[Freelance] Before We Meet Again Chapter 9

Title : Before We Meet Again  | Author : SureTo_Dream | Genre :  Romance | Rating : PG-17| Main Cast : Byun Baekhyun and Bae Suzy | Other Cast : Find by yourself!

Disclamer :

cerita ini adalah cerita murni dari khayalanku yang udah lama aku tulis tapi gak selesai – selesai dan tiba – tiba saja inspirasi muncul lagi saat lihat kedua main cast diatas punya project bersama,, FF ini juga aku publis di WP pribadi aku http://happydreamandstory.wordpress.com/ tapi seperti yang kalian tau, gak asik banget kalo cumen aku sendiri yang baca,,, maaf kalo seandainya dalam penulisan ada kesalahan karena aku hanya manusia biasa yang tak sempurna dan banyak kekurangan ☺☺

�Happy Reading Guys Hope you like it

##

 

Baekhyun datang sedikit terlambat hari ini akibat pulang terlalu malam dari apartemen suzy bersama chanyeol yang akhirnya chanyeol memutuskan menginap diapartemen baekhyun, tapi keduanya malah melanujtkannya bercerita diapartemen baekhyun dan tidur saat jam 3 pagi jadi beginilah sekarang baekhyun datang terlambat dan datang menggunakan sunglass untuk menyembunyikan matanya yang merah karena kurang tidur, sungguh menginap bersama chanyeol dihari kerja adalah pilihan yang buruk

Baekhyun tidak luput dari perhatian suzy, karena tidak biasanya baekhyun datang terlambat, baekhyun terlihat sedang berbicara dengan choi song gun yang merupakan sekertarisnya mulai dari kemarin dan selain jieun, baekhyun juga memberitau hubungannya dengan suzy, karena song gun akan menjadi salah satu orang kepercayaan baekhyun,,

Song gun bukanlah orang baru bagi baekhyun, karena song gun adalah putra dari choi ahjumma yang dulu selalu mengurusnya saat tinggal dirumah keluarga kim, dan song gun yang sekolahnya dibiayayi oleh keluarga kim sampai lulus universitas karena prestasi song gun yang luar biasa, itulah sebabnya baekhyun menawarkan son gun untuk menjadi sekertarisnya terlebih son gun sudah sangat tau bagaimana baekhyun jadi tidak perlu ada perkenalan diantara mereka

“song gun’ah, tolong pesankan aku kopi” pinta baekhyun saat melewati meja song gun sebelum masuk kedalam ruangannya “jangan terlalu manis, karena aku butuh untuk menghilangkan kantuk” tambah baekhyun lagi, lalu masuk kedalam ruangannya

Baru saja baekhyun masuk kedalam ruangannya perhatian suzy teralihkan lagi saat melihat luhan yang berjalan dan sepertinya akan keruangan baekhyun, mengetahui ada yang memperhatikannya luhan berhenti sejenak kemudian menoleh dan menemukan suzy yang sedang menatapnya disana, luhan sedikit menyungngingkan senyum untuk suzy dan membuat karyawan yoja yang berada disekitar mereka juga tersenyum karena terpesona ketampanan luhan,, mereka selalu bersyukur karena memiliki atasan yang memiliki wajah yang diatas rata – rata yang sekarang ditambah lagi dengan kehadiran luhan yang semakin memanjakan mata mereka

Luhan terlihat mengetik sesuatu diponselnya, setelah memastikan mengirimnya luhan melanjutkan berjalan dan masuk kedalam ruangan baekhyun

Ddrrtt,, ddrrtt, ponsel suzy berbunyi karena ada pesan masuk

From. Luhan

Jangan menatapku seperti itu, kalau kau tidak ingin aku menghampirimu dan memelukmu

 

Suzy mengangkat sebelah alisnya sambil menatap pintu ruangan baekhyun “jangan heran seperti itu, mulai sekarang kau harus lebih waspada karena dia sudah mulai berkantor disini sejak dia resmi menandatangani kontrak kerja sama itu” jelas jieun yang menangkap kebingungan suzy

“apakah tidak masuk sehari, membuatku banyak melewatkan hal penting?”suzy balik bertanya

“mungkin saja” jawab jieun asal

Cukup lama luhan berada didalam ruangan baekhyun sampai akhirnya luhan dan baekhyun keluar bersamaan dan menyita atensi beberapa orang yang berada disana “aku harap kau tidak keberatan karena aku akan sangat sering meminta bantuanmu” ucap luhan sambil tertawa pada baekhyun

“tentu saja, aku akan membantumu dengan senang hati” balas baekhyun sambil tersenyum ramah pada luhan, “baiklah aku rasa aku harus kembali keruanganku sekarang” ucap luhan yang berjalan meninggalkan baekhyun yang masih memandangnya tapi baekhyun menaikkan sebelah alisnya saat tiba – tiba langkah luhan terhenti, baekhyun mengikuti arah pandangan luhan dan menemukan suzy disana, dengan sangat jelas baekhyun melihat luhan sedikit tersenyum saat menatap suzy sebelum akhirnya pergi,,

Baekhyun sedikit terganggu dengan senyum luhan barusan yang belum bisa dia artikan maksudnya “song gun’ah aku ingin memintamu menyelidiki sesuatu” ucap baekhyun sedikit pelan dan memastkan hanya song gun yang mendengarnya

“anda ingin saya melakukan apa tuan muda?” son gun bertanya dengan sopan

“tolong cari tau tentang Xi luhan dan semua yang bersangkutan dengannya termasuk dengan siapa saja dia pernah menjalin hubungan, pastikan kalau tidak ada yang mengetahui ini” perintah baekhyun pada song gun “dan kabari aku secepatnya, kalau bisa besok aku sudah mendapatkan yang ku cari” ucap baekhyun sebelum kembali masuk kedalam ruangannya, yang membuat song gun menangguk patuh dan segera menghubungi beberapa koneksinya

###

Suzy sedang berjalan diujung koridor karena baru saja kembali dari divisi SDM,, sebelum seseorang membekapnya dan menariknya “ya apa yang kau lakukan” ucap suzy marah saat bekapan mulutnya sudah dibuka dan menampilkan Luhan yang tersenyum manis didepannya

“tidak ada, aku hanya ingin memiliki sedikit waktu berbicara denganmu itu saja” jawab luhan santai, suzy menatap luhan dengan tatapan aneh has miliknya

“jangan menatapku seperti itu” sanggah luhan sambil tertawa karena menurutnya saat ini ekspresi suzy sangat lucu

“kenapa kau melakukan ini Lu” suzy bertanya yang membuat luhan menghentikan tawanya

“karena aku merindukanmu, dan aku tidak suka kau menghindariku sungguh itu sangat menyiksa untukku” jawab luhan tepat dimanik mata suzy, sungguh tatapan luhan saat ini bisa membuat suzy goyah jika dia terlalu lama disini dan mendengarkan semua ucapan luhan

“aku harus bekerja lu, kumohon kembalilah keruanganmu” pinta suzy sedikit memohon “baiklah aku akan pergi tapi kau harus makan malam bersamaku” luhan memberikan pilihan yang sulit untuk suzy “aku rasa kalau hanya makan malam kau tentu tidak akan keberatan” tambah luhan lagi, terlihat suzy sedikit berfikir sebelum akhirnya menyetujui permintaan luhan “baiklah,tapi sekarang kumohon biarkan aku pergi” pinta suzy sekali lagi

“kalau begitu sepulang dari kantor kita bertemu direstoran biasa” ucap luhan bersemangat dan pergi meninggalkan suzy yang masih diam ditempatnya

###

Baekhyun menatap semua berkas yang ditinggalkannya selama sehari dan menarik nafas dengan kasar ‘bagaimana bisa sebanyak ini, padahal aku hanya tidak masuk selama sehari’ keluh baekhyun sambil menatap semua kertas dimejanya dan memeriksanya satu persatu

“apa kau begitu sibuk sampai tidak mendengar ketukan pintuku?” suzy yang berjalan menghampiri baekhyun “kau tidak keluar makan siang?” suzy bertanya sambil duduk memperhatikan baekhyun

“aku sudah meminta song gun membelikanku makan siang” jawab baekhyun masih berkutat pada dokumen – dokumennya “kau sudah makan” tanya baekhyun

“aku sudah makan tadi bersama jieun di kantin, karena semuanya sangat sepi jadi aku menemuimu” aku suzy, karena sungguh semua orang sedang pergi makan siang dan tidak ada satupun diluar

“benarkah? Lalu dimana jieun?” tanya baekhyun lagi “jieun dikamar mandi, apa itu saja yang ingin kau tanyakan?” suzy bertanya balik setelah merasa cukup menjawab pertanyaan baekhyun

Baekhyun menaikkan sebelah alisnya kemudian melepaskan berkas yang ada ditangannya dan menatap suzy “maksudmu?” baekhyun bertanya tidak mengerti “apakah sekarang kau menjadi sangat bodoh baek karena terlalu banyak membaca berkas itu?” sindir suzy

Baekhyun menarik tangan suzy agar lebih dekat dengannya dan mendudukkan suzy dipangkuannya kemudian baekhyun bersandar pada punggung kursinya “sekarang jelaskan” pinta baekhyun sambil melepaskan kaca matanya dan meletakkan dimeja

“aku hanya merindukanmu” ungkap suzy yang kemudian merebahkan tubuhnya diatas dada baekhyun “kau kenapa? Apa ada yang menganggu pikiranmu?” baekhyun bertanya khawatir sambil membelai rambut suzy, tapi suzy hanya diam tidak menjawab, dia ingin mengatakan kalau luhan mengajaknya makan malam tapi suzy tidak tau cara untuk menyampaikannya pada baekhyun

“kau pulang jam berapa hari ini baek?” Suzy bertanya sambil memainkan dasi baekhyun “aku rasa aku akan lembur hari ini, pekerjaanku sangat banyak terlebih lagi kau sekarang sedang menggodaku” ucap baekhyun sambil sedikit tersenyum

“baiklah kalau kau merasa aku menganggumu” balas suzy sambil bangun dari tubuh baekhyun

“hey jangan seperti itu, aku hanya bercanda” baekhyun ikut berdiri “maafkan aku” pinta baekhyun sambil sedikit memohon dan menarik suzy lagi agar kembali duduk dipangkuannya

“suzy’ah, aku mungkin akan sangat marah padamu kalau aku tau kau tidak jujur padaku, kau tau akau sangat tidak suka dibohongi” ucap baekhyun tepat dimanik mata suzy yang membuat suzy menelan salivanya dengan susah payah,, “kumohon jangan mempermainkanku, atau—“ ucapan baekhyun tergantung “atau apa?” suzy bertanya memastikan

“atau aku akan sangat membencimu” jawab baekhyun dengan mantap, suzy mencerna setiap ucapan yang baekhyun katakan padanya

“hey jangan terlalu serius seperti itu, aku tidak mungkin membencimu, kau tau aku sangat mencintaimu” ucap baekhyun tertawa sambil mencubit pipi suzy, tapi tidak bagi suzy, karena ucapan baekhyun seperti warning untuknya

###

(in Luhan side)

Aku tidak berhenti mondar – mandir didalam ruanganku entah mengapa waktu seperti berputar sangat lama, mungkin karena aku yang sudah tidak sabar menunggu waktu makan malam bersama suzy nanti, bahkan aku sudah memboking seluruh restoran tempat biasa dulu kami makan bersama,

mungkin dulu aku masih akan berfikir untuk memboking seluruh restoran hanya untuk makan malam bersama suzy, aku dulu yang hanya mahasiswa dan perantau dengan uang yang pas – pasan walaupun bisa dibilang aku berasal dari keluarga yang sangat mampu dicina, tapi karena orang tuaku dicina tidak pernah benar – benar setuju aku bersekolah dikorea sehingga uang jajanku selalu dibatasi, tujuannya hanya satu yaitu aku merasa tidak betah dan akhirnya pulang kecina,,

Puncaknya adalah saat kedua orang tuaku mengetahui aku berpacaran dengan yoja korea yaitu suzy, orang tuaku melakukan berbagai macam cara untuk membawa paksa diriku kembali kecina, termasuk dengan ibuku yang berbohong kalau nenekku sakit keras dan tidak ingin jauh dariku, pada awalnya aku percaya dengan semuanya sampai akhirnya aku tau kalau itu semua hanya sandiwara, sungguh aku sangat marah pada semuanya terlebih lagi beberapa kali ibuku mencoba untuk menjodohkanku dengan anak dari sahabat – sahabatnya,

ibuku selalu saja mementingkan keingiannya tanpa pernah bertanya tentang apa sebenarnya yang ku inginkan

Dan saat aku tau ada perusahaan korea yang ingin menjalin kerja sama dengan kami aku langsung menyetujuinya tanpa menunggu persetujuan dari ayahku, karena ini adalah jalan satu – satunya aku bisa kembali kekorea tanpa bisa diusik oleh ibu, terlebih lagi aku tidak harus mencari suzy dengan susah payah karena sekarang kami berada disatu kantor dan nanti malam kami akan makan malam bersama, bukankah itu adalah suatu kebetulan yang manis?

“tuan muda saya sudah memesankan semuanya seperti keinginan anda” ucapan tuan chou mengalihkan perhatianku dari lamunan panjang

“baiklah, terimakasih, kau tidak perlu mengantarku karena aku ingin pergi sendiri, dan apa kau tidak apa – apa hari ini pulang memakai taksi?” aku bertanya pada tuan chou

“saya baik – baik saja tuan, nikmati saja malam anda” balas tuan chou sambil tersenyum kearahku, sungguh dia memang selalu jadi yang terbaik untukku

Aku melajukan kecepatan mobilku sedikit lebih cepat karena aku tidak ingin datang terlambat dan membuat suzy menunggu, tapi untunglah suzy belum sampai disana sehingga aku memiliki waktu menyiapkan diri,,, begitu aku masuk para pelayan menyapaku dengan ramah “atas nama Xi Luhan” ucapku pada pelayan restoran dan mereka langsung membawaku masuk dan mempersilahkanku duduk pada kursi yang terletak ditengah – tengah, aku sangat kagum karena mereka mampu menyulap restoran ini menjadi sangat romantic dalam waktu singkat,

Aku tak henti – hentinya tersenyum saat melihat suzy yang baru saja turun dari taksi dari celah pintu yang terbuka aku bangun untuk menyambutnya “kau sudah sampai?” aku bertanya padanya saat dia sudah berdiri didepanku

“apa ini semua Lu?” dia bertanya padaku dengan heran “aku memboking semua restoran malam ini karena aku tidak ingin merasa terganggu dengan siapapun malam ini”

“lu,, apa yang kau lakukan?”

“sudahlah jangan banyak bertanya karena aku tidak ingin mendengar apapun” aku menyanggah ucapan suzy karena aku akan membuatnya jatuh cinta lagi padaku itu adalah tujuan utama ku sekarang,,

“aku rasa bukan makan malam seperti ini yang kau maksud”  ucap suzy masih berdiri ditempatnya

“kumohon jangan menolaknya suzy, aku sudah dengan sangat susah payah menyiapkan ini semua” pintaku pada suzy dengan sedikit memohon agar dia tetap tinggal “apakah kau ingat dulu aku pernah berjanji padamu untuk memesan tempat ini hanya untuk kita berdua?” ucapku lagi berusaha menahannya agar tetap tinggal

“tapi sekarang sudah berbeda Lu, dan kumohon jangan membuatku bimbang” aku tau aku egois pada suzy, tapi mendengar pengakuannya aku menjadi semakin yakin masih ada harapan untukku

“kumohon sekali ini saja, agar semuanya tidak sia – sia” mohonku sekali lagi dan menariknya untuk duduk, dan aku tau kalau sudah seperti ini dia tidak akan bisa menolak

“baiklah, sekali ini saja” akhirnya dia menyetujuinya

Selama makan malam dengan di iringi music romantic, aku hanya membahas hal – hal ringan tentang kami, aku tidak ingin membahas semua hal yang berat karena bisa merusak malam yang indah ini, hanya melihat suzy tersenyum seperti sekarang itu sudah lebih dari cukup, cukup untuk membuat dadaku berdesir dan aku sungguh menikmatinya,

###

(in Nayeon side)

Aku baru saja sampai di bassment tapi langkahku terhenti saat melihat mobil baekhyun oppa masih terparkir disana ‘apa dia masih dikantor?’ aku bertanya pada diriku sendiri, kemudian kulihat jam tanganku ternyata sudah hampir jam 8 tanpa pikir panjang aku langsung menelpon baekhyun oppa

“Yeoboseyo” ucapnya dari seberang

“oppa kau masih dikantor?”

“eoh,, aku masih banyak pekerjaan nayeon’ah” aku bisa mendengar suaranya yang lelah “kau sudah pulang?”

“aku baru saja sampai diparkiran dan melihat mobilmu masih disini, oppa mau kutemani?”

“kwencana kau pulang saja, sudah ada song gun yang menemaniku”

“baiklah, kalau begitu aku kirimkan makan malam untuk kalian” tawarku pada baekhyun oppa karena aku tau sekarang dia memang sedang serius bekerja

“baiklah, bagaimana kalau steak?”

“kalau begitu kau tunggu saja oppa”

Setelah menutup sambungan telepon dengan baekhyun oppa, aku langsung melajukan mobilku disalah satu restoran steak yang menjadi favoriteku dikorea, setelah menembus keramaian kota seoul saat malam hari akhirnya aku sampai tapi tidak seperti biasanya hari ini restoran ini  sangat sepi ‘apa mereka sudah tutup ya?’ aku bertanya pada diri sendiri tapi tetap saja aku masuk kedalam dan OMO apa yang yang sekarang sedang ku lihat, sontak aku menutup mulutku untuk tidak berteriak dan menarik perhatian karena melihat suzy dan tunggu bukankah itu investor baru Xi Luhan?

Apa yang mereka lakukan disini dan kenapa suzy bisa makan malam dengan suasana yang sangat romantiis menurutku dan mungkin menurut orang lain juga kalau melihat dekorasi restoran dan alunan music klasik yang menggema diseluruh ruangan belum lagi dengan hiasan lilin dan dan mawar merah,,

Oh god apa yang sebenarnya terjadi? Apa baekhyun oppa tau tentang hal ini? apa sekarang aku sedang menyaksikan suzy yang selingkuh dibelakang baekhyun oppa?

Oppa jadi ini yoja pilihanmu yang sangat kau pertahankan? Ucapku dalam hati kemudian mengambil beberapa foto kemesraan suzy dan luhan,,

‘oppa kita lihat apa yang akan kau lakukan saat melihat foto suzy tersayangmu sedang menghabiskan malam yang indah bersama namja lain disaat kau sedang bekerja keras dikantor’ gumamku sambil mengsave foto suzy yang baru kuambil

“mianhaesoyo, nona tapi malam ini kami  tutup, karena seluruh restoran sudah dipesan” ucap salah satu pelayan yang melihatku dan menghampiriku

“benarkah seperti itu? kalau boleh tau memangnya ada acara apa didalam?” aku bertanya karena merasa penasaran

“mianhaesoyo nona tapi kami tidak bisa mengatakannya” ucap pelayan itu lagi sambil mengantarku menuju pintu

“baiklah, apa aku juga tidak bisa memesan untuk delivery? Masalahnya kekasihku sangat menyukai makanan direstoran ini” pintaku pada pelayan restoran itu

“kami tidak boleh melakukannya hari ini nona” jelas pelayan restoran itu padaku

“baiklah kalau begitu, aku akan membeli ditempat lain” ucapku lalu pergi meninggalkan restoran itu, saat aku didalam mobil aku kembali melihat beberapa foto suzy yang aku ambil kemudian dengan cepat mengirimnya ke baekhyun oppa, karena dia harus tau kelakuan yoja pilihannya,,

To. My B❤

 

Oppa coba lihatlah yang aku temukan, aku rasa sekarang kau pasti sedang tidak ingin memakan steak lagi

 

‘mianhae oppa, tapi aku rasa kau harus tau siapa yang sebenarnya tulus menyayangimu’ ucapku sambil melihat pesan dan foto yang baru ku kirim kebaekhyun oppa

###

(in Other side)

Baekhyun yang masih dikantor sampai jam 9 lewat belum mengetahui apapun karena belum melihat isi ponselnya, tapi dia tau beberapa menit yang lalu ponselnya sempat berbunyi untuk pesan masuk tapi baekhyun belum memiliki waktu untuk melihatnya “son gun’ah apa kau tidak merasa lapar? Bukankah seharusnya pesanan nayeon untuk kita sudah sampai?” baekhyun bertanya sambil mencocokkan beberapa berkas

“apakah anda ingin saya belikan sesuatu tuan muda?” son gun balik bertanya

“aku ingin menyelesaikan ini, hanya tinggal sedikit lagi, bagaimana denganmu?” ucap baekhyun kembali bertanya

“saya masih baik – baik saja” jawab son gun akhirnya

“baiklah tunggu sebentar lagi” balas baekhyun sambil melanjutkan pekerjaannya

Setelah setengah jam berlalu akhirnya pekerjaan baekhyun benar – benar sudah selesai, baekhyun membuka kaca mata yang dipakainya sedari tadi pagi “son gun’ah tidakkah kau berfikir kalau kaca mata ini mengurangi kadar ketampananku?”  baekhyun bertanya sambil sedikit tertawa

“aku rasa juga begitu tuan” son gun ikut tertawa

“kalau begitu ayo kita cari makanan yang enak malam ini” ajak baekhyun pada son gun sambil merapikan diri dan kembali memakai jasnya kemudian mengambil ponsel yang sedari tadi tidak dihiraukannya,

Baekhyun berjalan sambil di ikuti son gun dibelakangnya dan melihat beberapa pesan di ponselnya yang semuanya dari nayeon,, langkah baekhyun terhenti saat melihat foto yang dikirimi oleh nayeon, seketika badan baekhyun terasa panas dan baekhyun sulit bernafas,, jantungnya serasa ditusuk ribuan pisau

“ada apa tuan muda?” tanya son gun khawatir saat melihat perubahan sikap baekhyun tapi baekhyun tidak menjawab sama sekali, baekhyun mengenggam ponselnya sampai buku tangannya memutih karena menahan amarahnya

BRANG….

 

Baekhyun melemparkan ponselnya dengan penuh amarah sampai ponsel itu sudah tidak berbentuk lagi “SIALAN” ucap baekhyun marah dan berjalan pergi, son gun yang melihat keadaan baekhyun sungguh terkejut dan memungut ponsel baekhyun yang berserakan kemudian mengejar baekhyun secepatnya

Son gun buru – buru melewati tangga darurat saat pintu lift tertutup, karena dirinya harus mengejar baekhyun, tidak ingin sesuatu yang buruk menimpanya tapi begitu sampai diparkiran mobil baekhyun sudah melewatinya “astaga aku terlambat” ucap son gun menarik nafas karena terlalu lelah berlari, tanpa pikir panjang son gun langsung menelpon suho

“wee son gun’ah?” ucap suho begitu menjawab panggilan son gun

“Tuan muda, kumohon cari tuan muda baekhyun sekarang juga, saya takut terjadi sesuatu padanya” balas son gun khawatir

“ya! Bicara pelan – pelan, apa yang terjadi pada baekhyun?” suho ikut bertanya khawatir dari seberang

“saya juga tidak terlalu mengerti, setelah membaca pesan, tuan muda baekhyun tiba – tiba marah dan membanting ponselnya sampai tak berbentuk, kemudian memacu mobil dengan kecepatan tinggi,,,” jelas son gun panjang lebar

“yeboseyo tuan,,, tuan muda” panggil son gun tapi tidak ada jawaban karena suho udah memutus panggilannya secara sepihak

“padahal aku belum selesai, tuan muda suho memang selalu seperti ini” gerutu son gun sambil menatap ponselnya,,

__

Begitu mendapat telpon dari son gun suho langsung berlari mengambil jaket dan kunci mobil,, padahal dia belum selesai mendengar semuanya dari son gun, tapi suho sangat khawatir sekarang,, yang terpenting adalah menemukan baekhyun baru bertanya apa yang terjadi padanya, suho baru akan menghubungi baekhyun tapi seketika mengingat kalo ponsel baekhyun tidak ada “kemana aku harus mencarimu baekhyun’ah” gumam suho penuh rasa khawatir,, suho kemudian menekan beberapa no tapi tidak ada yang mengangkat “berarti dia belum pulang, lalu dimana kau baekhyunie?” ungkap suho karena tidak ada yang menjawab telponnya diapartemen, suho lalu menelpon chanyeol dengan harapan chanyeol bersama dengan baekhyun atau setidaknya chanyeol akan membantunya mencari baekhyun

”Yeoboseyo,,suho hyung ada apa menelpon malam – malam?” chanyeol yang bertanya heran dari seberang sana

“mian, Chanyeolie, kau diamana? Apa baekhyun bersamamu?” suho bertanya to the point

“dia tidak bersama denganku hyung, ada apa?” chanyeol bertanya penasaran

“dia belum pulang, dan merusak ponselnya” ungkap suho pada chanyeol

“sudahlah hyung, diakan sudah besar sedikit pulang terlambatkan wajar” jawab chanyeol santai

“Ya! Kalau dia tidak pergi dalam keadaan marah dan emosi seperti yang dikatakan son gun juga aku tidak akan khawatir dan mencarinya Pabo’ya” kesal suho, karena chanyeol yang meremehkan keadaan “sudahlah kalau kau menemukannya cepat hubungi aku” belum sempat chanyeol membalas suho udah menutup sambungan telponnya secara sepihak

__

“ada apa dengan baekhyun?” chen bertanya pada chanyeol saat sambungan telpon chanyeol sudah terputus

“entahlah, suho hyung bilang kalau anak itu belum pulang dan tidak bisa dihubungi” jelas chanyeol pada chen

“memangnya apa yang terjadi padanya? Tidak biasanya” sambung chen sambil sedikit berfikir, sedangkan chanyeol mengutak atik ponselnya sambil mencoba menghubungi seseorang

“yeboseyo” jawabnya dari seberang

“chagi, apa aku menganggumu?” chanyeol bertanya

“tidak sama sekali, ada apa?”

“apakah ada suzy ada?” chanyeol bertanya pada jieun

“suzy, dia baru saja pulang dan sedang berada disebelahku menonton tv” ungkap jieun

“chagi apa boleh aku berbicara dengannya sebentar?” pinta chanyeol sambil menunggu

“ada apa kau ingin bicara denganku?” suara suzy yang menggantikan suara jieun

“apa kau tidak bersama baekhyun?” chanyeol langsung bertanya to the point pada suzy

“ani, baekhyun dikantor sedang lembur, mungkin sekarang sudah pulang, kenapa tidak menelponnya?”

“kalau dia bisa dihubungi kami tidak akan menelponmu” ungkap chanyeol sambil menarik nafas panjang

“apa yang terjadi dengan baekhyun?” suzy bertanya sedikit kahawatir

“tidak terjadi apa – apa, aku hanya merindukannya, sudah kututup” ucap chanyeol lalu menatap chen yang menuntut penjelasan padanya “sepertinya hubungannya dengan suzy baik – baik saja” ucap chanyeol sambil meneguk minumannya

“kalau hubungannya baik – baik saja lalu apa yang terjadi padanya?” chen bertanya dengan bingung

“entahlah” jawab chanyeol seadanya

###

Baekhyun terbangun dengan keadaan yang kacau dibangku taman dan beberapa botol minuman yang berserakan disebelahnya seperti soju dan beer, kepalanya sangat sakit itu yang jelas dia rasakan sekarang “aku sangat berantakan” keluhnya sambil berjalan sempoyongan menuju mobilnya, baekhyun mengingat dengan jelas semua yang dilakukannya tadi malam karena yang dia lakukan hanya minum dan terus minum tanpa mengatakan apapun sampai tidak sadarkan diri berharap rasa sakit yang ada dihatinya bisa berkurang

Flasback on

Baekhyun memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi melewati jalanan seoul yang cukup ramai pikiran baekhyun hanya satu yaitu mencari suzy, saat sampai direstroran, baekhyun tidak menemukan siapapun kecuali para pelayan restoran yang sedang membersihkan restoran dengan dekorasi bunga mawar dimana – mana,, “ada yang bisa saya bantu tuan?” salah satu pelayan toko yang bertanya pada baekhyun “aniyo, saya permisi” ucap baekhyun buru – buru kemudian memacu mobilnya kembali, hanya satu tempat yang ada dipikiran baekhyun saat ini apartemen suzy

Begitu sampai baekhyun memarkir mobilnya diseberang jalan agar tidak terlihat,, cukup lama baekhyun hanya duduk diam didalam mobil sambil terus memperhatikan jam tangannya,, saat jam tangannya menunjukkan jam 10 lewat baekhyun melihat mobil yang berhenti tepat didepan apartemen suzy,, baekhyun terus menatap kearah seberang jalan dan menampilkan luhan yang keluar dari mobil dan sedikit berlari kebagian mobil yang lain untuk membuka pintu mobil, dan sesaat dunia baekhyun terasa hancur berkeping saat yang keluar dari dalam mobil luhan adalah suzy,, sakit? Tentu saja, sesak? Sudah pasti, baekhyun dapat melihat luhan dan suzy yang tertawa diseberang, luhan yang membelai kepala suzy dengan penuh sayang, tanpa dirinya sadari baekhyun mengenggam stir mobilnya dengan sangat keras sampai buku tangannya memutih untuk menahan semua emosi yang dia rasakan agar tidak berlari keseberang dan meninju wajah luhan,,

Baegitu suzy sudah masuk kedalam dapat baekhyun lihat dengan jelas wajah bahagia luhan “SIALAN” ucap baekhyun sambil memukul stir mobilnya kemudian menjatuhkan kepalanya diatas stir mobil

Flasback OFF

Baekhyun sampai diapartemennya dengan keadaan yang benar – banar berantakan, kepala yang sakit dan bau alcohol yang penuh dibadannya “waaah, kau benar – benar terlihat seperti pemabuk yang sangat frustasi” sindir suho saat melihat baekhyun yang berjalan diruang tengah sambil memegang kepalanya “kau dari mana saja? Kau tidak tau aku mencarimu kemana – mana?” omel suho pada baekhyun tapi baekhyun sama sekali tidak mendengarkannya malah membanting pintu kamarnya yang membuat suho kaget sendiri ditempatnya “Ya!! Kau dongsaeng kurang ajar, hyungmu belum selesai bicara kau malah tidak mendengarkan dan membanting pintu” sambung suho karena benar – benar terkejut saat baekyun membanting pintu

Baekhyun datang kekantor tidak dalam keadaan yang baik – baik saja karena wajahnya yang sedikit pucat, suzy memperhatikan baekhyun yang berjalan masuk sambil memegangi perutnya yang masih terasa mual, karena ini adalah kali pertama baekhyun minum alcohol dan dalam jumlah yang sangat banyak

“ada apa dengan direkturku yang tampan, kenapa dia terlihat begitu pucat?” ucap salah satu karyawan yoja yang sedang memperhatikan baekyun sama seperti suzy

“kau benar, sepertinya direktur memang benar – benar sakit, terlebih dia hanya tinggal sendiri,,” sambung yoja yang disebelahnya, suzy yang mendengarkan juga tidak kalah khawatir melihat baekhyun yang pucat seperti itu karena setaunya kemarin baekhyun masih baik – baik saja

Baekhyun masih duduk tenang didalam ruangannya sambil memijat kepalanya yang benar – benar pusing dan perutnya yang masih terasa sangat mual “minum ini tuan muda” ucap son gun sambil memberikan beberapa jenis obat untuk baekhyun,, “kenapa anda minum sangat banyak kalau anda sendiri tidak bisa minum tuan” sambung son gun dengan nada yang sangat hawatir

“entahlah aku juga tidak mengerti son gun’ah” jawab baekhyun lemah

“oh ya tuan, ponsel anda benar – benar rusak, saya tidak bisa memperbaikinya” ucap son gun sambil meletakkan ponsel baekhyun diatas meja

Baekhyun melihat keadaan ponselnya yang sangat menyedihkan, dia sendiri merasa heran seberapa keras dia membanting ponselnya sampai menjadi seperti ini,, baekhyun masih terfokus pada ponselnya saat suzy masuk kedalam ruangannya, son gun yang melihat kedatangan suzy langsung pergi tapi suara baekhyun menghentikannya “kau mau kemana son gun, aku masih membutuhkanmu disini, duduk kembali ditempatmu” perintah baekhyun

Suzy diam memperhatikan baekhyun kemudian beralih pada ponsel baekhyun yang berada diatas meja dengan keadaan yang memprihatinkan “apa kau baik – baik saja?” suzy bertanya sambil mendekati baekhyun, tapi baekhyun diam tidak menjawab

“tuan muda hanya merasa sedikit mual dan pusing nona” jawab son gun

“apa dia sudah minum obat?” suzy kembali bertanya yang dijawab son gun dengan anggukan

“aku tadi pagi menelponmu tapi ponselmu tidak aktif, ternyata ponselmu rusak ya?” suzy sambil melihat ponsel baekhyun diatas meja “baiklah aku rasa kau butuh istirahat, aku akan lanjutkan bekerja dulu” sambung suzy yang kemudian berdiri dan mendekat pada baekhyun, baru suzy akan mencium baekhyun tapi seketika baekhyun menolehkan wajahnya kearah lain sehingga suzy hanya mengecup pipi baekhyun sekilas

“tolong jaga dia” pesan suzy sambil keluar dari ruangan baekhyun

“son gun’ah apa kau sudah mendapatkan semua yang ku suruh cari?” baekhyun bertanya saat suzy sudah keluar dari ruangannya

“saya sudah menemukan beberapa, dan sebagian saya tidak terlalu yakin apa anda mau atau tidak meliatnya” jawab son gun sambil mengambil sebuah amplop didalam tasnya kemudian memberikannya kepada baekhyun

baekhyun membaca semua profil tentang luhan dan kemudian mengeluarkan beberapa foto “sepertinya tuan luhan dan nona suzy dulu pernah berpacaran tuan, dan mereka berpisah secara terpaksa karena tuan luhan yang dipaksa kembali kecina” jelas son gun dan baekhyun hanya diam memperhatikan semuanya “keluarkan semua yang ada ditasmu son gun’ah aku tau masih ada di dalam tasmu” perintah baekhyun

“aku tidak yakin anda akan senang melihat yang ini tuan muda” ucap son gun memperingatkan tapi langsung dihadiahi tatapan mematikan oleh baekhyun yang membuat son gun menyerakan foto itu dengan patuh

“foto itu tidak sengaja diambil tadi malam” ucap son gun saat baekhyun membuka amplop,, foto yang saat ini dilihat baekhyun sama dengan foto yang dikirim oleh Nayeon namun dari arah yang berbeda dan beberapa foto yang diambil di pinggiran sungai han dan memperliatkan suzy dan luhan yang sedang tertawa bersama dan 3 foto terakhir adalah foto luhan dan suzy didepan apartemen suzy “tuan apakah anda baik – baik saja?” tanya son gun hati – hati karena melihat ekspresi baekhyun yang sudah berubah

“tuan muda?” panggil son gun lagi

“Son gun’ah apa yang harus kulakukan? Bagaimana kalau dia meninggalkanku?”

TBC

17 responses to “[Freelance] Before We Meet Again Chapter 9

  1. Tuh kan benr apa yg aku bilang, akhhh zyeonn knp ga jujur aja sih? Jdi semuanya kan ga akan seperti ini😦 aku mulai ga suka sm luhan, klo zyeonn ga mau yaudah lah kan masih ada AKU #hadeuh

    Sebener nya itu baekhyun takut kehilangan zyeonn, tpi dia bingung kan harus gimana#sokTau
    Makin sery nih thor udh mulai ada konflik nya Aseeekk wkwkwk

  2. Makin panas aja ni suasananya…y ampyun mendingan suzy jujur aja k baekhyun biar baekhyun nya g sinis gitu k suzy dan juga kasian baekhyun jd terbebani dan merasa dbodohi. Aaaaaaa aku g tega liat baekhyun mnderita (lebay🙂 )
    JD g sabar nunggu lanjutan nya….author fighting

  3. Jangan sampai mereka berpisah, knpa suzy gak cepat jujur aja.. kasian baekhyun, nanti jdi bisa berkurang kepercayaannya

  4. Sudah ku duga pasti akan seperti ini..
    Lagian kenapa suzy harus memyenbunyikannya dan akibatnya keputusannya itu semuanya jadi makin rumit,,,,jika sudah begini akankah baekhyun dapat mempercayai suzy kembali?

  5. Di sini aku bener2 sebel sama suzy..kenapa gag jujur dr awal sama baek?? Katanya dia mencintai baek tp apa yg didpt baek coba?? Pengkhianatan?? Bisa dibilang begituh…😒

  6. Omg I can choose between luhan and baekhyun xD but I like luhan than baek xD
    Aaaah jd penasaran sama lanjutannya xD

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s