[Freelance] Before We Meet Again Chapter 11

Title : Before We Meet Again  | Author : SureTo_Dream | Genre :  Romance | Rating : PG-17| Main Cast : Byun Baekhyun and Bae Suzy | Other Cast : Find by yourself!

Disclamer :

cerita ini adalah cerita murni dari khayalanku yang udah lama aku tulis tapi gak selesai – selesai dan tiba – tiba saja inspirasi muncul lagi saat lihat kedua main cast diatas punya project bersama,, FF ini juga aku publis di WP pribadi aku http://happydreamandstory.wordpress.com/ tapi seperti yang kalian tau, gak asik banget kalo cumen aku sendiri yang baca,,, maaf kalo seandainya dalam penulisan ada kesalahan karena aku hanya manusia biasa yang tak sempurna dan banyak kekurangan ☺☺

�Happy Reading Guys Hope you like it

##

 

Suzy berada diatap dan masih saja terus menagis seperti yang dilakukannya tadi malam karena tidak ada yang bisa dilakukannya selain menangis saat ini

“memangislah sampai kau merasa lebih baik” ucap seseorang yang sekarang menemani suzy duduk diatas atap sambil memberikan suzy tissue

“kadang kita selalu berfikir kalau kisah cinta yang kita alami selalu berjalan dengan apa yang kita inginkan tanpa kita sendiri sadari kalau ada banyak ego dan masalah yang mengikutinya,, kadang masalah itu perlu agar hubungan yang kita jalani semakin kuat, jangankan untuk kalian yang baru berpacaran, bahkan aku yang sudah menjalani hubungan rumah tangga selama 10 tahunpun tidak lepas dari pertengkaran dan salah faham, tapi itu semua tergantung dari diri kita bagaimana menyingkapi masalah yang ada” tambahnya lagi

“tapi dia meninggalkanku manager” ucap suzy lirih sambil menatap manager choi disebelahnya

“suzy’ah aku yakin dia tidak benar – benar bermaksud seperti itu, itu hanya ucapan yang tanpa sadar dia ucapkan karena terbawa emosi, bicaralah baik – baik dengan direktur byun saat kalian sudah sama – sama tenang” suzy langsung menoleh dan menatap manager choi karena ucapan manager choi barusan

“jangan memasang wajah kaget seperti itu, kau pikir aku tidak tau kalau selama ini kalian berpacaran” balas manager choi sambil tersenyum pada suzy “aku sudah hidup lebih lama dari kalian dan tentu dengan pengalaman yang lebih banyak, dan direktur byun tidak pernah bisa menyembunyikan apa yang dia rasakan saat melihatmu, dan aku sangat tau kalau dia sangat mencintaimu” ungkap manager choi pada suzy

“kalau kau mengetahuinya, kenapa kau tidak pernah mengatakan apapun padaku manager?” kini suzy bertanya

“untuk apa? Aku cukup senang melihat hubungan kalian, dan jangan kau pikir aku tidak tau saat direktur byun memitakan ijin untukmu dan berpura – pura menjadi pamanmu, karena aku menyimpan no rumahnya” goda manager choi yang akhirnya bisa membuat suzy tersenyum “mungkin dia lupa kalau pernah menelponku menggunakan telpon rumahnya” sekarang manager choi yang tertawa mengingat keteledoran baekhyun

“gomawoyo manager, karena sudah menemaniku menagis disini” ucap suzy tulus “tidak apa – apa, karena aku sudah menganggap kalian seperti adikku sendiri,” balas manager choi,

“anak – anak itu mengatakan kalau investor baru itu adalah mantan kekasihmu” tambah manager choi sambil menaikkan alisnya “kau tau aku tidak terlalu suka kalau kau bersamanya, bukan karena aku membela direktur byun karena dia adalah atasanku, tapi ini hanya pendapat dari seorang yang mengenalmu, bisa kau terima atau kau lupakan karena tergantung dari kau yang menjalaninya,,” suzy terlihat semakin kaget karena nyatanya manager choi sungguh tau banyak tentang dirinya

“jangan heran seperti itu, karena aku tau banyak, tentu kau tidak bisa menghindari semua gossip yang beredar bukan? Begitu juga denganku” terang manager choi untuk meluruskan isi pikiran suzy “tapi aku sungguh – sungguh saat mengatakan kalau investor itu tidak cocok untukmu suzy’ah karena dia tidak bisa memberikanmu kepastian walaupun aku tau kalau dia juga mencintaimu,,, yakinkan perasaanmu karena kau tidak bisa bersama keduanya” ucap manager choi sambil menepuk pundak suzy lalu berdiri “bersihkan wajahmu sebelum kembali keruangan” pesan manager choi sambil melangkah meninggalkan suzy pergi

“menager” panggil suzy, dan manager choi menghentikan langkahnya kemudian berbalik karena panggilan suzy “apakah aku boleh mengambil cuti beberapa hari?”

Manager choi terlihat sedikit berfikir “sepertinya tidak bisa suzy’ah, kau sudah terlalu banyak izin bulan ini, dan aku tidak ingin karyawan lain berpikiran aku mengistimewakanmu, walaupun aku tau saat ini kau membutuhkannya, baertahanlah aku yakin kau bisa melewati semuanya” ucap manager choi yang kemudian meninggalkan suzy sendiri

__

Baekhyun baru saja tiba dikantor, memang sudah sangat terlambat tapi siapa yang perduli dan siapa yang bisa memberikan protes padanya kecuali presedir dan direktur kim, semua karyawan yang menatap baekhyun saat ini sontak merasa takut karena aura yang dikeluarkan oleh baekhyun saat ini benar – benar dingin dan terasa menyeramkan sangat berbeda dari biasanya dimana baekhyun akan menyapa semua karyawan dan memberikan senyum tapi saat ini jangankan senyum untuk menyapa saja mereka tidak berani

Bahkan emosi baekhyun semakin menjadi saat ada kesalahan yang ditemukannya dibeberapa dokumen dan karyawan yang bertanggung jawab dan membuatnya tidak luput dari amukan baekhyun, sampai – sampai tidak ada yang berani mengetuk pintu untuk masuk kedalam ruangan baekhyun bahkan hanya sekedar untuk meminta tanda tangan

“sebenarnya apa yang terjadi dengan direktur, kenapa sangat menyeramkan hari ini” ucap salah satu karyawan yang juga bisa didengar oleh suzy

“apakah dia sedang ada masalah dengan kekasihnya? Pasti seperti itu setelah beberapa hari ini direktur kurang baik dan aku rasa sekarang adalah puncaknya” sambung karyawan yang satunya

“siapapun yoja yang membuat direkturku yang tampan jadi seperti ini, aku harap dia tidak menyesal karena sudah menyakiti direktur” tambah salah satu karyawan yoja yang membuat langka suzy terhenti karena ucapannya

“kau benar, aku pikir sekarang perasaan nona nayeon akan terbalaskan” suzy mengingat ucapan manager choi, karena ucapan manager choi sangat benar saat ini, karena gossip tidak akan bisa kau hindari bahkan cerita tentang perasaan nayeon yang bertepuk sebelah tanganpun mereka sangat tau

Baekhyun keluar dari ruangannya dengan son gun dibelakangnya yang membuat semuanya kembali diam  dan menunduk tidak berani menatap baekhyun tapi tidak dengan suzy yang seperti mematung menatap baekhyun yang berjalan kearahnya tapi tidak seperti yang diharapkan suzy karena baekhyun hanya berjalan dan melewatinya tanpa menoleh sedikitpun padanya “sekarang kita bahkan terlihat seperti orang asing” ucap suzy menunduk sambil menatap berkas yang ada ditangannya

Tidak berhenti sampai disitu saja bahkan saat pulang seperti sekarang suzy melihat baekhyun yang melewatinya dan digandeng oleh nayeon dan terlihat sesekali baekhyun menjawab pertanyaan nayeon sambil sedikit tersenyum “hei apa yang kau lihat?” sapa luhan sambil menegok kearah suzy

“apa yang kau lakukan, jangan bersikap kekanakan Lu” balas suzy sambil menoleh kearah luhan

“kalau aku tidak seperti itu, kau tidak akan berbicara padaku” balas luhan tidak mau kalah “mau pulang bersamaku? Dan aku pastikan aku akan membelikanmu ice cream” ajak luhan sambil mengangguk – anggukan kepalanya yang akhirnya membuat suzy tersenyum “aku suka saat kau tersenyum seperti itu” ucap luhan dengan wajah serius dan seketika suzy berhenti tersenyum

“lupakan dia, aku disini untukmu, kembalilah bersamaku kita mulai semuanya dari awal” pinta luhan sekali lagi dan dari luar gedung baekhyun dapat melihat dengan jelas kebersamaan luhan dan suzy yang membuatnya tersenyum getir dan menahan sesak didadanya tapi harus bagaimana lagi ini adalah yang terbaik untuk mereka saat ini, pikir baekhyun yang kemudian masuk kedalam mobil dimana nayeon dan son gun sudah menunggunya

“aku tau kalau hubunganmu dengannya baru saja selesai” sambung luhan sambil menatap manik mata suzy “kau tidak bisa menyembunyikannya dariku, karena aku sangat mengenalmu suzy’ah” suzy tidak menjawab ataupun menyanggah ucapan luhan

“aku tidak bisa lu,, aku butuh waktu” hanya itu yang mampu suzy katakan pada luhan saat ini,, tapi diluar dugaan suzy bahkan sekarang luhan memeluk suzy sangat erat “itu sudah cukup untukku suzy’ah, aku bisa menunggu, asalkan kau berada disisiku” ucap luhan menenggelamkan wajahnya dipundak suzy

Luhan dan suzy menghabiskan waktu bersama ditaman bermain karena usul luhan, dan disinilah mereka sekarang sambil berjalan – jalan setelah menikmati hampir semua permainan yang terdapat disana “bagaimana, apakah sekarang kau mau makan ice cream?” tawar luhan yang langsung disetujui suzy,,

Suzy dan luhan mengantri untuk membeli ice cream sampai perhatiannya teralihkan oleh sepasang kekasih yang sedang memakan permen kapas sambil bercanda dan suzy tiba – tiba mengingat baekhyun saat membelikannya permen kapas sewaktu mereka berada di Disneyland, tanpa terasa sebutir cairan bening mengalir membasahi pipi suzy

“lihatlah aku membelikanmu dengan rasa coklat mint” ucap luhan sambil membawa ice cream pada suzy dan suzy cepat – cepat berbalik untuk menghapus air matanya agar tidak terlihat oleh luhan,,

“Bagaimana kalau kita duduk disana” ajak luhan sambil menarik tangan suzy pada bangku taman yang kosong

“Oppa bukankah kau namja kenapa kau sangat suka ice cream strawberry” ucap sepasang kekasih yang berjalan melewati mereka “baekhyun menyukai rasa strawberry juga” gumam suzy tanpa sadar “kau bilang apa?” tanya luhan karena kurang jelas mendengar ucapan suzy

“eoh, memangnya apa yang aku katakan?” suzy bertanya balik ke Luhan

“anira, aku hanya seperti mendengarmu mengatakan sesuatu” tambah luhan

“Lu, ayo kita pulang” ajak suzy setengah memohon

“tapi kita belum makan, bagaimana kalau kita makan dulu baru aku mengantarmu pulang” tawar luhan yang sama sekali tidak mendapat penolakan dari suzy

###

baekhyun baru saja sampai dikediam keluarga kim bersama nayeon yang berada disampingnya dan son gun yang menyetir untuknya begitu baekhyun masuk tiba – tiba saja sudah sangat banyak orang yang menyambutnya disana karena disana bukan hanya saeron atau suho hyung saja tapi ada kai dan sehun juga “KEJUTAAANNN” ucap mereka bersamaan dan memeluk baekhyun dan nayeon bergantian baekhyun hanya diam karena masih merasa terkejut karena tiba – tiba sehun dan kai sudah berada dikorea

“hyung sepertinya kau sangat terkejut karena kami” ucap kai sambil merangkul tubuh baekhyun

“kenapa kalian sudah kembali tanpa memberitauku?” balas baekhyun masih dengan wajah bingungnya

“kalau kami memberi tau tentu ini tidak lagi menjadi kejutan hyung” tambah sehun “dan bagaimana kabarmu trouble?” sehun yang beralih bertanya pada nayeon

“tidakkah kau lihat kalau aku sangat baik?” balas nayeon dengan cuek

“aku pikir kau sudah menyerah terhadap baekhyun hyung” sindir kai sambil duduk disofa sebelah suho

“lalu bagaimana dengan kuliah kalian?” baekhyun mengiraukan ucapan kai dan duduk disebelah saeron sambil menatap kai dan sehun bergantian

“tentu saja kami sudah menyelesaikannya hyung, dan kami besok akan bekerja denganmu” ucap sehun girang sambil memeluk baekhyun dari samping

“lepaskan aku” perintah baekhyun sambil mendorong kepala sehun menggunakan telunjuknya “kenapa kau harus bekerja denganku, kenapa tidak diperusahaanmu sendiri saja?” baekhyun menatap sehun sengit

“Oh ayolah hyung,, mana mungkin aku betah bekerja diperusahaan appa kalau aku sendiri sedangkan kalian semua berada disatu perusahaan, lagipula abonim sudah memberiku ijin” terang sehun sambil tersenyum pada tuan kim

“kenapa kau sangat manja?” cibir baekhyun pada sehun “anggap saja aku sangat menyayagimu dan tidak ingin berpisah darimu hyung” balas sehun sambil kembali memeluk baekhyun

“biarkan saja, kau perlu mengajarinya sebelum appanya menyerahkan perusahaan padanya” tuan kim menengahi

“aku tidak mengerti kenapa samchu sangat mempercayakan anaknya padaku” keluh baekhyun tapi sama sekali tidak menganggu bagi yang lainnya karena sudah sangat biasa bagi mereka mendengarkan baekhyun mengeluh seperti itu tentang sehun

“itu karena kau adalah saudara satu – satunya yang kupunya” jawab sehun,,  karena eomma baekhyun adalah adik dari appa sehun dan nyonya kim adalah noona dari appa baekhyun jadi beginilah hubungan rumit mereka dan tuan kim dan tuan Oh adalah sahabat sekaligus rekan bisnis, itulah sebabnya hubungan saeron dan sehun seperti jalan tol tanpa ada hambatan

“lalu kai’ah kau akan ada dibagian mana?” tanya baekhyun beralih pada kai karena kalau berdebat dengan sehun tidak akan ada habisnya

“tentu saja aku juga akan berada didivisimu hyung, karena hanya didivisimu yang masih banyak jabatan yang kosong” balas kai sambil melipat tangannya kedepan

“Mwo??? Kau bercandakan hyung,, samchu?” baekhyun memandang kearah tuan kim dan suho bergantian, sungguh kalau 2 anak kecil itu berada didevisinya maka akan banyak masalah yang pasti mereka akan lakukan

“aku sudah menawarkan ditempatku tapi kau seperti tidak tau saja kalau mereka berdua seperti anak kembar siam yang tidak bisa dipisahkan” jelas suho sambil mengangkat bahunya

“tenanglah hyung kami tidak akan melakukan masalah yang membuatmu malu, tenang saja” ucap kai menenangkan

“oh benarkah, aku bisa mempercayai ucapan kalian?” balas baekhyun malas

###

Pagi yang ditunggu – tunggu oleh kai dan sehun tiba, hari pertama mereka bekerja dikantor dan pagi ini juga mereka berangkat bersama dimobil baekhyun tidak ada yang berani ikut dimobil suho, karena takut diceramahi dan dibacakan SOP yang tidak boleh mereka langgar dikantor nanti dan itu terlalu horror untuk mereka yang masih berjiwa bebas menurut mereka sehingga pilihan paling aman adalah ikut dimobil baekhyun,,

“aku ingatkan kalian jangan sampai membuat masalah, karena aku akan pastikan kalian akan mendapat hukuman” ucap baekhyun mengingatkan sambil berjalan bersama kai dan sehun disamping kiri dan kanannya

Begitu sampai divisi yang baekhyun pimpin  semua karyawan menatap mereka dengan tatapan mata berbinar dan penasaran terutama karyawan yoja yang bahkan sudah terposana melihat mereka

“perhatian semuanya, aku miminta bantuan kalian sebentar” ucap baekhyun dengan sangat tegas “mulai hari ini mereka akan menjadi bagian dari team kita, dan aku ingin kalian jangan terlalu baik pada mereka berdua walaupun kalian tau siapa mereka karena kalau sudah diperusahaan status mereka sama dengan kalian, kalau mereka melakukan kesalahan langsung tegur dan marahi mereka, kalau mereka melawan langsung laporkan padaku” ucap baekhyun yang membuat sehun dan kai menoleh melihat hyungnya,,

“perkenalkan diri kalian” perintah baekhyun pada sehun dan kai

“anyeonghaseyo, Oh Sehun Imida,, mohon bantuannya” ucap sehun yang kemudian dilanjutkan oleh kai

“ anyeonghaseyo, Kim Kai imida, aku juga mohon bantuannya” sehun dan kai kemudian membungkuk bersamaan

“Baiklah sehun akan ada di tim perencanaan dan kai akan berada di oprasional, dan satu lagi manager choi tolong beritau apa yang harus mereka kerjakan dan yang mana saja team mereka” perintah baekhyun sambil berlalu meninggalkan sehun dan kai ditempatnya tapi seketika langkahnya terhenti dan kembali berjalan kearah sehun dan kai

“aku baru ingat, jangan ganggu dia karena dia sudah bertunangan dan tunangannya sangat menyeramkan” tunjuk baekhyun pada sehun “mianhae karena aku harus menyampaikan pesan saeron padaku” sambung baekhyun pada sehun dan berlanjut pada kai “tapi kalian boleh menganggu dia karena dia tidak mempunyai yojachinggu” tunjuk baekhyun pada kai kemudian berjalan masuk kedalam ruangannya

“tidakkah kau pikir baekie hyung sangat kejam pada kita?” ucap kai saat baekhyun sudah menghilang dari hadapannya “bukankah seharusnya yang kita anggap jahat itu suho hyung, karena membuat kita hanya sebagai karyawan saja padahal jabatan manager disini masih ada yang kosong” sanggah sehun yang dibenarkan oleh kai “ya bahkan gelar master dan lulusan luar negri kita tidak banyak membantu” cicit kai sambil menghembuskan nafas berat

“apa kalian masih akan berdiri disini dan tidak bekerja?” tegur manager choi pada kai dan sehun

“Ah yee” jawab keduanya bersamaan “kau yang bagian oprasional, pergi kesana ditempat park hansu” perintah manager choi pada kai

“dan kau—“ ucapan manager choi tergantung karena sehun yang mendahuluinya dan tidak memperhatikannya

“Noona~” panggil sehun saat melihat suzy yang masuk melewatinya, suzy yang merasa dirinya dipanggil menoleh dan betapa terkejutnya saat melihat sehun berada disana “sehunie?” panggil suzy

“ah kalian sudah saling mengenal?” ucap manager choi yang membuat suzy melihat kearahnya dengan bingung “dia adalah anggota teammu yang baru, jadi kuserahkan dia padamu” tambah manager choi lalu meninggalkan sehun dan suzy

“ternyata noona atasanku? Padahal tadi aku merasa akan sangat membosankan karena tidak mengenal siapapun, tapi syukurlah ternyata noona atasanku” ucap sehun girang sambil mengikuti suzy

“kenapa tiba – tiba kau disini?” suzy bertanya pada sehun yang sekarang duduk menghadapnya yang tentu ditatap karyawan yoja yang lainnya dengan tatapan iri pada suzy karena langsung terlihat begitu akrab dengan sehun

“tentu saja untuk bekerja dan membantumu kembali dengan hyungku yang pabo itu” jawab sehun cuek tanpa memperdulikan ekspresi kaget suzy

“ya apa yang kau katakan?” suzy bertanya dengan alis terangkat

“noona aku sudah tau semuanya, ya walaupun tidak semuanya secara lengkap dan terperinci karena saeron memberitauku dan aku hanya tau apa yang saeron tau,,” jelas sehun sambil memandang berkeliling sebelum melanjutkan ucapannya “asal noona tau hyungku menjadi sakit karena terlalu banyak memikirkanmu” ucap sehun sedikit berbisik dan memajukan wajahnya pada suzy

“hei anak kecil, apa kau akan bicara terus dan tidak mengerjakan pekerjaanmu?” tegur jieun yang baru kembali dari mesin foto copy, dan sehun hanya mendongak menatapnya dengan bingung dan tidak tau

“namanya jieun, dia sahabatku dan teman serumahku” ucap suzy memperkenalkan jieun pada sehun

“senang mengenalmu jieun noona,, Oh Sehun Imida” sapa sehun dengan manis

“ya apa ini kenapa kau bersikap sangat manis padaku?” ucap jieun tidak percaya karena sehun yang langsung saja memanggilnya noona padahal mereka baru bertemu walaupun sehun tetap menggunakan bahasa formal padanya

“lalu sekarang kau tinggal dimana?” tanya suzy pada sehun tanpa memperdulikan ucapan jieun

“aku hari ini menginap dirumah kai, tapi besok aku akan tinggal diapartemen baekhyun hyung” jawab sehun cuek sambil beralih membaca berkas diatas meja suzy “lalu kau tinggal sendiri?” tanya suzy lagi

“sepertinya karena omonim belum mengijinkan baekie hyung kembali keapartemen” jawab sehun seadanya “tapi kalau noona ingin menemaniku, aku juga tidak keberatan” sambung sehun yang langsung mendapat jitakan dari suzy

“bicosso? Aku sama sekali tidak ingin dapat amukan dari yochinmu yang seperti preman itu” tolak suzy sambil mengibaskan tangannya

“aku kan hanya mengusulkan, lagi pula noona sudah sering mengi—“ ucapan sehun terhenti saat suzy dengan cepat menutup mulut sehun agar tidak melanjutkan kata – katanya karena sudah banyak telinga yang sedang berusaha mendengarkan ucapan mereka

“Ya!! Apa kau bisa menjaga omonganmu, kita sedang berada dikantor” omel suzy masih menutup mulut sehun dengan tangannya

__

Kembali pada baekhyun yang sekarang sedang meeting dengan pihak dari china tentu disana ada luhan juga sebagai penegah antara pihak cina dan korea,, pertemuan mereka berlangsung sekitar 2 jam yang akhirnya mencapai kata sepakat setelah proses tarik ulur yang dilakukan oleh kedua belah pihak,,

Sekarang baekhyun dan luhan sedang mengantar mereka menuju mobil yang akan memabawanya menuju hotel sebelum kembali lagi kecina dan terlihat beberapa diantaranya sedang berbicara dengan luhan dengan menggunakan bahasa cina yang tidak baekhyun mengerti,,

Baekhyun memberikan hormat saat mobil yang membawa para investornya pergi begitu juga dengan luhan yang melakukan hal yang sama seperti baekhyun “aku tidak menyangka kau akan tetap professional walaupun baru putus cinta” ucap luhan masih melihat kearah perginya mobil tadi, tapi tidak dengan baekhyun yang sudah membuang nafas dengan kasar saat mendengar ucapan luhan

“bukankah sekarang kau adalah orang yang paling bahagia dengan keadaan ini?” sindir baekhyun yang sekarang sudah menghadap kearah luhan

“tentu saja karena aku tidak harus bekerja terlalu keras, agar kau melepaskannya dan sepertinya sekarang aku sudah tidak perlu menyembunyikan apapun padamu” balas luhan tidak mau kalah

“berarti sekarang aku sudah tidak perlu menghawatirkannya lagi” ucap baekhyun acuh

“kenapa kau harus repot – repot menghawatirkannya disaat sudah ada aku disisinya” jawab luhan dan keadaan mereka semakin memanas bahkan diantara mereka sudah tidak ada formalitas sama sekali

“aah matta,, tapi aku tidak yakin kalau kau akan bisa membuatnya jatuh cinta lagi padamu” cibir baekhyun

Luhan tersenyum meremehkan kearah baekhyun “asal kau tau suzy hanya mencintaiku dan aku merasa kasihan untukmu yang hanya dijadikan pelampiasan olehnya, dan seperti yang kau lihat sendiri dia langsung berlari padaku dan meninggalkanmu saat tau aku berada disini” ucap luhan masih dengan tatapan meremehkan dan seketika baekhyun mengepal tangannya karena amarahnya yang sudah memuncak kepada luhan

BRUG,,,

 

Satu tinjuan dari baekhyun mendarat dengan mulus tanpa hambatan pada wajah luhan yang langsung membuat luhan sedikit tersengkur dengan ujung bibir luhan yang berdarah,, baekhyun berjalan mendekati luhan dan menarik kerah baju luhan “jaga ucapanmu selagi aku baik padamu, kau jangan bangga karena dulu suzy pernah sangat mencintaimu, seharusnya kau sadar kalau itu adalah masa lalu, dan masa lalu tidak akan pernah sama dengan masa depan” ucap baekhyun kemudain mendorong luhan menjauh darinya

Semua karyawan diloby yang melihat perselisihan baekhyun dengan luhan masih merasa sangat kaget dengan apa yang baru saja mereka lihat walaupun sama sekali tidak mendengar perdebatan antara luhan dan baekhyun karena pintu kaca yang tertutup, video perselisihan mereka sangat cepat tersebar pada hampir seluruh ponsel karyawan beserta gossip yang ikut mengekor dibelakangnya

“hei,, hei coba lihat ini bukankah ini direktur? OMO,, direktur meninju wajah investor itu” pekik salah satu karyawan yang menarik peratian semua orang yang sedang berkonsentrasi bekerja tidak terkecuali suzy, sehun, jieun dan kai yang berada disana

“ada apa dengan mereka? Kenapa tiba – tiba baekhyun hyung memukulnya?” celetuk kai yang sekarang sedang ikut menonton video

“bukankah mereka sedang ada meeting?” sambung jieun yang ikut serius menonton

“kau benar, sangat tidak mungkin kalau ini hanya perselisihan karena tidak mencapai sepakat pada meeting” ucap sehun yang sudah menatap kearah suzy

“cepat kembali keposisi kalian direktur sedang menuju kemari” ucap salah satu karyawan yang berlari masuk dan duduk ditempatnya

Semua karyawan semakin horror melihat baekhyun yang berjalan dihadapan mereka dan semuanya kaget secara bersamaan saat baekhyun membanting pintu

“aku rasa dia benar – benar marah” celetuk kai yang di benarkan oleh sehun “bukankah seharusnya sekarang kalian sebagai adik harus masuk dan melihat keadaannya” ucap jieun yang mendorong kai dan sehun

“mianhae noona, tapi ini bukan keahlian kami” geleng sehun menatap horror ruangan baekhyun

“apakah aku harus menelpon saeron atau nayeon untuk masuk kedalam?” tawar kai sambil menunjukkan ponselnya, tapi suzy hanya bisa diam dan tidak dapat melakukan apapun mungkin jika keadaannya dengan baekhyun masih seperti dulu dirinya tidak akan masih berada disini bersama yang lainnya,,

“diamana baekhyun oppa?” ucap nayeon sambil terengah – engah berdiri disamping kai

“Yaa!! kenapa kau tiba – tiba muncul seperti hantu saat aku menyebut namamu?” omel kai karena merasa kaget dengan kemunculan nayeon yang tiba – tiba

“baekie hyung ada didalam, dan kusarankan padamu untuk jangan masuk kalau tidak ingin menjadi sasaran amukannya” saran sehun pada nayeon tapi seperti biasanya nayeon tidak akan mendengarkan malah berjalan semakin dekat kearah ruangan baekhyun, dan baru nayeon sampai disperempat jalan baekhyun sudah keluar dari ruangannya

“oppa~” panggil nayeon yang kemudian berlari mengampiri baekhyun

“Oppa, apa kau baik – baik saja?” nayeon bertanya sambil meraih tangan baekhyun tapi tatapan baekhyun sama sekali tidak terarah pada nayeon melainkan pada suzy yang berdiri diantara sehun dan jieun

“Lepaskan tanganku” ucap baekhyun masih tidak menatap nayeon tapi nayeon masih tidak mendengarkan malah semakin erat memagang tangan baekhyun “Im Nayeon sudah kukatakan padamu lepaskan tanganku sekarang juga” ucap baekhyun penuh penekanan pada kata – katanya sambil menatap nayeon dan tatapan baekhyun mampu membuat nayeon untuk pertama kalinya merasa takut melihat baekhyun yang sekarang terlihat benar – benar berbeda, nayeon pun akhirnya menyerah dan melepaskan tangannya

“kau mau kemana oppa?” nayeon kembali bertanya pada baekhyun, tapi baekhyun tidak membalasnya dan berjalan meninggalkan nayeon

Suzy menatap kepergian baekhyun dalam diam bahkan dirinya sangat ingin berlari dan mengejar baekhyun tapi sekarang hal itu hanya sebatas angan yang tidak akan pernah terwujud

“jangan mengejarnya” perhatian suzy teralihkan saat kai yang menahan nayeon untuk mengejar baekhyun

“tapi aku tidak bisa melihatnya seperti itu kai’ah, aku menghawatirkannya” balas nayeon sambil menatap kai dengan bersedih

“aku yakin hyung akan baik – baik saja, dia hanya butuh sendiri dan kita tidak terlalu mengerti permasalahannya” kai menenangkan nayeon dengan menepuk punggungnya kemudian mengajak nayeon pergi dari sana

###

(in Luhan side)

Aku berjalan memasuki ruangan ku dan tuan chou menatapku dengan khawatir karena bibirku yang sedikit tergores karena pukulan baekhyun padaku,, seharusnya tadi aku membalasnya juga

“apa yang terjadi pada anda tuan muda? Kenapa bisa sampai seperti ini?” tanya tuan chou sambil mengobati lukaku yang membuatku sedikit meringis kesakitan karena perih

“kenapa anda tidak melepaskannya saja tuan, dan ikuti kemauan orang tua anda” ucap tuan chou menatapku dengan prihatin

“aku bahkan belum memulainya dan sekarang kau bahkan sudah menyuruku untuk berhenti” balasku pada tuan chou “aku bahkan sudah susah payah merebut perhatiannya lagi dan membuatnya berpisah dengan baekhyun”

Dapatku lihat tuan chou menarik nafas panjang mendengar ucapanku “saya tidak bermaksud untuk menasehati anda tuan, tapi saya takut cinta yang anda miliki untuk nona suzy sudah bukan cinta yang tulus lagi, saya takut kalau cinta anda sudah berubah menjadi obsesi yang akan menyakiti nona suzy” aku sangat tersinggung dengan perkataan tuan chou padaku

“kenapa kau sangat menyebalkan hari ini” ucapku lalu meninggalkannya karena kalau terlalu lama berada disana bersamanya akan semakin menambah emosiku padanya

Aku berjalan keluar, kemanapun asalkan menjauh darinya, tanpa terasa langkahku membawaku menuju atap dan saat aku membuka pintu aku melihat sosok yang sangat familiar untukku sedang duduk dibangku dan menatap langit

“kenapa kau tidak mengajakku kalau akan duduk disini?” dia cukup terkejut saat melihatku yang sudah duduk disampingnya

“kenapa kau membuat banyak sekali keributan hari ini Lu” ucapnya yang membuatku tersenyum

“Bukankah searusnya kau menghawatirkanku, karena wajah tampanku sekarang menjadi sedikit lebam” protesku padanya dan dia hanya tersenyum menanggapi leluconku

“apa yang kau ucapkan pada baekhyun sampai dia semarah itu padamu?” kini dia menatapku dengan penuh rasa ingin tau

“aku hanya memintanya melepaskanmu dan menjauh dari hidupmu suzy’ah” dustaku padanya

“aku tidak percaya, karena baekhyun bukanlah orang yang cepat terpancing emosi kalau kau tidak mengatakan hal yang berlebihan padanya” sanggah suzy

“waah,, ternyata kau sangat mengenalnya, aku merasa cemburu sekarang” balasku pada suzy tapi lagi – lagi dia tidak menghiraukanku

“Lu” panggilnya dan aku terpaksa menatapnya

“baiklah, aku hanya mengatakn kalau kau tidak pernah mencintainya karena kau hanya mencintaiku” dapat kulihat suzy menaikkan alisnya seperti marah dan tidak setuju atas ucapanku

“aku benarkan, kau hanya mencintaiku?” aku bertanya padanya dengan sedikit khawatir tentang jawaban yang akan diberikannya padaku, tapi suzy sama sekali tidak memberikanku jawaban, aku terus menatapnya yang masih terdiam dan tanpa terasa aku semakin mendekat padanya dan ada keinginan dalam diriku untuk mencium dan merasakan kembali kehangatannya tapi saat aku semakin mendekat dan jarak kami hanya tinggal beberapa cm suzy menoleh dan melihat kearah lain dan aku tau artinya dia baru saja menolakku

“mianhae Lu, tapi kau salah aku mencintai baekhyun” ucap suzy yang kemudian berlari meninggalkanku

aku tersenyum merasakan pahitnya ditolak oleh orang yang selama ini kunantikan “aku bahkan tidak pernah beruntung, tidakkah kau terlalu kejam padaku?” ucapku sambil menatap langit

“aku juga sama sepertinya, apa yang berbeda dariku kenapa bahkan untuk yang satu ini kau tidak memberikanku ijin untuk memilikinya? Bahkan aku hanya membutuhkannya untuk bahagia, tidakkah kau terlalu kejam padaku?” ucapku yang sudah tertunduk mengalihkan rasa sakit dihatiku yang semakin menganga

“tidak apa – apa, aku akan tetap berusaha dan membuatnya kembali padaku walaupun aku harus menentang takdir yang kau berikan”

TBC

18 responses to “[Freelance] Before We Meet Again Chapter 11

  1. Makin sebel sm karakter nya Luhan. Skrng masalah nya malah makin rumit, aishhh eottokhae? Duhh thor aku udh penasaran sm next nya, aku langsung lanjut aja ne…

  2. Wuihh serem bgt liat baek yg ka ak orang kesetanan gitu..dia ngelakuin itu karena bener2 cinta sama suzy..oughh smoga suzy sma baek bisa bersatu lagi..😢

  3. Kapan lanjutnya ya thor. Udah 2 minggu. Dh gak sabar nih. Suzy sma baekhyun bikin baikan ya. Jgn lma lg ya thor. Fighting.

  4. Luhan jadi terobsesi, tapi akhirnya suzy udh memilih klo dia tetap pilih baekhyun.. semoga cepat baikan mereka

  5. Sepertinya luhan sudah terobesi dengan suzyy😦 padahal aku termasuk shipper mereka(?) Dan aku juga suka baekhyun sama suzy xD kkk~

    Baekhyun mengerikan kalau lg marah😦
    Penasaraan sama lanjutannnyaaa xD

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s