[Ficlet Series] Twins 2

TWINS

Beside the story, I own nothing. All cast belongs to God and their family.

-dina-

.

.

Malam yang panjang benar-benar sangat panjang, bahkan mampu membuatnya tertidur dalam posisi duduk. Sesungguhnya, Bae Sooji adalah orang yang bisa tidur dalam posisi apapun karena ia adalah seorang sleep walker profesional yang mendalami kebiasaan tersebut sejak kecil.

Begitupun saat alarm darurat tanda kedatangan pasien berbunyi, ia masih terkantuk-kantuk di atas bangku yang ada di ruang ganti tersebut. Hingga salah satu kawannya terpaksa masuk.

“Ada pasien!” Suara teriakan itu membangunkan gadis ini mau tak mau. “Kudengar ada kecelakaan beruntun!”

Barulah ketika kondisi itu disebutkan, Sooji tergesa beranjak dari tempatnya duduk. Kedua matanya terbuka lebar dengan sendirinya. Kakinya berlari mengitari lorong, suara sirine ambulans terdengar memecah keheningan malam dari arah pintu gerbang rumah sakit. Para petugas medis yang berjaga malam itu dibangunkan paksa untuk menghadapi situasi ini.

“Persiapkan dirimu, Ji! Ada sekitar empat orang pasien luka luar, tapi kita harus melakukan pemeriksaan menyeluruh.” Dokter Haejin memakai sarung tangannya dengan cepat ketika pasien-pasien mulai dipindahkan dari dalam ambulans menuju ruang unit gawat darurat yang terbilang luas.

Ranjang-ranjang yang ada disejajarkan, tampak pasien dengan tubuh tambun duduk di sisi ranjang. Mengatakan jika kepalanya pusing dan ia merasakan mual. Tidak beda dengan pasien berusia remaja yang masih mengenakan pakaian sekolah di jam semalam ini, mengatakan jika ia mungkin membutuhkan oksigen karena tiba-tiba dadanya merasakan sesak. Satu pria lainnya sepertinya penjaga malam dilihat dari seragam security yang membalut tubuhnya masih terbujur tidak sadarkan diri. Melihat kondisinya paling memprihatinkan diantara lainnya, dokter Haejin langsung menanganinya bersama dua perawat.

“Dokter Bae!” Seorang perawat memanggil Sooji. “Bisa bantu di sana?” Tunjuknya pada seorang pasien yang ditidurkan di sebuah ranjang paling ujung diantara mereka. Mau tidak mau Sooji mengangguk. Mengambil sarung tangan dalam wadah lalu bergegas mendekati pasien yang dimaksud.

Bagian kepala? Sooji mengambil kasa, dengan cekatan mencelupkan antiseptik lalu menyentuhkannya pada pelipis sang pasien.

“Ouch!” Terdengar erangan kecil. Pemuda itu belum benar-benar sadar akan kondisinya saat ini, ia masih mengatupkan mata sementara perawat tadi sudah mengamankan kacamatanya.

“Bagaimana Ji?” Suara dokter Haejin membuyarkan lamunan Sooji yang sempat menghampiri. Wajah pria ini tidak asing, seperti pernah ia lihat entah kapan dan dimana. Lalu suara dokter Haejin kembali menyuruh ia lebih berkonsentrasi pada apa yang dikerjakannya. Sampai ketika ia menggunting benang jahit hingga menimbulkan bunyi cetak agak keras, warna mata cokelat cerah itulah yang kembali dilihatnya.

Sooji mungkin merasa bingung saat akhirnya mendapatkan kesadarannya kembali. Ia menarik kedua tangannya, merapikan perkakas medis yang tadi digunakannya sembari memperhatikan dengan seksama wajah pemuda yang terbaring di hadapannya.

“Sudah sadar?” Suara yang tidak begitu keras dari Sooji mengalihkan perhatian.

Pemuda itu menyipitkan sebelah matanya, menghindari sorotan lampu yang disingkirkan Sooji.

“Siapa nama anda?” Sesungguhnya ini hanya sekedar proses anamnesis yang biasa dilakukan para dokter jika menghadapi awal kesadaran pasien yang mengalami benturan di kepalanya.

“Apa?” Pemuda tadi masih berusaha membuka kedua matanya, mengumpulkan kesadarannya.

“Siapa nama anda tuan?” ulang Sooji, kedua matanya masih mengamati gerakan kecil pasiennya.

“Kim Myungsoo..” Myungsoo menggerakkan bahunya, berusaha mencari bantal yang diberikan Sooji. “Argh! Kepalaku rasanya dibanting..” Myungsoo lalu memegang kepalanya sendiri yang masih terasa begitu sakit.

“Apa yang terjadi tadi?” Sooji melanjutkan bertanya, bukan pertanyaan pribadi, lebih pada kondisi yang menyebabkan empat pasien digotong dengan cepat memasuki wilayahnya, rumah sakit Seoul.

“Apa itu tadi. Kecelakaan, mungkin?” Myungsoo menghentikan kalimatnya tatkala kedua matanya terbuka penuh.

Eunhee. Hanya itu yang ada di dalam pikirannya seketika itu juga saat kedua matanya menangkap sempurna wajah Sooji. “Kau?” Myungsoo berusaha menegakkan tubuhnya, tidak mungkin karena benturan ia berhalusinasi sampai mengira dokter di hadapannya merupakan mantan kekasih yang telah ia tinggalkan sembilan bulan yang lalu.

“Berapa jumlah jari saya?” Tanpa mempedulikan gumaman Myungsoo, Sooji mengangkat jemarinya.

“Tiga..” Myungsoo seakan tidak percaya, masih tertegun melihat wajah Sooji. Iya, sebut saja ia berhalusinasi tingkat dewa. Sooji hampir tidak beda dari Eunhee. Hanya bentuk rambut, coture dan penampilannya saja yang jauh berbeda. Selebihnya sama, bagaikan kembar identik.

“Euhhee-ya?” Myungsoo mencoba memberanikan diri, menepuk pipinya.

“Hei, jangan tepuk pipi anda!” Sooji menahan tangan Myungsoo.

Hening, seakan waktu berhenti ketika telapak dingin Sooji menyentuh pergelangan tangan Myungsoo.

“Kim Yong Sun..” celetuk Myungsoo.

“Nde?” Sooji menarik tangannya dari pergelangan Myungsoo, lalu ia paham jika mungkin nama yang disebutkan Myungsoo merupakan salah satu anggota keluarganya.

“Anda di sini dulu, perawat akan mendata kemudian meminta kontak keluarga yang bisa kami hubungi.” Sooji yakin jika Tuan Kim masih dalam kondisi baik-baik saja, kesadarannya perlahan pulih. Ia bahkan merasa tidak perlu melakukan pengecekan laboratorium, walau tentu saja itu selalu dibutuhkan.

“Dimana ponselku?” Myungsoo mengalihkan pandangannya, tiba-tiba ia merasa dunia sedikit berputar.

“Perawat akan membantu anda Tuan Kim. Tunggu di sini.” Tubuh Sooji bergeser, meninggalkan Myungsoo sendiri di tengah hiruk pikuk ruang unit gawat darurat.

Aku tidak sedang bermimpi ‘kan?

TBC

41 responses to “[Ficlet Series] Twins 2

  1. lho lhooo jadi sooji dan eunhee itu kembar???
    Shock aku…apalgi myungsoo ya
    Hmm penasaran seperti kelanjutan cerita apalgi sooji sebagai dokter magang disini pasti seru deh..aku suka cerita yg berhubungan dgn dokter hahaha
    Nice story author-nim

  2. Myungsoo kena kecelakaan beruntun? Malang amat nasibnya,,
    Tapi jadi ketemu Sooji yang notabene di sini seorang dokter.

    Sooji mirip bgt ma Eunhee. Kembar identik kah, eon?
    Sooji rasanya pernah liat muka Myungsoo. Mungkin kalo dia ma Eunhee saling kontak2an, dia tahu sedikit ttg Myung.

  3. eunhee sm sooji cuman kebetulan aja kali mukanya mirip gak? soalnya marganya kok beda..
    kayaknya myung bakalan nganggep sooji itu eunhee dehhh hmmmm

  4. omo, ap sooji mirip eunhee? mkanya myung kaget gitu, gmn nnti prtmuan mreka slnjutnya, ap yg dpkirkn myung

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s