[Freelance] Before We Meet Again Chapter 10

Title : Before We Meet Again  | Author : SureTo_Dream | Genre :  Romance | Rating : PG-17| Main Cast : Byun Baekhyun and Bae Suzy | Other Cast : Find by yourself!

Disclamer :

cerita ini adalah cerita murni dari khayalanku yang udah lama aku tulis tapi gak selesai – selesai dan tiba – tiba saja inspirasi muncul lagi saat lihat kedua main cast diatas punya project bersama,, FF ini juga aku publis di WP pribadi aku http://happydreamandstory.wordpress.com/ tapi seperti yang kalian tau, gak asik banget kalo cumen aku sendiri yang baca,,, maaf kalo seandainya dalam penulisan ada kesalahan karena aku hanya manusia biasa yang tak sempurna dan banyak kekurangan ☺☺

�Happy Reading Guys Hope you like it

##

 

Sudah dua hari suzy melihat baekhyun dengan keadaan yang sangat kurang baik karena wajah baekhyun terlihat sangat pucat dan lelah membuat suzy sangat menghawatirkannya, serta sudah dua hari belakangan ini juga interaksi antara suzy dan baekhyun menjadi sangat kurang dan bisa dikatakan tidak pernah karena baekhyun yang terkesan menjadi sangat dingin dan tidak banyak bicara dan  menghindari suzy membuat suzy bingung

Suzy menghampiri baekhyun keapartemennya tapi baekhyun tidak pernah pulang kesana dan dari penjelasan son gun, suzy tau kalau baekhyun sekarang tinggal di dirumah keluarga Kim dengan alasan kalau nyonya kim ingin baekhyun tinggal disana dan khawatir dengan keadaan baekhyun yang sedang sakit,, suzy tidak mengerti dengan apa yang terjadi pada baekhyun yang suzy tau dirinya sekarang sangat khawatir dan merindukan baekhyun

“hey, apa kau sudah berbicara dengannya? Aku dengar dari chanyeol kalau baekhyun sedang sakit tapi tetap mekasakan diri untuk bekerja” ucap jieun membuyarkan lamunan suzy

“entahlah jieun’ah, setelah merusak ponselnya dia belum membelinya lagi, sangat susah untuk menghubunginya” jawab suzy dengan pasrah

“apakah tidak ada sesuatu yang terjadi?” jieun kembali bertanya “karena ini terlalu aneh kalau tidak ada sesuatu yang aneh terjadi tiba – tiba kau seperti bermusuhan dengan baekhyun” jelas jieun pada suzy “coba kau pikirkan baik – baik” ucap jieun lalu meninggalkan suzy untuk masuk bertemu dengan baekhyun karena ada berkas yang harus baekhyun tanda tangani

__

Baekhyun sedang berjalan keluar dari ruangannya yang di ikuti oleh son gun dibelakangnya menuju ruang meeting tapi  seketika langkahnya terhenti saat dia ingat kalau berkasnya masih dilengkapi oleh suzy dan baekhyun belum memintanya kembali pada suzy, baekhyun berbalik dan berjalan menuju meja suzy dengan wajah yang datar “suzy’ssi berkas yang kusuruh lengkapi apa sudah kau selesaikan?” tanya baekhyun yang terdengar sangat dingin ditelinga suzy tapi suzy tidak perduli, bagi suzy ini kali pertamanya suzy mendengar suara baekhyun lagi setelah dua hari

“sudah saya lengkapi, apakah saya perlu ikut meeting juga?” suzy bertanya sambil menyerahkan berkas itu pada baekhyun dengan penuh harap tanpa melepas tatapannya dari wajah baekhyun yang sedang membaca dokumen, suzy sungguh merindukan baekhyun jika bukan dikantor suzy pasti sudah akan memeluk baekhyun dan tidak akan perduli apapun “tidak perlu, cukup son gun saja yang ikut meeting bersamaku” jawab baekhyun sambil pergi meninggalkan suzy

“baekhyun’ah, apa yang terjadi padamu?” gumam suzy sambil kembali menatap kepergian baekhyun yang selalu dilakukannya selama 2 hari terakhir ini, Dan 2 hari terakhir ini juga suzy menjadi semakin dekat dengan luhan tanpa suzy sendiri sadari dan itu semua tidak lepas dari perhatian baekhyun dan membuat baekhyun semakin kesal dan marah,,

__

Baekhyun pulang kerumah keluarga kim dan mendapati nayeon sudah ada disana bersama saeron yang sedang mengobrol diruang tengah, baekhyun memperhatikan nayeon secara seksama, pemandangan yang selalu dilihatnya saat kembali kerumah selama 5 lima tahun terakhir diamerika, nayeon yang selalu ada dirumahnya dan bercerita dengan akrabnya bersama ommanya, serta nayeon yang selalu mengatakan kalau mencintainya,, apakah ini jawaban yang sebenarnya untuk baekhyun?

Baekhyun bertanya sendiri pada dirinya, apakah dia memang harus melepaskan suzy?

Apakah dirinya tidak pernah pantas mencintai suzy?

Apakah dia memang harus mulai menerima nayeon?

Apakah kedatangan luhan merupakan tanda kalau memang suzy bukan untuknya?

Sungguh semuanya sangat membingungkan untuk baekhyun “Oppa kau sudah pulang?” sapa nayeon dengan wajah yang berbinar membuat baekhyun tersadar

“eoh, kau sudah lama?” baekhyun bertanya balik “Oppa apa keadaanmu sudah lebih baik?” sekarang giliran saeron yang bertnya sambil menggandeng lengan baekhyun “tentu saja aku sudah merasa lebih baik karena kau sudah kembali lagi kemari” jawab baekhyun sambil mengacak rambut saeron

“oppa gantilah pakaianmu sebentar lagi makan malam dan suho oppa juga sedang bersiap – siap” nayeon yang memberitau baekhyun “benar oppa, jangan sampai kita terlambat makan malam hanya karena menunggumu” tambah saeron yang membuat baekhyun mengangguk mengerti

Setelah makan malam selesai dan nayeon sudah diantar pulang oleh suho, Baekhyun menghampiri saeron dikamarnya “apa oppa boleh masuk?” baekhyun bertanya dibalik pintu

“oppa jangan bersikap seperti penghuni baru” saeron berdecak kesal kemudian melanjutkan membaca, “baiklah, aku hanya takut menganggumu” baekhyun yang berjalan mendekati saeron dan kemudian ikut berbaring disebelah saeron yang asik membaca buku tebal tentang physicologi

“weee,, Oppa?? Kau terlihat sangat tidak baik akhir – akhir ini,, apa ada hubungnnya dengan nayeon eonnie dan yoja lain itu?” tanya saeron tapi masih tetap dengan membaca buku

“aku bingung saeron’ah apakah dia mencintaiku atau tidak,, aku membencinya karena dia membohongiku dan tidak mengatakan yang sebenarnya padaku, kalau hubungannya dengan namja itu belum selesai” aku baekhyun sambil memeluk boneka teddy bear saeron yang merupakan hadiah dari sehun

“kau mengatakan kalau kau membencinya oppa, tapi yang aku tangkap sekarang adalah kau merindukannya” jelas saeron sambil menutup bukunya dan berbalik mengadap baekhyun yang terlihat seperti anak kecil yang kehilangan ibunya terlebih baekhyun yang memeluk boneka teddy bear dengan sangat erat membuat saeron menarik nafas panjang “oppa jangan seperti ini, kau terlihat sangat menyedihkan, cobalah untuk bertanya padanya, jangan hanya mendengarkan egomu saja” saeron menasehati baekhyun sambil mengenggam tangan oppanya untuk memberikan semangat

“aku takut saeron’ah, kalau kenyataannya dia masih mencintainya dan aku tidak sanggup untuk melepaskannya bersama dengan orang lain, walaupun disisi lain aku ingin dia bahagia” ucap baekhyun dengan sangat lemah “disini sangat sakit saeron’ah” sambung baekhyun sambil menunjuk dadanya

Saeron menatap oppanya dengan tatapan sedih, karena bagi saeron ini adalah pertama kalinya saeron melihat baekhyun yang seperti ini, karena selama ini yang saeron tau adalah baekhyun yang selalu saja tersenyum dan bercanda dengannya, baekhyun yang kuat, baekhyun yang selalu menjaga dan menghiburnya, bahkan saeron selalu berfikir kalau baekhyun oppanya tidak bisa merasakan sedih,, saeron baru melihat baekhyun yang sebenarnya sekarang, baekhyun yang selalu terlihat baik – baik saja dihadapan semua orang dan selalu membuat semua orang yang berada didekatnya tersenyum ternyata adalah orang yang sangat lemah dan rapuh

“apakah kau sangat menyukainya oppa? Siapa dia? Kenapa berani sekali membuat oppaku menjadi seperti ini” ucap saeron sambil memeluk baekhyun dan tanpa saeron sadari dirinya sekarang sudah menagis seolah dia tau apa yang dirasakan baekhyun saat ini,, baekhyun sadar kalau saeron sekarang sedang menagisinya walaupun baekhyun tidak melihat wajahnya

“kenapa kau menagis?” tanya baekhyun sambil mengelus kepala saeron

“nan Molla,, aku hanya merasa sedih untukmu oppa” aku saeron sambil menghapus air matanya

“Kwencana, aku pasti baik – baik saja terlebih kau ada disini” hibur baekhyun “kau tau oppa aku sangat menyayangimu, dan aku juga akan sedih saat kau sedih” tambah saeron sambil melepaskan pelukannya pada baekhyun “naega ara,, kau memang selalu seperti ini” ucap baekhyun sambil tersenyum agar saeron tidak menangis lagi, mungkin baekhyun dan saeron memang hanya sepupu tapi ikatan yang mereka miliki sudah seperti saudara kandung, dan apupun yang saeron rasakan baik itu sedih atau senang orang pertama yang dicarinya pasti baekhyun dan begitupun sebaliknya, dan hanya pada saeron baekhyun selalu terbuka tentang apa yang dirasakannya, walaupun tidak semuanya yang baekhyun katakan pada saeron tapi dibandingkan yang lainnya saeron lebih banyak tau

“keunde saeron’ah” ucapan baekhyun menggantung dan terlihat sedikit berfikir yang membuat saeron menatapnya dengan penasaran dan menunggu lanjutan dari kata – kata baekhyun “kenapa bau teddy bear ini seperti sehun?”ucap baekhyun sambil menjauhkan wajahnya dari teddy bear itu dan melihat teddy bear itu seolah benda asing yang menganggu, baekhyun sengaja melakukannya agar saeron berhenti menangis, karena tangis saeron bisa memancing air matanya yang sudah dengan susah payah ditahan

“jangan memperlakukan ‘sesa’ seperti itu, ini hadiah dari sehun oppa” kesal saeron sambil merebut bonekanya dari baekhyun

“mwo? Sesa? Siapa yang memberi nama seperti itu?” ejek baekhyun berusaha mengalihkan kemellowan hatinya dengan menggoda saeron

“tentu sehun oppa yang memberikannya, SEhun SAeron” jelas saeron dengan bangga

“sudah ku duga, dia memang tidak pandai mencari nama” ejek baekhyun lagi “dan apa – apaan dia hanya memberikanmu teddy bear seperti itu, padahal kau sampai jauh – jauh keamerika hanya untuk menemuinya, apa dia tidak memiliki pilihan yang lebih baik?”

“Yaa!! oppa kalau kau kesini hanya untuk menjelek – jelekkan namja chinnguku sebaiknya oppa pergi saja” ucap saeron dengan galaknya sambil menarik tubuh baekhyun untuk bangun “jangan pernah datang kekamarku lagi untuk bercerita kalau pada akhirnya oppa hanya mengejek sehun oppa” omel saeron sambil mendorong tubuh baekhyun menuju pintu, saeron selalu aja mengulang ucapan peringatannya pada baekhyun, padahal pada akhirnya selalu sama, sehun yang tidak tau apa – apa akan selalu menjadi korban dari kegalauan hati seorang byun baekhyun

“ya, kalian berdua sedang apa?” tanya suho yang baru sampai dan melihat saeron yang mendorong baekhyun keluar dari kamarnya

“tanyakan saja padanya” tunjuk saeron pada baekhyun “aku tidak akan mengijinkan siapaun masuk kedalam kamarku kalau hanya menjelek – jelekkan sehun oppa” kesal saeron “termasuk kau oppa” tunjuk saeron pada suho yang tidak luput dari emosi labil seorang kim saeron

“ya, kenapa aku juga jadi dibawa – bawa, salahku apa?” suho bertanya karena tidak mengerti dan tiba – tiba disalahkan sedangkan baekhyun hanya tertawa dan menikmatinya

“salah oppa adalah karena oppa berada disana dan bertanya” jawab saeron lalu menutup pintu kamarnya

“Ya! Berhenti tertawa, ini semua salahmu aku jadi kena imbas” perotes suho pada baekhyun “mianhae hyung” ucap baekhyun lalu masuk kedalam kamarnya dan meninggalkan suho yang masih berdiri dengan penuh tanda tanya “apa sebenarnya yang terjadi padanya?” suho bertanya pada diri sendiri karena melihat baekhyun yang aneh dan tidak banyak bicara

__

Luhan memperhatikan suzy yang duduk disebelanya dan terlihat tidak seperti biasanya, raganya memang berada disebelah luhan tapi pikirannya entah ada dimana mungkin “apa kau baik – baik saja?” luhan bertanya dengan sedikit khawatir

Suzy menoleh sambil tersenyum, luhan bersumpah demi apapun dia sangat merindukan senyum itu, senyum yang selalu membuat hatinya berdesir “aku baik – baik saja Lu”

Suzy kembali menatap kearah jalan raya “apakah ada yang mengganggu pikiranmu?” luhan kembali bertanya, tapi suzy diam tidak menjawab,,

“suzy’ah apa kau sudah memikirkan permintaanku?” sekarang luhan berhasil membuat suzy menatapnya “kumohon kembalilah padaku, dan aku berjanji akan memperbaiki semuanya” kini luhan menggenggam tangan suzy dengan erat seakan takut jika suzy pergi meninggalkannya

“ku mohon Lu jangan bahas ini lagi, karena aku tidak tau memberikanmu jawaban apa” suzy mencoba melepskan genggaman tangan luhan

“apakah kau sudah tidak mencintaiku lagi?” luhan kembali menanyakan pertanyaan yang sulit suzy jawab “baiklah aku akan menunggumu” ucap luhan yang akhirnya menyerah karena tidak mendapatkan jawaban dari suzy

“aku ingin pulang Lu” ucap suzy memecah keheningan diantara mereka “baiklah ayo aku antar” tawar luhan tapi suzy menolaknya “hari ini aku ingin pulang sendiri Lu” balas suzy karena hari ini suzy tidak pulang keapartemennya melainkan ke apartemen baekhyun dengan harapan baekhyun pulang kesana

(in suzy side)

Setelah meninggalkan luhan aku berjalan mencari taksi yang akan membawaku keapartemen baekhyun, karena sedari tadi aku terus saja memikirkannya dan perasaanku sama sekali tidak tenang,, yang aku tau sekarang aku sangat ingin bertemu dengannya,,

Terkadang aku masih bingung dengan perasaanku sendiri terhadap luhan, karena aku sama sekali tidak bisa menolak keinginannya dan walaupun aku tau perbuatanku salah tapi aku masih saja terus menemuinya bahkan jieun sudah jelas – jelas melarangku karena akan membuatku bimbang seperti sekarang karena mencintai keduanya dan aku belum juga bisa menentukan hatiku sendiri

Tanpa terasa aku sampai digedung apartemen mewah milik baekhyun tempat ternyaman selain apartemenku bersama jieun aku menekan berapa no untuk masuk kedalam dan seketika mataku melebar saat melihat sepasang sepatu yang sudah beberapa hari ini tidak ada ditempatnya dan sepasang slipper yang beberapa hari ini juga sudah menganggur tapi sekarang sudah tidak ada, tanpa pikir panjang aku langsung berlari mencarinya dan saat aku membuka pintu kamar, aku meliatnya disana yang sedang mengeluarkan beberapa dasi dari dalam lemari, aku langsung berlari memeluknya, karena sungguh aku sangat merindukannya, aku memeluknya semakin erat dan menghirup wangi yang selalu membuatku merasa lebih baik “aku merindukanmu baek” ucapku tapi dia tidak juga membalas pelukanku seperti biasanya bahkan dia melepaskan pelukanku dan menjauhkan tubuhnya dariku

“jangan memelukku seperti itu” ucapnya yang terkesan dingin padaku tapi aku tidak perduli karena aku kembali melangkah maju mendekatinya dan ketika aku akan melangkah maju seketika baekhyun mundur “sudah kukatakan padamu jangan memelukku suzy” ucapnya sekali lagi lagi yang membuat langkahku terhenti,, baekhyun berjalan melewatiku dan pergi ke ruangan tempat semua pakaiannya tersimpan dan aku bisa melihat dia membawa beberapa stel pakaian keluar dari sana “kau mau kemana?” tanyaku karena baekhyun memasukkannya kedalam koper bersama dengan dasi yang dia keluarkan tadi

“baek kau mau kemana? Jawab aku?” pintaku karena dia yang terus saja diam “ada apa denganmu? Kenapa kau tiba – tiba seperti ini?” aku menarik tangannya agar dia berhenti memasukkan bajunya kedalam koper, kemudian dia menatapku bisa kulihat kalau baekhyun memang tidak terlihat baik – baik saja

“KAU BERTANYA AKU KENAPA? BUKANKAH SEHARUSNYA AKU YANG BERTANYA SEPERTI ITU?” ucapnya sambil melepas pakaian dengan kasar

Baekhyun tersenyum sinis karena melihatku yang kebingungan “jangan memasang wajah polos seperti itu,, apa kau sedang mempermainkanku sekarang?” ucapnya yang membuatku semakin tidak mengerti dengan arah pembicaraannya, anggap saja aku bodoh saat ini tapi otakku memang terasa beku untuk hanya sekedar berfikir

“tolong jelaskan apa maksudmu dan apa yang sudah kulakun?” ucapku sedikit frustasi,  tapi baekhyun kembali tersenyum sinis padaku “apa kau akan terus berpura – pura seperti ini dan berfikir kalau selamanya aku tidak akan tau?” ucap baekhyun sambil berbalik menatapku

“KAU PIKIR AKU TIDAK TAU KALAU LUHAN ADALAH KEKASIHMU? DAN APA KAU TIDAK TAU KALAU SELAMA INI KAU BERTEMU DENGANNYA DIAM – DIAM DIBELAKANGKU?” baekhyun berteriak padaku bahkan ini adalah pertama kalinya bagiku melihatnya samarah ini “bahkan 2 hari ini kalian semakin sering keluar bersama dan kau bahkan tidak menghiarukanku, mungkin aku matipun kau tidak perduli” ucapnya yang membuatku sungguh kaget

“kekasihku?? Kau salah faham baekhyun’ah” ucapku lirih

“KAU BILANG SALAH FAHAM? AKU BAHKAN SUDAH 2 KALI MELIHAT KALIAN BERPELUKAN DIDEPAN UMUM, APAKAH ITU MASIH BISA KUANGGAP SALAH FAHAM?” Suara baekhyun yang semakin meninggi “Kau tau aku seperti orang bodoh yang menunggu kau untuk memberitauku tapi apa kau sama sekali tidak perduli dengan perasaanku” ucapnya melemah dan baekhyun terduduk di tempat tidur sambil menutup wajahnya dengan menggunakan kedua tangannya dengan kasar, kata – katanya padaku sungguh membuat hatiku sangat sedih

“sebenarnya kau anggap apa aku ini,,, apa kau sungguh – sungguh mencintaiku atau hanya sekedar kasian padaku karena terlalu lama mengemis cintamu?”

“kau salah baekhyun’ah aku tidak pernah mempermainkanmu, aku mencintaimu” ucapku sambil menangis, karena sungguh ucapannya sekarang sangat menyakitkan untukku dan air mataku sudah tak mampu aku tahan lagi

“benarkah kau mencintaiku? Lalu bagaimana perasaanmu terhadap luhan? Apa kau mau mengatakan kalau kau juga mencintainya?” aku langsung mendongak melihatnya “kenapa? Apa yang kukatakan benar? Jangan bercanda suzy kita bukan anak kecil lagi disini” ucapnya lalu kembali memasukkan pakaiannya kedalam koper dan bersiap akan pergi,,

“kumohon jangan pergi baek, dengarkan aku dulu” pintaku padanya tapi baekhyun seperti tidak mendengarku, saat dia akan melangkah pergi ku peluk tubuhnya dari belakang “kumohon jangan seperti ini” pintaku padanya tapi yang kurasakan dia melepaskan pelukanku lagi “aku juga tidak bisa seperti ini suzy’ah, kau masih mencintainya dan aku tidak mungkin menahanmu, aku akan melepaskanmu kalau kau memang mencintainya dan dia yang bisa membuatmu bahagia” ucapnya kemudian berbalik dan menghadapku, aku tidak mampu menatapnya wajahnya, dan bisa kurasakan baekhyun menyentuh pundakku

“jaga dirimu baik – baik suzy’ah” ada jeda saat baekhyun mengatakannya sebelum melanjutkan lagi kata – katanya padaku karena aku bisa merasakan rasa sakit yang dirasakannya saat mengucapkannya “aku sangat mencintaimu” sambungnya sambil mengecup keningku, dan seketika tanggisku pecah dan aku bisa merasakan dadaku sesak saat baekhyun mengatakannya dan aku tau artinya itu adalah ciuman perpisahan untukku

Aku terduduk lemah menatap kepergiannya, aku ingin mengejarnya tapi kakiku seperti tidak mampu menopang tubuhku sendiri,, sungguh saat ini hatiku sangat sakit sampai aku sendiri tidak bisa merasakan diriku sendiri aku merasa oksigen sangat menipis disekitarku,, kenapa ini sangat menyakitkan, kenapa aku tiadak mampu mengatakan apapun? kenapa aku tidak mampu mencegahnya? kumohon siapa saja tolong aku

__

(in Baekhyun side)

Aku terdiam cukup lama didepan pintu, dan bisa kudengar suara tangisan suzy dengan sangat jelas, sungguh akupun merasakan hal yang sama, hatiku benar – benar hancur saat ini ‘mianhae, karena ini adalah pilihan terbaik untuk kita saat ini, kau mencintainya dan aku tau itu,, kumohon mengertilah, aku melakukan hal ini karena aku mencintaimu dan tidak ingin kau terus berbohong padaku untuk menemuinya, dan itu akan membuatku membencimu dan aku tidak akan pernah sanggup kalau harus membencimu’

Aku melangkahkan kakiku keluar apartemen, tapi sebelumnya aku mengirim pesan pada jieun, karena aku tidak ingin suzy sendirian

To Lee Jieun

Datanglah keapartemenku di junghwa-dong kompleks apartemen Galleria Foret no 112, tolong temani suzy karena aku sudah tidak bisa menemaninya lagi,, passwordnya 21XXXX

Tolong jaga dia untukku

 

Setelah mengirim pesan untuk jieun, aku langsung keluar dari pintu apartemen dengan perasaan yang kalut, dan kupacu mobilku dengan kecepatan tinggi, aku butuh tempat yang benar – benar sepi saat ini dan tanpa terasa aku sampai dibukit pinggiran kota seoul yang selalu kudatangi saat pikiran dan perasaanku kalut seperti saat ini dan tempat ini merupakan tempat yang paling berkesan untukku, tempat diamana hubunganku dan suzy dimulai dan ditempat ini juga ciuman pertamaku dan suzy terjadi, dan sekarang ditempat ini juga aku menangisinya bahkan aku selalu mengisinya ditempat ini sedari dulu,, aku terduduk diatas tanah begitu keluar dari dalam mobil, badanku terasa benar – benar lemah,, “aku menangis” ucapku lirih sambil menyentuh air mata yang mengalir dipipiku “wee,, bukankah ini keputusanku? Lalu kenapa aku harus menangis dan menyesalinya,, sadarlah baekhyun’ah ini demi kebahagian suzy” aku menguatkan diriku sendiri sambil memeluk kakiku dan menyembunyikan wajahku disana “mianhae”

__

(in Jieun side)

Aku tidak henti – hentinya tersenyum karena sikap lucu seorang park chanyeol, kami sedang menghabiskan waktu date kami didaerah Myungdong “chagi setelah ini apakah kau mau kesungai han? Aku yakin pasti akan sangat menyenangkan” ajak chanyeol sambil mengenggam tanganku, aku hanya mengangguk sebagai jawaban setuju atas ajakannya, tapi seketika aku berhenti saat membaca pesan dari baekhyun

From. Byun Baekhyun

Datanglah keapartemenku di junghwa-dong kompleks apartemen Galleria Foret no 112, tolong temani suzy karena aku sudah tidak bisa menemaninya lagi,, passwordnya 21XXXX

Tolong jaga dia untukku

“ada apa?” chanyeol bertanya penasaran karena aku yang terdiam ditempatku kemudian mengambil ponselku dan membacanya “chanyeol’ah,, apa maksud dari pesan itu?” gumamku kemudian menatap chanyeol dengan penuh tanda tanya

“apapun itu sebaiknya kita keapartemen baekhyun dulu dan melihat keadaan suzy, aku punya firasat buruk tentang ini” ucap chanyeol sambil menarikku untuk berjalan lebih cepat dan masuk kedalm mobilnya

“apakah mereka bertengkar? Apakah baekhyun mengetahui tentang luhan?” rancauku tidak jelas karena merasa khawatir pada suzy

“siapa Luhan?” chanyeol bertanya padaku dan tanpa terasa kami sudah sampai diapartemen baekhyun dan aku tidak menghiraukan pertanyaan chanyeol sedari tadi dia lontarkan padaku karena saking sibuknya menghawatirkan suzy bahkan aku lupa untuk mengagumi gedung apartemen yang baekhyun tinggali karena termasuk dalam salah satu apartemen mahal dan mewah, yang aku tau hanya chanyeol yang menarikku lagi agar berjalan lebih cepat untuk memasuki lift

Aku memandang chanyeol saat kami berada didepan pintu apartemen dengan no 112, tapi baik aku ataupun chanyeol masih menyiapkan diri untuk masuk kedalam karena baekhyun sendiri yang langsung memberikan password apartemennya pada kami dan aku sangat yakin kalau baru saja sesuatu terjadi didalamnya “aku rasa kita harus masuk secepatnya”  ucap chanyeol sambil menekan beberapa digit angka yang dikirmkan oleh baekhyun,, begitu terbuka aku bisa melihat sepasang slipper yang bercecer karena dilepaskan secara terburu – buru dan sepasang sepatu yang sangat aku kenal “aku rasa dia didalam” chanyeol menatapku sambil menuntukku berjalan keruang tengah dan kamar yang terletak dipaling ujung, aku melihatnya bingung “itu adalah kamar baekhyun, aku rasa suzy ada disana, masuklah mungkin akan lebih baik kalau kau masuk sendiri” chanyeol menyemangatiku

Aku berjalan mendekati pintu dan samar – samar dapat ku dengarkan suara seseorang didalam “suzy apa kau didalam?” panggilku sambil membuka pintu dan betapa terkejutnya aku melihat suzy yang sedang menangis dan terduduk dilantai “suzy waegere?” ucapku yang langsung berlari memeluknya

“jieun’ah dia pergi,,” aku menatapnya bingung karena tidak mengerti maksudnya “baekhyun meninggalkanku jieun’ah” ucapnya sambil terus menagis dalam pelukanku,, sungguh aku juga ikut merasa sedih untuknya “kwencana suzy’ah, aku disini” ucapku menenangkannya

###

(in other side)

Dikediam keluarga kim, saeron dan suho baru saja turun dan bersiap untuk sarapan bersama, tapi langkah mereka terhenti saat melihat baekhyun yang berjalan melewati mereka dengan keadaan yang sangat kacau, suho mengangkat sebelah alisnya saat baekhyun tidak menegurnya sama sekali, baru saja suho berniat mengejar baekhyun tapi saeron menahannya “jangan oppa, biarkan baekhyun oppa sendiri” suho menatap adiknya dengan alis berkerut “apa yang sebenarnya terjadi padanya?” sambung suho dengan bingung dan wajah penuh tanda tanya yang terukir jelas diwajahnya

“sudahlah oppa jangan menatapku seperti itu, karena aku tidak akan mengatakan apapun” terang saeron sambil berjalan mendahului suho “hei ayolah oppa tau kau pasti tau sesuatu”

Kembali pada baekhyun yang seperti mengurung diri didalam kamar mandinya karena sudah setengah jam baekhyun duduk dibawah shower tanpa melakukan apapun, baekhyun tau kalau keadaan badannya yang kurang fit terlebih semalam dirinya yang benar – benar terkena angin malam karena berada diluar dan sekarang baekhyun tidak juga berhenti dari kegiatannya yang sangat bisa menyebabkan daya tahan tubuhnya menurun “baekhyunie kau didalam? Cepatlah keluar, imo membawakanmu sarapan dan susu hangat” panggil nyonya kim “baekhyunie~” nyonya kim mengetuk pintu kamar mandi, yang akhirnya menampilkan baekhyun “ada apa chagiya, kau sakit? Kenapa kau terlihat sangat pucat?” tanya nyonya kim saat melihat keadaan baekhyun yang seperti mayat hidup “imo panggilkan dokter han untuk memeriksamu kemari” ucap nyonya kim dengan terburu – buru tapi baekhyun mencegahnya “imo aku baik – baik saja, nanti siang aku pasti akan membaik” baekhyun memaksakan wajahnya untuk tersenyum

“benarkah seperti itu? tapi imo sangat khawatir, kau tidak juga membaik bahkan semakin terlihat sakit, apa imo perlu menelpon eommamu?” nyonya kim terlihat sangat khawatir sambil mengusap wajah baekhyun penuh sayang

“andwe,, aku baik imo” balas baekhyun menenangkan,, siapa sangka pengaruh sakit hati akan berdampak pula pada kesehatan fisik baekhyun bahkan meminum obat sekalipun akan tetap tidak memiliki pengaruh baginya karena obat yang paling dibutuhkannya baru saja dia lepaskan,, bahkan baekhyun tidak punya persiapan sama sekali untuk keadaannya sekarang bagaimana dirinya harus memulainya tanpa suzy yang sudah mulai mengisi seluruh hidupnya

__

Suzy berjalan berjalan gontai menuju lift, sebenarnya hari ini sebenarnya suzy tidak ingin masuk bekerja tapi mengingat dirinya yang sudah terlalu sering tidak masuk suzy berfikir ulang padahal jika dilihat keadaannya benar – benar berantakan dengan wajah dan mata yang membengkak karena terlalu lelah menagis sehingga membuat suzy mengenakan kaca mata untuk menutupinya walau tidak secara keseluruhan tapi setidaknya sedikit membantu,,

Suzy diam saat pintu lift terbuka ingin rasanya pergi karena yang berada didalam lift adalah nayeon, dan saat ini bertemu dengan nayeon bukanlah pilihan yang baik terlebih kalau hanya berdua didalam lift “kau tidak masuk?” tanya nayeon acuh, akhirnya suzy masuk dengan terpaksa karena sudah tidak mungkin untuk menghindar lagi

“sepertinya keadaanmu sangat buruk, aku yakin ini karena hubunganmu yang sudah berakhir dengan baekhyun oppa bukan?” sindir nayeon dan seketika suzy menatapnya “bukankah aku sudah pernah memperingatkanmu, sedikit saja kau berbuat kesalahan maka itu akan menjadi peluang untukku, dan terima kasih karena aku tidak perlu bekerja keras untuk membuat baekhyun oppa meninggalkanmu karena kau sendiri yang membuatnya meninggalkanmu, dan sekarang aku hanya perlu kembali kesisinya dan menghapusmu dari ingatannya” ucap nayeon sambil berlalu keluar dari dalam lift meninggalkan suzy yang masih harus naik 2 tingkat lagi,, suzy menahan rasa sakit yang ditimbulkan nayeon untukknya suzy yakin harinya akan mulai berat dari sekarang, suzy bersusah payah untuk menahan air mata yang sudah ingin keluar,, sungguh ucapan nayeon bagaikan pisau yang lansung menusukknya tepat dibagian dada,,

Tapi sekuat apapun suzy untuk menahannya air matanya dengan tanpa hambatan keluar dari matanya yang bahkan sudah tidak bisa lagi suzy katakan indah karena matanya yang membengkak dan memerah karena terlalu lelah menagis

“Suzy,, kau menangis?” ucap seseorang saat pintu lift terbuka

TBC

 

Aku sebenernya agak gak tega untuk dichapter 10 ini karena terus terang aku sendiri agak baper hihi😄 #lebay

Aku mau ngucapin banyak terimakasih untuk kalian semua yang masih setia buat nungguin BWMA terutama untuk kalian yang selalu ngisi kolom komentar, aku bener – bener ngerasa dihargai banget dan komentar kalian jadi semangat dan Vitamin buat aku ngelanjutin FF ini,, ini seriusan lho gak lebay,,😄

Love U Full❤

25 responses to “[Freelance] Before We Meet Again Chapter 10

  1. Ikutan baper.. kenapa mereka jadi pisah, suzy kurang tegas juga sih dalam berhubungan jadi kerasa dia masih ngasih harapan ke luhan..

  2. Semoga aja dg kejadian ini suzy bener2 sadar sama perasaanya jg perasaan baek..jgn cuma peduli sama ego sendiri…sekarang baru deh nyesel..
    😀Agag kebawa nih..sakit hatinya baek..✌

  3. Huwaaaa kok sedih😦 jadi ikutan baper😦
    Kasihan suzy dan baek😦 tp aku juga suka luhan sama suzy😦 /labil/?
    Itu luhan ya?

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s