[Oneshoot] Bae Bae

bae-bae1

Bae Suzy | Kim Myungsoo

Support cast | just find by your self

Genre | School life | Rated | Teens | Length | OS

Disclaimer

Keep calm the story is belong to

ohclaren©

.

.

.

.

Bae Bae©

The lesson no#12

.

.

.

Aroma cola dan keringat bercampur jadi satu saat gadis berambut panjang itu membuka pintu. Seragam bewarna merah, bercereran dimana-mana, menggantung di pintu loker, di daun jendela dan paling banyak menumpuk disalah satu sudut ruangan itu. Belum lagi bungkus makanan dan kaleng minuman yang berserakan dilantai, meja yang seharusnya menjadi tempat seperangkat komputer pun tak luput dari sampah—bahkan demi tuhan, apa itu yang ada diatasnya? Celana dalam?! Bahu gadis itu mencelos selalu saja seperti ini, ini bukan ruang klub Basket ini adalah kandang babi!

Gadis dengan name tag Bae Suzy pada seragam Sekolahnya, menghela nafas panjang dan menyingsingkan lengan seragamnya, seolah pemandangan ini sudah menjadi makanan sehari-harinya.

***

Derap langkah kaki yang berisik dan ocehan tak jelas mulai terdengar dari ujung koridor saat Suzy selesai mengepel lantai ruangan klub Basket.

Sekarang yang tercium adalah aroma mint bercampur apel dari obat pembersih lantai bahkan seragam kotor yang berceceran dilantai pun kini sudah dicuci dan tergantung bersih di halaman belakang.  Bahkan dimeja ditengah-tengah ruangan, sudah tersedia berkrat-krat soda dingin dan setumpuk dus Pizza.

“Manager Bae!”

“Suzy umma!!”

Pintu menjeblak terbuka dan segerombolan namja bau keringat muncul, seragam basket mereka basah oleh keringat.

“Ya! Ya! Jangan sentuh apapun sebelum kalian mandi, oeh?!”  cegah Suzy memukuli tangan-tangan nakal yang bergerak meraih dus Pizza dimeja.

“Suzy umma!!” seorang namja bernomor punggung 7—Byun Baekhyun— menerjang menubruk Suzy, “Umma…sayang sekali kau tidak melihat kami latihan, kau tahu tadi aku mencetak trheeshoot!”  celotehnya riang.

“Aissh…begitu saja pamer, dasar cebol!” celetuk Park Chanyeol menggigit potongan Pizza ditangannya.

“Ya! Aku sudah bilang untuk mandi dulu ‘kan?! Kalian bau tahu!” bentak Suzy, tapi tak ada yang mendengarnya dan sibuk merebut jatah Pizza, Suzy mendesah anak-anak ini memang tak pernah bisa diatur. Naik kesalah satu kursi, dia mulai menghitung para ‘bawahannya’ itu.

“Chanyeol…Baekhyun…Tao…Luhan…Jungkook…Cadel lalu si Pervert…lho?” gumam Suzy karna ada yang kurang, “Mana Myungsoo?”

“Myung-hyung…thedang ada dilual, dia bilang ada uluthan penting.” sahut Oh Sehun—cadel—dengan ceria membuka kaleng jusnya.

“Urusan penting? Aisshh…bisa-bisanya dia mengatakan urusan penting.” decak Suzy seraya turun dari kursi, “Ingat ya, saat aku kembali kalian sudah harus mandi dan wangi mengerti?” ancam Suzy sebelum pergi matanya memicing tajam, “Terutama kau, Jong In!” tunjukknya pada namja berkulit tan yang sudah melepas seragamnya, memperlihatkan otot perutnya yang sempurna.

Jong In menyeringai, “Huwee? Mau mandi bersamaku Manager?—Auuww!” dia meringis saat sebelah sepatu mendarat diwajahnya bersamaan dengan perginya Suzy yang masih sempat mengutuk, “Dasar Pervert!”

Melangkah dengan sebelah sepatu, Suzy menuruni anak tangga dan berbelok menyebrangi halaman  menuju Hall Olahraga dia tersenyum tipis saat dilihatnya sosok yang dia cari, Kim Myungsoo baru keluar dari Hall Olahraga.

“Myung—“ Sebelum Suzy melangkah mendekatinya, terlihat seorang gadis manis berkuncir dua berlari kecil dibelakang Myungsoo. Anehnya, Suzy refleks bersembunyi dibalik tembok bangunan Sekolah.

“Sunbae! Kau tadi meninggalkan ini!”

Myungsoo menoleh dan mendapati gadis yang tadi menonton team basket latihan mengulurkan sebuah handuk putih padanya, rupanya dia belum pulang pikir Myungsoo.

“Aku sudah tidak memerlukannya lagi.” kata Myungsoo datar, dan bukan jawaban yang diharapkan gadis manis itu.

“Ah…tunggu dulu sunbae!” panggil gadis itu lagi mencegah Myungsoo pergi.

“Hn?”  Myungsoo kembali menoleh dengan malas, dilihatnya gadis itu kini meremas jemarinya resah dengan wajah merona—Myungsoo hafal dengan tanda-tanda ini. Semoga saja bukan pernyataan cinta lagi, karna itu akan sangat merepotkan baginya.

“Ngg…sunbae, apakah sore ini kau ada waktu? Bagaimana kalau kita—“

“Tidak. Aku ada rapat bersama team-ku sore ini.” potong Myungsoo, gadis itu mengangkat wajahnya terlihat kecewa dan tanpa menunggu jawaban apapun lagi, dia langsung berlari dan terisak pelan. Myungsoo menghela nafasnya menatap kepergian gadis itu, dia tidak salah bicara lagi ‘kan? Sudahlah lupakan saja.

Myungsoo menggeleng-gelengkan kepalanya dan kembali berjalan, sedikit kaget saat sebuah suara tiba-tiba saja terdengar dibelakangnya.

“Harusnya kau tidak menolaknya seperti itu, kau benar-benar tidak bisa mengerti anak perempuan ya?”  kata Suzy, tangannya terlipat di dada bersender pada tembok.

Myungsoo memberinya tatapan bertanya ‘Sejak kapan kau ada disana?’ tapi itu tidaklah penting saaat ini, “Merepotkan untuk mengerti anak Perempuan.” balasnya.

Suzy mengerucutkan bibirnya, “Dasar pemalas, ayo cepat! Yang lain sudah menunggumu tahu!” kemudian berjalan mendahului Myungsoo.

“Merepotkan…” gumam Myungsoo, diantara anak perempuan yang lain managernya Bae Suzy adalah yang paling merepotkan. Merepotkan karna dia selalu ada disisi Myungsoo.

***

Suzy selalu menyukai hari Rabu, hari latihan team basket Sekolah. Meskipun dia harus selalu menjadi ‘Cinderella’ membersihkan ruang club tapi dia tetap menyukainya. Menyukai jabatannya selama dua tahun menjadi Manager club basket. Tapi sebenarnya hal yang paling dia sukai adalah Kim Myungsoo. Dan bagian terbaik dari hari Rabu-nya adalah, pulang bersama Myungsoo.

“Bye! Sampai bertemu besok!”

“Da-dah Thuji Manajel!”

“Kami pulang dulu, Suzy Umma!! Myung Appa!!”

Aiissh… Suzy ingin sekali menjitak kepala Baekhyun yang sudah menghilang di persimpangan jalan karna selalu memanggilnya Umma, dia ‘kan belum menikah! Eh…tapi jika suaminya adalah Myungsoo demi apapun dia rela.

“Kau belum makan ‘kan? Mau mampir beli takoyaki?” tawar Suzy pada satu-satunya orang yang tersisa—selain dirinya—di depan gerbang Sekolah. “Padahal, aku tadi beli Pizza…siapa suruh datang telat jadi habis semua ‘kan?”

“Hn, terserahmu saja.” kata Myungsoo.

Suzy mengerucutkan bibirnya, selain jarang mengumbar senyum seperti Baekhyun, Myungsoo juga pelit bicara.

*

“Kau benar-benar tidak tahu nama gadis yang kau tolak tadi?!” pekik Suzy hampir tersedak takoyaki yang dimakannya dalam perjalanan pulang. “Dia ‘kan cukup populer!”

“Hn…” respon Myungsoo yang lebih memilih untuk menghabiskan takoyakinya.

“Aiish…jinjja, sebenarnya kau itu peduli pada apa sih?” Suzy mulai mengerutu, “Kemarin kau bahkan menolak Ketua Osis—kau sendiri tahu dia itu banyak yang suka…haah…dasar laki-laki aneh padahal seharusnya kau itu…” Myungsoo melirik, Suzy yang berceloteh dengan semangat, dia tersenyum tipis melihat sedikit saus takoyaki di sudut bibirnya peachnya.

Tiin…tiin!

Suara klakson mobil dibelakang mereka, mengurungkan niat Myungsoo untuk membersihkannya. Sebuah mobil sedan hitam terparkir dibelakang mereka dengan sebelah pintunya yang terbuka.

“Oh? Myungsoo bukankah itu…” gumam Suzy yang sudah hafal dengan mobil sedan hitam itu, berserta supir yang kini keluar dari mobil.

“Maaf aku hanya mengantar sampai disini.” kata Myungsoo, Suzy mengangguk penuh pengertian, “Sampai ketemu besok, Manager.” Myungsoo mengacak pelan rambut Suzy sebelum berbalik dan menghampiri supir berseragam yang membungkuk hormat padanya.

“Umm!” Suzy melambaikan tangannya pada Myungsoo yang sudah masuk dalam mobil, sedikit agak kecewa karna waktunya bersama Myungsoo sudah habis. Selain itu perasaan Suzy selalu tidak enak setiap Myungsoo dijemput oleh supir pribadinya.

*

Ting-tong!

Suzy  menghentikan gerakan pulpennya membuat tugas dan meraih handphonenya yang berbunyi, sebuah pesan dari salah satu chat grup via LENE.

Baekki : Sepi!! Kalian semua pergi kemana?!

Suzy tersenyum tipis, saat belasan emoticon sedih Baekhyun kirimkan. “Dasar melankolis!” rutuk Suzy.

Real_PCY : Berisik cebol! Kau tidak mengenal yang namanya membuat PR?!

Baekki : Hiks…aku hanya mencari Suzy Umma-ku kok😛

Real_PCY : Manager tidak akan muncul, kecuali Kapten Myung juga muncul -_-

Suzy tersentak, memangnya dia selalu seperti itu ya? Ahh…dasar Chanyeol sok tahu!

The most wanted man in the town : Sayang sekali, Manager Bae sedang ada diranjangku!

“Che…dasar bocah Pervert!” rutuk Suzy, ingin sekali dia memasukkan tangannya kedalam handphone lalu mengambil keluar Jong In dan menyumpal mulut kotornya dengan sandal bekas menginjak kotoran anjing. Sementara Baekhyun kembali mengirimkan emoticon sedih.

O_ohSehun : Baekhyun jangan berisik, tidur sana ini sudah malam tahu :v

Baekki : Kau yang tidur sana, dasar cadel!

Deer_Xiu : Baekhyun, besok aku tidak akan memberimu contekan pr. Kerjakan punyamu sendiri sekarang.

Baekki : E-eh? Kau jahat sekali >_< Ahh…tak apa masih ada Pandaku yang baik hati hehehe…

HZTao : Weekk :P  Enak saja…kau kerjakan saja sendiri!

Kooki : Aku butuh Kapten Myung sekarang! Dimana dia? Dimana…dimana?

Suzy menggelengkan kepalanya, Jungkook sama melankolisnya dengan Baekhyun. Tapi ngomong-ngomong semua sudah muncul, dimana Myungsoo? Ahh…dia memang jarang ikut muncul dalam chat sih…ingat, dia pelit bicara bahkan dalam chat sekalipun. Suzy memutuskan untuk mematikan notifikasi sebelum Baekhyun dan Jungkook kembali ribut, bisa-bisa tugasnya jadi terbengkalai.

***

Suzy tak melihat sosok Myungsoo diSekolah esok harinya, mereka memang sekelas dan dia tahu Myungsoo jarang sampai melewatkan jam makan siang. Dia jadi makin khawatir, jangan-jangan Myungsoo kembali ada masalah dengan Ayahnya. Sedikit banyak Suzy cukup tahu tentang masalah Myungsoo.

“Umma!! Oh?!…dimana Myung Appa?” tanya Baekhyun meletakkan nampan makan siangnya dimeja yang sama dengan Suzy.

“Mungkin bolos.”  jawab Suzy menyuap potongan dagingnya dengan tidak semangat.

“Myungsoo ada di atap, dia sudah disana sejak pagi.” celetuk Luhan.

“Ya! Daritadi kau ada disini dan kau tidak memberitahuku?!” protes Suzy mengacungkan sumpitnya kearah Luhan.

“Huwee? Kau tidak ada bertanya.”  kata Luhan santai, “Dia tidak mau diganggu termasuk olehmu, Manager.” cegah Luhan saat dilihatnya Suzy sudah bangkit berdiri.

“A-aku hanya mau ke toilet kok!” sahut Suzy.

“Eh? Kau sudah selesai Umma! Berikan ini padaku saja ya!” Baekhyun dengan segera mengambil alih nampan makan siang Suzy yang masih penuh, Suzy tak menyahut karna dia sudah pergi.

Langkah kaki Suzy terhenti tepat dianak tangga menuju atap Sekolah, agak ragu untuk naik kesana. Kalau Myungsoo sudah bilang tidak ingin diganggu, itu berarti dia benar-benar tidak ingin diganggu oleh siapapun, ya…siapapun. Hanya mondar-mandir dibawah anak tangga, memutuskan untuk naik atau tidak, sampai tak menyadari bahwa sudah semenit Myungsoo berdiri diatas anak tangga melihat tingkahnya.

“Manager, kau tidak makan siang?”

“E-eh?! S-sejak kapan…Ahh…maksudku…ngg—A-aku sudah makan kok!”  sahut Suzy tahu-tahu Myungsoo sudah ada dibelakangnya.

“Hn, ya sudah…aku akan makan sendiri kalau begitu.” kata Myungsoo tersenyum tipis.

“Myungsoo-aa?” panggil Suzy.

“Hn?”

“Gwenchana?” tanya Suzy, dan Myungsoo tahu jelas apa yang Suzy maksud.

Myungsoo hanya mengangguk dan tersenyum lebih lebar, “Manager, sepertinya akan  turun hujan kau bawa payung?”

“Iya, kau boleh menumpang sampai rumah denganku!” sahut Suzy riang, menggamit lengan Myungsoo membawanya ke kantin.

***

Satu lagi hari rabu yang melelahkan bagi Suzy, hujan turun dengan derasnya syukurnya dia sudah sampai dari membeli minuman dan makanan untuk para anak-anaknya. Minggu depan ada pertandingan Final di Provinsi dan jadi hari yang penting bukan hanya untuk Suzy tapi untuk team basket.

Menunggu mereka selesai latihan, Suzy merapikan salah satu sudut dinding yang penuh coretan tangan Baekhyun dan Jungkook, yang menarik adalah disana banyak ditempeli foto para anggota team basket dan juga dirinya. Sederet Piala berderet rapi diatas diatas loker yang menjadi tanda bahwa sudah banyak prestasi yang mereka ukir. Dan sudah banyak keringat juga airmata yang mereka bagi bersama untuk mendapatkannya. Meskipun sulit diatur, tapi Suzy sangat bangga pada mereka.

Suzy juga tak lupa menghapus tulisan-tulisan Myungsoo yang berisi penggambaran strategi di papan tulis, lalu mencoret tanggal pada kalender dengan spidol merah menandai bahwa satu hari telah terlewat sebelum pertandingan besar mereka yang kesekian.

Ceklek—pintu terbuka.

“Tumben kau sudah selesai, Manager?” tanya Myungsoo muncul dengan ekspresi meringis memegangi sikunya yang terlihat memerah.

“Ommo?! Apa kau terluka?” pekik Suzy meletakkan spidolnya dan segera menghampiri Myungsoo, “Ya! Pertandingan sudah dekat tapi kau melukai dirimu sendiri? Ckk…apa yang lain ada yang terluka juga, oeh?”

“Tidak, aku hanya membentur ring sedikit.” kata Myungsoo memperhatikan Suzy yang kini dengan gesit mengambil kotak P3K dari salah satu loker.

“Hn, duduklah!” suruh Suzy, “Aiish…sedikit? Kau bilang ini sedikit? Lihat saja jika sampai pelatih tahu—apa terasa nyeri? Ommo…lihat warnya sampai membiru seperti ini?!”

Myungsoo hanya tersenyum geli mendengar omelan Suzy setiap ada yang cedera saat latihan, melirik sekilas kearah luar jendela yang basah. “Manager, kau bawa payung?”

Suzy menepuk lengan Myungsoo pelan, “Diam sebentar, aku akan mengoleskan salep dulu disini—iya…iya, kau boleh menumpang payungku Kapten!”

*

“Masuklah, keringkan bajumu dulu.”

Suzy menggeleng pelan sambil berlindung dibawah payung kuning cerahnya, mereka tak tahu bahwa ditengah jalan hujan akan sampai sederas ini hingga sebelah badan Suzy basah begitu juga dengan Myungsoo.

“Masuk.” tanpa banyak bicara, Myungsoo menarik tangan Suzy untuk masuk kedalam rumah dengan gerbang putih besar miliknya.

Seorang pelayan membawakan Suzy yang duduk diruang tengah keluarga Kim, handuk kering dan secangkir teh hangat. “Silahkan, Nona…”

“Ah…iya terimakasih.” ucap Suzy pelan, betapapun dia sering mengunjungi rumah Myungsoo tetap saja dia tak bisa untuk berhenti mengagumi kemegahan rumah ini, dan juga sederet pelayan yang standby 24 jam. Mengaguminya, bukan berarti Suzy senang berada disini. Bahkan meskipun Tuan rumah sendiri—Ayah Myungsoo—yang memintanya untuk datang berkunjung, Suzy sebisa mungkin untuk menghindar.

Dia tak nyaman berada disini, karna berada dirumah ini dia selalu bisa mendengar jelas—

“KAU BILANG APA?! BASKET?! INGAT MYUNGSOO BASKET TIDAK BISA MENGHASILKAN UANG UNTUKMU!”

Tangan Suzy yang meraih cangkir tehnya, bergetar.

“SEKALI AKU BILANG PERGI! MAKA KAU HARUS PERGI!”

“Tapi Ayah…”

Plak!

Suzy meringis saat mendengar suara seperti menampar dari lantai atas, ya…dia selalu bisa mendengar jelas pertengkaran Myungsoo dan Ayahnya. Merasa tak tahan lagi, Suzy bangkit berdiri dan hanya pamit pada pelayan Myungsoo sebelum keluar dari rumah besar itu, meskipun ditelinganya masih terngiang-ngiang ditelinganya pertengkaran Ayah dan Anak itu.

***

Memperhatikan pelatih yang berjalan mondar-mandir dari bangku pemain, Suzy mendekap notepad hasil perkiraan permainan di dadanya. Bukan hanya dia yang tegang, tapi seluruh penonton pun sama tegangnya. Sekolah mereka, Seika hanya berbeda tiga point dengan Sekolah lawan mereka, Mehwa. Berharap bahwa Myungsoo dan yang lainnya bisa mengulur waktu yang tinggal sedikit lagi.

“Kau tegang sekali, Manager.” celetuk Luhan yang duduk disampingnya, dia mengalami cidera pada kaki sehigga harus digantikan oleh Jungkook. “Kita sudah pasti menang kok…”

“Sebelum peluit berbunyi aku tidak bisa tenang, tahu!” sahut Suzy ketus.

Luhan terkikik, “Ini pertandingan terakhir kita dimusim ini, pantas saja kau tegang ya? Ahh…tapi rasanya kau tegang karna ini akan jadi hari terakhir Kapten di Korea.”

“Jangan ingatkan aku tentang itu.” kata Suzy, menatap sendu Myungsoo yang tengah mendribble bola dan mencetak threeshoot point dengan slamdunk yang sempurna. Normalnya, Suzy akan berteriak girang melihat teamnya mencetak point tapi anehnya airmata-lah  yang mengalir dipipinya.

Lesson no#12 of High School

Even it’s hurt and hard, to reach your dream you must choose that ways…

And just believe that someday you will find your happines

***

Hari rabu, satu piala kembali bertambah berderet rapi diatas loker. Aroma keringat dan cola masih tercium dari seragam yang belum dicuci. Coretan tangan Baekhyun dan Jungkook yang mulai berambah kesudut ruangan yang lain, satu pak kecil permen karet mint punya Tao, celana dalam di meja komputer—yang dipastikan—milik Jong In. Tak ada yang berubah dari ruang club basket, yang sebentar lagi harus Suzy tinggalkan karna akan lulus dari Sekolah.

Suzy mendesah, menyingsingkan lengan bajunya bersiap untuk bersih-bersih. Meskipun tak ada yang berubah tapi dia tak bisa membohongi dirinya sendiri, ada yang berubah pasca Myungsoo pergi ke London untuk melanjutkan Sekolah Kedokterannya dua minggu yang lalu. Hari rabu Suzy tak sempurna, karna dia tak pulang bersama Myungsoo lagi.

“Booya? Kenapa hujan terus sih?” rutuk Suzy, beruntung dia selalu ingat membawa payungnya.  “Oii…Baekki jangan hujan-hujanan seperti itu!” teriak Suzy melihat Baekhyun yang berlari menerobos hujan bersama Jungkook dengan riang. “Aissh…dasar bocah!”

Membuka payung kuning cerahnya, Suzy melangkah menerobos hujan—sendirian. Hujan tidak terlalu deras, tapi udara dingin yang bertiup membuat Suzy menggigil. Suzy sudah melangkah melewati gerbang Sekolah, melompat kecil menghindari kubangan lumpur saat sosok itu tiba-tiba seolah dia lewati membuatnya langkahnya terhenti. Ingin dia berbalik untuk memastikan, tapi dia takut akan terlihat seperti orang bodoh jika itu hanya bayangannya saja.

“Manager, kau bawa payung?”

***

Fin (dengan gajenya)

talk-talk

yuhuuu its meh! author yg dulu pennamenya babyrosse /inget?/ga/

udah brapa lama gak posting di blog ini *garuk pasir bareng kookie*

dan inipun adalah ff lama yang sebelumnya pernah diposting huahaha :v

oh ya  baca juga ff baekhyun x suzy disini yaah  /promo terselubung/ga/

see yah doakan biar bisa rajin posting ya  <3

22 responses to “[Oneshoot] Bae Bae

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s