[Freelance] I’m Not Shadow Chapter 2

shadow 1 - Copy

Title : I’m Not Shadow  | Author : Wang Puppy | Genre :  Angst | Rating : G | Main Cast :  Bae Suzy & Cho Kyuhyun

Author’s note:

Hai hai.. makasih banyak banget yaa untuk respon kalian di part sebelumnya. Aku juga minta maaf karna waktu yang cukup lama buat lanjutinya. Tapi aku berusaha untuk menyelaikannya ko. Hanya saja… aku perlu waktu, hehe.

Aku juga minta maaf yaa kalo cerita ini jadi bertele-tele. Jadi gini.. awalnya aku pingin buat jadi oneshoot tapi karna kepanjangan jadiilah rencananya twoshoot. Tapi ko masih kepanjangan yaa -_- jadii jadi jadi mungkin akan selesai beberapa part lagi..

Semoga kalian ngga bosen yaa.. terimakasih^^

 

Oh ya, boleh promote buat follow my IG yaa hehe nurul_oktizen96

 

Mian kalau banyak typo.. happy reading yaa ^_^ ini masih true storyku.. silahkan dibaca.

.

.

Bae Suzy semakin mengeratkan mantel yang dikenakannya. Beberapa lapis baju ternyata belum cukup menghalau tubuhnya dari serangan  dingin udara Seoul. Ah tentu saja, Korea Selatan kan tengah musim salju, dan Suzy benci itu. Ia benci musim dingin.

Jika benci dingin, lalu apa yang dilakukan yeoja itu di luar rumah? Hanya gadis bodoh yang rela keluar dari rumah dalam kondisi bersalju hanya demi menemui namjachingunya. Yah, Suzy merelakan semuanya demi bertemu dengan Kyuhyun. Atau lebih tepatnya mencari namja itu.

“dasar bodoh! Tidur di sini hanya akan membuat mulutnya miring.” Gerutu Suzy ketika menangkap sosok yang dicarinya tengah tertidur di bangku panjang taman. Demi Tuhan Cho, dalam udara sedingin itu kau masih bisa tertidur? Itu gila namanya.

Sebenarnya Suzy tengah mencari-cari Kyuhyun sedari tadi. Kyuhyun menghilang begitu saja ketika dibutuhkan anggota organisasi lainnya. Kyuhyun memang seperti itu, selalu suka semau sendiri.

Jika ia bilang A maka harus A. Dan dua tahun ini bersama, membuat Suzy paham betul akan itu. Satu lagi sifat Kyuhyun. Ah tidak,  bukan satu melainkan banyak.

Kyuhyun yang egois, keras kepala, kekanakan, pemarah, senssitive. Ya Tuhan.. Suzy bahkan lelah untuk mengabsen semua tabiat buruk Kyuhyun. Tapi bagaimanapun rasa cintanya mengalahkan segalanya, termasuk menerima semua sikap buruk namja itu.

“Kyu-ah.. bangunlah. Apa kau tidak kedinginan tidur di sini?”

Kyuhyun yang mendengar itu hanya mengintip wajah Suzy dari celah mata kirinya lalu kembali terpejam.

“jika kau kemari untuk membujukku kembali ke organisasi sebaiknya tidak usah. Kau pulang saja!”

Suzy hanya mampu menghembuskan nafasnya. Menghadapi Cho Kyuhyun itu lebih berat dari pada mengatasi bocah lima tahun.

Dan oh yah, organisasi yang selama ini dimaksud ialah sebuah organisasi yang bergerak dibidang pendidikan. Ada banyak agenda kegiatan di dalamnya. Beberapa diantaranya seperti mengumpulkan buku-buku yang tak lagi terpakai untuk anak-anak yang kurang mampu. Ada pula beberapa dari anggota yang terjun langsung untuk mengajar. Benar-benar mulia bukan?

Anggotanya pun tidak harus Mahasiswa yang masih aktiv. Kyuhyun salah satunya, ia tergabung dalam organisasi meskipun dirinya sudah lulus kuliah dua tahunan lalu.

Suzy tahu Kyuhyun dan beberapa tim anggota organisasi memang tengah ada konflik. Itulah mengapa Suzy kemari mencari Kyuhyun hanya untuk mengajak pria itu bicara secara baik-baik. Tapi lihat kan, belum mengatakan apapun Suzy sudah diusir Kyuhyun.

“bodoh! Aku hanya khawatir karena kau tidur di sini.”

Suzy terpekik terkejut, hampir saja berteriak ketika secara tiba-tiba Kyuhyun menarik tangan Suzy hingga membuat yeoja itu terduduk di bangku.

Bukk

Suzy menahan nafasnya ketika tiba-tiba  dan tanpa permisi Kyuhyun menjatuhkan kepalanya di pangkuan Suzy.

“aku benar-benar lelah. Jangan berisik dan biarkan aku tertidur di sini..” Suzy mengangguk tanpa berani bersuara. Ya Tuhan.. Kyuhyun tidak tahu saja jika gadisnya sedang mati-matian menahan dadanya, Suzy takut kalau-kalau jantungnya akan lompat keluar karna irama detakannya yang semakin menggila akibat ulah Kyuhyun. Jinjja~

Kyuhyun mengangkat ponselnya yang bergetar di saku celana. Oh, pesan masuk.

“siapa?” Suzy berusaha mengintip, namun Kyuhyun buru-buru memasukan ponselnya ke dalam saku celana. Memang selalu seperti itu, kenapa Suzy harus heran.

“bukan apa-apa.” Elak Kyuhyun.

Memang begitu dan selalu begitu. Jadi, kenapa Suzy harus heran?

Bukan sekali ataupun dua kali tapi sudah sangat sering Kyuhyun bersikap aneh seperti itu. Suzy bahkan masih ingat, bagaimana terkejut dan paniknya Kyuhyun ketika ponsel namja itu berada di genggaman Suzy, padahal Suzy tak sekalipun membuka ponsel namja itu. Suzy juga masih ingat bagaimana Kyuhyun melarangnya membuka bahkan menyentuh ponsel Kyuhyun dan yang lebih anehnya, terkadang kejadian itu terjadi bersamaan dengan Ahra yang menghubungi Kyuhyun.

Boleh percaya atau tidak. Karna rasa sayang dan percayanya pada Kyuhyun, Suzy tetaplah Suzy yang penurut dan pura-pura tak terjadi apapun sehingga menenggelamkan rasa curiganya pada namja itu.

Suzy memainkan kakinya dengan bosan. Sudah satu jam berlalu dan Cho Kyuhyun masih tetap terlelap dalam mimpi indahnya. Suzy bahkan beberapa kali harus menggosok-gosokan telapak tangannya untuk menghalau rasa dingin yang sudah menusuk tulangnya.

Demi Tuhan Cho! Kapan kau akan bangun? Apa sebegitu nyamannya kah pangkuan Suzy hingga membuatmu tetap terlelap meski udara Seoul yang begitu dingin menggila.

Apa kau tidak sadar. Bahkan kini bibir dan tubuh gadismu yang sudah membeku. Cho Kyuhyun gila!

Jujur saja, Suzy sudah tak tahan dengan udara  dingin yang menyerang tubuhnya, ia ingin membangunkan Kyuhyun namun tak tega begitu melihat wajah terlelap namjanya. Alhasil yeoja itu tetap membiarkan namjanya terlelap dipangkuannya.

Suzy melirik pada saku kanan celana Kyuhyun. Yah, disanalah terdapat ponsel namja itu. Entah mendapat kekuatan dan kegilaan dari mana, tangan Bae Suzy bergerak menuju saku kanan Kyuhyun bermaksud mengambil ponsel namja itu.

Bukankah selama ini namja itu mati-matian melarang Suzy untuk mendekati ponselnya. Pastilah ada banyak hal yang disembunyikan Cho Kyuhyun. Suzy yang penurut. Suzy yang selalu menganggap semua baik-baik saja tanpa rasa curiga kini mulai mengumpulkan segala keberaniannya untuk meraih ponsel Kyuhyun.

Ayolah Bae, itu hanyalah sebuah ponsel. Tapi mengapa rasa khawatir lebih mendominasi pikiran yeoja itu?!

Dapat!

Suzy mendapatkan ponsel Kyuhyun dengan mudah meski tubuh namja itu sempat bergerak. Jika Kyuhyun melihat apa yang dilakukan Suzy, tamatlah hidup gadis itu.

Dengan tangan dan hati bergetar Suzy mulai membuka ponsel itu. Mungkin terdengar berlebihan. Tapi itu adalah kenyataan. Sungguh.

Suzy bukan hanya sekedar menghadapi benda persegi panjang, melainkan sebuah kenyataan yang mungkin akan menyakiti hati rapuhnya kelak. Namun Suzy sudah bertekad mampu menahan semua itu.

Mudah. Karena namja itu tidak mengunci ponsel pintarnya. Cho Kyuhyun ceroboh.

Hal pertama yang Suzy lakukan adalah membuka percakapan pesan namja itu. Meski Suzy yakin sebagian pasti sudah Kyuhyun hapus, tapi yeoja itu berharap masih ada beberapa yang tertinggal. Suzy ingin tahu, selain dirinya siapa saja yang berhubungan dengan Kyuhyun. Mungkinkah Go Ahra?

Suzy sempat menahan nafasnya ketika ia membaca nama dirinya yang berada diurutan atas pesan. Jari yeoja itu terus bergerak menggeser layar hingga kebawah hingga nama lain muncul dan itu…. Siwon?

Suzy berfikir sejenak,

Siwon? Apakah itu Choi Siwon? Beberpa kali memang Kyuhyun menceritakan mengenai Siwon yang merupakan sahabatnya.

Tapi untuk apa dan ada apa Siwon menghubungi Kyuhyun? Penasaran, Suzy membuka pesan dari namja itu.

Suzy melebarkan kedua bola matanya tak percaya dengan isi pesan itu.

From: Siwon

Haha benarkah kau akan sembuh jika aku cium? Berhentilah menggodaku oppa!

 

Suzy kembali membuka pesan yang lain yang masih bernama Siwon untuk pengirimnya.

From: Siwon

Oppa aku sungguh khawatir keadaanmu. Udara di luar sangat dingin oppa dan lagi aku tidak bisa datang padamu untuk merawatmu oppa.

 

From: Siwon

Oppa ku dengar kau sakit? Bagaimana keadaanmu?

 

Tak puas hanya disitu, Suzy membuka pesan keluar yang dikirimkan Kyuhyun pada ‘Siwon’

To: Siwon

Aku sungguh tidak apa-apa Chagi. Ah tidak, aku benar-benar sakit sekarang dan aku hanya bisa sembuh jika kau menciumku Ahra-ya..

 

To: Siwon

Aku memang sempat sakit Ahra-ya, tapi sudah lebih baik saat kau mengkhawatirkanku.

 

Chagi? Ahra?

Benarkah itu ditujukan untuk Go Ahra?

Dengan cepat-cepat Suzy mengambil ponselnya dan menyamakan nomor kontak ‘Siwon’ dari ponsel Kyuhyun dan nomor kontak Go Ahra dari ponsel miliknya.

Deg!

Suzy merasakan waktu yang terhenti. Jantung yang berdenyut nyeri karena seperti merasakan berton-ton besi menghujamnya. Itu sakit.

Kau tahu apa?

Karena kedua kontak itu sepenuhnya 100% sama. Jadi, apakah Kyuhyun merubah nama Go Ahra di kontak ponselnya?

Tapi kenapa? Dan untuk apa?

Suzy bodoh! Tentu saja untuk mengelabuhimu bahwa selama ini ternyata mereka berdua memiliki hubungan lebih.

Tubuh Suzy bergetar hebat. Bukan, bukan karena ia yang merasa kedinginan.

Melainkan yeoja itu yang mati-matian menahan isak tangisnya. Ia takut Kyuhyunnya akan terbangun. Alhasil semua Suzy pendam sendiri.

Suzy seperti menemukan benang merah yang selama ini bergelut dalam pikirannya. Kyuhyun yang melarang menyentuh ponselnya. Kyuhyun yang akan panik jika Ahra menghubunginya. Kyuhyun yang melarangnya untuk dekat dan menghindari Ahra. Terakhir, Ahra yang sempat berbicara dan ingin melepaskan Kyuhyun untuknya. Jadi seperti inikah? Jadi beginikah?

Suzy sadar alasan utama ia tak ingin hungungannya dengan Suzy disembunyikan. Gadis itu sadar.

Kyuhyun yang tak ingin Go Ahra, sang kekasih hatinya mengetahui hubungannya dengan kyuhyun. Pantas saja..

Suzy yang berpikiran polos justru menganggap semua biasa saja kala itu. Dan sekarang kau baru sadar nona Bae?!

Jadi Kyuhyun dan Ahra adalah sepasang kekasih?

Lalu bagaimana dengannya? Bagaimana kyuhyun menganggap dirinya? Selingkuhankah?!

Dan kenapa itu terasa sangat menyakitkan bagi Bae Suzy?!

Suzy mengembalikan ponsel Kyuhyun ketempat semula secara rapi.

Dan sekarang pikiran yeoja itupun mendadak kosong. Bagaimana ini? Bagaimana kelanjutan hubungannya dengan Kyuhyun kelak?

Apakah Cho Kyuhyun masih ingat mengenai janjinya pada Suzy yang akan menikahinya kelak kala Suzy telah lulus?

Ah tidak. Rasanya semua bayangan itu semakin jauh dari angan-angan Suzy.

Suzy menangis. Ternyata yeoja itu bukanlah gadis yang kuat. Ia tetaplah seorang gadis yang akan menangis ketika hatinya terluka.

Kyuhyun yang merasakan tubuh Suzy yang bergetar segera bangun dari tidurnya. Akhirnyaa namja gila itu bangun juga!

Betapa terkejutnya ia ketika melihat yeojanya yang tengah membekap mulutnya sendiri. Terlihat sekali jika Suzy ingin mereda isakan tangisnya.

“ada apa? Kenapa kau menangis?” Kyuhyun yang panik dan Suzy yang bungkam, justru semakin terdengar memilukan suara isak tangisnya.

Suzy menatap Kyuhyunnya dengan mata memerah dan bengkak. Oh itu adalah Kyuhyunnya, Kyuhyun yang begitu digilai dan dicintainya dan bagaimana bisa namja itu melakukan hal semenyakitkan ini pada Suzy?

Tuhan tak adil! Suzy ingin berteriak seperti itu tapi yang keluar justru air mata sialan miliknya.

“oppa..” untuk pertama kali selama mereka bersama, Suzy memanggil Kyuhyun dengan panggilan ‘oppa’. Betapa terkejutnya namja itu. Ini aneh, dan tak biasa.

Untuk kesekian kalinya Kyuhyun dibuat terkejut ketika tiba-tiba Suzy memeluk tubuhnya. Tubuh Suzy dingin. Kyuhyun merasakan itu bahkan hingga sampai pada tubuhnya.

Ada apa dengan Suzy nya?

Suzy memeluk Kyuhyun erat. Seolah mengatakan keresahan hatinya yang tak ingin ditinggalkan Kyuhyun.

Anggap saja ini salah. Seharusnya sebagai seorang yeoja Suzy bisa saja menampar ataupun memukul namja itu atas tindakannya yang mengkhianatinya selama ini. Tapi Suzy tak mampu melakukan semua itu.

Biarlah.. biarlah ia dianggap lemah, murahan, atau apapun itu oleh orang lain. Yang Suzy tahu, ia sangat mencintai Kyuhyun dan tak ingin kehilangan namja itu.

Dan Kyuhyun yang tetap bungkam mengenai keadaan Suzy saat ini. Ia tak berani menanyakan ada apa. Mungkin untuk saat ini yang Suzy butuhkan adalah ketenangan. Dan Kyuhyun tak akan memaksa yeoja itu bercerita. Biarlah mungkin suatu saat nanti jika sudah siap, Suzy mau berbagi cerita padanya. Yah, suatu saat nanti.

.

.

Suatu saat nanti?

Kapan suatu saat nanti yang Kyuhyun maksudkan Cho? Karna sudah dua bulan berlalu. Suzy tetap bungkam. Bahkan kini keadaan yeoja itu semakin hari semakin membuat Kyuhyun bingung dengan sifat possesive nya.

From: Suez

Oppa kau dimana?

 

Kyuhyun mendengus kesal ketika untuk kesekian kalinya, Bae Suzy mengiriminya pesan yang sama, dan itu lebih dari lima kali.

Inilah perubahan sikap Suzy yang semakin berubah aneh, sangat possesive padanya.

Mungkinkah.. Suzy tahu kebenaran yang selama ini ia sembunyikan?

Kyuhyun menggeleng. Ah tidak, jika Suzy tahu seharusnya yeoja itu sudah memutuskan hubungan mereka.

Tunggu..

Hubungan? Hubungan apa Cho? Bukankah selama ini tidak ada status yang jelas diantara kalian?!

Ah biarlah.. bagi Kyuhyun kebersamaannya bersama Suzy itu disebut sebagai jalinan kasih. Yaah meski tersembunyi.

Jauh di dasar hati Kyuhyun, ia mencintai Bae Suzy namun tak segila bagaimana Suzy menggilainya tentunya.

Kyuhyun menggerakan jari-jari lentiknya di atas layar ponsel.

To: Suez

Aku sibuk kerja. Nanti ku hubungi lagi.

 

Selesai dan.. Terkirim.

oppa..

Kyuhyun menoleh dan tersenyum pada seorang gadis yang memanggil namanya.

“Ahra-ya.. kau siap untuk pergi sekarang Chagi?” yah, gadis itu adalah Go Ahra. Kyuhyun mengusap ujung kepala Ahra lembut.

“tentu saja aku siap. Oppa mianhae.. apa kau sudah menunggu lama disini? Tiba-tiba saja bosku memberi pekerjaan tambahan jadi waktuku sedikit terulur.” Ahra mengembungkan pipinya dengan kesal.

“anni.. aku juga belum lama di sini. Jadi bagaimana? Kita jadi pergi sekarang kan?”

“tentu saja. Aku sudah menunggu lama untuk hari ini.” Kyuhyun tersenyum, dan selanjutnya Go Ahra yang menggandeng lengan Kyuhyun mesra.

Dan mereka pergi bersama.

Ah yaa.. sedikit informasi.

Untuk saat ini Cho Kyuhyun sudah lulus dua tahun lalu, Go Ahra baru lulus tahun lalu dan sekarang sudah bekerja. Sementara Suzy, ia masih berada ditingkat akhir kuliahnya.

Cho Kyuhyun.

Go Ahra.

Mereka tidak tahu saja jika sepasang mata yang sudah memerah, mengawasi kegiatan mereka berdua sedari tadi.

Bae Suzy membekap mulutnya. Isakan kecil lagi-lagi terdengar dari bibir mungilnya. Suzy menangis, bahkan ia ingin sekali meraung-raung namun yeoja itu cukup waras untuk mengetahui dimana ia sekarang tengah berada. Tempat umum.

Suzy memegangi dadanya yang berdenyut sakit itu. Setelah apa yang ia saksikan sendiri, Suzy tak yakin hatinya akan tetap baik-baik saja.

Suzy melangkah berusaha menjauh dari tempat persembunyiannya sedari tadi. Baru satu setengah langkah, kaki Suzy bergetar. Persendian lututnya bahkan tak mampu menahan berat tubuhnya. Suzy terduduk lemas.

Apa getar luka di dada Suzy bisa menjalar hingga ke persendian kakinya? Kenapa sulit sekali hanya untuk berjalan? Ah tidak, untuk bernafaspun terasa ngilu sekali di dadanya.

Cho Kyuhyun, kenapa kau melukaiku? Apa salahku padamu? Apa?

APA?!!!

 

Pengkhianatan.

Suzy benci kata ‘pengkhianatan’. Kenapa kata itu selalu akrab dengan kehidupannya?,

Tidakkah cukup hanya nenek dan ibunya saja yang dikhianati? Kenapa harus ia juga?

Kenapa pula harus Kyuhyun-nya yang menyakitinya seperti ini?

Apakah ini kutukan bagi gadis bermarga Bae itu?!

Suzy menangis dengan meraung-raung bukan lagi isakan-isakan kecil yang ia keluarkan.

Suzy hanya ingin melepaskan beban luka di hatinya, ia tak perduli lagi mata orang-orang yang mungkin akan menatapnya aneh.

Ini hatinya. Ini persaannya. Yang terluka. Jadi, untuk apa Suzy perduli itu jika hatinya saja tidak ada yang memperdulikannya. Termasuk Cho Kyuhyun.

.

.

Kyuhyun berjalan pulang menuju rumahnya. Ia melirik jam pada arloji mahalnya.

10 malam. Dan ia baru saja pulang dari kencannya bersama Go Ahra, kekasihnya.

Kyuhyun sempat menghentikan langkahnya sebelum memasuki perkarangan rumahnya. Ia melihat pada kaca jendela kamar sebelah rumahnya. Itu adalah kamar Suzy.

Ini kejutan lagi untuk kalian. Bahwa rumah Suzy dan Kyuhyun bersebelahan. Daebak!

Rasa bersalah tiba-tiba saja menyelinap di hati namja itu. Ia telah membohongi Suzy-nya. Hati kecil Kyuhyun ingin sekali melihat keadaan yeoja itu, tapi..

Grepp

Kyuhyun terkejut ketika tiba-tiba ada seseorang yang memeluk tubuhnya dari arah belakang.

Tanpa melihatpun Kyuhyun tahu jika tangan yang melingkar di perutnya adalah tangan milik Suzy.

“Suez..?” Kyuhyun melepaskan tangan Suzy dari perutnya dan berbalik menatap yeoja itu, “udara sangat dingin, apa yang kau lakukan di sini, heum?” ya Tuhan.. merdu sekali suara Kyuhyun di telinga Suzy.

“aku menunggumu pulang. Bagaimana…” kencanmu hari ini oppa?

“pekerjaanmu hari ini oppa?”

“semua berjalan dengan baik. Maafkan aku Suzy, aku lupa menghubungimu.” Kyuhyun berucap lirih. Suzy tersenyum memaklum.

Maaf?

Kau minta maaf karna tidak menghubungiku?

Lalu bagaimana dengan kencan kalian hari ini dan luka di hatiku? Apa kau mau minta maaf karna itu Kyu oppa?!

 

“tidak apa-apa oppa. Aku tahu kau sangat lelah hari ini. Nah, karna aku sudah melihatmu dan kau baik-baik saja sekarang sebaiknya kau masuk kedalam rumah dan istirahat oppa..”

Kyuhyun tercengang dengan ucapan Suzy.

Lihat Cho! Gadismu begitu khawatir padamu disaat kau justru tengah berduaan dengan gadis lain.

Kyuhyun bencimengakuinya. Tapi lagi dan lagi rasa bersalah itu datang dan mengetuk hatinya yang dingin. Kyuhyun menatap Suzy dalam diam.

Lihatlah.. kyuhyun mengamati wajah gadis yang begitu mencintainya. Semakin lama menatap wajah itu, semakin membuat Kyuhyun ingin menarik Suzy dalam pelukannya.

“kemarilah Suez, aku ingin memelukmu.”

“tidak!” balas Suzy lantang, tanpa ada keraguan sedikitpun.

Kalian terkejut?

Jangankan kalian, Kyuhyun saja bahkan tak percaya mulut gadisnya akan menentang dirinya. Apakah ini sebuah pemberontakan dari Suzy?

“wae? Kau menolak perintahku?” Kyuhyun mulai mengeraskan rahangnya. Ini bahaya. Sifat Kyuhyun yang pemarah akan segera muncul.

Suzy menggeleng, “biarkan aku yang akan memelukmu oppa.” Suzy segera menghambur dalam pelukan Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum lega. Ia semakin erat memeluk Suzy-nya.

‘aku memelukmu oppa. Aku memelukmu. Aku tidak ingin kehilangan dirimu meski aku tahu seberapa dalam kau melukaiku. Aku tahu tentang kalian, aku tahu oppa.. tapi biarlah aku terdiam ditempatku dan berpura-pura tak mengerti semuanya. Biarlah aku terluka, selama kau tetap bersamaku meski kau harus membagi rasa sayangmu..

Aku akan terdiam, untuk melihat sejauh mana kalian akan bertahan. Sejauh mana kau mau menyembunyikan semua ini dariku oppa. Karna bagaimanapuun, aku tak akan pernah mau berpisah ataupun pergi darimu. Aku mencintaimu’

 

Kyuhyun merasakan tubuh Suzy yang bergetar dalam pelukannya. Suzy-nya menangis.

Namun namja itu bahkan tidak berani hanya untuk menanyakan keadaan gadisnya. Kyuhyun yang pengecut!

Kyuhyun tahu Suzy pasti memendam sesuatu yang sangat menyakitkan. Namun apa itu kyuhyun tak tahu.

‘maafkan aku.. maafkan aku. Kumohon, biarkan semua berjalan seperti ini. Jika saatnya nanti tepat, aku akan menceritakan semuanya padamu. Dan aku juga siap jika kau ingin pergi dariku.

Aku sadar, cinta tak selamanya harus dipaksakan. Aku siap melepasm pergi….. Bae Suzy’

TBC..

21 responses to “[Freelance] I’m Not Shadow Chapter 2

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s