It Must Be Love Chapter 14

 it-must-be-love-reni-copy1

Title: It must be Love | Author: reniilubis | Cast: Kim Myungsoo, Bae Suzy | Genre: Drama, Romance | Rating: Teen | Length: Chaptered

Disclaimer: All casts are belong to their self and God

Poster by: rosaliaaocha@ochadreamstories

 

 

Happy reading~^^

 

 

“Kami sudah dijodohkan.” Dan suara yang amat sangat Suzy kenal terdengar, membuat Suzy melebarkan matanya tak percaya. Ia mendongakkan kepalanya dan melihat Myungsoo kini berdiri tepat dibelakang Minho. Minho yang juga terkejut dengan suara yang tiba-tiba itu sontak membalikkan tubuhnya dan ia mengernyit heran saat melihat Myungsoo disana. Ia menatap tak suka pada Myungsoo, lalu berdiri berhadapan dengan Myungsoo.

“Myungsoo-ya…” Suzy pun ikut berdiri, ia panik melihat kondisi yang sepertinya tak baik ini.

“Apa maksudmu?” Tanya Minho tak senang, ia tampak sudah mulai emosi.

“Apa kau tak mendengarnya? Kami sudah dijodohkan.” Ujar Myungsoo santai, nada suaranya terdengar tenang. Suzy bahkan sudah meremas-remas telapak tangannya sendiri, tidak tahu harus melakukan apa.

“Jangan bercanda!” Minho menaikkan nada bicaranya, Myungsoo berdecak kesal sambil menatap remeh Minho yang berdiri dihadapannya.

“Aku tidak bercanda, bodoh!”

“Suzy-ya, apa itu benar?” Kali ini Minho bertanya pada Suzy. Suzy langsung gelagapan saat 2 namja yang kini berada dihadapannya menatapnya secara bersamaan.

“Ah… Itu—“

“Katakan saja yang sebenarnya. Dia bukan siapa-siapa untukmu.” Perkataan Myungsoo barusan sukses meledakkan emosi Minho. Minho dengan gerakan cepat meraih kerah baju Myungsoo dan meremasnya kuat, sementara Myungsoo masih bersikap tenang.

“Jaga mulutmu, brengsek!”

“Minho-ya! Sudah, lepaskan Myungsoo!” Suzy berusaha melerai mereka. Setidaknya Suzy merasa bersyukur karena kali ini Myungsoo tidak termakan emosi seperti Minho.

“Minho-ya!”

Myungsoo dengan kekuatan lebih segera melepaskan cengkraman tangan Minho dari bajunya, ia merapikan bajunya yang sedikit berantakan lalu dengan cepat menarik lengan Suzy untuk berdiri dibelakang tubuhnya.

“Kau sudah tahu yang sebenarnya. Jadi tolong jangan pernah lagi mendekati calon istriku.” Ujar Myungsoo penuh penekanan, Suzy mengerjap tak percaya.

“Maaf karena sebelumnya aku telah berbohong padamu tentang hubungan kami. Aku minta maaf.” Suzy merasa jantungnya berdebar. Ia tidak tahu harus berkata apalagi, yang jelas, ia merasa bersalah pada Minho. Ia merasa bersalah karena tidak memberitahu Minho sejak awal kalau dirinya sudah dijodohkan dengan Myungsoo, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman seperti ini.

“Minho-ya, aku-aku minta maaf padamu.” Suzy menunduk, sedangkan Minho tampak sulit untuk berkata-kata. Ia terlalu terkejut mengetahui kenyataan ini. Kenapa Suzy tidak memberitahunya sejak awal? Perasaannya hancur ketika mengetahui ternyata gadis itu sudah dijodohkan dengan orang lain.

“Suzy-ya…” Minho tercekat, rasanya sulit untuk mengucapkan sesuatu. Namun ia hanya mampu terdiam ditempatnya saat kini Myungsoo menarik Suzy untuk segera meninggalkan tempat itu. Ia mematung ditempatnya melihat kepergian Suzy yang semakin menjauh.

‘Kenapa rasanya sesakit ini?’

 

 

*

 

 

“Apa kau basah sekali?” Tanya Myungsoo pada saat mereka sudah masuk ke dalam mobil, mereka nekat menerjang derasnya hujan dengan berlari dari gedung kampus menuju parkiran yang tidak terlalu jauh. Suzy tampak menggosok-gosokkan jaketnya yang terbilang cukup basah.

“Ah~ jaketku basah sekali. Kau juga.” Ujar Suzy sambil menatap Myungsoo, ia dengan perlahan melepaskan jaket yang ia kenakan.

Myungsoo menatap lurus ke arah Suzy, memperhatikan baju Suzy yang terlihat basah juga, rambutnya pun basah terlihat beberapa air menetes dari ujung rambutnya.

“Kau basah sekali.” Seru Myungsoo sedikit khawatir, tangannya dengan cekatan segera meraih sebuah sweater berwarna hitam yang berada di jok belakang dan menyerahkannya pada Suzy.

“Pakai ini. Kau bisa berganti di belakang. Aku tidak akan mengintipmu.” Suzy mengerjap beberapa kali, ia menatap Myungsoo kikuk. Berganti pakaian di belakang? Di dalam mobil? Bersama Myungsoo? Astaga!

“Ah, sebaiknya kita pulang saja ke rumah, kita akan mengganti baju kita di rumah saja.” Suzy memaksakan senyumannya, tapi sialnya Myungsoo melihat dirinya yang kini sudah bergetar kedinginan. Myungsoo berdecak pelan.

“Ganti bajumu sekarang. Lihat, bibirmu sudah memucat. Kau bisa sakit jika terlalu lama kedinginan seperti ini. Apa kau mau aku menunggumu di luar?” Tanya Myungsoo yang membuat Suzy segera tersadar, hujan masih turun dengan derasnya, ia tidak mungkin menyuruh Myungsoo untuk menunggunya di luar. Myungsoo bisa basah kuyub dan dipastikan pria itu akan langsung jatuh sakit.

“Baiklah.” Suzy menghela nafas. “Kau tidak perlu menungguku di luar. Aku akan menggantinya di belakang.” Suzy meraih sweater itu dengan ragu, ia menatap Myungsoo penuh selidik.

“Awas kalau kau berani mengintipku.” Myungsoo terkekeh dan langsung menganggukkan kepalanya.

Suzy segera beranjak dan berpindah posisi ke jok belakang mobil, ia menatap Myungsoo sekilas.

“Ya, tundukkan kepalamu!” Seru Suzy keras, Myungsoo meliriknya lewat kaca spion dan kembali terkekeh.

“Arraseo… arraseo…” Myungsoo segera menunduk dan meletakkan kepalanya di atas stir mobilnya. Suzy memperhatikan Myungsoo beberapa detik, memastikan pria itu tidak akan berbuat macam-macam.

Setelah merasa yakin Myungsoo tidak akan mengintipnya, Suzy dengan gerakan cepat segera melepaskan baju yang ia kenakan, namun sial bagi Suzy karena kini kancing baju yang berada tepat di tengkuk belakang kepala Suzy tersangkut di rambutnya. Suzy berusaha melepaskan rambutnya yang tersangkut pada kancing baju itu dengan susah payah, namun berakhir rambutnya tertarik dan itu menyakitkan.

Suzy mengumpat beberapa kali atas bajunya yang merepotkan, seharusnya tadi ia mengikat rambutnya terlebih dahulu sebelum mengganti bajunya. Suzy mendesah frustasi. Ia tidak bisa melakukannya seorang diri. Ia tidak bisa melihat kondisi rambutnya dibelakang menyebabkan dirinya kesusahan untuk menarik rambutnya yang tersangkut dikancing bajunya.

Suzy melirik sekilas pada Myungsoo yang masih meletakkan kepalanya di atas stir mobil, ia ragu sebenarnya untuk meminta bantuan Myungsoo. Tapi hanya Myungsoo satu-satunya orang yang bisa membantunya saat ini. Suzy kembali menurunkan bajunya dan memekit pelan karena rambutnya tertarik kembali.

“Ah!” Pekik Suzy kesakitan, ia kembali menarik-narik rambutnya yang tersangkut.

“Ada apa?” Myungsoo yang terlalu peka segera menanggapi Suzy saat mendengar suata pekikan gadis itu.

“Myungsoo-ya~”

“Apa aku sudah boleh melihatmu?” Tanya Myungsoo, Suzy langsung bergerak gelisah ditempat duduknya.

“Myungsoo-ya, bisa bantu aku sebentar?” Myungsoo segera mengangkat kepalanya dan menoleh ke arah Suzy. Ia bingung saat melihat Suzy yang belum mengganti bajunya.

“Ada apa?” Tanya Myungsoo penasaran.

“Myungsoo-ya, tolong bantu aku melepaskan rambutku yang tersangkut.” Suzy memutar sedikit tubuhnya dan memperlihatkan rambutnya yang kini sudah kusut karena tersangkut dikancing bajunya. Myungsoo mengangguk sekilas, dia langsung berpindah ke jok belakang dan duduk tepat di sebelah Suzy. Suzy bergerak untuk membelakangi Myungsoo. Ia bisa merasakan tangan Myungsoo menyentuh leher bagian belakangnya, berkali-kali ia meringis karena Myungsoo tidak sengaja menarik rambutnya.

“Maaf.” Ujar Myungsoo pelan. Ia tampak kesulitan untuk melepaskan rambut Suzy yang tersangkut di kancing bajunya.

“Myungsoo-ya~” Panggil Suzy tiba-tiba membuat Myungsoo mendongak dan menatap kepala bagian belakang Suzy.

“Hm.” Balas Myungsoo dengan gumaman. Ia masih sibuk berkutat dengan rambut Suzy.

“Terima kasih~” Myungsoo menaikkan sebelah alisnya, bingung dengan perkataan Suzy barusan. Ia kini sudah berhasil melepaskan rambut Suzy dari kancing bajunya dan merapikannya sejenak.

“Terima kasih untuk apa?” Suzy berbalik dan menatap Myungsoo, tubuhnya kini tepat berhadapan dengan Myungsoo. Ia tersenyum manis, rona merah tampak menghiasi wajah cantiknya.

“Terima kasih karena kau… sudah mengakuiku sebagai… calon istrimu di depan Minho.” Suzy menunduk malu, jantungnya berdegup kencang. Ia tidak mau menatap Myungsoo lagi karena saking malunya.

Myungsoo tersenyum geli, Suzy terlihat menggemaskan dengan wajah malu-malunya. Ia dengan cepat segera merapatkan tubuhnya pada Suzy dengan sekali gerakan, membuat Suzy kaget dan sontak mendongak menatapnya. Ia tidak tahu harus mengatakan apalagi.

“Kau memang calon istriku. Sudah seharusnya aku mengatakan itu padanya.” Myungsoo tersenyum tipis, Suzy sudah mulai berdebar tak karuan, apalagi kini posisi keduanya berjarak sangat dekat.

“Suzy-ya.” Suzy berusaha fokus untuk menatap mata kelam Myungsoo, walaupun jantungkan kini seolah-olah akan keluar dari tempatnya. Untung saja hujan masih turun dengan sangat deras, sehingga Myungsoo tidak akan mendengar suara degup jantungnya yang berdetak kencang.

“Apa?” Sejujurnya Suzy luar biasa gugup. Entah kenapa kali ini ia merasa tidak tahan berada berdekatan seperti ini dengan Myungsoo. Rasanya ia ingin berteriak sekuat-kuatnya.

“Bae Suzy, aku mencintaimu.” Suzy membulatkan matanya tak percaya. Suzy terpaku ditempatnya. Myungsoo bilang apa barusan?

“A-apa?” Tanya Suzy gugup, sebenarnya ia tidak terlalu yakin dengan pendengarannya sendiri.

Myungsoo mendekatkan wajahnya pada wajah Suzy, membuat Suzy menjauhkan wajahnya secara otomatis. Myungsoo tampak tersenyum tipis.

“Aku mencintaimu. Sungguh.” Ujar Myungsoo bersnungguh-sungguh. Suzy menelisik bola mata Myungsoo, namun tak ada tanda-tanda kebohongan di bola mata itu.

“Myungsoo-ya…”

Suzy kembali melebarkan matanya karena kini Myungsoo bahkan sudah menciumnya. Myungsoo melumat bibirnya perlahan, dan Suzy bisa merasakan bibirnya kini basah akibat kecupan-kecupan lembut yang Myungsoo berikan dibibirnya. Perasaannya kini menghangat, ia tidak lagi merasa kedinginan walaupun kini ia masih mengenakan baju basahnya.

Tangan Myungsoo bergerak dan menekan tengkuk kepalanya untuk memperdalam ciuman mereka, dan Suzy akui ia sungguh terbuai dengan ciuman Myungsoo. Ia bisa merasakan ciuman Myungsoo kali ini penuh cinta di dalamnya. Myungsoo kini menggigit bibir bawah Suzy membuat Suzy meringis pelan, membuat Myungsoo dengan mudahnya mengakses ke dalam mulut Suzy. Suzy melenguh beberapa kali, ia kini berusaha mendorong bahu Myungsoo saat merasa ia mulai kehabisan oksigen. Myungsoo segera melepaskan ciumannya dan menatap Suzy yang kini terengah-engah menghirup oksigen sebanyak mungkin.

Myungsoo tersenyum menatap Suzy yang dibalas dengan senyuman oleh Suzy. Myungsoo melirik sekilas bibir Suzy yang sedikit membengkak akibat ulahnya tadi, merasa menyesal karena sudah melukai Suzy.

“Maaf untuk itu.” Suzy menatap Myungsoo sambil tersenyum lebar. Wajahnya kini semakin memerah membuat ia terlihat semakin menggemaskan dimata Myungsoo.

“Myungsoo-ya… aku juga mencintaimu.” Myungsoo kembali tersenyum, pernyataan Suzy barusan membuat hatinya bahagia. Setidaknya Suzy tidak membencinya karena perilakunya selama ini.

Senyuman Myungsoo perlahan berubah menjadi seringaian tipis, dan Suzy dengan polosnya tidak menyadari perubahan raut wajah Myungsoo yang kini terlihat ‘nakal’. Myungsoo dengan perlahan kembali mendekatkan wajahnya pada wajah Suzy, membuat Suzy reflek memundurkan kepalanya hingga kini membentur kaca jendela mobil. Myungsoo tanpa aba-aba langsung kembali meraup bibir ranum milik Suzy, Suzy kini memegang kepala Myungsoo dan meremas rambut berwarna kecokelatan itu pelan, menikmati ciuman Myungsoo yang seolah penuh nafsu. Suzy sangat menikmatinya, seolah ciuman Myungsoo menyalurkan cinta dihati keduanya.

Hujan yang masih turun dengan derasnya menjadi saksi bisu aksi yang kini tengah dilakukan oleh insan yang sedang dilanda panasnya kasmaran itu.

 

 

**********

 

 

“Suzy-ya!” Suzy menoleh ke belakang saat mendengar seseorang menyerukan namanya. Ia mengernyit heran saat mendapati Jonghyun yang kini tengah berlari ke arahnya, Suzy terpaksa menghentikan langkahnya. Setidaknya Suzy tidak perlu merasa khawatir karena Jonghyun tidak bersama Jongin.

Jonghyun tampak terengah-engah saat telah sampai di hadapan Suzy.

“Ada apa?” Tanya Suzy penasaran. Jonghyun tampak menarik nafas sebelum menjawab pertanyaan Suzy.

“Suzy-ya, kau harus tahu ini.” Ujar Jonghyun yang membuat Suzy mengerutkan dahinya.

“Apa?”

“Jongin—Dia masuk rumah sakit 2 hari yang lalu.”

“Mwo?” Tanya Suzy kaget, ia tidak menyangka Jongin akan mendapat musibah. Pantas saja ia tidak bertemu dengan Jongin beberapa hari belakangan ini. “Kenapa?”

“Dia mengalami kecelakaan saat mengendarai mobilnya.” Jelas Jonghyun singkat.

“Lalu, aku harus bagaimana?” Suzy tampak panik, ya setidaknya ia merasa khawatir dengan kondisi Jongin walaupun ia selalu ketakutan setengah mati jika bertemu dengan namja itu.

“Jongin memintaku untuk menyampaikan ini padamu, dan—dia memintamu untuk datang menjenguknya.” Jonghyun berucap dengan hati-hati. Ia tahu Suzy tidak akan menerima ajakannya ini mengingat bagaimana Suzy selalu berusaha untuk menghindari Jongin. Jonghyun memperhatikan raut wajah Suzy dengan seksama.

“Aku… aku sangat ingin bertemu dengannya. Tapi—“ Suzy tampak ragu untuk mengucapkan sesuatu yang mengganjal perasaannya, ia menatap Jonghyun sekilas, tampak memikirkan sesuatu.

Suzy menggigit-gigit bibirnya kalut. Di satu sisi, ia ingin sekali melihat keadaan Jongin, namun di sisi lain, ia takut Jongin akan melakukan sesuatu yang tak diinginkannya. Apa ini salah satu trik Jongin untuk menjebaknya lagi?

“Kau tidak berbohong, kan? Kalian sedang tidak merencanakan sesuatu, kan?” Tanya Suzy penuh selidik, ia mengamati wajah Jonghyun dengan penuh intimidasi.

“Aku berani bersumpah! Jongin benar-benar kecelakaan.” Suzy masih mengamati wajah Jonghyun, dan akhirnya ia sudah memutuskan sesuatu.

“Baiklah, aku akan datang menjenguknya.”

 

 

-TBC-

 

 

Note: Halohaaaaaa~ haduuhhhhh ff ini sudah lama tak berkabar huhuhu maafkan saya yg lama update yaaaa~~~ dan malah chapter ini pendek banget, maafkaaannnnn T,T btw, chapter depan ff ini bakalan END lohhhh yuhuuuuuu *tebar bunga* akhirnya setelah sekian lama ff ini akan mencapai akhir nya kkkkkkk maaf banget ya kalau chapter ini mengecewakan, tapi aku harap kalian masih inget sama ff nya wkwkwkwkw dan tetep aku mau promosi sama WP baru ku (reniilubis.wordpress.com) silahkan berkunjung yaaa~ baiklah, ditunggu komentarnya yaaaa~ SARANGHAEYOOO~^^

33 responses to “It Must Be Love Chapter 14

  1. Myungsoo nakal ya hehehe…pake ada acara gigit2n segala.
    Mwo??? Jongin kcelakaan? Bnran atau cuma trik jongin aja supaya bs ktemu suzy???

  2. Wahhh.. Myungsoo mencari kesempata dalam kesempitan..
    Mending kalo Suzy mau pergi nemuin Jongin jangan sendirian. Sama Myungsoo aja. Takut dijebak ma Jongin.. wwkwkwk..
    Part selanjutnya end? wahhh.. akhirnya mau dibuat end juga.. semoga Jongin tobat n ganggu2 suzy lagi n myungzy berakhir happy. Wkwkwkwk..

  3. Akankah suzy menjenguk jongin?
    Gimana kalo suzy menjenguk jonginnya bersama myungsoo aja jadi jika nanti jongin berani macam” myungsoo bisa melindunginya ka ,geutchi?

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s