semua sedang marah?

“Mianhae” ucapku cepat “aku memang salah padamu, jadi kumohon berhentilah mengomel seperti ini, kau tau kalau kau melanjutkan omelanmu, semuanya tidak akan selesai dan aku pasti akan berpuasa lagi” ucapku pada suzy “dan chagi bukankah tadi sebelum kau bangun kita terlihat sangat romantic bersama” aku cepat – cepat menambahkan karena melihat ekspresi suzy yang sudah mulai menyeramkan

“salahmu sendiri” ucap suzy yang sudah akan bangun tapi dengan cepat aku menariknya kembali kemudian memeluknya

“ya lepaskan, aku mau mandi kita bisa terlambat kekantor” protesnya tapi dengan sangat jelas aku merasakan kalau suzy juga membalas pelukanku memang mulutnya berkata lepaskan tapi bahasa tubuhnya mengatakan kalau jangan lepaskan yang membuatku tersenyum senang karena tingkahnya “biarkan saja terlambat, direkturnya kan aku”

“yaa! lalu bagaimana denganku yang pasti akan dimarahi oleh manager choi” suzy memukul lenganku

“siapa suruh kau mau kita backstreet dari orang – orang dikantor, jangan khawatirkan manager choi, cukup dengan satu pesan dia tidak akan marah padamu” ucapku enteng

“jangan selalu meremehkan sesuatu” pesan suzy sambil mendongak

“baiklah,, tapi jangan hanya menyalahkanku saja, karena kita juga akan tetap terlambat karenamu” ucapku yang membuat suzy mengangkat sebelah alisnya tanda tidak mengerti dan aku hanya tersenyum kemudian mengecup singkat bibirnya “iya kita berdua sama – sama salah karena kau juga memelukku semakin erat” godaku pada suzy

“ini semua karena kau menggodaku” kilah suzy dengan pipi merah merona yang membuatku sangat gemas melihatnya

“sudah lepaskan, aku yang mandi duluan” ucapnya yang langsung melepaskan pelukanku, “atau kau mandi dikamar sebelah agar kita bisa lebih cepat” ucapnya sambil berjalan kekamar mandi dan membuatku hanya tersenyum

“chagia bagaimana dengan morning kissku” teriakku dari luar “tidak ada morning kiss kalau kau membuatku terlambat kekantor” balas suzy dari balik kamar mandi

“oh ayolah jangan menyiksaku seperti ini, kalau kau sangat takut terlambat, bagaimana kalau kita sama – sama membolos saja hari ini” aku berucap sambil berdiri didekat pintu kamar mandi dan seketika membuatku terlonjak kaget karena suzy yang tiba – tiba menbuka pintu “apa kau serius?” tanya suzy yang keluar dari kamar mandi,, aku menatapnya sambil sedikit memberikan senyuman jahilku padanya

“Kalau kau memang menginginkannya, aku akan segera menelpon manager choi sekarang juga” suzy terlihat berfikir “apa yang akan kau katakan padanya?” suzy balik bertanya, aku langsung menekan beberapa no dengan telpon rumah kemudian menunggu sambungan teleponku

“yeboseyo,, apa ini manager choi” ucapku sedikit mengubah suaraku, agar menejer choi tidak mengenalinya yang membuat suzy hanya menahan tawa melihat kelakuanku

“Ye, ini paman bae suzy, saya mau memita izin untuk keponkan saya karena tidak bia masuk bekerja hari ini, karena ada urusan keluarga yang tidak dapat ditinggalkan” ucapku dengan serius

“ye, terimakasih atas pengertiannya, kamsahamida” setelah sambungan telponku terputus suzy langsung tertawa “ya kenapa kau sangat nakal” ucap suzy sambil mencubit perutku kalau melihat kelakuanku sekarang, aku jadi mengingat kai dan sehun karena dulu aku sering melakukannya untuk mereka saat malas kekampus,

“tunggu sebentar karena aku juga harus menelpon suho hyung” mendengar ucapanku suzy langsung berhenti tertawa, aku masih menunggu sambungan telponku sambil menggelengkan kepala mendengar nada tunggu milik suho hyung

kenapa kau menelponku sepagi ini” suho hyung langsung bertanya to the point seperti biasanya

“hyung, aku hari ini tidak masuk kerja, dan aku akan mematikan ponselku setelah aku selesai menelponmu”

“Ya, kau mau kemana? Kau lupa kalau hari ini kita juga harus meeting dengan luhan” aku melihat suzy saat suho hyung menyubut nama luhan dan suzy juga sedang melakukan hal sama terhadapku tapi bedanya dia menatapku bingung dan penasaran dengan ucapan suho hyung padaku, sungguh hari ini aku belum ingin bertemu dengan luhan sama sekali setidaknya sampai aku benar – benar melupakan kejadian tadi malam yang sudah tidak ingin aku ingat lagi, anggap saja kali ini aku memaafkan suzy dan menganggap tidak pernah melihatnya,

“kau saja yang urus hyung aku percaya sepenuhnya pada keputusanmu, hari ini aku sedang malas masuk kantor, aku menyayagimu hyung” aku lalu menutup telpon dan meletakkannya di atas meja

“kemana kita hari ini?”

__

(In suzy Side)

Aku memperhatikan baekhyun yang sedang menyetir, sungguh hari ini benar – benar gila karena kami benar – benar membolos bersama, aku tau kelakuan kami memang salah tapi apa mau dikata kami berdua menikmatinya, terlebih lagi aku memang sangat ingin menghabiskan waktuku hanya bersama dengan baekhyun hari ini dan agak sedikit menjauh dari seoul dan semua yang membuat pikiranku kacau, terlebih aku ingin sedikit menjauh dari luhan, memikirkannya saja sudah membuatku sangat lelah apalagi dengan ucapannya saat terkhir kali kami bertemu ‘berikan aku kesempatan untuk bersamamu lagi’ masih terngiang jelas diotakku,

Aku masih bingung dengan apa yang sebenarnya kurasakan pada luhan terlebih lagi ini adalah pertemuan pertama bagi kami setelah terpisah cukup lama, apakah perasaanku masih sama ataukan sudah berubah?

tapi disisi lain perasaanku untuk baekhyun juga sedang berkembang dan perasaan itu sangat manis dan berbeda menurutku, bahkan baekhyun mampu membuatku selalu saja merindukannya, tidak terkecuali untuk hal – hal kecil sekalipun aku juga merindukannya,

Ku perhatikan lagi wajah baekhyun dengan seksama, aku sungguh tidak pernah berfikir kalau akan jatuh cinta seperti ini padanya dia sungguh namja yang sangat manis,, ku akui luhan juga memang tidak kalah tampan dari baekhyun tapi mereka memiliki pesona yang berbeda

“kenapa kau terus saja menatapku  seperti itu, kau tidak sedang menyesali kenakalan kita untuk bolos bekerjakan?” aku tersenyum mendengar ucapannya, aku mendekatkan diriku padanya dan memeluk lengannya yang bebas, untuk apa aku menyesal kalau nyatanya saat ini aku bahagia bersamanya, aku sadar hubunganku dengan baekhyun tidak akan selalu berjalan mulus, terlebih otakku selalu dalam keadaan Warning saat baekhyun tidak ada disisiku, terlebih lagi dengan nayeon yang sudah mengibarkan bendera perang dengan sangat lantang, aku tau baekhyun mencintaiku dan aku percaya padanya, tapi aku tidak bisa mengabaikan perasaan sayangnya untuk nayeon yang selalu saja mengangguku,,

Dan akupun tidak bisa selamanya menyembunyikan tentang luhan dari baekhyun, aku pasti akan menceritakan semuanya tanpa terkecuali padanya tapi tidak sekarang, setidaknya aku harus meyakini perasaanku terlebih dahulu pada baekhyun dan luhan

“kau kenapa? Apa kau sakit” baekhyun bertanya khawtir padaku karena aku hanya diam

“baekhyun’ah,, apapun yang terjadi kumohon percaya padaku” bisa kurasakan tangan baekhyun menggenggam erat tanganku dan kemudian mengecup puncak kepalaku “aku sangat mencintaimu baek, ku mohon bersabarlah terhadapku” ucapku meyakinkan dirinya dan diriku sendiri

“aku mengerti, aku akan menunggu sampai kau menceritakan semuanya padaku” baekhyun mengecup tanganku  “sekarang kita lupakan semua masalah diseoul dan ayo kita nikmati hari ini, hanya ada kau dan aku”

###

(in Other side)

Nayeon sedang menemani suho untuk meeting dengan luhan karena baekhyun yang melepas semua tanggung jawabnya hari ini pada suho dan suho pada akhirnya meminta bantuan nayeon untuk ikut meeting bersamanya,, selama meeting berlangsung luhan Nampak tidak terlalu mendengarkan, pikirannya hanya berputar pada baekhyun dan juga suzy, kenapa baekhyun tidak masuk dan kenapa suzy tidak ikut meeting menggantikan baekhyun, seharusnya jika baekhyun tidak masuk maka salah satu perwakilan dari divisinya harus ada yang mewakili, otak luhan memunculkan banyak spekulasi

“menurut anda bagaimana luhan’ssi?” suho bertanya tapi luhan belum kembali kedunia nyata dan masih terbengong

“Luhan’ssi” panggil suho sekali lagi, yang membuat tuan chou menengur luhan

“ah,mianhaesoyo, apa yang anda katakan?” luhan bertanya sekali lagi pada suho

“apakah anda setuju?” suho bertanya sekali lagi untuk memastikan, sebenarnya apapun yang diucapkan suho pada akhirnya luhan pasti akan tetap menyetujuinya, karena dengan membangun kerja sama maka akan semakin membuka peluangnya untuk bertemu dengan suzy lebih sering dan tentu bisa merebut suzy kembali menjadi miliknya

“ye, aku setuju siapkan saja perjanjian kontraknya, dan satu lagi tolong siapkan satu ruangan untukku karena mulai besok aku akan mulai berkantor disini” jawab luhan yang membuat suho mengangguk mengerti,

“kami akan segera mengurus semuanya, dan anda bisa menempati ruangan anda besok pagi” balas suho sambil menjabat tangan luhan

Luhan meninggalkan ruang meeting dengan ekspresi yang sangat puas, karena luhan merasa bahwa langit sangat menyayanginya dan mempermudah jalannya untuk kembali bersatu bersama suzy ‘aku tau kau pasti akan segera kembali bersama denganku lagi’ gumam luhan

Luhan sedang menunggu lift terbuaka, begitu lift terbuka luhan sedikit kaget karena menampilkan jieun yang berada disana, tatapan mereka bertemu “luhan” panggil jieun tanpa melepaskan tatapannya dari luhan, jieun tau cepat atau lambat dirinya pasti akan bertemu dengan luhan kembali

“jieun, lama tidak bertemu” sapa luhan sambil masuk kedalam lift “bagaimana kabarmu?” sambung luhan

“aku baik, senang bertemu lagi denganmu luhan” balas jieun ramah

“aku rasa kau memang tidak bisa dipisahkan dari suzy, bahkan kalian berada diperussahaan yang sama” ucap luhan membuka pembicaraan

“ku pikir juga begitu” jawab jieun seadanya

“kau mau kemana?” luhan bertanya lagi

“aku ingin pergi mencari makan siang, dan bertemu dengan jiyeon dan hara” jawab jieun lagi entah kenapa waktu didalam lift terasa berjalan sangat lama bagi jieun yang ingin cepat – cepat menjauh dari luhan

“kenapa sendiri dimana suzy?”tepat dugaan jieun, pertanyaan yang paling jieun hindari karena luhan langsung menanyakan tentang suzy

“suzy hari ini tidak masuk, karena pergi keluar kota menemui pamannya” jawab jieun asal karena tidak mungkin jieun mengatakan kalau suzy sedang pergi bersama baekhyun, karena nyatanya didalam lift ada karyawan lain yang berada satu divisi dengannya

“sampai bertemu lagi luhan, sepertinya kita harus berpisah disini” ucap jieun yang keluar dilantai satu sedangkan luhan harus turun satu tingkat lagi menuju basement karena mobilnya terparkir disana

“aku harap kita bisa makan bersama lain waktu jieun’ah” jawab luhan sebelum pintu lift tertutup

__

“jadi bagaimana perkembangan hubungan suzy dengan baekhyun” hara bertanya dengan semangat seperti biasa kalau sudah menyangkut hubungan suzy dengan baekhyun karena hara masih tidak bisa terima kalau suzy sudah menjadi kekasih dari baekhyun

“aku berharap mereka akan baik – baik saja” jawab jieun yang sedang memikirkan nasip percintaan dari seorang bae suzy, sahabat yang paling dia sayangi seperti saudara sendiri

“kenapa kau berbicara seperti itu? dan kemana dia sekarang, bahkan sekarang dia seperti tidak memiliki waktu lagi bersama kita setelah menjadi kekasih dari seorang byun baekhyun” giliran jiyeon yang bertanya,

“dia tidak masuk kerja hari ini, alsannya pergi kerumah pamannya tapi aku tau kalau dia sedang berpergian bersama baekhyun, karena baekhyun juga tidak masuk dan ponsel mereka berdua mati” jawab jieun yang selalu tepat dan tau apa yang dilakukan oleh suzy

“mwo jadi mereka berdua membolos?” pekik hara kaget “waah mereka benar – benar dimabuk cinta “sindir jiyeon sambil menggelengkan kepalanya

“jieun’ah, aku bertemu dengan luhan beberapa hari yang lalu saat sedang berjalan – jalan dengan minho oppa di hongadae, apa kau tau luhan berada di seoul?” jiyeon bertanya dengan serius

“ya aku tau” jawab jieun seadanya “lalu apakah suzy tau dan sudah bertemu dengannya?” tanya jieyon lagi

“mereka sudah bertemu dan luhan adalah investor baru pada proyek baru yang ditangani oleh baekhyun” cerita jieun

“lalu apa baekhyun tau kalau luhan adalah mantan kekasih dari suzy?” sekarang giliran hara yang bertanya

“baekhyun belum tau, tapi aku sudah mengatakan pada suzy kalau dia harus memberi tau baekhyun, dan aku sudah mengatakan pada suzy untuk memantapkan hatinya dan jangan sampai terbawa oleh cerita cinta masa lalu yang sudah dia lupakan” ungkap jieun pada jiyeon dan hara,,

“aku harap mereka baik – baik saja, lalu kau sendiri bagaimana dengan chanyeol?” jiyeon mengalihkan topic mereka karena kalau membahas masalah suzy maka tidak aka nada habisnya

“kau tau darimana?” tanya jieun penasaran

“apa aku tidak pernah bercerita kalau chanyeol sangat dekat dengan minho oppa” jiyeon menaikkan sebelah alisnya sambil tersenyum bangga

“kami baik –baik saja” jawab jieun, tidak ingin mengungkapkan lebih jauh karena jiyeon pasti selalu tau lebih banyak dari pada dirinya sendiri

###

Baekhyun dan suzy baru saja sampai diapartemen suzy setelah seharian mereka menghabiskan waktu bersama dan melupakan semua orang yang mencoba menghubungi mereka, baekhyun mengikuti suzy yang berjalan kedapur “apa jieun belum pulang? Padahal aku pikir dia sudah berada dirumah dan akan mengomel padamu saat kau pulang” ucap baekhyun yang kemudian sudah duduk dengan manis dimeja makan

“aku pikir dia pasti sedang menghabiskan waktu bersama chanyeol” jawab suzy sambil memberikan segelas air putih pada baekhyun sebelum kemudian ada yang membuka pintu depan tapi suzy tidak terlalu ambil pusing karena itu pasti jieun, suzy merapikan rambut baekhyun yang menurutnya sedikit berantakan sambil memainkannya

“suzy, baekhyun” panggil jieun yang berdiri di ujung lorong dapur ketika mendapati suzy dan baekhyun yang berada disana “kalian darimana saja?” tanya jieun lagi yang menarik perhatian chanyeol yang berada diruang tengah yang kemudian menghampiri jieun didapur

“baekhyunie” panggil chanyeol saat melihat sahabatnya juga ternyata ada disana

“jadi kalian memang benar – benar berkencan” ucap suzy saat melihat chanyeol yang ada disana

“anyeong suzy’ah, sepertinya kalian berdua semakin mesra” sapa chanyeol sambil berjalan mendekati baekhyun dan suzy

“sepertinya lain kali kita perlu melakukan double date” ucap baekhyun sambil tertawa

Akhirnya mereka berempat menghabiskan malam bersama sambil mengobrol dan menceritakan hal – hal lucu yang mereka alami, mungkin hal biasa tapi tetap sangat menyenangkan bagi mereka

__

Luhan terlihat sangat bersemangat pagi ini, dan terbangun sangat pagi dari biasanya, tuan chou sangat heran melihat kelakuan tuan mudanya yang tidak biasa menurutnya “bukankah hari ini sangat indah tuan” sapa luhan sambil duduk di meja makan dan memperhatikan tuan chou yang sedang membuatkannya sarapan pagi

“apakah anda sehat tuan muda?” tuan chou bertanya dengan sedikit khawatir,, luhan menaikkan sebelah alisnya karena pertanyaan tuan chou sedikit berlebihan untuknya “aku sangat sehat, apa salahnya bangun pagi, bukankah itu sangat baik untuk kesehatan lagipula hari ini aku harus datang pagi kekantor” jawab luhan dengan senyum penuh arti

Luhan turun dari mobilnya dan ditemani oleh tuan chou yang selalu setia berada disisinya sejak luhan dipaksa kembali kecina “baiklah, aku akan memulainya semuanya sekarang” ucap luhan penuh percaya diri dan semangat yang pantang menyerah “bersiaplah suzy karena sebentar lagi kau akan kembali menjadi milikku”

TBC

16 responses to “[Freelance] Before We Meet Again Chapter 8

  1. Ommo…rupanya luhan sangat berambisi merebut hati suzy supaya berpaling dari baekhyun…wah ini bakalan lbih sulit buat suzy dan baekhyun mengingat sekarang luhan akan berada d gedung yg sama bersama mreka, ditambah lagi dg adanya nayon pasti bakaln lbih mnegangkan situasinya..

  2. Luhan sama kaya neyeon gak nyerah buat dapetin suzy lagi.. nambah rumit nih karna sekarang luhan di kantor yang sama dengan baekhyun

  3. Suzy vs nayeon,untuk memperebutkan baekhyun dan baekhyun vs luhan,untuk memperebutkan suzy.
    Aigoo udah kaya perang cinta aja dan kira” siapa yg akan memenangkan perang ini pada akhirnya?

  4. Wuih..perang bakalan dimulai nih..huhh kenapa suzy gag kasih tau hubungannya sama luhan ke baek yg sebenernya sih..sebelum semuanya terlambat..😭

  5. Waaaaahhhh makin seruuu ajaaaa xD
    Kereeen dan penasaran banget sama lanjutanya dan akhirnya xD tp sepertinya aku udh bisa nebak kalau nantinya suzy sama baek xD tp kasihan luhan😦 trs sepertinya nayeon sma kai?😄 wks kkkk~

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s