Abnormal Parents Series Chapter 5

abnormal-parents-reniilubis

Title: Abnormal Parents | Author: reniilubis | Cast: Kim Myungsoo, Bae Suzy, Kim Hyun Gi (OC) | Genre: Family, Drama | Rating: Teen | Length: Chaptered

Disclaimer: All casts are belong to their self and God

Poster by: rosaliaaocha@ochadreamstories

 

Happy reading~^^

 

“HUWEEEE~~” Rengek Suzy saat mendapati Myungsoo yang kembali menyelingkuhinya demi sebuah buku yang kini sedang dipegangnya.

“Elus perutku, Myungsoo-ya~” Pinta Suzy dengan kitty eyes nya yang jujur saja membuat Myungsoo mau tak mau menoleh. Ayolah… siapa yang mau melewatkan wajah ingin dilahap milik Suzy yang begitu menggemaskan ini?

Myungsoo menutup bukunya sambil menghela nafas. Di elusnya perut Suzy lembut.  Tapi entah kenapa Suzy malah menepis tangannya dengan kasar.

“Aku tidak suka kau menyentuh perutku!” Pekik Suzy keras.

“Kau yang memintaku tadi.” Sahut Myungsoo keheranan.

“Siapa yang bilang aku memintamu? Aku memang mau seseorang mengelus perutku.”

“Siapa?” Myungsoo sepertinya harus mengingat kembali kata-kata Woohyun, ‘Jadilah suami yang baik’.

“Jongin!” Jawab Suzy singkat.

“MWO?”

 

JDEEERRR

 

Seolah di sambar petir, Myungsoo terdiam. Jongin? Datang kemari? Mengelus perut Suzy? Masuk ke kamarnya? Demi sang istri? Jam dinding rumahnya tepat menunjukkan pukul satu dini hari?

Bolehkah Myungsoo mencekik Suzy sekarang juga?

‘Jadilah suami yang baik’

Pesan Woohyun yang selalu terngiang-ngiang di kepalanya membuat Myungsoo akhirnya melembutkan tatapannya pada Suzy. “Ini terlalu malam, Suzy-ya.” Myungsoo masih berusaha bersabar.

“ANDWAE! Aku mau Jongin mengelus perutku!”

“Jongin sudah tidur.”

“Tapi baby nya ingin di elus Jongin, Myungsoo-ya.”

“Kenapa harus Jongin?”

“Karena aku maunya dia, Kim Myungsoo!”

“Tapi, Suzy—”

“AKU MAU JONGIN!”

“TIDAK!” kesabaran Myungsoo tepat di batasnya. Perlahan isakan lirih terdengar dari mulut Suzy.

“Kau… membentakku? Tega….” Raung Suzy semakin terisak, Myungsoo mendengus pasrah.

“Baiklah. Tunggu di sini.” Myungsoo bangkit berdiri dan meraih jaketnya.

“Siapa yang menyuruhmu memakai jaket, Myungsoo-ya?” ujar Suzy dengan mulut yang di majukan. “Tetap dengan piyamamu dan pergi menjemput Jongin!”

Dengan keadaan Myungsoo yang memang terbilang tak suka berdebat, dia akhirnya pergi. Dia tak ingin menambah lamanya perjalanan dan mengakibatkan dirinya masuk dalam Koran dengan judul besar ‘MATI KEDINGINAN KARENA NGIDAM SANG ISTRI’. Hah… itu memalukan!

 

 

*

 

 

Myungsoo POV

 

Ku lajukan mobilku lebih cepat menembus gelapnya malam menuju apartemen Jongin. Aku tak habis pikir, sebenarnya anak seperti apa yang sedang berada di dalam kandungan Suzy? Apa seperti Jongin yang sangat usil hingga begitu ingin di elus si hitam itu? Kuharap tidak, tak bisa kubayangkan aegya ku akan seperti Jongin.

Meskipun Jongin terbilang namja manis sekaligus tampan, aku masih bersedia memohon anakku tak usah mirip dengannya. Aku masih suka anakku mewarisi wajahku atau wajah Suzy lebih baiknya. Dia akan tumbuh menjadi anak yang manis dan kuharap tak semanja Suzy. Aku bisa membayangkan betapa kesusahannya Appa Suzy membesarkan Suzy. Dan kurasa tak usah bersikap sepertiku karena kulihat Appaku sendiri juga sedikit susah karenanya.

Aku berhenti tepat di depan apartemen Jongin. Aku segera masuk dan menekan tombol 13 untuk membawaku ke depan kamar anak itu. Sesampainya di sana, aku langsung menekan bel pintu. Tak ada jawaban. Ku pilih untuk mengetuk. Tetap tak ada jawaban. Aku beralih menggedor pintu dengan setengah mendobrak hingga—

 

BRUUUKKK

 

Aku sukses terjatuh dan mencium lantai dengan tidak elit. Kenapa nasibku begitu malang?

“Myungsoo hyung, untuk apa kau tiduran di situ?” tanyanya polos sambil mengucek-ngucek matanya lucu.

Itu karenamu, bodoh! Kau membuka pintu tanpa aba-aba!

“Aniyo.” Aku segera bangkit dan langsung menariknya.

“Kita mau kemana?” tanyanya agak terkejut.

“Menenangkan monster hamil.” jawabku asal yang hanya di sambut kekehan tak berguna darinya.

 

 

*

 

 

Baiklah, disinilah sekarang Myungsoo berada. Di dalam kamar mewahnya bersama dengan Jongin, dan ia rasanya ingin melempar lemari pakaiannya tepat di wajah Jongin karena kini lelaki hitam itu sedang—MENGELUS PERUT ISTRINYA!

Apakah Tuhan sedang mempermainkannya sekarang? Bagaimana mungkin sang istri yang sedang hamil kini tersenyum bahagia saat seorang namja yang pernah memiliki masalah dengannya itu mengelus perutnya? Apakah Suzy sungguh tidak sadar jika suami sahnya berada disini juga? Sedang menonton aksi mesra-mesraan mereka yang jujur saja membuatnya ingin bunuh diri.

Hyun Gi menatap prihatin Appanya yang tampak tersiksa. Ia terpaksa terbangun dari tidur indahnya saat Suzy mendatangi dirinya dan memaksanya untuk membuatkan teh panas. Dan kini, ia ikut menonton aksi manja-manjaan Suzy pada Jongin yang membuatnya ingin muntah saja.

“Suzy-ya, kau demam?” Tanya Jongin saat melihat tingkah aneh Suzy. Dia tidak tahu saja seberapa anehnya Suzy selama ini dan dia baru melihat keanehan Suzy untuk pertama kalinya hari ini.

“Sudah, hentikan.” Myungsoo menarik paksa tangan Jongin yang masih mengelus perut datar Suzy.

“Myungsoo-ya~ Aku sudah memutuskan! Mulai sekarang Jongin akan tinggal di rumah kita!” Seru Suzy ceria sambil memeluk lengan Jongin posesif. Jongin hanya bisa melongo melihat tingkah ajaib Suzy.

“MWO???”

“APPA! JANGAN MATI!” Hyun Gi menggoyang-goyangkan tubuh Myungsoo yang kini sudah tak sadarkan diri di lantai.

 

 

**********

 

 

Blitz kamera seolah bisa saja membutakan Suzy. Dia tersenyum canggung, di otaknya berpikir apa yang harus ia katakan jika para wartawan itu bertanya tentang hal-hal seputar keluarganya. Dia takut salah dalam bicara. Dia juga sangat takut itu akan menghancurkan karirnya.

Tidak!

Karirnya memang tak ada lagi titik terang akibat penyerangan sesaeng fansnya pada Myungsoo. Tapi lebih dari itu dia lebih takut dengan girlbandnya yang akan terkena imbasnya.

“Suzy-ssi, apakah anda mengunjungi Myungsoo-ssi? Apakah anda merasa bersalah karena fans anda?” Suzy hanya mengulum senyum.

Sebuah tarikan membuat Suzy menahan nafasnya. Jongin menarik Suzy, menyembunyikan Suzy di antara tubuhnya. Dia sudah berjanji pada teman sedari kecilnya itu untuk menjaga Suzy dan memastikan istri sang sahabat baik-baik saja ke tempat tujuannya.

Suzy ada jadwal manggung sekitar satu jam lagi, dan beruntung Jongin memiliki jadwal serupa. Mereka memasuki van milik Suzy, melaju kencang menuju tempat tujuan mereka. Suzy meremas jarinya di dalam mobil, berdoa dalam hatinya semoga tidak ada masalah yang terjadi setelah absennya dia beberapa hari ini.

 

 

*

 

 

Ini adalah penampilan terakhir girlband mereka sebelum agensi mengkonfirmasikan bahwa WONDERLAND akan vakum selama 3 tahun, tentu saja penampilan terakhir mereka hari ini tanpa kehadiran Jiyeon.

“Giliran WONDERLAND sebentar lagi!” teriak salah satu kru.

“Ayo! Kita pergi!”

Kini mereka berdiri di atas panggung. Musik baru saja terdengar. Krystal lah yang memulai bagiannya. Dan—

Semua menjadi gelap.

“Kenapa?” Krystal bahkan lupa lirik lagu yang harus ia nyanyikan. Nana terdiam.

Semua member tidak ada satupun yang mengangkat micropon mereka dan mulai bernyanyi—membiarkan musik begitu saja. Baru kali ini girlband yang sudah 1 tahun debut itu merasakan black ocean.

“Aku tidak bisa.” Nana meletakkan mikroponnya.

Suzy masih bernyanyi pada bagiannya. Membuat teman-temannya menatapnya. Tapi makin lama, tatapan itu menjadi tatapan yang penuh dengan kemarahan.

Ini semua karena Suzy.

Seandainya fans Suzy tak sefanatik itu, tentu saja fans Myungsoo tidak akan semarah ini.

Ini karena—

Sebuah suara menghentikan mereka yang hendak berteriak menyalahkan Suzy. Sunbaenim mereka berada di sini. Sungyeol—maknae CRUSH yang merupakan MC acara itu menyanyi menggantikan bagian Krystal. Hanya Suzy dan Sungyeol yang bernyanyi hingga akhir.

“Tidak ku sangka akan ada yang membuat black ocean untuk lagu ciptaan Myungsoo.” Suaranya menggema, terdengar marah tapi senyuman masih bertengger di bibirnya. “Dia pasti sangat kecewa”—ia menghela nafas.

 

 

*

 

 

Myungsoo memijit dahinya, ia sudah mendengar dari Sungyeol tentang perihal yang dialami oleh girlband junior seagensinya itu. Rasanya ia kesal, ingin mengamuk tapi ia sadar, semua yang membuat itu adalah fans fanatiknya. Berapa jumlah mereka—jumlah yang cukup banyak untuk menggelindingkan karir Suzy.

Mengerikan.

Myungsoo terdiam menatapi artikel-artikel yang terpampang di tabletnya. Dia harus secepatnya menyelesaikan ini semua. Suzy akan berpikir keras untuk melepaskan salah satu di hidupnya. Antara karir dan dirinya.

Tidak ingin dirinya yang akan menjadi korban, katakanlah Myungsoo egois. Dia bahkan bingung apa yang harus ia lakukan jika diantara pilihan itu. Apakah ia harus melepaskan Suzy dan memilih karirnya atau menjadi ayah serta suami yang baik untuk Hyun Gi dan Suzy—melepaskan segala perihal gelar idola dari dirinya.

Myungsoo menatap sebuah artikel. Artikel lama tentang Edison Chen yang melepas gelar artisnya karena skandal sexnya. Apakah Myungsoo bisa melakukan hal yang serupa, meninggalkan karir yang lama ia bangun untuk kebaikan semuanya? Myungsoo mengacak rambutnya, baru kali ini dalam seumur hidupnya ia merasa begitu frustasi.

Dia—

Menjadi anak yang tidak patuh karena karirnya, mencintai Suzy sebagai gantinya. Dan akhirnya, dia meninggalkan segalanya demi keluarga kecil yang diciptakan oleh ide konyol keluarganya. Ini manis. Sangat manis.

 

 

**********

 

 

“Bagaimana kondisimu?” Sunggyu menatap malas maknae gagal boyband mereka yang kini berjalan santai menghampirinya. Sunggyu tidak tahu harus merutuk atau harus memuji Myungsoo, lelaki yang baru sembuh dan kini terlihat asyik bermain kejar-kejaran dengan banyak papparazi di luar sana, tentang keprofesionalannya yang langsung menuju ke perusahaan tanpa harus menemui Suzy terlebih dahulu.

“Baik.” Ucap Myungsoo santai, ia mendudukkan dirinya diantara member CRUSH di lantai kayu tempat mereka biasanya berlatih menari. Woohyun meneguk minumnya, dia mematikan musik—membuat Sungyeol yang sedang latihan memekik tak terima. Maknae CRUSH itu kemudian ikut bergabung. Sementara Dongwoo langsung mendudukkan dirinya di samping Myungsoo. Rasanya sudah lama sekali mereka tidak pernah berlatih bersama. “Aku hanya ingin berlatih.”

“Kau sudah terlalu banyak melakukannya.” Dongwoo mencela. Mereka itu seperti saudara. Dongwoo sendiri sudah mengerti bahwa ada yang ingin diungkapkan Myungsoo. Lelaki pendiam itu memang sulit di tebak tapi bukan berarti tidak dapat dimengerti.

Sunggyu tertawa. Suaranya terdengar merdu dan Myungsoo sejak masa trainee selalu kagum dengan suara hitam itu. Saat mereka masih terbilang bocah, berkumpul di lantai kayu setelah latihan—masa-masa itu seolah baru saja berlalu kemarin. Sudah sangat lama. Mereka sudah dewasa, sudah sangat terkenal dan sudah sangat dipandang.

Siapa yang tidak kenal Dongwoo? Pria berhati lembut yang penyayang, hebat dalam menari dan bersuara khas.

Lalu Sunggyu? Dia vokalis yang melegenda karena suara indahnya.

Hoya? Dia kiblat seluruh penari negeri ini.

Woohyun? Lelaki awet muda multitalent yang selalu diimpikan seluruh wanita.

Myungsoo? Lelaki dingin yang menjadi produser produktif yang keren.

Kemudian maknae Sungyeol yang selalu dielu-elukan karena sikapnya yang ramah dan merendah.

“Ayo menari!” Hoya menarik tangan Woohyun—ia mengambil alih remote di tangan lelaki berwajah kekanakan itu. Memutar kembali lagu mereka—lagu debut mereka. Lagu yang kadang membuat Sungyeol terkikik geli melihat video klipnya dengan wajah lama mereka.

“Hei, aku bahkan baru duduk!” protes Sungyeol, tapi disambutnya juga uluran tangan Dongwoo.

“Baiklah! Ayo patahkan kaki kita!” Itu mantra sebelum latihan. Myungsoo hanya mengulum senyum mendengar teriakan Sungyeol soal kaki. Mereka selalu begitu meski kaki mereka sungguh akan patah karenanya.

Mereka menatap dalam pantulan diri mereka di cermin. Mulai menari, seolah mereka sungguh akan debut untuk keesokan harinya. Delapan belas jam dalam sehari hanya menari dan menyanyi. Ini dunia CRUSH. Membiarkan tubuh mereka yang berteriak bahwa mereka ingin berhenti namun hati terus ingin melakukan hal yang sama.

Ini menyenangkan.

Ini mendebarkan.

Tidak ada yang lebih baik dari melakukannya bersama-sama.

 

BRRRUUUUKKK

 

Suara nafas memburu terdengar. Keenam member CRUSH yang sudah menyelesaikan tarian kesekian mereka ambruk di lantai. Dengan senyum merekah di bibir mereka.

“Lelah?” Dongwoo selalu bertanya soal perasaan yang jelas dirasakan mereka. Ini hanya sekedar basa-basi.

“Tentu saja.” dan itulah jawaban dari Sunggyu. Dia selalu mengeluh soal dance. Dia tidak terlalu hebat dalam menggerakkan tubuh secara benar.

“Bagaimana ceritanya kita tidak lelah?” semua member akan menanyakan hal itu pada Dongwoo. Mereka lelah. Tidak ada yang tidak lelah ketika menari selama delapan belas jam.

Tapi Myungsoo akan selalu diam. Dia akan bangkit dan mulai melakukannya lagi jika dia masih sanggup untuk berdiri.

“Hei, Myungsoo! Apa kau lelah?” Woohyun sedang menyindir. Dia sedang menunggu Myungsoo mengeluh.

“Aku lelah. Aku sangat lelah.” dan Myungsoo sungguh mengeluh kali ini.

 

Jika suatu hari nanti aku mengeluh, berarti aku sudah cukup tua dan siap untuk berhenti.”

 

Myungsoo pernah mengatakan itu ketika dia masih seorang bocah ingusan. Membuahkan tawa di antara member CRUSH.

“Kau sungguh sudah tua, Myungsoo-ya.” Sungyeol mengejeknya. Mereka sebenarnya hanya selisih satu tahun tapi Sungyeol selalu merasa kalah muda dari Myungsoo.

“Apa kau sungguh ingin berhenti?”

“Jika ingin, aku akan menjawab tidak dengan lugas, hyung.” Myungsoo memberikan jawaban yang selalu membuat Dongwoo tersenyum. Inilah mengapa dia menyukai Myungsoo. Sangat suka. Adiknya itu motivator yang hebat. “Aku bahkan berpikir saat wajahku penuh dengan keriput aku masih akan menari di panggung yang sangat besar bersama kalian.”

Woohyun sudah menangis bersama Hoya. “Sangat berbeda jika itu keluar dari mulutmu, Myungsoo-ya.” di sela-sela isak tangisnya Hoya berbicara. Biasanya mereka akan meyakinkan satu sama lain jika mereka bisa melakukannya dan Myungsoo selalu memancarkan keyakinan itu dimatanya tanpa bersuara.

“Kau sudah mencapainya. Tidak! Kita yang sudah mencapainya. Dipuncak. Kita sudah sampai di puncak dan mendirikan kemah serta bermalam di sana.” Sunggyu tertawa renyah. Mereka sudah mencapai impian mereka sejak lama. Hanya bingung saja kapan mengakhirinya.

“Kau hebat, kau sudah punya impian yang lain, Myungsoo hyung.” Sungyeol tidak ingin terlihat lemah. Dia bukan magnae aegyo, itulah yang ia tekankan sepanjang masa debut mereka. “Membahagiakan Hyun Gi dan Suzy, manis sekali~~”

“Ya.” Myungsoo menutup matanya dengan lengannya. Mau tidak mau air matanya menetes juga. “Aku mengundurkan diri dari CRUSH.” keputusan finalnya baru saja ia ucapkan. Ia akan mundur demi keluarga dan cita-cita Suzy.

“Aku mendukung apapun yang kau putuskan, Myungsoo-ya. Aku percaya padamu.” Woohyun akan selalu berkata begitu. Dimanapun dia berada dan dalam posisi apapun mereka, dia akan percaya pada keputusan Myungsoo.

“Lalu apa rencanamu?” Dongwoo selalu berlagak super tegar.

“Aku akan mewarisi perusahaan ayahku dan mertuaku. Memperkenalkan Hyun Gi sebagai anakku dan mengusahakan segalanya berjalan dengan benar.” Myungsoo punya ribuan rencana dalam kepalanya.

 

 

**********

 

 

Dengan langkah percaya diri, Bae Kwang Lee dan Kim Tae Lim melangkahkan kakinya menuju ballroom hotel yang dipenuhi oleh pebisnis sukses dunia. Mereka tersenyum kepada wartawan-wartawan yang memang sengaja di undang bersamaan dengan pebisnis lainnya.

“Perusahaan kami memang sudah saling bermitra sejak lima belas tahun yang lalu.” Kwang Lee memamerkan senyuman malaikatnya ketika ditanya tentang kerja sama perusahaan dan sejenisnya.

“Kami akan mengumumkan secara resmi apa yang akan kami lakukan untuk kemajuan keuangan dunia, untuk selanjutnya.” Tae Lim dengan sopan tapi dengan gaya kakunya mulai menerangkan tentang tujuan ia mengundang banyak orang.

Keduanya berdiri di atas panggung yang menampilkan keunggulan Bae Corp dan Kim Corp disebuah layar besar dibelakangnya.

“Kami memutuskan untuk menyatukan perusahaan kami menjadi KnB Corp group.” Logo baru perusahaan terlihat di layar. Seluruh wartawan sibuk memotret, bisa dipastikan harga saham mereka akan melonjak naik setelah bersatu.

“Kami rasa kami terlalu tua untuk mengurus perusahaan sekarang. Bukankah begitu, Tae Lim-ssi?” Kwang Lee terlihat bercanda mengatakan bahwa ia mengundurkan diri dari perusahaan yang sedang di puncak kejayaannya tersebut. Tapi Tae Lim sangat meyakinkan dengan ekspresinya tersendiri.

“Lalu siapakah yang akan menjadi direktur utama perusahaan KnB Corp?” itu pertanyaan dari salah seorang wartawan dari Koran bisnis terkenal.

“Tentu saja penerus kami.” Kwang Lee menunjuk seorang pria yang berdiri tak jauh dari mereka. Lelaki itu melangkah ke atas panggung, blitz kamera seolah tak mempengaruhi langkahnya. Ia memang terbiasa dengan itu.

Myungsoo ada di sana, dengan jas bermerk yang terlihat pas di tubuhnya dan seorang anak laki-laki yang berada di sampingnya, ia terlihat tampan dengan senyuman penuh wibawa. Entah sejak kapan ia merasa sungguh telah tumbuh dewasa.

“Dia adalah direktur utama KnB Corp group. Kami mengumumkan secara resmi. Dia Kim Myungsoo.”

Seluruh wartawan terlihat tak percaya. Mereka sungguh mendapatkan berita yang luar biasa. “Apakah itu artinya anda keluar dari CRUSH, Myungsoo-ssi?”

“Maafkan aku, sepertinya itu keluar dari topik.” Myungsoo melirik Hyun Gi—bocah laki-laki yang sedari tadi mengikuti langkahnya. “Aku rasa pihak agensi dalam beberapa menit kemudian akan menyebarkan secara resmi berita atas keluarnya aku dari grup.” Suara Myungsoo terdengar renyah.

Tatapannya kemudian pasti menuju ke depan. “Yang perlu kalian tahu adalah siapa diriku.” Myungsoo menunjukkan layar di belakangnya.

“Namaku Kim Myungsoo, aku pewaris tunggal dari Kim Corporation. Bersekolah dasar di Los Angeles. Menjalani Home Schooling untuk SMP dan SMA dibalik kesibukanku sebagai trainee dan artis di salah satu agensi milik Bae Corporation. Aku menyelesaikan pendidikan S1 Bisnis di Kanada dan mendapat gelar master di UK. Menikah dengan penerus Bae Corporation dan memperoleh anak yang hebat. Perkenalkan, dia Kim Hyun Gi, anakku.”

Hyun Gi membungkuk sekilas. “Aku akan belajar dengan giat untuk mempertahankan kerja keras kakekku.”

“Untuk selanjutnya, aku akan menjelaskan visi dan misi KnB Corp.” Myungsoo memulai persentasinya.

 

 

-TBC-

 

 

Note: Annyeongggggggg~~~~ huwaaaaaaa udah berapa lama ff ini ngaret update???? Huhuhuhu maafkan lah saya atas keterlambatan update ff ini T,T sekali lagi aku minta maaf yaaaa~ semoga masih ada yang inget sama ff absurd ini, dan maaf kalo chapter ini mengecewakan😦 aku harap kalian masih berkenan membaca ff ini dan bersedia memberikan komentarnya. Makasih buat yang selalu setia menunggu ff ini yaaaa~ aku tunggu komentarnya di chapter ini. SARANGHAEYOOO~^^

53 responses to “Abnormal Parents Series Chapter 5

  1. omaygattt baru liattttt ff ini serius huhu udah sibuk sama dunia perkuliahan jd gaada waktu buat baca ff lg huhu;((
    wah aku suka ff ini jjangg!! tapi kasian suzy kaya dikucilin gitu. sedih juga myungsoo juga keluar dari crush huft:((
    gapapa demi masa depan keluarga wkwkw. lanjut trs thorrr!! myungzy jjang!!

  2. yaampun untuk aja si myung sabar…..aduhh suzy tingkahmu makin aneh-aneh aja……..semangat ya thor nulisnya

  3. Yang ini blm baca…maafkan saya bacanya loncat2 habis lupa terakhir baca part brp…myung rela ngelepasin karir demi keluarga…salut

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s