[1/?] Paparazzi and The Ghoul

PicsArt_1458652915039

 

a fiction by dulefghijkl

[Miss A] Bae Suzy [EXO] Oh Sehun

Scie-fi, AU, Romance, FantasyPG-16│Pt [1/?]

A/N. This fanfic officially mine. Officially by my adult imagination.

Pt.1

Hoamm— entah untuk keberapa kalinya Suzy menempelkan telapak tangannya untuk menutupi mulutnya yang kembali menguap akibat rasa kantuk yang sejak tadi menghinggapinya. Ia memandang bosan layar komputer dihadapannya yang tengah menampilkan sebuah berita yang tengah hangat diperbincangkan.

  • Aktor tampan Oh Sehun tertangkap kamera tengah berkencan dengan Nam Hanli—lawan mainnya Dalam Film Take Me!

“Tsk,” Suzy mencoba memfokuskan pandangannya untuk membaca kata demi kata yang dimuat dalam berita tersebut. Namun nampaknya rasa kantuk yang menderanya tak dapat ia tahan lagi, “Aku menyeraahhhh….” ia pun membaringkan kepalanya pada meja kerjanya dengan mata setengah terpejam.

“Suzy-ya…” Suzy mendongakkan kepalanya kesumber suara tanpa membuka matanya yang kini terpejam dengan sempurna.

Mwo~?”

Baekhyun mengeryitkan dahinya heran, “Kau tertidur? Apa yang kau lakukan semalam hingga mengantuk dipagi hari yang cerah ini? Apa kau begadang? Untuk apa? Apa itu pent-“

“Berhenti bicara Byun Baekhyun~” Suzy kembali membaringkan kepalanya pada tempat semula.

“Hhh,” Baekhyun menghembuskan nafasnya malas. “Kau sudah menyiapkan pertanyaan untuk wawancara nanti, eoh?”

“Belum-“

Yak! Wawancara itu akan dimulai beberapa jam lagi Bae Suzy!”

“Aishhh.. iya aku tau. Kau tak lihat eoh? aku sedang membuatnya.”

Baekhyun memandang jengah gadis berusia 20 tahun dihadapannya. “Ini yang kau sebut membuat pertanyaan? Tertidur dijam kerja dengan membiarkan layar komputer menyalah, begitu?”

“Umm..”

NeoJinjja.”

“Lima pertanyaan bukan? Akan ku selesaikan dalam lima menit.” Kali ini Suzy sudah membuka kedua matanya dan menatap Baekhyun yang kini tengah menatapnya dengan tatapan jengkel.

“Ckk, beruntung kau seorang gadis jika tidak-“

“Akan kutraktir kau makan siang!”

 

***

 

“Setelah ini kau akan ada pemotretan dengan Vox Magazine setelah itu dilanjutkan sesi wawancara dengan majalah yang sama. Lalu setelah makan siang dilanjutkan dengan-“

“Tunggu, maksudmu wawancara itu dilakukan sebelum makan siang?” Sehun memotong ucapan Luhan yang tengah membacakan susunan jadwal yang harus ia jalani hari itu.

“Umm, wae?” Luhan menganggukkan kepalanya dan memandang heran kearah artisnya—Sehun.

“Aku ingin menemui seseorang sebelum makan siang nanti. Jadi jadwalkan wawancara itu setelah jam makan siang.” Tukas Sehun dengan nada dinginnya.

“Siapa?”

Mwo?”

“Siapa yang akan kau temui?” Luhan menatap Sehun dengan tidak sabar.

“Kau tak perlu tahu,” Sehun menjawab dengan acuh dan kembali memfokuskan pandangannya pada sebuah tumpukan lembaran kertas ditangannya.

“Katakan padaku siapa orang yang akan kau temui, Oh Sehun?” kali ini Luhan sedikit menekankan kalimat yang ia ucapkan.

“Bukankah sudah kubilang-“

“Tugasku disini untuk membantumu, mendampingimu, juga menjagamu. Tentu kau masih ingat bukan, apa yang dikatakan Kris sebelum ia mengutus kita?”

Sehun mendongakkan kepalanya dan menatap dingin kearah Luhan. Tatapannya begitu menusuk dan wajahnya menggambarkan ketidaksukaan. “Bisa kita hilangkan itu dalam pembicaraan ini? Kau juga tahu bukan jifka aku tak pernah terima ia mengutusku dengan sebelah pihak tanpa sepersetujuanku terlebih dahulu?”

“Baiklah, aku minta maaf soal itu. Tapi kau harus mengatakan siapa orang itu..”

“Kau mengenalnya.”

Luhan memandang curiga kearah Sehun, “Jangan katakan jika kau ingin menemuinya-lagi?”

“Tsk, ternyata benar. Kau memang makhluk tingkat tinggi..”

Luhan memutarkan kedua bola matanya. “Kau menyadarinya bukan? Lalu kau tidak takut dengan apa yang akan kulakukan setelah mengetahui kau akan kembali menemuinya?”

“Informasi yang akan ia berikan sangat menguntungkan juga berguna untuk kita.” Luhan melayangkan tatapan tidak percaya kearah Sehun.  “Dan satu lagi..tsk, aku tidak pernah takut dengan ancamanmu, Lu.“

“Kau memang keras kepala Oh Sehun.” Luhan hanya menggelengkan kepalanya menatap jengah lelaki dihadapannya.

“Ayahku yang meriwayatkan sifat ini padaku.” Sehun menarik sudut bibirnya membentuk sebuah seringaian.

“Aku tidak keras kepala sepertimu.”

Luhan kemudian berlalu meninggalkan Sehun yang terkekeh menangkap ekspresi jengkel diwajahnya.

 

***

 

Mwo? Wawancaranya ditunda hingga jam makan siang usai?” Suzy membulatkan matanya tak percaya ketika Baekhyun menghubunginya dan mengatakan jika wawancara yang akan mereka lakukan diundur.

Eoh,” terdengar suara Baekhyun diseberang sambungan telepon keduanya.

“Bagaimana bisa? Bukankah kau bilang sebelum jam makan siang?”

“Managernya baru saja menghubungiku dan meminta acara wawancara ini diundur karena sang aktor ada keperluan mendadak,”

“Aishh..”

“Kau tak apa?”

Suzy menjawab pertanyaan Baekhyun dengan ketus. “Eoh,”

“Yasudah kalau begitu aku akan menemuimu beberapa menit lagi.”

Suzy mengerutkan dahinya, “Untuk apa?”

“Tadi kau bilang akan mentraktirku makan siang.”

“Tapi jam makan siang masih beberapa menit lagi.” Suzy membalas ucapan Baekhyun seraya melirik jam dipergelangan tangan kirinya.

“Kau tidak mendengar eoh? Barusan aku mengatakan jika aku akan menemuimu beberapa menit lagi. Karena jam makan siang masih beberapa menit lagi”

“Tsk, dasar kau!”

“Haha, sampai bertemu BEBERAPA MENIT LAGI Suzy-ya~!”

Pip. Suzy memandang layar ponselnya dengan tatapan penuh kekesalan. “Anak ini—aishh.”

Setelah memasukkan ponselnya kedalam saku celananya, Suzy kemudian melangkahkan kakinya menuju pintu ruangan kerjanya yang dihuni sekitar 15 orang yang bekerja pada bagian yang berbeda dengannya yang seorang reporter. Yah, Suzy memang seorang reporter yang bekerja dikantor majalah kenamaan Korea Selatan, Vox Magazine.

Suzy melangkahkan kakinya keluar dan langsung menuju letak lift. Setelah berada didalam lift iapun segera menekan tombol angka 1, karena ia memang hendak turun menuju lantai satu dan memang ruang kerjanya terletak dilantai 7.

Ting. Suzy menatap monitor didalam lift tersebut, “Lantai 4?”

Tak lama kemudian pintu lift pun terbuka dan sesosok bertubuh tegap dengan kulit putih pucat melenggang masuk kedalam lift. Ia kemudian hendak menekan tombol angka 1, namun diurungkannya ketika mengetaui tombol itu berwarna merah menandakan jika sudah ada yang menekannya dan hendak menuju lantai 1.

Suzy menatap sekilas lelaki yang kini berdiri tak jauh darinya, Kulitnya begitu pucatmelebihi manusia yang sedang sakit¾

Lelaki itu kemudian menggeser tubuhnya mundur dan mensejajarkn tubuhnya dengan Suzy. Ia kemudian memasukkan kedua tangannya pada celana jeans yang ia kenakan.

Drrt..drtt

Suzy merasakan ponselnya bergetar menandakan da sebuah pesan yang masuk,

Fr. Baekhyun

Kau dimana? Cepat menuju Cafe depan kantor! Kita akan lakukan wawancaranya sekarang. Jangan lupa bawa pertanyaannya! Aku menunggu dimeja nomor 9.

Suzy membelalakkan matanya ketika membaca pesan singkat yang dikirm oleh Baekhyun. Ia memutar kedua bola matanya jengah. “Selebriti memang selalu berbuat seenaknya, ingin rasanya kujambak rambut—“

Kruuk~

Untuk kesekian kalinya Suzy kembali membelalakkan kedua matanya kemudian memegang perutnya dengan tangan kirinya.

Aishh jinjja..” Suzy mengutuk perutnya yang berbunyi pada tempat yang tidak tepat seperti ini. Ia kemdian melirik lelaki disampingnya yang sedari tadi hanya diam. Dia dengar tidak yah.. Suzy menepuk dahinya. Suzy pabo! Tentu saja dia dengar. Lift ini sepi dan hanya diisi kalian berdua..hhhh

Ting. Pintu lift pun kembali terbuka dan kini monitor didalam lift menunjukkan angka 1.

Akhirnya… Suzy keluar mendahului lelaki berkulit pucat itu dan berlari menuju pintu keluar gedung itu. Suzy langsung bergegas menuju sebuah Cafe yang berjarak lima puluh meter didepan kantor tempatnya bekerja.

Sesampainya diCafe tersebut Suzy lantas mengedarkan pandangannya mencari sosok Baekhyun, “Dimana meja nomor 9 itu..”

“Suzy-ya!” Suzy menolehkan kepalanya dan mendapati Baekhyun yang tengah melambaikan tangan kanannya dan ditangan kirinya terdapat sebuah kamera yang akan digunakan untuk mengambil gambar selebriti yang akan mereka wawancarai hari itu.

“Apahh…akkhu…terrh…lammbathh?”

Baekhyun menatap bingung gadis dihadapannya yang kini tengah menumpukan tangannya pada kedua kakinya.

“Kau…habis lari maraton eoh?”

Suzy mendongakkan kepalanya dan menatap jengah Baekhyun dengan nafas yang tersengal, “Marton huh?” Suzy mengeluarkan dengusan kasar.

“Yahh apa katamu. Yang jelas alasanku berlari adalah hanya ingin melihat batang hidungmu lalu melayangkan tinjuan terkuat yang dapat kuciptakan pada batang hidungmu itu!”

MWO? Yak! Apa yang kau katakan, eoh?” Baekhyun membulatkan kedua matanya mendengar serentetan kata yang dilontarkan Suzy padanya.

Suzy melayangkan tatapan paling tajam yang pernah ia miliki. Melihat itu, Baekhyun kemudian berdiri dan menggeser kursi disampingnya kemudian menyeret-membantu- Suzy agar duduk dikursi tersebut.

“Lebih baik kau duduk dulu dan tenangkan dirimu. Lalu-”

”Berhenti bicara Byun Baekhyun!” Suzy mendesis dan semakin menajamkan tatapannya pada Baekhyun.

Yak! Yak! Suzy-ya..berhentilah menatapku tajam seperti itu~”

“Tsk. Kau bilang tadi wawancara ini akan dilakukan usai jam makan siang! Lalu barusan kau mengirimkan pesan padaku agar segera menuju Cafe ini dan lakukan wawancara dengan selebriti sialan itu sekar-”

“Maaf membuat kalian menunggu.”

Duarrr! Bak disampar petir disiang bolong Suzy membeku seketika, mulutnya sedikit mengangadan nafasnya tertahan. Ia pun menolehkan wajahnya kesumber suara dan mendapati seorang lelaki bertubuh tegap dan berpenampilan rapih tengah tersenyum kearah mereka-Suzy Baekhyun-dan sedikit membungkukkan badannya.

Suzy kemudian mendekatkan wajahnya pada telinga Baekhyun, “Jangan katakan dia adalah Oh Sehun!”

Annyeonghaseyo~” Baekhyun membungkukkan badannya sedikit diikuti juga oleh Suzy. “NdeAnnyeonghaseyo~”

“Maafkan aku atas keterlambatan ini dan juga… mungkin artisku akan sedikit terlambat juga.”

Suzy mendelikkan matanya, “Anda bukan Oh Sehun?”

“Saya managernya, Lu Han” lelaki itu tersenyum ramah dan mengulurkan tangannya kearah Suzy.

Suzy bernafas lega mendengar pernyataan Luhan. “Ahh.. Saya Reporter Bae Suzy dari Vox Magazine.”

Suzy membalas senyuman Luhan tak kalah ramah dan menjabat uluran tangan lelaki itu dengan sopan. “Dan ini kameramen kami, Byun Baekhyun.” Imbuh Suzy memperkenalkan rekan kerjanya itu.

Baekhyun dan Luhan saling berjabat tangan. “Ahh..anda tadi berkata bahwa artis anda akan terlambat?” Baekhyun mulai membuka mulutnya.

“Soal itu aku sangat meminta maaf.” Luhan sedikit menundukkan kepalanya dengan sopan, “Lalu juga untuk pengubahan jadwal yang membingungkan. Dan sekarang.. artisku -bahkan akupun juga tidak datang dengan tepat waktu. Sekali lagi aku minta maaf.”

Baekhyun melirik Suzy yang juga tengah meliriknya. “Ahh anda tidak perlu sampai seperti itu. Kami juga baru sampai.” Luhan menganggukkan kepalanya mengerti.

Suzy menatap jengkel kearah Baekhyun. Cih.. anak ini memang sangat pandai mencari muka! “Bukan begitu Reporter Bae?”

“Ahh ye.”

Mereka kemudian memutuskan untuk memesan makanan karena ini memang sudah memasuki jam makan siang. Tak berapa lama kemudian pelayan Cafe membawakan pesanan mereka.

Mengetahui pesanan mereka sudah tiba, ia langsung menyambar makannanya. Dan menyantapnya tanpa permisi. “Hei, apa kau tidak bisa makan dengan perlahan?” Baekhyun yang berada disampingnya mendesis.

“Akhou belrum makkhan seehjakk sheeemalaaamm, (aku belum makan sejak semalam)” Suzy menjawab acuh dengan mulut penuh makanan.

Baekhyun menatap-err- melihat rekan kerjanya itu. “Itu menjijikan Su-”

“Kau tahu? Ingin rasanya aku menyemburkan makanan yang ada dimulutku ini kewajahmu.” Seketika itu juga Baekhyun membungkam mulutnya.

Luhan kemudian mulai membuka topik pembicaraan untuk mencairkan suasana antara ketiganya, “Sejak kapan kalian bekerja dikantor majalah ini?”

Baekhyun kemudian mendngakkan kepalanya pada Luhan, “Ahh aku sudah hampir dua tahun bekerja disini.”

Luhan menganggukkan kepalanya mendengar pernyataan Baekhyun, “Lalu.. bagaimana denganmu, Reporter Bae?”

Naega?” mendengar Luhan menyebutkan namanya, Suzy kemudian menghentikan makannya sejenak lalu memandang kearah Luhan. “Umm.. aku baru bekerja dikantor ini beberapa bulan.” Suzy menjawab acuh pertanyaan yang dilontarkan Luhan padanya.

“Dan.. kalian berdua pasti berteman baik, kan?”

“Maaf, aku sedikit terlambat-”

Baekhyun dan Luhan mendongakkan kepala mereka serentak kepada sumber suara. Hanya Suzy yang terlihat acuh dan masih sibuk berkutat dengan makanannya.

“Kau sudah sampai rupanya.” Luhan kemudian beranjak dari duduknya.

“Sekali lagi aku minta maaf.”

“Ahh tidak apa-apa.” Baekhyun kemudian mengulurkan tangannya, “Saya Kameramen Byun Baekhyun dari Vox Magazine.”

“Oh Sehun,” Sehun pun menjabat tangan Baekhyun. Ia kemudian mengalihkan pandangannya kepada Suzy. “Dan…anda nona?”

Suzy mendongakkan kepalanya. Dan duarrr! Untuk kedua kalinya petir menyambarnya-lagi. Suzy membelalakkan matanya dengan mulut yang menganga lebih lebar dari yang sebelumnya. Orang ini

“Ahh anda yang dilift tadi, bukan?”

Suzy mendelikkan matanya. Ia merasa bahwa sangat memalukan. “Ahh-annyeong~ Nama saya Vox Magazine–” Baekhyun menyenggol ringan lengan Suzy. “Apa yang kau katakan, eoh?”

Yah, Suzy sangat gugup saat ini. Bahkan ini lebih buruk daripada saat ia menjalani sesi interview untuk melamar kerja dikantornya itu. Dan hal ini membuatnya berbicara hingga terbata-bata.

“Selebriti memang selalu berbuat seenaknya, ingin rasanya kujambak rambut—“

Suzy kemudian teringat pada serentetan kalimat serapah yang ia lontarkan didalam lift tadi bersama si sang selebriti yang ia sebut seenaknya itu.

“Ahh-maksud saya.. saya Reporter Bae Suzy dariVox Magazine.”

Suzy lantas membungkukkan-sangat-badannya tepat dihadapan Sehun yang kini tengah menatapnya dengan bibirnya yang membentuk sebuah seringaian.

“Ku sudah bertemu dengan Reporter Bae sebelumnya, Sehun-ah?” Luhan melayangkan pertanyaan seraya menarik sebuah kursi disampingnya. “Ayo duduk.”

Eoh, kami berada dalam satu lift tadiㅡ”

Sehun mendudukkan dirinya dengan tatapan yang tak lepas dari Suzy. “Umm. Aku juga mengingat betul apa saja yang ia katakan dilift tadi.”

Pernyataan Sehun sontak membuat Luhan dan Baekhyun memandangnya dengan penuh rasa penasaran. Kecuali-Suzy yang kini tengah menundukkan kepalanya.

Kumohon jangan katakan—

Nde? Apa kalian berbincang-bincang selama dilift tadi?” Luhan menatap lekat Sehun.

Aniyo, aku hanya mendeng

“Maaf, bisakah kita mulai saja sesi wawancara ini?”

Tanpa diduga Suzy memotong kalimat yang diucapkan Sehun. Mendengar hal itu, Sehun lantas menatap Suzy dengan senyum sinis.

“Ahh benar. Jadwalku juga sangat padat hari ini” Sehun sedikit menekankan kalimat yang terakhir seraya melirik Suzy dengan sinis. Ia kemudian tersenyum dan sedikit menundukkan kepalanya. ”Mohon kerjasamanya.”

Suzy menangkap tatapan sinis yang dilayangkan Sehun. Cih, sombong sekali orang ini..

 

***

 

“Terimakasih atas kerja samanya, Tuan Byun dan Nona Bae.”

Luhan menyalami tangan Baekhyun dan Suzy bergantian. Ia lantas membungkukkan badannya sopan dan segera pergi meninggalkan Cafe tersebut bersama artisnyaㅡSehunㅡyang sedari tadi tidak mengucapakan sepatah katapun usai sesi wawancara berakhir. Bahkan sekedar mengucapkan terimakasih pun tidak Sehun lakukan.

Dia begitu dingindan sombong. Sekiranya itulah yang ada dipikiran Suzy yang kini tengah menatap kepergian dua orang yang tadi bergabung dimeja yang sama dengannya dan Baekhyun. Tidak, Suzy tidak menatap keduanyamelainkan Sehun.

Yak! Kau kenapa, eoh?” Baekhyun menyenggol ringan lengan Suzy dan melayangkan tatapan heran pada gadis itu.

Ani,” setelah mengatakan itu, Suzy lantas pergi kembali menuju kantornya meninggalkan Baekhyun yang terus menyerukkan namanya.

“Suzy-ya! Tunggu aku!”

“Terakhir. Apa pendapat anda mengenai komentar negatif orang lain terhadap anda?bukan hanya karena scandal yang menimpa anda dengan Nam Hanli, namun keseluruhan diri anda?” Suzy melondarkan pertanyaan terakhir dari sesi wawancara ini. Ia menatap lekat Sehun dan menunggu jawaban darinya.

Sehun mengangkat sudut bibirnya membentuk sebuah seringaian. Ia kemudian menarik nafasnya dalam dengan tenang, “Aku akan memasang telingaku untuk mendengar setiap ucapan mereka, lalu melemparkan senyum terbaikku kepada mereka…” Sehun menatap Suzy lekat. “Seperti halnya tadi. Saat perjalananku menuju kesini, ada seorang gadis yang mengatakan jika ia bertemu denganku ia ingin menjambak rambutku” nafas Suzy tercekat mendengar jawaban Sehun, sementara Baekhyun dan Luhan menatap Sehun dengan penuh rasa penasaran. “Namun, saat gadis itu menyadari keberadaanku didekatnya, ia hanya diam membisu

Kalimat yang dilontarkan Sehun pada sesi wawancara siang tadi terus terngiang dikepala Suzy. Bahkan ketika gadis itu hendak pulang keApartement miliknyaㅡtempat tiggalnya. Ia membereskan meja kerjanya kemudian mengambil tasnya dengan asal dan langsung bergegas menuju pintu keluar.

Suzy duduk terdiam dibangku halte bis dekat kantornya. Yah, hari ini ia tidak pulang bersama Baekhyun, karena lelaki itu akan lembur hari ini dan Suzy tidak mungkin menunggunya yang baru akan pulang jam sepuluh nantiㅡhanya sekedar ingin pulang bersama lelaki itu.

Baekhyun dan Suzy sudah berteman sejak Sekolah Menengah Pertamaㅡtak heran jika mereka begitu dekat. Baekhyun jugalah yang merekomendasikan Suzy untuk melamar pekerjaan dikantor tempat mereka bekerja sekarang.

Suzy mendenguskan nafasnya berat. Matanya berputar bosan. Ia kemudian meliik jam dipergelangan tangan kanannya. Masih jam lima sore.

Suzy kemudian beranjak dari duduknya dan mulai melangkahkan kakinya berjalan ditepian jalan. HinggaByurrr

Sebuah mobil melintas dengan kencang melewati genangan air yang berada tepat disamping Suzy berdiri. Dan membuat baju yang dikenakan gadis itu kotor dibagian kanannya.

Dengan amarah yang memuncak, Suzy lantas meneriaki si pengendara mobil tersebut. “Hei yak! Berhenti kau!” Suzy menatap mobil yang kini berjalan mundur mendekatinya dengan wajah yang telah memerah.

Mobil Audi A5 berwarna hitam tersebut telah berhenti tepat dihadapannya. Sang pengendara mobil lantas menurunkan kaca mobil miliknya.

Suzy membelalakkanlagi matanya ketika mengetahui sang pemilik mobil tersebut. “Apa?”

Sehun menatapnya dengan sangat dingin. Ia kemudian melirik bagian sebelah kanan baju yang dikenakan Suzy basah dan juga kotor. “Ahh, kau ingin menumpang?” tatapannya berubah menjadi begitu sinis.

Cih,” Suzy memalingkan wajahnya lalu menatap Sehun dengan tatapan berang. “Menumpang? Tak sudi aku menumpang dengan orang sombong sepertimu!”

“Lantas?”

“Lihat ini!” Suzy menunjukkan keadaan bajunya. Sehun kemudian melirik sekilas.

“Lalu?”

“Ini semua karenamu! Kau seharusnya

“Salahmu. Kenapa kau berjalan didekat genangan air?”

Orang ini sungguh pandai berbicara rupanya. Tidak Bae Suzy kau tidak boleh kalah! Kau ini sorang reporter.

“Apa kau tidak tahu mengenai peranturan berlalu lintas? Pengendara mobil dilarang memacu kendaraanya melebihi

“160km/jam? Lihatlah, aku memacu kendaraanku tidak lebih dari 140km/jam. Apa itu melanggar aturan? Lagipula salahmu yang berjalan dengan lambat!” Sehun menatap Suzy dengan angkuh. “Sudahlah. Masih banyak yang harus kulakukan daripada sekedar meladeni gadis bodoh sepertimu.”

Sehun menutup kaca mobilnya dan mulai melajukan mobilnya dan pergi meninggalakan Suzy yang tengah menatap kepergiannya dengan mulut yang tak hentinya mengucapkan sumpah serapah untuk lelaki itu.

“Oh Sehun kau benar-benararrrgh.”

Suzy kembali melanjutkan jalannya dengan tangan yang terus mengacak-acak rambut hitamnya dengan kesal.

 

***

 

“Apa kau mengenal seseorang bernama Bae Soobin pada sekitar tahun 1800-an? Ia dulu tinggal didaerah Gangnam..”

Sehun menatap penuh harap wanita berpenampilan elegan dan sexy yang kini tengah duduk dengan anggun dihadapannya.

“Tck. Kau meminta bertemu denganku hanya ingin mencari informasi mengenai misimu, eoh?” wanita itu berdecak lalu meletakan bibirnya pada gelas berisikan sampanye ditangannya.

Sehun tersenyum dingin, “Tingkatanmu jelas lebih tinggi dariku. Tentu kau sudah tahu bukan tujuanku menemuimu sejak pertemuan kita kemarin, Nam Hanli.”

Wanita bernama Hanli itu kembali memusatkan pandangannya pada Sehun. “Ahh. Tidak bisakah kau berbasa-basi sedikit?”

Sehun hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan yang dilontarkan Hanli padanya. “Baiklah,” Hanli menarik nafasnya dalam.

“Bae Soobin? Lelaki pemilik salah satu pub didaerah Gangnam itu?”

Sehun mendelikkan matanya. “Tepat. Kau mengenalnya dengan baik, bukan?”

“Tentu saja

“Katakan semua yang kau tahu mengenai orang itu.”

Hanli menganggukkan kepalanya. Kemudian ia mendongakkan kepalanya dan menatap Sehun dengan heran. “Tunggu, bukankah kasus orang itu ditangani Tao? Lagipula ia dan keturunan pertama juga keduanya telah musnah. Bagaiㅡ”

“Si tua bangka Kris yang mengalihkan kasus ini padakuㅡkarena Tao dimusnahkan oleh kaummu.”

Mwo? Bagaimana bisa Taomusnah?” Hanli membulatkan kedua matanya mendengar penjabaran Sehun.

“Keturunan lelaki keempat Bae Soobin itu mengetahui tentang perjanjian luhurnya. Ia kemudian meminta bantuan pada salah satu anggota kaum kalian untuk memutuskan leher Tao..” Sehun mengatakannya dengan ada yang begitu dingin.

“Tck,” Hanli berdecak remeh. “Itulah kelemahan kaum kalian. Hanya dengan memutuskan leher saja, kalian sudah dapat dimusnahkan. Kau tahu? Bahkan anak kecil kaum kamipun dapat melakukannya dengan mudah.”

“Kau tahu? Tidak sembarang orang dapat melakukannya. Hanya makhluk tingkat tinggi dan

“Dan kau tahu itu aku. Dan aku dapat

“Tck, kau?” Sehun memandang rendah Hanli. “Bukan hanya sekedar memutuskan leher atau memisahkan kepala kami dari tubuh kami. Namun ada beberapa hal yang harus kau ketahui untuk berhasil memusnahkan kami. Jika sekarang kau melakukanmemutuskan leherㅡitu padaku, dapat kujamin.. aku-tidak-akan-musnah-ditanganmu.” Hanli memandang Sehun dengan marah. Terbukti, kini matanya telah berkilat hijau.

Sehun menangkap kemarahan dimata Hanli, “Baiklah, kita lupakan topik ini…”

“Langsung saja. Kau tahu si keturunan keempat iu?”

Hanli tampak berpikir. Sehun menungu jawaban wanita itu dengan penuh harap. “Aku ingat. Namanya Bae Suhwan.” Kedua bola mata Sehun berbinar. Namun hal itu tak berlangsung lama ketika Hanli mulai melanjutkan kalimatnya.

“Tapi yang kutahu ia sudah mati.”

“Musnah maksudmu?”

“Tidak, ia benar-benar mati seperti manusia lainnya. Dan makamnya terletak dekat tempat tinggalnya di Gangwon.”

Sehun nampak berpikir. “Lalu.. apa ia memiliki keturunan seorang anak laki-laki?”

“Umm,” Hanli menganggukkan kepalanya. “Ia memiliki seorang anak laki-laki. Pada saat aku mengenalnya, anak itu baru berusia tiga tahun.”

“Siapa namanya?” Sehun langsung melontarkan pertanyaan kepada Hanli dengan tidak sabar.

“Bae Minguk. Yah, namanya Bae Minguk.”

Sehun nampak menimang pernyataan yang dilontarkan Hanli. “Kau tahu dimana si keturunan kelima itu tinggal?”

“Apa yang akan kau lakukan jika telah menemukannya?”

Sehun mengedarkan pandangannya seraya menjawab pertanyaan Hanli. “Tentu saja aku akan langsung memusnahkannya. Dan melanjutkan pencarian si keturunan ke” Ia menghentikan kalimatnya ketika pandangan matanya bertemu dengan sosok yang baru saja ia temui beberapa jam lalu. Sosok itu menatapnya dengan pandangan yang sulit diartikan.

“Gadis itu

Mwo?” Hanli menatap heran Sehun yang kini tengah memandang seseorang yang duduk dibelakangnya. Iapun mengikuti arah pandangan Sehun. “Seorang gadis, kau mengenalnya?”

“Bae Suzy.” Sehun menarik nafasnya dalam.

“Dia mendengar pembicaraan kita” Sehun mengatakannya tanpa mengalihkan pandangannya dari gadis itu.

Sebaliknya, Suzy yang berada tepat diseberang Sehun juga membalas menatap lelaki itu dengan tatapan yang sulit diartikan.

 

.

.

To be continued

Halo~~ sebelumnya selalu tidak lupa aku ucapkan terimakasih sebanyak-banyak bangetnya kepada siapapun yang mau membaca ff apatau ini -_-

mapkeun jika ff ini sungguh mengecewakan juga engga seru banget–” tapi…. walopun gitu, tolong berikan your riview and comment guys^^,

Dan…. fyi aja nih hhe. karena ini chapter perdana soo, kalo respon untuk ff inin bagus akan aku lanjut, tapi kalo misal engga kemungkinan besar engga dilanjut hhe. Okedeh kalo gitu see ya~~

27 responses to “[1/?] Paparazzi and The Ghoul

  1. Sebenernya Sehun, Luhan, Kris itu makhluk apa thor?
    Terus nona Nam itu juga kaum apa?
    Apa Suzy juga termasuk keterunan Bae? Apa Suzy juga akan dimusnahkan? Keunde wae?
    Penasaraaaaaaaannn ><

  2. Fantasy? Waaah keren nih :* Tapi ntah knapa gak suka sama karakter Sehun yg dingin macam itu xD Tapi ini ff bagus kok.. Semangat lanjutinnya ^^

  3. Sepertinya akan seru ceritanya ada unsur fantasinya soalnya
    Jadi sehun,suzy bukanlah seorang manusia? Sehun mencari keturuna keluarga bae untuk dimusnahkannya?apakah suzy merupakan keturunan dari keluarga bae yg bukan manusia itu?dan bangsa apakah mereka itu?

  4. Mereka sebenernya apa sih?? Bukan manusia iyaa?? Trus sooji pasti ada hubungannya dg keturunan bae ke lima tuh..ughh seru nih..ditunggu next part..😉

  5. Omgg aku penasaran smaa lanjutannya xD siapa sebenarnya sehun? Dan apa misinya? Apa suzy juga termasuk dalam keturuan keluarga bae? Apa dia juga bakal menjadi incaran sehun? ‘-‘
    Nexxt ya chingguu ppali and hwaitinggg ^o^)9

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s