[Freelance] Before We Meet Again Chapter 12

Title : Before We Meet Again  | Author : SureTo_Dream | Genre :  Romance | Rating : PG-17| Main Cast : Byun Baekhyun and Bae Suzy | Other Cast : Find by yourself!

Disclamer :

cerita ini adalah cerita murni dari khayalanku yang udah lama aku tulis tapi gak selesai – selesai dan tiba – tiba saja inspirasi muncul lagi saat lihat kedua main cast diatas punya project bersama,, FF ini juga aku publis di WP pribadi aku http://happydreamandstory.wordpress.com/ tapi seperti yang kalian tau, gak asik banget kalo cumen aku sendiri yang baca,,, maaf kalo seandainya dalam penulisan ada kesalahan karena aku hanya manusia biasa yang tak sempurna dan banyak kekurangan ☺☺

�Happy Reading Guys Hope you like it

##

 

(in Baekhyun side)

 

Aku melajukan mobilku dengan kecepatan tinggi,, dan beberapa kali melanggar lampu merah yang menyebabkan beberapa pengemudi mengumpat dan menyalakan klakson mobilnya padaku, tapi siapa yang perduli mereka bahkan tidak tau bagaiaman marahnya aku saat ini karena merasa diremehkan oleh luhan yang tiba – tiba datang dan mengacaukan hidupku dan hubunganku dengan suzy yang sudah kubangun dengan susah payah,,,

“SIALAN” teriakku sejadi – jadinya didalam mobil dan semakin memacu kecepatan mobilku,, kenapa semuanya menjadi seperti ini, bahkan aku terlihat sangat menyedihkan setelah tidak bersama suzy,,

Setelah merasa cukup melampiaskan kemarahanku pada jalanan kota seoul yang tentu sangat membahayakan untuk hidupku aku sampai dilapangan tembak dan disana jongdae dan chanyeol sudah menungguku, “sekarang ada apa lagi denganmu?” pertanyaan jongdae menyambut kedatanganku tapi aku sama sekali tidak berniat menjawabnya

“aku dengar kau baru saja membuat skandal” ucap chanyeol sambil melepaskan kaca matanya dan duduk disebelahku

“memangnya apa yang sudah dia lakukan? Kenapa kau tidak mengatakan apapun padaku?” tanya jongdae dengan penasaran sambil menatapku dan chanyeol bergantian

“dia baru saja meninju investornya didepan kantor” jawab chanyeol sambil tersenyum kearahku

“jongmal?? Daebak, apa dia tidak langsung membatalkan kerja sama dengan kalian?” tanya jongdae penasaran

“bagaimana dia bisa membatalkan kerja sama kalau dikantor itu masih ada bae suzy” ujar chanyeol sambil melirik kearahku

“berhenti bahas hal itu karena akan membuatku semakin meradang” aku memperingatkan mereka, karena aksi nekadku tadi akan menjadi sia – sia kalau emosiku kumat lagi

“jadi ini karena Bae Suzy?” sambung jongdae lagi tidak menghiraukan peringatan yang kuberikan “sepertinya memang hanya bae suzy yang mampu membuat seorang byun baekhyun berubah menjadi sangat mengerikan seperti ini” ucap jongdae sambil bersandar disofa dan melipat kedua tangannya

“lalu, bagaimana? Apa kau benar – benar akan melepaskan suzy begitu saja tanpa mempertahankannya? Aku rasa perjuanganmu selama ini akan sia – sia, bahkan setelah dia menjadi milikmu kau melepaskannya begitu saja,, belum tentu juga kalau suzy masih mencintai luhan seperti kata jieun” jelas chanyeol yang sekarang terdengar masuk akal di otakku, tapi sekarang tidak waktu memikirkan itu realistis atau tidak karena nyatanya suzy tidak mampu menjawab pertanyaanku tentang luhan dan membuatku semakin membulatkan pendapatku sendiri kalau dia memang masih mencintainya

“aku hanya memberikannya pilihan untuk memilih” ucapku asal tapi aku sendiri tidak merasa yakin akan hal itu karena akupun sangat takut pada kenyataan kalau yang berada dibayanganku benar terjadi

“baekie’ah kurasa kau lebih membutuhkannya dari pada luhan,, sekarang lihatlah dirimu bahkan belum genap seminggu kau meninggalkan suzy tapi lihat apa yang terjadi pada kesehatanmu dan tingkat emosimu yang menjadi labil, dan lihatlah bahkan kau sangat berantakan sekali dengan kantung mata itu” ucap jongdae prihatin pada keadaanku yang benar – benar sangat menyedihkan seperti yang dia katakan,, karena setelah menjauhi suzy aku tidak bisa tidur dengan baik, karena aku yang sudah terbiasa dengan dia yang selalu berada disisiku

“bahkan obat dokterpun tidak akan mampu menyembuhkanmu, keadaanmu ini adalah awal gejala patah hati akut, bahkan kau terlihat semakin kurus” chanyeol yang berhipotesis seperti dokter dan selalu sok tau seperti biasanya,,

“kau benar chanyeolie, dan sepertinya kita harus segera bersiap – siap untuk kemungkinan terburuk” sambung jongdae yang membuatku langsung melemparnya dengan botol air minum didepanku “sialan, kau mendoakanku cepat mati” chanyeol dan jongdae malah tertawa puas ditengah kemarahanku akibat lelucon mereka yang sama sekali tidak lucu menurutku

“kami hanya mempersiapkan diri,, apa kau sudah menulis wrisanmu?” sambung jongdae lagi dengan tawa yang masih sangat menyebalkan

“tapi baekhyun’ah, kau benar – benar seperti mayat hidup dan kami sangat menghawatirkanmu,, apa kau tidak ingin menemui peramal untuk melihat masa depanmu?” usul chanyeol lagi dengan wajah yang sangat serius

“untuk apa aku pergi keperamal yang jelas – jelas membohongiku?” bantahku padanya, bahkan aku sama sekali tidak percaya hal semacam itu

“coba saja, siapa tau kau akan mendapatkan jalan keluar untuk masalahmu” usul jongdae lagi, meyakinkanku yang membuat kami benar – benar terlihat seperti namja putus asa

__

Aku melihat sekeliling setelah sampai ditempat peramal yang sangat terkenal menurut chanyeol setelah selama 20 menit lamanya kami mencari di internet,, aku bahkan tidak percaya kalau sekarang aku dengan lugunya menyetujui ajakan chanyeol dan jongdae,, yang aku herankan adalah peramal ternyata juga melakukan promosi seperti online shop sungguh ini semua diluar dugaanku

“kau yakin kita akan masuk?” aku bertanya was – was karena tempat ini lebih terlihat seperti klinik kesehatan diluar kota karena banyaknya antrian dibagian pintu masuk “tidak bisa kita sudah sampai disini dan kita tidak bisa kembali lagi” ucap chanyeol dengan sangat mantap bahkan diantara kami bertiga dialah orang yang paling bersemangat tentang semua ini

“kau tau,,, entah mengapa aku merasa seperti orang bodoh saat ini” bisikku pada jongdae sambil menunggu chanyeol yang mengambilkan no antrian untuk kami

“sudahlah jangan banyak bicara, kita coba saja dulu lagi pula kita sudah sampai disini, pantatku masih terasa sakit karena satu jam duduk didalam mobil, dan aku belum sanggup kalau kau mengajakku kembali sekarang” keluh jongdae sambil menunjukkan pantatnya yang sudah mati rasa

Aku chanyeol dan jongdae mungkin sudah menunggu hampir satu jam sampai pada akhirnya giliran kami datang “kau yang didepan” aku mendorong badan chanyeol agar berjalan duluan karena yang aku pikirkan sekarang adalah tempat yang kami datangi ini lebih mirip seperti tempat para cenayang dizama jeoson dari pada tempat peramal modern dengan promosi online

“yaa!! yang bekepentingan disini kan kau jadi kau yang harus didepan” tolak chanyeol dan menarikku berjalan didepan

“siapa yang akan diramal?” peramal itu bertanya sedangkan aku masih sibuk memandang berkeliling mencari keberadaannya “dia” jongdae mendorong badanku lagi sehingga menjadi lebih maju “duduklah” perintahnya dan dengan sedikit ragu – ragu dan waspada aku duduk dikursi yang tengah

“sepertinya kau sedang memiliki banyak pikiran, apakah ini pertama kalinya kau pacaran?”

Aku kaget saat peramal itu bertanya seperti itu, bukankah dia peramal? Lalu kenapa masih saja bertanya bukankah peramal tau semua hal? “yang sekarang perlu kau lakukan hanya menunggu”

“ye??”

__

Aku memandangi jimat yang diberikan peramal itu untukku dalam perjalan pulang berasama chanyeol dan jongdae,, “kalian tau, kenapa aku harus membayar mahal sekali untuk ini” tunjukku pada jimat yang sedang ku pegang “tidakkah kalian berfikir kalau dia menipuku? Bahkan peramal itu hanya menyuruhku untuk menunggu yang bahkan bukan solusi seperti yang aku inginkan dan aku membayar mahal hanya untuk itu, sekarang aku mengerti kenapa peramal lebih cepat menjadi kaya dibandingkan dokter” protesku panjang lebar, tapi seperti biasa chanyeol dan jongdae malah mengabaikanku dan lebih memilih memakai hendset

“baiklah kalau kalian mengabaikanku, akan ku pastikan hidup kalian tidak akan tenang karena aku akan berkeliaran seperti han-“ ucapanku terpotong karena chanyeol yang mengangkat tangannya menyuruhku untuk diam

“kau simpan saja jimat itu, anggap kita baru saja pulang dari kuil dan biksu memberikan itu untukkmu dan anggap saja uangmu yang tadi sebagai amal” ucap chanyeol dengan bijaknya seperti biasa,, dan apa katanya? amal? Jumlah yang kubayar malah setara dengan uang belanjaku selama 2 minggu termasuk dengan tagihan mereka berdua yang ikut diramal, dan bahkan nasehat peramal itu lebih banyak untuk mereka yang tidak memiliki masalah dibandingkan dengan aku yang memiliki masalah,, aku bukannya mempermasalahkan uang yang ku keluarkan,, hanya saja aku tidak bisa terima karena peramal itu hanya menyuruhku untuk bersabar yang aku anggap bukan solusi sama sekali,, tapi aku harus bgaimana lagi, semuanya sudah terjadi

“baiklah tapi jangan sampai ada yang tau kita melakukan hal konyol seperti ini” ancamku pada keduanya

###

(in Suzy Side)

Ini sudah hari ke 6 setelah kejadian terakhir diapartemen baekhyun dan sudah 2 hari sejak luhan mencoba untuk menciumku diatap, tapi luhan masih saja terus datang dan bersikap seperti tidak pernah terjadi apa – apa, bahkan tadi pagi luhan datang keapartemen untuk menjemputku,,, dan sekarang aku sangat jarang melihat baekhyun berada dikantor, kalaupun baekhyun datang kekantor itupun hanya sebentar dan terkadang saat aku melihatnya selalu saja ada nayeon yang berada disampingnya dan menggandengnya dengan mesra,,

Aku merasa baekhyun semakin menjauhiku dan aku sendiri semakin merindukannya, aku tau ini semua terjadi atas kesalahanku, seandainya aku mengatakan tentang luhan padanya lebih awal tentu sekarang kami masih akan baik – baik saja dan perasaanku tidak akan terasa kosong seperti sekarang karena terlalu merindukannya

“noona,, kau melamun?” suara sehun menyadarkanku dari semua pikiran yang ku sesali sekarang “noona,, kau baik – baik saja?” sehun kembali bertanya sambil melambaikan tangannya didepan wajahku

“aku baik – baik saja” jawabku pada sehun “noona ayo kita makan siang bersama,, jieun ahjumma mungkin masih lama akan kembali” ajak sehun,, aku ingin tertawa mendengarnya memanggil jieun dengan sebutan ahjumma yang sedari kemarin sehun berikan karena menurut sehun jieun terlalu cerewet dan sering memarahinya

“baiklah, tapi kau tidak pergi bersama dengan kai?” tanyaku pada sehun dan dia hanya menggeleng “kai masih banyak pekerjaan, dan saeron hari ini ikut study tour dan tidak ada yang bisa menemaniku” jawabnya

“kalau begitu baiklah ayo kita pergi tapi kau yang traktir” ucapku sambil berjalan meninggalkannya

Begitu kami sampai direstoran seafood dekat kantor aku bisa merasakan hampir seluruh tamu yoja direstoran  itu menatap takjub terhadap sehun dan menatap iri padaku karena menganggap sehun adalah kekasihku,, aku akui sehun memang sangat tampan tapi terlalu manja dan kekanak – kanakan kalau kau sudah mengenalnya

“noona kau ingin memesan apa?” sehun bertanya padaku karena aku tidak juga melihat daftar menu karena sibuk mengutak atik ponselku “kau pilihkan saja” aku bisa mendengar sehun memesankan makanan untukku,,

“kau merindukan baekie hyung?” sehun bertanya dan aku langsung mendongak menatapnya tapi sehun focus pada layar ponselku yang kuletakkan disamping kanan dengan layar yang masih menyala dan menampilkan fotoku dan setengah wajah baekhyun disana dan aku dengan cepat membaliknya “aku tau noona merindukannya” ucap sehun membuatku terdiam, karena ucapan sehun seakan seperti sebuah tamparan untukku

“noona, apa kau sama sekali tidak ingin memperbaiki hubunganmu, tidakkah kalian berfikir kalau kalian sekarang sedang saling menyakiti dengan sama – sama saling mengindar seperti ini?”  ucap sehun padaku

“aku sama sekali tidak tau harus berbuat seperti apa sehun’ah, terlebih sekarang baekhyun jarang berada dikantor dan saat dikantor nayeon selalu berada disisinya” balasku “dan aku pikir baekhyun juga menyukai nayeon” ucapku dengan susah payah

“baekhyun hyung memang menyukai nayeon tapi tidak sebagai wanita melainkan sebagai saudara,, dan aku juga tidak setuju kalau nayeonie yang akan memjadi kakak iparku” cicit sehun

“wee?” aku bertanya penasaran tapi sehun hanya tersenyum sebelum membalas ucapanku

“aku tidak bisa mengatakannya noona, karena aku sudah berjanji” jawab sehun

__

Aku kembali kekantor bersama sehun setelah makan siang kami yang panjang dan aku sama sekali tidak menyangka kalau sehun adalah rekan bercerita yang sangat baik “sehunie~” panggil seseoarang sehingga aku dan sehun sama – sama menoleh

“kau darimana? Oh ya noona kenalkan dia kai” ucap sehun memperkenalkanku pada kai, aku memang mengenalnya tapi tidak pernah berkenalan secara langsung

“anyeonghaseyo suzy’ssi” sapa kai dengan ramah dan aku pikir dia sedikit berbeda dari pada sehun, karena kai terlihat lebih dewasa dan tenang

“jangan membandingkanku dengannya noona,, dan jangan tertipu dengan penampilannya, karena dia lebih parah dariku” ucap sehun seperti bisa membaca pikiranku dan aku hanya menoleh menatapnya

“Ya!! Apa – apaan kau menjelek – jelekkanku seperti itu” protes kai, aku hanya tersenyum melihat tingkah mereka sampai ada suara yang sangat familiar ditelingaku memanggil mereka

“kai~,, sehunie~”

jantungku berdetak seribu kali lebih cepat mendengar suaranya dan menyadari langkahnya yang semakin dekat, sehun yang menyadari keadaanku langsung membalik badanku agar aku juga menatap kearah yang sama dengannya dan kai

“baekie hyung kau darimana?” kai bertanya tapi bahkan aku hanya menunduk dan tidak mampu menatapnya “kami baru selesai makan siang bersama” pamer nayeon dan aku langsung mengangkat wajahku karena nyatanya baekhyun tidak sendiri, aku merasa akan menangis sekarang karena hampir tidak bisa mengontrol perasaanku sendiri karena terlalu banyak yang kurasakan sekarang terlebih lagi tangan nayeon yang melingkar dengan sempurna di lengan baekhyun

“coba berhentilah untuk memamerkan hal yang biasa nayeon’ah” pinta sehun dengan nada meremehkan, dan entah kenapa aku merasa kalau ucapan sehun seperti ingin menenangkanku kalau makan siang bersama bukan sesuatu yang bisa dianggap special

“aku dan baekie oppa memang sudah sangat sering makan siang bersama, tapi sekarang tentu menjadi sangat special karena baekie oppa sudah resmi menjadi milikku” ucap nayeon yang tentu sangat mengejutkan bukan hanya untukku tapi juga untuk sehun dan kai

“Mwo?? Kau bercanda?” ucap kai dan sehun bersamaan dan aku tidak mampu mengeluarkan suara apapun selain hanya bisa menatap keduanya sambil menunggu sanggahan baekhyun seperti yang biasa dilakukannya

“kalian sudah makan siang?” bukannya membenarkan atau membantah baekhyun malah menayakan hal lain

“hyung, kau sedang bercandakan?” kai balik bertanya tanpa menjawab pertanyaan baekhyun barusan

“hyung,, apa aku bisa meminjam nayeon sebentar?” sehun menarik tangan nayeon dan membawanya pergi “ya!! Lepaskan kau mau membawaku kemana?” teriak nayeon tapi sehun terus saja menariknya pergi dan kai berlari mengejar mereka dan hanya menyisakan aku dan baekhyun

Hening,,, itulah yang terjadi diantara kami, baik aku ataupun baekhyun tidak ada yang memulai pembicaraan, aku bahkan tidak sanggup menatap wajahnya

“apakah yang dikatakan nayeon itu benar” aku bertanya dan memberanikan diri untuk menatapnya saat baekhyun akan melangkah pergi,, baekhyun berhenti dan balas menatapku

“aku rasa itu sudah bukan urusanmu lagi” ucapnya dengan sangat dingin dan pergi meninggalkanku yang masih berdiri dan menahan rasa sakit karena ucapannya,

aku merasa baekhyun yang baru saja berbicara padaku bukan baekhyun yang kukenal selama ini, dia seperti baekhyun yang berbeda yang tidak kukenal karena baekhyun yang kukenal tidak akan pernah tega memperlakukanku seperti itu

Flasback On

Aku sedang duduk dibelakang sekolah sambil menangis,, entah sudah yang keberapa kalinya aku tidak pernah menghitungnya,, lagi – lagi hanya karena kriss karena nyatanya sekarang aku harus mencoba untuk mengerti tentang dirinya yang sedang memeluk honbae diujung koridor lantai 2 dan dia hanya mengatakan kalau itu adalah fans,,

Setiap kali aku bertanya dan memprotesnya dengan sikapnya selalu saja dia yang akan berbalik marah padaku dan mengatakan kalau aku tidak pernah mengerti dirinya,, dan sekarang aku hanya bisa menangis sendiri seperti ini dan menyembunyikan semuanya dari teman – temanku,,

Aku menangis sambil menyembunyikan wajahku sampai aku menyadari seseorang memberikanku tissue “berhentilah menangis, air matamu terlalu berharga hanya untuk menangisi orang yang seperti dia” ucapnya, aku langsung mendongak dan menatapnya dan dia tersenyum padaku “hapuslah air matamu, karena kau lebih cantik saat tersenyum”

Aku diam tidak membalas ucapannya,, tapi aku mengambil tissue yang diberikannya “pergilah karena hari ini tidak punya mood untuk menghinamu baekhyun” pintaku padanya tapi dia kembali tersenyum dan duduk disebelahku

“jika kau merasa tersiksa, kenapa kau tidak mengakhiri saja dengan kriss, aku yakin diluar sana masih sangat banyak namja yang lebih baik dan tulus untuk mencintaimu suzy’ah, dan 2 hari lagi kita akan selesai disini, kita akan melanjutkan tantangan baru diuniversitas” ujarnya yang entah kenapa mampu menghiburku

“kenapa kau sangat baik dan tidak pernah marah padaku? Padahal selama ini aku selalu jahat dan kasar padamu?” entah kenapa aku tiba – tiba bertanya padanya tapi aku hanya penasaran kenapa dia selalu aja bersikap baik padahal aku sangat sering menyakitinya selama ini

“aku tidak mungkin bisa membencimu suzy’ah, sesakit apapun kau memperlakukanku karena aku tulus menyukaimu dan aku juga tidak bisa memaksamu untuk tidak membenciku, karena kau berhak memilih berteman dengan siapapun”

Aku menatap wajah baekhyun dari samping dan entah karena apa untuk pertama kalinya jantungku berdetak sangat cepat saat memperhatikannya, tapi aku segera membuang jauh – jauh pikiranku dan mengalihkan pandanganku karena yang ku tau selama ini aku tidak menyukainya, dan tidak pernah ingin dekat dengannya

“suzy’ah terimakasih karena sudah mengijinkanku duduk disampingmu hari ini, mungkin sekarang dan seterusnya kau bisa tenang karena kau sudah tidak akan melihatku lagi” ada jeda sebelum baekhyun melanjutkan ucapannya “lusa aku sudah akan kembali keamerika dan akan kembali tinggal dengan kedua orang tuaku” aku menoleh menatapnya, seharusnya aku senang karena sudah tidak ada lagi yang akan menggangguku seperti ucapannya tapi entah kenapa ada perasaan aneh saat baekhyun mengatakannya “terimakasih untuk tiga tahun ini suzy’ah, karena sudah mengijinkanku untuk mencintaimu, semoga suatu saat kita bertemu lagi dan kita bisa menjadi teman baik” baekhyun tersenyum kembali padaku sebelum melanjutkan kata – katanya

“jagalah dirimu dan temukan orang yang sungguh – sungguh mencintaimu dan yang tentu saja kau juga cintai, aku akan selalu selalu berdoa untukmu dimanapun aku berada”

Flashback off

Aku terduduk saat putaran kenangan masa lalu kembali berputar dari ingatanku, saat putaran film usang itu menampilkan hari terakhir pertemuanku dengan baekhyun, kenapa justru aku merasakan sakit sekarang saat mengingat ucapannya dan aku bahkan tidak perduli dengan semua orang yang sedang melihatku menangis, yang aku tau saat ini perasaan sakit dan sesak didadaku lebih besar dari perasaan malu yang kumiliki

“suzy” panggil seseorang yang bahkan wajahnya terlihat tidak jelas karena air mata yang memenuhi pengelihatanku, aku hanya bisa merasakan dia memelukku dan membawaku pergi, entahlah aku tidak mengerti karena aku otakku seperti lumpuh saat ini

###

(in Other side)

Sehun terus saja menarik nayeon untuk ikut bersamanya mencari tempat yang lebih sepi agar tidak ada yang akan mendengarkan ucapan mereka dan kai dengan setia mengikutinya dari belakang

“lepaskan, apa yang kau lakukan” teriak nayeon pada sehun dan menarik tangannya dengan kasar dari genggaman tangan sehun “kau menyakitiku OH SEHUN” nayeon mengelus pergelangan tangannya

“apa maksud ucapanmu barusan, kau sedang bercanda pada kamikan?” sehun langsung bertanya to the pont pada nayeon

“kenapa kau berfikir aku bercanda, bukankah kalian sudah tau aku tidak pernah sama sekali bercanda kalau itu menyangkut baekhyun oppa” balas nayeon

“kami tau semua yang terjadi nayeon, dan kami tau bagaimana baekhyun hyung selama ini menganggapmu” sekarang giliran kai yang berbicara

“baiklah kalian anggap saja seperti itu, tapi seperti yang kalian tau juga kalau baekhyun oppa tidak bisa menolak keinginan uncle, dan asal kalian tau kalau kami akan segera bertunangan” beber nayeon pada sehun dan kai,, beberapa detik sehun dan kai hanya bisa terdiam dan mencerna ucapan nayeon

“tapi baekhyun hyung mencintai orang lain nayeon’ah,,” ucap kai dengan sedikit lirih

“jadi sekarang kalian sudah tidak ada yang berpihak padaku lagi? Jadi kalian lebih membela yoja tidak tau diri itu yang bahkan sudah jelas – jelas selingkuh dibelakang baekhyun oppa?” balas nayeon dengan nada yang sedikit meninggi, karena merasa dihianati oleh kedua sahabatnya

“aku tidak perduli kalian setuju atau tidak, aku akan tetap melanjutkannya dan aku sudah tidak ada hubungannya lagi dengan yoja itu karena baekhyun oppa sendiri yang meninggalkannya” sambung nayeon yang kemudian pergi meninggalkan sehun dan kai yang masih diam ditempatnya

“aku harus menayakan langsung pada baekhyun hyung sekarang juga” ucap sehun yang berjalan meninggalkan kai yang masih bingung dengan yang terjadi dan perasaannya sendiri

Sehun berjalan dengan tergesa masuk kembali dipintu kantor saat berpapasan dengan suzy yang entah dibawa siapa yang jelas sehun tidak mengenalnya,, tapi sehun berhenti dan berbalik melihat langkah suzy yang seperti sedang menangis “apa yang baru terjadi?” sehun bertanya pada dirinya sendiri, tapi sekarang yang harus dilakukannya adalah bertemu dengan baekhyun sekarang juga dan membiarkan suzy pergi karena sudah ada yang menemaninya,,

Sehun langsung masuk begitu saja kedalam ruangan baekhyun tanpa mengetuk pintu sama sekali, baekhyun menatap dongsaenganya dengan tatapan biasa saja karena sudah tau apa tema yang akan ditanyakan sehun padanya,,

“duduklah dulu baru berbicara” suruh baekhyun santai saat melihat sehun masuk dengan nafas yang memburu

“aku langsung saja hyung” balas sehun sambil mengambil duduk didepan baekhyun “apa maksud nayeon mengatakan kalau kau akan bertunangan dengannya?” tanya sehun to te point

“aahh, nayeon mengatakannya padamu? padahal aku ingin mengatakannya saat eomma sudah sampai dikorea” jawab baekhyun dengan suara yang datar

“apa kau benar – benar serius tentang ini hyung? Aku tau seperti apa perasaanmu pada su—“ belum selesai ucapan sehun, baekhyun sudah membentaknya “berhenti” ucap baekhyun “jangan bicarakan tentangnya lagi kalau kau masih ingin aku baik – baik saja” baekhyun memperingatkan sehun untuk berhenti

“kenapa hyung? Apa kau merasa baik sekarang? Tapi aku rasa kau sangat kacau sekarang,, cobalah lihat dirimu baik – baik hyung,, aku mengenalmu sedari aku kecil walaupun kita sempat terpisah lama karena kau tinggal dikorea, tapi itu tidak pernah merubah apapun untukku karena aku sangat mengenalmu,,” ucap sehun sambil melihat baekhyun dengan tatapan prihatin

“hyung berhentilah sebelum kau benar – benar menyesal dengan semua keputusanmu, kau dan suzy noona hanya butuh bertemu dan berbicara, jangan bersikap egois hyung aku tau kau merindukannya dan suzy noona juga sama sepertimu, berhentilah saling menyakiti” sehun berucap sambil memandang lekat kearah baekhyun

“aku melakukannya agar dia bahagia sehun’ah” jawab baekhyun lirih “bagaimana kau bisa menjamin dia akan bahagia setelah kalian berdua berpisah kalau setiap waktu suzy noona hanya menangisimu seperti yang kau lakukan saat kau sendiri” terlepas dari benar dan tidaknya ucapan sehun sekarang baekhyun merasa seperti baru saja ditampar berkali – kali, bahkan jika boleh memilih baekhyun lebih memilih ditampar secara langsung dengan sakit yang bisa dirasakannya dan dia tau kalau sakitnya akan menghilang dalam beberapa menit dari pada harus ditampar dengan dengan ucapan seperti sekarang karena rasa sakitnya sungguh menyesakkan

“hyung, aku tau kau hanya memanfaatkan perasaan nayeon untuk berlindung dan menutupi rasa sakit yang kau rasakan,, tolong hentikan hyung banyak orang yang tersakiti karena pilihanmu ini hyung,,” baekhyun memandang sehun dengan penuh tanda tanya dan menuntut banyak penjaelasan

“kau menyakiti dirimu sendiri, suzy noona, nayeon dan orang yang paling sakit saat kau akan bertunangan dengan nayeon selain suzy noona adalah kai” jelas sehun sambil tersenyum masam

“aku seharusnya tidak mengatakannya karena aku sudah berjanji pada kai, tapi aku rasa sekarang waktu yang tepat sebelum semuanya terlambat” sambung sehun masih menatap baekhyun

“sejak kapan?” hanya itu yang dapat diucapkan oleh baekhyun karena merasa sangat kaget karena tidak pernah menyadari perasaan kai pada nayeon selama ini

“sudah sangat lama hyung, tapi sipabo itu baru menyadari saat nayeon sudah tidak bersama kami,, dan aku tau nayeon masih bingung mendiskripsikan apa yang sebenarnya yang dia rasakan terhadapmu,,,” sehun menyandarkan tubuhnya pada sofa saat sudah mengatakan semua yang perlu dia katakan, karena menjadi orang yang terlalu banyak tau ternyata sangat melelakan karena mau tidak mau harus membuatnya terpaksa harus ikut campur

“aaaahh sial aku sekarang sudah seperti penasehat cinta disini,, Saeron’ah cepatlah kembali karena aku sangat merindukanmu” sehun berucap sambil memeluk tubuhnya sendiri, kalau biasanya sehun akan langsung mendapat lemparan bantal dari baekhyun saat mengatakan hal – hal seperti itu tapi saat ini bahkan baekhyun tidak tertarik untuk melakukannya karena sibuk memikirkan ucapan sehun

“sehun’ah, tapi sepertinya aku memang benar – benar baru menggali kuburanku sendiri” baru saja sehun merasa lega karena sudah menyampaikan semuanya pada baekhyun, tapi sekarang sehun kembali menatap baekhyun dengan tatapan heran dan penuh tanda tanya

“sekarang apa lagi hyung?” sehun menunggu baekhyun melanjutkan kata – katanya

“aku tidak mungkin membatalkan semuanya karena appa tidak akan pernah setuju” jelas baekhyun dengan wajah kecewa yang tergambar jelas diwajahnya

“lalu sekarang kita harus bagaimana hyung,, kau selalu saja mengambil keputusan dengan tergesa – gesa dan tidak pernah memikirkan akibatnya, sekarang kalau sudah seperti ini apa yang bisa kita lakukan? Bahkan imo sudah berada setengah jalan untuk sampai diseoul” omel sehun pada baekhyun tanpa sadar, bahkan baekhyun tidak membalas atau menyanggah omelan yang sehun berikan karena sekarang baekhyunpun merasa kalau dirinya salah

“hanya ada satu cara sehun’ah” ucap baekhyun mantap dan sehun hanya menaikkan sebelah alisnya

“satu cara hyung?”

“ya,, hanya satu,, karena aku sudah tidak bisa memikirkan cara lain lagi”

TBC

17 responses to “[Freelance] Before We Meet Again Chapter 12

  1. Kyaaa sudah kuduga kalau kai suka smaa nayeon xD kkk~
    Siapa yang membawa suzy? Apa manager choi lg atau siapa? ‘-‘
    Aaaa penasaran sama cara yang akan baek lakukan😦

Comment, Please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s